p-Index From 2021 - 2026
6.339
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Jurnal Kimia Mulawarman Journal of Islamic Pharmacy Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Abdimas Dewantara SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Jurnal Kreativitas PKM Surya Abdimas Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI SULUH: Jurnal Abdimas ULIN: Jurnal Hutan Tropis Jurnal Abdimas Mandiri JURNAL PERIKANAN TROPIS PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Sains dan Edukasi Sains Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Abdimas Bina Bangsa Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENGABDIAN PENDIDIKAN MASYARAKAT (JPPM) JIPkM Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS
Claim Missing Document
Check
Articles

JENIS IKAN SARDINELLA DI LEMBATA: KELIMPAHAN DAN DISTRIBUSI SPASIAL-TEMPORALNYA Gerardus Diri Tukan; Maria Novalina Naben; Joanivita Paulo Gulo Soru; Paulus Risan Funan Lalong; Yustina Ina Kewa Manuk; Ignatia Stefania Nino; Aludin Al-Ayubi; Arijanti Susana Ulnang; Agustina Emiliana Sawo; Virjy Emanuela Lema Tukan; Petrus Salestinus Atawuwur; Adam Malik
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 32, No 2 (2026): (Juni 2026)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.32.2.2026.63-81

Abstract

Perairan laut Lembata terdapat beberapa jenis ikan sardinella namun  belum ada data ilmiah jenis serta distribusi spasial-temporalnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis dan distribusi spasial-temporalnya.  Metode penelitian yaitu survei selama empat bulan pada nelayan lokal dan penjual ikan. Hasil penelitian: ikan Sardinella terdapat tiga kelompok yaitu: (1) Tembang kowi; terdapat empat jenis: (a) Kowi punggung biru,  menyerupai  Sardinella lemuru. Selalu ditangkap setiap hari,  melimpah pada musim hujan (Desember-Maret), terdistribusi di Teluk Waienga dan melimpah di Teluk Lewoleba. (b). Kowi garis hijau menyerupai Sardinella gibbosa, selalu bersama ikan kowi punggung biru. (c) Kowi punggung bintik-bintik, mirip Sardinella electra. Habitatnya di area rumpon, diperoleh sepanjang tahun. (d) Kowi kali, mirip Etrumeus jacksoniensis,  jarang ditangkap,  hidup di area  hutan mangrove dalam Teluk Lewoleba. (2) Kelompok ikan matakenak, terdapat tiga jenis: (a) Matakenak halus (sarden putih; Escualosa thoracata), hidup di tepi pantai, tersebar di Teluk Lewoleba, Waienga dan Teluk Lewolein, ditangkap sepanjang tahun, melimpah pada musim hujan (Desember-Maret). (b) Matakenak asli, menyerupai Harengula clupeola, hidup di area pelabuhan,  ditangkap setiap tahun. (c) Matakenak panjang; menyerupai Sardinella fimbriata, ditangkap setiap tahun, puncak kelimpahan pada musim hujan, terdistribusi di Teluk Waienga,  Lewolein, Balauring dan melimpah di Teluk Lewoleba. (d) Matakenak ktê’ê belum ditemukan kemiripan dengan Sardinella yang lain. (3) Ikan temi, menyerupai Sardinella longiceps,  terdapat setiap tahun di Teluk Lewoleba dan Waienga,  melimpah pada musim hujan (Desember-Maret) di Teluk Lewoleba. Volume tangkapan rata-rata 15.240 ton/hari pada masa-masa puncak kelimpahan. Disimpulkan bahwa terdapat sembilan jenis sardinella di perairan Lembata, melimpah di Teluk Lewoleba terutama pada musim hujan. 
PELATIHAN PRODUKSI KERIPIK SINGKONG DAN PAKAN TERNAK KEPADA PEMUDA DESA LAMATUKA LEMBATA Gerardus Diri Tukan; Lodowik Landi Pote; Maximus Markus Taek; Helena Hapa Lengari; Amandha Victoria Dwiputri Tukan; Monika Woli Wokal; Maria Wilhelmina Lasar; Paulus Risan Funan Lalong
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 2, Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i2.5057

