p-Index From 2021 - 2026
5.374
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Al Ishlah Jurnal Pendidikan TIK ILMEU : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Journal EVALUASI Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Journal of Education and Instruction (JOEAI) Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Alignment: Journal of Administration and Educational Management Cakrawala : Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial Jurnal Literasiologi Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam International Journal of Educational Review Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan, dan Hukum Islam Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal Evaluation in Education (JEE) Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya Journal of Educational Technology and Learning Creativity International Journal of Education Research and Development Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan dan Hukum Islam At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam INDONESIAN JOURNAL OF SOCIAL SCIENCE EDUCATION (IJSSE) Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Perencanaan Mewujudkan Kemandirian Pondok Pesantren Al - Munawwaroh Kepahiang Aprida, Oma; Harahap, Emmi Kholilah; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono
Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v11i2.690

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi pentingnya identifikasi terkait kemandirian ekonomi yang ada di Pondok Pesantren yang berfungsi untuk melihat secara fenomena keterlibatan kyai dan santri dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren, karena selama ini pesantren hanya dilihat sebagai lembaga dakwah islam serta lembaga pendidikan akan tetapi pesantren sebagai suatu lembaga pemberdayaan masyarakat di bidang ekon omi masih banyak yang belum di-ekspos-secara detel dan mendalam. Penelitian ini berfokus kepada tujuan untuk mengetahui strategi kyai dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Pondok Pesantren Al-Munawaroh serta juga startegi dalam mewujudkan kemandirian pesantren. Metode ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana tehnik pengumpulan datanya menggunakan cara dokumentasi, observasi dan wawancara secara menyeluruh kepada kyai dan beberapa santri di pondok pesantren tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan 1). Strategi untuk mewujudkan kemandirian pondok pesantren adalah dengan menggunakan stretegi capacity building, memperkuat kelembagaan, transfer pengetahuan dan memperkuat jaringan. 2). Strategi santri dalam mewujudkan kemandirian pesantren sebagai pembantu Pengasuh dalam mewujudkan kemandirian pesantren.
STRATEGI PENGENDALIAN KONFLIK Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Kristianto, Martinus Novi; Kristiawan, Muhammad
JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2020): JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan)
Publisher : Graduate Program Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmksp.v5i2.3771

Abstract

This study found out how to control organizational conflict and its influence on the work motivation of employees of CV. Surya Satwa Banyuasin Group. The research method used is a qualitative method, because the problems in this study are described in narrative form. Data collection techniques in this study were observation and interviews with the leadership and one employee of CV. Surya Satwa Banyuasin Group as a guest speaker representing 30 employees. Through this research, the results obtained that with an effective organizational conflict control strategy in the form of compromise, unity, coercion, collaborative and competition will affect the increase in employee motivation, otherwise if it does not implement an effective organizational conflict control strategy, it will affect the decrease in employee motivation. Thus, it can be concluded that organizational conflicts managed by using appropriate conflict control strategies can reduce the bad influence on employee work motivation. Because if employees have good work motivation, their performance and productivity will also increase.
STRATEGI PENGEMBANGAN LAYANAN ADMINISTRASI KEMAHASISWAAN Elizah, Tenti; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Harahap, Emmi Kholilah
Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2024): (September 2024)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/tarbiyatuna.v8i2.2437

