p-Index From 2021 - 2026
9.701
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL IQRA´ Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan al-Afkar, Journal For Islamic Studies Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI Saliha : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Jurnal Pendidikan Islam AL-ILMI LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Perdikan: Journal of Community Engagement ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Pendidikan Madrasah Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan, dan Hukum Islam Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan KIDDO: Jurnal pendidikan Islam Anak Usia Dini Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Journal of Instructional and Development Researches As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Journal of Educational Sciences Tepis Wiring : Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Gunung Djati Conference Series Action Research Journal Indonesia (ARJI) Kartika: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Jurnal Pendidikan Islam Taruna Law SANISKALA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal of Education Partner Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research International Journal of Post-Axial: Futuristic Teaching and Learning Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Collaborative Cognitive Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan dan Hukum Islam Journal of Education and Contemporery Linguistics At Turots: Jurnal Pendidikan Islam MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah
Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Asuh Orang Tua danPerkembangan Moral Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Al-Ghazali Jl. Raya Nyalaran Kelurahan Kolpajung Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan) Jamiatul, Jamiatul; Maghfiroh, Muliatul; Astuti, Ria
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.2973

Abstract

Pembahasan yang mendasar saat ini orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga yang bertanggung jawab terhadap perkembangan moral anak usia dini. Ada tiga fokus yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana pola asuh yang di terapkan orang tua terhadap perkembangan anak, 2) Bagaimana perkembangan moral AUD, 3) Bagaimana cara pola asuh orang tua dalam meningkatkan perkembangan moral AUD di TK Al-Ghazali Kolpajung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informannya adalah orang tua dan guru. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui ketekunan peneliti dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pola asuh yang di terapkan orang tua terhadap perkembangan anak adalah memantau setiap perilaku anak supaya tidak menyimpang dari perilaku yang baik. Perilaku  orang tua ketika menerapkan pendidikan moral di rumah kepada anak. Langkah orang tua dalam menanamkan moral yang baik pada anak. Kedua, perkembangan moral AUD adalah guru telah menerapkan pembelajaran moral kepada anak di kelas. Orang tua berpartisipasi dalam perkembangan moral anak di rumah. Kepala sekolah melakukan pendekatan dan melakukan pembelajaran moral langsung pada anak serta perilaku yang baik yang harus dilakukan anak. Guru memepertegas dalam masalah moral anak yang dihadapi di dalam kelas. Ketiga, cara pola asuh orang tua dalam meningkatkan perkembangan moral AUD di TK Al-Ghazali Kolpajung diantaranya adalah sebagai berikut: Orang tua melakukan kolaborasi dengan guru dalam meningkatkan moral anak ketika di rumah maupun di sekolah. Orang tua melakukan perilaku yang baik kepada anak supaya di contoh oleh anak. Orang tua menghindari anak dari perkataan kotor yang di sebabkan oleh pengaruh lingkungan baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan di rumah.
FUNGSI PENDIDIKAN TERHADAP MANUSIA PERSPEKTIF FILSAFAT Mad Sa'i; Muliatul Maghfiroh
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i1.9134

Abstract

Manusia merupakan makhluk yang paling unik, sehingga sangat menarik untuk dikaji. Disadari ataupun tidak kita seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mendasar seperti “apakah tujuan hidup kita?.” Pertanyaan ini biasanya disebut dengan pertanyaan eksistensial. Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa cara yang dapat ditempuh baik melalui dogma-dogma agama yang tertuang dalam teks-teks suci keagamaan maupun melalui metode ilmiah atau sains atau kita melakukan penalaran filsafatis. Bila kita mencari jawabannya melalui dogma-dogma agama maka jalan ini tidak akan membawa pada kepuasan intelektual karena Religions way of knowledge yang seringkali tidak menggunakan argumentasi yang kritis di samping dominannya klaim kebenaran (truth claim) apalagi bila kita dihadapkan dengan pluralitas paham keagamaan, maka hal ini akan membawa kita kepada kebingungan. Sedangkan jika kita melalui jalan sains maka jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang positivistik, alih-alih mengungkapkan sisi kemanusiaan kita yang dinamis malah yang terjadi adalah gambaran manusia yang operasionalistik-mekanistik dan ini akan mereduksi kompleksitas dimensi keberadaan manusia. Untuk mengantisipasi kedua hal di atas maka kita dapat menggunakan penalaran filsafatis, karena filsafat dapat mengatasi cara berpikir dogmatik dari agama dan cara berpikir positivistik dari sains, dengan tidak menafikan fungsi dari agama dan sains.
Pola Asuh Orang Tua danPerkembangan Moral Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Al-Ghazali Jl. Raya Nyalaran Kelurahan Kolpajung Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan) Jamiatul Jamiatul; Muliatul Maghfiroh; Ria Astuti
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.2973

