Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sains dan Matematika

PROFI L HORMON ESTROGEN INDUK IKAN LELE (CLARIAS SP.) YANG DIINDUKSI LASERPUNKTUR SETELAH PEMBERIAN PAKAN DENGAN BERBAGAI KADAR PROTEIN Hariani, Dyah
Sains & Matematika Vol 3, No 1 (2014): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi laserpunktur berkekuatan rendah di titik reproduksi induk lele betina dapat memacu produksi hormon gonadotropin (GtH). GtH-I berperan dalam proses steroidogenesis normal untuk memproduksi estrogen. Untuk mendukung produksi estrogen dibutuhkan nutrisi induk yang cukup terutama protein. Namun profi l hormon estrogen yang dihasilkan dari berbagai kadar protein pakan induk dan induksi laserpunktur belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk menguji peningkatan kadar estrogen lele yang diberi pakan dengan berbagai kadar protein dan induksi dengan laserpunktur. Penelitian faktorial ini terdiri atas faktor I: induksi laserpunktur dan tanpa induksi laserpunktur dan faktor II: kadar protein pakan (30, 35 dan 40%) dengan rancangan penelitian rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Induksi dengan laserpunktur dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Ikan uji sebanyak 172 ekor induk lele betina matang gonad pertama kali memijah dengan bobot badan 900-1500 gram dengan umur sekitar 1-1,5 tahun. Darah diambil dari empat ekor induk/perlakuan pada minggu ke-0, ke-2 hingga minggu ke-8, dan selanjutnya diuji menggunakan metode ELISA. Analisis data kadar estrogen dengan Anava menggunakan program SPSS Software versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan induksi laserpunktur dan pemberian berbagai kadar protein pakan induk lele meningkatkan kadar estrogen (P < 0,000). Induksi laserpunktur dan pemberian pakan dengan kadar protein 40% pada minggu ke-3 menghasilkan kadar hormon estrogen tertinggi. Induction of laserpuncture Helium-Neon a low powered at the point of reproductive broodstock cafi sh can stimulate the production of gonadotropin hormone (GtH I). GtH-I plays a role in normal steroidogenesis process for producing estrogen. To support the production of estrogen needed suffi cient broodstock nutrients, especially protein. However, the profi le of estrogen producted from various dietary broodstock protein levels and induction laserpuncture broodstockis unknown.The purpose of this study was to examine the increase in estrogen hormone level catfi sh dietary with different levels of protein and induced by laserpuncture. The factorial experimental consisted of factor I: induction of laserpuncture and without laserpuncture and factor II: dietary protein levels (30, 35 and 40%) conducted based on randomized completely block design with four replications. Induction of laserpuncture was done once a week for eight weeks. The tested fi shes consisted of 172 were mature gonad female catfi sh fi rstly spawning with 900-1500 g body weight to about 1-1.5 years old. The estrogen hormone level in the blood samples taken on 0, 2nd up to 8th week were analyzed by using ELISA method. The levels of estrogen were analyzed by ANOVA using SPSS Software version 17.0. The results showed that laserpuncture induction and dietaring protein levels of catfi sh broodstock can increase the estrogen hormone levels (P < 0,000). Induction of laserpuncture and dietaring protein level of 40% at week 3 revealed the highest levels of the estrogen.
