Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Media Film Battle Of Surabaya Terhadap Sikap Nasionalisme Peserta Didik Pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMA Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya Putri*, Wella Prasetya; Chalimi, Ika Rahmatika; Putri, Astrini Eka; Firmansyah, Andang; Firmansyah, Haris
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.27092

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas media film Battle of Surabaya terhadap sikap nasionalisme peserta didik pada pembelajaran sejarah kelas XI SMA Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan bentuk Quasi Eksperimental Design tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah peserta didik kelas XI IIS SMA Kemala Bhayangkari. Terdapat dua sampel pada penelitian, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil dengan teknik Probability Sampling jenis Simple Random Sampling. Data penelitian diperoleh melalui angket, observasi serta dokumentasi. Analisis dari perolehan data penelitian menggunakan uji regresi linear sederhana, uji T-Test independent dan uji effect size. Hasil dari penelitian menunjukkan, pertama sikap nasionalisme peserta didik sebelum menggunakan media film Battle of Surabaya sebenarnya sudah ada namun hanya sebagian dari enam indikator sudah dimiliki peserta didik dengan diperoleh hasil rata-rata Pretest kelas eksperimen sebesar 123.32, dan untuk Pretest kelas kontrol sebesar 109.25. Kedua, sikap nasionalisme peserta didik sesudah menggunakan media film Battle of Surabaya kelas eksperimen hasil rata-rata angket mengalami peningkatan Post Test sebesar 123.55 sedangkan untuk Post Test kelas kontrol sebesar 106.70. Ketiga, hasil uji hipotesis memakai T-Test independent didapatkan nilai signifikansi (sig.2 tailed) 0.000 0.05, maka diartikan penggunaan media film Battle of Surabaya efektif terhadap sikap nasionalisme dan berdasarkan perhitungan uji effect size sikap nasionalisme peserta didik menggunakan media film Battle of Surabaya adalah 1,132.
Analisis Minat Membaca Buku Sejarah Siswa Sekolah Menengah Atas Firmansyah, Haris
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) minat membaca buku sejarah siswa sekolah menengah atas, (2) kendala dalam menumbuhkan minat membaca buku sejarah pada siswa sekolah menengah atas, dan (3) upaya guru mata pelajaran sejarah dalam menumbuhkan minat membaca buku sejarah siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif Lokasi penelitian ini berada di kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Rasau Jaya Dalam mengumpulkan data-data dan informasi, peneliti menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun aktivitas dalam analisis data dalam penelitian antara lain reduction data, display data, dan conclusion drawing/verification. (1) Minat membaca buku sejarah pada siswa kelas dapat di katakan bahwa hanya beberapa siswa yang suka membaca buku sejarah, (2) Adapun faktor – faktor yang menjadi kendala dalam menumbuhkan tingkat minat baca, yaitu: Sistem Pembelajaran, Siswa Lebih Menyukai Sosial Media, Tidak Ada Minat Membaca dan Lingkungan. dan (3) Upaya yang dilakukan guru mata pelajaran sejarah dalam menumbuhkan minat membaca buku sejarah, yakni: Sistem Pembelajaran Sejarah yang Lebih Menarik, Media dan Model Pembelajaran yang Menarik dan Studi Literatur di Perpustakaan.
Pengaruh Penggunaan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Sejarah terhadap Berpikir Sejarah Peserta didik Firmansyah, Haris
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11015

Abstract

Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran sejarah telah menjadi topik yang semakin relevan dalam konteks pendidikan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir sejarah siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur untuk mengumpulkan informasi dari berbagai artikel terkait. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan keterlibatan siswa melalui pengalaman belajar yang lebih interaktif dan mendalam. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa ketergantungan pada teknologi digital dapat mengurangi kemampuan siswa untuk mengembangkan keterampilan kritis secara mandiri, terutama dalam analisis sumber sejarah. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran sejarah terhadap kemampuan berpikir sejarah siswa secara menyeluruh. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pendidik dalam mengembangkan strategi yang efektif dalam mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran sejarah guna memaksimalkan potensi siswa dalam memahami dan menganalisis konteks sejarah dengan lebih baik.
Analisis Penerapan Pendekatan Pembelajaran Inkuiri dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Mata Pelajaran Sejarah Firmansyah, Haris
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran sejarah di SMA N 1 Rasau Jaya. Pembelajaran sejarah tradisional sering kali tidak mampu mengajak siswa untuk terlibat secara aktif dan kritis, sehingga diperlukan metode yang lebih interaktif. Metode inkuiri memungkinkan siswa untuk menjadi peneliti sejarah mereka sendiri, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan bukti, dan mencapai kesimpulan secara mandiri. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan inkuiri yang diterapkan oleh Bapak Reyhan Ainun Jafi berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan ini meliputi kompetensi guru, motivasi siswa, fasilitas pendukung, dan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, penerapan pendekatan inkuiri dapat menjadi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pelajaran sejarah. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan praktik pembelajaran sejarah yang lebih efektif dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa.
Pemanfaatan Museum Provinsi Kalimantan Barat Sebagai Sumber Belajar Sejarah Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Pontianak Kumala Dewi, Ratih; Chalimi, Ika Rahmatika; Firmansyah, Haris
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13777