Abstract

Pembahasan yang mendasar saat ini orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga yang bertanggung jawab terhadap perkembangan moral anak usia dini. Ada tiga fokus yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana pola asuh yang di terapkan orang tua terhadap perkembangan anak, 2) Bagaimana perkembangan moral AUD, 3) Bagaimana cara pola asuh orang tua dalam meningkatkan perkembangan moral AUD di TK Al-Ghazali Kolpajung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informannya adalah orang tua dan guru. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan melalui ketekunan peneliti dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pola asuh yang di terapkan orang tua terhadap perkembangan anak adalah memantau setiap perilaku anak supaya tidak menyimpang dari perilaku yang baik. Perilaku  orang tua ketika menerapkan pendidikan moral di rumah kepada anak. Langkah orang tua dalam menanamkan moral yang baik pada anak. Kedua, perkembangan moral AUD adalah guru telah menerapkan pembelajaran moral kepada anak di kelas. Orang tua berpartisipasi dalam perkembangan moral anak di rumah. Kepala sekolah melakukan pendekatan dan melakukan pembelajaran moral langsung pada anak serta perilaku yang baik yang harus dilakukan anak. Guru memepertegas dalam masalah moral anak yang dihadapi di dalam kelas. Ketiga, cara pola asuh orang tua dalam meningkatkan perkembangan moral AUD di TK Al-Ghazali Kolpajung diantaranya adalah sebagai berikut: Orang tua melakukan kolaborasi dengan guru dalam meningkatkan moral anak ketika di rumah maupun di sekolah. Orang tua melakukan perilaku yang baik kepada anak supaya di contoh oleh anak. Orang tua menghindari anak dari perkataan kotor yang di sebabkan oleh pengaruh lingkungan baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan di rumah.
Peningkatan Strategi dan Metode Pembelajaran Guru PAI dalam Era Revolusi industri 4.0 Muliatul Maghfirah; Sri Nurhayati
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v2i1.3402

Abstract

The globalization becomes the reason of this theme. This is the flow that cannot be banned to enter Indonesia. The modern development of technology and the starting of the industrial revolution era 4.0 which stressed the digital economy, artificial intelligence, big data, and the robotic system cannot be stopped anymore. Facing this challenge, the teaching and learning activities in school are forced to change, including forming qualified teachers for our future. As we know that a teacher has a big role in education, he is both a facilitator and a guide. These roles give a teacher a bigger responsibility not only to transfer knowledge but also to value teaching. He also needs to facilitate the students to be ready to face the industrial era by giving intensive guidance. Therefore, as teachers, we need to be more creative, selective, and active to accommodate all students’ needs and be more sensitive to the students’ psychological condition. A teacher is not only needed to be good in managing the class but also having good teaching skills, empowering learning sources, understanding students’ emotions, and others. In this program, the facilitator will strengthen the teacher’s skill in using various and updated methods so that it can be made as a reference for teachers of PAI in the high school level.(Pemilihan tema tersebut bermula dari arus globalisasi yang sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, dan robotic. Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di sekolah pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan guru berkualitas bagi generasi masa depan. Mengingat posisi pendidik yang sangat signifikan sebagai fasilitator dan pembimbing, maka dari sini sesungguhnya pendidik memiliki tugas yang lebih berat tidak hanya memegang fungsi transfer pengetahuan akan tetapi pendidik juga harus mampu menfasilitasi siswa dalam mengembangkan dirinya disertai dengan bimbingan yang intensif. Oleh karena itu pendidik dituntut untuk lebih kreatif, selektif, dan proaktif dalam mengakomodir kebutuhan siswa guru juga lebih peka terhadap karakteristik maupun psikis siswa. Guru bukan hanya dituntut untuk bisa menguasai teknik pengelolahan kelas, keterampilan, mengajar, pemanfaatan sumber belajar, penguasaan emosional siswa, penguasaan kondisi kelas dan sebagainya. Dalam pengabdian masyarakat ini akan dimantapkan penerapan metode pengajaran yang lebih bervariasi dan terkini sehingga bisa menjadi bahan referensi kepada guru- guru PAI tingkat sekolah menengah pertama dalam mengajar).
Penerapan Model Blended Learning Dalam Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Nurul Laily; Muliatul Maghfiroh
Gunung Djati Conference Series Vol. 10 (2022): Islamic Religions Education Conference (IRECON) Series 1
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.519 KB)