Abstract

This research aimed to explore the strategies for developing student administrative services at IAIN Curup and the contributing factors to these services' development. This case study involved administrative staff, students, and institutional leaders at IAIN Curup, recruited using purposive sampling methods. Data collection was conducted through interviews and observations and analyzed using an interactive model. Key findings of the research emphasized crucial indicators for enhancing student administrative services. Response time was prioritized by implementing flexible staff scheduling, enhancing information systems, and conducting periodic evaluations. Improvements in information accessibility were achieved through data standardization and optimization of digital access. Queue reduction was addressed through process engineering, staff augmentation, and effective dissemination of queue information. Quality of service was enhanced by satisfaction surveys, feedback analysis, and benchmarking practices. Integration of information systems involved comprehensive evaluations, data protection measures, and system maintenance. Enhancements in communication quality were realized through channel reviews, ensuring transparency, advancing technology, and providing staff training. Supporting the development of these services were institutional management support, investments in information technology, human resource training, interdepartmental cooperation, student involvement in improvements, and a commitment to continuous enhancement. Future research should extend these findings to different higher education contexts to validate the results.
Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam: Kajian pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Lebong Zulkarnain; Alhajj, Irfan Qowwiyul Aziz; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Kurniawan, Kurniawan
Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/akademika.v6i1.2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana MAN 2 Lebong telah mengembangkan sistem manajemen mutunya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode triangulasi dalam bentuk meninjau sumber primer dan sekunder yang relevan. Penelitian ini menjelaskan bahwa manajemen mutu madrasah dimulai dengan memiliki kerja tim yang berkualitas dengan peran dan tanggung jawab yang terstruktur untuk meningkatkan mutunya dalam menghadapi persaingan global. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengembangan manajemen mutu pendidikan dapat dilakukan melalui siklus penjaminan mutu PPEPP, yaitu: 1). Perencanaan program yang dirumuskan dengan pemangku kepentingan. 2). Pelaksanaan rencana kerja oleh kepala madrasah yang bertanggung jawab, 3). Pengawasan, evaluasi dan pengendalian dilakukan secara objektif dan terus-menerus berdasarkan standar nasional, dan 4). Proses perbaikan manajemen perubahan mutu. Madrasah yang unggul dan berkualitas adalah madrasah yang mampu bersaing dengan siswa di luar madrasah dan memiliki karakter serta nilai moral yang baik. Dengan menciptakan sistem penjaminan mutu berdasarkan ISO 9001: 2008, MAN 2 Lebong, secara teori, telah menerapkan model manajemen mutu, menurut temuan penelitian sementara ini. Namun, sistem tersebut hanya berfungsi sebagai pedoman dan persyaratan untuk sertifikasi, dan belum sepenuhnya berkembang menjadi dasar pelaksanaan proses pendidikan yang tepat yang akan menjadikannya faktor yang relevan dan titik acuan untuk meningkatkan hasil pendidikan yang berkualitas. Sebaliknya, sistem ini terutama berfungsi sebagai sarana menarik perhatian pengguna jasa pendidikan.
Pengorganisasian Program Bina Pribadi Islami (BPI) dalam Membentuk Sikap Religius Siswa Rini, Endah Cahyo; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Sahib, Abdul
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2023): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v6i2.6865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengorganisasian program Bina Pribadi Islami (BPI) dalam upaya membentuk sikap religius dan menjelaskan bentuk strategi dalam membentuk sikap religious siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa terdapat tiga tahapan, membentuk sikap religius. Tahapan pertama meliputi merinci, tugas dan pekerjaan, untuk mencapai tujuan yang akan dicapai. Tahapan kedua, melakukan pembagian terhadap sumber daya manusia yang terdapat dalam kegiatan BPI. Tahapan ketiga, melakukan pengembangan serta pengadaan mekanisme dalam pelaksanaan kegiatan BPI. Simpulan penelitian ini bahwa Pembentukan karakter religious juga dilakukan melalui upaya keteladanan, teguran dan arahan, mengkondisikan lingkungan sekolah bernuansa religius, pengintegrasian dalam mata pelajaran, dan pelaksanaan budaya sekolah. Kata Kunci: Pengorganisasian Bina Pribadi Islami, Sikap Religius
Analysis Of The Needs Of Iain Curup Lecturer And Educational Personnel To Create Happiness In The Workplace Sari, Dewi Purnama; Sutarto, Sutarto; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5234

Abstract

This qualitative research with a phenomenological approach aims to analyze the needs of IAIN Curup lecturers and educational staff related to the hope of realizing happiness in the workplace. Research informants consisted of 149 lecturers and 59 educational staff. The data collection technique used semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis, then checking the validity of the data using source triangulation. Based on the research results, it is known that in order to create happiness in the workplace, lecturers and educational staff at IAIN Curup expect improvement, maintenance, and arrangement of workplace facilities and environment, attention and support from leadership, clear SOPs for work, provision of rewards and openness in work.
Eksplorasi Etnomatematika dalam Tari Kejei dan Rumah Adat (Umeak Potong Jang) Kabupaten Rejang Lebong Mutia, M; Septiana, Anisya; Hamengkubuwono, H
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2019: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.121 KB)

