Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perubahan Pendapatan Petani pada Masa Replanting Kelapa Sawit Aldieyansah, Ilfan; Sudrajat, Jajat; Fitrianti, Wanti
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21405

Abstract

This study aims to analyze the changes in income experienced by farmers in Parindu District due to their oil palm plantations entering the replanting phase. During this phase, oil palm production ceases for approximately 3 to 4 years, resulting in a temporary interruption in income from the commodity. This study used a descriptive method with quantitative and qualitative approaches to answer the predetermined research questions. Data were collected from primary and secondary sources, with a sample size of 68 oil palm farmers. The research findings indicate that before replanting, farmers relied heavily on oil palm plantations as their primary source of income. However, when replanting begins, income from this sector is no longer available, forcing farmers to seek alternative sources of income through non-oil palm on-farm, off-farm, and non-farm activities. Furthermore, farmers need to design appropriate financial strategies to meet their needs and cover household expenses during the replanting period.
KESIAPAN PETANI PLASMA MENGHADAPI REPLANTING KELAPA SAWIT DI KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU Prasetyo, Hanang; Maswadi, Maswadi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103539

Abstract

Replanting adalah upaya penanaman ulang pada tanaman perkebunan yang telah melewati masa produktifnya. Replanting menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit. Kesiapan petani didefinisikan sebagai kondisi menyeluruh yang memungkinkan individu untuk mengaplikasikan beragam situasi dan metode usahatani secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor apa saja yang paling signifikan mempengaruhi kesiapan petani dalam melakukan replanting kelapa sawit di Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik yang digunakan untuk mencari hubungan variabel yang bersifat dikotomus (berskala nominal atau ordinal dengan dua kategori) atau polikotomus (mempunyai skala nominal atau ordinal). Data dikumpulkan dari petani melalui wawancara dan observasi lapangan langsung. Hasil menunjukkan kesiapan petani untuk melaksanakan program replanting didorong oleh faktor-faktor internal yang krusial, utamanya adalah penurunan drastis hasil produksi dan umur tanaman yang telah memasuki fase tidak produktif. Melalui analisis regresi logistik, ditemukan bahwa variabel seperti umur petani, tingkat pendidikan, dan jumlah tanggungan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesiapan petani. Sebaliknya, pendapatan tambahan terbukti menjadi variabel yang berpengaruh nyata dan positif, memberikan landasan finansial yang kuat bagi petani untuk memulai program replanting. Variabel tabungan juga turut memengaruhi kesiapan petani secara parsial, berperan sebagai dana mitigasi risiko.
Relasi Inti-Plasma: Studi Kasus di Perkebunan Kelapa Sawit PT XYZ Nabilla, Kansa; Sudrajat, Jajat; Fitrianti, Wanti
Journal of Integrated Agribusiness Vol 7 No 2 (2025): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v7i2.6941

Abstract

Relasi inti-plasma pada perkebunan kelapa sawit dibangun sebagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara petani plasma dan perusahaan inti. Akan tetapi, dalam implementasinya, relasi tersebut cenderung bergeser menjadi hubungan eksploitatif yang menciptakan ketidakadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketimpangan relasi inti-plasma dan mengidentifikasi indikator yang menjadi penyebabnya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah GAP analisis, analisis pendapatan dan analisis keadilan prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan dan saling menguntungkan sebagaimana yang seharusnya menjadi dasar dalam suatu kemitraan. Melalui analisis keadilan prosedural ditemukan bahwa indikator, seperi saluran komunikasi, resolusi konflik, dan kekuatan penyeimbang hanya berada pada tingkat moderat. Sementara transparansi kebijakan dan perjanjian informal tergolong parameter lemah.
Efisiensi Teknis Produksi Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit: Studi pada Afdeling I dan II Kebun S PTPN IV Regional V, Kalimantan Barat Ardiano, Nikolas; Yurisinthae, Erlinda; Fitrianti, Wanti
Jurnal Agro Industri Perkebunan Vol 14 No 1 (2026): March
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jaip.v14i1.4458

Abstract

Oil palm production efficiency plays a crucial role in maintaining productivity and sustainability amid fluctuating yields and increasing input use. This study aims to measure the technical efficiency of palm oil production at PT Perkebunan Nusantara IV Regional V West Kalimantan, one of the largest plantations in the region. The method employed is non-parametric statistics, utilizing Data Envelopment Analysis (DEA) with an output-oriented approach and the Variable Return to Scale (VRS) assumption, based on panel data spanning five years (2019–2023). The study encompasses two divisions (Afdeling I and II), each comprising six different planting years to represent variations in plant age and productivity. Input variables include land area, labor, number of trees, NPK fertilizer, and plant age, while the output variable is fresh fruit bunch (FFB) production. The results showed that most plantation divisions with old and young planting years experienced production inefficiencies. Technical inefficiency is influenced by the distribution and management of inputs that are not yet optimal, as well as by the decline in plant population due to pest and disease attacks. These findings offer valuable insights for enhancing input allocation, optimizing field management, and promoting the sustainability of palm oil production in the future.
Analisis Keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Robertus Imanuel; Maswadi; Wanti Fitrianti
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v5i1.8569