Abstract

The blended learning model is a combined model between offline learning and online learning. Many educators choose to use the blended learning learning model as an effort to improve student understanding, especially in the subject of expertise in the Islamic Religious Education Study Program, Tarbiyah Faculty, IAIN Madura. The purpose of this study, first, is to find out the application of the blended learning model for expertise courses in Islamic Studies Study Program. Second, to analyze the increase in student understanding of skills courses at the Islamic Religious Education Study Program, Tarbiyah Faculty IAIN Madura The research method used in this study is a qualitative research method with a descriptive type of research, in which researchers will compare the level of students' understanding of e-learning-based learning conducted during the Covid-19 pandemic with blended learning. The data sources of this research are the Chair of the PAI Study Program, Lecturers who teach expertise in PAI and students. Based on the results of the study, it shows that First, the application of blended learning is carried out in two events, namely if the number in the class is less than 20 students, the blended process is offline at intervals -alternating with implementing Health Protocols. The second way is if there are more than 20 students in one class, then the first week of odd absences are included, the second week of even absent absences are offline. Second, the use of blended learning learning models can improve student understanding of the Islamic religious education study program IAIN Madura, from using e-learning based learning models (online) due to the pandemic and switching to using blended learning models to make students more interested in learning and further improve student understanding especially in the subject of expertise.
Transisi Kurikulum 2013 Menjadi Kurikulum Merdeka: Peran dan Tantangan dalam Lembaga Pendidikan Nurul Qomariyah; Muliatul Maghfiroh
Gunung Djati Conference Series Vol. 10 (2022): Islamic Religions Education Conference (IRECON) Series 1
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.535 KB)

Abstract

Education after the COVID-19 pandemic in Indonesia must experience recovery and be able to overcome the learning crisis by improving the quality of education. The Ministry of Education, Culture, Research and Technology (Kemendikbudristek) announces the relevant strategies for the restoration of education and its implications for the future. The government is preparing a transition from 2013 Curriculum simplification to an Independent curriculum. The purpose of this study is to first analyze the transition to the free learning curriculum as a new form of innovation in the recovery of education after the COVID-19 pandemic. Second, the role and challenges of educational institutions in applying the independent learning curriculum. The research method and approach used is library research. The results of this study indicate that first, the simplification of the 2013 curriculum into an independent curriculum can mitigate the learning loss experienced by the 2013 curriculum during the pandemic. This has strengthened the minister of education, Nadiem Makarim, in changing the design and strategy of a more comprehensive curriculum, namely the 2013 curriculum, followed by the emergency curriculum and then the independent curriculum. Second, the role of educational institutions is given full freedom of curriculum options to be implemented. In the next two years, the curriculum transition will be carried out in stages until it reaches the 2024 National curriculum with a three-year gap for schools to adapt to an independent curriculum. Meanwhile, the challenge for educational institutions is to implement an independent curriculum through systematic and gradual changes to transform education as the main goal of achieving an independent learning curriculum.
Education And Training Model Strengthening Religious Moderation (Case Study At Medan Religious Training Center) Siti Hawa Lubis; Purnomo Purnomo; Anan Nisoh; Muliatul Maghfiroh; Anri Naldi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5368

