p-Index From 2021 - 2026
7.076
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Petani Kentang Kecamatan Kopeng dengan Digital Platform Capability dan Supply Chain Green Management Oprasional Proses Nurcahyo, Satria Avianda; Sudiyono, Sudiyono; Ali, Ahmad; Widagdo, Teguh Harso; Rachmawati, Meida; Mustagfiroh, Alif
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i1.2877

Abstract

Pemberdayaan petani kentang di Kecamatan Kopeng menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat agraris. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan digital platform (Digital Platform Capability) dan manajemen rantai pasok hijau (Supply Chain Green Management) pada proses operasional pertanian kentang. Kegiatan ini dilakukan melalui metode partisipatif dengan pendekatan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kinerja petani di Kecamatan Kopeng. Digital Platform Capability diterapkan untuk membantu petani mengakses informasi pasar, teknologi budidaya terkini, dan platform penjualan secara langsung kepada konsumen. Sementara itu, Supply Chain Green Management diperkenalkan untuk memastikan praktik pertanian yang ramah lingkungan, efisiensi logistik, dan pengurangan limbah pada setiap tahap operasional.Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan agribisnis, seperti pemasaran produk melalui media sosial dan e-commerce. Selain itu, penerapan manajemen rantai pasok hijau berhasil mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan dan meningkatkan efisiensi distribusi hasil panen. Program ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan petani sebesar 20% dibandingkan sebelum implementasi.Kesimpulannya, pemberdayaan melalui integrasi teknologi digital dan pengelolaan rantai pasok hijau mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani kentang di Kecamatan Kopeng. Rekomendasi untuk pengembangan program ini adalah memperluas jangkauan pelatihan dan menciptakan ekosistem kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku bisnis agribisnis untuk mendukung transformasi digital dan keberlanjutan pertanian.Kata kunci: Pemberdayaan petani, Digital Platform Capability, Supply Chain Green Management
Pengembangan Platform Digital untuk Pemasaran Produk Lokal dan Wisata Desa Senjoyo Kabupaten Semarang Adhi Susano; Meida Rachmawati; Aswin Fitriansyah; Nunu Kustian; Retna Ningsih
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v3i1.3020

Abstract

This community service aims to develop a digital platform to market local products and tourism potential in Senjoyo Village, Semarang Regency. The program was implemented using a participatory action research approach involving 30 MSME actors and tourism managers. Implementation methods include assessment, training, platform development, and intensive mentoring. The program results show an increase in digital understanding by 75%, an increase in MSME turnover by 35%, and a 45% increase in tourist visits. The Senjoyo Digital Market platform has successfully integrated 45 MSME products and 5 tour packages with a conversion rate of 8.5%. The formation of the Senjoyo Digital Community is the key to program sustainability. The main challenge in the form of digital gaps between generations can be overcome through adaptive learning approaches and mentoring systems.
Effectiveness of Legal Protection Regarding Workers' Wage Rights in The Micro, Small and Medium Enterprise Sector Rachmawati, Meida
International Journal of Law Social Sciences and Management Vol. 2 No. 1 (2025): International Journal of Law Social Sciences and Management
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/ijlssm.v2i1.85

Abstract

Abstract. This study discusses wage protection in the employment system in Indonesia, with a focus on the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector, as well as the challenges faced in implementing wage regulations, such as Government Regulation Number 36 of 2021 concerning Wages and Government Regulation Number 51 of 2023 concerning Amendments to Government Regulation Number 36 of 2021 concerning Wages. This study examines the extent to of salary policies can maintain workers' welfare without burdening MSME entrepreneurs. The research method used is normative juridical with a statute approach and a conceptual approach, which allows for an in-depth analysis of related regulations and their implications for the implementation of minimum wages in the MSME sector. The results of the study show that although regulations already exist, implementation is still hampered by low legal awareness, weak supervision, and inequality in wage negotiations between employers and workers, which impact the uncertainty of protecting workers' rights.
Creative Economy as a Driver of Sustainable Tourism in the Slopes of Mount Merbabu Ahmad Indarto, Bambang; Rachmawati, Meida
International Journal of Law Social Sciences and Management Vol. 2 No. 1 (2025): International Journal of Law Social Sciences and Management
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/ijlssm.v2i1.86

