p-Index From 2021 - 2026
7.927
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Journal of English Language Teaching English Review: Journal of English Education An - Nisa` Acta Pharmaceutica Indonesia Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Insect (Informatics and Security) : Jurnal Teknik Informatika JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni English Language Teaching Educational Journal Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan Jurnal Fisika dan Terapannya Maspul Journal of Community Empowerment BJRM (Bongaya Journal of Research in Management) Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat AKMENIKA Ana Bulava Jurnal Pendidikan Anak Omiyage: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Community Empowerment Studies in English Language and Education Journal of Public Health Concerns E-JRM IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat International Journal of Health Sciences Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Teaching English as a Foreign Language Journal Socio-Economic and Humanistic Aspects for Township and Industry JEBD Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Journal Innovation In Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat Idealita: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan DIPANEGARA KOMPUTER SISTEM INFORMASI (DIPAKOMSI) Agency Journal of Management and Business Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas AL MAQRIZI: Jurnal Ekonomi Syariah dan Studi Islam Journal Social Engagement: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Masterpiece Journal Society Service Insight EDUCHILD Journal of Early Childhood Education Study of Scientific and Behavioral Management (SSBM) Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Edukasi terapi komplementer pada ibu hamil untuk mengurangi nyeri selama kehamilan Fatimah, Sitti; Heriyana, Desi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2397

Abstract

Background: Complementary therapy is a form of healing based on various modalities in health practices, supported by theory and belief. This therapy encompasses promotive, preventive, curative, and rehabilitative efforts, although currently, complementary therapy is an option during pregnancy to reduce common complaints or discomforts. Purpose: To provide knowledge and understanding of complementary therapies for health and their benefits to pregnant women during pregnancy. Method: This community service activity was held on October 25, 2025, from 9:30 to 11:00 a.m. WITA (Central Indonesian Time) at the Pajelele Village office, involving eight pregnant women as respondents. The material was delivered through interactive lectures, discussions, and demonstrations, accompanied by visual presentations and leaflets. The education materials covered complementary therapies and their health benefits during pregnancy. The activity was evaluated using pre-test and post-test questionnaires to measure changes in respondents' knowledge and understanding before and after the education. The data obtained were analyzed descriptively to illustrate differences in respondents' knowledge and understanding of complementary therapies from a pregnancy health perspective. The evaluation results are used as an indicator of activity effectiveness. Results: Data obtained on respondents' knowledge levels regarding complementary therapies and their benefits before the educational activity (pre-test) was 25.0% in the good category, 25.0% in the adequate category, and 50.0% in the poor category. Meanwhile, the level of knowledge of respondents after the educational activity (post-test) was 87.5% in the good category and 12.5% ​​in the adequate category. Conclusion: Health interventions that combine education (lectures) with direct demonstrations (practice/simulation) have proven highly effective in increasing pregnant women's knowledge and understanding of complementary therapies and their health benefits, thereby increasing motivation to implement them independently. Suggestion: It is hoped that educational activities accompanied by training on complementary therapies can be conducted regularly and involve health workers so that the public's understanding of the benefits of complementary therapies will be more fully understood based on medical knowledge. Keywords: Back pain; Complementary therapy; Health education; Pregnancy Pendahuluan: Terapi komplementer merupakan bentuk penyembuhan yang bersumber pada berbagai sistem modalitas dalam praktik kesehatan yang didukung oleh teori dan kepercayaan. Terapi tersebut meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif meskipun saat ini terapi komplementer yang ada menjadi salah satu pilihan selama kehamilan untuk mengurangi keluhan atau ketidaknyamanan yang umum terjadi Tujuan: Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang terapi komplementer untuk kesehatan dan manfaatnya kepada ibu hamil selama menjalani kehamilan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2025 pada pukul 09.30–11.00 wita di kantor Desa Pajelele dengan melibatkan 8 ibu hamil untuk menjadi responden. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi dan demonstrasi disertai media presentasi visual dan leaflet. Materi penyuluhan meliputi tentang terapi komplementer dan manfaat kesehatan selama masa kehamilan. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan dan pemahaman responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perbedaan tingkat pengetahuan dan pemahaman responden tentang terapi komplementer dalam perspektif kesehatan kehamilan. Hasil evaluasi digunakan sebagai indikator efektivitas kegiatan.  Hasil: Mendapatkan data tingkat pengetahuan responden mengenai terapi komplementer dan manfaatnya sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah sebesar 25.0% dalam kategori baik, sebesar 25.0% dalam kategori cukup, dan sebesar 50.0% dalam kategori kurang. Sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah kegiatan edukasi (post-test) menjadi sebesar 87.5% dalam kategori baik dan sebesar 12.5% dalam kategori cukup. Simpulan: Intervensi kesehatan yang menggabungkan edukasi (ceramah) dengan demonstrasi langsung (praktik/simulasi) terbukti sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil mengenai terapi komplementer dan manfaatnya dalam kesehatan, sehingga meningkatkan motivasi untuk menerapkan terapi secara mandiri. Saran: Diharapkan, kegiatan edukasi yang disertai dengan pelatihan tentang terapi komplementer dapat dilakukan secara berkala dan melibatkan tenaga kesehatan sehingga pemahaman tentang manfaat terapi komplementer akan lebih dirasakan oleh masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan medis.