Abstract

Oil palm plantations are often confronted with the problem of uncontrolled land expansion and suboptimal management, which potentially threaten the sustainability of the business from environmental, social, and economic perspectives for surrounding communities. This condition calls for a comprehensive evaluation of management practices implemented by independent smallholders. This study aims to determine the sustainability status of smallholder oil palm plantations in Parindu Subdistrict, Sanggau Regency, assessed from five main dimensions: ecological, economic, social, institutional, and technological. In addition, the study analyzes attributes that have sensitivity levels affecting the future sustainability of oil palm farming as a basis for formulating improvement strategies. A total of 36 respondents were selected using purposive sampling techniques and in-depth interviews. The research method employed was quantitative descriptive using the Rap-Palmoil approach and qualitative descriptive supported by kite diagrams to clarify the analysis results. The findings indicate that the management status of oil palm plantations falls into the moderately sustainable category, with MDS values of 53.61 for Embala Village and 55.75 for Maju Karya Village. The dimensions that require priority improvement in both villages are the ecological and technological dimensions.
Farmers' behavior towards the risks of sweet corn farming in Peat Lands Maswadi, Maswadi; Hidaya, Baihi Datul; FItrianti, Wanti
Agriekonomika Vol 13, No 2: October 2024
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v13i2.26122

Abstract

In general, corn cultivation carries a number of risks, such as price and production risk. The risks will influence farmers' behavior in facing farming risks. The objectives of this research are: 1) to analyze the risk level of sweet corn farming on peatlands. 2) analyze farmers' behavior regarding the risks of sweet corn farming on peatlands. The research method used was purposive sampling, where samples were taken from 82 farmers in Rasau Jaya Satu Village. Data collection was carried out through interviews with questionnaires. The data analysis used is farming risk analysis using the coefficient of variation (CV) and farmer behavior towards risk using quadratic utility function analysis. The research results show that the production risk obtained is 0.11 0.5 and the income risk is 0.11, meaning that the farming risk faced by corn farmers is small. Overall, the majority of sweet corn farmers behaved in a risk-averse manner (risk averters) amounting to 52% or as many as 43 people while the remaining 48% or 39 people behaved boldly towards risks (risk takers).
Co-Authors Abdul Hamid A. Yusra Abdul Hamid A.Yusra Adi Suyatno Adi Suyatno Agung Setiawan Agustia, Dini Aldieyansah, Ilfan Aliung, Aliung Aminuyati Anita Suharyani Ardiano, Nikolas ari krisnohadi Ari Natul Hidayah Assiddiq, Hasbi Ayu Safitri Ayuni, Ayuni Bayo, Oktovorus Bayu Try Wibowo Boby, Antonius Dewi Kurniati Didik Wiranda Dwi Prasetiyo Dwi Prasetyo DWI RAHARJO Dwi Raharjo Dwi Zulfita Eli Yansih Erkulanus Wawan Erlinda Yurisinthae Erlinda Yurisinthae Erval Alziansyah Eva Dolorosa Fariyanti, Anna Febian, Rachmad Febriana, Dega Febriansyah Febriansyah Handayani Handayani Hapzi Ali Hartoyo Hartoyo Hendi, Hendrikus Hidaya, Baihi Datul Hiromitsu, Kuno Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Irwanto, Ignasius Ivan Sujana Jajat Sudarajat Jajat sudrajat Jitro Rian Atria Kartika, Anna Silviyana Kurniari, Dewi Kurniati*, Dewi Kusairi, Yudi Lestari, Mar'ah Lestari, Yuti Lilis Handayani Marisi Aritonang Marisi Aritonang Maswadi Maswadi Maswadi - Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maswadi Maulidi Maulidi Melaelika, Anastasia Muhamad Kardiansyah Nabilla, Kansa Nalius Nalius Naomi Claudia Situmorang Nelyanti, Oktavia Novira Kusrini Novira Kusrini Nur Arifin, Nur Nurliza Nurliza Nurul Huda Parulian, Joshua Popilianus, Hendra Prasetyo, Hanang Qohhaarudin Barokah Trisbyono Ratih Puspa Rini Rini Hazriani rini hazriani Robertus Imanuel Romiyanto, Romiyanto Sabina Sabina Sahat Irawan Manik Sandini, Sari Sekarya Sembiring Meliala Septia Wulandari Tia Shenny Oktoriana Tamaulina Br Sembiring Taufiq Rahman Tia, Septia Wulandari U Edi Suryadi Yohana Yohana Yopa Eka Prawatya Yufita, Franciska Yusman Syaukat Zakaria, Bagus