p-Index From 2021 - 2026
5.337
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Indonesian Journal of Dialectics MediaTor: Jurnal Komunikasi Edutech JURNAL DESTINASI PARIWISATA Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Kajian Komunikasi ProTVF J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung PRofesi Humas Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Prosiding Magister Ilmu Komunikasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Common Journal of Humanities and Social Studies Koneksi Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Komunikasi Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Keluarga Berencana Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Patriot Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Jurnal Cahaya Mandalika ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu Journal of Scientific Communication (JSC) Jurnal Visi Komunikasi Journal of Education and Counseling (JECO) International Journal of Media and Communication Research Jurnal Signal Gandiwa Jurnal Komunikasi Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Midang Comdent: Communication Student Journal Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI LITERASI KOMUNIKASI KESEHATAN PENGOBATAN ALTERNATIF ISLAMI DI DESA HEGARMANAH KECAMATAN JATINANGOR Susanne Dida; Evi Novianti; Elnovani Lusiana; Saleha Rodiah; Trie Damayanti; Rostika Yuliani; Moh. Faidol Juddi
Dharmakarya Vol 9, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i3.23688

Abstract

Perkembangan informasi saat ini semakin meningkat khususnya dalam hal informasi kesehatan. Keberadaan internet, sepaket dengan kebudayaan yang terbangun di dalam ruang publik baru membuat masyarakat sulit membedakan informasi faktual dan hoax. Adapun salah satu informasi kesehatan saat ini adalah informasi mengenai pengobatan-pengobatan alternative berbasis islami. Salah satu jenis pengobatan tradisional berbasis islami yang diminati oleh masyarakat saat ini adalah pengobatan thibbun nabawi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi komunikasi kesehatan adalah dengan cara memberikan informasi mengenai cara pengobatan alternative berbasis islami kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan contoh-contoh kontemporer dan pemaparan terkait risiko-risiko dari ketersebaran hoax khususnya dalam hal informasi komunikasi kesehatan. Kegiatan ini dimaksudkan merupakan upaya membangun model edukasi dan literasi komunikasi kesehatan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda dalam mengenali dan merespon hoax khususnya dalam hal komunikasi kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk terbentuknya wawasan masyarakat dengan pemilihan pengobatan alternative yang tepat dan terpercaya dan untuk mengetahui dan memahami pentingnya factor-faktor apa saja yang dapat menjadi acuan dalam memilih pengobatan alternatif. Hasil dan pembahasan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peserta terlihat sangat antusias dan mendapat pemahaman baru mengenai informasi seputar pengobatan alternative sehat serta masyarakat telah mengetahui jenis-jenis pengobatan dan tempat pengobatan alternative sehat yang dapat dipercaya dan tidak ada motif  penipuan. Simpulan dari kegiatan ini adalah wawasan masyarakat akan adanya hoax dalam mencari informasi pengobatan alternative sudah terbentuk dengan baik, hal ini dilihat dari antusias para peserta mendapatkan pengetahuan dan informasi mengenai literasi informasi antara berita hoax dan berita secara resmi terutama dalam hal informasi di bidang kesehatan, mendapat pengetahuan mengenai macam-macam pengobatan alternative sehat.
Hambatan komunikasi terapeutik psikiater, perawat, kader jiwa, dan keluarga pada pasien gangguan jiwa pasca pasung Sri Wahyuningsih; Susanne Dida; Jenny Ratna Suminar; Yanti Setianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.102 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.115-126

