This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Majalah Keperawatan Unpad Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal NERS Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Keperawatan Sriwijaya BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Kesehatan NurseLine Journal Jurnal Keperawatan Padjadjaran Journal Of Nursing Practice Journal Of Holistic Nursing Science Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Faletehan Health Journal Journal of Nursing Care Jurnal Perawat Indonesia Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Healthcare Nursing Journal Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal EduHealth Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) The Journal of Palembang Nursing Studies Jurnal Keperawatan BSI SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Nyeri pada Pasien Penurunan Kesadaran di Ruang Perawatan Intensif : scooping review Silviani, Sinta; Trisyani, Yanny; Emaliyawati, Etika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.16099

Abstract

ABSTRACT Pain is an unpleasant sensory and emotional experience resulting from tissue damage. Unconscious patients cannot directly communicate their pain to nurse, but this doesn’t meant they cannot feel pain. Pain in unconscious patients can arise from routine procedures such as prolonged immobilization to invasive procedures like surgery. Nursing interventions to manage pain are necessary to enhance patient comfort. This study aims to examine pain management in unconscious patients in the Intensive Care Unit. This type of research is a scoping review, searching for articles in the PubMed, SCOPUS, and EBSCO databases. The search process used keywords (unconscious patient OR coma OR sopor OR somnolent) AND (pain management OR pain relief OR pain control) AND (intensive care unit OR critical care OR HCU). 45 articles were found that matched the keywords, but only 5 articles were relevant to the review's objectives. Pain management for unconscious patients starts with recognizing pain symptoms, assessing pain, and followed by nursing interventions. Interventions that can be provided include TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation), foot massage, and music therapy.  Keywords: Pain Management, Unconscious patient, ICU   ABSTRAK  Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan. Pasien yang tidak sadar tidak dapat mengatakan rasa nyeri yang dirasakan secara langsung pada perawat namun bukan berarti tidak dapat merasakan nyeri. Rasa nyeri pada pasien tidak sadar dapat berasal dari tindakan rutin seperti imobilisasi lama, hingga tindakan invasif yang seperti tindakan pembedahan. Intervensi perawat untuk mengatasi nyeri perlu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manajemen nyeri pada pasien penurunan kesadaran di ruang Intensive Care. Jenis penelitian ini adalah scooping review, dengan mencari artikel pada database Pubmed, SCOPUS dan EBSCO. Proses pencarian menggunakan kata kunci (unconscious patient OR coma OR soppor OR somnolent) AND (pain management OR pain relief OR pain control) AND (intensive care unit OR critical care OR HCU).  Didapatkan 45 artikel sesuai kata kunci namun hanya didapatkab 5 artikel yang sesuai dengan tujuan review. Manajemen nyeri pasien tidak sadar dimulai dari mengenali gejala nyeri, pengkajian nyeri dan dilanjutkan dengan intervensi keperawatan. Intervensi yang dapat diberikan adalah TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation), pijat kaki dan terapi musik.  Kata Kunci: Manajemen Nyeri, Pasien Tidak Sadar, ICU 
Prolonged Mechanical Ventilation (PMV) in Adult Patients in ICU (Definitions and Factors): a Scoping Review P, Yetti Kusmiati; Emaliyawati, Etika; Kosasih, Cecep E
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15728

