Claim Missing Document
Check
Articles

ISLAM DAN PENDIDIKAN Reski Amalia; Hamdia Sayyadi; Trye Sunarti H; Bahaking Rama
Jurnal Riset Evaluasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2024): JREP
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrep.v1i4.2275

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan dalam perspektif Islam dengan fokus pada peran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Melalui analisis terhadap Al-Qur'an, hadis, dan pemikiran para ulama, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan dalam Islam memiliki tujuan yang komprehensif, yaitu membentuk individu yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Pendidikan Islam tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan dan peluang pendidikan Islam di era modern, serta upaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan formal.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBINAAN KARAKTER PESERTA DIDIK Hijrawati Sehu; Sri Lestari; Aulia Rezkyana Agus; Bahaking Rama
Jurnal Riset Evaluasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2024): JREP
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrep.v1i4.2279

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji esensi penanaman nilai-nilai pendidikan Islam serta upaya implementasinya dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, memanfaatkan berbagai sumber seperti buku, catatan, artikel, dan hasil penelitian terdahulu. Berbagai konsep yang dikumpulkan dianalisis untuk memahami hakikat nilai-nilai pendidikan Islam dan penerapannya dalam pembinaan karakter peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam dan pembentukan karakter berfungsi sebagai landasan untuk mendorong manusia memiliki itikad baik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memenuhi kebutuhan manusia melalui aktivitasnya. Pendidikan Islam mampu membangkitkan kesadaran individu sebagai seorang Muslim yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, dan umat. Di sisi lain, pendidikan karakter berperan dalam membangun integritas pribadi yang kokoh, bijaksana, serta mampu menghindarkan peserta didik dari sikap mental nihilisme, hedonisme, dan alienasi intelektual.
MUHAMMADIYAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Bahaking Rama; Al Husnul Khatimah; Rahmawati; Mahyaya Nur
Jurnal Riset Evaluasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2024): JREP
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrep.v1i4.2283

Abstract

Pendidikan islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan intelektual umat islam di Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, pengembangan pendidikan Islam menjadi salah satu upaya untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Muhammadiyah mendirikan berbagai lembaga pendidikan yang mencakup sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Institus ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mengintegrasikan kurikulum berbasis ilmu pengetahuan umum. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode Pengumpulan data melalui studi kepustakaan (library research) yang menganalisis literatur yang ada secara sistematis seperti artikel, buku, jurnal, dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Peran Muhammadiyah dalam pengembangan kurikulum pendidikan islam Muhammadiyah telah berhasil memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia melalui pendekatan yang progresif dan inovatif. Muhammadiyah mengajarkan bahwa ilmu umum tanpa landasan agama dapat membahayakan moral, sementara ilmu agama tanpa ilmu umum akan tertinggal oleh perkembangan zaman. Pembaruan (Tajdid) dalam pendidikan sebagai pelopor pembaruan, Muhammadiyah menyempurnakan kurikulum pendidikan islam dengan mamasukkan pendidikan agama islam ke dalam sekolah umum dan pengetahuan sekuler ke sekolah agama. Dapat disimpulkan bahwa organisasi Muhammadiyah sangat memperhatikan kondisi masyarakat yang majemuk dalam pengembangan kurikulum Pendidikan di Indonesia. Semangat pembaruan yang diwariskan oleh pendirinya memberikan peluang besar bagi Muhammadiyah untuk terus berinovasi dan menjadi pelopor dalam pendidikan berbasis teknologi.
PERAN MUHAMMADIYAH DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Alfiyyah Nurhidayah; Rezki Auliyah Syukri; Faisal Rifqi; Bahaking Rama
Jurnal Riset Evaluasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2024): JREP
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrep.v1i4.2329