Abstract

Tenaga kesehatan, kader jiwa, dan keluarga dalam melakukan komunikasi terapeutik pada pasien ODGJ pasca pasung menemukan beberapa hambatan dari faktor internal maupun eksternal. Tujuan penelitian untuk menggali dan mengungkapkan hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi terapuetik tenaga kesehatan, kader jiwa, keluarga terhadappasien ODGJ pasca pasung. Jenis penelitian kualitatif, menggunakan paradigma konstruktivistik, dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan bahan audio visual. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, dengan subjek penelitian 1 psikiater, 3 perawat, 2 kader jiwa, 7 keluarga pasien. Objek penelitiannya adalah hambatan-hambatan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan, kader jiwa, keluarga kepada pasien ODGJ pasca pasung desa Wonorejo. Validasi datanya menggunakan triangulasi dan member check. Penelitian dilakukan bulan April sampai dengan November 2018. Lokasi penelitian desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabuputen Malang Provinsi Jawa Timur. Adanya hambatan yang terjadi pada proses komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan, kader jiwa, keluarga pada pasien ODGJ pasca pasung, yaitu lemahnya jaringan internet, bahasa, inkoherensi, stranger anciety, pendidikan rendah, penampilan perawat, noise suara, dan emosional keluarga, sehingga komunikasi terapeutik kurang lancar. Kata kunci: hambatan, tenaga kesehatan, ODGJ, keluarga, komunikasi terapeutik BARRIERS OF THERAPEUTIC COMMUNICATION PSYCHIATER, NURSE, MENTAL CADRES, AND FAMILY FOR THE PEOPLE WITH POST PASUNG MENTAL DISORDERS ABSTRACTHealth workers, soul cadres, and families in conducting therapeutic communication in post-passive ODG patients found several obstacles from internal and external factors. The purpose of this study is to explore and reveal the barriers that occur in the process of the most therapeutic communication by health workers, mental cadres, families to post ODGJ patients. The research method uses qualitative research, constructivist paradigms, and case study approaches. Data collection methods use, observation, in-depth interviews, documentation, and audio-visual material. Sampling by using purposive sampling, with research subjects 1 psychiatrist, 3 nurses, 2 mental cadres, 7 families of patients. The object of his research is the barriers of therapeutic communication of health workers, mental cadres, families to ODGJ patients postpasung Wonorejo village. Data validation uses triangulation and member check. The study was conducted from April to November 2018. The location of the research was Wonorejo village, Singosari District, Malang Regency, East Java Province. The results are the barriers that occur in the process of therapeutic communication between health workers, mental cadres, families in post-pasung ODGJ patients in Wonorejo village. The barriers to therapeutic communication in postpasung ODGJ in Wonorejo village is the lack of internet, language, incoherence, stranger anxiety, low education, nurse performance, noise noise, and emotional family, so therapeutic communication is less smooth.  Keywords: obstacles, health workers, ODGJ, family, therapeutic communication
DIALETIKA ETNOGRAFI KOMUNIKASI EMIK-ETIK PADA KAIN TENUN Emanuel S Leuape; Susanne Dida
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.873 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i2.8637

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendialetikakan pemaknaan emik-etik simbol warna dan gambar kain tenun (Mollo) desa Tutem. Tahapan pada penelitian ini yaitu interpretasi (Ferdinand De Saussure), reinterpretasi (Roland Barthes), Dialog (Jurgen Habermas), dan dekonstruksi (Jaques Derrida). Hasil interpretasi (emik) dan reinterpretasi (etik), didialetikakan dengan menghasilkan sintesis berupa dialog antara masyarakat Tutem dan peneliti, diakhiri dengan analisis dekonstruksi guna mengantisipasi potensi kemajemukan makna simbol warna dan gambar kain tenun desa Tutem di kemudian hari. Paradigma penelitiannya adalah kualitatif dan bermetode studi etnografi komunikasi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi-partisipatoris, dan dokumentasi visual kain tenun. Hasil penelitian ini adalah: dalam pemaknaan emik masyarakat Tutem, simbol warna kain tenun mengacu pada keberagaman kelompok suku dan simbol gambar kain tenun merujuk kepada realitas historis. Pemaknaan etik peneliti, simbol warna dan gambar kain tenun merujuk kepada kondisi geografis (Sumber Daya Alam), moral dan perilaku sosial (Sumber Daya Manusia), dan sejarah. Melalui prosedur tindakan komunikatif (dialog), kesepakatan intersubjektif yang dicapai, mencakup: 10 jenis simbol warna dan 7 varian gambar kain tenun diterima dan 2 varian gambar kain tenun ditolak. Terdapat 3 jenis simbol warna dan pola gambar ruang kain tenun yang wajib didekonstruksi maknanya oleh peneliti. Proses interpretasi, reinterpretasi, dialog, dan dekonstruksi menjadi tahapan ideal dalam memberdayakan kain tenun sebagai salah satu wujud produk kebudayaan masyarakat Tutem. Pelaksanaan tahapan tersebut melibatkan peran aktif masyarakat Tutem dan peneliti. Akhirnya, masyarakat Tutem dan peneliti sama-sama membangun ‘cerita’ tentang simbol warna dan gambar kain tenun dalam spirit falibilisme.
Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung Soraya Ratna Pratiwi; Susanne Dida; Nuryah Asri Sjafirah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.024 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i1.12985

