This Author published in this journals
All Journal Jurnal Komunikasi Indonesian Journal of Dialectics MediaTor: Jurnal Komunikasi Edutech JURNAL DESTINASI PARIWISATA Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan Jurnal Kajian Komunikasi ProTVF J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung PRofesi Humas Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Komunikasi Jurnal ASPIKOM Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi Prosiding Magister Ilmu Komunikasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Common Journal of Humanities and Social Studies Koneksi Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Komunikasi Communicare : Journal of Communication Studies Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Keluarga Berencana Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Patriot Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Jurnal Cahaya Mandalika ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu Acitya Bhakti Journal of Scientific Communication (JSC) Jurnal Visi Komunikasi Journal of Education and Counseling (JECO) International Journal of Media and Communication Research Jurnal Signal Gandiwa Jurnal Komunikasi Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Midang Comdent: Communication Student Journal Journal of Innovative and Creativity Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Sawerigading Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Komunikasi BKKBN Dalam Upaya Menurunkan Kasus Stunting di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Studi Kasus Kenaikan Kasus Stunting di Kabupaten Banyuasin Pada Tahun 2022) Mutia Anindri; Susanne Dida; Hanny Hafiar
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i3.2062

Abstract

Stunting can be said to be a threat to the quality of human resources in Indonesia, besides that stunting can also be a menace to inter-national competitiveness, because the child affected by stunting is not only disturbed by his physical growth but also disrupted by his brain growth or slowed development of cognitive or intellectual, motoric, and verbal. So this study aims to know how the communication strategy carried out by BKKBN district Banyuasin in implementing the stunting reduction program of how its planning, implementation and evaluation, as well as to know the causes of the occurrence of the rise of stunting cases in the district banyuasin by 2022 in particular in the area of its communication strategy in the study of health communication. The result was stunting due to poor performance of stunting management secretariat and increased early marriage age in Banyuasin district, in addition to the birth distance is very close and still many mothers refuse to use KB. However, BKKBN has already taken action by providing education and assistance in the form of milk, and supplementary food for babies and young children, as well as giving vaccines to the whole catin and providing nutritional supplements for pregnant mothers. In addition to providing additional food, milk and also vaccine assistance. So from that, the theory of social construction over reality in particular Social reality Objectives such as brochures, posters, and videos, to disseminate information about the importance of balanced nutrition and sufficient intake of vitamins and minerals for normal physical growth to avoid stunting can help the community of Banyuasin district in understanding the social construction of stunting.
STRATEGI KOMUNIKASI KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN BEKASI DALAM PROGRAM KOTA SAHABAT KUSTA (KOTAKU): (Studi Kasus Strategi Triple Zero dalam Mencegah dan Mengendalikan Kusta di Kabupaten Bekasi tahun 2022—2024) Tasha Suciati Amanda Putri; Susanne Dida; Renata Anisa
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i8.5058

Abstract

Kabupaten Bekasi, dengan kepadatan penduduk tinggi, menghadapi prevalensi kusta yang signifikan, dengan 227 kasus baru pada tahun 2022. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi meluncurkan Program Kotaku (Kota Sahabat Kusta) sebagai inisiatif strategis dengan Strategi Triple Zero yang mencakup Zero Transmission (nihil penularan), Zero Disability (nihil disabilitas), dan Zero Exclusion (nihil eksklusi). Penelitian ini bertujuan menggali latar belakang, implementasi, dan hambatan dalam penerapan strategi tersebut menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus berdasarkan Strategi Komunikasi Kesehatan dan Model Perencanaan Komunikasi KAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kotaku di Kabupaten Bekasi ini berhasil mengurangi penularan kusta, mencegah disabilitas, dan menghilangkan stigma. Kegiatan yang dilakukan meliputi workshop bagi dokter, pelatihan petugas puskesmas, lokakarya untuk kader dan tokoh masyarakat, kerja sama dengan organisasi profesi, kegiatan screening, penyuluhan, testimonial mantan pasien kusta, dan aktivasi konten di media sosial. Tantangan yang dihadapi termasuk partisipasi rendah dari dokter dalam workshop, suspek yang masih menolak untuk diperiksa, tidak adanya kerja sama untuk aktivasi media sosial, hingga keterbaasan sumber daya. Untuk meningkatkan keberhasilan program, direkomendasikan penguatan insentif dan alokasi sumber daya yang lebih efisien. Program Kotaku yang dijadikan sebagai pilot project di Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi model yang berhasil dan dapat direplikasi di daerah lain.
Pengaruh Gaya Komunikasi Pemimpin terhadap Stress Pegawai Pane, Muhammad Mulyadi; Dida, Susanne; Sjoraida, Diah Fatma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11521

