Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Minyak Kelapa dengan Metode Fermentasi menggunakan Mesin Pemeras Santan untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Pembuat Minyak Kelapa Kelurahan Walennae Kecamatan Sabbangparu Sumiati Side; Suriati Eka Putri; Muhammad Iskandar Musa
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.187 KB)

Abstract

Abstrak. Harga komoditas minyak goreng terus mengalami kenaikan secara signifikan pada akhir tahun 2021 lalu. Memasuki tahun 2022, harga minyak goreng masih belum juga mengalami penurunan, bahkan sangat langka untuk ditemukan di pasaran. Minyak goreng yang umum dipakai di Indonesia untuk proses penggorengan adalah minyak kelapa sawit. Namun ada minyak nabati lain yang bisa dipakai, seperti minyak kelapa. Kelapa merupakan buah tropis yang banyak tumbuh di kepulauan Indonesia, salah satunya adalah di Sulawesi Selatan. Salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan dengan penghasil kelapa terbesar adalah Kabupaten Wajo. Permasalahan langkanya minyak goreng dapat diatasi dengan memanfaatkan sumber daya alam kelapa yang ada. Di Kelurahan Walennae Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo telah memiliki kelompok pembuat minyak kelapa, beranggotakan masyarakat setempat yang mengelola hasil kebun kelapa menjadi minyak kelapa. Jumlah minyak kelapa yang dapat dihasilkan per hari hanya sekitar 10 liter. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, salah satu hambatan kurangnya jumlah produksi minyak kelapa adalah karena membutuhkan banyak tenaga pada proses pemerasan santan dan saat proses pemanasan membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan demikian dibutuhkan sentuhan IPTEK untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan mengenai pembuatan minyak kelapa dengan metode fermentasi dan pemanfaatan teknologi mesin pemeras santan. Kegiatan ini disambut baik oleh warga yang ditunjukkan dengan meningkatnya pemahaman dan pengetahuan mengenai proses pembuatan minyak kelapa dengan metode fermentasi.Keywords: Minyak kelapa, fermentasi, pemeras santan
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Crescentia cujete L terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans Hartati Hartati; Irma Suryani; Suriati Eka Putri; Mutahharah Hasyim
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.072 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antimikroba ekstrak daun Crescentia cujete L terhadap Staphylococcua aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Metode maserasi telah digunakan untuk mengekstrak daun C.cujete L dengan menggunakan dua pelarut yaitu etanol 70% dan etil asetat. Hasil ekstrak selanjutnya dilakukan uji aktivitas antimikroba. Hasil ekstrak etanol daun C. cujete L diperoleh rendemen yang lebih yaitu 28,5% dibandingkan dengan ekstrak etil asetat 4,4%. Ekstrak daun C.cujete L memiliki aktivitas antimikroba karena dapat menghambat pertumbuhan S.aureus, E.coli dan C.albicans pada konsentrasi 10%. Kata kunci: Antimikroba, Crescentia cujete L, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans
Pengaruh Konsentrasi Pati Singkong terhadap Kadar Besi(III)Oksida yang Terimpregnasi dalam Keramik Berpori Suriati Eka Putri; Diana Eka Pratiwi; Nita Magfirah Ilyas
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.542 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pati singkong yang bertindak sebagai binder terhadap kadar Fe2O3 yang terimpregnasi ke dalam keramik berpori. Sintesis keramik berpori yang digunakan adalah metode gelcasting menggunakan clay alam sebagai matriks dan pati singkong sebagai binder. Keramik berpori yang dihasilkan selanjutnya diaplikasikan sebagai penyangga katalis Fe2O3 yang diimpregnasi dengan metode coating sol-gel. Konsentrasi pati singkong yang digunakan adalah 2%, 4%, 6%, dan 8%. Analisis kandungan Fe2O3 pada keramik berpori menggunakan XRD dan dianalisis menggunakan Rietvield Refinement, adapun rata-rata ukuran kristal menggunakan persamaan Debye-Scherrer. Hasil yang diperoleh menunjukkan kadar katalis Fe2O3 terbanyak terdapat pada keramik berpori dengan konsentrasi pati singkong 4% sebanyak 20,9%, adapun rata-rata ukuran kristal terkecil terjadi pada konsentrasi pati singkong 6% yaitu sebesar 22,15 nm. Dengan demikian konsentrasi pati singkong berpengaruh terhadap jumlah katalis Fe2O3 yang terimpregnasi ke dalam keramik berpori. Kata Kunci: pati singkong, katalis Fe2O3, XRD
Pengaruh PVA terhadap kestabilan nanopartikel tembaga dari CuSO4 menggunakan bioreduktor kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis) Suriati Eka Putri; Achmad Fudhail; Rosmala Rauf
Seminar Nasional LP2M UNM Prosiding Edisi 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.04 KB)