Abstract

Wisata halal saat ini menjadi fenomena baru dalam dunia pariwisata dan mulai dikembangkan di beberapa negara. Wisata halal merupakan wisata yang pada pelaksanaannya mengacu pada syariat Islam, baik akomodasi, atraksi, dan objek wisata itu sendiri. Di Kota Bandung, wisata halal belum banyak dikenal dan masih pada tahap persiapan pengembangan, sehingga perhatian dan kepedulian terhadap wisata halal di kota ini masih belum terbangun. Dalam menangani masalah tersebut, diperlukan sebuah strategi komunikasi untuk membangun perhatian dan kepedulian di kalangan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi komunikasi dalam rangka membangun perhatian dan kepedulian para pemangku kepentingan termasuk masyarakat terhadap pengembangan wisata halal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Sosial Atas Realita yang dicetuskan oleh Burger dan Luckmann. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata halal di Kota Bandung dikembangkan melalui dukungan dari berbagai lintas lembaga, yang disebut strategi penta helix. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mempersiapkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata halal dengan melakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) kepada SKPD terkait. Selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, beberapa lembaga lain seperti Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) dan Salman Halal Center melakukan awareness building kepada para pemangku kepentingan dan juga masyarakat. Diperlukan strategi komunikasi yang lebih kompleks untuk mengkomunikasikan wisata halal kepada stakeholders dan juga masyarakat.
Malaysian medical tourism communication in shaping Indonesian public opinion Trie Damayanti; Susanne Dida; Dadang Rahmat Hidayat; Sung Kyum Cho
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v9i2.35852

Abstract

Malaysia is developing medical tourism as a tourism industry aimed at foreign tourists. For this tourism industry, Malaysia makes Indonesia as one of the tourist targets that are expected to bring foreign exchange for the country. Data shows that Indonesians are the largest contributor of tourists visiting Malaysia for treatment. This shows the trust of Indonesian citizens in the health services of the neighboring country. The concept of tourism communication mentions that to achieve the success of medical tourism at least several things are needed that can be fulfilled, namely: competitive prices, available human resources for medical services, the existence of research and development of medical capabilities, infrastructure development, state institutions that support medical tourism, a supportive market economy, the ability to bring together present-day medical technology with traditional, and tourist attractions. Things that are built through tourism communication itself are expected to produce a public opinion about tourist destinations, where this public opinion is the first step in the formation of a country’s brand. This study uses a survey method, which involves about 96 respondents who are on the islands of Sumatra and Java. Use descriptive analysis techniques to explore results. The results obtained by not all components in tourism communication for medical tourism are seen as influencing Indonesian opinion on Malaysian medical tourism. The strangest thing that comes to the view of the Indonesian people is Malaysia’s credibility on health services, the credibility of doctors, the equipment used, the ability to convey information, adequate infrastructure, and the beauty of tourist destinations. Most opinions state that Malaysia can show as a country that successfully develops tourist confidence in the health services offered. The implication of this research is that the opinion of foreign nationals in a country greatly affects the image of that country in the international world.
PELAKSANAAN KEGIATAN SPECIAL EVENT JAKARTA GOES PINK OLEH LOVEPINK INDONESIA Nugroho Ajie Hartono; Susanne Dida; Hanny Hafiar
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2016): September
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4091.6 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v10i2.2519