Abstract

Pemimpin adalah orang yang menentukan bagaimana menggerakkan unsur-unsur dalam organisasi untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan. Gaya kepemimpinan merupakan salah satunya. Gaya yang digunakan merupakan cara komunikasi pemimpin dalam mengambil keputusan yang harapannya adalah mencapai hasil yang diinginkan. Para pemimpin memiliki cara kerja atau gaya komunikasinya masing-masing. Penerapannya pun dapat memicu berbagai reaksi dari bawahan, termasuk salah satunya adalah stres kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh gaya kepemimpinan yang terdiri dari gaya otoriter, controlling, partisipatif dan kolaboratif terhadap stres kerja pegawai Badan Pusat Statistik di linkungan Provinsi Maluku. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menggambarkan sekitar 71,1 persen responden mengalami stres sedang, sisanya mengalami stres ringan dan juga stres berat. Persepsi pegawai pun beragam mengenai gaya komunikasi pemimpinnya, dimana terlihat bawah seluruh gaya kepemimpinan yang disebutkan oleh Likert digunakan oleh pemimpin. Namun dari hasil uji analisis regresi ternyata dari keempat gaya yang diterapkan hanya tiga gaya kepemimpinan yang berpengaruh terhadap stres kerja yaitu gaya otoriter, gaya partispatif, dan gaya kolaboratif. Semakin otoriter aka pegawai akan semakin stres sedangkan semakin kolaboratif atau partisipatif seorang pemimpin maka stres pegawai akan semakin rendah.
PERMAINAN ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI KEBIASAAN HIDUP SEHAT DI SDN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Dewi, Retasari; Dida, Susanne; Lusiana, Elnovani; Yuliani, Rostika
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.54505

Abstract

Pandemi Covid 19 sedikit banyak mengubah cara pandang dan cara masyarakat mengelola kesehatan. Beberapa protokol kesehatan tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit. Kebiasaan sehat ini harus di sosialisasikan juga pada anak-anak sebagai kelompok yang rentan terkena infeksi pernapasan. Salah satu cara menyosialisasikan pentingnya menerapkan kebiasaan hidup sehat kepada anak-anak dilakukan melalui permainan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyosialisasikan kebiasaan hidup sehat dengan memanfaatkan permainan ular tangga sebagai media sosialisasi. Kegiatan ini dilakukan di SDN Jatinangor Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode permainan interaktif dan hasilnya diukur dengan menggunakan pre test dan post test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre test dan post test pada sampel. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan permainan ular tangga efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar di SDN Jatinangor Kabupaten Sumedang tentang kebiasaan hidup sehat.
PERAN ROLE MODEL DALAM EDUKASI PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) DI LINGKUNGAN SEKOLAH Ihsan, Nadhifa Imara; Dida, Susanne; Lusiana, Elnovani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p85-93