Abstract

Muhammadiyah merupakan kelompok islam terbesar kedua di Indonesia. Muhammadiyah melalui program perempuan ‘Aisyiyah, memiliki peran penting dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia, khussunya dalam bidang pendidikan, sosial dan ekonomi. Aisyiyah didirikan pada tahun 1917 bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan melalui pendirian lembaga pendidikan seperti madrasah hingga perguruan tinggi. Lembaga-lembaga yang telah didirikan tidak hanya untuk meningkatkan pendidikan agamanya, tetapi juga keterampilan umum untuk mendukung perempuan dalam keaktifannya di lingkungan masyarakat. ‘Aisyiyah berhasil menciptakan peluang bagi perempuan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sebelumnya terbatas, sehingga dapat mendorong menjadi perempuan yang mandiri dan berkonstribusi dalam kehidupan di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Muhammadiyah melalui organisasi perempuan ‘Aisyiyah dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia pada bidang pendidikan, sosial dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber artikel, jurnal, dan buku yang terkait pada pemberdayaan perempuan oleh ‘Aisyiyah. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa ‘Aisyiyah berhasil menyediakan akses pendidikan bagi perempuan melalui pendirian lebih dari 3.000 lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia. Program pemberdayaan sosial dan ekonomi perempuan dilakukan dengan kegiatan sosial seperti Binna Usaha Ekonomi Keluarga, Keluarga Sakinah, dan melakukan budidaya ikan dalam ember memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemandirian ekonomi perempuan.
Politik dan Islam di Era Modern Nurul Istiqamah Ishaq; Muhammad Hakil; Tiara Putri Aziza; Bahaking Rama
Jurnal Riset Evaluasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2024): JREP
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrep.v1i4.2333

Abstract

Pemikiran politik Islam di era modern mengalami pergeseran signifikan, terutama dalam hal interaksinya dengan sistem politik demokratis. Meskipun banyak kelompok Islam yang mendukung penerapan nilai-nilai Islam dalam sistem politik, terdapat juga kelompok yang lebih terbuka terhadap penerimaan prinsip-prinsip demokrasi, pluralisme, dan hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana Islam dan politik saling berinteraksi dalam konteks modern, serta melihat bagaimana gerakan-gerakan politik Islam berkembang dalam menghadapi tantangan dan peluang yang muncul pada abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur (library research) untuk menganalisis hubungan antara Islam dan politik di era modern. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, hubungan antara Islam dan politik di era modern menunjukkan dinamika yang kompleks dan penuh tantangan. Meskipun ada peluang untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sistem politik modern seperti demokrasi, proses ini memerlukan penyesuaian yang cermat dan bergantung pada konteks lokal dan budaya masing-masing negara.
Pentingnya Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Moral Dalam Mmebina Karakter Anak Sekolah Dasar Nurfadillah Apriliah; Nurul Rofika; Muslim; Bahaking Rama
Jurnal Riset Evaluasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2024): JREP
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrep.v1i4.2337

Abstract

Pendidikan agama dan akhlak Islam mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter religius anak sekolah dasar (SD). Pendidikan agama Islam membekali anak dengan pemahaman nilai-nilai agama, mengenalkan ajaran agama, dan membentuk rasa ta’at terhadap Tuhan. Peran guru sebagai role model dan fasilitator dalam membantu anak memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dan moral menjadi fokus utama artikel ini. Selain itu, pentingnya peran orang tua dan kerjasamanya untuk mendukung pendidikan karakter keagamaan di rumah dan di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode penelitian studi literatur (Library Research) dan termasuk kepada penelitian kualitatif. Dengan menerapkan pendidikan agama dan akhlak Islam yang efektif, diharapkan anak sekolah dasar dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter religius kuat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa pendidikan agama dan akhlak Islam di sekolah dasar mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan siap menjadi pilar bangsa yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia.
Teori Masuknya Islam di Nusantara Dan Perkembangan Pendidikan Islam Masa Awal di Aceh (Lembaga dan Tokoh) Meunasah - Teungku Nurul Hasanah; Bahaking Rama; Syamsuddin
P@RAD!GMA : Jurnal Kajian Budaya & Media Vol. 2 No. 03 (2025): P@RAD!GMA: Jurnal Kajian Budaya & Media
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis berbagai teori mengenai masuknya Islam di Nusantara dan menelusuri perkembangan awal pendidikan Islam di Aceh, dengan fokus pada peran lembaga Meunasah dan figur Teungku. Studi ini mengkaji teori Gujarat, Mekkah (Arab), Persia, dan Cina, serta implikasinya terhadap pemahaman awal proses Islamisasi di wilayah ini. Lebih lanjut, penelitian ini secara spesifik menyoroti Aceh sebagai salah satu wilayah pertama yang menerima Islam, dan bagaimana lembaga Meunasah berfungsi sebagai pusat pendidikan informal dan keagamaan di tingkat gampông (desa). Peran sentral para Teungku, sebagai ulama dan pemimpin spiritual, dalam mentransmisikan ilmu pengetahuan Islam dan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat Aceh pada masa awal juga dieksplorasi. Melalui pendekatan historis dan analisis deskriptif, artikel ini berargumen bahwa pemahaman terkait tentang teori masuknya Islam ke Nusantara memberikan konteks penting bagi nalai terhadap akar dan perkembangan unik pendidikan Islam di Aceh, di mana Meunasah dan Teungku memainkan peran fundamental dalam pembentukan identitas keagamaan masyarakat.
PERKEMBANGAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA AWAL DI PULAU SULAWESI: - Masrifah, Rofia; Reski Mei; Bahaking Rama; Arifuddin Siraj
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i1.728

