p-Index From 2021 - 2026
5.626
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurnal INSYPRO (Information System and Processing) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Keperawatan Muhammadiyah SCHOLASTICA JOURNAL : JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PENDIDIKAN DASAR JAE (Jurnal Akuntansi dan Ekonomi) Community Service Journal of Indonesia Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Maritim Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Administrasita' Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Journal of Medical Science; Jurnal Ilmu Medis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi & Perbankan Syari'ah Kajian Moral dan Kewarganegaraan Jurnal Teknologi dan Komputer Madani Institutte : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Budaya KOMUNIDA: Media Komunikasi dan Dakwah Room of Civil Society Development Teknovokasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Journal of Global Islamic Economic Studies Jurnal Pendidikan Profesi Guru Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Journal of Natural Product for Degenerative Diseases Journal of Community Service Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Room of Civil Social Development Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMIKIRAN PENDIDIKAN MASA BANI UMAYYAH DAMASKUS (661-750M) Sulastri; Nasrun Harahap; Faridah; Azlina; Azizah
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 20 No. 1 (2025): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/alihda.v20i1.269

Abstract

Pemikiran Pendidikan Masa Bani Umayyah (661-750 M) menggambarkan periode transisi yang penting dalam sejarah pendidikan Islam. Studi ini menggunakan metode kajian literatur untuk mengeksplorasi karakteristik pendidikan, tempat-tempat pendidikan, dan perkembangan pemikiran pendidikan pada masa tersebut. Dinasti Umayyah, meskipun awalnya dianggap negatif oleh sejarawan, memiliki dampak signifikan dalam perkembangan pendidikan Islam. Pendidikan pada masa ini mencerminkan identitas Arab dan Islam yang kuat, dengan fokus pada pembelajaran Al-Quran, sastra Arab, ilmu-ilmu agama, dan bahasa Arab. Tempat-tempat pendidikan seperti khuttab, masjid, majelis sastra, pendidikan istana, badiah, perpustakaan, rumah sakit, serta pemikiran pendidikan yang tercermin dalam nasihat-nasihat khalifah dan tulisan ulama, semuanya membentuk landasan penting bagi perkembangan pendidikan Islam. Meskipun ada kendala politik dan sosial, masa Bani Umayyah memberikan dorongan signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran pendidikan Islam yang menjadi dasar bagi masamasa yang akan datang.
Family Communication Conflict Representation in Dua Hati Biru: A Semiotic Analysis Based on Roland Barthes Faidah, Yughni; Faridah
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 8 No. 02 (2025): Wasilatuna: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v8i02.2577

Abstract

This study analyzes the representation of family communication conflict in the film Dua Hati Biru using Roland Barthes' semiotic approach. The film Dua Hati Biru was chosen as the object of research because it displays various realistic family conflict dynamics, especially between parents and children. This study uses a descriptive qualitative method with semiotic analysis techniques. Through Roland Barthes' semiotic analysis, this study identifies the meaning of denotation, connotation, and myth in various scenes that depict family conflict. The results of the study indicate that the conflict that occurs in this film can be categorized into solvable conflict and perpetual conflict. The findings of this study reveal that communication conflict in the family is not only influenced by differences of opinion, but also by cultural factors and social structures that are inherited between generations. This study also explains the Islamic perspective as a way to overcome family communication conflict, namely through deliberation and good communication. Thus, a deeper understanding of the representation of communication conflict in the media, such as films, can provide insight for the community in resolving family conflicts more effectively.
ANALISIS STRATEGI BRANDING DAKWAH NU ONLINE DI ERA DIGITALISASI MELALUI YOUTUBE Dwi Estuningtyas, Retna; Fadilah, Umi; Faridah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i1.1448

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi branding NU Online serta efektivitas dan dampaknya. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis konten, berfokus pada konten video yang dipublikasikan di kanal YouTube resmi NU Online untuk mengidentifikasi elemen-elemen dalam strategi branding dakwah. Alat analisis yang digunakan termasuk Tuberanker dan AiTubeTool untuk mendapatkan statistik terkait penonton, retensi audiens, dan interaksi di kanal YouTube. Hasil penelitian menunjukkan, strategi branding NU Online berhasil memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pengaruh dakwah Islam. NU Online mampu memperkuat identitas merek digital dengan produksi konten yang konsisten, lebih dari 5.400 video, serta pertumbuhan audiens dan tingginya tingkat keterlibatan. Peluang terbuka untuk peningkatan melalui strategi konten yang lebih terfokus pada audiens luar Jawa dan pemanfaatan isu keagamaan serta diversifikasi konten berbasis tokoh agama populer juga dapat meningkatkan efektivitas branding.
Representasi Komunikasi Keluarga pada Film “Home Sweet Loan” Analisis Semiotika Roland Barthes Nasution, Alya Azra Mutia; Faridah
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v9i2.12813