Abstract

THE ROLE OF ROLE MODELS IN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) EDUCATION IN SCHOOLSPangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) is one of the main sources of food when children are at school. The high consumption among school children makes PJAS important from a hygiene perspective, the materials used must be free from hazardous substances, and also safe for children to consume. Regarding education regarding safe PJAS, it has become a shared responsibility starting from stakeholders such as the Health Service, Community Health Center, POM Agency, Teachers, PJAS Traders, to parents to jointly provide education on safe PJAS, especially for children. This research aims to see how the role of School PJAS Cadres plays in providing education about safe PJAS in the school environment, as well as how students behave regarding this PJAS education. The type of research is qualitative with data analysis carried out descriptively by conducting in-depth interviews with sources. The researcher is the main instrument in this research who carries out data collection and analysis. The sources for this research were teachers, little doctors, students at SDN 1 Banjar and local PJAS traders. The research results show that the PJAS program at SDN 1 Banjar is running because of the contribution of PJAS cadres, namely teachers and little doctors, in socializing PJAS in the school environment through extracurricular activities, classroom learning and socialization with traders. Role models have an important role in providing examples to other students. Little doctors have a role in socializing safe PJAS to their peers.Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan sebagai salah satu sumber makanan utama ketika anak sedang berada di sekolah. Tingginya konsumsi di kalangan anak sekolah membuat PJAS ini menjadi penting dari sisi kebersihan, bahan yang digunakan harus bebas dari bahan berbahaya, dan juga aman di konsumsi anak. Terkait dengan edukasi mengenai PJAS aman sudah menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Badan POM, Guru, Pedagang PJAS, hingga orang tua untuk sama-sama memberikan edukasi PJAS aman terutama untuk anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran Kader PJAS Sekolah berperan dalam memberikan edukasi mengenai PJAS aman di lingkungan sekolah, juga bagaimana perilaku murid terkait edukasi PJAS ini. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dengan narasumber.Peneliti merupakan Instrumen utama dalam penelitian ini yang melakukan pengumpulan data hingga analisis. Narasumber penelitian ini adalah Guru, Dokter cilik, murid SDN 1 Banjar dan pedagang PJAS sekitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa program PJAS di SDN 1 Banjar berjalan karena adanya kontribusi dari kader PJAS yaitu guru dan Dokter cilik dalam mensosialisasikan PJAS di lingkungan sekolah melalui kegiatan ekskul, pembelajaran di kelas hingga sosialisasi dengan pedagang. Role model memiliki peran penting dalam memberikan contoh kepada murid lainnya, Dokter cilik berperan untuk mensosialisasikan PJAS aman kepada teman-teman sebayanya.
Pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap kepuasan publik Scarlett Whitening Kautsar, Marwa; Dida, Susanne; Nugraha, Aat Ruchiat
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 1 (2023): Mei 2023 - Oktober 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i1.48252

Abstract

Latar Belakang: Di tengah maraknya topik inklusivitas kecantikan, produk dengan klaim mencerahkan atau memutihkan kulit masih digandrungi publik. Tujuan: Mengetahui pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku, terhadap kepuasan yang dimediasi oleh brand image Scarlett Whitening. Metode: Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior dengan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan inferensial. Hasil: (1) Sikap berpengaruh terhadap brand image, di mana semakin tinggi keinginan untuk mencapai warna kulit cerah, maka semakin baik kesan untuk Scarlett Whitening, (2) norma subjektif berpengaruh negatif terhadap brand image, yakni ketika “memutihkan” semakin jarang digunakan sebagai fitur utama, maka brand image yang terbentuk pada Scarlett Whitening semakin baik, (3) persepsi kontrol perilaku berpengaruh terhadap brand image, di mana produk Scarlett Whitening dianggap sebagai produk yang mudah dijangkau sehingga brand image yang terbentuk menjadi baik, (4) brand image berpengaruh terhadap kepuasan, yakni semakin tinggi brand image maka semakin tinggi kepuasan, (5) sikap memiliki pengaruh terhadap kepuasan melalui brand image di mana mediasi bersifat semu, (6) norma subjektif tidak berpengaruh terhadap kepuasan melalui brand image, dan (7) persepsi kontrol perilaku memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan Scarlett Whitening. Penting untuk menetapkan nama brand yang sesuai dengan citra yang diinginkan, serta mengadopsi strategi yang tepat untuk membangun brand image dan kepuasan secara berkelanjutan.
SOSIALISASI CUCI TANGAN MELALUI BUKU SAKU “SEHAT CERIA SETELAH PANDEMI” DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT JATINANGOR Dewi, Retasari; Dida, Susanne; Lusiana, Elnovani; Yuliani, Rostika
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.52307

