Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemasaran Semen Beku Sapi Potong di BIB Lembang Eliza Diany; - Suryahadi; Tjahja Muhandri
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 11 No. 1 (2016): MANAJEMEN IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.176 KB) | DOI: 10.29244/mikm.11.1.61-71

Abstract

Artificial Insemination Agency (AIA) Lembang  is one of frozen semen producer in Indonesia. AIA Lembang as the first received mandate from Government of Indonesia to produce frozen semen of beef cattle and dairy cattle in order to fulfill the of Artificial Insemination (AI) in Indonesia hopefully that Indonesia doesn’t always depend on imported frozen semen. The purposes of these research are (1) to identify and analysis external and internal factors that influence marketing of frozen semen of beef cattle from AIA Lembang, (2) to compile and formulate marketing strategy of frozen semen of beef cattle regarding product, price, promotion and distribution. In this research, identifying internal and external factors that influence marketing of frozen semen of beef cattle were done at AIA Lembang. Based on internal factors (strengths and weakness) and owned by AIA Lembang and external factors (opportunities and threats) facing by AIA Lembang, marketing strategy of frozen semen of beef cattle were formulated by using IFE and EFE matrixs. IFE score for AIA Lembang is 2,944 and EFE score is 2,316. Total score in EFE matrix is describing and identifying that company is in stable position in responding to  external situation. Total score for IFE matrix is 2,944, shows that the strength owned by AIA Lembang can over come it weakness  fairly enough. Total score EFE matrix is 2,316, shows that AIA Lembang good enough in responding to opportunity and minimize threat. The combination of IFE and EFE scoring in IE matrix shows that AIA Lembang position is in quadrant V namely stability and growth cell. It means that AIA Lembang is stable condition. The good strategies for this region are market penetration and  product development. Using SWOT analysis (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats) produce 7 alternative strategy formula. Based on calculation in QSP matrix, the most interesting strategy produced is increase socialization and supervision to farmers on  maintainance, feeding and reproduction management as well as animal health management.
PENGARUH PERLAKUAN HEAT MOISTURE TREATMENT (HMT) TERHADAP SIFAT FISIKO KIMIA DAN FUNGSIONAL TEPUNG BERAS DAN APLIKASINYA DALAM PEMBUATAN BIHUN BERINDEKS GLIKEMIK RENDAH Sri Widowati; Heti Herawat; Ema S. Mulyani; Fahma Yuliwardi; Tjahja Muhandri
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v11n2.2014.59-66

