Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KISTA OVARIUM DI POLI KEBIDANAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA syamsiah cia; Kartini Kartini; Asriati asriati; Jafriati Jafriati
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v5i1.1958

Abstract

Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan yang terbentuk pada atau di dalam ovarium. , Kista ovarium tetap menjadi salah satu masalah ginekologi yang paling sering ditemukan pada wanita usia reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kista ovarium di Poli Kebidanan Rumah Sakit Bhayangkara. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Instrumen penelitian mengunakan kuesioner dan melakukan observasional pada sejumlah responden. Analisis data menggunakan uji Chi Square pada derajat kepercayaan (CI) 95 % dengan nilai kemaknaan (p<0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa indeks massa tubuh (IMT) (p value = 0.006), aktifitas fisik (p value = 0.045), usia menarche (p value = 0.044), siklus mentruasi (p value = 0.003), stres (p value = 0.025). berhubungan dengan kejadian kista ovarium. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik, variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian variabel dependen adalah IMT, aktivitas fisik, dan stres karena memiliki nilai p < 0,05. Sementara itu, usia menarche dan siklus menstruasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Variabel yang paling dominan dilihat dari nilai Exp(B) terbesar, yaitu IMT dengan nilai OR sebesar 3,889. Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,468 menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen yaitu IMT, aktivitas fisik, usia menarche, siklus menstruasi, dan stres dalam menjelaskan variasi kejadian variabel dependen adalah sebesar 46,8%. Sedangkan sisanya sebesar 53,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian yang tidak diteliti.Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan IMT, aktifitas fisik, usia menarche, siklus menstruasi, stres berhubungan dengan kista ovarium.
DAMPAK PROGRAM PEMBINAAN KELUARGA REMAJA (BKR) TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI BALAI PENYULUHAN KB PALANGGA Ria Harjunia; Sri Susanty; Jafriati Jafriati
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i1.1859

Abstract

Background: Stunting is an abnormal growth condition that has become one of the primary nutritional issues among toddlers in society. The Adolescent Family Development Program (Bina Keluarga Remaja or BKR) is an initiative developed by the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) aimed at fostering family resilience and enhancing the quality of adolescents. Purpose: This study aims to analyze the impact of the Adolescent Family Development Program (Bina Keluarga Remaja or BKR) on stunting prevention within the operational area of the Family Planning Counseling Center in South Palangga District. Methods: This research employs a quantitative method with a pre-experimental approach, conducted from May to June 2024. The study population consists of 350 adolescents attending junior high schools (SMP) and vocational high schools (SMK) in the Amondo Village area. The sample was selected using simple random sampling, resulting in a total of 188 participants, comprising 94 junior high school students and 94 vocational high school students. Results: The research results indicate a p-value of 0.000 for the knowledge variable, a p-value of 0.000 for the attitude variable, and a p-value of 0.000 for the action variable. Conclusion: The Adolescent Family Development Program significantly influences adolescents' knowledge, attitudes, and actions in preventing stunting. Collaboration is essential, involving adolescents' participation, parents' skills in guiding their teenagers, school-level supervision, government policy support, and the competencies of educators and counselors in providing education and monitoring.
FAKTOR DURASI, JARAK DAN INTENSITAS CAHAYA SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA: LITERATURE REVIEW Paridah Paridah; Ferniati Ferniati; Jafriati Jafriati; Nurnashriana J.; Rastika Dwiyanti Liaran
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.204

Abstract

Smartphone telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gadget (smartphone) sebelum tidur meningkatkan risiko gangguan tidur akibat paparan cahaya biru, keterlibatan emosional, dan aktivitas mental yang intens. Selain itu, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan gadget (smartphone) seringkali menggantikan waktu tidur yang seharusnya, sehingga tidur menjadi tidak berkualitas dan mengganggu fungsi kognitif, emosional, dan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara durasi, jarak, dan intensitas cahaya smartphone terhadap kualitas tidur remaja. Dengan meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan remaja, faktor-faktor tersebut berperan penting dalam mempengaruhi pola tidur. Metode yang digunakan adalah Literature Review yang merangkum berbagai penelitian dari 2021 hingga 2025. Pencarian literature menggunakan data base google scholar dan PubMed. Pencarian data jurnal dilakukan dengan menggunakan kata kunci Penggunaan Smartphone, Intensitas Cahaya Smartphone, Kualitas Tidur. Seluruh literatur yang didapat kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone sebelum tidur memiliki dampak negatif terhadap kualitas tidur, di mana remaja yang menggunakan smartphone dalam durasi lama berisiko mengalami gangguan tidur. Korelasi signifikan ditemukan antara intensitas penggunaan smartphone dan kualitas tidur, menunjukkan bahwa penggunaan berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kecanduan dan kualitas tidur yang buruk. Kesimpulan ini menggarisbawahi perlunya edukasi tentang penggunaan smartphone yang bijak untuk meningkDUSHatkan kualitas tidur remaja.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Pengolahan Limbah Medis di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari: Analysis of Factors Related to Medical Waste Treatment in Rumah Sakit Umum Aliyah Kendari City Al Edy Dawu; Ramadhan Tosepu; Adius Kusnan; Asnia Zainudin; Jafriati; Mubarak
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2636