Abstract

Budaya pada hakikatnya merupakan hasil pikiran dan karya manusia dan matematika merupakan suatu bentuk budaya. Matematika sebagai bentuk budaya, sesungguhnya telah terintegrasi pada seluruh aspek kehidupan masyarakat dimanapun berada. Elemen-elemen kebudayaan Rejang Lebong erat kaitannya dengan matematika. Semakin banyak konsep matematika yang dieksplore dari kebudayaan Rejang Lebong, maka akan semakin memperkaya literasi matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika sebagai jembatan antara matematika dan budaya sehingga mendapatkan informasi yang lengkap. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, sajian data, verifikasi, dan penyimpulan. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa dalam kesenian tari Kejei khas Rejang Lebong menggunakan unsur-unsur matematika seperti pola gerakan dalam tari dan pakaian serta pola nada dalam alunan musik yang mengiringi tari. Tari Kejei memerlukan orang dalam jumlah ganjil dan terdapat unsur-unsur atau elemen-elemen pendukung. Sedangkan rumah adat Rejang Lebong juga menggunakan konsep matematika yaitu bilangan, konsep geometri, dan sudut.
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM Agustina, Winda; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono; Syahindra, Wandi
AT-TA'DIB: JURNAL ILMIAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 12, No. 2 (Desember 2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/tadib.v12i02.365

Abstract

This study aimed to find out a depiction of PAI learning model at SMKN of Lubuk Ubar in Rejang Lebong, Bengkulu. This study used a qualitative approach, and the data sources were PAI teacher, class teacher, and school principal. This study used observation and interview techniques to gather data as regards objectives of this study. After the data were collected, the next step was to analyze the data using the approach of Miles et al comprised of selecting and mapping data, presenting data, and verifying conclusions. This study drew the following conclusion: the learning model applied by PAI teachers was first an active and cooperative learning model. It referred to a learning model that led students to be active and creative, not just listening, but also carrying out activities such as processing, finding, and utilizing information. Second, the contextual learning model, this model helped educators link between the materials taught and real-world situations experienced by students, so that students could find a relationship between the knowledge they had and its application in their lives as family and community members.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Keterampilan Komunikasi Peserta Didik Pada Pembelajaran PAI Wiranata, Erik; Setiawan, Jamil; Marinda, Aflia Bela; Ristianti, Dina Hajja; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i2.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan pertama, mengetahui penerapan model problem based learning pada pembelajaran PAI. Kedua, mengetahui keterampilan komunikasi peserta didik pada pembelajaran PAI. Ketiga, mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap keterampilan komunikasi peserta didik pada pembelajaran PAI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi 33 dan sampel semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, bahwa 41% peserta didik menyatakan Setuju atas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran PAI. Kedua, keterampilan komunikasi peserta didik dalam pembelajaran PAI lebih banyak dalam kategori baik, dengan jumlah 243 atau sebanyak 37%, dalam kategori sangat baik dengan jumlah 206 atau sebanyak 31%. Ketiga, Terdapat Pengaruh model Problem based learning (PBL) terhadap Keterampilan Komunikasi Peserta Didik dalam Pembelajaran PAI di SMAN 2 Rejang Lebong. Dari hasil tabel interpretasi koefisien korelasi, nilai rhitung > rtabel atau 0.689 > 0.361. Dari hasil uji-t, didapatkan nilai thitung > ttabel atau 2.552 > 1.701, dengan nilai signifikan 0.016.
PENGARUH LINGKUNGAN PERGAULAN REKAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTS N LEBONG Nisa, Khoirun; Tiara, Meza; Irama, Debi; Ristianti, Dina Hajja; Hamengkubuwono, Hamengkubuwono
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i2.929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan pergaulan rekan sebaya terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah Akhlak di MTsN Lebong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dan teknik analisis data berupa regresi linier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTsN Lebong dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden yang diambil secara purposive. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan pergaulan rekan sebaya terhadap motivasi belajar siswa, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,808. Artinya, 80,8% variasi motivasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh variabel lingkungan pergaulan rekan sebaya, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi sebesar 0,885 memperkuat bahwa pengaruh tersebut sangat kuat dan konsisten. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran teman sebaya dalam membentuk semangat dan motivasi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, sekolah dan orang tua perlu mendorong terciptanya lingkungan pergaulan yang positif untuk menunjang keberhasilan belajar siswa.