Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBINAAN NILAI PENDIDIKAN PROFETIK PADA ANAK MIGRAN INDONESIA DI SANGGAR BIMBINGAN AMPANG MALAYSIA Suwantoro, Suwantoro; Fathorrozy, Fathorrozy; Kutsiyyah, Kutsiyyah; Maghfiroh, Muliatul; Nurhayati, Sri; Sa’i, Mad
As-Sidanah Vol 8 No 1 (2026): APRIL
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/assidanah.v8i1.41-56

Abstract

This community service program aimed to strengthen the spiritual and moral awareness of Indonesian migrant children at Sanggar Bimbingan Ampang, Malaysia, through prophetic value education. The activity responded to the absence of a structured character development program, as previous value-based activities had been conducted informally. The program was implemented in a three-hour participatory session involving 25 children aged 7–12 years. The activities included value-based ice breaking, storytelling of prophetic role models, guided discussions, role play, and reflective dialogue. Evaluation was conducted through participatory observation of children’s responses during the activities. The results indicate active engagement and the emergence of early moral awareness, reflected in the children’s understanding of honesty, empathy, responsibility, and spiritual values. These findings show that participatory prophetic education can serve as an initial approach to fostering moral identity among migrant children within diaspora communities.
Implementasi Digital Fasting dalam Pembelajaran PAI Sebagai Upaya Penanaman Nilai Zuhud Ilma, Musyrifatul Fikriyah; Maghfiroh, Muliatul
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.776

Abstract

Meningkatnya penggunaan teknologi digital di kalangan siswa yang berpotensi mengurangi fokus belajar serta melemahkan nilai spiritual seperti pengendalian diri dan kesederhanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi digital fasting dalam pembelajaran PAI di MAN Sampang, mengkaji penanaman nilai zuhud, serta dampaknya terhadap perilaku dan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi digital fasting dalam pembelajaran PAI di MAN Sampang yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis efektif meningkatkan fokus belajar, partisipasi, serta pengendalian diri siswa dalam penggunaan teknologi. Penanaman nilai zuhud melalui digital fasting dalam pembelajaran PAI di MAN Sampang yang dilakukan melalui pemahaman konseptual, praktik pembatasan gadget, serta refleksi dan pembiasaan secara berkelanjutan efektif membentuk karakter siswa yang sederhana, mampu mengendalikan diri, serta memiliki kesadaran spiritual yang lebih baik. Digital fasting dalam pembelajaran PAI di MAN Sampang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan fokus belajar, pembentukan sikap disiplin, penguatan interaksi sosial, serta internalisasi nilai zuhud yang tercermin dalam perilaku sederhana dan kemampuan pengendalian diri siswa.
Implementation of the Deep Learning Approach to Improve Islamic Religious Education Learning Outcomes at SMPN 4 Pamekasan Fitriatul Laila Hasyim; Muliatul Maghfiroh
Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/community.v5i1.140

Abstract

Islamic Religious Education learning at SMPN 4 Pamekasan faces problems in the form of students' low ability to understand religious material concepts in depth and a gap between their knowledge and the application of Islamic values in everyday life. This study aims to apply the Deep Learning Approach to improve Islamic Religious Education learning outcomes at SMPN 4 Pamekasan. This study uses a qualitative approach. The subjects of the study were grade IX students of SMPN 4 Pamekasan. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. Meanwhile, data analysis used the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The Deep Learning approach is implemented through three main points, namely Mindful Learning (learning with full awareness), Meaningful Learning (meaningful learning that connects material with student experiences), and Joyful Learning (fun learning). The implementation is carried out through case studies of Islamic values, reflective discussions, analysis of moral events, and experience-based projects. The results of the study indicate that the results of the study will be filled in after the data analysis is complete. This study concludes that the Deep Learning approach is effective in improving PAl learning outcomes as a whole, not only in the cognitive domain but also in instilling Islamic values in students' daily behavior
ANALISIS VERBAL ABUSE TERHADAP PEMERAN WALID DALAM FILM BID’AH DALAM SUDUT PANDANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ainul Yaqin; Muliatul Maghfiroh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46746

Abstract

This study aims to analyze the forms of verbal abuse committed by the character Walid in the film Bid'ah and examine the psychological and social impacts it causes on the representation of the victim, viewed from the perspective of Islamic Religious Education. This study employs a qualitative content analysis approach, closely examining the dialogues, scenes, and narrative elements that depict the verbal communication practices of the character Walid in the film Bid’ah. The findings reveal that verbal abuse takes many forms, including intimidation, psychological manipulation, humiliation, the silencing of dissent, the distortion of religious language, and the normalization of symbolic violence. These patterns of behavior do not simply pass as fleeting harm; they settle into the psychological fabric of the victims, shaping a fragile sense of self marked by insecurity, lingering fear, sustained anxiety, and a quiet but persistent burden of guilt. In a broader social sense, they encourage silence, distance individuals from one another, and slowly construct an atmosphere where fear replaces openness within religious learning spaces. From the standpoint of Islamic Religious Education, Walid’s actions reveal a serious departure from the ethical discipline of communication taught in Islam, including hifz al-lisan (restraint of speech), qaulan sadidan (truthful articulation), qaulan ma’rufan (respectful expression), and qaulan layyinan (gentle delivery). Rather than aligning with the purpose of Islamic education—which is to cultivate moral integrity and inner calm—such conduct disrupts and weakens it. In this light, the study argues that language within religious education must be reclaimed as a medium for ethical formation and personal freedom, not reduced to an instrument of control or intimidation.
PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT KITAB TAHZIB AL-AKHLAQ KARYA IBNU MISKAWAIH Maghfiroh, Muliatul
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.621 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v11i2.1169

