Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN ASAP CAIR BERBASIS CANGKANG SAWIT SEBABAGAI BAHAN PENGAWET ALTERNATIVE SEBABAGAI BAHAN PENGAWET ALTERNATIVE Sulhatun, Sulhatun
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang kelapa sawit merupakan limbah padat  lignoselulosa  yang dihasilkan oleh industri perkebunan kelapa sawit  dan  memiliki tingkat ketersediaan yang berlimpah setiap tahunnya. Upaya yang dilakukan untuk pengelolaan limbah adalah mengurangi daya cemar dan memanfaatkan limbah agar mendapatkan nilai tanbah dari limbah tersebut. Penanganan  limbah cangkang sawit  pada industri kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan asap cair saat ini belum optimal dan ekonomis, sehingga mendorong peneliti utuk mencari suatu metode alternative untuk memanfaatkan  cangkang sawit sebagai bahan baku substitusi  untuk industri  asap cair  di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami pengganti formalin yang sering digunakan walau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.  Sehubungan hal itu, maka penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap persiapan bahan baku,  tahap proses pirolisis untuk penentuan kadar kadar asap cair yang dihasilkan  secara kualitas dan kuantitas juga dilakaukan tahap proses selanjutnya yaitu Distilasi untuk meningkatkan kualitas produk sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengawet pada industi pengolahan makanan. Pada tahap proses distilasi ini dilakukan  variasi terhadap waktu dan temperatur distilasi  yang berbeda terhadap kadar  asap cair yang dihasilkan setelah proses distilasi.    Selanjutnya dilakukan analisa kadar fenol dengan GC  untuk  mengetahui   kemurnian asap cair yang dihasilkan. .Selanjutnya  melakukan  aplikasi produk terhadap  makanan dalam hal ini ikan untuk melihat daya tahan ikan setelah dilakukan perendaman dengan pengawet alami tersebut terhadap daya tahan ikan dari pembusukan melalui aroma dan pembususkannya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa  Persentase Rendemen asap cair maksimum dihasilkan  dari Tandan Kosong Sawit adalah 8,4812 %   sedangkan  Cangkang sawit sebesar 12,711 %  dengan waktu pirolisi  5 jam. Produk asap cair dari Cangkang sawit memiliki persentase rendemen lebih tinggi  baik secara kualita maupun kuantitas.. Asap cair dari kedua produk dapat membuat .  Asap cair dari kedua produk dapat membuat ikan segar lebih tahan lama  dan menghilangkan baunya lebih cepat dan efektif. Asap cair dari  hasil pirolisis cangkang sawit  dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami karena mampu menghambat pembusukan terhadap ikan selama dua hari .
EFEKTIFITAS PENGOLAHAN AIR SUMUR MENGGUNAKAN MEDIA ZEOLIT, PASIR SILIKA DAN KARBON AKTIF PADA ALAT ROUGHING FILTER ALIRAN HORIZONTAL Utari, Paramita; Masrullita, Masrullita; Ishak, Ishak; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6023