Abstract

This study examines the role of the creative economy as a driving force for sustainable tourism in the Merbabu Mountain slope area. Using a qualitative descriptive approach, the research was conducted over six months, involving 25 key informants including community leaders, creative economy entrepreneurs, tourism managers, village officials, and tourists. The results show that the Merbabu Mountain slope area possesses diverse creative economy potential, particularly in traditional culinary arts and local resource-based handicrafts. The integration of creative economy with tourism has successfully increased tourist length of stay from 1 to 2.5 days and increased creative economy actors' income by 40% within a year. Despite challenges in product standardization and digital market access, an integrated development model was created comprising human resource capacity building, local wisdom-based product development, tourism package integration, and digital marketing development. The research recommends establishing a creative economy management unit at the regional level to ensure program sustainability. This study contributes to both theoretical understanding and practical implementation of creative economy integration in sustainable mountain tourism development, providing a replicable model for similar regions across Indonesia.
Feasibility Study of Plumutan Village, Semarang Regency as A Tourism Village: Social, Economic, and Environmental Perspectives Rachmawati, Meida; Susano, Adhi
EKOBIS Vol 13 No 1 (2025): Jurnal EKOBIS
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/ekobis.v13i1.1841

Abstract

Based on social, economic, and environmental factors, this study attempts to investigate Plumutan Village in Semarang Regency's viability as a tourist destination. The study employs a qualitative methodology, gathering data via documentation studies, interviews, and observation. The findings indicate that Plumutan Village has significant potential as a tourism village with advantages in natural beauty, traditional cultural diversity, and distinctive agricultural products. From a social perspective, local communities show a high level of acceptance towards the idea of a tourism village. Economic diversification brought about by the growth of a tourism town can raise local incomes. Environmentally speaking, this community boasts a distinctive ecosystem that can serve as a draw while preserving conservation elements. However, the establishment of suitable marketing tactics, community capacity building, and supporting infrastructure all require improvement. The growth of a tourist community in Plumutan must consider the balance between social, economic, and environmental aspects to realize sustainable tourism development.
PELATIHAN DAUR ULANG SAMPAH BOTOL PLASTIK DESA MANDALLE BAGI IBU-IBU PKK DAN PEMUDA KARANG TARUNA DI DESA MANDALLE KEC. BAJENG BARAT KAB. GOWA Rachmawati, Meida; Mariana, Lina; Sanusi, M Dakhri; Nugroho, Fibry Jati; Supriyanto, Eko Eddya
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 1 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v1i1.1056

Abstract

Keberadaan sampah plastik semakin hari semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap air minum mineral. Untuk mengurangi sampah plastik, diperlukan daur ulang agar bernilai manfaat. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara pengelolaan sampah plastik menjadi suatu kreasi yang dapat di daur ulang, dan untuk mengajak masyarakat dalam mengelolah sampah menjadi kreasi yang dapat di daur ulang. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu PKK dan pemuda arang taruna. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan ceramah dan demonstrasi. Kegiatan ceramah berupa penjelasan tentang sampah, jenis sampah, pengelolalaan sampah, dan 3R (reduce, reuse, recycle). Untuk kegiatan demonstrasi yaitu pengelolaan sampah anorganik menjadi kreasi daur ulang. Pelaksanaan dari kegiatan ini berjalan baik, antusias peserta yang bersemangat mengikuti pelatihan ini. Dalam mengerjakan kegiatan latihan peserta bersemangat mengikutinya. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari keberhasilan target jumlah peserta pelatihan (100%), 100% peserta hadir dalam kegiatan ini memahami materi yang disampaikan,dan setuju dengan daur ulang sampah anorganik. Sebelum pelatihan lebih 80% peserta kurang paham tentang daur ulang, dan tidak bisa membuat daur ulang sampah anorganik.Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga tentang pengelolaan sampah anorganik menjadi aneka kreasi daur ulang serta memberdayakan mereka dalam pengelolaan sampah anorganik (botol plastik bekas) menjadi aneka kreasi daur ulang (bunga, bros, dan aksesoris lainnya).
MEMBANGUN KOMPETENSI SDM, KONTEN PRODUK DAN LAPORAN KEUANGAN PADA BUMDES MAJU RAHAYU KABUPATEN SEMARANG Fauzi, Irsal; Ariani, Dewi; Rachmawati, Meida
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v2i2.1807

Abstract

Data Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT)  menyatakan pada tahun 2021 jumlah BUMDes mencapai 57.273. Di mana rinciannya 45.233 BUMDes yang aktif dan 12.040 BUMDes yang tidak aktif. Pandemi Covid-19 menerjang sektor ekonomi dari perkotaan hingga pedesaan. Dari data Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) tersebut, setidaknya sejumlah 15.768 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terdampak pandemi. Adapun permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra yaitu masih minimnya kompetensi SDM tersebut dalam mengelola konten produk dan membuat pelaporan keuangan yang berbasis komputerisasi. Mitra juga ingin usaha BUMdes Mart-nya berdaya saing tinggi di wilayah Kabupaten Semarang. Solusi yang diberikan adalah dengan membimbing dalam melakukan pembuatan konten produk menggunakan aplikasi Canva, meningkatkan mutu sumber daya manusia, serta pengelolaan manajemen keuangan dan pelaporan akuntansi yang transparan dan akuntabel. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menumbuhkan kreatifitas, pembuatan konten, laporan keuangan dan inovasi wirausaha berkelanjutan. Pengembangan ekonomi kreatif yang memberikan wadah yang sebesar-besarnya bagi para pelaku usaha BUMDes membutuhkan dukungan ide inovatif yang sekaligus membentuk wawasan wirausahawan yang mendukung pada keberlangsungan ekonomi yang mandiri. Bentuk kegiatan ini adalah seminar dan pelatihan. Materi kegiatan ini meliputi, antara lain : 1). pengelolaan SDM, 2) memanagement pembuatan laporan keuangan, 3) memanagement pembuatan konten produk.
PENGEMBANGAN HASIL PRODUKSI KELOMPOK TANI NGUDI LUHUR SEBAGAI SOLUSI USAHA BERKEMBANG LUAS Sudiyono, Sudiyono; Rachmawati, Meida; Widagdo, Teguh Harso
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v2i2.2007

