Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Media Pembelajaran Digital untuk Meningkatkan Minat Belajar Sejarah di Sekolah Menengah Atas Firmansyah, Haris
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2024): Mei, History Learning Media and Social Problems
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i2.30416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan media pembelajaran digital terhadap minat belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah di SMA Mujahiddin Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan partisipan berupa siswa dan guru sejarah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital, seperti aplikasi interaktif dan video edukasi, dapat meningkatkan minat belajar siswa dengan menyajikan materi sejarah secara lebih menarik dan visual, sehingga siswa lebih tertarik untuk mempelajari dan memahami materi sejarah. Media digital juga membantu siswa dalam memahami dan menghargai materi yang dipelajari, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sejarah. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran digital dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di sekolah.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa dalam Pembelajaran Sejarah Firmansyah, Haris
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2024): Mei, History Learning Media and Social Problems
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i2.30440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran sejarah di SMA S Mujahiddin Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang memungkinkan peneliti untuk meneliti secara mendalam fenomena tertentu dalam konteks nyata. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara dengan guru sejarah, dan interaksi dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi, serta mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi bukti sejarah secara kritis. Selain itu, penggunaan media pembelajaran digital dan pembentukan kelompok belajar membantu siswa mengembangkan kemampuan analitis dan membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang materi sejarah. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis tetapi juga memotivasi siswa untuk lebih antusias dalam mempelajari sejarah.
IDENTIFIKASI POTENSI JENIS USAHA DALAM PENGEMBANGAN BADAN LAYANAN UMUM DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA Lukmanulhakim, Lukmanulhakim; Novita, Dewi; Pranata, Rio; Firmansyah, Haris; Kuswanti, Heni
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v17i3.87686

Abstract

This study aims to identify the potential business units at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) of Universitas Tanjungpura (Untan) to support the implementation of Public Service Agencies (BLU). This qualitative research employs a field approach to understand the current conditions of existing business units and potential assets. Data were collected through observations, interviews, and documentation studies, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that business units such as the faculty cooperative, auditorium, computer laboratory, parking area, and vacant land have significant opportunities for development through service digitalization, management modernization, and digital platform-based promotion. This study produced a data directory that serves as a strategic guide for managing business units at FKIP Untan. The implications highlight the necessity for capacity building, transparency implementation, and technology-based management to enhance efficiency and independence in FKIP Untan's transition to a Legal Entity State University (PTN-BH).Keywords: Public Service Agencies, Business Units, FKIP Untan  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi unit usaha di FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) guna mendukung implementasi Badan Layanan Umum (BLU). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan untuk memahami kondisi aktual unit usaha yang ada dan aset potensial. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit usaha seperti koperasi fakultas, gedung aula, laboratorium komputer, area parkir, dan lahan kosong memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui digitalisasi layanan, modernisasi pengelolaan, dan promosi berbasis platform digital. Penelitian ini menghasilkan direktori data yang dapat digunakan sebagai panduan strategis dalam pengelolaan unit usaha di FKIP Untan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan transparansi, dan pengelolaan berbasis teknologi guna mendukung efisiensi dan kemandirian FKIP Untan dalam menghadapi transformasi menjadi PTN-BH.Kata Kunci: Badan Layanan Umum, Unit Usaha, FKIP Untan
Workshop Penyusunan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas Firmansyah, Haris
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.314