Abstract

Has been done a research about synthesis of copper nanoparticles using CuSO4 and bioreductor of extract Hylocereus costaricensis skin. The aim of this study was to determine the influence of PVA towards the stability of copper nanoparticles. Copper nanoparticles are made through a reduction method. The bioreductor solution and precursor are mixed with volume variations 1: 1, 1: 2, 1: 3, and 1: 4. Copper nanoparticles that are. The highest chemical content of copper nanoparticles is Cu of 82.29%. The presence of fixed PVA affects the stability of naoparticles where without the addition of PVA copper nanoparticles form an aggregate and become unstable.
Pengaruh Konsentrasi Supernatan terhadap Ukuran Kristal Tunggal Kalsium TartratTetrahidrat pada Media Tumbuh Gel Metasilikat Sekam Padi Ramdani Ramdani; Suriati Eka Putri; Hardin Hardin
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.36 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi supernatan kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat (CaTT) pada media tumbuh gel metasilikat sekam padi. Tahapan penelitian ini meliputi preparasi gel metasilikat, sintesis kristal CaTT dan karakterisasi. Abu sekam padi yang digunakan mengandung SiO2 sebesar 98,45% berpotensi untuk membentuk filtrat natrium silikat (Na2SiO3). Filtrat natrium silikat direaksikan dengan asam tartrat (C4H6O6) hingga menghasilkan gel metasilikat pH 5,25. Supernatan kalsium klorida (CaCl2) yang digunakan dengan variasi konsentrasi sebesar 0,25; 0,50; 0,75; 1,00; 1,25 M. Supernatan berdifusi ke dalam gel membentuk kristal CaTT berwarna putih jernih sebanyak 0,6335 g dengan ukuran 5 x 16,5 mm pada konsentrasi optimum 1,25 M
Perbedaan aktivitas antimikroba dari ekstrak etanol dan etil asetat daun kopi (Coffea canephora) Hartati Hartati; Suriati Eka Putri
Seminar Nasional LP2M UNM Prosiding Edisi 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.974 KB)

Abstract

Coffee leaves have been widely used traditionally as herbal medicines by the community. Coffee leaves contain active compounds that are efficacious for treating various types of diseases. Some research results show that coffee has antibacterial activity because of the presence of various active compounds such as flavonoids, phenols, alkaloids and saponins. The use of coffee leaves is still low and research is rare compared to seeds. So it is very important to study coffee leaves more deeply. Extraction of the content of the active compound in the coffee leaf besides being influenced by the extract process or method is also strongly influenced by the type of solvent used. In this study 2 different types of solvents will be used, namely 70% ethanol as polar solvents and ethyl acetate solvents as non-polar solvents. Polar solvents will retract / attract polar compounds while non- polar solvents will dissolve non-polar compounds. In this study, the maceration method will be used in the extraction process using 70% ethanol and ethyl acetate. The results showed that coffee ethanol extract had high antibacterial activity and antifungal activity compared to coffee ethyl acetate extract.
Analysis of the Chemical Content of Virgin Coconut Oil (VCO) with Raw Material of Coconut From Walennae Village, Sabbangparu District, Sengkang Regency Side, Sumiati; Putri, Suriati Eka; Musa, Muhammad Iskandar
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v9i1.46010