Abstract

Pencegahan utama terhadap penyakit Diabetes Mellitus (DM) pada tiap individu dapat dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, seperti diet mengonsumsi pangan Indeks Glikemik rendah (IGr). Bihun adalah salah satu sumber karbohidrat alternatif disamping nasi. Bihun dapat dikonsumsi oleh semua kelompok, termasuk penderita autis yang harus diet bebas gluten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh karakteristik sifat fisikokimia dan fungsional akibat perlakuan Heat Moisture Treatment (HMT) pada tepung beras dan aplikasi produksi bihun IG rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan HMT pada dua varietas padi IR42 dan Ciherang memiliki perbedaan sifat fisikokimia dari bihun beras native. Proses HMT dapat mengurangi tingkat kelengketan bihun, meningkatkan elastisitas, dan meningkatkan kesukaan panelis terhadap bihun tanak. Proses HMT dengan metode dua siklus autoclaving-cooling secara umum dapat meningkatkan kadar amilosa, karbohidrat dan serat pangan, dan menurunkan daya cerna pati dan IG. Proses HMT mempengaruhi sifat fungsional bihun beras. Proses HMT dapat meningkatkan sifat fungsional. Bihun HMT memiliki kadar serat pangan (6,24-6,36%) lebih tinggi dibandingkan dengan bihun beras native (5,28-5,66%), dan daya cerna pati (67,92-69,74%) serta IG (47) yang lebih rendah dibandingkan bihun beras native (daya cerna 72,64-73,52%; IG = 61).Kata kunci :heat-moisture treatment (HMT), karakteristik fisikokimia, sifat fungsional, bihun berasEnglish Version AbstractPrimary prevention of diabetes mellitus (DM) diseases on risk individuals can be done through lifestyle modifications, such as proper diet by consumming low glycemic index (GI) foods. Rice vermicelli is one alternative carbohydrate sources instead of rice. Vermicelli can be consumed for all groups, including people with autism to be compatible with a gluten free diet. This study aimed to obtain the physico-chemical properties and functional changes caused by the heat moisture treatment (HMT) in rice flour and its application in production of low GI rice vermicelli. Results showed HMT treatment in two rice varieties namely IR42 and Ciherang had different physico-chemical properties from native rice vermicelli. HMT process can reduce the stickiness of the vermicelli, improve elasticity and the panelists preference of cook rice vermicelli. HMT processes affect the functional properties of rice vermicelli. HMT processes in rice flour with methods of two cycles autoclaving-cooling in general can increase of amylose, carbohydrate and dietary fiber content, and lowers the starch digestibility and protein content of the flour. HMT rice vermicelli had higher levels of dietary fiber (6.24 to 6.36%) than the native rice vermicelli (5.28 to 5.66%). In vitro starch digestibility of HMT rice vermicelli ranged from 67.92 to 69% was lower than native rice vermicelli (72.64 to 73.52%). HMT rice vermicelli had lower GI (47) than the native one, i.e.61.Keywords :heat-moisture treatment (HMT), physicochemical characteristics, functional properties, rice vermicelli
Mekanisme Proses Pembuatan Mi Berbahan Baku Jagung Tjahja Muhandri
Buletin Teknologi Pasca Panen Vol 8, No 2 (2012): Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian
Publisher : Buletin Teknologi Pasca Panen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang proses pembuatan mi berbasis jagung, secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga metode yaitu kalendering, ekstrusi pencetak dan ekstrusi pemasak-pencetak. Meskipun demikian belum semua penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan mi yang baik, yaitu yang memiliki cooking loss rendah dan elongasi tinggi. Tujuan dari makalah ini adalah mengkaji berbagai mekanisme proses untuk menghasilkan mi jagung yang bermutu tinggi, termasuk mekanisme adonan selama proses pembuatan mi. Mi berbasis tepung jagung memiliki karakteristik unik yang berbeda dibandingkan dengan mi dari pati dan mi dari tepung terigu. Mi dari tepung jagung memerlukan mekanisme gelatinisasi, pemecahan granula tepung dan retrogradasi. Tahapan proses tersebut memerlukan kadar air, tekanan dan tekanan geser (shear stress) pada adonan yang optimum, sehingga mi dari tepung jagung memiliki cooking loss yang tinggi dan elongasi yang rendah.
Karakteristik Pengeringan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus var. florida) Menggunakan Pengering Tipe Fluidized Bed Drier Tjahja Muhandri; Sarah Diana Yulianti; Elis Nina Herliyana
agriTECH Vol 37, No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.529 KB) | DOI: 10.22146/agritech.10619

Abstract

The current practice for improving the quality and for ease handling of the oyster mushroom is drying. The drawback of this process results in dark color of the mushroom once it is dried. This color quality reduction wascaused by an unappropriate handling before drying and an over process of the drying. Thus, the objective of the research was to determine the most suitable model for drying rate of the mushroom and the best pre-treatments before drying. In this research, the influence of six pre-treatments before drying (1) control/without any pre-treatment, (2) washed using water, (3) blanching, (4) blanching followed by immersion in sodium metabisulphite solution, (5) blanching using a sodium metabisulphite solution, and (6) soaking in sodium metabisulphite solution, followed by blanching, on the quality of the mushroom (rehydration behavior) was elucidated. Those six samples were subjected to drying process using fluidized bed drier at 60 °C with airflow rate between 0.619 and 0.839 m/s until the samples reached equilibrium moisture content. The equilibrium moisture content was achieved after drying process of the mushroom from 270 to 330 minutes. Results indicated that Lewis model more suitable than Page model for prediction of the mushroom drying rate. Results also showed that the control/without any pre-treatment before drying and sample with washed using water were the best pre-treatments before drying resulted in the highest rehydration ratio with the short time of 150 minutes to reach the moisture content of 12%.ABSTRAKProses pengeringan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dilakukan untuk meningkatkan mutu dari jamur tiram dan mempermudah penanganannya. Penurunan mutu yang terjadi ketika jamur tiram dikeringkan adalah warna jamur yang coklat gelap dan tidak disukai konsumen. Kondisi ini terjadi karena penanganan sebelum pengeringan yang tidak tepat serta proses pengeringan yang terlalu lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persamaan laju pengeringan jamur tiram, prediksi waktu pengeringan dan perilaku rehidrasinya. Jamur tiram diberi enam perlakuan yang berbeda yaitu (1) kontrol, (2) dicuci air bersih, (3) blansir, (4) blansir yang dilanjutkan dengan perendaman dalam natrium metabisulfit, (5) blansir dalam larutan natrium metabisulfit, dan (6) perendaman dalam larutan natrium metabisulfit yang dilanjutkan dengan blansir. Pengeringan dilakukan dengan fluidized bed dryer pada suhu 60 °C dan kecepatan udara pengering yang berada pada kisaran 0,619 m/detik hingga 0,839 m/detik sampai sampel mencapai kadar air kesetimbangan. Kadar air kesetimbangan (moisture equilibrium) dicapai setelah pengeringan selama 270 - 330 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model Lewis lebih sesuai dibandingkan dengan model Page untuk memprediksi laju pengeringan jamur tiram. Sampel jamur tiram tanpa perlakuan dan jamur tiram dengan perlakuan pencucian tanpa blansir merupakan sampel terbaik dengan waktu untuk mengeringkan hingga mencapai kadar air 12% adalah 150 menit dan rasio rehidrasi yang lebih tinggi dibandingkan sampel lainnya.
Karakteristik Fisikokimia Pati Ubi Banggai (Dioscorea alata) Mimah Mutmainah; Feri Kusnandar; Tjahja Muhandri
agriTECH Vol 41, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.962 KB) | DOI: 10.22146/agritech.52535