Abstract

Adapaun tujuan dari workshop ini adalah meningkatkan pemahaman guru mengenai penyusunan modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan PKM ini dilakukan dengan workshop penyusunan modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri: Pelatihan, yaitu kegiatan interaktif dengan guru-guru yang berjumlah 22 orang di SMA N 1 Seluas Kabupaten Bengkayang untuk memberikan penjelasan teori modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), melalukan tanya jawab. Praktik, memberika tugas kepada guru-guru membuat modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at 29 September 2023.Adapun Indikator keberhasilan workshop ini dapat beragam tergantung pada tujuan, ruang lingkup, dan sasaran workshop yang dilaksanakan dalam pkm ini. terutama yakni Pemahaman Peserta PKM meningkat mengenai cara menyusun modul projek profil pelajar Pancasila. Modul projek dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannya serta dibutuhkan untuk kelengkapan pelaksanaan pembelajaran Workshop penyusunan modul projek profil pelajar Pancasila di SMA N 1 Seluas di Kabupaten Bengkayang juga menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pemahaman peserta PKM mengenai cara menyusun modul projek profil pelajar Pancasila. Dengan adanya implementasi Kurikulum Merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: modul, projek, profil, pancasila
Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas Firmansyah, Haris
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.336

Abstract

Pelatihan pengembangan perangkat ajar adalah sarana penting untuk memastikan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman. oleh karena PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dalam mengembangankan perangkat ajar kurikulum merdeka.Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMA N 1 Seluas Kabupaten Bengkayang. Adapun Masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan PKM ini adalah guru-guru SMA N 1 Seluas yang berjumlah 20 orang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi interaktif. Materi pengembangan perangkat ajar ini disampaikan oleh Haris Firmansyah dengan tiga materi pokok, yakni: (1) Panduan Pembelajaran dan Asesmen, (2) Cara menyusun CP-TP-ATP dalam Kumker, dan (3) Modul dan Bahan Ajar dalam Kumker. Guru mampu meningkatkan pemahamannya terkait dengan pengembangan perangkat ajar kurikulum merdeka. Pemahaman mengenai pengembangan perangkat ajar bagi guru sangatlah penting. Guru harus memahami perangkat ajar dengan baik karena pemahaman yang kuat tentang perangkat ajar memiliki beberapa manfaat penting dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Dengan memahami perangkat ajar, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih efektif. Mereka dapat merencanakan urutan pembelajaran, menyesuaikan metode pengajaran, dan memilih sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Pemahaman tentang perangkat ajar memungkinkan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu dan tingkat kemampuan siswa.
Pelatihan Penggunaan Mendeley Reference dalam Mengelola Referensi Karya Tulis Ilimiah untuk Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tanjungpura Firmansyah, Haris
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.874

Abstract

Pelatihan penggunaan Mendeley Reference dalam mengelola referensi karya tulis ilmiah bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah di FKIP Universitas Tanjungpura bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan referensi dan kualitas karya tulis ilmiah. Metode pelatihan meliputi pengenalan aplikasi Mendeley, instalasi, pendaftaran, manajemen referensi, penggunaan Mendeley Web Importer, integrasi dengan Microsoft Word atau LibreOffice, sesi tanya jawab, dan praktik mandiri. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu mahasiswa dalam mengoptimalkan penggunaan Mendeley dalam penelitian sejarah, serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya pengelolaan referensi. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam perjalanan akademik dan profesional mahasiswa, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di bidang sejarah. Kesimpulannya, pelatihan Mendeley Reference diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah dalam peningkatan kualitas karya tulis ilmiah dan pemahaman tentang manajemen referensi. Kata Kunci: Mendeley Reference, Pengelolaan Referensi, Karya Tulis Ilmiah, Pendidikan Sejarah
Tradisi Saprahan Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Kalimantan Barat Putri, Astrini Eka; Firmansyah, Andang; Mirzachaerulsyah, Edwin; Firmansyah, Haris
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i1.3512