Abstract

Penelitian ini didorong pada kurang optimalnya pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran sejarah. Tujuan dari penelitian ini untuk memaksimalkan ketersediaan sumber belajar pada wilayah sekolah yaitu museum Provinsi Kalimantan Barat. Metode kualitatif dimanfaatkan pada penelitian ini dengan berfokuskan pada pengetahuan mendalam terkait fenomena pengalaman realitas yang dirasakan individu serta menjelaskan dan mencerna sesuatu yang tidak terlihat dari pengalaman subjektif individu yang mencakup analisis data. Aktivitas analisis yang dilaksanakan peneliti meliputi: wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa museum Provinsi Kalimantan Barat memaikan peran penting dalam mempertahankan warisan budaya dan sejarah sebagai sumber pembelajaran sejarah. Dengan adanya museum Provinsi Kalimantan Barat ini, peserta didik dapat mengetahui dan memahami peninggalan lokal yang tersedia di Kalimantan Barat dan bangga dengan budaya yang ada serta dapat melestarikan sejarah lokal
Enhancing Historical Understanding through Local Wisdom Based Learning: A Case Study in Senior High Schools Firmansyah, Haris; Ramadhan, Iwan; Wiyono, Hadi
Diakronika Vol 25 No 1 (2025): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol25-iss1/477

Abstract

In the growing concern over students’ detachment from historical content and the weakening of cultural identity, contextualizing history education through local wisdom emerges as a pedagogical imperative. This study explores how integrating local wisdom into history education can enhance student engagement, historical comprehension, and emotional connection to the subject at SMA N Kota Pontianak. Using a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, teacher interviews, and student reflections. The results demonstrate that local wisdom-based learning enriches historical understanding by linking curriculum content to students’ cultural heritage through folklore, oral traditions, and community narratives. Students showed increased motivation, active participation, and a stronger emotional bond with historical topics, reinforcing their cultural pride and sense of identity. While aligning with existing research on contextual learning, this study offers a novel contribution by examining the affective dimension of learning and its implementation in a multicultural, local Indonesian context. It highlights the strategic role of teachers in adapting local narratives into history lessons. It underscores the pedagogical value of local wisdom for fostering critical thinking, cultural awareness, and identity-based meaning-making. Despite challenges such as limited teaching resources and diverse interpretations of local traditions, the study concludes that local wisdom-based learning represents a powerful approach to revitalizing history education. It recommends that curriculum developers and educators systematically integrate local wisdom to promote more relevant, reflective, and inclusive learning experiences.
SOCIALIZATION OF TRI DHARMA MONITORING INSTRUMENTS HIGHER EDUCATION FOR STUDY PROGRAMS IN THE FKIP ENVIRONMENT OF TANJUNGPURA UNIVERSITY Firmansyah, Haris; Riyanti, Dwi; Ariyati, Eka; Nurdini M., Asriah; Bunau, Eusabinus; Yunitaningrum, Wiwik; Pranata, Rio; Sahidi, Sahidi
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i4.2496

Abstract

The Community Partnership Program (PKM) aims to increase the understanding of study programs at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) Tanjungpura University regarding the implementation and monitoring of the Tri Dharma of Higher Education, which includes education, research, and community service. This activity involves the socialization of monitoring instruments designed by the Faculty Quality Assurance Unit (UPMF) to evaluate the quality of academic and managerial services within FKIP. The approach used in this PKM includes socialization and Focus Group Discussion (FGD) which allows participants to provide input related to the instruments that have been socialized. The results of the PKM showed that the participants, consisting of the Head of Department, Head of Study Program, and representatives of the Quality Assurance Group, gained an in-depth understanding of the importance of monitoring and evaluation to ensure the quality of the Tri Dharma. Feedback from the FGD is also used to improve the monitoring instrument to be more relevant to the context of the study program. With effective monitoring instruments, it is hoped that the study program at FKIP Tanjungpura University can improve the quality of education, research, and community service according to the set standards, support the improvement of the quality of higher education, and make a positive contribution to the community.
Becupin Tradition: The Efforts of Young Generation in Maintaining the Existence of Malay Culture in Kapuas Hulu Ramadhan, Iwan; Hardiansyah, Muhammad Agus; Imran, Imran; Firmansyah, Haris; Aditya, Mega Cantik Putri
Jurnal Mamangan Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 3 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 158/E/KPT/
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i1.6625