Promotif kesehatan melalui edukasi Keluarga Berencana (KB) Fatimah, Sitti; Musni, Musni; Heriyana, Desi
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 3 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i3.3143

Abstract

Background: Family planning (FP) is an effort undertaken by married couples to regulate the number, spacing, and timing of their children through the use of contraceptive methods to create a healthy, prosperous, and quality family. According to the World Health Organization (WHO), family planning is an action that enables individuals and couples to anticipate and achieve the desired number of children and determine the spacing and timing of births through the use of safe and effective contraceptive methods. The Family Planning (FP) program is not merely an effort to regulate the number of children, but rather a preventive health strategy proven to reduce maternal and infant mortality, improve the quality of family life, and support sustainable development. Family planning education shifts the societal paradigm from "many children, much fortune" to "fewer children, healthy, and prosperous." This is an effective promotive-preventive effort to improve maternal and child health, particularly in rural areas such as Palongki Village. Purpose: To increase public knowledge about family planning (FP). Method: This community service activity was held on Sunday, February 1, 2026, at 10:00 a.m. WITA (Central Indonesian Time) at the Palongki Village Office. The primary goal was to optimize knowledge about family planning among couples of childbearing age and pregnant women. Thirty-eight respondents, supported by village officials and local health workers, participated in the activity. The activity employed an educational, counseling, and participatory approach, employing a one-group pre-test and post-test design. The educational materials were based on the guidelines of the National Population and Family Planning Board (BKKBN) and the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, and adapted to the local context. The materials were delivered through interactive lectures. Evaluation was conducted by analyzing the pre-test and post-test results, calculating the difference in the respondents' average knowledge scores and presenting them descriptively to assess changes in their knowledge levels after the educational activity. Results: The average age of respondents was 31.87 years with a standard deviation of ±6.53 years. The majority of respondents were in the 20-30 age range (50.0%). The majority of respondents (84.2%) accepted family planning (FP), and the majority (84.2%) also believed that education about family planning was very beneficial. Furthermore, the level of knowledge of respondents about family planning before the educational activity was 5 (13.2%) in the good category, 10 (26.3%) in the adequate category, and 23 (60.5%) in the poor category. Meanwhile, the level of knowledge of respondents after the educational activity was 30 (78.9%) in the good category and 8 (21.1%) in the adequate category. Conclusion: The educational intervention activity was proven effective in increasing mothers' knowledge about family planning (FP) and encouraging positive changes in attitudes and behaviors regarding contraceptive choice. Increasing mothers' knowledge also directly contributes to improving public health through pregnancy planning and appropriate birth spacing. Suggestion: Integrated Health Posts (Posyandu) are expected to conduct regular monitoring and actively empower cadres to provide knowledge about family planning, so that programs can be effectively implemented in the wider community. Keywords: Contraception; Couples of reproductive age; Family planning; Health education; Reproductive health Pendahuluan: Keluarga berencana (KB) adalah upaya yang dilakukan oleh pasangan suami istri untuk mengatur jumlah anak, jarak kelahiran, dan waktu kelahiran melalui penggunaan metode kontrasepsi guna mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Menurut World Health Organization (WHO), family planning adalah tindakan yang memungkinkan individu dan pasangan untuk mengantisipasi dan mencapai jumlah anak yang diinginkan serta menentukan jarak dan waktu kelahiran melalui penggunaan metode kontrasepsi yang aman dan efektif. Program Keluarga Berencana (KB) bukan hanya sekedar upaya pengaturan jumlah anak, melainkan strategi kesehatan preventif yang terbukti menurunkan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan kualitas hidup keluarga serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Edukasi KB mengubah paradigma masyarakat dari “banyak anak banyak rezeki” menjadi “sedikit anak, sehat, dan sejahtera”. Ini adalah upaya promotif–preventif yang efektif untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, khususnya didaerah pedesaan seperti Desa Palongki. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang keluarga berencana (KB) pada masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Minggu 1 Februari 2026, pukul 10.00 WITA di Kantor Desa Palongki. Dengan sasaran utama adalah optimalisasi pengetahuan tentang keluarga berencana pada pasangan usia subur dan ibu hamil. Melibatkan 38 responden dan dukungan perangkat desa dan kader kesehatan setempat. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif, konseling, dan partisipatif, menggunakan pre-test dan post-test one group design. Materi edukasi berdasarkan pedoman BKKBN dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta disesuaikan dengan konteks lokal. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif. Evaluasi dilakukan dengan menganalisa hasil pre-test dan post-test yaitu menghitung selisih nilai rata-rata pengetahuan responden dan disampaikan secara deskriptif untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan responden setelah kegiatan edukasi. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 31.87 tahun dengan standar deviasi ±6.53 tahun dan mayoritas responden berada di rentang usia 20-30 tahun yaitu sebesar 50.0%. Sebagian besar responden merupakan akseptor KB yaitu sebesar 84.2% dan sebagian besar juga responden berpendapat bahwa edukasi tentang KB sangat bermanfaat yaitu sebesar 84.2%. Sedangkan tingkat pengetahuan responden tentang KB sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 5 (13.2%) dalam kategori baik, sebanyak 10 (26.3%) dalam kategori cukup dan sebanyak 23 (60.5%) dalam kategori kurang. Sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah kegiatan edukasi menjadi sebanyak 30 (78.9%) dalam kategori baik dan sebanyak 8 (21.1%) dalam kategori cukup. Simpulan: Kegiatan intervensi edukasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu tentang Keluarga Berencana (KB) serta mendorong perubahan positif pada sikap dan perilaku pemilihan alat kontrasepsi. Peningkatan pengetahuan ibu tentang juga berkontribusi langsung dalam menciptakan kesehatan masyarakat melalui perencanaan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran dengan tepat. Saran: Diharapkan kepada Posyandu untuk melakukan pemantauan secara rutin dan secara aktif memberdayakan kader dalam memberikan pengetahuan tentang KB, agar penerapan program-program dapat dilaksanakan dengan baik di masyarakat yang lebih luas.