Abstract

Ubi Banggai merupakan ubi khas dari Kepulauan Banggai, dengan jumlah varietas yang banyak. Ubi Banggai merupakan sumber karbohidrat yang salah satu komponen penyusunnya adalah pati. Karakteristik fisikokimia pati dari ubi Banggai belum diketahui, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik pati dari tiga varietas ubi Banggai (Baku Pusus, Baku Tuu Oloyo, dan Baku Boan). Pati ubi Banggai diekstraksi dan dianalisis sifat fisikokimianya yang meliputi kadar pati, amilosa, amilopektin, morfologi granula, warna, profil pasting, kemampuan mengembang, kelarutan, kekuatan gel, dan sineresis. Rendemen setiap varietas relatif rendah, yaitu Baku Pusus (8,66%), Baku Tuu oloyo (5,09%) dan Baku Boan (4,56%). Ketiga varietas mengandung kadar pati 88,00-88,89%, yang disusun oleh 60,29-62,88% amilosa dan amilopektin 25,12-28,65%. Granula pati ubi Banggai berbentuk ellipsoid, polihedral, dan triangular dengan ukuran panjang 17,94-23,59 µm dan lebar 13,97-16,72 µm. Hasil analisis warna pati kering ubi Banggai menunjukkan ubi Baku Pusus dan Baku Tu Oloyo memiliki nilai whiteness index (WI) yang tinggi dan browning index (BI) yang rendah, sedangkan pati ubi Baku Boan memiliki nilai WI yang paling rendah dan nilai BI paling tinggi. Hasil analisis RVA menunjukkan pati ubi Banggai memiliki suhu pasting yang tinggi (80,10-80,35 °C). Pada fase pemanasan, pasta ubi Banggai memiliki viskositas puncak yang tinggi dan mengalami viskositas breakdown. Pada fase pendinginan, pasta ubi Banggai memiliki viskositas setback dan viskositas akhir yang tinggi. Pati Baku Pusus memiliki kelarutan yang tinggi, kemampuan mengembang yang terbatas, kekuatan gel yang tinggi, namun mengalami sineresis.
Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Keripik Ubi Jalar dalam Perbaikan Mutu Produk di Desa Lingkar Kampus . Warcito; Tjahja Muhandri; . Subarna
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2015): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.1.1.68-74

Abstract

The objectives of community development activity are: 1) Increase the capacity of sweet potato chips business groups; 2) Improving the quality and diversification of products sweet potato; and 3) Improvement of product packaging sweet potato chips. This activity is applied at Petir Village, Darmaga Subdistrict and Cihideung Ilir Village, Ciampea Subdistrict, Bogor Regency. The methods are problem analysis group activities, training, and mentoring. Based on results of discussion the enchancement of group members capacity do by training. Training can improve the ability of businessmen amounted to 18.6% through pre-test and post-test. Improving the quality do by repairs the production process, especially in the process of slicing and frying. Increased marketing do by improved packaging and gain PIRT license.
Perbaikan Mutu dan Penyusunan Instruksi Kerja pada Pembuatan Keripik Sanjai Balado Nina di Bukittinggi Tjahja Muhandri; Olivia Rezki
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2016): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.2.1.1-7

Abstract

Sanjai balado Nina chips industry in Bukittinggi had some weakness on it’s product quality. The color of balado spice tended to be dark and easily faded during storage. The purpose of this extension activity was to increase the quality product by improving the formula and its production process. The major cause of lowering the quality of its product was identified by Ishikawa Diagram. The best results were analyzed using sensory test (rating hedonic test). Sensory evaluation of the 70 consumers showed that consumers mostly like the formula using 100 g of red chilli, 60 g of glucose syrup, 40 g of sugar, and 5 g of salt.
Peningkatan Umur Simpan Produk Ayam Kremes Tjahja Muhandri; Mega Sefrina
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2016): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.2.1.25-30