Abstract

Coconut (Cocos nucifera L.) is a plant that provides many benefits to the rural economy. The part of coconut that has many benefits is the flesh of the fruit which can be taken from the coconut milk to make pure coconut oil which is commonly called Virgin Coconut Oil (VCO). In this study, the manufacture of VCO with the basic ingredients of old coconut from Walennae Village, Sabbangparu District, Sengkang Regency was carried out. This study aims to determine the characteristics of VCO in the form of peroxide number, Free Fatty Acid (FFA) number, and air content. The results showed the physical properties of the VCO produced, including the physical appearance of oil with a clear color, a distinctive aroma of oil, and no rancid smell. The results of the analysis of the chemical properties of the resulting VCO have a peroxidevalue of 1.5835 mg ek/kg; FFA number is 0.08% and water content is 0.18%.
Pengaruh Aktivasi Terhadap Morfologi Karbon Aktif Dari Kulit Kacang Tanah Side, Sumiati; Pratiwi, Diana Eka; Ilyas, Nita Magfirah; Rahim, Mega Putri Aulia; Putri, Suriati Eka
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijfs.v9i2.54397

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses aktivasi terhadap karakteristik karbon aktif dari kulit kacang tanah. Penelitian ini terdiri dari tahapan preparasi sampel, tahapan karbonisasi karbon, aktivasi karbon, dan karakterisasi menggunkaan Scanning Electron Microscope (SEM). Aktivator yang digunakan pada penelitian ini adalah H3PO4 dan ZnCl2. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan morfologi permukaan karbon sebelum dan setelah aktivasi. Morfologi permukaan karbon dari kulit kacang tanah menunjukkan adanya pori setelah dilakukan proses aktivasi. Jumlah pori yang banyak dihasilkan dengan menggunakan aktivator H3PO4 sedangkan pori dengan penampakan pori yang lebih kecil dihasilkan dengan menggunakan aktivator ZnCl2
PKM Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Metode Fermentasi Pada Kelompok Pembuat Minyak Kelapa Kelurahan Walennae Kecamatan Sabbangparu Side, Sumiati; Putri, Suriati Eka; Pratiwi, Diana Eka; Musa, Muhammad Iskandar
PENGABDI PENGABDI: VOL. 4, NO.1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v4i1.46360

Abstract

Abstrak. Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang dibuat tanpa melalui tahapan pemanasan. VCO memiliki kandungan asam lemak rantai sedang atau medium chain fatty acids (MCFA) yang mudah terurai di dalam tubuh. Selain itu, VCO juga mempunyai kandungan antioksidan sehingga dapat dikonsumsi langsung untuk kesehatan masyarakat. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan VCO dengan metode fermentasi menggunakan ragi roti pada Kelompok Pembuat Minyak Kelapa Kelurahan Walennae Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara anggota kelompok (mitra) belum mengetahui mengenai produk VCO. Dengan demikian, kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi pengenalan VCO yang dilanjutkan dengan diskusi dan praktek pembuatan VCO dengan metode fermentasi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan mitra sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena merupakan pengetahuan baru dan dapat membantu meningkatkan pendapatan mitra karena harga jual VCO yang dikenal cukup mahal. Dengan pengetahuan mengenai cara pembuatan VCO dengan metode fermentasi, maka mitra mempunyai alternatif produk yang dapat diproduksi dan dipasarkan selain minyak kelapa. Kata Kunci: Minyak kelapa, fermentasi, VCO
Pemanfaatan Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes) sebagai Penghambat Korosi pada Baja Karbon Rendah dalam Larutan HCl 1% Riska, Nur; Putri, Suriati Eka; Sulfikar, Sulfikar
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 25, No 1 (2024): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v25i1.27697