Profi l Hormon Estrogen Induk Ikan Lele (Clarias sp.) yang Diinduksi Laserpunktur Setelah Pemberian Pakan dengan Berbagai Kadar Protein Hariani, Dyah
Sains & Matematika Vol 3, No 1 (2014): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi laserpunktur berkekuatan rendah di titik reproduksi induk lele betina dapat memacu produksi hormon gonadotropin (GtH). GtH-I berperan dalam proses steroidogenesis normal untuk memproduksi estrogen. Untuk mendukung produksi estrogen dibutuhkan nutrisi induk yang cukup terutama protein. Namun profi l hormon estrogen yang dihasilkan dari berbagai kadar protein pakan induk dan induksi laserpunktur belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk menguji peningkatan kadar estrogen lele yang diberi pakan dengan berbagai kadar protein dan induksi dengan laserpunktur. Penelitian faktorial ini terdiri atas faktor I: induksi laserpunktur dan tanpa induksi laserpunktur dan faktor II: kadar protein pakan (30, 35 dan 40%) dengan rancangan penelitian rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Induksi dengan laserpunktur dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Ikan uji sebanyak 172 ekor induk lele betina matang gonad pertama kali memijah dengan bobot badan 900-1500 gram dengan umur sekitar 1-1,5 tahun. Darah diambil dari empat ekor induk/perlakuan pada minggu ke-0, ke-2 hingga minggu ke-8, dan selanjutnya diuji menggunakan metode ELISA. Analisis data kadar estrogen dengan Anava menggunakan program SPSS Software versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan induksi laserpunktur dan pemberian berbagai kadar protein pakan induk lele meningkatkan kadar estrogen (P < 0,000). Induksi laserpunktur dan pemberian pakan dengan kadar protein 40% pada minggu ke-3 menghasilkan kadar hormon estrogen tertinggi. Induction of laserpuncture Helium-Neon a low powered at the point of reproductive broodstock cafi sh can stimulate the production of gonadotropin hormone (GtH I). GtH-I plays a role in normal steroidogenesis process for producing estrogen. To support the production of estrogen needed suffi cient broodstock nutrients, especially protein. However, the profi le of estrogen producted from various dietary broodstock protein levels and induction laserpuncture broodstockis unknown.The purpose of this study was to examine the increase in estrogen hormone level catfi sh dietary with different levels of protein and induced by laserpuncture. The factorial experimental consisted of factor I: induction of laserpuncture and without laserpuncture and factor II: dietary protein levels (30, 35 and 40%) conducted based on randomized completely block design with four replications. Induction of laserpuncture was done once a week for eight weeks. The tested fi shes consisted of 172 were mature gonad female catfi sh fi rstly spawning with 900-1500 g body weight to about 1-1.5 years old. The estrogen hormone level in the blood samples taken on 0, 2nd up to 8th week were analyzed by using ELISA method. The levels of estrogen were analyzed by ANOVA using SPSS Software version 17.0. The results showed that laserpuncture induction and dietaring protein levels of catfi sh broodstock can increase the estrogen hormone levels (P < 0,000). Induction of laserpuncture and dietaring protein level of 40% at week 3 revealed the highest levels of the estrogen.
Profi l Hormon Estrogen Induk Ikan Lele (Clarias sp.) yang Diinduksi Laserpunktur Setelah Pemberian Pakan dengan Berbagai Kadar Protein Dyah Hariani
Sains dan Matematika Vol. 3 No. 1 (2014): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi laserpunktur berkekuatan rendah di titik reproduksi induk lele betina dapat memacu produksi hormon gonadotropin (GtH). GtH-I berperan dalam proses steroidogenesis normal untuk memproduksi estrogen. Untuk mendukung produksi estrogen dibutuhkan nutrisi induk yang cukup terutama protein. Namun profi l hormon estrogen yang dihasilkan dari berbagai kadar protein pakan induk dan induksi laserpunktur belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk menguji peningkatan kadar estrogen lele yang diberi pakan dengan berbagai kadar protein dan induksi dengan laserpunktur. Penelitian faktorial ini terdiri atas faktor I: induksi laserpunktur dan tanpa induksi