Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : E-JURNAL LINGUISTIK

HASIL ANALISIS DATA KUANTITATIF DAN KUALITATIF PADA TES KEMAMPUAN PEMAHAMAN AFIKS PESERTA DIDIK KELAS VIIIA SMP PGRI 7 DENPASAR PADA TAHAP SIKLUS II Bintang Suryaningsih, A.A. Istri Agung; DarmaLaksana, I Ketut; Satyawati, Made Sri
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 1 (2016) Maret 2016
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.434 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research aimed at finding out how far the use of intensive method could help the students in grade VIIIA of SMP PGRI 7 Denpasar, this is also to improve their ability especially in using and adding affixes in noun and verb. The data source was taken from the test which is called by pretest and post-test. The data is collected from student in grade VIIIA. Some theoretical frameworks are used in this research, such as the theory of morphology generative by Aronoff (2011) and theory of intensive method by Iskandarwassid (2013). The result of quantitative data on cycle II showed that the use of intensive method could improve students ability especially in adding affixes with noun (plural and singular) and verb (present tense, continous tense, and past tense). The result of the students on cycle II, it can be seen from mean score which was 92.08 and it is categorized into good level. This research also supported by the qualitative data. From the qualitative data, it was showed that the students could answer the missing sentences. Besides, the students could use affixes in steam and root well. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan sejauh mana penerapan dari metode intensif dapat membantu peserta didik kelas VIIIA SMP PGRI 7 Denpasar untuk meningkatkan kemampuan mereka khususnya dalam penggunaan dan penambahan afiks pada nomina dan verba. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil tes berupa pre-tes dan postes. Data yang terkumpul berasal dari peserta didik kelas VIIIA. Dalam penelitian ini, digunakan teori morfologi generatif dari Aronoff (2011) dan metode intensif dari Iskandarwassid (2013). Hasil data kuantitatif pada siklus II menunjukkan bahwa penggunaan metode intensif dalam pembelajaran afiks dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam hal menambahkan afiks pada2nomina (tunggal dan jamak) dan verba (pada present tense, continous tense, dan past tense). Hasil nilai rata-rata pada siklus II dari peserta didik yaitu 92.08 yang dapat dikategorikan sebagai sangat baik. Penelitian ini juga didukung oleh data kualitatif. Dari data kualitatif dapat dilihat bahwa peserta didik mampu menjawab dengan baik kalimat rumpang dan menggunakan afiks pada nomina serta verba.
PENGARUH SISTEM PEMARKAHAN BAHASA INDONESIA TERHADAP PEMBELAJARAN KALIMAT AKTIF DAN PASIF BAHASA ARAB sukardi, sukardi; budiarsa, made; sri satyawati, made
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 2 (2017): Vol 3 No 2 Sept 2017
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.56 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan pengaruh sistem pemarkahan bahasa Indonesia terhadap pembelajaran kalimat aktif dan pasif bahasa Arab. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Teori yang digunakan adalah Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis ). Teori ini digunakan untuk menginvestigasi perbedaan sistem pemarkahan kedua bahasa dan mengivestigasi kesalahan yang dibuat oleh pelajar. Sistem pemarkahan pada unsur kalimat dalam bahasa Arab dengan bahasa Indonesia berbeda. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa sistem pemarkahan, konstruksi pasif, dan konstruksi aktif menunjukkan perbedaan. Pada bahasa Arab, konstituen subjek dan objek dimarkahi secara sintaksis dan morfologis. Secara sintaksis, pemarkah berupa perubahan harakat (vokal) dan secara morfologis berupa perubahan bentuk kata. Pada bahasa Indonesia, konstituen subjek dan objek hanya dimarkahi secara sintaksis, yaitu berdasarkan fungsi dan letak konstituen. Perbedaan konstruksi pasif terletak pada unsur pembentuk kalimat pasif dan bentuk verba pasifnya. Konstruksi pasif bahasa Arab terdiri atas subjek dan predikat tanpa disertai pelaku. Verba pasifnya dibentuk dengan modifikasi vokal. Konstruksi pasif bahasa Indonesia terdiri atas subjek, predikat dan objek (pelaku). Verba pasifnya dibentuk secara morfologis dengan afiksasi di-. Perbedaan tersebut menyebabkan pelajar mengalami tiga kategori kesalahan yaitu addition sebesar 9,7%, omission sebesar 11,3% dan misformation sebesar 79%. Kategori misformation ini merupakan kesalahan terbesar yang disebabkan oleh perbedaan yang dimiliki oleh kedua bahasa.
