Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMBINAAN BAHASA INDONESIA DI RANAH NONFORMAL MELALUI MEDIA DIGITAL TERHADAP PEMAHAMAN PADANAN KATA ASING Putri Trian Pradita; Nazeline Anesya Gardes; Kamila Nurjanah; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/eecq4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan bahasa Indonesia di ranah nonformal dengan memanfaatkan media digital sederhana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat nonbahasawan terhadap padanan kata bahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui angket Google Form berisi sejumlah pertanyaan pilihan ganda mengenai padanan kata asing yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan responden terhadap padanan kata yang benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden belum mengetahui secara pasti padanan bahasa Indonesia untuk sejumlah istilah asing yang umum digunakan, sehingga pemahaman mereka terhadap padanan bahasa Indonesia tergolong rendah. Kegiatan pembinaan nonformal ini juga mengungkap bahwa minimnya sosialisasi padanan kata menyebabkan masyarakat cenderung memilih istilah asing yang lebih populer. Melalui penggunaan media digital sederhana, kegiatan ini membuktikan bahwa penyebaran materi kebahasaan dapat dilakukan secara lebih fleksibel, interaktif, dan mudah diakses, sehingga menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran berbahasa Indonesia di lingkungan nonakademik.
INVESTIGASI PENYEBAB KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DAN DAMPAK TINDAKAN PEMBINAAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA PESERTA DIDIK KELAS VIII MTS MIFTAHUL KHOER Yuni Ertinawati; Khopipah Alfilani; Amalia Fauziah; Lia Mutiara
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/vdcn5963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi berbagai kesalahan penggunaan serta penulisan Bahasa Indonesia, khususnya terkait pembedaan kata baku dan tidak baku, guna meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik kelas VIII MTs Miftahul Khoer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik penelitian yang berusaha memahami fenomena secara alamiah, di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama sekaligus pengamat langsung dalam proses pengumpulan data dan interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menerapkan kaidah bahasa yang baik dan benar, terutama pada aspek penulisan kata baku sesuai pedoman KBBI. Meskipun demikian, terdapat pula peserta didik yang sudah mampu memahami dan menerapkan penggunaan bahasa Indonesia baku dengan cukup baik. Faktor utama yang menyebabkan kesulitan tersebut antara lain rendahnya pemahaman terhadap kaidah bahasa baku, minimnya pembiasaan penggunaan bahasa formal, serta kuatnya pengaruh bahasa informal dalam komunikasi sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
PEMBINAAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENGAJARAN KATA BAKU DAN TIDAK BAKU PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD Irey Damara; Widayanti; Ripa Musyaropah; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/bnrnj026

Abstract

Penelitian ini fokus pada pengajaran kata baku dan tidak baku di sekolah dasar sebagai salah satu bentuk kegiatan pembinaan bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mendeskripsikan hasil analisis dan penilaian terhadap kosakata baku dan tidak baku yang terdaftar di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pemilihan kosakata ini difokuskan pada kata-kata yang masih sesuai untuk digunakan oleh peserta didik kelas V SD. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan hasil tes tertulis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cilolohan, Tasikmalaya. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V-B yang berjumlah 33 orang. Pada bagian hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam membedakan kata baku dan tidak baku masih belum berkembang secara merata. Hal ini terlihat dari pemilihan kata silakan/silahkan, mayoritas peserta didik telah mampu memilih bentuk kata baku silakan dengan benar, tetapi masih terdapat sebagian kecil peserta didik yang memilih bentuk silahkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kata baku masih perlu diperkuat melalui pembiasaan yang konsisten di kelas.
ANALISIS VARIASI BAHASA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 14 TASIKMALAYA DALAM KONTEKS PEMBINAAN BAHASA INDONESIA Mahanda Dzuhrisa; Zulfi Pudza Ramadhan; Risma Ayu Destrian; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/b4s7pk79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi bahasa peserta didik SMP Negeri 14 Tasikmalaya dalam konteks pembinaan Bahasa Indonesia dengan fokus pada kajian sosiolingustik. Penekanan utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana variasi bahasa ini muncul dan berinteraksi dalam proses pembinaan bahasa Indonesia di sekolah yang memiliki latar budaya Sunda yang kuat. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari hasil tulisan siswa setelah kegiatan sosialisasi pembinaan Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik cenderung menggunakan kata tidak baku dan campur kode antara bahasa Sunda dan bahasa Inggris. Faktor sosial dan lingkungan berkontribusi terhadap variasi bahasa yang digunakan. Temuan ini menekankan pentingnya pembinaan bahasa yang kontekstual dan adaptif terhadap realitas linguistik peserta didik. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan strategi pengajaran Bahasa, seperti penggunaan aktivitas menulis formal dan diskusi interaktif, yang sesuai dengan kebutuhan siswa di era modern
Penggunaan Aplikasi Wayground untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Indonesia Baku bagi Peserta Didik Kelas X SMK Al-Falah Tanjungjaya Siti Papat Patimah; Zakia Nur Huda; Trisa Nurfitri; Yuni Ertinawati
Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa Vol. 2 No. 4 (2025): November : Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dilan.v2i4.2574