laserpunktur dan faktor II: kadar protein pakan (30, 35 dan 40%) dengan rancangan penelitian rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Induksi dengan laserpunktur dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu. Ikan uji sebanyak 172 ekor induk lele betina matang gonad pertama kali memijah dengan bobot badan 900-1500 gram dengan umur sekitar 1-1,5 tahun. Darah diambil dari empat ekor induk/perlakuan pada minggu ke-0, ke-2 hingga minggu ke-8, dan selanjutnya diuji menggunakan metode ELISA. Analisis data kadar estrogen dengan Anava menggunakan program SPSS Software versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan induksi laserpunktur dan pemberian berbagai kadar protein pakan induk lele meningkatkan kadar estrogen (P < 0,000). Induksi laserpunktur dan pemberian pakan dengan kadar protein 40% pada minggu ke-3 menghasilkan kadar hormon estrogen tertinggi. Induction of laserpuncture Helium-Neon a low powered at the point of reproductive broodstock cafi sh can stimulate the production of gonadotropin hormone (GtH I). GtH-I plays a role in normal steroidogenesis process for producing estrogen. To support the production of estrogen needed suffi cient broodstock nutrients, especially protein. However, the profi le of estrogen producted from various dietary broodstock protein levels and induction laserpuncture broodstockis unknown.The purpose of this study was to examine the increase in estrogen hormone level catfi sh dietary with different levels of protein and induced by laserpuncture. The factorial experimental consisted of factor I: induction of laserpuncture and without laserpuncture and factor II: dietary protein levels (30, 35 and 40%) conducted based on randomized completely block design with four replications. Induction of laserpuncture was done once a week for eight weeks. The tested fi shes consisted of 172 were mature gonad female catfi sh fi rstly spawning with 900-1500 g body weight to about 1-1.5 years old. The estrogen hormone level in the blood samples taken on 0, 2nd up to 8th week were analyzed by using ELISA method. The levels of estrogen were analyzed by ANOVA using SPSS Software version 17.0. The results showed that laserpuncture induction and dietaring protein levels of catfi sh broodstock can increase the estrogen hormone levels (P < 0,000). Induction of laserpuncture and dietaring protein level of 40% at week 3 revealed the highest levels of the estrogen.
Pemberian Dosis Fermentor dalam Pakan terhadap Keberhasilan Budi Daya Ikan Lele (Clarias sp.) Fatkur Rochman Hidayat; Dyah Hariani
Sains dan Matematika Vol. 6 No. 2 (2018): April, Sains & Matematika
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan budi daya lele (Clarias sp.) dapat dipengaruhi oleh pemberian pakan yang baik. Penggunaan pakan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh ikan lele bila kualitas dan kuantitas pakannya baik. Meningkatkan daya cerna pakan diperlukan teknologi pakan, antara lain pemberian fermentor dalam pakan, guna dapat meningkatkan absorbsi pakan sehingga benih ikan pertumbuhannya cepat dan dapat meningkatkan efisiensi pakan dengan indikator rasio konversi pakan. Fermentor merupakan produk yang berisi biakan Lactobacillus casei dan Saccharomyces sp. serta media pertumbuhan yang terdiri dari bekatul, susu sapi, molase, buah nanas, temulawak, jahe merah, kunyit putih dan air kelapa. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dosis terbaik fermentor dalam memacu pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas dosis fermentor (0, 2, 4, 6, 8 dan 10) ml/kg pakan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian ini dilakukan selama 42 hari. Data yang didapatkan berupa laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio konversi pakan (FCR), dan kelangsungan hidup (SR) ikan lele, dianalisis menggunakan uji Anava. Berdasarkan hasil uji Anava pemberian dosis fermentor berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan dan rasio konversi pakan ikan lele (P<0,05), namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan hidup ikan lele (P>0,05). Pemberian dosis terbaik fermentor dalam pakan dihasilkan oleh perlakuan F (10 ml/kg pakan) terhadap SGR dan FCR, serta nilai SR yang tergolong tinggi yaitu 95%.