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan penghambat korosi ekstrak daun eceng gondok (Eichornia crassipes) terhadap laju korosi baja karbon rendah dalam media HCl 1% dan efisiensi inhibisinya. Ekstrak daun eceng gondok ditambahkan ke dalam larutan korosif HCl 1% untuk memperlambat proses oksidasi Fe dengan variasi konsentrasi 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan 2000 ppm dan direndam selama 2 hari, 4 hari, 6 hari 8 hari dan 10 hari. Ekstrak eceng gondok pekat yang didapatkan sebanyak 10,2577 gram. Uji fitokimia yang dilakukan menghasilkan ekstrak eceng gondok mengandung flavonoid dan alkaloid. Penentuan laju korosi dengan metode weight loss menghasilkan laju korosi paling tinggi dari perendaman hari kedua, keempat, keenam, kedelapan, dan kesepuluh terjadi pada konsentrasi 0 ppm yakni tanpa penambahan inhibitor yaitu 134,169164 mmpy, 136,34689 mmpy, 160,868438 mmpy 217,945218 mmpy, dan 227,77951 mmpy. Sedangkan yang paling rendah laju korosinya terjadi pada konsentrasi 2000 ppm yakni 9,34828694 mmpy, 9,29517167 mmpy, 7,11744574 mmpy, 7,06433047 mmpy, 5,64084132 mmpy. Sedangkan Efisiensi inhibisi yang paling rendah dari waktu perendaman kedua, keempat, keenam, kedelapan, dan kesepuluh terjadi pada konsentrasi 0 ppm yaitu 0%. Sedangkan yang paling tinggi terjadi pada konsentrasi 2000 ppm yakni 93,0324624%, 93,1827035%, 95,5756108%, 96,7586669%, 97,5235519%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak maka laju korosi semakin kecil dan efisiensi inhibisi semakin besar. Analisis FTIR menunjukkan gugus fungsi yang terkandung dalam ekstrak eceng gondok adalah O-H pada bilangan gelombang 3414,00 cm-1, gugus C-H alifatik pada bilangan gelombang 2854,72 cm-1, gugus C=O pada bilangan gelombang 1737,86 cm-1, gugus C=C pada bilangan gelombang 1546,91 cm-1 dan gugus -CO- pada bilangan gelombang 1163,08 cm-1. Sedangkan setelah perendaman pada konsentrasi 2000 ppm gugus fungsi yang terlihat adalah gugus O-H 3446,75 cm-1, gugus C-H alifatik 2927,94 cm-1, gugus C=O 1645,28 cm-1, gugus C=C 1541,12 cm-1 dan gugus -CO- 1026,06 cm-1. Analisis SEM yang dilakukan pada baja tanpa inhibitor terlihat morfologi menjadi lebih kasar dan terdapat banyak celah. Sedangkan dengan adanya penambahan inhibitor 2000 ppm morfologi tidak terlalu kasar dan sedikit celah.Kata kunci: Laju Korosi, Baja Karbon, HCl 1%, Inhibitor, Ekstrak Daun Eceng Gondok ABSTRACTThis research is an experimental research aimed to determine the effect of adding hyacinth leaf extract as inhibitor (Eichornia crassipes) the corrosion rate of low carbon steel in 1% HCl solution and its inhibition efficiency. Hyacinth leaf extract was added to 1% HCl corrosive solution to slow Fe oxidation process with various concentrations of 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm and 2000 ppm and soaked for 2, 4, 6, 8 and 10 days. . The concentrated water hyacinth extract obtained was 10.2577 grams. Phytochemical tests carried out flavonoids and alkaloids. Determination of the corrosion rate using the weight loss method resulted in the highest corrosion rate from immersion on the second, fourth, sixth, eighth, and tenth days occurr at a concentration of 0 ppm, without addition