PERAN SEMANTIS SUBJEK DALAM KLAUSA BAHASA MUNA Said, Rahmat; Artawa, I Ketut; Satyawati, Made Sri
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 1 (2016) Maret 2016
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.405 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji beberapa peran semantis subjek dalam klausa bahasa Muna. Dalam berbagai bahasa, klausanya dimungkinkan memiliki sejumlah peran semantis. Begitu pula dengan bahasa Muna. Dalam tuturan sehari-hari, klausa merupakan unsur terpenting karena mengandung predikasi. Predikat sebagai penentu maksud pembicaraan. Di dalam klausa tersebut, subjeknya dapat saja berupa agen atau pasien. Dalam teori RRG, agen dan pasien dikatakan sebagai peran umum, yaitu ACTOR dan UNDERGOER. Kedua peran semantis ini dapat saja hadir dalam satu klausa ataupun dapat hadir dalam satu klausa sekaligus. Hal itulah yang diuraikan dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan karena sumber data yang berupa data lisan berasal dari penutur atau informan. Penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik rekam atau teknik catat, serta teknik pemancingan. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode agih dan metode padan dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) sehingga analisis peran semantis subjek terlihat jelas. Analisis peran semantis subjek dalam klausa bahasa Muna mengacu pada teori Role and Reference Grammar (RRG). Hasil yang ditemukan, yaitu klausa bahasa Muna memiliki tiga peran semantis subjek, yaitu (1) klausa dengan SUBJEK memiliki peran semantis ACTOR, (2) klausa dengan SUBJEK memiliki peran semantis UNDERGOER, dan (3) klausa dengan SUBJEK memiliki peran semantis ACTOR sekaligus UNDERGOER. Klausa dengan peran semantis ACTOR sekaligus UNDERGOER dapat berupa klausa refleksif dan klausa resiprokal. Argumen UNDERGOER sebagai SUBJEK klausa dapat berupa entitas [-human] dan [+human]. ABSTRACTThis research to describe severally subject semantical roles in the clauses of Munansese language. In the another language, its clause enabling to have a number semantical role, like Munanese language. In discourse, clause is the constitute primary element because clause have predicate. Predicate as determining as talk intention. In that clause, that subject come as agent or patient. In RRG theory, agent and patient is as semantic macro role, which ACTOR and UNDERGOER. The semantical role just can be present deep one clause or even get attending in one clause at a swoop. The thing to described deep observational. This research included the a kualitative descriptive research. This research constitute field research because data source that as data of oral from speaker or informan. This research used simak and cakap method with sadap, simak libat cakap, rekam and pemancingan technic. Hereafter, the data analysis by agih method and padan method with technic base for bagi unsur langsung (BUL) to make the subject semantical role is clear. Analysis subject semantical role in the Munanese language clause points on Role and Reference Grammar (RRG) theory. Found result, Munanese language clause has three subject semantical roles, which is (1) clauses with SUBJECT as ACTOR , (2) clauses with SUBJECT as UNDERGOER, and (3) clauses with SUBJECT is ACTOR and UNDERGOER. The clause semantical role ACTOR and UNDERGOER can as creflexive clause and resiprokal clause. The
Co-Authors A.A. Putu Suari Alimah Fadhilah Can Anak Agung Putu Putra Anak Agung Putu Putra Anggie Ray Salvatore Antari, Ni Made Suwari Aron Meko Mbete Aron Meko Mbete Asako Shiohara Bintang Suryaningsih, A.A. Istri Agung CHOIRUN NISA Dewa Ayu Widiasri Dewa Gede Agung Aditya . Fhitri, Widya Gusti Nyoman Ayu Sukerti Hanny Hafiar I Gde Nyana Kesuma I Gede Budasi I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi I Gusti Ayu Gede Sosiowati I Gusti Made Sutjaja I Gusti Ngurah Ketut Putrayasa I Ketut Artawa I Ketut Darma Laksana I Ketut Oka Ribawa I Made Beni Wrihatnala I Made Budiarsa I Nengah Sudipa I Nyoman Kardana I Nyoman Sedeng I NYOMAN SUPARWA I Nyoman Udayana I WAYAN PASTIKA I Wayan Simpen I Wayan Simplen I Wayan Simplen Ida Bagus Putra Yadnya Johandi Sinaga Kadek Ayu Winda Winanda Kesuma, I Gde Nyana Ketut rtawa Ketut Widya Purnawati La Yani Laksono Trisnantoro Lien Darlina Maryanti E. Mokoagouw Muliawan, Made Sani Damayanthi Nazara, Wa’özisökhi Ni Ketut Ratna Erawati Ni Ketut Sri Rahayuni Ni Made Ayu Sulasmini NI MADE AYU SULASMINI . Ni Made Dhanawaty Ni Made Sri Maharani Ni Nyoman Dewi Astari Putri Ni Wayan Kencanawati Ni Wayan Sri Darmayani Nidya Fitri Nidya Fitri Novita Mulyana Nyoman Putra Sastra Paramarta, I Made Suta Puronami Sarah Stefany Putri, Ni Nyoman Dewi Astari Putu Agus Bratayadnya, Putu Agus Putu Ayu Prabawati Sudana Putu Eka Dambayana Suputra Said, Rahmat Sawirman Sawirman Sukardi Sukardi Syufi, Yafet Togasa, Shotaro Wayan Yuni Antari Wa’özisökhi Nazara Widiasri, Dewa Ayu Widiatmika, Putu Wahyu Yafed Syufi Yafet Syufi Yendra Yusuf Parri Akbar