Abstract

ABSTRACT Prolonged Mechanical Venilation (PMV) in the Intensive Care Unit can cause several problems including causing various diseases that are not expected, increasing the length of stay (LOS) of patients which ultimately increases the cost of care.This study aims to determine the limitations of the definition and factors associated with the incidence of Prolonged Mechanical Venilation (PMV) in patients in the ICU room. A scoping review was conducted using two databases, PubMed and CINAHL, with keywords Population: adult patients, Concept: Prolonged Mechanical Ventilation (PMV), Context: Intensive Care Unit. Articles included with the criteria are English articles, published in 2012-2022 and have full-text articles. Based on the search results, 38 articles were obtained which were then analyzed and 17 articles were reviewed. The results of the scoping review found that 3 out of 5 articles mentioned PMV was ventilator use above 21 days. Analysis of factors associated with PMV was seen from several approaches such as demographics. Three studies revealed that advanced age as a related factor. 14 out of 17 studies examined factors related to specific body conditions such as anemia, HAP, ARDS, Hematocytes and so on. While three other researchers discussed systems or tools. It can be concluded that almost all the analyzed articles mention that poor health conditions increase the duration of mechanical ventilation use. Keywords: Adult, Prolonged Mechanical Ventilation (PMV), Intensive Care Unit  ABSTRAK Prolonged Mechanical Venilation (PMV) di ruang Intensive Care Unit (ICU) dapat menimbulkan beberapa masalah diantaranya menimbulkan berbagai penyakit yang tidak di harapkan, meningkatkan lama rawat pasien length of stay (LOS) pasien yang pada akhirnya meningkatkan biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batasan definisi serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PMV pada pasien di ruang ICU.  Metode dilakukan dengan scoping review menggunakan dua database yaitu PubMed dan CINAHLdengan kata kunci yaitu Population: pasien dewasa, Concept: Prolonged Mechanical Ventilation (PMV), Context: ruang Intensive Care Unit. Artikel yang masuk dengan kriteria adalah artikel berbahasa inggris, terbit tahun 2012-2022 dan memiliki artikel full-text. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 38 artikel yang selanjutnya dilakukan analisa data dan artikel yang akan di review 17 artikel. Hasil scoping review didapatkan bahwa 3 dari 5 artikel menyebutkan PMV merupakan penggunaan ventilator diatas 21 hari. Analisis faktor yang berhubungan dengan PMV dilihat dari beberapa pendekatan seperti demografi. Tiga penelitian megungkapkan bahwa usia lanjut sebagai factor yang berhubungan. 14 dari 17 penelitian meneliti faktor yang berkaitan dengan kondisi tubuh secara spesifik seperti anemia, HAP, ARDS, Hematoktit dan lain sebagainya. Sedangkan tiga peneliti lain membahas mengenai sistem atau tools. Kesimpulan studi ini adalah kondisi kesehatan yang buruk meningkatkan durasi penggunaan ventilasi mekanik. Kata Kunci: Adult, Prolonged Mechanical Ventilation (PMV), Intensive Care Unit.
Penilaian Agitasi Pada Pasien dengan Ventilasi Mekanis dan Tearpi Sedatif : A Case Report Audly, Tazkia Badliana; Emaliyawati, Etika; Anna, Anastasia
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i2.3094

Abstract

Penilaian agitasi merupakan salah satu penilaian yang dilakukan untuk menilai status agitasi dan sedatif pada pasien perawatan khusus. Penggunaan ventilasi mekanis menyebabkan terjadinya agitasi pada pasien yang mempengaruhi manajamen sedatif pada pasien. Instrumen agitasi dapat menjadi acuan secara objektif, namun pengaplikasiannya masih jarang digunakan pada pasien perawatan khusus. Casse report ini bertujuan untuk menggambarkan risiko yang didapat pada Ny. L di ruang perawatan khusus tanpa penilaian agitasi secara objektif.  Ny. L berusia 52 tahun yang di rawat di ruang Medical Intensive Care Unit (MICU) RSUP Dr. Hasan Sadikin Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. Pasien mengalami gagal nafas dan terpasang ventilator dengan terapi sedatif dexmedetomidine. Pasien terpasang restrain pada kedua tangannya dan tampak gelisah. Penilaian agitasi secara objektif dan berkala tidak dilakukan oleh perawat. Hasil penelitian mendapatkan kegagalan dalam proses penyapihan pada Ny. L dengan ditandai adanya penurunan kondisi pasien hingga terjadi perubahan ventilator pada pasien yang memperpanjang Length Of Stay pasien di ruang intensive. Sehingga dapat disimpulkan risiko perburukan dapat terjadi pada pasien intensive Ketika pemantauan agitasi tidak akurat dan tidak valid diantaranya  meningkatkan ketergantungan terapi sedatif dan ventilasi, Length Of Stay pasien lebih panjang, hingga proses penyapihan ventilator jangka panjang lebih dari 7 hari.
Literature Review: Intervensi Prone Positioning Dalam Pengelolaan Pasien dengan Acute Respiratory Distress Syndrome Emaliyawati, Etika; Sutini, Titin; Ermiati, Ermiati; Solehudin, Asep; Sugiharto, Firman; Widiasih, Restuning
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.15090

