Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kandungan Oksida Logam Zeolit Alam Sulawesi Selatan Teraktivasi Asam Klorida Suriati Eka Putri; Sumiati Side
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat92153842020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan oksida logam pada zeolit alam sebelum di aktivasi dan setelah diaktivasi. Aktivator yang digunakan adalah asam klorida 6 M. Analisis kandungan oksida logam dilakukan menggunakan instrument X-Ray Fluoresence (XRF). Hasil yang diperoleh menunjukkan, terjadinya penurunan kadar pengotor setelah zeolit teraktivasi asam. Kandungan Al2O3; SiO2; K2O dan CaO sebelum aktivasi berturut-turut adalah 2.15%; 86.34%; 4.32%; dan 2.54% adapun setelah aktivasi berturut-turut adalah 2.11%; 86.40%; 4.56%; dan 2.78%. Kandungan oksida logam lainnya (impuritis) pada umumnya mengalami penurunan kadar setelah zeolit teraktivasi.Kata kunci: oksida logam, zeolit, aktivasi asam         This study aims to determine the metal oxide content of natural zeolite before being activated and after being activated. The activator used was hydrochloric acid6 M. Analysis of metal oxide content was carried out using the X-Ray Fluoresence (XRF) instrument. The results showed that there was a decrease in impurity levels after the zeolite was activated by acid. The content of Al2O3; SiO2; K2O and CaObefore activation were 2.15%; 86.34%; 4.32%; and 2.54% respectively, while after activation were 2.11%; 86.40%; 4.56%; and 2.78%respectively. The content of other metal oxides (impurity) generally decreases in levels after the zeolite is activated.Keywords: Metal oxide, zeolite, acid activated
Pengaruh Penambahan PVA terhadap Ukuran Nanopartikel Perak Hasil Sintesis Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dewi Rahmadani; Sumiati Side; Suriati Eka Putri
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.593 KB) | DOI: 10.35580/sainsmat91141862020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan Polivinil Alkohol (PVA) terhadap ukuran nanopartikel perak hasil sintesis menggunakan bioreduktor ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.). Nanopartikel perak dibuat melalui metode bioreduksi, larutan bioreduktor dicampur dengan prekursor AgNO3, tanpa penambahan PVA dan dengan penambahan PVA dengan variasi konsentrasi yang berbeda yaitu 1%; 1,5%; 2%; dan 2,5%. Berdasarkan hasil analisis gugus fungsi ekstrak daun sirsak menggunakan spektrofotometer FT-IR (Fourier Transform Infrared), menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 3443 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus –OH. Proses pembentukan nanopartikel perak dilihat dengan mengamati serapan UV-Vis. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai absorbansi meningkat dengan meningkatnya waktu kontak. Proses pembentukan nanopartikel diamati menggunakan Spektrofotometer UV-Vis melalui serapan UV-Vis. Hasil pengukuran serapan maksimun dari sampel hasil sintesis masing-masing konsentrasi menunjukkan λmax 503.0; 463.1; 436.0; 476.1; 503.1 nm selama dua hari dengan variasi konsentrasi PVA berturut-turut tanpa PVA 1%; 1,5%; 2%; dan 2,5%. Ukuran nanopartikel perak ditentukan menggunakan XRD (X-Ray Diffraction), distribusi rata-rata ukuran nanopartikel perak dengan tanpa penambahan PVA yaitu 30,80-50,25 nm dan kisaran ukuran terkecil nanopartikel perak yaitu 9,90-10,20 nm dengan penambahan PVA 1,5%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan PVA mempengaruhi ukuran nanopartikel perak. Hal ini terjadi karena stabilisator berperan untuk mengontrol ukuran nanopartikel perak.Kata Kunci:  Annona muricata Linn, PVA, reduksi, nanopartikel perak This study aims to determine the effect of adding Polyvinyl Alcohol (PVA) to the size of silver nanoparticle synthesized using bioreductor soursop leaf extract (Annona muricata L.). Silver nanoparticle made through method bioreduction, bioreductor solution was mixed with AgNO3 precursor, without addition of PVA and with the addition of PVA. That the variant of concentrations is 1%; 1.5%; 2%; and 2.5%. Based on the analysis of functional groups of soursop leaf extract using a spectrophotometer FT-IR (Fourier Transform Infrared), showed absorption at wave number 3443 cm-1 which indicate a -OH group.The process of formation of silver nanoparticles seen by UV-Vis absorption. The measurement results shows that the absorbance value increased with increasing contact time. The maximum absorbance measurement result of the samples synthesized each concentration showed λmax 503.0; 463.1; 436.0; 476.1; 503.1 nm for two days with various concentrations without PVA, 1%, 1.5%, 2%, and 2.5%. The size of silver nanoparticle were determined using XRD (X-Ray Diffraction), the average size distribution of silver nanoparticle without the addition of PVA is 30.80-50.25 nm and the smallest size range is 9.90-10.20 nm silver nanoparticle with addition PVA 1.5%. Based on research that has been done, it can concluded that addition of PVA have the effect to the size of silver nanoparticle. The stabilizer acts to control the size of silver nanoparticle.Keywords: Annona muricata Linn, PVA, reduction, silver nanoparticle.
Pengaruh Pemberian Kuis diakhir Pertemuan pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X MAN LAPPARIAJA (Studi pada Materi Pokok Ikatan Kimia) Nursafitri Nursafitri; Alimin Alimin; Suriati Eka Putri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.806 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v20i1.13622

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kuis pada akhir pertemuan pada model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN Lappariaja. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran Numbered Heads Together dengan memberikan kuis di akhir pertemuan dan tanpa pemberian kuis pada akhir pertemuan pada model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together serta variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa pada materi pokok ikatan kimia. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MAN Lappariaja yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah siswa 390 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X7 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 30 orang dan kelas X9 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 30 orang. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok ikatan kimia berupa post-test yang dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis statistika inferensial diperoleh thitung (2.73) > ttabel (1.67) pada ???? ═ 0,05. Disimpulkan bahwa pemberian kuis di akhir pertemuan pada pembelajaran model kooperatif tipe Numbered Heads Together berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN Lappariaja pada materi pokok ikatan kimia. Kata kunci: Kuis, Numbered Heads Together, Hasil Belajar Siswa, Ikatan Kimia ABSTRACT The research was a quasi-experimental that aimed to know the effect of Quiz Presentation at the last session of Numbered Heads Together of Learning cooperative toward Students’ Achievement of Class X MAN Lappariaja. The independent variable in this research were Numbered Heads Together learning with Quiz Presentation at the last session and without quiz of Numbered Heads Together of Learning cooperative, the dependent variable was student’s achievement on Chemical Bonding subject matter. The population was class X MAN Lappariaja consisted class 10 with number of 390 students. The sample of this research consisted of two classes, namely class X7 as an experiment class with 30 students and class X9 as a control class with 30 students. The data of the research were gathered by testing the students’ achievement on chemical bonding subject matter for post-test which were analysed by using t-test. Results of inferential statistical analysis were tcalculate (2.73) higher than ttable (1.67) on α ═0.05. Conclude that presenting quiz at the end of the meeting on cooperative Learning Numbered Heads Together gives effected to toward student’s achievement of class X MAN Lappariaja on Chemical Bonding subject matter. Keywords: Quiz, Numbered Heads Together, Student achievement, Chemical bonding
