Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMBINAAN PENULISAN PREFIKS DAN PREPOSISI ‘DI’ DI MTS MA’RIFA PADA ERA MODERN Adilah Alawiyah; Fika Aulia; Apsi Nugraha; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3bwyt767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan berbahasa peserta didik dalam penggunaan prefiks dan preposisi “di” melalui kegiatan pembinaan bahasa Indonesia di MTs Ma’rifa. Kesalahan dalam membedakan penulisan “di-” sebagai imbuhan dan “di” sebagai kata depan masih sering ditemukan, baik dalam tugas akademik, karya tulis, maupun komunikasi digital sehari-hari. Dalam era modern yang serba cepat dan berbasis teknologi, ketelitian berbahasa menjadi semakin penting karena berpengaruh terhadap kejelasan pesan dan kualitas literasi peserta didik. Pembinaan dilakukan melalui praktik langsung, diskusi interaktif, latihan identifikasi kesalahan, serta analisis terhadap teks tulis peserta didik. Pembinaan dilakukan melalui praktik langsung, diskusi interaktif, latihan identifikasi kesalahan, serta analisis terhadap teks tulis peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam membedakan fungsi kedua bentuk tersebut. Selain itu, program ini menumbuhkan kesadaran berbahasa yang lebih baik sehingga peserta didik lebih konsisten menggunakan bahasa Indonesia yang baku, terutama di lingkungan digital. Dengan demikian, kegiatan pembinaan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan literasi bahasa yang relevan dengan tuntutan perkembangan zaman.
EFEKTIVITAS PEMBINAAN BAHASA INDONESIA MELALUI DISKUSI INTERAKTIF TERHADAP PENGGUNAAN KATA BAKU SISWA KELAS VI MI PADAYUNGAN Yuni Ertinawati; Hesti Nurlinda; Nur Azizah Puspa Tri Utami; Verra Neisya Septiani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hpcdea76

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di MI Padayungan Tasikmalaya kelas VI untuk menganalisis kebutuhan pembinaan bahasa mengenai penggunaan kata baku dan tidak baku serta menguji efektivitas kegiatan pembinaan yang disusun. Latar belakang penelitian ini berangkat dari temuan awal bahwa peserta didik masih sering menggunakan bentuk tidak baku dalam tulisan maupun komunikasi lisan, sehingga diperlukan intervensi pembelajaran yang mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan kata baku. Metode yang digunakan ialah observasi, analisis hasil pekerjaan, dan evaluasi berbasis produk berupa satu paragraf pendek yang ditulis peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pembinaan sebagian besar peserta didik belum mampu membedakan bentuk baku dan tidak baku secara konsisten. Setelah pembinaan, terlihat adanya perkembangan awal meskipun belum signifikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah kata baku yang digunakan peserta didik dalam paragraf buatan mereka.
INTERPRETASI KATA ILMIAH PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @MAKNAKATA SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN BAHASA INDONESIA DI ERA DIGITAL Salma Nurfadillah; Siti Jihan Eka Marwati; Syachrul Syarifudin; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/q63eht95