Abstract

: The movie “Home Sweet Loan” tells the story of financial problems faced by a family causing quarrels and disagreements among family members. This research emphasizes the role of film as a medium that reflects the dynamics of family life in the modern world. The research method used is qualitative with Roland Barthes semiotic analysis approach by collecting information through observation and documentation to find out the meaning of denotation, connotation and myth in family communication. The research found signs of family communication carried out by Kaluna, Father, Mother, Kamala, and Kanendra. The results show that this film represents complex family communication, where tensions and conflicts arise due to debt problems, lack of openness between family members, and the gap in parental treatment of boys and girls, commonly known as differential behavior. The movie shows how important emotional support and open communication are to dealing with adversity. The moments of reflection in the film make us as viewers realize that we can improve and understand better in the future. It is hoped that this research provides a better understanding of family communication and its relevance in a social context.
Urgensi Nilai Akidah dan Tauhid dalam Membentuk Karakter Islami Berbasis Budaya: Penelitian Marlizayani; Jarir; Faridah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1015

Abstract

Aqidah tauhid serves as the fundamental foundation in shaping a strong Islamic character rooted in faith-based values. Within the context of Malay society, tauhid is not a standalone concept but is closely intertwined with local cultural values such as politeness, respect for elders, and social responsibility. Rich in local wisdom, Malay culture holds great potential as a medium for internalizing tauhid values among the younger generation. Islamic education that combines aqidah teachings with cultural approaches is considered more effective, as it engages both the emotional and social aspects of students. This study employs a qualitative descriptive approach through literature review of relevant scientific articles. The findings reveal that the synergy between aqidah tauhid and Malay culture strengthens the development of religious, honest, and noble character in students. The local cultural context helps learners to understand Islamic values in a more grounded and relatable manner. Culturally-based education not only preserves cultural identity but also serves as an effective means of instilling sustainable spiritual values.
The Effect of Remuneration on Work Ethic and Employee Performance at UIN North Sumatra: Empirical Analysis Fahrul Rizal; Faridah
Journal of Global Islamic Economic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Global Islamic Economic Studies (INPRESS)
Publisher : Penerbit Merdeka Kreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of remuneration on work ethic and employee performance at the State Islamic University of North Sumatra (UIN-SU). Remuneration as a form of financial compensation has an important role in encouraging employee morale and productivity. Nevertheless, performance improvement does not only depend on material incentives, but is also influenced by internal work values such as work ethic. This study uses a quantitative approach with Pearson's correlation technique and involves 45 structural employees as respondents. The main instrument used is a questionnaire that has gone through validity and reliability tests. The results showed that remuneration had a significant influence on work ethic with a correlation value of 0.304 (significant at the level of 5%). Meanwhile, remuneration also has a significant effect on employee performance with a correlation value of 0.553 (significant at the level of 1%). The most prominent finding was that work ethic had the most dominant influence on employee performance, with a correlation value of 0.887 (significant at the level of 1%). These results show that although remuneration is important as a motivational tool, work ethic has a greater role in determining employee overall performance. The implications of these findings emphasize the importance of developing a fair and transparent remuneration system, accompanied by a strong value building strategy and work culture. In the context of Islamic higher education institutions such as UIN-SU, a work ethic based on the value of worship and social responsibility needs to be strengthened in order to achieve optimal and sustainable performance.
Desain Pembelajaran PAI Berbasis Pencapaian Karakter Marlizayani; Supardi Ritonga; Faridah; Khairina; Rahmad
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.555