Co-Authors A. Fitriani A. Sri Mardiyanti Syam A. Ulfa Fatmasanti A.Ulfa Fatmasanti Abdul Kadir Abdullah, Salma Abhull Azwad, Nugraha Achmad Amzal Maulana Adek Adhiyati Zulkifli Ajeng Wijayanti, Lumastari Aji, Sulistyani Prabu Alfah, Siti Alfina Baharuddin Aliah Adillah Alif, Rizkan Alisyah Pitri Aminullah Aminullah Amniar, Nurul Hifdziyah Ampauleng Andi Sugiati Arini Fitria Mustapita Aryuliva Adnan Ashari, Yuli Asri Dewi, Asri Asriani alimuddin Asrianti Safitri Muchtar Asrul Aulia Ananda Putri Darmawati Darmawati Desi Heriyana Desrianti, Elisa Detsy Hatmala Citra Eka Sarofah ELIHAMI, ELIHAMI Erni Marlina, Erni Fadhilla, Genialita Fadrinasesa, Dinda Fahdilla, Genialita Fajarudddin Fajaruddin firmanda, syauqi agung Fitrawati, Fitrawati - Ginting, Dyah Ayu Lestari Haeran Haeruddin Hafizatul’ Ain Hamzah Hamzah Hanifa, Hanina Liddini Hasan Hasan Hasmiwarni Hasmiwarni Hasna Dewi Hasna, Fadilah Habibul HEMON, M TUFAILA Heriyana, Desi Husnul Khatimah Ilham Gani Indah Fauziah Irfan, Ahmad IRWAN LAKANI Ita Novianti Jamaluddin Ahmad Jannah, Hariratul Jufri Jufri Kamaruddin Arsyad Karmilah, Karmilah Kasmiati Kiki Reski Rahmadani Kurniawan Kusumawati, Anna Leomo, Sitti Lubis, Halimatussakdiyah Ludfi, Ludfi MAHMUD, BONITA Makmur Meiliza Delviyanti Mira, Asri Sekar Mochamad Nurdin Mochamad.Nurdin Muh Fadlyazim Muh. Afta Noer Muh. Amar Muh. Said L Muh. Tamrin Muhammad Amar Muhammad Ikhtiar Muhammad Nur Munir, Wahidah Musni, Musni Mutmainnah Mutmainnah Nilfatri Noor Shodiq Askandar Nur Amin Nur Asmawati Nurdin Nuraeni Gani nuraenigani Nurfadillah Nurliana Sari Nurul fazirah Panitra. A Perkasa, Muh. Alwis Arya Pratiwi Riski Pratiwi, Bhekti Pratiwi, Qurrata Ayuni Putri, Meira Anggia R, Rahmi Rahim, Samsir Ranover, Ranover Ratnawati Ratnawati Reliyanti Retoliah Reza Aril Ahri Rianto, Vegi Harmiana Rosita Rosita Rosmini Rosmini rusdiana Rustam, La Ode Sabriana, Riska Saide, Rusnaeni Salma Abdullah Saputra, Ogie Winas Sari, Revi Nilam Selicha Putri Sima, Yenny Sintha Tresnadewi Sofyang St. Malka Suci Dewi Maharani suci fitra yani Sudarman, Dirman Suleman, Darwis Supriadi Susi , Susi Syahfitri, Triyana Syamsiah Hasyim SYAMSU ALAM Syamsuddin Syamsuddin Syamwil, Syamwil Tabrani, Achmad Ula, Zumrotul Ulfa Aulia Upa, Delma Tandi Usnidah Umar Wahyunainti, Nur Widyawati Winadia Y, Yusnia Yenni Rozimela Yoga Yuniadi Yulsa, Fadli Muhamad Yusri, Muhammad Nazipul Yusuf, Dewi Nurhayati