Abstract

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan air salah satu sumber yang digunakan adalah air tanah dengan menggunakan sumur gali.. Parameter yang terdapat adalah kekeruhan, kesadahan, pH dan kadar Fe sehingga sebelum digunakan air sumur memerlukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu pengolahan pendahuluan pada air sumur yaitu dengan memakai reaktor roughing filter aliran horizontal. Roughing Filter merupakan salah satu jenis pengolahan pendahuluan yang paling umum dipakai untuk penyediaan air bersih. Roughing filter menggunakan media dengan ukuran yang jauh lebih kasar dibandingkan dengan slow filtration maupun rapid filtration. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari reaktor roughing filter dalam menurunkan kadar kekeruhan, kesadahan, pH dan kadar Fe dengan variasi ketinggian media, dan waktu operasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan roughing filter aliran horizontal,  menggunakan media filter zeolit, pasir silika dan karbon aktif. Variabel media zeolit 5 cm : gpasir silika 15 cm, karbon aktif  15 cm (PI) : zeolit 10 cm : pasir silika 15 cm, karbon aktif  15 cm (P2) zeolit 15 cm : pasir silika 15 cm, karbon aktif 15 cm (P3). Variasi waktu operasional roughing filter dari 4,6,8,dan 10 jam, dimulai saat air sumur masuk pada alat roughing filter. Metode analisa yang dipakai untuk mengetahui kekeruhan digunakan turbidimetri, kesadahan digunakan titrasi, pH menggunakan pH meter dan kadar Fe menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan bahwa roughing filter aliran horizontal dengan media zeolit, pasir silika dan karbon aktif memiliki kemampuan dalam menurunkan kandungan kekeruhan, kesadahan, pH dan kadar Fe. Roughing filter aliran horizontal dengan menggunakan media zeolit, pasir silika dan karbon aktif efektif menurunkan konsentrasi kekeruhan, kesadahan, pH dan kadar Fe air sumur Desa Blang Pulo masing-masing sebesar 99,27%, 23,38%, 6,99 % dan 68,12%.
PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT TRASNPARAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda Citrifolia) SEBAGAI BAHAN ANTIOKSIDAN Meliyani Harahap, Nazwa; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun; Masrullita, Masrullita; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.11142

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa potensi kandungan buah mengkudu sebagai bahan antisoksidan pembuatan sabun mandi transparan, menganalisa kualitas sabun mandi transparan sesuai standar mutu yang dihasilkan dan mengkaji pengaruh waktu fermentasi pengolahan ekstrak buah mengkudu terhadap karakteristik sabun mandi padat transparan. Penelitian dilakukan dengan metode panas (fullboiled) proses saponifikasi yaitu memanaskan minyak kelapa dengan suhu 70„ƒ, selanjutnya direaksikan dengan larutan NaOH diaduk dengan magnetic stirrer. Ditambahkan asam stearat, etanol, gliserol, glukosa, dan DEA lalu dihomogenkan. Kemudian ditambahkan ekstrak buah mengkudu dengan variasi volume yaitu 10%, 20%, 30%, dan 40%. Dengan variasi waktu fermentasi ekstrak buah mengkudu 21 hari, 28 hari, 35 hari, 42 hari, dan 49 hari. Penelitian pembuatan sabun mandi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah penambahan ekstrak buah mengkudu sebagai bahan baku dalam penelitian sabun antioksidan. Pada penelitian ini hasil yang didapatkan pH sabun transparan yang paling baik diperoleh pada sediaan waktu fermentasi 28 hari dengan volume ekstrak 40% sebesar 9,33, kadar air terendah ditujukan pada sediaan waktu fermentasi ekstrak 49 hari dengan variasi volume esktrak 10% sebesar 1,16%. Stabilitas busa tertinggi pada perlakuan persentase volume ekstrak buah mengkudu 40% dengan lama waktu fermentasi 49 hari, dan antioksidan kuat terdapat pada perlakuan variasi waktu fermentasi 49 hari sebesar 29,2%. Hasil penelitian ini adalah semakin tinggi persentase volume ekstrak buah mengkudu yang digunakan, maka pH yang dihasilkan semakin rendah begitu pula dengan stabilitas busa dan kadar air semakin tinggi persentase volume ekstrak buah mengkudu yang digunakan maka akan semakin tinggi.Kata Kunci :Antioksidan, Ekstrak, Mengkudu, Minyak, Sabun, Transparan, Persentase
PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR BERBASIS CHARCOAL DENGAN TEMPURUNG KEMIRI Sari, Ava Komala; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati; Azhari, Azhari; Sylvia, Novy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.11976