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat Indonesia, termasuk dalam penggunaan dan penyebaran bahasa. Media sosial menjadi ruang baru bagi upaya pembinaan bahasa yang lebih adaptif dan mudah dijangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interpretasi kata ilmiah pada akun Instagram @maknakata serta menganalisis kontribusinya sebagai upaya pembinaan bahasa Indonesia di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui dokumentasi konten kebahasaan pada akun Instagram tersebut, khususnya lima unggahan yang memuat segmen “makna kata”, “mana kata?”, dan “kutipan kata”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @maknakata menyajikan interpretasi kata ilmiah secara sistematis, meliputi definisi kata berdasarkan sumber tepercaya, penetapan bentuk baku sesuai kaidah KBBI, serta penyajian kutipan kontekstual untuk meningkatkan daya tarik dan pemahaman pengguna. Konten yang dianalisis yaitu validasi, retorika, implikasi, oligarki, dan elegi menunjukkan bahwa penyampaian visual yang menarik dan informatif dapat membantu masyarakat memahami makna kata ilmiah secara tepat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa interpretasi kata ilmiah melalui platform Instagram berkontribusi positif terhadap pembinaan bahasa Indonesia secara tidak langsung, terutama dalam meningkatkan literasi kosakata ilmiah dan mendorong sikap positif berbahasa pada masyarakat digital. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan lebih luas media sosial sebagai sarana edukasi kebahasaan di era modern.
PEMBINAAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA MELALUI PROGRAM “CATATAN HARIAN BAHASA INDONESIA” BERBASIS GOOGLE FORMULIR DAN KOMUNITAS WHATSAPP PADA MASYARAKAT UMUM Seni Melani; Dalpa Nurmaulidah; Futu Widiana Limbar Jaya; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/cvgxhv54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembinaan kemampuan berbahasa Indonesia bagi masyarakat umum melalui program Catatan Harian Bahasa Indonesia berbasis Google Formulir dan komunitas WhatsApp. Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran penggunaan bahasa baku di masyarakat. Peserta diminta menulis kalimat tentang aktivitas harian mereka dengan menggunakan bahasa Indonesia baku melalui Google Formulir. Setelahnya, peneliti memberikan pembinaan berupa koreksi dan penjelasan terhadap kesalahan kata tidak baku, ejaan, atau struktur kalimat melalui komunitas WhatsApp. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Data diperoleh dari hasil isian formulir, observasi kegiatan, dan dokumentasi pembinaan selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kemampuan peserta dalam menulis kalimat baku. Peserta juga mengalami perkembangan positif dari segi sikap berbahasa, motivasi, serta kesadaran terhadap pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Program ini menunjukkan bahwa pembinaan berbasis digital dapat menjadi sarana efektif dan adaptif dalam mengembangkan kemampuan berbahasa masyarakat umum di era teknologi.
Pembinaan Bahasa Indonesia: Bagaimana Strateginya di Era Digital De San San Nurhayati; Jelita Maulida Nurhamidah; Pemmy Meisya; Yuni Ertinawati
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 4 (2025): November: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v3i4.2364

Abstract

This research is motivated by the widespread use of non-standard Indonesian on social media, which has resulted in low public awareness of the importance of implementing Indonesian according to the rules.The purpose of this study is to analyze Instagram users’ awareness of using standard Indonesian words and to assess the effectiveness of language coaching through social media. The research employed a qualitative descriptive method with a case study approach, where data were collected through polls using the Instagram Story feature, observation of uploaded content, and analysis of audience interactions between account managers and followers. The findings show that most social media users still tend to use nonstandard word forms in daily communication. However, after receiving coaching through educational content, there was a significant improvement in understanding and applying standard word forms. This study concludes that Instagram can serve as an effective and engaging medium for language development, as it can reach diverse audiences and encourage users to be more aware, responsible, and wise in using proper Indonesian according to the norms of the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) and the Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Upaya Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Melalui Penerapam Kata Baku dan Tidak Baku di MTS Bahlul Ulum Jodi Iskandar; Ai Cahyani; Wita Adia Amelia; Yuni Ertinawati
Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 4 (2025): Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/fonologi.v3i4.2387

Abstract

This study analyzes efforts to develop and foster the Indonesian language through the use of standard and nonstandard words at MTS Bahlul Ulum. The increasing use of nonstandard words among students, influenced by social media and cross-regional interactions, has led to a decline in the awareness of using standard language in academic contexts. A descriptive qualitative approach was used with teachers and students of Class VII H at MTS Bahlul Ulum during the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through observation, interviews, and documentation of Student Worksheet (LKPD) results containing 50 questions on standard and nonstandard words. The findings showed that before the language development program, students had an average score of 62.4 in understanding standard and nonstandard words, with errors in commonly used informal words like vidio (standard: video) and antri (standard: antre). After the program, which included class discussions, conversation simulations, and interactive worksheets, the average score increased to 78.6, with 82% of students scoring above 78. The error rate decreased from 45% to 18%, indicating that interactive and contextual language development is effective. Continuous training and curriculum integration are essential to strengthening the use of standard language in the digital era.
Eksperimen Sederhana Pembinaan Kebahasaan dengan Model Pretest-Posttest untuk Meningkatkan Pemahaman Penulisan Huruf Kapital, Tebal, dan Miring Siswa di Desa Manggungsari Elsa Purnama Sari; Ifah Afivah; Ira Waridah; Yosri Deasni Putri; Yuni Ertinawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN, BAHASA, SASTRA, SENI, DAN BUDAYA Vol. 4 No. 2 (2025): November: MATEANDRAU: PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN, BAHASA, SASTRA, SE
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/mateandrau.v4i2.3148