Abstract

Lokal history content is always neglected from the national stage as seen in the history learning textbooks presented to student. The narrative that is told is a Javanese historical narrative, causing jealousy among student. One of the lokal traditions that can be used as a source for learning local history is the Saprahan tradition in West Kalimantan. This study aims to find out the history of the Saprahan tradition, the values of local wisdom in the Saprahan tradition that can be integrated into history learning, and to make the Saprahan tradition an alternative source of learning local history. The method used in this research is a qualitative method. The results showed that the Saprahan tradition is one local the local traditions that can be used as a local of local history. The existence of the Saprahan tradition is important because it is a form of local of lokal culture with Islamic culture in West Kalimantan. The local of local wisdom contained in the Saprahan tradition include the value of togetherness, religious value, and the value of cooperation. The provision of local history materials in schools is expected to be able to create positive characters in student.Konten sejarah lokal selalu terabaikan dari panggung nasional seperti yang terlihat dalam buku teks pembelajaran sejarah yang dihadirkan kepada siswa. Narasi yang diceritakan merupakan narasi sejarah Jawa sehingga menimbulkan kecemburuan di kalangan siswa. Salah satu tradisi lokal yang dapat diangkat sebagai sumber belajar sejarah lokal adalah tradisi Saprahan di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah mengenai tradisi Saprahan, nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi Saprahan yang dapat dintegrasikan dalam pembelajaran sejarah, dan menjadikan tradisi Saprahan sebagai alternatif sumber belajar sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Saprahan merupakan salah satu tradisi lokal yang dapat digunakan sebagi sumber sejarah lokal. Keberadaaan tradisi Saprahan menjadi penting karena menjadi salah satu bentuk akulturasi kebudayaan lokal dengan kebudayaan Islam di Kalimantan Barat. Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi Saprahan di antaranya nilai kebersamaan, nilai religius, dan nilai gotong royong. Adanya pemberian materi sejarah lokal di sekolah diharapkan mampu mewujudkan karakter positif pada diri siswa.
Pemanfaatan Bangunan Cagar Budaya di Area Duizen Vierkanten Paal Kota Pontianak sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Firmansyah, Haris
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i1.3554

Abstract

One of the historical relics is a cultural heritage building. Cultural heritage buildings located around student are necessary and important to be introduced to them so that they will be interested in studying history. In the city of Pontianak itself, there are cultural heritage buildings that student need to study as a source of historical learning, namely the cultural heritage buildings located in the Duizen Vierkanten Paal area as a Dutch historical heritage. This study aims to identify the sites of cultural heritage buildings in the Duizen Vierkanten Paal area of Pontianak City and how to use them in learning history at SMA Negeri 3 Kota Pontianak City. This research uses descriptive research with a qualitative approach. Data was collected through literature study, observation, and interviews. The interactive analysis technique of the three components of the analysis used is data reduction, data presentation and conclusion drawing or verification. The results of this study are 1) Duizen Vierkanten Paal is the center of the Colonial government (Eropesche Bestuur) for Westersche Afdeeling van Borneo. There are several cultural heritage buildings left by the Dutch colonial government, including: The Old Bank Indonesia Building (De Javasche Bank Office Pontianak Branch), the Old Post Office (post telegraph office), the Kwarda Pramuka Building West Kalimantan and the Pontianak 14 State Elementary School (Holland Inlandsche School).  2) For the use of cultural heritage buildings located in the Duizen Vierkanten Paal area, teachers can implement it in the form of outdoor learning-based history learning.Salah satu peninggalan sejarah adalah bangunan cagar budaya. Bangunan cagar budaya yang terdapat di sekitar siswa perlu dan penting untuk dikenalkan kepada mereka sehingga meraka akan tertarik untuk mempelajari sejarah. Di Kota Pontianak sendiri terdapat bangunan cagar budaya yang perlu dipelajari oleh siswa sebagai sumber pembelajaran sejarah yakni bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal sebagai peninggalan sejarah Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi situs bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal Kota Pontianak dan bagaimana pemanfaatannya dalam pembelajaran sejarah pada SMA Negeri 3 Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Teknik analisis interaktif dari tiga komponen analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1) Duizen Vierkanten Paal merupakan wilayah yang pusat pemerintahan Kolonial (Eropesche Bestuur) untuk Westersche Afdeeling van Borneo. Terdapat beberapa bangunan cagar budaya peninggalan pemerintahan Koolonial Belanda yakni antara lain: Gedung Bank Indonesia Lama (Kantor De Javasche Bank Cabang Pontianak), Kantor Post Lama (post telegraf kantoor), Gedung Kwarda Pramuka Kalimantan Barat dan Sekolah Dasar Negeri 14 Pontianak (Holland Inlandsche School). 2) Untuk pemanfaatan bangunan cagar budaya yang terdapat di area Duizen Vierkanten Paal ini guru bisa melaksanakannya dalam bentuk pembelajaran sejarah berbasis Outdoor Learning.
Dinamika Sosial Ekonomi Masyarakat Buruh Pikul Di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990 2000 Kevins*, Ligorius; Zakso, Amrazi; Mirzachaerulsyah, Edwin; Firmansyah, Andang; Firmansyah, Haris
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2024): Agustus, Education, Social Issue and History Education.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i3.32699