Abstract

ABSTRACT Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) is one of the causes of most patients being admitted to the Intensive Care Unit (ICU) and has the potential to cause death due to inadequate gas exchange due to fluid in the alveoli. One of the interventions given is prone positioning to increase lung expansion. This study examines the benefits and impact of prone positioning intervention in ARDS patients. This literature review uses the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) guidelines with the keywords "ARDS, effectiveness, and prone positioning" using the Science Direct, PubMed, and Google Scholar databases. The inclusion criteria were full text in English or Indonesian with no restriction a publication year. 4,164 articles were collected according to keywords, and five articles that had gone through elimination and met the inclusion criteria were selected. Prone positioning in ARDS patients can reduce mortality and increase PaO2/FiO2. However, there are drawbacks, such as causing pressure ulcers in certain areas and does not reduce the potential complications of VAP. Prone positioning benefits patients by reducing mortality and increasing PaO2/FIO2. In practice, prone positioning must be supported by the presence of trained medical personnel, and possible complications must be reduced. Keywords: ARDS, Effectiveness, Prone Positioning  ABSTRAK ARDS atau Acute Respiratory Disstress Syndrom merupakan salah satu penyebab kebanyakan pasien masuk Intensive Care Unit (ICU) dan berpotensi menyebabkan kematian sebab pertukaran gas inadekuat akibat cairan di alveolus, salah satu intervensi yang diberikan adalah prone positioning untuk meningkatkan ekspansi paru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manfaat dan dampak dari intervensi prone positioning pada pasien ARDS. Literature review ini menggunakan panduaan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) dengan kata kunci “ARDS, efektivitas, dan prone positioning”dengan menggunakan database Science Direct, PubMed, dan GoogleSchollar. Kriteria inkluasi yaitu fulltext berbahasa Inggris atau Indonesia dan tidak ada retrisksi tahun publikasi. Terkumpul 4.164 artikel sesuai dengan kata kunci dan terpilih 5 artikel yang telah melalui eliminasi dan sesuai dengan kriteria inklusi. Prone posisitioning pada pasien ARDS dapat mengurangi angka kematian dan meningkatkan PaO2/FiO2, meskipun terdapat kekurangan seperti mengakibatkan pressure ulcer di bagian tertentu dan tidak mengurangi potensikomplikasi VAP. Prone positioning bermanfaat untukpasien sebab mengurangi angka kematian dan meningkatkan PaO2/FIO2. Dalam praktiknya, prone positioning harus ditunjang dengan kehadiran tenaga medis terlatih, dan mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi. Kata Kunci: ARDS, Efektivitas, Prone Positioning
Peningkatan Kompetensi Perawat Puskesmas dalam Penanganan Tanggap Darurat Kasus Henti Jantung sebagai Upaya Menurunkan Angka Mortalitas pada Tatanan Pra Hospital Melalui Pelatihan Resusitasi Jantung Paru di Kabupaten Pangandaran Prawesti, Ayu; emaliyawati, etika; trisyani, yanny; adimiharja, adimiharja
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.188 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i2.44

Abstract

ABSTRACT There are many cardiac arrest events in the community that can not be saved because they do not get the right and quick action due to the ignorance and the inability of the nurses of the puskesmas to provide emergency response to cardiac pulmonary resuscitation. Cardiopulmonary resuscitation (CPR) is the main action in cardiac arrest and stop breath, which can increase life expectation. Goal to be achieved in the implementation of this program is Increased ability of nurse puskesmas in performing action of heart resuscitation of lung. The specific targets of the activities are the increased ability of health center nurses on the ability to perform cardiopulmonary resuscitation with the latest guidelines. and the implementation of a structured training program on pulmonary cardiac resuscitation at community health center nurses on an ongoing basis. Solutions offered to overcome the problem is the training of Lung Heart Resuscitation (RJP) to nurses Puskesmas. Training activities conducted for one day include pre-test evaluation, material exposure, rjp skills training and post training evacuation. The result showed that there was significant difference between attitude value and perceived behavioral control between before and after training, whereas there was no difference of subjective norm value between before and after training. Training on updating and increasing the competence of cardiopulmonary resuscitation should be done regularly and periodically. Routine and periodic training needs to be done to improve nursing services, especially cardiovascular emergency. Key Word : Nursing Public Health ,cardiac pulmonary resuscitation ABSTRAK Terdapat banyak kejadian henti jantung di masyarakat yang tidak dapat diselamatkan karena tidak mendapatkan tindakan yang tepat dan cepat akibat ketidaktahuan dan ketidakmampuan perawat puskesmas untuk memberikan tindakan tanggap darurat resusitasi jantung paru.. Tindakan resusitasi jantung paru (RJP) merupakan tindakan utama pada henti jantung dan henti napas, yang dapat meningkatkan harapan hidup.Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan program ini adalah Meningkatnya kemampuan perawat puskesmas dalam melakukan tindakan resusitasi jantung paru. Target khusus kegiatan adalah Meningkatnya kemampuan perawat puskesmas tentang kemampuan melakukan resusitasi jantung paru dengan pedoman terbaru. dan terselenggaranya program pelatihan yang terstruktur mengenai resusitasi jantung paru pada perawat puskesmas secara berkesinambungan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan adalah dilakukannya pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada perawat Puskesmas. Kegiatan pelatihan dilakukan selama satu hari meliputi evaluasi pra test, paparan materi, pelatihan skill rjp dan evaliasi post pelatihan. Hasil kegiatan menunjukan adanya perbedaan yang significant antara nilai sikap dan perceived behavioral control antara sebelum dan sesudah pelatihan, sedangkan tidak terdapat perbedaan nilai norma subjektif antara sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan updating dan peningkatan kompetensi resusitasi jantung paru perlu dilakukan secara rutin dan berkala. Pelatihan secara rutin dan berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan terutama kegawata dararuratan kardiovaskular Keywords: Perawat Puskesmas, Resusitasi Jantung Paru
Use of Augmentative and Alternative Communication (AAC) in the Intensive Care Unit: a Scoping Review Masruroh, Rurin; Trisyani, Yanny; Emaliyawati, Etika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19990

