Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM MONITORING PEMBELAJARAN PAI DI MTsN 2 Kepahiang Marinda, Aflia Bela; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Daheri, Mirzon; Harahap, Emmi Kholilah
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i3.961

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam monitoring pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teknologi dalam monitoring pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kemajuan belajar siswa di MTsN 2 Kepahiang, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dan siswa dalam penerapannya. Secara teoritis, kajian ini didasarkan pada konsep manajemen teknologi pendidikan dan monitoring pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam penggunaan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi, seperti Learning Management System (LMS) dan aplikasi penilaian digital, mampu meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi pembelajaran, mempermudah komunikasi guru-siswa, serta mendorong pembelajaran mandiri siswa. Namun, beberapa tantangan yang diidentifikasi antara lain keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital sebagian guru dan siswa, serta resistensi terhadap perubahan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknologi memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas monitoring pembelajaran PAI di MTsN 2 Kepahiang, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur yang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan dan peningkatan fasilitas teknologi untuk mendukung transformasi digital yang efektif dalam pembelajaran agama Islam.
IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING PEMBELAJARAN PAI MELALUI BUKU KONTROL BACA IQRO DALAM PEMBELAJARAN ALQURAN HADIST DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI RA RABBI RADIYYAH REJANG LEBONG Dewanti, Asri Hajar; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Harahap, Emmi Kholilah; Daheri, Mirzon
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i3.962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sistem monitoring pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui buku kontrol baca Iqro dalam pembelajaran Alquran Hadist serta menelaah implikasinya terhadap motivasi belajar siswa di RA Rabbi Radiyyah Rejang Lebong. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring melalui buku kontrol diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, serta efektif dalam meningkatkan kelancaran membaca Iqro, memperkuat pemahaman tajwid, dan menumbuhkan motivasi belajar siswa. Buku kontrol berfungsi tidak hanya sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai media komunikasi edukatif antara guru dan orang tua. Meskipun terdapat tantangan berupa perbedaan kemampuan siswa dan kurang meratanya keterlibatan orang tua, pendekatan komunikatif dan pembinaan personal mampu meningkatkan efektivitas implementasi sistem. Temuan ini merekomendasikan penerapan sistem monitoring berbasis buku kontrol sebagai model pembelajaran PAI yang humanis, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan motivasi belajar anak usia dini.
Strengthening Institutional Governance through Strategic Planning: Insights from Indonesian State Islamic Higher Education Hidayah, Jumatul; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Warlizasusi, Jumira; Faturrochman, Irwan
International Journal of Education Research and Development Vol. 5 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Corolla Education Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52760/ijerd.v5i2.118

Abstract

Strategic planning is a critical instrument for enhancing governance in State Islamic Higher Education Institutions (PTKIN) in Indonesia. This study explores the structure, content, and role of strategic plans within PTKIN as tools to align institutional goals with national educational policies, including the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka program and the Religious Moderation Roadmap. Utilizing qualitative document analysis, this research used SWOT and TOWS frameworks to formulate adaptive strategies that address internal strengths and weaknesses as well as external opportunities and threats. The instrument also joined with the synthesis of many successful cases of strategic planning reported and government perspectives in many studies. The findings indicate that while PTKIN have developed comprehensive strategic plans, challenges persist in their implementation, particularly regarding monitoring, stakeholder involvement, and integration of moderate Islamic values into operational activities. The study concludes that effective strategic planning, supported by participatory processes, outcome-based indicators, and financial diversification, is essential for PTKIN to achieve sustainable institutional development and contribute meaningfully to national and global educational goals.
Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Inovasi Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Nur Riska Kota Lubuklinggau Susanti, Susi; Istan, Muhammad; Kusen, Kusen; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Warlizasusi, Jumira
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3123