Abstract

AbstrakKarbon aktif (charcoal) adalah bahan baku yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah cangkang kemiri. Limbah ini sering kali terjadi penumpukan sehingga perlu dilakukan penanggulangan yang nantinya akan menghasilkan manfaat yang memiliki nilai produk yang bebas dari bahaya serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sabun mandi cair yang berkomposisi baik, menguji kualitas sabun mandi cair dan pengaruh penambahan massa Charcoal dan minyak zaitun pomace terhadap nilai pH, uji organoleptik, uji ketahanan busa, dan uji ketinggian busa. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penambahan massa charcoal tempurung kemiri yaitu 2, 5, 7, 12 gram dalam pembuatan sabun mandi cair yang akan dilihat dari penambahan massa charcoal tempurung kemiri terhadap karakteristik sabun mandi cair dengan waktu pengadukan 6, 8, 10, 12 menit. Ada beberapa tahapan proses pada penelitian ini, diantaranya tahap mempersiapkan bahan baku, tahap penyaringan charcoal, tahap menjadikan sabun mandi cair. Adapun beberapa massa charcoal yang dipakai ialah 2, 5, 7, 12 gram. Berdasarkan hasil penelitian nilai pH yang dihasilkan bersifat basa sesuai dengan nilai persyaratan pH sediaan sabun yaitu 8-9. Sabun mandi cair tidak menghasilkan busa karena sabun tidak tersaponifikasi sempurna dan kurangnya penambahan surfaktan.
PEMBUATAN BIOKOMPOSIT KITOSAN-PATI KENTANG UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA DENGAN PENAMBAHAN CaCO3 SEBAGAI FILLER Safira, Riska Dwi; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun; Muhammad, Muhammad; Hakim, Lukman; Hasfita, Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12192

Abstract

Balutan luka (Wound dressing) adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Pembalut luka primer merupakan produk yang berupa lapisan tipis yang berfungsi sebagai pelindung luka yang memiliki beberapa karakteristik biokompotabilitas, toksisitas rendah, aktivitas anti bakteri dan kestablian kimia yang baik sehingga dapat mempercepat penyembuhan.Pembalut luka yang ideal harus mampu menciptakan kondisi lembab, mengontrol eksudat, menjaga stabilitas tubuh, dan melindungi dari infeksi. Selain itu, kebutuhan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan jejak karbon dari bahan sintetis mendorong pengembangan pembalut luka yang bersifat ramah ligkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan pati kentang sebagai bahan dasar pembuatan biokomposit untuk aplikasi pembalut luka serta menganalisis efek dari penambahan filler kalsium karbonat (CaCO 3 ) pada sifat fisik dan mekanik biokomposit . Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan membuat biokomposit kitosan-pati kentang untuk aplikasi pembalut luka dengan penambahan CaCO3 sebagai filler . Metode yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari persiapan bahan baku, tahap pengolahan biokomposit serta tahap pengujian. Pada uji ketebalan biokomposit berhan pati kentang dan kitosan dengan penambahan CaCO 3 yang terbaik yaitu pada variasi komposisi pati kentang-kitosan 80.20 % dan CaCO 3 9 % sebesar 0,0035 mm. Pada uji pembengkakan nilai persen pembengkakan tertinggi diperoleh pada variasi pati kentang-kitosan 40:60% dengan CaCO 3 6% yaitu sebesar 249,54%. Pada uji absorpsi peresentase absorpsi biokomposit berbahan pati kentang-kitosan-CaCO 3 yang paling baik yaitu pada variasi komposi 40:60 dengan CaCO 3 6% yaitu sebesar 72.088%. H asil analisa gugus fungsi (FTIR) yang terkandung pada biokomposit menunjukkan hasil gugus fungsi OH, CH dan CO Gugus fungsi OH dan gugus fungsi CO yang menunjukkan bahwa pembalut luka cenderung bersifat hidrofilik dan gugus tersebut menunjukkan bahwa pembalut luka tersebut mudah terdegredasi dan ramah lingkungan. Kemudian untuk hasil analisa jumlah bakteri hasil yang baik ada pada variasi komposisi 80:20% CaCO3 4% dimana jumlah bakteri 7 count.
PEMANFAATAN LIDAH BUAYA SEBAGAI KOAGULAN PADA PENJERNIHAN AIR Maulana, Firman; Azhari, Azhari; Ishak, Ishak; Zulnazri, Zulnazri; Sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13266