Pengaruh Katalis Asam Klorida dan Media Natrium Klorida Terhadap Sintetik Polieugenol dari Minyak Cengkeh (Syzygium aromaticum) Dipo Ade Putra Iskandar; Mohammad Wijaya; Suriati Eka Putri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.263 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v17i2.4683

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan katalis asam klorida (HCl) terhadap sintetik polieugenol, bagaimana pengaruh penggunaan media NaCl terhadap sintetik polieugenol, serta kelarutan polieugenol dalam beberapa pelarut murni. Polieugenol yang akan disintesis berasal dari minyak cengkeh (Syzigium aromaticum) yang diperoleh dari kabupaten Soppeng. Tahapan penelitian ini terdiri dari (1) isolasi minyak atsiri dari bunga cengkeh dengan metode ekstraksi kontinu dan water distillation, (2) ekstraksi eugenol dari minyak atsiri bunga cengkeh yang dikarakterisasi dengan penentuan rendemen, analisis GC-MS, serta analisis dengan spektrofotometer inframerah (IR), dan (3) polimerisasi eugenol dengan katalis asam klorida yang dikarakterisasi dengan penentuan kelarutan, rendemen, serta analisis spektrofotometer IR. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rendemen terbesar hasil polimerisasi diperoleh pada perbandingan mol HCl dan eugenol 1 : 2, yaitu 87,21 % pada polimerisasi eugenol dengan media NaCl dan 86,56 % pada polimerisasi eugenol tanpa media. Selain itu diketahui pula bahwa polimerisasi eugenol dengan menggunakan media NaCl tidak terjadi dengan sempurna, dikarenakan proses adisi pada tahap inisiasi terganggu karena ikutnya media tersebut bereaksi yang dibuktikan oleh masih terdapatnya serapan khas gugus C=C pada bilangan gelombang 1606,70 - 1637,56 cm-1, sehingga lebih baik melakukan polimerisasi eugenol tanpa menggunakan media.Kata Kunci : Polieugenol, Bunga Cengkeh, Eugenol, HCl, Polimerisasi, dan SintetikABSTRACTThe aim of this research was to know about the influence of chloride acid (HCl) addition as a catalyst toward the polyeugenol synthesis, about the influence of sodium chloride (NaCl) medium usage toward polyeugenol synthesis, and about the solubility of polyeugenol in some pure solvents. The polyeugenol was made from clove oil which obtained from Soppeng regency. This research consists of several stages, i.e (1) the isolation of essential oil from clove’s flower using continuous extraction method and water distillation, (2) the extraction of eugenol from clove’s oil which characterized with yield determination, GC-MS analysis, and infrared (IR) spectrophotometer analysis, and (3) polymerization of eugenol using chloride acid which characterized with solubility determination, yield determination, and IR spectrophotometer analysis. The result of this reaserch showed that the largest yield was obtained from ratio of mol HCl and eugenol as 1 : 2, was 87,21 % on polymerization of eugenol with NaCl medium and 86,56 % on polymerization of eugenol without using medium. Also note that polymerization of eugenol with using NaCl medium was unsuccessful, due to the addition process on inisiation step was disturbed, because the medium joined in the reaction that proved by typical C=C absorption on 1606,70 – 1637,56 cm-1, so would be better to polymerize eugenol without using medium.Keywords : Polyeugenol, Cloves, Eugenol, HCl, Polymerization, and Synthesis