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah merupakan kunci utama dalam menentukan keberhasilan dalam melaksanakan inovasi pendidikan. Kepemimpinan adalah rangkaian usaha seorang individu dalam mempengaruhi sekelompok orang dalam suatu komunitas untuk dalam mencapai tujuan. Kepemimpinan kepala madrasah mempunyai arti sebagai proses kepala madrasah dalam memberikan pengaruh bagi seluruh warga madrasah yang ada melalui cara-cara tersendiri dalam mewujudkan tujuan pendidikan madrasah. Melihat fenomena di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan fokus: Kepemimpinan kepala madrasah dalam inovasi pendidikan di MI Nur Riska Lubuklinggau, yang meliputi: 1) Inovasi pendidikan pada bidang Pembelajaran, dan Sarana Prasarana di MI Nur Riska Lubuklinggau; 2) Implementasi ide-ide baru di MI Nur Riska Lubuklinggau; dan 3) Pengaturan lingkungan kerja di MI Nur Riska Lubuklinggau. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini meliputi: 1) Inovasi pendidikan bidang pembelajaran dan sarana prasarana pada MI Nur Riska Lubuklinggau dikemas dalam bentuk program perencanaan peningkatan mutu pembelajaran dan sarana prasarana pembelajaran, yaitu program peningkatan kualitas guru melalui supervisi, penilaian kinerja, diklat, PKG dan pemberdayaan KKM dan KKG, serta pengadaan sarana prasarana penunjang pembelajaran; 2) Implementasi gagasan baru pada MI Nur Riska Lubuklinggau telah dilaksanakan dengan baik oleh semua komponen madrasah untuk kemajuan pendidikan mutu pembelajaran dan kelengkapan sarana prasarana penunjang pembelajaran di MI Nur Riska Lubuklinggau; 3) Mengatur lingkungan kerja pada MI Nur Riska Lubuklinggau dengan baik mulai dari yang berbentuk fisik dan nonfisik sehingga menjadi lingkungan kerja yang kondusif serta memungkinkan para guru dan karyawan untuk bekerja optimal.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MASALAH DI SDIT RABBI RADHIYYA REJANG LEBONG Andika, Joko; Khoirunisa, Khoirunisa; Tiara, Meza; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Idris, Muhammad
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i2.1030

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya Penerapan Pembelajaran Pai Berbasis Masalah Di Sdit Rabbi Radhiyya Rejang Lebong.  Pada penerapannya  tentu dalam pelaksanaanya terdapat hal hal yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis hal yang berkaitan dengan Penerapan Pembelajaran Pai Berbasis Masalah dalam pembelajaran pendidikan agama islam terutama di Sdit Rabbi Radhiyya Rejang Lebong. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif yakni Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif yakni penelitian lapangan yang menuntut secara langsung peneliti ke tempat yang diteliti untuk mendapatkan informasi secara langsung dari informan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field reaseach), yakni penelitian yang dilakukan secara langsung terjun ke lapangan untuk mendapatkan serta mengumpulkan informasi dari responden dan informan serta objek yang diamati melalui instrument pengumpulan data. Jenis penelitian adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu obervasi, wawancara dan dokumentasi. Penggunaan metode analisis dengan menggunakan model yang dikemukakan oleh huberman dan miles yang meliputi: Reduksi data, Display data, Pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Kemudian, keabsahan data menggunakan sistem triangulasi yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian diperoleh bahwa Penerapan Pembelajaran Pai Berbasis Masalah Di Sdit Rabbi Radhiyya Rejang Lebong Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) diterapkan secara sistematis mulai dari penyajian masalah autentik, diskusi kelompok, pencarian solusi berdasar nilai-nilai Islam, hingga refleksi perilaku. Model ini terbukti meningkatkan keaktifan, kemampuan berpikir kritis, dan sikap religius siswa, meskipun masih ditemukan beberapa hambatan terkait waktu dan kesiapan guru. Secara keseluruhan, pembelajaran PAI berbasis masalah memberikan kontribusi positif dalam menciptakan proses belajar yang kontekstual dan bermakna. Hambatannya yakni berkaitan dengan watu dan latar belakang peserta didik yang  berbeda yang masing masing tingkat kemampuan berpikir kritis kurang, akan tetapi solusi yang dilakukan dengan membuat perencanaan manajemen waktu dan penyederhanaan materi belajar PAI.
Dampak Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Pembentukan Karakter Islami Peserta Didik : Studi Kasus di SDIT Bin Baz Curup Satrianto, Rizki; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Sumarto, Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i3.1053