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan special event yang dilakukan Lovepink Indonesiadalam menyelenggarakan Jakarta Goes Pink 2015 untuk meningkatkan kesadaran. Penelitian inimenggunakan Event Management Process Joe Goldblatt sebagai landasan konsep.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan studi kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key informan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakantriangulasi sumber data.Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa manajemen special event Jakarta Goes Pink dikategorikandalam riset, desain, perencanaan, koordinasi, dan evaluasi. Riset yang dilakukan meliputi analisissituasi terkait kesadaran masyarakat Indonesia tentang kanker payudara, hasil riset menyatakanbahwa kesadaran masih rendah, terutama dibandingkan dengan aktivitas Pink Ribbon diluar negeridan evaluasi acara tahun sebelumnya. Desain acara dilakukan menggunakan unsur warna untukmemerahmudakan Jakarta, edukasi pengunjung terhadap kanker payudara, dan unsur hiburan dengankonsep fair and festival. Perencanaan Jakarta Goes Pink meliputi penentuan tujuan yang kemudiandapat menentukan tanggal dan lokasi, penetapan anggaran, pembagian tugas pengurus, dan publikasiyang dilakukan melalui media sosial dan bantuan mitra media. Koordinasi dilakukan sebagai upayapengelolaan komunikasi antara pihak eksternal seperti komunitas, relawan, sponsor, dan mitra media;serta pihak internal yaitu kepengurusan Jakarta Goes Pink. Tahap evaluasi yang dilakukan JakartaGoes Pink meliputi evaluasi acara, feedback langsung dari orang terdekat, dan penghitungan jumlahliputan media massa dan sifat pemberitaan.Kata kunci: Special event, kesadaran, organisasi, kanker payudara, event management process ABSTRACTThis study aims to determine the event management process by Lovepink Indonesia in Jakarta Goes Pink 2015 to raise awareness. This study uses the Event Management Process by Joe Goldblatt as thecornerstone concept.This study used a qualitative research approach descriptive study. Data was collected by in-depthinterviews, passive participant observation, and literature study. The key informant collection techniqueused is purporsive sampling. Data were analyzed using three stages, which is data reduction, datadisplay, and conclusion drawing. Validity of the data using triangulation of data sources.The result of this study indicates that event management process of Jakarta Goes Pink 2015 iscategorized in several stages, which are research, design, planning, coordination, and evaluation.Research was conducted on the analysis of the situation related to the Indonesian community awarenessabout breast cancer, the result of this research indicates that awareness is still low, especially comparedto Pink Ribbon activities abroad and evaluation of previous year’s event. Event design is done using thecolor element to make the concept of Jakarta Goes Pink comes alive, educating visitors about breastcancer, and the element of entertainment within the concept of fair and festival. The planning involvesin setting goals that determine the time and location, budgeting, human resource management, andpublication through social media and media partners. Coordination is done as an effort to manage thecommunication between external parties such as the communities, volunteers, sponsors, and mediapartners; as well as internal parties, which is the committee of Jakarta Goes Pink itself. Evaluationincludes an evaluation of the event, direct feedback from dearest people, and the calculation of theamount of media coverage and the nature of the news.Key word: Special Event, Awareness, Organization, Breast Cancer, Event Management Process
STRATEGI PERENCANAAN PUBLIC RELATIONS NET. TV DALAM MEMBENTUK CITRANYA SEBAGAI TELEVISI MASA KINI Susanne Dida; Shafira Putri Citra Utami; FX. Ari Agung Prastowo
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.695 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13334