Abstract

Latar belakang: Limbah Medis adalah hasil buangan dari Aktifitas Medis pelayanan Kesehatan. Pengolahan limbah medis pelayanan kesehatan berbasis wilayah adalah upaya pengolahan limbah medis pada fasilitas pelayanan kesehatan yang seluruh tahapannya dilakukan di suatu Wilayah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah (Permenkes RI NO.18 Tahun 2020). Sampah rumah sakit memiliki potensi dampak penting terhadap penurunan kualitas maupun secara langsung memiliki potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat seperti infeksi nosokomial, gangguan kesehatan, pencemaran lingkungan, serta gangguan pekerjaan, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan limbah medis padat secara benar dan aman. Tujuan: Untuk mengetahui Analisis Faktor yang berhubungan dengan Pengelolaan Limbah Medis Di Rumah Sakit Umum Aliyah Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitain sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel mengunakan Total sampling. Hasil: Analisis data menggunakan analisis statistik secara univariat bivariat dan multivariat, hasil menujukkan bahwa 64 orang (64%) petugas Kesehatan memiliki pengetahuan yang baik, 28 orang (28%) tenaga Kesehatan memiliki pengetahuan yang sedang dan 8 orang (8%) petugas Kesehatan memiliki pengetahuan kurang.91 orang (91%) petugas Kesehatan menyatakan baik untuk sarana dan prasarana sedangkan 9 orang (9%) tenaga Kesehatan meyatakan kurang untuk sarana dan prasarana rumah sakit. Kemudian untuk yang memiliki perilaku baik sebanyak 78 orang (78%) berperilaku sedang 6 orang (6%) dan berperilaku kurang sebanyak 16 orang (16%). Berdasarkan hasil uji statistic di ketahui bahwa P-Value =0,006< 0.05, ada hubungan antara pengetahuan petugas Kesehatan dengan pengolahanl limbah medis rumah sakit. Kemudian diperoleh P-Value = 0,005<0,05, ada hubungan antara sarana dan prasarana dengan pengolahan limbah medis rumah sakit. Dan diperoleh P-Value =0,005<0,05, ada hubungan antara perilaku petugas Kesehatan dengan pengelolaan limbah rumah sakit. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sarana dan prasarana serta perilaku dengan pengolahan limbah medis di rumah sakit umum Aliyah. Dan yang paling mempengaruhi pengelolaan limbah medis dari ketiga variabel yang diteliti adalah variabel sarana dan prasarana.
PENYULUHAN GIZI MATERNAL DAN PENGUATAN PARTISIPASI POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DENGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS ABELI Sartiah Yusran; Jafriati Jafriati; Iyan Megawati Adiwijaya; Lisa Lisa
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir seperti wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Abeli. Balita dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki kerentanan lebih tinggi mengalami stunting, terutama apabila ibu memiliki faktor risiko maternal seperti kekurangan energi kronis (KEK), hipertensi, dan kehamilan kembar. Data awal menunjukkan bahwa dari 12 balita dengan riwayat BBLR, sebagian besar ibunya (75,0%) memiliki faktor maternal berisiko, dan satu-satunya kasus stunting yang ditemukan berasal dari kelompok tersebut. Berdasarkan kondisi ini, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan gizi maternal dan penguatan partisipasi posyandu sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, penyuluhan gizi maternal, penguatan kader posyandu, dan evaluasi menggunakan pre-test serta post-test pengetahuan. Kegiatan melibatkan 30 ibu balita dari tiga posyandu (Matahari, Sejahtera, dan Dahlia) di wilayah kerja Puskesmas Abeli. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,17 (kategori cukup) pada pre-test menjadi 14,53 (kategori baik) pada post-test, dengan peningkatan yang signifikan secara statistik (uji t berpasangan, p < 0,001). Seluruh peserta (100%) berada pada kategori pengetahuan baik setelah kegiatan, meningkat dari tidak ada satu pun peserta (0%) yang berada pada kategori tersebut sebelum kegiatan. Peserta juga menyatakan puas terhadap pelaksanaan penyuluhan, dengan rata-rata skor evaluasi 25,8 dari skala maksimal 32. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi maternal dan pentingnya kunjungan posyandu secara rutin, serta meningkatnya komitmen kader dalam memantau pertumbuhan balita. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi maternal yang dipadukan dengan penguatan peran posyandu dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita dengan riwayat BBLR, sehingga perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
DIVERSIFIKASI PRODUK BERBASIS MADU HUTAN LAMBUSANGO TIMUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH DANKESEJAHTERAAN MASYARAKAT Jafriati Jafriati; Irma Irma; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3227