Abstract

Koagulan adalah suatu material yang digunakan untuk mengikat partikel atau kotoran dalam air yang selanjutnya menjadi flokulan yang mengubah partikel tersebut terikat menjadi gumpalan dan mempunyai berbeda ukuran untuk mengendap. Penelitian ini bertujuan meneliti lidah buaya mampu menjadi biokoagulan, melihat pengaruh waktu reaksi dan karakteristik koagulan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan variasi dosis koagulan dengan 0,2 ml, 0,4 ml dan 0,6 ml serta lama pengadukan yaitu 30, 45 dan 60 menit, dengan kecepatan pengadukan 30 rpm. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan mengggunakan lidah buaya sebagai koagulan pada penjernihan air. Air yang dimaksudkan untuk sanitasi dan higiene harus tersedia memenuhi kebutuhan kesehatan yang meliputi kebutuhan fisik, biologis dan kimia. Hasil yang diperoleh dari pengukuran pH, kekeruhan, kesadahan, suhu dan warna terbaik yaitu pada dosis 0,6 ml dengan lama pengadukan 60 menit.  Nilai pH terbaik dari 7,8 menjadi 6,6. Nilai kekeruhan air yang terbaik dari 154,62 menjadi 42,894. Nilai kesadahan air dari 3,7548 ppm menjadi 0,2058 ppm. Suhu tidak ada perubahan dikarenakan tidak ada reaksi kimia yang cepat berlangsung, dan warna air berubah dari 178 menjadi 46.  Sehingga dari semua hasil yang didapat pada penelitian diketahui bahwasanya variasi jumlah dosis gel lidah buaya yang digunakan dan lama pengadukan mempengaruhi hasil kadar koagulan yang dihasilkan. Semakin banyak massa yang digunakan maka semakin baik pH, kekeruhan, kesadahan, suhu dan warna yang dihasilkan.
PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN MEMANFAATKAN AMPAS NANAS SEBAGAI ADSOBEN Afra, Khalida; ZA, Nasrul; Sulhatun, Sulhatun; Mulyawan, Rizka; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13402

Abstract

Proses pemisahan produk reaksi degradasi (air, peroksida, asam lemak bebas, aldehida, dan keton) dari minyak goreng dikenal sebagai penyulingan minyak goreng atau minyak goreng bekas. Menggunakan agen penyerap untuk memurnikan minyak goreng bekas adalah metode yang mudah dan efektif. Ampas nanas adalah adsorben yang digunakan dalam penelitian ini. Karena memiliki antioksidan yang dapat mencegah molekul radikal bebas, bahan penyerap ini dapat memurnikan minyak jelantah. Menggunakan ampas nanas sebagai adsorben dan proses aktivasi untuk mengukur kadar asam lemak bebas, bilangan asam, bilangan peroksida, kadar air, dan karakteristik gugus fungsi yang diperoleh setelah adsorbsi, penelitian ini bermaksud untuk melihat pengaruh waktu dan massa terhadap proses penyulingan minyak jelantah. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun yang menjadi pembeda adalah waktu adsorpsi 3, 4, 5, dan 6 hari dan massa adsorben 13, 15, 17, dan 19 g. Dari hasil penelitian didapatkan hasil uji terbaik asam lemak bebas (FFA) sebesar 0,10%, bilangan asam KOH/gr 0,16 mg, bilangan peroksida 1,48 mEq/kg, kadar air 0,01%, dan uji gugus fungsi (FTIR) untuk adsorben aktif, dengan gugus hidroksil OH pada bilangan gelombang 3367,71 cm-1, gugus C=O pada bilangan gelombang 1708,93 cm-1, gugus fungsi C=C pada bilangan gelombang 1.570,06 cm-1, gugus fungsi C-H dengan bilangan gelombang 2.941,44 cm-1, dan golongan fungsional P-OH dengan bilangan gelombang 1.058,92 cm-1.
OPTIMASI PENGGUNAAN SOLVEN MDEA (METHYLDIETHANOLAMINE) PADA ABSORPSI GAS CO2 DENGAN SIMULASI ASPEN HYSYS V.11 Halimah, Mustika Ridhatul; ZA, Nasrul; Azhari, Azhari; Meriatna, Meriatna; Sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.14893