Abstract

Kedatangan Islam dapat diterima dengan baik karena Islam datang dengan membawa prinsip-prinsip perdamaian, persamaan antara manusia (tidak ada kasta), menghilangkan perbudakan, dan yang paling penting juga adalah sangat mudah memeluk Islam karena hanya dengan membaca dua kalimat syahadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses awal mula masuknya Islam di Pulau Sulawesi, untuk mengetahui lembaga pendidikan yang terbentuk pada awal masuknya Islam di Pulau Sulawesi, dan untuk mengetahui para tokoh yang berperan dalam pengembangan Pendidikan Islam di Pulau Sulawesi. Dalam penelitian ini memperoleh data dari buku dan jurnal yang dikaitkan dengan pekembangan pendidikan islam masa awal di pulau sulawesi. Referensi terkait pekembangan pendidikan islam masa awal di pulau sulawesi merujuk pada buku-buku dan jurnal yang relevan. Penelitian ini mencakup berbagai metode termasuk studi kasus dan analisis literatur. Untuk memperoleh data, penulis mengumpulkan, membaca, menganalisis pembahasan yang relevan dengan penelitian. Sejarah mengungkapkan bahwa masuknya Islam pertama kali di Sulawesi Selatan adalah dibawa oleh saudagar dan ulama dari Arab dan Melayu. Islamisasi di Sulawesi Selatan tidak dapat dipisahkan dari peran utama tiga muballig yang ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam di daerah ini, yaitu Datuk Tallue (tiga datuk) yaitu ; (1) Abdul Makmur, (2) Sulaiman dengan sebutan Datuk patimang. (3) Abdul Jawad, yang lebih terkenal dengan nama Datuk ri Tiro. Dalam proses islamisasi, ketiga tokoh tersebut tidak dapat dipisahkan dari perannya pengislaman daerah Suawesi Selatan
POHON KEPRIBADIAN MUSLIM: IMAN SEBAGAI AKAR DAN AKHLAK SEBAGAI BUAH DALAM PEMBENTUKAN GENERASI ISLAM Risda Risda; Nurul Magfirah; Siti Rumaisha; Siti Nurpaida; Bahaking Rama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk sempurna yang mempunyai akal serta  mengetahui  benar  dan  salah  dalam  segala tindakannya/ Hadirnya agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad  SAW diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan  manusia yang sejahtera lahir dan  batin. Dalam pemikiran Islam, iman dan akhlak digambarkan sebagai dua unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan karakter manusia. Hubungan keduanya sering dianalogikan seperti akar dan buah, sebuah metafora yang memberikan gambaran mendalam mengenai keterkaitan esensial antara keyakinan dan perilaku. Metode penelitian ini yaitu deksriptif dengan jenis penelitian studi pustaka. Iman adalah pondasi akhlak. Iman yang benar menumbuhkan kesadaran berpegang pada nilai-nilai akhlak mulia. Akhlak terpuji lahir dari Iman lurus dan ibadah yang baik. emakin  kuat  iman  seorang  mukmin,  semakin  baik  akhlaknya. Dalam realitas kehidupan modern yang diwarnai degradasi moral, penguatan hubungan iman dan akhlak menjadi sangat relevan. Penanaman iman yang autentik tidak hanya memperkokoh dimensi spiritual individu, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku sosial yang berlandaskan nilai Islam