Abstract

ABSTRACT Patients in the Intensive Care Unit (ICU) often experience limitations in verbal communication due to ventilator use, sedation, or other medical conditions. These communication barriers can interfere with the delivery of medical information and affect the quality of patient care. Augmentative and Alternative Communication (AAC) is a potential solution to improve interactions between patients, healthcare providers, and families in the ICU environment. This review aimed to explore the implementation of AAC in the ICU, including its effectiveness, challenges, and impact on the quality of communication and patient care. This study used a scoping review approach following the PRISMA-ScR guidelines. A literature search was conducted through the EBSCOhost Medline, PubMed, and Google Scholar databases, using relevant keywords related to AAC and ICU. Studies that met the inclusion criteria were analyzed thematically to identify key findings. Of the 386 articles identified, 11 articles met the criteria for further analysis. The results showed that implementing AAC in the ICU can improve communication between patients and healthcare providers, reduce patient anxiety, and strengthen the therapeutic relationship. However, there are obstacles to its implementation, such as a lack of training for healthcare providers, time constraints, and a lack of institutional policies that support the systematic use of AAC. Despite the challenges in implementing AAC in the ICU, this technology has great potential to improve patient communication and quality of care. Therefore, a more comprehensive strategy is needed, including training health workers, developing institutional policies, and procuring communication devices that are appropriate to patient needs to support optimal implementation of AAC in the ICU. Keywords: Augmentative and Alternative Communication, ICU, Communication, Critical Care, Scoping Review.
The Relationship Between Academic Buoyancy And Academic Resilience In First-Year Students At The Faculty Of Health Universitas Padjadjaran Dhiya Ulhaq Iriana; Iyus Yosep; Etika Emaliyawati
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 9, No 2 (2024): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v19i2.623