Pengaruh pH terhadap Massa Kristal Tunggal Kalsium Tartrat Tetrahidrat (CaTT) dari Limbah Cangkang Telur Ayam dengan Metode Gel Metasilikat Angriyani Ahmad; Suriati Eka Putri; Muhammad Syahrir
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 22, No 2 (2021): Chemica
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.36 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v22i2.26205

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pH awal gel terhadap massa kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat dari cangkang telur ayam dengan metode gel metasilikat. Serbuk cangkang telur ayam yang telah dikalsinasi memiliki kandungan CaO sebesar 99,53%. Serbuk CaO dari cangkang telur ayam yang direaksikan dengan asam klorida (HCl) 1,5 M menghasilkan kalsium klorida (CaCl2). Kalsium klorida selanjutnya digunakan sebagai larutan supernatan dalam sintesis kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat (CaTT). Natrium silikat (Na2SiO3) yang direaksikan dengan asam tartrat (C4H6O6) membentuk gel metasilikat dengan variasi pH awal gel (pH 3,50; 4,00; 4,50; 5,00 dan 5,50). Supernatan CaCl2 berdifusi ke dalam gel dan membentuk kristal CaTT berwarna kuning bening yang tidak larut dalam akuades. pH awal gel berpengaruh pada massa kristal CaTT dimana pada pH rendah 3,50 dan 4,00 menghasilkan kristal dengan massa rata-rata 0,1722 g dan 0,2191 g, pada pH 4,50 sebesar 0,3003 g dan pada pH 5,00 dan 5,50 massa kristal yang dihasilkan berturut turut yaitu 0,2289 g dan 0,2116 g. Karakterisasi kristal hasil sintesis menggunakan XRD membuktikan bahwa kristal hasil sintesis adalah kristal CaTT tunggal dengan sistem kristal ortorombik.Kata kunci: Cangkang telur ayam, gel metasilikat, kalsium tartrat tetrahidrat ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the initial pH of the gel on the single crystal mass of calcium tartrate tetrahydrate from chicken egg shell using the metasilicate gel method. The calcined chicken egg shell powder has a CaO content of 99.53%. CaO powder from chicken egg shells reacted with 1.5 M hydrochloric acid (HCl) produced calcium chloride (CaCl2). Calcium chloride is then used as a supernatant solution in the synthesis of single crystals of calcium tartrate tetrahydrate (CaTT). Sodium silicate (Na2SiO3) reacted with tartaric acid (C4H6O6) formed a metasilicate gel with a variation of the initial pH of the gel (pH 3.50; 4.00; 4.50; 5.00 and 5.50). The CaCl2 supernatant diffuses into the gel and forms clear yellow CaTT crystals which are insoluble in distilled water. The initial pH of the gel affected the crystal mass of CaTT where at low pH 3,50 and 4,00 produced crystals with an average mass of  0,1722 g and 0,2191 g, at pH 4,50 of 0,3003 g and at pH 5,00 and  5,50 crystal masses produced were 0,2289 g and 0,2116 g, respectively. Characterization of crystals synthesized using XRD proves that the synthesized crystals are single CaTT crystals with orthorhombic crystal systems.Keywords: Chicken egg shell, metasilicate gel, calcium tartrate tetrahydrate
Penentuan pH Optimum Gel Metasilikat Sekam Padi sebagai Media Tumbuh Kristal Tunggal Kalsium Tartrat Tetrahidrat (CaC4H4O6.4H2O) Suriati Eka Putri; Hasri Hasri; Ramdani Ramdani; Yunanda Yunanda
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Chemica
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.919 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v22i1.21734