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi guru dan siswa, namun juga menimbulkan tantangan terhadap pembentukan karakter Islami peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan AI terhadap nilai-nilai akhlak, kejujuran, tanggung jawab, dan interaksi sosial siswa di SDIT Bin Baz Curup, sekaligus menelaah strategi sekolah dalam menyeimbangkan kecerdasan digital dengan pendidikan karakter Islami. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat mempermudah proses belajar mengajar, tetapi berpotensi menimbulkan ketergantungan teknologi, menurunnya kejujuran akademik, serta berkurangnya interaksi sosial dan adab terhadap guru. Untuk mengantisipasi hal tersebut, SDIT Bin Baz Curup menerapkan Program 7 Kebiasaan Anak Bin Baz Hebat, yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Program ini terbukti efektif menanamkan nilai-nilai Islam, membentuk peserta didik yang cerdas secara intelektual, tangguh secara spiritual, dan berakhlak mulia. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya integrasi teknologi dan pendidikan karakter Islami dalam mencetak generasi yang siap menghadapi era digital tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Belajar Peserta Didik di SMP Muhammdiyah 1 Curup Marinda, Aflia Bela; Dewanti, Asri Hajar; Irama, Debi; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Idris, Muhammad
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i3.1054

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran agar mampu meningkatkan kompetensi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi belajar siswa sekolah menengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran digital yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan platform digital seperti Learning Management System (LMS), video pembelajaran interaktif, dan aplikasi kuis digital mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman konsep siswa. Guru memanfaatkan teknologi untuk memperkaya materi, mempermudah evaluasi, serta memfasilitasi pembelajaran mandiri. Namun, penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan akses internet, variasi kemampuan literasi digital siswa, dan kesiapan guru dalam merancang media digital. Secara keseluruhan, inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital terbukti memberikan dampak positif terhadap kompetensi belajar siswa, meskipun membutuhkan dukungan infrastruktur dan peningkatan kapasitas guru. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran inovatif di era digital.
Tantangan dan Peluang Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digitalisasi Wiranata, Erik; Aulia, Fairus; Setiawan, Jamil; Idris, Muhammad; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i3.1060

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Digitalisasi menuntut guru untuk berinovasi dalam menyampaikan materi keagamaan agar tetap relevan dan menarik bagi generasi yang hidup di tengah arus informasi global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk inovasi pembelajaran PAI yang diterapkan di era digitalisasi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dan peserta didik, serta menggali peluang dan strategi optimalisasi inovasi pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru serta peserta didik PAI. Data dianalisis secara tematik untuk mengungkap dinamika inovasi dan hambatan yang terjadi dalam praktik pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran PAI di era digital mencakup pemanfaatan Learning Management System (LMS), blended learning, media sosial, serta pendekatan gamifikasi yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Namun, masih terdapat tantangan signifikan seperti keterbatasan literasi digital guru, kurangnya infrastruktur teknologi, serta menurunnya intensitas interaksi spiritual dalam pembelajaran daring. Meskipun demikian, digitalisasi membuka peluang besar bagi pengembangan pembelajaran PAI yang lebih kreatif, kontekstual, dan kolaboratif. Strategi optimalisasi yang disarankan mencakup peningkatan kompetensi digital guru, penguatan literasi digital islami, serta pengembangan model pembelajaran yang menyeimbangkan aspek teknologi dan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, era digitalisasi bukanlah ancaman bagi Pendidikan Agama Islam, melainkan peluang untuk memperkuat peran PAI dalam membentuk karakter generasi Muslim yang cerdas, kritis, dan berakhlakul karimah di tengah arus modernisasi teknologi.