Abstract

Ayam kremes is one of specialty foods of Semarang City. Product of ayam kremes "A" located in Semarang is difficult to transport to a distant place due to short shelf life. It begins to emerge an odor after 10 hours. The objectives of this study were to determine the factors causing the problem and to improve the shelf life of the product. To solve the problem, a framework base on PDCA cycle was used. The activity was conducted in fives stages: identification of the real process in industry, analysis of the causing factors using Ishikawa diagram, improvement of production procedure, production trial using the new procedure, and organoleptic analysis. The results showed that the causes of the problem were unclean washing process, cross-contamination during carcass stabbing and unstandardized frying process. The new proposed procedures were improvement on washing process, removal of the carcass stabbing process, addition of soaking treatment to the chicken carcasses in a mixture of salt and lemon juice after a chicken carcass washed, and standarization of the frying process. The proposed procedure was able to extend the shelf life of ayam kremes "A" up to 72 hours.
Kesiapan Usaha Mikro Kecil Menengah Pangan dalam Penerapan ISO 9001:2008 (Studi Kasus di Palu, Sulawesi Tengah) Tjahja Muhandri; Dian Herawati; Faleh Setia Budi; Lilis Nuraida; Sutrisno Koswara; Afifah Zahra Agista; Yuli Sukmawati
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2016): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.2.2.61-66

Abstract

Small and Medium Industries of the Food (Food SME’s) needs to have SNI products to be competitive in the free market era. SNI certificate product can be provided by the certification body, on the condition that the industry has to implement ISO 9001. This activity aims to identify the readiness of small industries (food) to meet the clauses of ISO 9001 and assist them in improving the necessary documents. Activities carried out for 2 months with 24 samples of small industries (food) in Palu (Central Sulawesi) were selected purposively. The results showed that all the small industries yet to implement all aspects of GMP. Small industry best only meet 21% of the clauses of ISO 9001. Compliance with the clauses of ISO 9001 increased by between 4586% after mentoring.
Respon Suhu pada Laju Pengeringan dan Mutu Manisan Mangga Kering (Mangifera indica L.) Rozana -; Rokhani Hasbullah; Tjahja Muhandri
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 4 No. 1 (2016): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.796 KB) | DOI: 10.19028/jtep.04.1.%p