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah madu hutan Lambusango Timur melalui diversifikasi produk menjadi masker wajah alami dan minuman kesehatan serta memberdayakan kesejahteraan masyarakat petani madu. Metode pengabdian yang digunakan meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan pendekatan edukasi, pelatihan praktis, serta teknik Most Significant Change (MSC) untuk menilai perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah madu hutan menjadi produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi, memahami manfaat kesehatan madu, serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan masker wajah dan minuman kesehatan. Simpulan, diversifikasi produk berbasis madu hutan terbukti meningkatkan nilai tambah madu sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan masyarakat lokal, serta mendorong keberlanjutan pengembangan produk berbasis kearifan lokal.
The relationship between basic sanitation and diarrhea incidence in toddlers in the working area of the Pamandati Public Health Center Selvi Safitri; Jafriati Jafriati; Siti Rabbani Karimuna
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2137

Abstract

Diarrhea remains a significant public health problem in Indonesia and is still frequently found in many regions with relatively high mortality rates, particularly among children under five years of age. Toddlers are the most vulnerable group to diarrhea, and this condition can lead to death if it is not treated promptly and appropriately. The occurrence of diarrhea in toddlers can be influenced by various factors, one of which is inadequate environmental sanitation. This research aims to analyze the relationship between basic sanitation and the incidence of diarrhea among toddlers in the working area of Pamandati Community Health Center, South Konawe Regency, in 2026. This research employed an analytical survey with a cros sectional design. The sample consisted of 89 partisipants selected using proportional random sampling. Data were collected through observation and interviews using a questionnaire, and were analyzed using univariate and bivariate analysis. The results of the statistical analysis at a significance level of α = 0.05 indicated that there was a relationship between clean water facilities (p-value = 0.001) and healthy latrine facilities (p-value = 0.036) with the incidence of diarrhea among toddlers. Meanwhile, waste disposal facilities (p-value = 0.389) and wastewater drainage systems (p-value = 0.082) showed no association with the incidence of diarrhea. In conclusion, the availability of clean water facilities and healthy latrines is associated with the incidence of diarrhea among toddlers in the working area of Pamandati Community Health Center in 2026.
Pogostemon cablin from North Konawe Targets MCF-7 Cells and Inflammatory Responses Through Protein Denaturation and Membrane Stabilization Adryan Fristiohady; Jafriati Jafriati; Irvan Anwar; Rathapon Asasutjarit; La Ode Muhammad Julian Purnama; Lidya Agriningsih Haruna; Agung Wibawa Mahatva Yodha; Hariana Hariana; Mentarry Bafadal
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 4 (2025): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v8i4.10168