Abstract

Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini bertujuan mengajak generasi muda desa Lamatuka dan memberikan pengetahuan serta keterampilan untuk mengoptimalkan potensi ubi kayu yang ada di desa tersebut dan desa-desa tetangga menjadi produk yang bernilai jual, yaitu sebagai keripik singkong, tepung kanji dan pakan ternak yang bergizi.  Produksi  pakan ternak bergizi untuk mendukung pengembangan usaha ternak babi oleh masyarakat di desa tersebut. Metode kegiatan yaitu praktek produksi. Umbi singkong dikupas dan diparut. Parutan singkong diperas. Ekstrak perasan didiamkan untuk produksi tepung tapioca. Residu singkong parutan ditempelkan pada bagian belakang piring kaleng dan dikukus, dikeringkan, digoreng serta diberi perasa,  dikemas sebagai produk keripik. Limbah berupa potongan singkong dan kulit umbi singkong, dicacah dan difermentasi dengan larutan EM4 yang dicampur dengan gula pasir sebagai nutrisi bagi pertumbuhan mikroba pengurai, dan disimpan dalam ruang kedap udara selama delapan hari.  Hasil yang diperoleh yaitu keripik singkong kemasan terdiri dari dua rasa yaitu manis pedas dan rasa original. Dihasilkan pula tepung tapioca. Tiap 1 kg singkong mentah menghasilkan rata-rata 6 kg keripik kering. Fermentasi terhadap potongan singkong dan kulit umbi singkong, berlangsung selama delapan hari dan dihasilkan pakan ternak yang memiliki bau asam wangi. Pakan ternak yang dihasilkan tersebut diberikan kepada hewan ternak babi, dan aman dikonsumsi.
Penguatan manajemen usaha pedagang kuliner Pelabuhan Ferry Waijarang melalui penyuluhan higienitas pangan dan pembentukan koperasi Stanis Man; Anggraeny Paridy; Eron Kristiaji; Maurianus Ans Lede; Ricard Daton; Gerardus Diri Tukan; Kristina Kewa Manuk
ABDIMAS DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v9i1.22132

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pedagang kuliner di Pelabuhan Ferry Waijarang mengenai higienitas pangan serta memperkuat kapasitas manajemen usaha melalui pembentukan koperasi usaha bersama sebagai wadah pengembangan usaha, penguatan permodalan, dan kerja sama antarpedagang. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi partisipatif, dan evaluasi menggunakan kuesioner terhadap tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan yang dicapai yaitu peserta kegiatan memahami materi sosialisasi yang disampaikan yang berkaitan dengan pengolahan dan higienitas bahan kuliner yang didagangkan dan peserta kegiatan setuju untuk dibentuk koperasi usaha bersama. Disepakati bahwa dibentuk pengurus koperasi dan semua pedagang kuliner yang menjalankan aktivitas di area pelabuhan Ferry Waijarang Lembata dihimpun sebagai anggota. Nama koperasi yang diberikan yaitu Koperasi Usaha Bersama Waijarang Bangkit (Kube Wangi). Disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta (21 orang; 100%) memahami materi penyuluhan tentang bahan dagangan kuliner yang harus dijaga kualitas serta higienitas, dan bersepakat membentuk wadah koperasi usaha bersama.   Strengthening the business management of culinary vendors at Waijarang Ferry Port through food hygiene education and cooperative establishment   Abstract: The purpose of this community service program was to enhance the understanding of culinary vendors at Waijarang Ferry Port regarding food hygiene and to strengthen their business management capacity through the establishment of a joint business cooperative as a platform for business development, capital enhancement, and collaboration among vendors. The program employed lectures, participatory discussions, and a questionnaire-based evaluation to assess participants' level of understanding. The results demonstrated that the participants gained a better understanding of hygienic food handling and processing practices for the culinary products they sell. The participants also agreed to establish a joint business cooperative. A cooperative management committee was formed, and all culinary vendors operating in the Waijarang Ferry Port area, Lembata, were invited to become members. The cooperative was officially named the Koperasi Usaha Bersama Waijarang Bangkit (Kube Wangi).The evaluation results indicated that all participants (21 participants; 100%) demonstrated a satisfactory understanding of the training materials on food quality and hygiene and reached a consensus to establish the joint business cooperative. These findings indicate that the program effectively enhanced participants' knowledge of food hygiene while fostering collective commitment to strengthening business management through a cooperative-based approach.
Penggunaan Sabut Kelapa Teraktivasi NaOH sebagai Adsorben Metilen Biru: Utilization of Coconut Fiber NaOH-Activated as Blue Methylene Adsorbent Anselmus Boy Baunsele; Erly Grizca Boelan; Aloisius Masan Kopon; Maximus M. Taek; Gerardus D. Tukan; Hildegardis Missa
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 9 No. 1 (2023): April Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2023.v9.i1.16274