Abstract

Pemerintah menyatakan pandemi telah berakhir, namun beberapa kebiasaan baik yang telah dipelajari anak-anak saat pandemi harus dipertahankan agar tetap sehat. Buku komik seri Jojo Anak Jatinangor dari Pusat Studi Komunikasi Kesehatan Universitas Padjadjaran kembali hadir di tahun 2023 dengan format yang berbeda, yaitu buku saku kebiasaan baik. Buku ini menjadi media promosi kesehatan dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM). Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan tata cara mencuci tangan melalui media buku saku “Sehat Ceria Setelah Pandemi” pada anak-anak di empat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kecamatan Jatinangor. Kegiatan ini menggunakan metode storytelling dan observasi pada perilaku peserta sebelum dan setelah dibacakan buku. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa terdapat perubahan cara mencuci tangan para peserta yang telah dibacakan buku oleh storyteller.
Empowering females through beauty for better life program as corporate social responsibility Rodiah, Saleha; Dida, Susanne; Maryani, Eni; Mustaffa, Normah
PRofesi Humas Vol 9, No 1 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v9i1.54877

Abstract

Background: Low-economic Female Heads of Household (FHH) needs to be empowered amidst a patriarchal culture. The Female Heads of Household Empowerment Foundation (PEKKA) has developed a partnership with L’Oreal to empower FHH through hairdressing training, called Beauty for a Better Life (BFBL). Purpose: This study investigated the FHH empowerment program as a corporate social responsibility in Cianjur through the framework of partnership, support, and impact. Methods: This case study adopted a qualitative approach with seven informants. It examined FHH empowerment activities under the L’Oreal CSR program in Cianjur. Data was obtained through interviews, observations, and literature studies. Analysis techniques consisted of data collection, data reduction and presentation, and conclusion drawing. Results: Partnerships are established to open FHH access to resources and build economic independence. Support for the CSR implementation includes competent coaches, funds, curricula, products, and advocacies. The program successfully empowers the community economically, increases self-confidence, and builds motivation for self-capacity. Conclusion: The partnership overcomes the obstacles of FHHs to engage in the CSR program. L’Oreal has supported the FHH with the CSR program towards a sustainable and advanced community. The training results have a positive impact and support for empowered FHH. Implications: This study suggested enhancement of FHH access to education, employment, or other resources. Besides, strengthening self and family capacity has a significant long-term impact on improving economic and social independence. Furthermore, inter-sector collaboration is vital to support the FHH empowerment and to deliver recommended policies to improve the effectiveness of relevant programs in the future.
Pengalaman Komunikasi Penyintas Gangguan Psikomatik Akibat Ketakutan terhadap Covid-19 di Masa Pandemi Paraswati, Vellyana; Dida, Susanne; Hafiar, Hanny
Koneksi Vol. 8 No. 1 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i1.28367