Abstract

The objective of this study is to improve the ability to use formal and informal language for students at SMK Al-Falah Tanjungjaya as one of the strategies for fostering the Indonesian language. In this study, there are several main focuses, namely the use of formal and informal language by students at SMK Al-Falah Tanjungjaya and the integration of Wayground learning media in Indonesian language learning. This study uses service learning techniques and descriptive research data analysis techniques. The steps carried out in this study include (1) conducting guidance on the use of formal and informal language at SMK Al-Falah Tanjungjaya, (2) analyzing the data results from the guidance, (3) classifying the data results from the guidance, (4) interpreting the data results from the guidance, and (5) developing and concluding the results of the guidance data analysis. The results of the data analysis indicate that the use of Wayground can help improve student understanding.
Menumbuhkan Kemampuan Berbahasa Anak Desa Sukanagara melalui Kegiatan Literasi dan Interaksi Sehari-hari Hana Nurhasanah; Elysa Febriyanti; Fiqri Abdul Muqit; Yuni Ertinawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN, BAHASA, SASTRA, SENI, DAN BUDAYA Vol. 4 No. 2 (2025): November: MATEANDRAU: PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN, BAHASA, SASTRA, SE
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/mateandrau.v4i2.3142

Abstract

This study aims to improve the speaking skills of elementary school students in Sukanagara Village, Tasikmalaya Regency through the application of the show and tell method. The background of the study stems from the problems of low student self-confidence, limited vocabulary, and passive participation when asked to speak in front of the class. The research method used is Classroom Action Research (CAR) which was carried out in two cycles with a descriptive qualitative approach. Data collection was carried out through observation, documentation, and field notes focused on four indicators of speaking skills, namely fluency, courage, pronunciation, and vocabulary use. The results of the study showed a significant increase in students' speaking skills, from 31.25% at the initial condition to 93.75% at the end of Cycle I, and reaching 100% in Cycle II. In addition, students appeared more confident, more courageous in expressing opinions, and were able to construct sentences more appropriately according to the context. Thus, the show and tell method has proven effective in creating an active, enjoyable learning atmosphere and is able to optimally improve students' speaking skills.  
PEMBINAAN BAHASA INDONESIA MELALUI ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 9 TASIKMALAYA Saifi Maizan; Rita Rismawati; Meydita Hidayat; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3ha38y73

Abstract

Keterampilan menulis merupakan kemampuan produktif yang penting untuk membantu peserta didik menyampaikan ide secara runtut dan logis. Namun, banyak peserta didik SMP masih kesulitan menulis teks deskripsi, terutama dalam penggunaan bahasa baku, tanda baca, dan pemilihan kata. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan berbahasa dan menilai efektivitas pembinaan bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP Negeri 9 Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan desain pre-test dan post-test pada 30 peserta didik yang dipilih secara purposive. Instrumen penilaian mencakup aspek huruf kapital, tanda baca, dan kata baku dengan skala 1–6. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan menulis pada mayoritas peserta didik setelah mengikuti pembinaan bahasa secara sistematis, dengan beberapa peningkatan nilai yang sangat signifikan. Penurunan nilai pada sebagian kecil peserta didik dipengaruhi faktor non-akademik seperti motivasi dan kondisi pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan bahasa Indonesia yang terstruktur efektif meningkatkan penguasaan kaidah ejaan dan penggunaan bahasa baku dalam penulisan teks deskripsi.
PEMBINAAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR: KATA BAKU DAN TIDAK BAKU, KALIMAT AKTIF, DAN EJAAN PADA SISWA KELAS VII Yuni Ertinawati; Neng Elis Handayani; Gina Amelia Pitri; Dwi Rinna Artiani
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/kr89hm69