Abstract

Pogostemon cablin (Patchouli), a medicinal plant traditionally used in Indonesia, is gaining scientific attention for its potential pharmacological activities. This study aimed to investigate the anti-inflammatory and anticancer effects of P. cablin ethanolic leaf extract specifically sourced from North Konawe, Southeast Sulawesi. To evaluate its anti-inflammatory activity, two in vitro models were used: the protein denaturation inhibition assay, simulating inflammatory protein response, and the human red blood cell (HRBC) membrane stabilization assay, which mimics lysosomal membrane stability in inflamed tissues. The extract showed significant, dose-dependent inhibition of protein denaturation, with an IC50 value of 62.98 µg/mL. In the HRBC assay, the extract demonstrated membrane stabilization activity with a maximum inhibition of 64.24% at the highest tested concentration (100 µg/mL). The cytotoxic potential was assessed using the MTT assay on MCF-7 hormone-responsive breast cancer cells. The extract exhibited potent anti-proliferative activity, with an IC50 value of 91.56 ± 1.31 µg/mL, indicating its effectiveness in inhibiting breast cancer cell growth. These findings highlight P. cablin from North Konawe as a promising natural source of anti-inflammatory and anticancer agents, with the potential to contribute to the development of plant-based therapeutics. However, this study is limited to in vitro analyses; further investigations are needed to isolate active compounds and confirm efficacy through in vivo and mechanistic studies.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adius Kusnan Adius Kusnan Agung Wibawa Mahatva Yodha Akifah, Akifah Al Edy Dawu Al Mahmud, Nabil Ali Imran Amiruddin Amiruddin Anisa Ninuk Melania Anoamo, Wa Ode Rahmadani Anwar, Irvan Ardiansyah, Ririn Teguh Arianti, Dina Arnisyah Amir Asmawati Asmawati Asnia Zainuddin Asnia Zainuddin Asnia Zainuddin Asnia Zainudin Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Aulia Ghibrani Haidir Azim, La Ode Liaumin Cece Suryani Ismail Devi Takin Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Vidayani Dewi, Sri Tungga Dhiya Ramadhani Dian Safitri Efendy, Devi Savitri EVI FEBRIANI Febriana Muchtar Febriana Muchtar Fera Rahayu Ningsi Ferniati Ferniati Fifi Nirmala FINDARI RAHMAN Firnanda, Nova Fristiohady, Adryan Hadi, Arie Toursino Hariana Hariana Hariati Lestari Harleli Harleli Hartoyo, Agnes Mersatika Hasriani, Siti Herman, Sriyana Hermanto T. Joewono Ibrahim, Karma Ilham Ibnu Ahmadi Ilmayanti Rukmana Irma Irma Irma Yunawati Irma Yunawati Ismawati Ismawati Iyan Megawati Adiwijaya jufri, Nurnashriana Jumakil Jumakil Junaid Junaid Junaid Junaid, Junaid Jusniar Rusli Afa Karimuna, Siti Rabbani Karimuna, Siti Rabbani Kartini Kartini Kartini Kartini kusnan, adius La Ode Ahmad Saktiansyah La Ode Arsad Sani La Ode Muhammad Julian Purnama Lajumadil Akhmad Tiu Latifa Salim Lidya Agriningsih Haruna Lisa Lisa Lisnawaty lisnawaty lisnawaty Lisnawaty Lisnawaty, Lisnawaty Lisnawaty, L. Listy Handayani Lymbran Tina Maliany, Nur Satya Maulidyah, Nurfadila Mentarry Bafadal Mubarak Muchtar, Febriana Muhammad Bazal Muharram Musdalifah, Siti Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah S Saad, Wiwik Nani Yuniar Nova Lianti Nurfajriyanti Hamka Nurfifi, Sahida Nurmaladewi Nurmaladewi Nurmaladewi, Nurmaladewi Nurnashriana J. Nursafitri Anhufi Paridah Paridah Paridah Paridah Pebrianti Pebrianti Pratiwi, Putri Awalinda Puput Monica Rifty Putry, Gigih Dwiandiny Purwanto Rahman Rahman Ramadhan Tosepu Ramadhan Tosepu Rastika Dwiyanti Liaran Rathapon Asasutjarit Resti Nur Pratiwi Ria Harjunia Rina Asriani Rizka Amaliya Nur Sulastri Roswati Roswati Ruslan Majid Ruslan Majid, Ruslan Ruwiah Ruwiah Salifa, Siti Saptaputra, Syawal Kamiluddin Sari, Monde Sartiah Yusran Selvi Safitri Setiawan, Eris Siti Fatmawati Siti Nurfadilah H Siti Nurwahida Siti Rabbani Karimuna Siti Rabbani Karimuna Sitti Fadila Sitti Farida Sri Susanty Sri Tungga Dewi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suprianty, Hesty Susi Asrianti syamsiah cia Syawal Kamiluddin Saptaputa Syawal Kamiluddin Saptaputra Wa Ode Salma Wally, Puput Wd.Najwa Sandrina Shihab Wuna Saputri Mulia Sari Yasnani Yasnani, Yasnani Yasrul, Yasrul Yunawati, Irma Yusuf Sabilu, Yusuf Zainuddin, Asnia