Abstract

Psychosomatic symptoms can range from mental symptoms such as stress to physical symptoms such as the appearance of complaints in the body which, when checked, show no dysfunction in any part of the body. This research aims to find out and understand the communication experiences of survivors of psychosomatic disorders due to fear of COVID-19 during the pandemic This research uses a qualitative approach with phenomenological methods. The research subjects consisted of 8 (eight) informants who were carried out by snowballing. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. The results of the first research revealed that the COVID-19 pandemic was interpreted personally as causing fear and giving rise to various kinds of anxiety that had an impact on a person's physical and mental health. So, it is necessary to take preventive measures so that this virus does not spread further. On the other hand, excessive anxiety that causes physical complaints can cause a person to experience psychosomatic disorders. Psychosomatic symptoms can range from mental symptoms such as stress to physical symptoms such as the appearance of complaints in the body which, when checked, show no dysfunction in that part of the body. The psychosomatics experienced by a person can become an obstacle for a person in communicating. Someone who experiences psychosomatic disorders that are so severe that they interfere with daily activities need treatment by visiting a professional, either a psychologist or psychiatrist. The final findings that researchers obtained from the effects after therapeutic communication that was established, survivors became aware of the importance of consulting with professional staff to obtain relief so that they could return to normal activities. From the results of the research, researchers concluded that the anxiety experienced by a person can weaken their immune system, causing physical illness. When anxiety has an impact on daily activities, people need to go to professionals to get treatment so that the impact does not get worse. Gejala psikosomatik dapat berupa gejala mental seperti stress hingga menimbulkan gejala fisik seperti munculnya keluhan ditubuh yang ketika dilakukan pengecekan tidak terdapat disfungsi pada bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman komunikasi penyintas gangguan psikosomatik akibat ketakutan terhadap COVID-19 di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subyek penelitian terdiri atas 8 (delapan) orang informan yang dilakukan secara snowball. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang pertama mengungkapkan bawah pandemic COVID-19 dimaknai secara personal membuat ketakutan dan memunculkan berbagai macam kecemasan hingga berdampak pada fisik dan mental seseorang. Sehingga perlu adanya upaya pencegahan yang dilakukan agar virus ini tidak semakin menyebar. Disisi lain kecemasan yang berlebihan hingga memunculkan keluhan fisik membuat seseorang mengalami psikosomatik. Gejala psikosomatik dapat berupa gejala mental seperti stress hingga menimbulkan gejala fisik seperti munculnya keluhan ditubuh yang ketika dilakukan pengecekan tidak terdapat disfungsi pada bagian tubuh tersebut. Psikosomatik yang dialami seseorang dapat menjadi penghambat seseorang dalam berkomunikasi. Seseorang yang mengalami psikosomatik hingga yang parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari perlu melakukan pengobatan dengan mendatangi tenaga professional baik psikolog atau psikiater. Temuan terakhir yang peneliti peroleh dari efek setelah adanya komunikasi terapeutik yang terjalin penyintas menjadi sadar pentingnya berkonsultasi dengan tenaga professional untuk memperoleh kelegaan sehingga ia dapat beraktivitas kembali secara normal. Dari hasil penelitian peneliti menyimpulkan bahwa kecemasan yang dialami seseorang dapat membuat daya tahan tubuhnya melemah sehingga menyebabkan penyakit fisik. Ketika kecemasan sudah berdampak pada aktivitas sehari-hari maka masyarakat perlu mendatangi tenaga professional untuk memperoleh pengobatan sehingga dampaknya tidak semakin berat.
Analysis of the Government's Crisis Communication Strategy Discourse to Defend Covid-19 Anton Surahmat; Susanne Dida; Feliza Zubair
Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v13i1.9272