Abstract

Introduction: Academic resilience defined as the ability to survive and increase success in terms of education despite facing severe problems. Academic resilience in students can be formed if students are able to break down these problems into smaller problems and then deal with them properly. To be able to overcome these small or minor problems, students need good academic buoyancy. This study aims to analyze the relationship between academic buoyancy and academic resilience in first-year students at the faculty of health Universitas Padjadjaran.Method: The research design is a quantitative correlation with a cross-sectional time approach. The instruments used were the Indonesian version of the Academic Buoyancy Scale and the Academic Resilience Scale-30. The research population was 1082 first-year students of the 2022 class of the Faculty of Health. The sampling technique used was proportional stratified random sampling (n=162).Results: The results of the correlation analysis show that there is a strong and positive relationship between academic buoyancy and academic resilience (p = 0.000 and r = 0.679).Conclusions: There is a strong and positive relationship between academic buoyancy and academic resilience. Students should strive to maintain and improve their academic buoyancy and academic resilience, for example by building social connections, maintaining health, developing positive thoughts, and seeking help when needed.
Co-Authors Aan Nur'aeni Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aat Sriati Aat Sriati Ade Surya Dwiyanti adimiharja, adimiharja Adiratna Sekar Siwi Aditya Pratama Afriana, Reni agavia kristi purba Agni Rizkiani Agustin, Sigit Aiyi Asnawi Aliffa Azwadina Anastasia Anna Andi Miftahul Khair Anis Imtichan anisah rahmawati Anisah Rahmawati Anita Setyawati Anneke Dewina Anton Priambodo Arianto, Albertus Budi Arumsari, Dinda Piranti Asy Syafa Mahfuzhah Ati Surya Mediawati Atlastika Praptiwi Audly, Tazkia Badliana Ayu Prawesti Priambodo Azzah Dinah Rachmah Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Clarabelle Puspitadewi Kuncoro Darmawulan, Nurul Deris Riandi Setiawan Desy Indra Yani Dewi Dewi Dhiya Roihana Dhiya Ulhaq Iriana Dhiyaa Ulhaq Amatullah Diana Kusuma Astuti Dody Setyawan Donny Mahendra Donny Nurhamsyah Donny Nurhamsyah E, Ermiati efri widianti Efri Widianti Eki Pratidina Ellin Febrina Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Esti Dwi Anani Evania Altsa Radinka Evi Nurjanah F. Sri Susilaningsih F. Sri Susilaningsih, F. Sri Farly Ihsan Fatimah, Anugrah Nur Fatimah, Sari Fatimah, Sari Fauzan Zein Mutaqin Fauziyyah Ratih Asfari Femi Luih Nurhasanah Findhya Rachma Pravidanti Finka Laili Nur Adzillah Firman Sugiharto Fitri Yoselin Yamadea Purba Fricilia Noya Gina Nurul Azmi Gun Gun Gulbudin Hamidah Nurhalimah Handayani, Annisa Yuniar Handayani, Audia Hanna Budhiyana Hapzi Ali Harlasgunawan, Alia Rahmi Harun, Hasniatisari Henny Batubara Henny Suzana Mediani Henny Suzanna Mediani Henny Suzanna Mediani Heri Budiawan Herlina Silviana Hesty Adha Hikmat Permana Iceu Mulyati Iis Kania Nurasiah Jamil Imas Rafiyah Inas Shintia Balqis Indah Permata Artamia Intan Humaeroh Intan Rukmana Iqra S Irman Somantri Ismailah Alam Iyus Yosep Jihan Salimah Aribah Kartika Saragih, Chintya Ysha Khairun Nisa Rahmawati Kosasih, Cecep E Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laksono Trisnantoro Lia Yulia Maulina Liana, Yeni Lidya Lidya Lin, Chiao Ling Lisdiawati Lisdiawati Luthfi Rahman, Luthfi Masela, Victor Carlos Masruroh, Rurin Meideline Chintya Michael Mochamad Danny Murni, Tri Wahyu Muthmainnah Muthmainnah Mutiarasani, Anjani Nani Lestari Novarina Ismayani Anumilah Novia Rahmawati Noya, Fricilia Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nuraeni, Nopi Nurhayati, Resti Nursiswati Nursiswati P, Yetti Kusmiati Pakpahan, Yetty Mardelima Uli Pravidanti, Findhya Rachma Rahdatul Aisyiyah Rahman, Lutfi Rahmi Fitriyani Ramdani Ramdani Rauzana, Sarah Restuning Widiasih Retno Wahyuningsih Riri Amalina Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti, Ristina Rizkika Nur Amalia Rizky Meilando Rusna Tahir Salasa, Sehabudin Salsabila, Nada Salwa Mawaddah Sandra Pebrianti Santi Ariyanti Santi Ariyanti Sari Fatimah Sari, Wulan Puspita Saripudin, Nurul Fatimah Sejati, Femmy Aditya Purnama Senny Nur Wulan Septiana Fathonah Shari, Weni Widya Shelen Indah Tripriantini Silviani, Sinta Sinaga, Freda Mai Siska Yan Hermana Siti Nur Damayanti Siti Nurfazri Sodiqiah Siwi, Adiratna Sekar Soleha, Nisa Cahya Solehudin, Asep Soni Muhsinin Sri Hartati Pratiwi Sri Hendrawati Srimurni, Nita Ayu Stephania, Agnes Sugiharto, Firman Suryani S Suryani Suryani Sutisnu, Ajeng Andini Syafitri, Ardyanti Syahrizal Syahrizal Tahir, Rusna Taqiuddin, Muhammad Hafidh Titin Sutini Titin Sutini Titin Sutini Titin Sutini, Titin Tri Wahyu Murni Tri Wahyu Murni Tuti Pahria Untung Sudharmono Urip Rahayu Urip Rahayu, Urip Widhya Aligita Wiguna, Ilham Witjaksono, Galuh Yani AF Bastian Yanny Trisyani Yanny Trisyani Yayan Mulyana Yulianti Anjayani ZAHRUL INSAN SISMAYADI