The role of Islamic Educational Institutions: formal, informal, non-formal Achmad Dahlan Muchtar; Bahaking Rama; Aisyah Suryani
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to discuss the functions of educational institutions, especially Islamic education, both formal, informal and non-formal. This research uses literature study research. Data is collected through literature studies that are in line with the discussion. The results of this study indicate that the purpose of Islamic education is to create people who are aware of their God. Islamic education can be pursued in three ways in accordance with Law No. 20 of 2003 on the National Education System, namely; (1) Formal ways such as, MI, MTs, MA, and Islamic Universities, (2) Non-formal ways such as, Book Reading Training Institutions, TPQ, TPA, and so on, (3) Informal ways such as, Family Education and Community Education. It is not enough to develop the world of education through formal channels alone, but these three channels must work together to develop the world of education. One of the reasons for this is the increasing number of young people who are unable to continue their education. Employment, especially in the private sector, has developed quite rapidly and more than the development of the public sector
Co-Authors Abd. Rahim Razaq Abdul Aziz Abdul Halim Abdurahman Abdurrahman Abdurrahim Supardi Usman Abdurrahman Abdurrahman Adji Saputra Adji Saputra Cendana Ahsan Taqwim Aiman Abu Khair Al Azhar Al Husnul Khatimah Alfiyyah Nurhidayah Amri Usa Andi Arbaina Fariza Anita Anita Arifuddin Siraj Arsyad, Mujahid Arsyad, Mujahid Mallombasi Aulia Rezkyana Agus Candra Swandi Dwi Cahya Oktavianto Dwi Cahya Oktianto Faisal Rifqi fatima azzahra Ferdinan Hamdia Sayyadi Hijrawati Sehu Jihan Fahira Karmala Karmala, Karmala Kasban, Muhammad Zain Leni Puspitasari M. Ilham Muchtar Mahyaya Nur Mappigau, Ernawaty Margiono Margiono Margiono Margiono, Margiono Mei, Reski Moh. Natsir Mahmud Muchtar, Achmad Dahlan Muh. Farhi Muh. Niamur Ridho Muhammad Azmi Muhammad Hakil Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Taufiqul Hidayat Muhammad Zain Muhsin Mujahid Arsyad Muliadi Muslim Nabila Indana Nasrul Nurdin Nur Fitrah Julianti Patta Nurfadilah Hariandani Nurfadillah Apriliah Nurfadillah Nurfadillah NURLIANA NURLIANA Nurmiani Nurul Hasanah Nurul Istiqamah Ishaq Nurul Magfirah Nurul Mawaddah Nurul Rofika Nurwahida Ahmad Rahma Ashari Hamzah Rahmad Nur Hidayat Rahmat Justan Rahmat Justan Rahmat Nur Hidayat Rahmawati Reski Amalia Reski Mei Revalina Almusawa Rezki Auliyah Syukri Rezki Siti Hajar Rieka Kartika Aulia Rahkmat Risda Risda Rofia Masrifah Selfina, Selfina Siti Nurpaida Siti Rumaisha Sitti Muthmainnah Sitti Muthmainnah SRI LESTARI Sry Nur Intan St. Rosmi Sudarni Sudarni Suryani, Aisyah Syamsuddin Tiara Putri Aziza Trye Sunarti H Wa Ode Rohis Zauman Wahida Octaviana WAHYUNI Witasari Zhalfa Luthfi Fauza Zikriadi