Co-Authors , Augustin Rina Herawati ?Aini, Nurul Abid Irfan Nuhaa Adithya Adam Permana Aditya Bryan Darmasaputra Afit Yuniarti Afrizal Afrizal Akhmad Taufiq Mukti Aloysius Rengga Alya Fajriyati Ananda Anggy Pamelia Andriani, Vivin Aninda Diah Maharani Utami Anis, Mohhamad Yunus Ari Subowo Arif Yachya Aufarul Marom Augustin Rina Herawati Br Peranginangin, Fitri Anggi Bramantyo Suryo Nugroho Cahyani, Meyfita Esti Choirunnisak, Ita Eliza Devira Nabila Yumanda Dewi Rostyaningsih Diah Karunia Binawati Dierla Vietha Tryuni Saputrie Dimas Arfan Fesdyanda Dio Baskoro Dwi Hutomo Divani, Nadia Ulfa Dwi Okta Nugroho Dwi Ratih Chaeroti Dyah Lituhayu Eko Putri Septyani Endang Larasati Endang Larasati Endang Larasati Setianingsih, Endang Larasati Erlix Rachmad Purnama Erlix Rakhmad Purnama Eva Anggi Ariyani Farizka Yunia Ulfa, Farizka Yunia Fatkur Rochman Hidayat Feladina, Nuka gustini, Maria A Hadi Dewanto Hafidz Malik Zulkarnaen, Syifa Hanifiya Samha Wardhani Hanum Tiastanti Hardi Warsono Hartanto, Wahyu Tri Hartuti Purnaweni Herawati, Augustin Rina Herawaty Manurung Herbasuki Nurcahyanto Heri Cahyono Hesti Lestari Hesti Lestari Hilda Happy Ekaryn Iis Nurlaela Illahi, Nurul Rusydina Illene Virgina Yasinta Imam Wahyudi Indah Noviyanti Sugiharto Inka Putri Nur Indras Wari Irvan Indriyan Ita Eliza Choirunnisak Juwitaningrum, Nanda Kartika Khaleyla, Firas Kharina Andita Mulyawarman KIKI WULANDARI Kurniawati, Yusfita Larasati Setianingsih, Endang Lia Nur Amalia Lilis Suminar Maesaroh Maesaroh Maesaroh Maesaroh Maria Mega Ayu Novrilia Marlina Puryanti Marsha Ayunita Irawati Maulana Mufis Mughron, Maulana Mufis Maulani, Lazulfah Nadhifatul Maulida Adypurnawati Mei Kuswandari MOHAMAD FADJAR Mohamad Fadjar Mohhamad Yunus Anis Mutiara Latifa Ashari Nike Triana Nina Widowati Nina Widowati Nindita Ria Noviana Nona Fitriana Nuka Feladina Nur Anindya Syamsudi Nur Aqidah Nur Ducha Nur Ducha Nur Ducha Nur Kuswanti Nur Kuswanti Nur Rifa Aprilia Nurul Rusydina Illahi Pradipta, Rizky Prastyaningtias, Sisca Desi Pungky Slamet W. K Pungky Slamet Wisnu Kusuma Pungky Slamet Wisnu Kusuma Pungky Slamet Wisnu Kusuma Pungky Slamet Wisnu Kusuma Pungky SWK Purity Sabila Ajiningrum Purnama, Erlix Rachmad Purnama, Tarsan Putri Aryawati Widya Budi Raharjo Raharjo Raharjo, Raharjo Rahmawati, Lia Atma Rakhmad Purnama, Erlix Rasyid Abdillah Ratri Mardikowati Renna Rachmadyaningrum Restyani Ayu Putri Rianto Wicaksono, Ade Bagus Ridhayanti Annisa Puspa Rifai, Mochammad Yoga Rifka Ayu Layyinah Rihandoyo Rihandoyo Rina Herawati, Augustin Rinie Pratiwi Puspitawati Rizqiyah, Nur Mazidah Rosa Pevitanada Sari, Putri Mayang Sarwo Edi Sarwo Edi, Sarwo Sella Safriana Geby Sentot Darmodjo Septi Anjani Putri Dwika Sheila Rachmita Amelia, Sheila Rachmita Sindy Fitria Utami, Sindy Fitria Siregar, Yolanda Fricillia Siti Nabilla Hanum Siti Nur Aisyah Slamet Santoso Slamet Wisnu Kusuma, Pungky Stefanus Sonny Prasetyo Suciningati Suciningati Sukarjati Susi Sulandari Susi Sulandari Susie Amilah Syamsudi, Nur Anindya Tarsan Purnama TARZAN PURNOMO Tarzan Purnomo TATANG SOPANDI Tatang Sopandi Theodora Ratih Rachmawati, Theodora Ratih Tias Vela Erdina Titik Djumiarti Tri Yanti Nur Irson Sitorus Tri Yanti Nur Irson Sitorus Tri Yuniningsih Trimulyono, Guntur Wardhani, Hanifiya Samha Yekti Aisyah Yulistia Akni Zainal Hidayat Zulfirman Siregar