Abstract

The challenges of religious moderation are the strengthening of exclusive religious views, attitudes, and behaviors, the high rate of religiously motivated violence, intolerance, the development of religious spirit that is not in harmony with the love of nation and state. The aim is to analyze how the education and training model strengthens religious moderation at the Medan Religious Training Center. This research method is qualitative with a case study approach. The results of the study found an educational model through four pillars of  learning, learning to know, learning to do, learning to  be, learning to live together. The education and training model for strengthening religious moderation in 2014-2019 is a substance model that finds a lot of debate and rejection, so that since 2019 until now the methodological model for combating religious moderation as a solution to solve the problems that occur. It was concluded that strengthening religious moderation in Indonesia is a challenge to the maturity of a multicultural nation. The education and training model must be updet to the times so that the challenges of religious moderation can be solved such as the methodology training model as a solution to solve problems in the aspect of religious moderation.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM BUKU DETONATOR KEBAIKAN KARYA DEWA EKA PRAYOGA Moh Hafid Effendy; Nur Imamah; Mad Sa'i; Muliatul Maghfiroh
Journal of Education Partner Vol. 2 No. 2 (2023): MEMACU PRESTASI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN MEMAKSIMALKAN PERAN KOMITE
Publisher : Dewan Pendidikan Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the manifestation of religious character education values ​​in the book Detonator of Kindness by Dewa Eka Prayoga, describe the meaning of the values ​​of religious character education in the book Detonator of Kindness by Dewa Eka Prayoga, describe the relevance of religious character education values ​​in the book Detonator of Kindness the work of Dewa Eka Prayoga with contemporary life. The approach used in this research is a qualitative research approach that is descriptive and analytical. This research is a type of library research. The data source used is the book Detonator of Kindness by Dewa Eka Prayoga, published by KMO Indonesia, Cirebon city in 2020. Data analysis uses content analysis or content study. The results of the research show that 1) There are forms of religious character education values ​​in the book Detonator of Kindness by Dewa Eka Prayoga, a) forms of life in the real world and, b) forms of life in the virtual world. 2) The meaning of the values ​​of religious character education in the book detonator of goodness by Dewa Eka Prayoga, namely: a) life in the real world is meaningful, praying for people, alms of wealth, taking lessons from an event, helping in goodness, learning religious knowledge, waqf Al-Qur'an, spread greetings to fellow Muslims, volunteer teachers, let go of debts, compete in goodness, be patient and grateful b) life in cyberspace is meaningful, share knowledge on social media, help on social media, and preach with social media.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP INKLUSIF GALUH HANDAYANI SURABAYA Sa'i, Mad; Maghfiroh, Muliatul
Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2020): Maret
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/rjpai.v1i1.3018

Abstract

Abstrak During these curriculum development has been widely discussed at the regular school level, starting from the lowest level to the top. But many of them include inclusive schools that have not been studied in curriculum development. Especially related to Islamic Education (PAI) subjects at Inclusive Middle School level. This situation will greatly affect the education system at that level starting from Educators, students, stakeholders and the community. Therefore the development of the Islamic Religious Education curriculum in Galuh Handayani Inclusive Middle School can be used as an example of a curriculum development model for the sake of advancing education in Indonesia Selama ini pengembangan kurikulum banyak dibicarakan di tataran sekolah regular mulai jenjang yang paling bawah hingga keatas. Namun banyak diantaranya sekolah inklusif yang belum diteliti pengembangan kurikulumnya. Apalagi berkaitan dengan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP Inklusif. Situasi ini akan sangat mempengaruhi sistem pendidikan ditingkat tersebut mulai Pendidik, peserta didik, stakeholder dan masyarakat. Oleh sebab itu pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMP Inklusif Galuh Handayani bisa dijadikan contoh model pengembangan kurikulum untuk kepentingan kemajuan pendidikan di Indonesia
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN PBL (PROJECT BASED LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SDN PANDAN KECAMATAN GALIS PAMEKASAN Hunain, Ishaq; Maghfiroh, Muliatul; Qomariyah, Nurul; Fahmi, Ach. Syafiq
Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Maret
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/rjpai.v4i1.8219