Abstract

Methylene blue is a textile dye with carcinogenic and mutagenic properties which can cause various problems for the environment and organisms, therefore it is necessary to treat the waste. This study describes the adsorption of methylene blue using base-activated coconut coir. Coconut coir as waste was prepared into 80 mesh-sized powder and then activated using NaOH solution. The base-activated coconut fiber was then used for methylene blue adsorption under several optimization conditions such as pH, contact time, concentration, and adsorption isotherm. The determination of methylene blue was adsorbed by the adsorbent measured using UV-VIS. The pH and contact time results were 7 and 75 minutes, respectively, with the adsorption capacity (qe) of 1.98 mg g-1 and 99.91%. The isotherm adsorption of blue methylene followed the Langmuir isotherm model with the maximum adsorption capacity (Qmax) of 0.2 mg -1. The result showed that the coconut fiber base activated could be used as a dye adsorbent.
KUALITAS MINYAK PAUS SPERMA HASIL PENGAWETAN OLEH NELAYAN LAMALERA-LEMBATA MELALUI PENJEMURAN DI PANTAI Gerardus Diri Tukan; Joanivita Paulo Gulo Soru; Maria Novalina Naben
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v13i1.13354

Abstract

Lamalera fishermen in Lembata Regency traditionally hunt sperm whales (Physeter macrocephalus) and preserve the blubber by sun-drying it on the beach prior to barter trading. The oil extracted from this blubber is typically characterized by a strong fishy odor. This study aims to determine the quality of sperm whale oil produced through this traditional preservation method. The research employed an experimental method. Solid blubber samples (221.34 g) were processes using thermal extraction to obtain the oil. The research procedure included sample preparation, thermal extraction, and analysis of physical and chemical properties with all experimental performed in triplicate. Physical analyses included oil yield, moisture content, and density, while chemical analyses comprised free fatty acid (FFA) content (by alkalimetric titration), saponification value (by acid–base titration), and iodine value (by Wijs method). The results showed an oil yield of 76.65%, moisture content of 1.43%, and density of 1.051 g/mL at 32°C. Chemically, the oil had a free fatty acid (FFA) content of 8.95%, saponification value of 80.41 mg KOH/g, and iodine value of 9.86 g I₂/100 g oi1l.
Pelatihan Warga Desa Waijarang Mengolah Lahan Tidur Tepi Pantai sebagai Demplot Agrosalt Berkelanjutan Gerardus Diri Tukan; Yustina Ina Kewa Manuk; Dionisia Hariani Nada; Amandha Victoria Dwiputri Tukan; Monika Woli Wokal; Maximus M. Taek; Anggelinus Nadut; Richardus Daton; Anggraeny Paridy; Stanis Man
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9163