Abstract

Penelitian yang berjudul ”Strategi Perencanaan Public Relations NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini” bertujuan untuk mengetahui analisa riset formatif, menetapkan dan memformulasikan strategi, pemilihan dan pengimplementasian taktik dan evaluasi yang dilakukan oleh NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Landasan konsep yang digunakan adalahh Strategy Planning for Public Relations dari Ronal D. Smith. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan strategi perencanaan public relations dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini cukup efektif. Dalam fase riset formatif tahap analisis situasi, NET.TV melihat kesempatan yang ada pada zaman sekarang adalah perkembangan digital, dan NET. Memilih segmentasi pasarmereka adalah family AB, konten tayangan dikemas sesuai dengan segment arsip asa rmereka,Dalam fase strategi, konten tayangan program disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan serta identitas mereka, yaitu menyajikan konten program yang educating, informating, danentertaining. Fase taktik NET.TV memilih taktik komunikasi seperti tatap muka, dan juga beberapa alat media atau periklanan untuk promosi programnya. Fase evaluasi, NET. Melakukan evaluasi dengan dibagi menjadi evaluasi program On Air dan program Off Air, evaluasi program On Air dilakukan oleh direksi, divisi sales & production, dan jajaran atas lainnya, sedangkan untuk evaluasi program Off Air dilakukan oleh divisi PR. Saran yang ingin disampaikan peneliti kepada NET.TV sebaiknya NET.TV lebih memperhatikan hambatan yang adadengan perkembangan digital, dan juga lebih mengadakan kegiatan yang melibatkan audiens karena lebih efektif dalam meningkatkan awareness publiknya.
Destinasi Taman Wisata Alam Gunung Tampomas: Willia Yusup Hardy; Yanti Setianti; Susanne Dida
JURNAL DESTINASI PARIWISATA Vol 9 No 1 (2021): VOL 9, NO 1 (2021): (JANUARY-JUNE) JURNAL DESTINASI PARIWISATA
Publisher : Program Studi Sarjana Pariwisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JDEPAR.2021.v09.i01.p06

Abstract

Sumedang Regency at West Java Indonesia has a lot of tourism potential. One of them is the potential for ecotourism in the Mount Tampomas natural tourism park. Mount Tampomas Nature Park is a tourist area in Sumedang Regency that has not been developed optimally. Mount Tampomas Nature Park has the potential for natural beauty, biotic potential, potential for springs and potential for hot springs. In developing the tourism potential, it will have an impact on the economic, tourism, cultural, social education and conservation sectors for the lives of the surrounding community. So that the potential development of Mount Tampomas needs to be developed properly because it has a major effect on increasing tourism branding in Sumedang Regency. This study is to determine the development and management of the tourist destination branding of Mount Tampomas Nature Tourism Park as an ecotourism area. The method used in this research is descriptive qualitative research method, with data collection techniques literature studies. This descriptive research method is used to find an overview of the branding activities of the Mount Tampomas Nature Tourism Park, by knowing tourist satisfaction and support from the local community for the progress of ecotourism development in the Mount Tampomas natural tourism park. So the researchers used the SWOT analysis technique to determine the supporting and inhibiting factors in the development of ecotourism in the Mount Tampomas natural tourism park.Keywords: Branding, Tourism, Destinations
Personal Branding Selebritas dan Bisnis Online Shop Rostika Yuliani; Susanne Dida
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 11, No 1 (2018): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v11i1.3617

Abstract

Personal branding can simply be interpreted as a brand development on a person. Zaskia Adya Mecca is a successful actor and presenter still build her career to this day, and at the beginning of 2012 Zaskia Adya Mecca released Muslim clothing business that is sold both online and offline.  Her purposes to running the business is to make society interested to buy her products by utilizing the existing technology through the website, social media such as instagram. The motive of Zaskia Adya Mecca doing personal branding by using social media in instagram and website is to promote products owned by Zaskia Adya Mecca to the fans and consumers so they will interested to buy products that are sold both online and offline. The superiority of the products owned by Zaskia Adya Mecca are attractive models, simple, elegant, limited models and the price is still affordable by some circles, especially the upper middle class.
Representasi Indonesia pada penanganan COVID-19 di media asing Susanne Dida; Trie Damayanti; Aang Koswara
PRofesi Humas Vol 5, No 2 (2021): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.253 KB) | DOI: 10.24198/prh.v5i2.29904