Abstract

Bahasa adalah sarana yang digunakan oleh individu dalam kelompok sosial untuk saling berkomunikasi, berinteraksi, dan mengenali jati diri mereka. Bahasa memiliki potensi untuk menghubungkan manusia melintasi waktu dan tempat serta memberikan peluang untuk mengeksplorasi pengetahuan, sejarah, dan tradisi suatu bangsa. Selain itu, bahasa dapat mendokumentasikan berbagai hal dalam bentuk lisan maupun tulisan. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, telah lama menjalankan fungsi-fungsi ini. Sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia diatur oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Setiap individu di negara ini memanfaatkan kemampuan bahasa mereka untuk berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis, dengan berbagai tingkat kemampuan yang ada. Keterampilan berbahasa yang baik akan memungkinkan seseorang mencapai tujuan komunikasinya dengan mudah, sedangkan keterampilan yang lemah dapat menimbulkan kesalahpahaman. Bahasa Indonesia juga berfungsi sebagai simbol identitas nasional yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya serta menjadi alat pemersatu bangsa. Pengaruh bahasa asing dan bahasa gaul yang semakin marak dapat menggeser penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah. Oleh karena itu, pembinaan bahasa Indonesia menjadi sangat penting untuk memastikan masyarakat tetap menggunakan bahasa nasional secara benar dan berkaidah. Melalui pembinaan bahasa, diharapkan muncul kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kemurnian, kelestarian, dan mutu bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan bangsa serta sarana utama dalam membangun komunikasi yang beradab.
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA: ANALISIS PENGUASAAN KATA BAKU, PREPOSISI “DI”, DAN AFIKSASI PADA GENERASI DIGITAL Indri Nur Azizah; Deisy Permata Nurfaizar Sari; Salwa Sania Adawiah; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/be7gy735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penguasaan bahasa Indonesia baku oleh pengguna media sosial, khususnya Instagram, melalui upaya pembinaan dan pengembangan kebahasaan secara daring. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis literasi digital kebahasaan dengan instrumen utama berupa kuis interaktif pada fitur polling Instagram Story. Kuis yang diunggah pada 2–4 November 2025 ini melibatkan rata-rata 30–50 responden yang mencakup tiga aspek kebahasaan: padanan kata baku, penggunaan di- (awalan) vs. di (kata depan), dan penggunaan imbuhan (afiksasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan responden terhadap aspek imbuhan (afiksasi) adalah yang tertinggi, diikuti oleh kata baku, dan yang terendah adalah penggunaan di (preposisi vs. prefiks). Meskipun mayoritas responden mampu membedakan kata baku, beberapa kata seperti imbau, antre, sekadar, dan silakan masih sering keliru. Pada aspek di- dan di, kesalahan tertinggi terjadi pada penulisan di antara, yang mengindikasikan bahwa responden belum sepenuhnya menginternalisasi aturan pemisahan di sebagai preposisi. Sementara itu, dalam aspek afiksasi, kesalahan banyak terjadi pada kata serapan seperti standardisasi, pelepasan fonem (contoh: memesona), dan bentuk yang dipengaruhi bahasa lisan (contoh: telanjur). Hal ini memperkuat temuan bahwa kompetensi morfologis masyarakat digital masih sangat dipengaruhi oleh bentuk tidak baku yang beredar luas di media sosial. Secara keseluruhan, Instagram terbukti efektif sebagai platform edukasi informal untuk pembinaan bahasa Indonesia, namun perlu fokus pada kaidah yang sering terdistorsi oleh kebiasaan berbahasa digital.
MARI GUNAKAN BAHASA INDONESIA DENGAN BAIK DAN BENAR DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Silvi Sri Hildayanti; Mupliha Al Shope; Mita Nurmala; Naufal Ramadhan; Yuni Ertinawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/43kdeb36