Abstract

Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, memiliki lahan tidur di kawasan pesisir yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan lahan tidur melalui pengembangan demplot agrosalt, yaitu sistem pemanfaatan lahan yang mengintegrasikan budidaya tanaman palawija pada musim hujan dan produksi garam berbasis geomembran pada musim kemarau. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui sosialisasi konsep agrosalt serta praktik partisipatif berupa kerja bakti pembersihan, penataan, dan persiapan lahan demplot. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya demplot agrosalt awal seluas 1.920 m² yang ditanami jagung pulut, kacang tanah, dan kacang hijau. Selain menghasilkan demplot percontohan, kegiatan ini meningkatkan pemahaman, penerimaan, dan komitmen masyarakat serta pemerintah desa terhadap penerapan model agrosalt sebagai alternatif pemanfaatan lahan pesisir. Pendekatan partisipatif terbukti mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam mengelola lahan tidur. Dengan demikian, demplot agrosalt berpotensi menjadi model pemberdayaan lahan pesisir yang adaptif terhadap musim, berbasis potensi lokal, dan berkelanjutan.
Pemberdayaan perempuan mengelola sampah organik rumah tangga berbasis sirkular ekonomi mewujudkan Zero Waste Apryanus Fallo; Susana Purnamasari Baso; Gerardus Diri Tukan; Renstya Jofita Bentanone; Wilhelmina Bhoki Betu; Yusyurun Afonso; Irly Lestriani Haba Kore; Rinaldus Haryanto Jeranu; Maria Yulia Pawe; Maria Augustin Lopes Amaral; Maria Goreti Malut
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40188