Abstract

Crisis communication is one of the most important instruments in crisis management. Unfortunately, there is a lot of criticism about how the Indonesian government implemented its crisis communication strategy during the Covid-19 pandemic season. This study aims to uncover the government's crisis communication strategy from the perspective of Van Dijk's critical discourse analysis. Based on the Situational Crisis Communication Theory (SCCT), researchers study the structure of discourse in texts consisting of macro, superstructure, and micro. There were 6 press releases from President Jokowi, Minister of Health Terawan Agus Putranto, and Spokesperson dr. Achmad Yurianto was collected using a purposive sampling method to describe the government's crisis communication strategy at the beginning of pre-crisis and crisis. The results show a significant dynamic crisis communication strategy on how the government implemented it in the pre-crisis and crisis phases. In the pre-crisis phase, they were statements from public officials especially in this case coming from President Jokowi and Minister of Health Terawan Agus Putranto. Both of these statements tend to lead to Deny and Diminish's strategy while still delivering messages in the form of Adjustments and Instructive Information so that the public remains alert and calm. However, in the crisis phase, government communication shifted towards Diminishes' statement, in the view of Justification that the crisis was actually not so terrible and bad. This is the biggest idea that emerged in the statement of President Jokowi and Spokesperson dr. Achmad Yurianto. Broadly speaking, this phase also provides a greater perspective on projections of government policy in the Covid-19 arrangement.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aang Koswara Aat R. Nugraha, Aat R. Aat Ruchiat Nugraha Agus Rahmat Aliyah, Sa'adatul Alya Zahra Tiaranisa Amelinda Vindrayani Fuad Andi Subhan Amir Anggita Sarasati Annisa Luthfiyyah Anton Surahmat Arif Rifqi Zaidan Asep Suryana Asep Suryana Centurion Chandratama Priyatna Cho, Sung Kyum Dadang Rahmat Hidayat Deddy Mulyana Diah Fatma Sjoraida Dyan Rahmiati Eko Purnomo Elnovani Lusiana Emanuel S Leuape Evi Novianti Evi Nursanti Rukmana, Evi Nursanti Fachry Abda El Rahman Fajar Syuderajat Farida Nurfalah, Farida Feliza Herison Feliza Zubair Firunika Intan Cahyani FX. Ari Agung Prastowo Gobel, Sry Ade Muhtya Hanny Hafiar Hanny Hafiar Herlina Agustin Heru Ryanto Budiana Ihsan, Nadhifa Imara Jenny Ratna Suminar Jenny Ratna Suminar Juwono Tri Atmodjo Kairupan, Natasha Helena Kautsar, Marwa Kayen, Hazrat Shah Kholidil Amin Kokom Komariah Leuape, Emanuel S Lexianingrum, Siti Rahayu Pratami Lilis Puspitasari Luthfiyyah, Annisa Lyra Vellaniza Ferbita M. Arie Desman Maryani, Eni Maulvi, Herzi Rahmatia Melinda Puspa Negara Moh Faidol Juddi Muhammad Mulyadi Pane Muslimin, Fauzy Akmal Mustaffa, Normah Mutia Anindri Mutia, Lu'lu Natasha Putri Tumakaka Negara, Melinda Puspa Nikitamara Nikitamara Nisa Eka Nastiti Nugroho Ajie Hartono Nursari, Tita Nuryah Asri Sjafirah Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Nuryanto, Iis Latifah Pane, Muhammad Mulyadi Paramitha Wydaswari Paraswati, Vellyana Pratiwi, Soraya Ratna Priyadharma, Subekti Wirabhuana Purwanti Hadisiwi Renata Anisa Retasari Dewi Retasari Dewi Retasari Dewi, Retasari Rizaldy, Dendy Shobron Rostika Yuliani RR. Ella Evrita Hestiandari Rumyeni, Rumyeni Safi, Abdul Qayoum Saleha Rodiah Sarah Isabella Silaban Setiyanti, Yanti Setyanto, Yugih Shafiq, Khatol Shafira Putri Citra Utami Siti Karlinah Soraya Ratna Pratiwi Sukarno Sung Kyum Cho Susie Perbawasari Syamsiar, Syamsiar Syauqy Lukman Tasha Suciati Amanda Putri Tika Mutia Tine Silvana Rachmawati Tine Silvana, Tine Titut Yuli Prihyugiarto Trie Damayanti Utami, Shafira Putri Citra Uud Wahyudin Willia Yusup Hardy Yanti Setianti Yanti Setiyanti