Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Kulit Pisang Kapas (Musa paradisiaca Linn.) Sebagai Bioetanol Muhammad Syahrian Huda; Khusna Santika Rahmasari; Achmad Vandian Nur; Dwi Bagus Pambudi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol adalah etanol yang berasal dari tumbuhan melalui proses biologi (enzimatik atau fermentasi). Bahan baku bioetanol dapat berasal dari pati, gula, selulosa. Kulit pisang kapas mengandung selulosa yang dapat dijadikan sebagai bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit pisang kapas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dan mengetahui kadar bioetanol yang dihasilkan oleh kulit pisang kapas berdasarkan lamanya waktu fermentasi. Pembuatan bioetanol dilakukan dengan metode hidrolisis asam dan hidrolisis enzim dengan variasi waktu fermentasi yakni 4 dan 7 hari. Penentuan kadar bioetanol berdasarkan hasil analisis dengan metode Gas Chromatography (GC). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kulit buah pisang kapas dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol. Kadar bioetanol yang diperoleh pada masing-masing variasi waktu fermentasi berdasarkan metode hidrolisis asam dan hidrolisis enzim yaitu sebesar 11 % dengan fermentasi 4 hari dan 18,47 % dengan waktu fermentasi 7 hari. Sedangkan pada metode hidrolisis enzim pada hari ke 4 dan 7 secara berturut-turut sebesar 12,54 % dan 22,54 %.
Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Sheet Mask Ekstrak Daging Buah Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) Nadia Salsabila Ulfa; Dwi Bagus Pambudi; W Wirasti; Khusna Santika Rahmasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging buah asam jawa berkhasiat sebagai antioksidan. Penambahan ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L.) pada sediaan essence sheet mask diperkirakan mempengaruhi stabilitas fisik dari sediaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji stabilitas fisik sediaan essence sheet mask yang mengandung ekstrak daging buah asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan berbagai konsentrasi (3%, 5%, dan 7%). Uji stabilitas fisik pada sediaan essence sheet mask dilakukan setelah penyimpanan selama 14 hari menggunakan uji cycling test (2°±40° C). Parameter stabilitas adalah organoleptis, pH, uji daya sebar, viskositas dan cycling test. Hasil ketiga formulasi menunjukkan stabilitas yang sesuai persyaratan sediaan gel diuji pada pengamatan organoleptis, pH, uji daya sebar, viskositas dan cycling test.
Pengaruh Pelarut Ekstraksi Pada Pembuatan Pemanis Dari Buah Lemba (Curculigo latifolia) Terhadap Kadar Total Gula Rasya Rizqi Kamilah; Khusna Santika Rahmasari; W Wirasti; Achmad Vandian Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah Lemba (Curculigo latifolia) adalah buah yang memiliki rasa manis, apabila mengkonsumsi buah tersebut rasa manis akan tertinggal pada mulut. Kandungan gula pada buah lemba dapat dipisahkan dengan menggunakan pelarut yang berbeda-beda melaui proses maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total gula dan pengaruh pelarut terhadap kadar total gula pada pemanis dari buah lemba. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah lemba (Curculigo latifolia) yang diambil di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Buah lemba di maserasi dengan lima pelarut yang berbeda yaitu aquadest, etanol, metanol, etil asetat dan n-heksan, selanjutnya dipisahkan filtrat dan diuapkan menggunakan evaporator pada suhu dibawah 50ºC. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode anthrone pada panjang gelombang 628 nm. Hasil kadar gula total pada masing-masing sampel yaitu sampel ekstrak aquadest 1,625 gram/500 gram buah lemba, ekstrak etanol 0,920 gram/500 gram buah lemba, ekstrak metanol 0,803 gram/500 gram buah lemba, ekstrak etil asetat 0,325 gram/500 gram buah lemba dan kadar sampel ekstrak n-heksana 0,205 gram/500 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut berpengaruh terhadap kadar total gula yang diperoleh. Kadar gula total paling tinggi terdapat pada ekstrak aquadest dengan kadar total gula 1,625 gram/500 gram buah lemba.
Uji In Vitro Antikolesterol Fraksi Metanol, N-Heksan dan Ekstrak Etanol Daun Telang (Clitoria ternatea L.) Retno Aulia Maharisti; Urmatul Waznah; S Slamet; Khusna Santika Rahmasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa dengan sifat fisik serupa lemak tetapi mempunyai gugus steroida. Kolesterol dalam jumlah normal dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis). Daun bunga Telang (Clitoria ternatea L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki potensi sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antikolesterol dan nilai EC50 dari fraksi metanol, n-heksana dan ekstrak etanol daun bunga Telang (Clitoria ternatea L.) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan Lieberman Burchard dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 625 nm dengan seri konsentrasi 100; 200; 300; 400 dan 500 μg/mL. Hasil nilai EC50 ekstrak etanol sebesar 326,87 μg/mL, fraksi metanol sebesar 461,73 μg/mL, fraksi n-heksana sebesar 574,96 μg/mL dan simvastatin sebesar 17,57 μg/mL. Hasil analisis data menunjukkan fraksi metanol, n-heksana, dan ekstrak etanol menunjukkan nilai ANOVA sebesar 0,000 (p<0,05) yang dapat diartikan tiap konsentrasi berbeda bermakna, sedangkan hasil uji Tukey ekstrak etanol daun bunga Telang konsentrasi 400 μg/mL dan fraksi metanol konsentrasi 500μg/mL memiliki aktivitas antikolesterol tidak berbeda dengan simvastatin konsentrasi 100 μg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi metanol, n-heksana dan ekstrak etanol daun bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas sebagai antikolesterol secara in vitro dengan sampel yang memiliki aktivitas antikolesterol terbaik adalah ekstrak etanol daun bunga Telang.
Analisis Kadar Besi (Fe) Dan Seng (Zn) Pada Daun Selada Air (Nasturtium Officinale R.Br) Berdasarkan Ketinggian Tempat Tumbuh Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (Ssa) Adelia Fitriani; Achmad Vandian Nur; Khusna Santika Rahmasari; W Wirasti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi (Fe) merupakan mikromineral yang sangat diperlukan dalam darah guna pembentukan hemoglobin (Hb). Seng (Zn) merupakan zat mineral essensial yang berfungsi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Selada air memiliki kandungan antara lain protein, kalsium, fosfor, zat besi, seng, flavonoid, fenol dan vitamin A, E, dan C. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan kadar besi dan seng daun selada air berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daun Selada Air (Nastutrium officinale,R.Br) yang diambil dari ketinggian ±519 mdpl (sampel A) dan ±734 mdpl (sampel B). Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 248,3 nm (Fe) dan 231,9 (Zn). Kadar Fe dalam sampel yang diteliti yaitu sampel A sebesar 0,441 mg/100 gr dan sampel B sebesar 1,421 mg/100 gr sedangkan kadar Zn dalam sampel A sebesar 0,007 mg/100 gr dan sampel B sebesar 0,173 mg/100 gr. Dari penelitian ini diketahui bahwa kadar Fe dan Zn tertinggi terdapat pada sampel B. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa ketinggian tempat berpengaruh terhadap kadar Fe dan Zn pada tanaman.
Penetapan Kadar Asam Salisilat Pada Krim Anti Acne Yang Beredar di Kabupaten Pekalongan Khusna Santika Rahmasari; Ida Astuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam salisilat merupakan senyawa yang biasanya ditambahkan dalam krim anti acne karena efeknya sebagai keratolitik dan mempercepat regenerasi sel. Kadar maksimum asam salisilat berdasarkan peraturan BPOM No 23. Tahun 2019 yaitu < 2%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan asam salisilat dan mengetahui kadar asam salisilat dalam krim anti acne yang beredar di Kabupaten Pekalongan. Sampel yang digunakan adalah 10 produk krim anti acne yang beredar di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan uji warna dengan penambahan FeCl3 dan kromatografi lapis tipis dengan fase gerak berupa toluene dan asam asetat glasial (4:1) serta secara kuantitatif menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan fase gerak berupa metanol dan aquabides (3:2). Hasil yang diperoleh dari 10 sampel yang digunakan 8 sampel mengandung asam salisilat dan kadar asam salisilat pada sampel 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10 berturut-turut sebesar 0,97%, 2,75%, 2,05%, 1,17%, 1,18%, 0,87%, 1,79% dan 1,09%. Berdasarkan 8 sampel yang mengandung asam salisilat sampel 3 dan 4 kadarasam salisilatnya lebih dari 2 %, sampel 3 sebesar 2,75% dan sampel 4 sebesar 2,05%.
SOSIALISASI FITOERAPI PENYAKIT KOLESTEROL DI DESA PETUKANGAN KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN Urmatul Waznah; khusna santika Rahmasari; Wulan Agustin Ningrum; Nunung Mufida; Vira Septiya
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 2 No 2 (2022): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the diseases commonly found in the community, especially those aged > 40 years, is high cholesterol. This type of disease is a chronic disease that is closely related to people's diet and lifestyle. High cholesterol is also commonly found in children and adolescents with excess body weight. Excessive cholesterol levels can cause plaque that clogs arteries and can cause heart attacks or atherosclerosis which will trigger stroke (Abidi et al., 2006). Non-Communicable Diseases (NCD) is currently one of the health problems of national and global concern, the increase in PTM is closely related to the consumption of foods containing high cholesterol. In order to improve the quality of health, we make efforts to prevent cholesterol. This activity was carried out in collaboration with partners in Petukangan Village, Wiradesa District, Pekalongan Regency. The activities carried out are periodic cholesterol checks and deliver material about cholesterol, namely about the causes of cholesterol, prevention, and cholesterol phytotherapy. Before delivering the material, participants were given a pre-test with an average score of 6.4. After delivering the material, the participants did a post-test with an average score of 9.6. The result of this activity is an increase in public knowledge about cholesterol by 33,3 %. Participants understand more about the causes of cholesterol and can use herbal plants to prevent and treat cholesterol.
UJI AKTIVITAS PENGHAMBATAN XANTIN OKSIDASE OLEH EKSTRAK ETANOL, PARTISI (KLOROFORM DAN METANOL) DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus Benth) Yuvinda Devi Erviani Yuvinda; Wirasti; Slamet; Khusna Santika Rahmasari
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 4 No. 02 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v4i02.804

Abstract

Cat's Whisker Leaf (Orthosiphon stamineus Benth) is one part of the plant that can grow well in places that are exposed to a lot of sunlight. This plant contains secondary metabolites, namely flavonoids, alkaloids, saponins, steroids, and terpenoids. These compounds have the function of being able to inhibit the xanthine oxidase enzyme associated with gout. It aims to determine the effect of xanthine oxidase inhibitory activity by ethanol extract, partition (chloroform & methanol) of cat whiskers (Orthosiphon stamineus Benth) leaves. Since it is experimental study, it used xanthine oxidase inhibition reaction method by ethanol extract, partition (chloroform & methanol) whose absorbance was measured by UV-Vis spectrophotometry and compared with the positive control, namely allopurinol. The results of the xanthine oxidase inhibition test obtained in this study were ethanol extract 50 g/mL (40.22%) 100 g/mL (52.76%), methanol partition concentration of 50 g/mL (27.30%) 100 g/ mL (43.91%), chloroform partition 50 g/mL (20.66%) 100 g/mL (41.69%) and allopurinol concentration 5 g/mL (40.95%) 10 g/mL (80, 81%). Data on the inhibition of the xanthine oxidase enzyme were analyzed using One Way ANOVA with a significant value of 0.000 and continued with the Tukey test with a test value of 100 ppm methanol partitioning inhibition having the same activity as 5 ppm allopurinol. So it can be concluded that ethanol extract, chloroform partitioning and methanol partitioning of cat whiskers leaves can inhibit xanthine oxidase. Keywords: cat whiskers leaves, xantin oksidase, spektrofotometri uv-vi
Analisis Kandungan Hidrokuinon Pada Lotion Whitening Yang Beredar Di Kota Pekalongan Dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (Hplc) citra_dinda Wardany; Achmad Vandian Nur; Urmatul Waznah; Khusna santika rahmasari
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i1.811

Abstract

Lotion whitening mengandung bahan aktif yang digunakan sebagai pemutih kulit termasuk bahan aktif yang berbahaya seperti hidrokuinon. Hidrokuinon (C6H4O2) merupakan senyawa organik aromatik golongan fenol yang bekerja menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam penggelapan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan hidrokuinon dalam sampel lotion pemutih dan mengetahui kadar hidrokuinon yang telah diatur oleh BPOM RI No. 18 Tahun 2015 yaitu <2%. Sampel yang dipilih adalah lotion whitening yang beredar di Kota Pekalongan sebanyak 10 yang didapat secara offline. Penelitian dilakukan kualitatif menggunakan uji organoleptis, uji warna, serta uji kromatografi lapis tipis dengan fase gerak n-heksan dan aseton (3:2), sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan fase gerak metanol dan aquabides (55:45). Hasil yang diperoleh pada uji organoleptis menunjukkan bahwa hampir semua lotion memiliki bentuk kental, berwarna putih dan beraroma wangi. Pada uji warna didapatkan hasil warna hijau pekat dan uji KLT diperoleh nilai Rf sampel D dan standar hidrokuinon yang sama yaitu 0,625 cm, sehingga hasil yang diperoleh pada sampel D Kadar hidrokuinon sebanyak 7,80 % dapat disimpulkan bahwa sampel tersebut melebihi kadar hidrokuinon yaitu < 2% yang telah diatur oleh BPOM RI.
Penetapan Kadar Kafein Pada Teh Kering Kemasan Produksi Industri Teh di Pekalongan Rina Widhyani; Khusna Santika Rahmasari; Wirasti; Rini Kristiyanti; Slamet
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12 No 1 (2021): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v12i1.197

Abstract

Caffeine is one of the main alkaloid compounds in tea. The maximum limit of caffeine compounds in beverage food products based on SNI 01-7152-2006 is 50 mg / serving. Pekalongan has a packaged dry tea industry with a variety of brands, so caffeine content testing is required. This study aims to determine the differences in caffeine content in packaged dry tea produced by the tea industry in Pekalongan which is analyzed and to determine the caffeine content of all brands of tea samples that meet the maximum caffeine content requirements. The method used is the reverse phase High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method with octadecyl silica C18 as stationary phase, methanol for HPLC mobile phase with a flow rate of 1 mL / minute and a wavelength of 274 nm. The results showed that there were differences in caffeine content in packaged dry tea produced by the tea industry in Pekalongan. The level of caffeine is 1.753 mg / g (T1), 4,870 mg / g (T2), 5,157 mg / g (T3), 2,394 mg / g (T4), 3,601 mg / g (T5), 3,275 mg / g (T6), 3,900 mg / g (T7), 3,725 mg / g (T8), 7,048 mg / g (T9) and 5,348 mg / g (T10). The ten brands of tea samples in a dose of 5 grams per serving have a caffeine content that meets the maximum limit requirements according to SNI 01-7152-2006, namely 50mg / serving with the highest caffeine content in sample T9. The ten brands of tea samples are safe for consumption
Co-Authors A'yun, Qurrata Achmad Ridlo Achmad Vandian Nur, Achmad Vandian Adelia Fitriani Ainin, Shabrina Ainun Muthoharoh, Ainun Alfarizi, Muhammad Bahtiar ALIYAH, HIMATUL Allam, Faiq Aminuyati apt. Eko Mugiyanto, Eko Arum Dwi Nanda, Arum Atifah, Husnia Ayu Dyah Purwati Ayu Setyowati Azzahra, Nafisa Aufa Bagus Pambudi, Dwi Balqis, Fadia Indah Bayu Ishartono Bayu Ishartono citra_dinda Wardany Dwi Bagus Pambudi Eka Anydia Putri Eko Mugiyanto Eko Mugiyanto, Eko Elsa Septiana Khoirunnisa Fachry Abda El Rahman Fadhilah, Isna Fadillah, Rahma Ayu Firman Faradisi Fitriani, Adelia Fortuna, Putri Asabella Fuadiya, Laila Azka Giani Khairunnisa, Cantika Haqiqi, Izzatul Huda, Muhammad Syahrian Ida Astuti Ida Astuti Indriyani, Puspa Irma Suryani Irsyad, Khabibullah Isyti'aroh Izzahra, Astrid Ika Kamilah, Rasya Rizqi Khoirunnisa, Aishwarya Khoirunnisa, Elsa Septiana Kholisatuz Zahro Mafruroh, Mafruroh Maharani, Vanesa Maharisti, Retno Aulia Maulvi, M. Arsyi Muhammad Bahtiar Alfarizi Muhammad Syahrian Huda Nadia Salsabila Ulfa Naila Izza Sabila Ningrum, Wulan Agustin Nirmala, Mutiara Suci Nunung Mufida Nunung Mufida Nur, Achamd Vandian Nurul Janah, Fatimah Oktaviani, Riska Kurnia Pambudi, Dwi Bagus Pambudi, Dwi Bagus Prastika, Sisca Windy Putri, Eka Anidya Putriautami, Fernanda Meyra Rahmatullah, ST. Rasya Rizqi Kamilah Retno Aulia Maharisti Rina Widhyani Rini Kristiyanti S Slamet S Slamet, S Sabilla, Elsa Safitri, Arista Salsabila, Salma Fi Slamet Slamet . Slamet Slamet Slamet, Slamet Sugiharto, Sugiharto Supriyanto, Lukman Ulfa, Nadia Salsabila Ulhaq, M Daffa’ Dhiya’ Urmatul Waznah Utami, Budi Vandian Nur,, Achmad Vanesa Maharani Vira Septiya W Wirasti Wirasti Wirasti Wirasti Wirasti, W Wirasti, Wirasti Wulan Agustin Ningrum Wulandari, Hilda Fitria Yuvinda Devi Erviani Yuvinda Zahratulhakimah, Putri Balqis