Abstract

Corona Virus Disease 19 (COVID-19) merupakan sebuah krisis global yang menimpa hampir semua negara di dunia. Seperti halnya sebuah krisis, diperlukan strategi dalam menanganinya, dan strategi itu harus dilakukan secara cepat dan tepat. Efektivitas pemilihan sebuah strategi akan teruji pada hasil akhir dimana jika krisis ini sedang berlangsung dan di akhir krisis. Para ahli krisis mengatakan bahwa pada dasarnya krisis terbagi menjadi tiga tahap yaitu, pre-crisis, crisis, dan postcrisis, dan COVID-19 ini sedang dalam tahap krisis. Strategi komunikasi yang dipilih dalam penanganan krisis ini sudah sepantasnya harus menggunakan kehatihatian karena COVID-19 ini merupakan pertaruhan semua Negara untuk menunjukkan kapasitas negaranya sehingga reputasi negara tersebut tetap terjaga dengan baik di mata negara lain. Sorotan media di seluruh dunia, pada seluruh negara yang terkena dampak COVID-19 ini menjadi acuan bagaimana reputasi negara tersebut, dan bagaimana kemampuan negara tersebut berkompetisi dengan negara lain dalam menghadapi COVID-19. Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yang melibatkan pengembangan kerangka pengkodean dan pengkodean kualitatif terhadap media-media pada April hingga Mei 2020 ini bertujuan melihat bagaimana Indonesia di mata media asing, sehingga akan terlihat bagaimana reputasi Indonesia di mata dunia. Identitas dan persepsi orang luar negara Indonesia menjadi tolak ukur yang akan dilihat dari representasi Indonesia melalui tulisan-tulisan yang ada di media massa asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa image dan reputasi Indonesia yang kurang baik, yang diawali dengan kelemahan public statement yang dilakukan pemerintah Indonesia, yang berefek pada persepsi yang kurang baik terbentuk dari pemberitaan di bulan-bulan selanjutnya.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aang Koswara Aat R. Nugraha, Aat R. Aat Ruchiat Nugraha Abdul Qayoum Safi Amelinda Vindrayani Fuad Andi Subhan Amir Anggita Sarasati Annisa Luthfiyyah Anton Surahmat Arif Rifqi Zaidan Asep Suryana Centurion Chandratama Priyatna Cho, Sung Kyum Dadang Rahmat Hidayat Deddy Mulyana Diah Fatma Sjoraida Eko Purnomo Elnovani Lusiana Emanuel S Leuape Evi Novianti Evi Nursanti Rukmana, Evi Nursanti Fachry Abda El Rahman Farida Nurfalah, Farida Feliza Herison Feliza Zubair Firunika Intan Cahyani FX. Ari Agung Prastowo Gobel, Sry Ade Muhtya Hanny Hafiar Hanny Hafiar Hazrat Shah Kayen Herlina Agustin Heru Ryanto Budiana Ihsan, Nadhifa Imara Jenny Ratna Suminar Jenny Ratna Suminar Juwono Tri Atmodjo Kairupan, Natasha Helena Kautsar, Marwa Khatol Shafiq Kholidil Amin Kokom Komariah Leuape, Emanuel S Lexianingrum, Siti Rahayu Pratami Lilis Puspitasari Luthfiyyah, Annisa Lyra Vellaniza Ferbita M. Arie Desman Maryani, Eni Maulvi, Herzi Rahmatia Melinda Puspa Negara Moh Faidol Juddi Muhammad Mulyadi Pane Muslimin, Fauzy Akmal Mustaffa, Normah Mutia Anindri Mutia, Lu'lu Natasha Putri Tumakaka Nikitamara Nikitamara Nisa Eka Nastiti Nugroho Ajie Hartono Nursari, Tita Nuryah Asri Sjafirah Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Nuryanto, Iis Latifah Pane, Muhammad Mulyadi Paramitha Wydaswari Paraswati, Vellyana Pratiwi, Soraya Ratna Priyadharma, Subekti Wirabhuana Purwanti Hadisiwi Renata Anisa Retasari Dewi Retasari Dewi Retasari Dewi, Retasari Rizaldy, Dendy Shobron Rostika Yuliani RR. Ella Evrita Hestiandari Rumyeni, Rumyeni Sa'adatul Aliyah Safi, Abdul Qayoum Saleha Rodiah Sarah Isabella Silaban Setiyanti, Yanti Setyanto, Yugih Shafira Putri Citra Utami Siti Karlinah Soraya Ratna Pratiwi Sukarno Sung Kyum Cho Susie Perbawasari Syamsiar, Syamsiar Syauqy Lukman Tasha Suciati Amanda Putri Tika Mutia Tine Silvana Rachmawati Titut Yuli Prihyugiarto Trie Damayanti Utami, Shafira Putri Citra Uud Wahyudin Willia Yusup Hardy Yanti Setianti Yanti Setiyanti Yuliani, Rostika