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mencoba menelusuri implementasi metode pembelajaran berbasis PjBL dalam mata pelajaran PAI yang dilaksanakan oleh SDN Pandan Kec. Galis Pamekasan dengan 2 fokus penelitian. Pertama, Pelaksanaan pembelajaran berbasis PjBL , Kedua, Dampaknya bagi siswa dengan adanya pembelajaran berbasis project. Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis PjBL dilakukan dengan berdasar pada tingkatan kelas. Dampak yang diperoleh siswa dengan program PjBL yakni terciptanya siswa yang mandiri, aktif, kreatif dan terciptanya kondisi kelas menjadi lebih menyenangkan dengan faktor yang mendukung didalamnya.
Co-Authors Abd Mannan Abd Rahim abdulwahab Achmad Maulidi Aini, Innani Khofifah Qurrotu Ainul Yaqin Ainur Rofiq, Roisul Ibad Akh Ubaidillah Anam, Achmad Syaroful Anan Nisoh Anri Naldi Astuti, Ria Buna’i Choirul Mahfud Darajaatul Uula Dina Syafira Dwi Faradila, Afifah Dwiki Darmawan Eva Iryani, Eva Fadila, Nurul Fahmi, Ach. Syafiq Fathorrozy Fathorrozy Fatihatul Qori’ah Fina Azizah fina rahmatika Fitriatul Laila Hasyim Haerudin Haerudin Hanan Hunain, Ishaq Iksan Irani, Tri Cahya Ishaq Hunain ISNAENI, NUR Izatul Mufida Jaini Jaini, Jaini Jamiatul Jamiatul Jamiatul, Jamiatul Jamilah Jamilah Jamiluddin Usman Kartika Eka Wulandari Kholivia Agustin Ningsih Kiftiyah, Khafidatul Kutsiyyah Kutsiyyah Kutsiyyah Kutsiyyah Kutsiyyah Laili Nur Rohmah Luluk Dewi Purwati M. Athiq Romadloni M. Yunus Abu Bakar Mad Sa'i Mannan, Abd Masdar Hilmy Masruroh MASRUROH Masti Yanto Masti Yanto Mastiyanto Mastiyanto Maulana, Mohammad Fiki Maulina, Putri Meylila Putri Mauliyanti Milla Ardiah Izzati, Milla Moh. Afifuddin Moh. Elman Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Moh. Musyfiq Sulaiman Mohamad Aso Samsudin Muhammad Dani Edi Irwan Muhammad Sobran Jamil Imamuddin Muhammad Turhan Yani Musyaffa’ Rafiqie Musyrifatul Fikriyah Ilma Nailatur Rizqiyah Nailatur Rizqiyah Nasrulloh Nasrulloh Nisoh, Anan Nor Hasan Norilhabibi Novem Sri Wahyuni Nur Afifah Khurin Maknin Nur Fadhilah, Mutik Nur Imamah Nur Zaini, Nur Nur, Nur Rahmawati Nurhaliza, Indriyani Nurhayati, Sri Nurul Indriana Nurul Laily Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Pudyas Tataquna Raniya Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Putra , Safril Aditia Qonita Alfiya Khoirunnisa Rasidi Rasidi Ria Astuti Rina Paramita Riskiyah, Zakiatur Riza Hamid Rizqiyah, Nailatur Sa'i, Mad Saiful Arif Saiful Arif Saiful Arif Samsul Arifin Sa’i, Mad Siswanto Siswanto Siti Hawa Lubis sofiatun jannah Sri Nurhayati Suwantoro Suwantoro Suwantoro Suwantoro Suwantoro Suwantoro Suwantoro Suwantoro Syaiful Anam syaiful hukama' Syaifurrahman Nabawi Taqwim, Ibnan Ahsanut Tri Cahya Irani Umi Sumbulah Uswatun Hasanah Wardatul Basyra Wardatul Basyra Wildan Humaidi Yanto, Masti Yunia Nabila Aziziy Yunia Nabila Aziziy zahrina amelya Zainal Abidin, Sy. Moh. Ali Zainol Hasan Zainol Hasan Zainol Hasan Zakiatur Riskiyah Zakki Fuad