Abstract

AbstractMango is higly perishable and must be consumed within a few days after harvesting. Preserving mango into dry product can extend shelf life and increase added value. The research aimed to investigate the processing technology of dried candied mango by analysing the drying rate and quality of the product in various drying temperature and slice forms the mango. Mangos of Kopek cv. were sliced into cubes, bar, and flat then dried at 45°C and 50°C. Responses which observed were drying rate, water content, water activity value (aw), yield, and organoleptic. The results showed that the drying rate fluctuates due to the influence of the opening of the drying rack and the heating element. Shortest drying time is obtained in the form of slices drying box at 50°C with a yield of 52.45% and the value of aw 0.59. Organoleptic response indicates that the wedge shape and drying temperature does not affect the assessment of panel.AbstrakBuah mangga sangat mudah rusak dan harus dikonsumsi dalam beberapa hari setelah panen. Mengawetkan mangga menjadi produk kering mampu memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknologi pengolahan manisan mangga kering dengan menganalisis karakteristik pengeringan pada berbagai suhu pengeringan dan bentuk irisan mangga. Buah mangga varietas kopek diiris menjadi bentuk kubus, balok, dan pipih kemudian dikeringkan pada suhu 45°C dan 50°C. Respon yang diamati meliputi laju pengeringan, kadar air, nilai aw, rendemen, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pengeringan berfluktuasi karena pengaruh pembukaan rak pengering dan elemen pemanas. Waktu pengeringan terpendek diperoleh pada pengeringan bentukirisan kubus pada suhu 50°C dengan rendemen sebesar 52.45% dan nilai aw 0.59. Respon organoleptik menunjukkan bahwa bentuk irisan dan suhu pengeringan tidak mempengaruhi penilaian panelis.
Co-Authors . Subarna . Subarna . Subarna . Subarna . Sutrisno Ade Chandra Iwansyah Adib Al Hafizh Adil Basuki Ahza Afifah Zahra Agista Agus Sutriyono AHMAD JUNAEDI Aisyah Amanah Akhmad Sofyan Khalim Aldrich Ilyas Alexandi, Muhammad Findi Ambarwati, Karsi Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Andika Putra Pratama Anni Syafa’ah Antung Sima Firlieyanti Atiqatul Maula Audia Ari Purwandani Auliana, Sigit Ayu, Esti Rahmani Bella Dwi Pasca Budi Nurtama Budi Setiawan Burhanuddin Burhanuddin C Hanny Wijaya Darwin Kadarisman Dasairy, Zulfa Sania Dase Hunaefi Dase Hunaefi Dede Robiatul Adawiyah Dede Yoga Ahmadi Dewi Fatmala Dian Herawati Dian Widiawati Dias Indrasti Dilla Ferawati Dimas Imam Ariefianto Disty Septieni Dwi Sadono Dwi Sutari Laksono Edi Santosa Efiyatul Wahidah Eko Hari Purnomo Eko Ruddy Cahyadi Elis Nina Herliyana Eliza Diany Ema S. Mulyani Endang Prangdimurti Fachry Noviar Singka Fadhilah Nur'azizah Fahim Muchammad Taqi Fahim Muhammad Taqi Fahma Yuliwardi Fahmi Hafid Faisal Anwar Faiz Khoerul Anam Faleh Setia Budi Faqih Udin dan Jono M. Munandar Meivita Amelia Fathia, Sarah Febby J. Polnaya Feri Kusnandar Fransiska R Zakaria Frido, Salsabila Safira Gema Buana Putra Gina Nur Rahmasari Gusti Randy Pratama Hadi Kurniawanto Hafiz, Muhammad Farhan Hamigia Zulkhaiar Harahap, Ali Musa Hartrisari Hardjomidjojo Harum Fadhilatunnur Heti Herawat Hunaefi , Dase Hunaefi, Dase Hunaefi, Dase Hunaefi, Dase Iryna Smetanska Ita Vera Ivan Mustakim Jaka Wijaya Kusuma Joesen, Pierce Joko Hermanianto Junita, Dini Kamelia, Emma Kumarga, Melania Febriana Lalu Danu Prima Arzani Lia Nurcahyani Lilis Nuraida MADE ASTAWAN Mariani, Dini Markus Jambormias Mega Safithri Mega Sefrina Miftakhur Rizki Hidayat Febrianto Mimah Mutmainah Mintarti Mintarti Monita Rekasih Mufti Abdillah Muh Khoyiman Muhammad Iqbal Fanani Gunawan Muhammad Irfan Hakim Musa Hubeis Nancy Dewi Yuliana Nidurama, Bayu Eka Nina Ariesta Ninuk Purnaningsih Nugraha Edhi Suyatma Nugraha, Arifin Nur Asyik, Mochamad Nuri Andarwulan Nurlela, Lani Nurlela, Nurlela Nurmala K. Panjaitan Olivia Rezki Palupi, Nurheni Sri Papang Sulton Nularif Philipp Fuhrmann Prasatya, Fauzan Anggi Purwaningrum, Bunga Ayu Purwiyatno Hariyadi Putri Tri Rizki Qudsiyah, Ussy Siti Qudsiyah, Ussy Siti Qudsiyah Radiati, Ani Rahmawati, Lufi Karisma Rarasari Clorinita Utomo Rezki, Olivia Riezka Zuhriatika Rasyda Riska Tri Susanti Rizal Syarief Rizki Tri Rizki, Tri Roh santoso Rohani Islami Rokhani Hasbullah Rosiana Ulfa Rozana - Sandi, Olifia Mutiara Sapta Raharja Sarah Diana Yulianti SARASWATI SARASWATI Sari, Erika Meiliana SEDARNAWATI YASNI Sefrina, Mega Septieni, Disty Siti Badriah Slamet Budijanto Sri Rahayu Sri Widowati Sri Yuliani Sri Yuliani Sri Yuliani Subarna - Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Subarna Sudradjat Sudradjat Sugihartini, Rahayu Lestari Sugiyono . Suhandi Suhandi Suhandi Suhandi, Suhandi Sumarto Sumarto Suryahadi (Suryahadi) Sutrisno Koswara Suyatma, Nugraha Edi Syamsu Darman Titi Candra Sunarti Umi Cahyaningsih Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Utami, Sri Inten Warcito Wardhani, Ajeng Widyaningrum Kusuma Wawan Hermawan Winiati Pudji Rahayu Wowiling, Novie CH yermia, yermia yermia Yufriyana, Nur Yuli Sukmawati Yuningsih Zahra, Putri Aslamiah Zhofran Murtadho