Abstract

Semua gas alam yang keluar dari sumur mempunyai sifat yang tidak sama . Hal ini disebabkan karena setiap aliran gas mempunyai komposisi yang berbeda -beda. Biasanya, CO 2 dan l H 2 S serta l uap air l dalam gas alam dipisahkan sebelum l dimasukkan ke dalam l proses. Hal l ini sangat penting l mengingat ketiga l gas tersebut l bersifat korosif l dan l beracun. Absorpsi adalah proses pemisahan l bahan dari l campuran gas l dengan cara l mengikatnya pada permukaan l cairan penyerap yang dilanjutkan dengan l proses pelarutan l reaksi antara kimia CO 2 dan senyawa amina. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi Absorpsi CO 2 menggunakan ASPEN HYSYS V.11 serta mengetahui penyerapan CO 2 dan optimasi energi penyerapan. Penelitian ini telah pernah dilakukan dengan menggunakan suhu pelarut dan konsentrasi pelarut terhadap komposisi CO2/H2S serta memuat CO2/H2S pada sweet gas, maka dari itu penelitian kali ini menggunakan tekanan pelarut dan laju alir pelarut untuk penyerapan CO 2 maksimal dengan energi yang optimal. Berdasarkan variasi tekanan dan laju alir pelarut MDEA maka penyerapan CO 2 tertinggi pada tekanan 886.1 psig, laju alir pelarut 308 m 3 /h CO 2 yang terserap sebesar 491.738 kmol/h dengan energi 2810000000 Kj/h . Hasil optimasi energi yang didapat adalah pada tekanan 886.1 psig dan laju alir solven 155.68 m 3 /h dengan CO 2 yang terserap sebesar 375.393 kmol/h dengan energi 1459669000 Kj/h .
PENGARUH JUMLAH MASSA KEMIRI DAN WAKTU PROSES TERHADAP KUALITAS MINYAK KEMIRI DENGAN PROSES RENDERING Muliadi, Muliadi; Sulhatun, Sulhatun; Zulnazri, Zulnazri; Kurniawan, Eddy; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.15050

Abstract

Minyak kemiri dibuat dengan menggunakan teknik memasak. Penelitian ini menggunakan beberapa faktor, lebih spesifiknya faktor layak pada penelitian ini menggunakan biji kemiri sebanyak 500 gram. Faktor bebas dalam pengujian ini meliputi musim memasak 50 menit, 70 menit, satu setengah jam, dan faktor penentu meliputi Densitas, Viskositas, dan pengujian (GCMS). Tujuan dari Pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pemasakan buah kemiri dan massa kemiri terhadap sifat minyak yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan jumlah kemiri yang berbeda dan analisa viskositas. Hasil eksplorasi menunjukkan kekentalan minyak kemiri terbaik adalah 0,83 g/cm3 pada waktu 70 menit dan konsistensi terbaik adalah 0,72 mPa.s pada massa kemiri 400 gr. Hasil pengujian GCMS menunjukkan bahwa zat yang terdapat pada contoh yang dibedah mempunyai bilangan korosif yang paling rendah yaitu metil ester (3,75%) sedangkan minyak dengan bilangan korosif yang lebih tinggi adalah sikloheksalosan dodekametil. Asam lemak jenuh seperti metil ester, asam miristat, asam oleat, asam linoleat, asam palmitat, asam stearat, asam arakidonat, dan trigliserida mendominasi kandungan sampel yang dianalisis pada uji komposisi (GC-MS).
KARAKTERISASI BIOBRIKET DARI TEMPURUNG KEMIRI Nissah, Khairun; sulhatun, sulhatun; Masrullita, Masrullita; Muarif, Agam; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15088