Abstract

Akhlak merupakan salah satu dasar dari konsep pendidikan Ibn Miskawaih. Dia menawarkan konsep akhlaknya dengan mendasarkan pada doktrin jalan tengah (al-wasat}). Secara umum dia mengartikannya dengan keseimbangan, moderat, harmoni, utama, mulia atau posisi tengah antara dua ekstrem. Akan tetapi ia cenderung berpendapat bahwa keutamaan akhlak secara umum diartikan sebagai posisi tengah antara ekstrem kelebihan dan ekstrem kekurangan masing-masing jiwa manusia. Ada tiga hal penting atau pokok yang dapat dipahami sebagai materi pendidikan akhlaknya, yaitu: hal-hal yang wajib bagi kebutuhan tubuh manusia, hal-hal yang wajib bagi jiwa dan hal-hal yang wajib bagi hubungannya dengan sesama manusia.  Kata kunci:  Konsep manusia, Akhlak, jiwa dan pendidikan
PENDIDIKAN INKLUSI DAN PERGURUAN TINGGI: Urgensi Penerapan Matakuliah Pendidikan Inklusi pada Semua Program Studi Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan maghfiroh, muliatul
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.776 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v13i1.1538

Abstract

Tantangan pendidikan pada era nglobalisasi ini adalah kemajemukan yang ada pada masyarakat baik pada aspek budaya, agama, sosial masyarakat, misalnya terdapat beraneka ragam karakteristik peserta didik berdasarkan perspektif jasmani dan psikologi, yaitu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Disabilitas dan ATBK (Anak Tanpa Berkebutuhan Khusus) Normal. Hal ini menuntut adanya inovasi pendidikan untuk malakukan transfer of knowledge and transfer of value pada mereka. Salah satunya adalah memberlakukan pendidikan inklusi pada setiap jenjang pendidikan. Pendidikan inklusi yang dideklarasikan dalam Konferensi Dunia tentang Pendidikan kebutuhan khusus di Salamanca, Spanyol, 1994 menghasilkan kesepakatan bersama bahwa prinsip mendasar pendidikan inklusi yaitu mengikutsertakan anak berkelainan di kelas regular bersama dengan anak-anak normal lainnya, yang berarti melibatkan seluruh peserta didik tanpa kecuali. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa dalam masyarakat terdapat keberagaman yang tidak dapat dipisahkan sebagai satu komunitas. Dan keberagaman itu justru akan menjadi kekuatan bagi kita untuk menciptakan suatu dorongan untuk saling menghargai, saling menghormati dan toleransi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode studi kasus (case study). Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa penting pemberian matakuliah pendidikan inklusif di Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan. Hasil penelitian ini: pertama matakuliah pendidikan inklusif hanya diberlakukan pada Prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) dan Prodi Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) saja. Kedua, matakuliah pendidikan inklusif sangat penting untuk diberlakukan bagi semua prodi di Jurusan Tarbiyah dikarenakan memiliki hubungan yang erat, yakni sama-sama mengarah pada tercapainya tujuan pendidikan nasional maupun tujuan pendidikan Islam. Ketiga, Dampak positif bagi mahasiswa/i yang mendapatkan matakuliah pendidikan inklusif, mereka mendapatkan tambahan pengetahuan, pengalaman, serta semakin berkembangnya sense of humanisme dalam menangani ABK. Jika matakuliah pendidikan inklusif tidak diberikan pada mahasiswa/i STAIN Pamekasan sebenarnya terdapat dua implikasi, yaitu Implikasi positif dan Implikasi negatif.Peneliti merekomendasikan beberapa hal yaitu: pertama, pemberian matakuliah pendidikan inklusif di semua prodi Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan. Kedua, untuk matakuliah praktek mengajar hendaknya mahasiswa/i juga diajari cara mengajar di  kelas inklusif dan SLB. Ketiga, Semoga STAIN Pamekasan mempunyai Lembaga pusat disabilitas sehingga menjadi Pionir PTKIN pertama di Pulau Madura yang mempunyai lembaga pengkajian disabilitas.  Kata kunci: Pendidikan, Inklusif, Program Studi, Jurusan Tarbiyah