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi kebahasaan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Cigalontang melalui program pembinaan bahasa Indonesia yang terstruktur. Program ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan pemahaman dan penerapan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang sangat krusial mengingat peran strategis ibu-ibu PKK sebagai teladan berbahasa di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan komunikatif dan partisipatif yang memadukan penyampaian materi teoretis dengan berbagai latihan praktik intensif. Materi yang disampaikan mencakup struktur kalimat, diksi, hingga etika berbahasa, serta dilengkapi dengan latihan spesifik seperti perbaikan kalimat dan praktik komunikasi lisan dalam berbagai situasi formal dan informal. Untuk mengukur efektivitas program secara objektif, dilakukan evaluasi berupa pre-test dan post-test kepada 20 peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan secara statistik dan substansial. Rata-rata nilai pre-test yang tercatat sebesar 58,25 meningkat drastis menjadi 90,25 pada post-test. Fakta bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan kemampuan individu menjadi indikator kuat yang menandakan keberhasilan program dalam memperkuat pemahaman dan penerapan kaidah bahasa Indonesia. Selain peningkatan akademis, program ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran peserta mengenai pentingnya penggunaan bahasa Indonesia secara santun dan sesuai kaidah dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, program pembinaan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan bahasa, tetapi juga memperkuat peran sosial ibu-ibu PKK sebagai agen literasi bahasa yang efektif.
Co-Authors Adilah Alawiyah Adinda Dewi Lestari Adita Widara Putra Ai Cahyani Ajeng Raya Vidia Alika Dwi Septiani Alya Hijria Amalia Fauziah Anisa Apriliani Annisa, Qeilla Fuji Apsi Nugraha Assyifa Rahman Aulia Diva Dry Anindia Budi Riswandi Dalpa Nurmaulidah Dandi Mardiansyah De San San Nurhayati Dea Puspita Dede Anwar Deisy Permata Nurfaizar Sari Deni Setiawan Dwi Rinna Artiani Elfara Zahra Pranomo Elsa Purnama Sari Elysa Febriyanti Fanny Nu Apriliany Fany Haifa Alia Fiqri Abdul Muqit Futu Widiana Limbar Jaya Gina Amelia Pitri Hana Nurhasanah Hesti Nurlinda Ichsan Fauzi Rachman Ida Wahidah Ifah Afivah Indra Setiawan Indri Nur Azizah Ira Waridah Irena Mulyana S Irey Damara Jelita Maulida Nurhamidah Jodi Iskandar Kamila Nurjanah Khopipah Alfilani Lia Mutiara Mahanda Dzuhrisa Meydita Hidayat Mita Nurmala Muhammad Firhan Ariz Mupliha Al Shope Naufal Ramadhan Nazeline Anesya Gardes Neng Elis Handayani Nur Azizah Puspa Tri Utami Nurjamilah, Ai Siti Nurjihan Tiyoga, Rifaa Nazlaa Nurul Camilah Rahdianti Pemmy Meisya Putri Kurniawan, Intania Putri Trian Pradita Resha Zakiyatussolihah Respi Nurdian Rifky Afriazi Rima Ayu A Ripa Musyaropah Risma Ayu Destrian Rita Rismawati Sabila Fitriani Sabrina Fajriani Nuramali Saifi Maizan Salma Nurfadillah Salwa Sania Adawiah Saputra, Muhammad Ridwan Selly Purnama Seni Melani Shinta Rosiana Shinta Rosiana Shofiyah Silvi Sri Hildayanti Siti Elinda Nur Pebriantini Siti Jihan Eka Marwati Siti Papat Patimah Siti Zahra S Syachrul Syarifudin Syahira Mawla Suherman Syamsiar, Syamsiar Trisa Nurfitri Verra Neisya Septiani Welly Nores K Welly Nores Kartadireja Welly Nores Kartadireja Widayanti Wita Adia Amelia Yayu Sopa Ikmali Rijki Yosri Deasni Putri Zakia Nur Huda Zulfi Pudza Ramadhan