Abstract

Becupin tradition is a Malay ethnic cultural heritage from Kapuas Hulu, namely an entertainment program that is held at the first wedding of the Malay ethnic Kapuas Hulu. In its development, this tradition has begun to be forgotten by the community, because it is no longer attractive, people prefer entertainment events by hiring local singers or artists. more modern both the music and the singer. The purpose of this study is to describe the becupin tradition which has begun to be eroded by the times, and the efforts of the younger generation to maintain the becupin tradition as part of the Kapuas Hulu Malay ethnic culture. The method used in this study is a descriptive qualitative method, providing an overview of the processes, implementation, and efforts made by the young generation to maintain the existence of local cultural traditions by collecting observations and reinforced by interviews with informants who have been determined by the researcher. The results of this study are the process of performing the becupin tradition with the staging that has been prepared by the wedding event committee, then the implementation is carried out at the reception and the evening after the reception event, while the value contained in this becupin tradition is to provide advice to the bride and groom so that they can maintain their marriage until the end of their lives, as well as the efforts made by the Malay community of Kapuas Hulu is to provide flexibility for the younger generation to become committee members and become actors in this tradition so that they can survive amidst the flow of modernization. This research is one of the studies that is still lacking in exploring Malay ethnic cultural traditions, especially in riverside communities in Kapuas Hulu.
PERGESERAN MAKNA TRADISI TEMU MANTEN PADA PERKAWINAN ADAT JAWA DI DUSUN WONOSARI DESA TEBANG KACANG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Ermawati, Eka; Chalimi, Ika Rahmatika; Firmansyah, Haris
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 11, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v11i1.52052

Abstract

AbstractMarriage is a form of sacred bond in unifying relationships,namely the relationshipbetween men and women and also a bond in uniting two different families.in Javanesetraditional it has a unique traditional, namely Temu Manten. This study aimed to describethe shift in the meaning of Temu Manten in Javanese traditional marriages in WonosariHamlest, Tebang Kacang Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. This studyused a qualitative method with a descriptive-ethnographic approach. Data collectiontechiques used were observation guidelines, interview guidelines, and documentationtools. The data analysis during collection, data presentation or data display, and drawingconclusions or verification. Validation data used were the source and techniquetriangulation. Based on research conducted by Temu Manten Tradition, starting from theprocession of the Bride and Groom, Balangan Gantal, Wiji Dadi, Sindur, Dulangan,Kacar-Kucur, and Sungkeman procession. There was a shift in meaning in bridalprocession, which originally used Kembar Mayang and now it does not use it. And in WijiDadi procession, which originally used Kembar Mayang and now it does not use it. Andin Wiji Dadi procession, where the groom"™s feet are washed by his family, now his wifewashes his feet. The conclusion in this study is that those who experience a shift inmeaning in the procession of the bride and groom which originally used KembarMayang, now does not use it. And in Wiji Dadi procession, the firsh one who washes thethe feed of the groom"™s family and now his feed are washed by his wife.Keywords: Tradition, Wedding, Java.
Analisis Minat Belajar Pada Materi Sejarah Indonesia Terhadap Peserta Didik Di Kelas X TKJ SMK Putra Khatulistiwa Pontianak Tresa vianus, Tresa Tresa; Sulistyarini, Sulistyarini; Firmansyah, Haris
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11350858

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui dan memahami proses belajar mengajar pada pembelajaran sejarah serta minat peserta didik terhadap materi sejarah indonesia dikelas X TKJ SMK Putra Khatulistiwa Pontianak. Metode penelitian didalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif berupa pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah guru sejarah dan siswa kelas X TKJ SMK Putra Khatulistiwa Pontianak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan prinsip observasi, wawancara, dan pencatatan. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah model interaktif yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Teknik validasi menggunakan segitiga teknis dan segitiga temporal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran mata pelajaran sejarah, guru lebih banyak menggunakan metode ceramah sehingga membuat siswa merasa bosan pada saat proses pembelajaran. Minat siswa dalam mempelajari sejarah Indonesia menurun karena tidak semua siswa mampu memahami materi yang disampaikan guru. Hal ini disebabkan penggunaan metode pembelajaran yang kurang efektif dan bervariatif. Guru masih mengupayakan untuk menjadikan kelas lebih aktif, produktif, kreatif dan inovatif, agar suasana kelas menjadi lebih hidup dan peserta didik merasa lebih bergairah terhadap pembelajaran sejarah. Kata Kunci: Minat Belajar, Materi Sejarah Indonesia, Pembelajaran Sejarah.