Abstract

Kecamatan Entikong merupakan salah satu daerah perbatasan yang terdapat di wilayah Kalimantan Barat. Masyarakat yang masih serumpun dengan masyarakat Malaysia dari bahasa, adat, dan suku. Seperti yang kita ketahui bahwa daerah perbatasan memiliki tingkat pekerjaan yang beragam mulai dari perdagangan, pasar, dan jasa. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pekerjaan yang berada dibidang jasa yaitu buruh pikul. Penelitian yang berjudul Dinamika Sosial Ekonomi Masyarakat Buruh Pikul di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990-2000 memiliki tujuan khusus, yaitu Mengetahui Dinamika Sosial Ekonomi Di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990-2000. Mengetahui Aktivitas Sosial dan Ekonomi Masyarakat Buruh Pikul di Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Tahun 1990-2000. Mengetahui Dampak Sosial Ekonomi Di kawasan Pos Lintas Batas Negara Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau dengan keberadaan Masyarakat Buruh Pikul Tahun 1990-2000. Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah yang terdiri dari pemilihamn topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang terjadi dalam sosial ekonomi yang dialami oleh masyarakat buruh pikul pada tahun 1990-2000. Karena rata-rata kecamatan yang berdekatan dengan Kecamatan Entikong lebih menyukai produk Malaysia. Untuk bisa mengeluarkan produk tersebut dibutuhkan buruh pikul guna membantu mengeluarkan barang dari Malaysia ke Indonesia dengan jumlah yang telah ditentukan bos ataupun toke.
Perkembangan Kerajaan Matan Pada Masa Gusti Muhammad Saunan (Tahun 1922-1942) Ketapang Kalimantan Barat Rifaldi*, Muhamad; Firmansyah, Haris; Putri, Astrini Eka
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2024): Agustus, Education, Social Issue and History Education.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i3.30769

Abstract

This research aims to find out the history of various periods in several different periods in the Matan Ketapang Kingdom, West Kalimantan, especially in the period 1922-1942, this is an effort to pass on memories to the next generation. This research method itself uses historical research which consists of Topic Selection, Heuristics, Verification, Interpretation, and Historiography. Heuristics or source collection in this research uses oral sources and secondary sources in the form of books related to the Matan Kingdom, both the history of the founding of the Matan Kingdom and how the Matan Kingdom moved from its previous location. Then in the results of this research it was discovered how the arrival of the Dutch and Japanese made people's lives very miserable, where they lived with burdensome "Blasting" taxes. Furthermore, 1922 was the year that Panembahan Gusti Muhammad Saunan was appointed King. During the Panembahan Gusti government, Muhammad Saunan, who was so wise and firm, certainly won the hearts of the people of Ketapang because he never flinched when facing attacks from the invaders. Then, this research also provides knowledge that the last king who ruled in the Matan Ketapang Kingdom, West Kalimantan, namely Gusti Muhammad Saunan, was classified as a modern king because he had educational provisions that could not be underestimated, this he got when he was sent to school at a Dutch school at that time. still a teenager. Until the end of his term of office, due to the foreman tragedy, to be precise, he no longer served as King in 1942 because he was reported to have died and then there was no one left in the Matan Kingdom.