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH optimum sintesis gel metasilikat sekam padi sebagai media tumbuh kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat (CaTT). Tahapan penelitian ini meliputi preparasi sampel, pembentukan gel metasilikat, sintesis kristal CaTT dan karakterisasi gel metasilikat. Abu sekam padi yang digunakan mengandung SiO2 sebesar 98,45% berpotensi untuk membentuk filtrat natrium silikat (Na2SiO3). Filtrat natrium silikat direaksikan dengan asam tartrat (C4H6O6) menghasilkan gel metasilikat pada pH 5,00; 5,25; 5,50; 5,75 dan 6,00. Supernatan kalsium klorida (CaCl­2) berdifusi ke dalam gel membentuk kristal CaTT berwarna putih jernih sebanyak 0,2649 g pada pH optimum 5,25. Analisis gugus fungsi gel metasilikat menggunakan spektroskopi FTIR memberikan serapan yang khas untuk gugus fungsi –OH pada 3400,05 cm-1 dan 920,05 cm-1, gugus fungsi C=O pada 1622,13 cm-1 dan C-O pada 1346,31 cm-1, serta gugus Si-O-Si pada 1064,71 cm-1. Karakterisasi gel metasilikat menggunakan XRD mengindikasikan bahwa struktur gel metasilikat hasil sintesis tersusun atas garam Na2C4H4O6.2H2O, senyawa SiO2 dan     C-grafit. Berdasarkan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan karakterisasi menggunakan XRD, dapat disimpulkan bahwa sekam padi berpotensi untuk dijadikan gel metasilikat sebagai media tumbuh kristal tunggal CaTT.Kata kunci: Sekam padi, Natrium Silikat, Gel metasilikat, Kalsium tartrat tetrahidrat 
Pengaruh Perbandingan monomer AM dan Crosslinker MBAM pada Pembuatan Keramik Berpori Secara Gelcasting Dengan Bahan Dasar Lumpur Lapindo Suriati Eka Putri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.27 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.791

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan keramik berpori secara gelcasting dengan bahan dasar Lumpur Lapindo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode gelcasting dapat digunakan untuk membuat keramik berpori dengan bahan dasar lumpur Lapindo dengan mengkaji pengaruh perbandingan monomer AM dan crosslinker MBAM. Keramik berpori dengan bahan dasar Lumpur Lapindo (clay A) dibandingkan dengan clay yang pada umumnya digunakan dalam proses pembuatan keramik (clay B).Bahan dasar clay A yang digunakan diekstraksi terlebih dahulu menggunakan akuades. Adonan keramik terdiri dari 3 jenis yaitu keramik mentah gelcasted bahan dasar clay A, keramik bahan dasar clay B, dan keramik dengan variasi perbandingan AM:MBAM bahan dasar clay A. Serbuk keramik dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam larutan premix yang berisi campuran AM dan MBAM, kemudian dihomogenkan dan ditambahkan inisiator APS dan katalis TEMED. Setelah itu adonan dimasukkan ke dalam cetakan dan dikeringkan di udara bebas kemudian disintering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode gelcasting dapat digunakan dalam pembuatan keramik berpori dengan bahan dasar lumpur Lapindo, namun menghasilkan badan keramik yang retak. Warna keramik yang dihasilkan merah kecoklatan sedangkan clay B berwarna kuning kecoklatan. Kata kunci: keramik berpori, gelcasting, lumpur Lapindo ABSTRACT The research on synthesis of porous ceramic by gelcasting method using Lapindo mud as raw material has been done. The aim of this research was to determine whether gelcasting method can be used to make porous ceramics using Lapindo Mud as raw material reviewing the influence of monomer and crosslinker ratio AM:MBAM. Porous ceramic using Lapindo mud (clay A) compared with the clay that generally used in the manufacture of ceramics (clay B). The clay A raw material is extracted with aquadest. The ceramic dough consist of clay A gelcasted ceramic, clay B ceramic, and clay A ceramic with AM:MBAM variation. Powder ceramic is dispersed dropwise into premix solution containing the AM and MBAM mixture, homogenized and inserted with APS initiator and TEMED catalyst. The dough is then molded, dried and sintering. The results showed that gelcasting method can be used on synthesis of porous ceramic using Lapindo mud as raw material but produces a cracked ceramic body. The resulting ceramic color brownish red while clay B brownish yellow. Keywords: porous ceramic , gelcasting , Lapindo mud