of inhibitors, is 134.169164 mmpy, 136.34689 mmpy, 160.868438 mmpy 217.945218 mmpy, and 227.77951 mmpy. While the lowest corrosion rate occurr at a concentration of 2000 ppm, is 9.34828694 mmpy, 9.29517167 mmpy, 7.11744574 mmpy, 7.06433047 mmpy, 5.64084132 mmpy. Meanwhile, the lowest inhibition efficiency of the second, fourth, sixth, eighth, and tenth immersion time occurr at a concentration of 0 ppm, is 0%. While the highest concentration occurr at 2000 ppm, is 93.0324624%, 93.1827035%, 95.5756108%, 96.7586669%, 97.5235519%. The results showed that the greater the concentration of the extract, the lower the corrosion rate and the greater the inhibition efficiency. FTIR analysis showed that the functional groups contained were O-H at a wave number of 3414.00 cm-1, aliphatic CH group at a wave number of 2854.72 cm-1, a C=O group at a wave number of 1737.86 cm-1, the C=C group at the wave number of 1546.91 cm-1 and the -CO- group at the wave number 1163.08 cm-1. Meanwhile, after immersion at a concentration of 2000 ppm the functional groups seen were OH group 3446.75 cm-1, aliphatic CH group 2927.94 cm-1, C=O group 1645.28 cm-1, C=C group 1541.12 cm -1 and -CO-10 group 1026.06 cm-1. SEM analysis performed on steel without inhibitors shows that the morphology becomes coarser and there are many gaps. Meanwhile, addition of 2000 ppm inhibitor, the morphology is not rough and there are few gaps.Keyword: Corrosion Rate, Carbon Steel, 1% HCl, Inhibitor, Hyacinth Leaf Extract
Co-Authors A. Irma Suryani Abd Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman Abdul Karim Abdul Rahman Achmad Fudhail Ahmad Fudhail  Majid Ahyar Ahmad Alimin Alimin Alimin Alimin Alimin Andi Erwin Eka Putra Andi Indra Wulan Sari Ramadani Angriyani Ahmad Anita Anita Arfah, Rugaiyah Andi Astri Wiyani GM Astriana Dewi Aulia, Mega Putri Bunyamin, Andi Bulqiah Nur daya, Nurhidaya Dewi Rahmadani Dewiyanti Fadly Diana Eka Pratiwi Diana Eka Pratiwi Diana Eka Pratiwi Diana Eka Pratiwi Dipo Ade Putra Iskandar Ganing, Melani Hapzi Ali Hardin hardin hardin Harningsih Karim Hartati Hartati Hartati, Hartati Hasnah Natsir Hasri Hasri Hasri Hasri Hasri Umas Ilyas, Nita Magfirah Ilyas, Nita Maghfirah Irfandi, Rizal Isna Sejati Sam Juintan Pratiwi Jusniar Magfirah Ilyas, Nita Marlina Ummas Genisa Maryono Maryono Maryono, Maryono Maryono Mazaya, Maulida Miftahul Jannah Mohammad Wijaya Mohammad WIJAYA Mohammad wijaya Muhammad Danial Muhammad Iskandar Musa Muhammad Iskandar Musa Muhammad Syahrir Muhammad Taufiq Munawwarah Munawwarah Munawwarah, Munawwarah Mutahharah Hasyim, Mutahharah Negara, Satria Putra Jaya Netti Herawati Nilasari, Nilasari Nita Magfirah Ilyas Nita Magfirah Ilyas Nur Riska Nurfadilah Adam Nursafitri Nursafitri Paulina Taba Pince Salempa Rachmat Triandi Tjahjanto Rahim, Mega Putri Aulia Ramadani, Ananda Ramdani Ramdani Ramdani Ramdani Ria, Tiara Anugrah Riksfardini Annisa ERMAWAR Rini Perdana Rismawati Rismawati Rosmala Rauf Sarlan, Sarlan SITI HALIMAH LAREKENG, SITI HALIMAH Sitti Faika Sri Diana Sudding Suleman, Annisa Inayah Sumiati Side Sumiati Side Sumiati Side Sumiati Side Syafaatullah, Achmad Qodim Syamsidah Wijaya, Khalida Yunanda FR Yunanda Yunanda Zakinah, Ilmiati Zubair, Sakinah