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat memengaruhi akhlak dan karakter peserta didik. Kesulitan dalam pengembangan karakter semakin meningkat akibat perkembangan teknologi dan penyebaran ilmu pengetahuan di seluruh dunia. Oleh karena itu, desain pembelajaran PAI berbasis prestasi karakter sangat relevan untuk meningkatkan standar pendidikan agama di Indonesia. Tujuan dari esai ini adalah untuk mengkaji gagasan desain pembelajaran yang menekankan pengembangan karakter di samping perolehan informasi agama, termasuk kejujuran, disiplin, toleransi, dan tanggung jawab. Integrasi tiga domain utama kognitif, emosional, dan psikomotorik dalam pendekatan pembelajaran berbasis karakter ini memperkuat prinsip-prinsip moral. Pembelajaran interaktif, reflektif, dan berbasis proyek adalah beberapa teknik yang digunakan, dan diharapkan dapat membantu peserta didik mengembangkan sikap dan perilaku positif. Sosok panutan guru juga berperan penting dalam penerapan gagasan ini. Oleh karena itu, desain pembelajaran PAI berbasis prestasi karakter dapat menciptakan generasi yang tidak hanya berbakat secara intelektual tetapi juga bermoral, siap menghadapi tantangan dunia modern dengan standar moral yang tinggi
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEBERHASILAN KURIKULUM MERDEKA DI SMP TAHFIDZ AL-QUR’AN WAHDAH ISLAMIYAH ANABANUA Hasnidar; Mitha Febriani; Hamza; Faridah; Yuli Ardanawati; Besse Herlina; Sumarni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a case study research using qualitative descriptive research methods. As a driving school, it is required to implement the Independent Curriculum in accordance with Permendikbud No. 5 of 2022, but there are still several problems or challenges faced in implementing the Independent Curriculum, such as school readiness, infrastructure and especially in terms of human resources. The readiness and competence of the principal is needed in leading and accelerating all school stakeholders in order to achieve success in implementing the curriculum. The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of the principal's transformational leadership towards the success of the independent curriculum at SMP Tahfidz Al-Qur'an Wahdah Islamiyah Anabanua. This research was conducted at SMP Tahfidz Al-Qur'an Wahdah Islamiyah Anabanua. There were 15 informants in this study. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation using two types of data, namely primary and secondary data. The data analysis used was data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the principal has successfully implemented transformational leadership by involving all educators and education staff. Transformational leadership provides support for curriculum changes, overcomes obstacles, and creates a conducive environment in achieving the successful implementation of the Merdeka Curriculum at SMP Tahfidz Al-Qur'an Wahdah Islamiyah Anabanua.
Islam dan Tradisi Ziarah Kubur  Perspektif Para Peziarah Muslim Jawa Fitroturohmawati; Faridah; Ifa Nurhayati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d4t5sv60

Abstract

Tradisi ziarah kubur merupakan salah satu praktik keagamaan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan umat Islam di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Dalam praktik ziarah kubur di tengah masyarakat Muslim Jawa juga menuai perdebatan. Untuk itu dilakukan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memahami makna dan dinamika praktik ziarah kubur dikalangan masyarakat muslim Jawa secara mendalam dengan berangkat dari kajian teori terkait: ziarah kubur dalam perspektif Islam, tradisi dan budaya dalam Islam (Islam Nusantara), tipologi keberagaman Muslim Jawa kajian Clifford Geertz, pandangan Nahdlatul Ulama (NU) dan perspektif sosiologi agama digunakan untuk melihat ziarah kubur bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebagai praktik sosial yang memperkuat identitas, solidaritas, dan kohesi sosial di masyarakat. Yang dalam pembahasannya membahas tentang 1). Nilai-nilai keagamaan dan budaya yang terkandung dalam tradisi ziarah kubur tersebut Bagaimana praktik ziarah kubur dilaksanakan oleh masyarakat Muslim Jawa, 2). Apa makna dan tujuan ziarah kubur menurut perspektif para peziarah Muslim Jawa, 3). Bagaimana pandangan Islam terhadap tradisi ziarah kubur yang berkembang di kalangan masyarakat Jawa, 4) Apa saja nilai-nilai keagamaan dan budaya yang terkandung dalam tradisi ziarah kubur tersebut
Agama dalam Perspektif Perdamaian Faridah; Mat Rokim; Sutomo
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI-SEPTEMBER 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/j1a14570

Abstract

Peran agama dalam membentuk dan memelihara perdamaian global telah menjadi topik diskusi yang signifikan dalam berbagai kajian lintas disiplin, mulai dari teologi, sosiologi, hingga hubungan internasional. Meski kerap kali dikaitkan dengan konflik dan kekerasan dalam sejarah kemanusiaan, agama sejatinya mengandung nilai-nilai universal yang mendorong solidaritas, keadilan sosial, rekonsiliasi, dan non-kekerasan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kritis peran agama sebagai instrumen perdamaian dalam konteks kontemporer yang sarat konflik identitas, polarisasi sosial, dan kekerasan struktural. Dengan menelaah teks-teks suci, ajaran etis dari berbagai tradisi agama besar, serta studi-studi empiris tentang inisiatif perdamaian berbasis agama, tulisan ini menegaskan bahwa agama bukan semata-mata produk budaya, melainkan kekuatan moral dan spiritual yang dapat memperkuat kohesi sosial dan membangun ruang dialog lintas perbedaan. Melalui pendekatan multidisipliner, penulis mengajukan kerangka konseptual yang menempatkan agama sebagai aktor normatif dalam resolusi konflik dan pembangunan perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perdamaian yang ditopang oleh nilai-nilai keagamaan lebih berpotensi berakar dalam kehidupan masyarakat karena ia menyentuh dimensi terdalam dari identitas dan motivasi moral individu. Oleh karena itu, peran agama dalam proses perdamaian tidak dapat diabaikan, namun harus dimobilisasi secara konstruktif melalui pendidikan, dialog antariman, dan kolaborasi lintas sektoral.