Penentuan pH Optimum Gel Metasilikat Sekam Padi sebagai Media Tumbuh Kristal Tunggal Kalsium Tartrat Tetrahidrat (CaC4H4O6.4H2O) Yunanda FR; Suriati Eka Putri; Hasri Hasri; Ramdani Ramdani
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.709 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v20i2.13640

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH optimum sintesis gel metasilikat sekam padi sebagai media tumbuh kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat (CaTT). Tahapan penelitian ini meliputi preparasi sampel, pembentukan gel metasilikat, sintesis kristal CaTT dan karakterisasi gel metasilikat. Abu sekam padi yang digunakan mengandung SiO2 sebesar 98,45% berpotensi untuk membentuk filtrat natrium silikat (Na2SiO3). Filtrat natrium silikat direaksikan dengan asam tartrat (C4H6O6) menghasilkan gel metasilikat pada pH 5,00; 5,25; 5,50; 5,75 dan 6,00. Supernatan kalsium klorida (CaCl¬2) berdifusi ke dalam gel membentuk kristal CaTT berwarna putih jernih sebanyak 0,2649 g pada pH optimum 5,25. Analisis gugus fungsi gel metasilikat menggunakan spektroskopi FTIR memberikan serapan yang khas untuk gugus fungsi –OH pada 3400,05 cm-1 dan 920,05 cm-1, gugus fungsi C=O pada 1622,13 cm-1 dan C-O pada 1346,31 cm-1, serta gugus Si-O-Si pada 1064,71 cm-1. Karakterisasi gel metasilikat menggunakan XRD mengindikasikan bahwa struktur gel metasilikat hasil sintesis tersusun atas garam Na2C4H4O6.2H2O, senyawa SiO2 dan C-grafit. Berdasarkan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan karakterisasi menggunakan XRD, dapat disimpulkan bahwa sekam padi berpotensi untuk dijadikan gel metasilikat sebagai media tumbuh kristal tunggal CaTT. Kata kunci: Sekam padi, Natrium Silikat, Gel metasilikat, Kalsium tartrat tetrahidrat ABSTRACT The aims of this study was to determine the optimum pH of metasilicate gel rice husk as medium to grow single crystal of calcium tartrate tetrahydrate (CaC4H4O6.4H2O). This research was carried out inseveral stage namely sample preparation, metasilicate gel synthesis, crystal CaTT synthesis, and metasilicate gel characterization. Rice husk ash that used content SiO2 of 98.45 %, it was potential to be a sodium silicate filtrate. Filtrate of sodium silicate was reacted with tartrat acid (C4H6O6) and produce metasilicate gel with pH 5,00; 5,25; 5,50; 5,75 and 6,00. The supernatant of calcium chloride (CaCl¬2) diffuse into the gel and formed the clear white crystal CaTT as much as 0,2649 g at the optimum pH 5,25. Analysis of functional groups of metasilicate gel by FTIR provides the specific absorption of –OH group at 3400.05 cm-1 and 920.05 cm-1, C=O group at 1622.13 cm-1 and C-O group at 1346.31 cm-1, and the Si-O-Si group at 1064.71 cm-1. Characterization of gel metasilicate by XRD indicated that metasilicate gel produced formed on Na2C4H4O6.2H2O, compound of SiO2 and C-Grafit. Based on the analysis of functional groups by FTIR and characterization by XRD, it was concluded that the rice husk was potentially to be a sources of metasilicate gel as medium to grow single crystal of CaTT. Keywords: Rice Husk, Sodium Silicate, Gel metasilicate, Calcium tartrate tetrahydrate
Analisis Kandungan Mineral dalam Tanah Liat Alam Sulawesi Selatan sebagai Bahan Dasar Sintesis Keramik Suriati Eka Putri; Diana Eka Pratiwi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.65 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i1.4668

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral dalam tanah liat alam Sulawesi Selatan sebagai bahan dasar keramik yang dilakukan menggunakan XRF. Prinsip dasarnya adalah interaksi antara material dengan sinar X pada instrument. Hasil penlitian menunjukkan bahwa kandungan terbesar dalam tanah liat adalah silika dan besi oksida. Hal ini menunjukkan bahwa tanah liat alam Sulawesi Selatan dapat digunakan sebagai bahan dasar sintesis keramik.Kata kunci: Keramik, Pori, GelcastingABSTRACTThis study aims to determine the mineral content in the natural clay of South Sulawesi as a ceramic base material that is done using XRF. The basic principle is the interaction between material with X-rays on the instrument. The results showed that the largest content in clay was silica and iron oxide. This shows that the natural clay of South Sulawesi can be used as the basic material of ceramic synthesis.Keywords: Ceramics, Pores, Gelcasting
Pengaruh Perbandingan Monomer dan Crosslinker terhadap Karakter Pori Keramik Berpori Gelcasting Porous Ceramic Matrix Lapindo Mud Suriati Eka Putri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.873 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i2.5890

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan monomer dan crosslinker terhadap karakter pori keramik berpori gelcasting dengan matriks lumpur lapindo. Prinsip dasar metode gelcasting adalah polimerisasi in situ. Monomer yang digunakan akrilamid (AM) dan crosslinker metilenbiskrilamid (MBAM). Polimer yang terbentuk bertindak sebagai template pori pada saat sintering. Pada penelitian ini dikaji perbandingan AM:MBAM sebesar 6:1; 12:1; 18:1; 24:1. Diameter pori diukur  menggunakan metode bubble point. Pori yang dihasilkan sebesar 0,33 μm hingga 2,02 μm.Kata kunci: Lumpur Lapindo, Keramik, Pori, Gelcasting ABSTRACTThis study aims to determination the influence of ratio monomer and crosslinker toward pore character of gelcasted ceramic matrix Lapindo mud. The principle gelcasting method is polymerization insitu. Monomer used was acrylamide (AM) and crosslinker methylenbisacrylamide (MBAM). Polymer act as pore template while sintering process. This research study ratio AM:MBAM of 6:1; 12:1; 18:1; 24:1. Pore diameter was measured by bubble point method. The range of pore was 0,33 μm until 2,02 μm.Keywords: Lapindo Mud, Ceramics, Pores, Gelcasting
Co-Authors A. Irma Suryani Abd Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman Abdul Karim Abdul Rahman Achmad Fudhail Ahmad Fudhail  Majid Ahyar Ahmad Alimin Alimin Alimin Alimin Alimin Andi Erwin Eka Putra Andi Indra Wulan Sari Ramadani Angriyani Ahmad Anita Anita Arfah, Rugaiyah Andi Astri Wiyani GM Astriana Dewi Aulia, Mega Putri Bunyamin, Andi Bulqiah Nur daya, Nurhidaya Dewi Rahmadani Dewiyanti Fadly Diana Eka Pratiwi Diana Eka Pratiwi Diana Eka Pratiwi Diana Eka Pratiwi Dipo Ade Putra Iskandar Ganing, Melani Hapzi Ali Hardin hardin hardin Harningsih Karim Hartati Hartati Hartati, Hartati Hasnah Natsir Hasri Hasri Hasri Hasri Hasri Umas Ilyas, Nita Magfirah Ilyas, Nita Maghfirah Irfandi, Rizal Isna Sejati Sam Juintan Pratiwi Jusniar Magfirah Ilyas, Nita Marlina Ummas Genisa Maryono Maryono Maryono, Maryono Maryono Mazaya, Maulida Miftahul Jannah Mohammad WIJAYA Mohammad wijaya Mohammad Wijaya Muhammad Danial Muhammad Iskandar Musa Muhammad Iskandar Musa Muhammad Syahrir Muhammad Taufiq Munawwarah Munawwarah Munawwarah, Munawwarah Mutahharah Hasyim, Mutahharah Negara, Satria Putra Jaya Netti Herawati Nilasari, Nilasari Nita Magfirah Ilyas Nita Magfirah Ilyas Nur Riska Nurfadilah Adam Nursafitri Nursafitri Paulina Taba Pince Salempa Rachmat Triandi Tjahjanto Rahim, Mega Putri Aulia Ramadani, Ananda Ramdani Ramdani Ramdani Ramdani Ria, Tiara Anugrah Riksfardini Annisa ERMAWAR Rini Perdana Rismawati Rismawati Rosmala Rauf Sarlan, Sarlan SITI HALIMAH LAREKENG, SITI HALIMAH Sitti Faika Sri Diana Sudding Suleman, Annisa Inayah Sumiati Side Sumiati Side Sumiati Side Sumiati Side Syafaatullah, Achmad Qodim Syamsidah Wijaya, Khalida Yunanda FR Yunanda Yunanda Zakinah, Ilmiati Zubair, Sakinah