Abstract

This study aims to enhance primary school students' understanding of the use of capital letters, bold letters, and italic letters through structured language development activities. Employing a quantitative approach with a simple pretest-posttest experimental design, the research was conducted on 12 students in Mangungsari Village, Tasikmalaya Regency, selected based on criteria of active participation and basic writing comprehension. Data were collected using the Quiziz instrument consisting of multiple-choice and simple essay questions, with pretest administered before intervention and posttest afterward. Pretest results showed an average comprehension of 67%, with the greatest weakness in italic letters (53%). After a one-day development session using aids such as PowerPoint and mini infocus, posttest results significantly improved to 92%, with an overall increase of 25%. Specifically, italic letters rose from 53% to 91%, capital letters from 69% to 93%, and bold letters from 78% to 92%. This development successfully reduced comprehension gaps among students and demonstrated the effectiveness of the pretest-posttest model in improving spelling skills, aligning with the Merdeka Curriculum's emphasis on basic literacy.
Optimalisasi Pembinaan Bahasa Indonesia Melalui Media Pembelajaran Kentang Goreng Ajeng Raya Vidia; Yayu Sopa Ikmali Rijki; Siti Elinda Nur Pebriantini; Yuni Ertinawati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2025): November : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jkaipbaku.v1i4.191

Abstract

This study aims to optimize Indonesian language development, especially in correcting language errors in seventh-grade students through French fries as an interactive learning tool. This classroom action research was conducted in one cycle on 30 students of grade VII-E of SMP Negeri 12 Tasikmalaya in the 2025/2026 academic year. A qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, sentence correction tests, interviews, and documentation was used in this study. The results showed that the use of French fries media with incorrect sentences in it can improve students' ability to identify and correct errors in spelling, grammar, and word choice. The percentage of completeness of sentence correction skills increased from 33.33% (pre-action) to 86.67% after the implementation of the action. This media can also increase student motivation and involvement in learning. It can be concluded that this French fries media is effective to be used as an aid in Indonesian language development that is fun and highly contextual.
Co-Authors Adilah Alawiyah Adinda Dewi Lestari Adita Widara Putra Ai Cahyani Ajeng Raya Vidia Alika Dwi Septiani Alya Hijria Amalia Fauziah Anisa Apriliani Annisa, Qeilla Fuji Apsi Nugraha Assyifa Rahman Aulia Diva Dry Anindia Budi Riswandi Dalpa Nurmaulidah Dandi Mardiansyah De San San Nurhayati Dea Puspita Dede Anwar Deisy Permata Nurfaizar Sari Deni Setiawan Dwi Rinna Artiani Elfara Zahra Pranomo Elsa Purnama Sari Elysa Febriyanti Fanny Nu Apriliany Fany Haifa Alia Fiqri Abdul Muqit Futu Widiana Limbar Jaya Gina Amelia Pitri Hana Nurhasanah Hesti Nurlinda Ichsan Fauzi Rachman Ida Wahidah Ifah Afivah Indra Setiawan Indri Nur Azizah Ira Waridah Irena Mulyana S Irey Damara Jelita Maulida Nurhamidah Jodi Iskandar Kamila Nurjanah Khopipah Alfilani Lia Mutiara Mahanda Dzuhrisa Meydita Hidayat Mita Nurmala Muhammad Firhan Ariz Mupliha Al Shope Naufal Ramadhan Nazeline Anesya Gardes Neng Elis Handayani Nur Azizah Puspa Tri Utami Nurjamilah, Ai Siti Nurjihan Tiyoga, Rifaa Nazlaa Nurul Camilah Rahdianti Pemmy Meisya Putri Kurniawan, Intania Putri Trian Pradita Resha Zakiyatussolihah Respi Nurdian Rifky Afriazi Rima Ayu A Ripa Musyaropah Risma Ayu Destrian Rita Rismawati Sabila Fitriani Sabrina Fajriani Nuramali Saifi Maizan Salma Nurfadillah Salwa Sania Adawiah Saputra, Muhammad Ridwan Selly Purnama Seni Melani Shinta Rosiana Shinta Rosiana Shofiyah Silvi Sri Hildayanti Siti Elinda Nur Pebriantini Siti Jihan Eka Marwati Siti Papat Patimah Siti Zahra S Syachrul Syarifudin Syahira Mawla Suherman Syamsiar, Syamsiar Trisa Nurfitri Verra Neisya Septiani Welly Nores K Welly Nores Kartadireja Welly Nores Kartadireja Widayanti Wita Adia Amelia Yayu Sopa Ikmali Rijki Yosri Deasni Putri Zakia Nur Huda Zulfi Pudza Ramadhan