Abstract

Abstrak Sampah organik rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat perkotaan, termasuk di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pengelolaan sampah yang tidak optimal menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Maulafa dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) berbasis sirkular ekonomi. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 di RT 019, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, dengan melibatkan 20 peserta dan enam mahasiswa. Metode meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pre-test, post-test, observasi keterampilan, dan monitoring. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 42% menjadi 88%, atau sebesar 46 poin persentase. Sebanyak 75% peserta juga mampu melakukan sekurang-kurangnya empat dari lima tahapan utama pembuatan POC secara tepat. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan partisipatif dapat memperkuat kemampuan dasar peserta dalam mengolah limbah dapur dan mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Kata kunci: pupuk organik cair; sampah dapur; sirkular ekonomi; wkri; ketahanan pangan. Abstract Household organic waste remains a significant environmental problem in urban areas, including Kupang City, East Nusa Tenggara. Inadequate waste management creates negative impacts on public health and the environment. This community service programme aimed to improve the knowledge and skills of members of the Indonesian Catholic Women’s Association (WKRI), Maulafa Branch, in processing household organic waste into Liquid Organic Fertiliser (LOF) using a circular economy approach. The programme was conducted on 19 June 2026 in Neighbourhood Unit 019, Oebufu Subdistrict, Maulafa District, Kupang City, and involved 20 participants and six university students. The methods included counselling, demonstrations, hands-on practice, pre-tests, post-tests, skills observation, and monitoring. The evaluation results showed that the participants’ average knowledge score increased from 42% to 88%, representing an improvement of 46 percentage points. In addition, 75% of participants were able to perform at least four of the five main stages of LOF production correctly. These findings indicate that participatory training can strengthen participants’ basic capacity to process kitchen waste and support the implementation of a circular economy at the household level. Keywords: liquid organic fertilizer; kitchen waste; circular economy; wkri; food security.
Co-Authors Adam Malik Adri Gabriel Sooai Adrianus Ketmoen Adrianus Ketmoen Agustina Emiliana Sawo Agustina Emiliana Sawo Alfry Aristo Jansen Sinlae Aloisius Masan Kopon Aloysius Djalo Althaf, Anindita Nareswari Aludin Al-Ayubi Amalia Regita Cahyani Amandha Victoria Dwiputri Tukan Amandha Victoria Dwiputri Tukan Ambrosius Faofeto An, Clarisa Margareth Ananda Oky Mekel M. Boikh Angela Nona Anggelinus Nadut Anggelinus Nadut Anggelinus Nadut Anggraeny Paridy Anindita Nareswari Althaf Anselmus Boy Baunsele Antonius Marques Faria Apolinaris Setiawan Apryanus Fallo Arijanti Susana Ulnang Beatrix Yunarti Manehat Besin, Julia Antanina Boelan, Erly G. Boikh, Ananda Oky Mekel M. Bria, Kristina Cahyani, Amalia Regita Cerry Julianus Pana Tukan Christiani Dewi Q. M. Bulin Clarisa Margareth Ang Costa, Silvestra Intan Nahak Crisdianto, Riki Damasus Frederiko Lena De Rozari, Christana Cassandra Dewi Q. M. Bulin, Christiani Didimus Dedi Dhosa Dionisia Hariani Nada Djuang, Maria Adelaide A Dolorosa Apriliyani Beatrix Elisabeth Adelia Merdekawati Gani Emanuela Lema, Virji Emiliana Sawo, Agustina Enike Tje Yustin Dima Erly G. Boelan Erly Grisca Boelan Erly Grizca Boelan Eron Kristiaji Fatima Nifu, Maria One Firmansyah, Mariano Fransiska Desiana Setyaningsih Gani, Elisabeth Adelia Merdekawati Gaspar Risno Rapok Gokok Gertreda Latumakulita Gisella Helga Ngewi Sia Gokok, Gaspar Antonius Padua Rapok Guideo Paskalis Nana Gulo, Joanivita Paulo Guntildis Riantobi Gusti Ayu Asti Devi Nirmala Helena Hapa Lengari Helena Listiorini Hadon Hidayat, Rosyid Hildegardis Missa Ignatia Stefania Nino Irly Lestriani Haba Kore Joanivita Paulo Gulo Soru Joanivita Paulo Gulo Soru Krisrina Azi Mega Kristina Bria Kristina Kewa Manuk Lalong, Paulus Risan F. Landi Pote, Lodowik Lasar, Maria Wilhelmina Lena, Damasus Frederiko Lengary, Helena Hapa Lodowik Landi Pote Luan, Olyva Renyarosari Lusia Ina Dai Maria Augustin Lopes Amaral Maria Elisabeth Rhebi Dewa Maria Goreti Malut Maria Karolina Halus Maria Novalina Naben Maria Novalina Naben Maria O. Krisdayanti Maria Suku Maria Vitriani Barek Sabon Maria Wilhelmina Lasar Maria Yulia Pawe Markus Taek, Maximus Marselina Koryaru Martins, Joanica Afonso Matilda, Oktaviana Maurianus Ans Lede Maurits Apaulo Jogo Maximus M Taek Maximus Markus Taek Melly Rani, Maria Ersilia Monika Woli Wokal Monika Woli Wokal Naben, Maria Novalina Nadut, Anggelinus Diri Nggabut, Giovani Don Bosco Nirmala, I Gusti Ayu Asti Devi Nogi Beribe, Maria Avila Novania Deo Pete Pala Nurholisah Nurholisah, Nurholisah Oktaviyani, Yanti Oswaldus Febriano Wawo Dale Pana Tukan, Cerry Julianus Paskalis Andrianus Nani Paskalis Andrianus Nani Paulus Adrianus K. L. Ratumakin Paulus Risan Funan Lalong Petrus Salestinus Atawuwur Priscilla M. A Hornay Rani, Maria Ersilia Melly Ratumakin, Paulus A. K. L. Renstya Jofita Bentanone Ricard Daton Richardus Daton Riki Crisdianto Rinaldus Haryanto Jeranu Rosa Mustika Bulor Rosalistriana Sanita Sando, Martinus Valdino Wonda Sardina Ndukang Sawo, Agustina Emiliana Seran, Sefriani Vidiani Luruk Setiawan, Apolinaris Snoe, Arkhangela Giriani Stanis Man Stanislaus Sanga Tolan Stefanus Dre Susana Purnamasari Baso Taek, Maximus M Taek, Maximus M. Taek, Maximus Markus Timuneno, Antonius Yohanes Wiliam Timuneno, Antonius Yohanes William Tukan, Amandha Victoria Dwiputri Tukan, Cerry Julianus Pana Tukan, Clara Marcian Palan Tukan, Virjy Emanuela Lema Ulnang, Arijanti Susana Vebronius Yano Viany Cecilia Pah Viktorius Riki Jawan Vinsennsia Katarina Nogo Blikon Virji Emanuela Lema Tukan Virjy Emanuela Lema Tukan Wilhelmina Bhoki Betu Wokal, Monika Woli Yanti Oktaviyani Yohanes Kristanto. Pili Yuliana Mete Yustina Ina Kewa Manuk Yustina Ina Kewa Manuk Yusyurun Afonso