Abstract

Biobriket adalah padatan yang dibuat melalui kompresi dan tekanan yang menghasilkan sedikit asap saat dibakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sifat-sifat biobriket cangkang kemiri seperti densitas, nilai kalor, kandungan volatil, dan kandungan karbon padat. Penelitian ini sebelumnya telah dilakukan dengan memproduksi biobriket dari cangkang kemiri dengan menggunakan proses pirolisis sebagai bahan bakar alternatif. Oleh karena itu, proses pirolisis tidak digunakan dalam penelitian ini. Bahan dasar cangkang kemiri dijemur di bawah sinar matahari selama 48 jam kemudian digiling dengan crusher. Ukuran partikel cangkang kemiri divariasikan dengan ukuran sebagai berikut: 50 mesh, 60 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh. Biobriket diproduksi dengan perbandingan perekat yang berbeda-beda yaitu 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%. Kemudian keringkan dalam oven dengan suhu 105„ƒ selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan kualitas biobriket cangkang kemiri densitas tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 0,965 g/cm3) dan kandungan volatil tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 14,54%). Kandungan karbon padat tertinggi terdapat pada sampel A1 yaitu 74,923% dan nilai kalor tertinggi terdapat pada sampel D4 yaitu 5239,08 kal/gr.
Co-Authors Adriyan Jondra Afifa Luthfia Afra, Khalida Agam Muarif Ahmad Fikri Allawiyah, Annisa Zaen Almia Permata Putri Ariski Saina Ariski Saina Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azhari Azhari Azril Fahmi Cut Rika Saffira Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dina Nasution, Zukhrufi dwi ayu lestari, dwi ayu Eddy Kurniawan Emil Izmilia Eva Nurmaidah Nurmaidah Evi Juliati Faisal Faisal fajarani, auliya Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Firman Maulana, Firman Fitria, Lisa Fitriyani Sirait Frandica, Dandy Giffary, Muhammad Hajijah Hajijah Halimah, Mustika Ridhatul Hanif, Hanif Hijratul Izzati Ibrahim, Ishak Ida Riski Indah Aprilla Intan Sulastri Irma Yani, Irma Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati, Julinawati Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Khoirun Nisa Kuswandi Kuswandi Leni Maulinda, Leni Likdanawati Lina Sari Silalahi Lirinzha, Rizkha Lukman Hakim Lukman Hakim Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meliyani Harahap, Nazwa Meriatna Meriatna Mira Aulia Moh. Erkamim Muammar Khadafi Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, Muhammad Muliadi Mulyawan, Rizka Mutiara Pujana Pujana Mutiawati Mutiawati Nadiratun Nabiwa Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nia Sagita Lestari Nikmat Wanda Nissah, Khairun Nita Sari Novi Sylvia Novita Dewi Nur rizqi Fattah Lubis Nurdina Hayati Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nurmalita Nurmalita Nurul Fadhillah Nurul Khumaida Nyimas Yanqoritha Pane, Nurul Anisa Pelawi, Erisantana pradana, ardie surya Purwoko, Agus Rahmadhani, Rahmadhani Rati Halimatussakdiyah Raudhatul Ulfa Rauzatun Jannah Reza Abdillah Harahap Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safira, Riska Dwi Safrina Melya Said Thaufik Rizaldi Sarah Sarah Sari, Ava Komala Seli Novianna Brutu Sepriano Sepriano Sinta Morina siregar, annisa febrianti Sitorus, Sarifah Sri Awalin Marpaung Sri Rahayu Retnowulan Sri Santika Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Taufiq Taufiq Tisara Tisara Ulfa, Raudhatul Utari, Paramita Veithzal Rivai Zainal Wan Rafly Wibowo, Rofiq Imam Winalia Agwil Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting Zilrahmi, Zilrahmi Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi