Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS PENGHAMBATAN α-AMILASE OLEH EKSTRAK DAUN BAKAU MERAH (Rhizophora stylosa) Ayu Dyah Purwati; Pambudi, Dwi Bagus; Wirasti; Khusna Santika Rahmasari
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 3 No 02 (2024): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v3i02.5101

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daun bakau merah (Rhizophora stylosa) sebagai agen antidiabetes alami melalui penghambatan enzim α-amilase. Ekstrak etanol daun bakau merah diperoleh melalui metode maserasi. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif. Aktivitas penghambatan α-amilase diuji menggunakan metode spektrofotometri dengan acarbose sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas penghambatan α-amilase yang sangat aktif dengan nilai IC50 16,074 μg/mL lebih rendah dibandingkan acarbose (20,607 μg/mL). Skrining fitokimia mengungkapkan keberadaan alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, steroid, dan tanin yang berpotensi berkontribusi terhadap aktivitas penghambatan α-amilase.Kata kunci: Rhizophora stylosa, penghambatan α-amilase, antidiabetes. 
Analisis Antibakteri Ekstrak Pacar Kuku (Lawsonia Inermis L.) Sthaphylococcus Aureus Dengan Metode Turbidimetri Nurul Janah, Fatimah; Nur, Achmad Vandian; Rahmasari, Khusna Santika; Mugiyanto, Eko
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 3 (2024): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - December 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v9i3.7925

Abstract

The leaves of henna are commonly used by local communities to treat burns, inflammation, and skin diseases. This plant contains lawsone (2–hydroxy-1,4-naphthoquinone) and various phenolic glycosides, flavonoids, tannins, alkaloids, and quinones, which are believed to contain antibacterial activity. This study aims to determine whether ethanol extracts from the leaves and stems of henna exhibit antibacterial activity and to assess their inhibitory effects against Staphylococcus aureus. The methods employed in this study include maceration and turbidimetric analysis. The extraction method was maceration with 96% ethanol as the solvent. The antibacterial activity was tested using the turbidimetric method with extract concentrations of 15%, 25%, and 30%. Chloramphenicol was used as a positive control, and NaCl served as a negative control. The results revealed that the leaf extracts of henna exhibited antibacterial activity in the leaves and stems of henna nails by comparing the average absorbance values before and after incubation. At concentrations of 15%, 25% and 30% of the leaves of henna na na experienced shedding after incubation which showed that the growth of bacteria had been inhibited. Meanwhile, in the henna nail stem extract, the concentration of 15% decreased after incubation and the concentration of 25%, 30% showed an increase in absorbance value after the incubation process.
ANALISIS KANDUNGAN BAHAN KIMIA OBAT NATRIUM DIKLOFENAK PADA SEDIAAN JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KABUPATEN PEKALONGAN DENGAN METODE KCKT (KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI) Ayu Setyowati; Achmad Vandian Nur; Slamet Slamet; Khusna Santika Rahmasari
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v13i1.315

Abstract

Jamu pegal linu merupakan salah satu produk obat tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat, dapat menghilangkan pegal linu, nyeri otot, tulang dan dapat memperlancar peredaran darah. Bahan kimia obat natrium diklofenak merupakan obat yang digunakan sebagai obat anti nyeri tetapi disalahgunakan oleh produsen jamu untuk menambah efek pada produk jamunya agar mempunyai efek yang cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis sediaan jamu pegal linu yang beredar di Kabupaten Pekalongan dan untuk mengetahui kadar BKO natrium diklofenak dalamnya. Metode yang digunakan adalah uji kualitatif menggunakan KLT dengan fase diam silika gel F60 254 nm dan fase gerak etil asetat:n-heksana (9,5:0,5) dan uji kuantitatif menggunakan KCKT dengan fase gerak methanol:aquabidestilata (80:20). Hasil analisis kualitatif dengan KLT dari 14 sampel jamu pegal linu yang terdeteksi bahan kimia obat natrium diklofenak terdapat pada 6 sampel dengan nilai Rf natrium diklofenak 0,68 cm sedangkan pada sampel B, D, E, F, dan K diperoleh nilai Rf 0,65 cm dan sampel G diperoleh nilai Rf 0,68 cm. Sedangkan analisis kuantitatif dengan KCKT setiap kemasan 7 gram sampel B mengandung kadar sebanyak 3 mg, sampel D mengandung kadar sebanyak 0,69 mg, sampel E mengandung kadar sebanyak 2,11 mg, sampel F mengandung kadar sebanyak 1,18 mg, sampel G mengandung kadar sebanyak 1,55 mg dan sampel K mengandung kadar sebanyak 3,20 mg. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa sampel jamu pegal linu yang beredar di Kabupaten Pekalongan dari 14 sampel jamu, 6 sampel mengandung natrium diklofenak.
Penetapan Kadar Logam Berat Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) pada Ikan Kakap Putih, Ikan Kerapu dan Ikan Tigawaja di Perairan Kota Pekalongan Suryani, Irma; Nur, Achmad Vandian; Rahmasari, Khusna Santika; Wirasti, Wirasti
Jurnal Kimia Fullerene Vol 9 No 2 (2024): Fullerene Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v9i2.694

Abstract

Kota Pekalongan adalah daerah industri batik yang limbahnya mengandung logam berat berakibat tercemarnya perairan. Pencemaran dapat mempengaruhi kualitas air serta diserap oleh biota perairan sehingga membuat hasil tangkapan ikan tercemar, sehingga jika dikonsumsi oleh manusia menyebabkan toksisitas. Logam kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) bersifat karsinogenik, memberikan efek genotoksik, sitotoksik, kerusakan pada paru-paru, ginjal, hati, sistem saraf dan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kadar logam berat kadmium (Cd) dan timbal (Pb) pada ikan kakap putih, ikan kerapu dan ikan tigawaja di Perairan Kota Pekalongan. Metode dalam penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kadmium (Cd) dalam ikan kakap putih sebesar 0,17 mg/Kg, ikan kerapu sebesar 0,22 mg/Kg dan ikan tigawaja sebesar 0,19 mg/Kg. Kandungan kadar timbal (Pb) pada ikan kakap putih, ikan kerapu dan ikan tigawaja secara berurutan sebesar 1,64 mg/Kg, 2,63 mg/Kg dan 1,35 mg/Kg. Ketiga sampel kadar kadmiumnya melebihi batas ambang yang ditetapkan oleh BPOM No. 5 Tahun 2018 sebesar 0,10 mg/Kg. Kadar timbal dalam ketiga sampel melebihi batas ambang yang ditetapkan oleh BPOM No. 9 Tahun 2022 sebesar 0,3 mg/Kg.
EDUKASI ZAT BERBAHAYA DALAM KOSMETIK Ningrum, Wulan Agustin; Rahmasari, Khusna Santika; Waznah, Urmatul; Prastika, Sisca Windy; Maulvi, M. Arsyi
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v4i2.1989

Abstract

Kosmetik merupakan salah satu produk yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, agar tampil lebih cantik dan menarik. Penggunaan bahan kimia berbahaya dalam kosmetik dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Hasil survey yang dilakukan masih adanya ibu-ibu desa donowangun kecamatan talun kabupaten pekalongan yang membeli dan menggunakan kosmetik baik lokal maupun import tanpa mengetahui bahan-bahan yang terkandung di dalamnya aman atau tidak. Sehingga penting dilakukan upaya agar masyarakat dapat melakukan perlindungan pada dirinya terhadap produk kosmetik yang berbahaya. Kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan melalui metode ceramah, melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang diikuti oleh 60 orang peserta mulai dari usia 25- 55 tahun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan khususnya ibu-ibu desa donowangun, kecamatan talun kabupaten pekalongan, mengenai kosmetik yang aman, bebas dari bahan kimia yang berbahaya serta ketepatan bagaimana cara memilihnya. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diperoleh tingkat pengetahuan peserta dengan kategori baik sebesar 84,8%.
Transforming Discarded Mature Coconut Water into Carboxymethyl Cellulose as A Precursor Material for Bioplastics Khusna Santika Rahmasari; Achmad Vandian Nur; Eka Anydia Putri; Vanesa Maharani; Achmad Ridlo; Bayu Ishartono
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 3 (2025): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.3.698-711

Abstract

(DMCW) mixture into the market’s drainage ditches after opening mature coconuts, resulting in soil contamination and odor due to acetic acid produced during fermentation by soil bacteria. This study aimed to minimize soil pollution caused by these activities through converting DMCW into versatile biopolymers such as carboxymethyl cellulose (CMC). The synthesis was initiated through the fermentation of DMCW into bacterial cellulose (BC) in the form of nata de coco (NdC), subsequently undergoing alkalization and carboxymethylation to produce CMC. The efficacy of the synthesis process from DMCW to CMC was identified via spectroscopy, thermal, and physicochemical analysis. The characterization results demonstrated that NdC-based CMC and commercial CMC exhibited analogous functional groups, diffraction patterns, thermal degradation behaviors, and physicochemical properties. NdCbased CMC revealed characteristics like water solubility, elevated molecular weight, and high viscosity, despite its purity being spproximately 83.3%. Notwithstanding its rigidity, lack of transparency, and water solubility, this NdC-based CMC can be solvent cast into bioplastics and degraded in soil in four days. In the future, CMC-based bioplastics, enhanced through advanced treatments, will be expected as precursors for the creation of sustainable food packaging materials
Analysis of Lead Metal Levels in Vaname Shrimp (Litopenaus vannamei) in the Coastal Area of ​​Pekalongan : Analisis Kadar Logam Timbal Pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Wilayah Pesisir Pekalongan Naila Izza Sabila; Achmad Vandian Nur; Khusna Santika Rahmasari; Eko Mugiyanto
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - April 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v10i1.7953

Abstract

Vannamei shrimp is one of the fishery commodities with high economic potential, but vulnerable to heavy metal contamination due to environmental pollution. This study aims to analyze the content of heavy metal lead (Pb) in vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) in Pekalongan coastal area. Atomic Absorption Spectrophotometry (SSA) method was used to analyze Pb levels in shrimp samples with age variations of 40, 50, 60, and 70 days. The results showed that lead levels in all shrimp samples exceeded the threshold set by BPOM RI, which is 0.5 mg/Kg. The highest Pb level was found in 70-day-old shrimp with a concentration of 10.57 mg/Kg, while the lowest level was in 40-day-old shrimp at 3.40 mg/Kg. These results indicate the potential dangers of consuming vaname shrimp exposed to heavy metals for human health, so that mitigation measures against heavy metal pollution in the region are needed.
SKRINING KESEHATAN REMAJA DALAM RANGKA PENCEGAHAN DIABETES DI PERUMAHAN LIMAS KRAPYAK PEKALONGAN Waznah, Urmatul; Rahmasari, Khusna Santika; Ningrum, Wulan Agustin; Azzahra, Nafisa Aufa; Ainin, Shabrina
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v4i1.1806

Abstract

Peningkatan kadar gula darah dalam tubuh di atas nilai normal menyebabkan gangguan metabolisme yang dikenal sebagai diabetes meliatus. Tingkat prevalensi diabetes di Indonesia saat ini berada di urutan kelima di seluruh dunia.Meskipun penyakit diabetes melitus tidak dapat disembuhkan, menerapkan pola hidup sehat dapat mencegahnya. Pentingnya pemeriksaan gula darah dan pencegahan sejak dini menjadi upaya untuk menekan penyebaran penyakit diabetes dilingkup remaja yang kurang disadari akan berdampak besar dimasa mendatang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memeriksa kadar gula darah remaja dan menganalisis strategi pencegahan diabetes sejak usia dini. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah remaja putri warga perumahan limas krapyak pekalongan. Hasil pemeriksaan kadar gula darah menunjukan 100 % remaja tidak ada yang melebihi normal.
ANALISIS CEMARAN Escherichia coli DAN Salmonella typhi PADA JAMU GENDONG DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) Salsabila, Salma Fi; Rahmasari, Khusna Santika; Nur, Achmad Vandian; Pambudi, Dwi Bagus
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v9i3.809

Abstract

The consumption of jamu kunyit asam and beras kencur is an integral part of Indonesian culture. Jamu kunyit asam, a mixture of turmeric and tamarind, is believed to enhance the immune system and aid digestion. Jamu beras kencur, made from rice and aromatic ginger, is known for boosting stamina and alleviating fatigue. However, the traditional production of jamu, often lacking strict hygiene standards, can lead to contamination by pathogenic microorganisms such as Escherichia coli and Salmonella typhi. This study aims to detect the presence of E. coli and S. typhi in jamu kunyit asam and beras kencur, and to analyze whether these traditional herbal drinks sold across districts in Pekalongan City comply with the established quality standards for traditional medicine. The analysis of pathogenic microorganisms using the Most Probable Number (MPN) method revealed that MPN values in the presumptive test using Lactose Broth and the confirmatory test using Brilliant Green Lactose Broth ranged from 0 to 18.98 MPN/mL. Out of four samples of jamu kunyit asam, one did not meet the permissible contamination limits, and three out of four samples of jamu beras kencur were non-compliant. The complementary tests showed that seven samples were positive for E. coli (samples coded A1, A2, B1, B2, C2, D1, and D2) and four samples were positive for S. typhi (samples coded A1, D1, C2, and D2).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN MASKER CLAY DARI EKSTRAK DAUN KELOR ( Moringa Oliefera L. ) SEBAGAI SEDIAAN ANTI JERAWAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus ATCC 25923 Rahmasari, Khusna Santika; Waznah, Urmatul; Slamet, Slamet; Mafruroh, Mafruroh
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p234-242

Abstract

Acne can disrupt appearance and cause discomfort due to pain. The bacteria that can cause acne is Staphylococcus aureus. Excessive or inappropriate use of antibiotics can lead to antibiotic resistance. One plant that has effectiveness as an antibacterial is Moringa leaves (Moringa Oliefera L.). The application of Moringa leaf extract as an antibacterial can be made into a clay mask preparation. The purpose of this study was to prove that Moringa leaf extract can be used as a clay mask and a clay mask preparation of Moringa leaf extract as an anti-acne against Staphylococcus aureus bacteria. Moringa leaf extract was obtained by maceration method with 96% ethanol solvent. The extract was formulated in the form of a clay mask with various concentrations of 15%, 20%, 25%. The results of the parameter tests included organoleptic, pH, homogeneity, spreadability, adhesiveness, viscosity and stability. Antibacterial activity tests were also carried out using the disc method. The research test of the inhibitory activity of the Moringa leaf extract clay mask showed good formula results at a concentration of 25% with an inhibitory diameter of 28.96 ± 0.43 mm. This study can be concluded that Moringa leaf extract can be formulated into a clay mask preparation and the resulting inhibition zone area with the clear zone area in Staphylococcus aureus bacteria.
Co-Authors A'yun, Qurrata Achmad Ridlo Achmad Vandian Nur, Achmad Vandian Adelia Fitriani Ainin, Shabrina Ainun Muthoharoh, Ainun Alfarizi, Muhammad Bahtiar ALIYAH, HIMATUL Allam, Faiq Aminuyati apt. Eko Mugiyanto, Eko Arum Dwi Nanda, Arum Atifah, Husnia Aulia Rahmadhani Ayu Dyah Purwati Ayu Setyowati Azzahra, Nafisa Aufa A’yun, Qurrata Bagus Pambudi, Dwi Balqis, Fadia Indah Bayu Ishartono Bayu Ishartono citra_dinda Wardany Dwi Bagus Pambudi Eka Anydia Putri Eko Mugiyanto Eko Mugiyanto, Eko Elsa Septiana Khoirunnisa Fachry Abda El Rahman Fadhilah, Isna Fadillah, Rahma Ayu Firman Faradisi Fitriani, Adelia Fortuna, Putri Asabella Fuadiya, Laila Azka Giani Khairunnisa, Cantika Haqiqi, Izzatul Huda, Muhammad Syahrian Ida Astuti Ida Astuti Indriyani, Puspa Irma Suryani Irnawati Irnawati Irsyad, Khabibullah Isyti'aroh Izzahra, Astrid Ika Kamilah, Rasya Rizqi Khoirunnisa, Aishwarya Khoirunnisa, Elsa Septiana Kholisatuz Zahro Mafruroh, Mafruroh Maharani, Vanesa Maharisti, Retno Aulia Maulvi, M. Arsyi Muhammad Bahtiar Alfarizi Muhammad Syahrian Huda Munaya, Arinal Nadia Salsabila Ulfa Naila Izza Sabila Ningrum, Wulan Agustin Nirmala, Mutiara Suci Nunung Mufida Nunung Mufida Nur, Achamd Vandian Nurul Janah, Fatimah OKTAVIANI, RISKA Oktaviani, Riska Kurnia Pambudi, Dwi Bagus Pambudi, Dwi Bagus Prastika, Sisca Windy Putri, Eka Anidya Putriautami, Fernanda Meyra Rachim, Rizqi Aulia Rahmatullah, ST. Rasya Rizqi Kamilah Retno Aulia Maharisti Rina Widhyani Rini Kristiyanti S Slamet S Slamet, S Sabilla, Elsa Safitri, Arista Salsabila, Salma Fi Slamet Slamet . Slamet Slamet Slamet, Slamet Sugiharto, Sugiharto Supriyanto, Lukman Ulfa, Nadia Salsabila Ulhaq, M Daffa’ Dhiya’ Urmatul Waznah Utami, Budi Vandian Nur,, Achmad Vanesa Maharani Vira Septiya W Wirasti Wibowo, Danang Novianto Wirasti Wirasti Wirasti Wirasti, W Wirasti, Wirasti Wulan Agustin Ningrum Wulandari, Hilda Fitria Yulian Wahyu Permadi Yuvinda Devi Erviani Yuvinda Zahratulhakimah, Putri Balqis