Abstract

Penanganan permasalahan pertanian di Indonesia perlu adanya dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah sebagai penyumbang dana bagi kegiatan pertanian, masyarakat sebagai penyampai informasi yang tepat dalam pengelolaan lahan, serta partisipasi para petani dalam kegiatan pertanian. Salah satu program pemerintah untuk kesejahteraan para petani adalah dengan program Kelompok Tani (KT). Adapun tujuan dibentuknya Kelompok Tani (KT) adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan petani dan keluarganya  sebagai subjek  pembangunan pertanian melalui pendekatan kelompok  agar lebih berperan dalam pembangunan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara observasi, dan dokumentasi, untuk membuktikan keabsahan data, di gunakan teknik ketekunan di lapangan dan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelompok Tani (KT) Ngudi Luhur berperan sebagai wadah untuk meningkatkan pendapatan melalui kegiatan pengolahan hasil pertanian dan bank sampah, menjadi wadah untuk meningkatkan produktivitas melalui kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan, menjadi wadah untuk menambah pendidikan dan pengetahuan melalui kegiatan pertemuan rutin dan pelatihan. Dari kegiatan tersebut para anggota mampu meningkatkan pendapatan keluarga, dan menekan biaya pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil dari setiap kegiatan di Kelompok Tani (KT) Ngudi Luhur dimanfaatkan oleh masing-masing anggota untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
STRATEGI PROMOSI PADA BUMDES-MART DESA KRADENAN KABUPATEN SEMARANG Widagdo, Teguh Harso; Sudiyono; Nurcahyo, Satria Avianda; Rachmawati, Meida; Ali, Ahmad
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v3i1.2360

Abstract

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, berimbas pada peningkatan akan pentingnya keberadaan bisnis ritel atau retail business di tengah masyarakat. Semula dipandang hanya sebagai penyedia barang dan jasa, kini ritel dipandang sebagai bisnis yang semakin inovatif, dinamis, dan kompetitif. Untuk menjadikan ritel sebagai bisnis yang demikian, diperlukan pemberdayaan para pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuannya melalui bimbingan dan pelatihan sehingga kompetensi kewirausahaannya akan makin meningkat dengan pengelolaan usaha yang dijalankan menjadi lebih baik, efektif dan efisien. Penelitian ini dirancang untuk pemilik atau pimpinan toko ritel dan karyawannya untuk berlatih mendesain gambar dan teks menggunakan Canva sebagai alat promosi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini antara lain pembuatan modul Canva sebagai panduan desain gambar, pembuatan kerangka kerja deskripsi kerja untuk setiap pemilik atau pimpinan usaha dan karyawan, dan hasil pelatihan desain gambar menggunakan Canva digunakan dalam bahan promosi seperti t-shirt, mug, spanduk, flyer, poster, banner ataupun sarana lainnya. Kata Kunci: bisnis ritel, strategi promosi, pelaku usaha
Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Dalam Pembinaan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM): Pendekatan Kuantitatif untuk Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Rachmawati, Meida
Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/edujpm.v2i3.177

Abstract

Penelitian ini menganalisis program pemberdayaan masyarakat perempuan dalam pembinaan UMKM dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data menunjukkan bahwa 64,5% dari total 65 juta pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, dengan kontribusi UMKM mencapai 61% terhadap PDB nasional. Penelitian dilakukan terhadap 120 perempuan pelaku UMKM di Kabupaten Magelang menggunakan metode survei dengan kuesioner terstruktur. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa program pelatihan keterampilan (β=0,456, p<0,05), akses permodalan (β=0,389, p<0,05), dan pemasaran digital (β=0,367, p<0,05) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan omzet UMKM. Implementasi program pemberdayaan menghasilkan peningkatan rata-rata omzet sebesar 45% dalam periode 6 bulan. Program ini efektif meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan dan berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan di tingkat komunitas