Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DAN HUKUM POTENSI PENYU SINORANG PANTAI DI KABUPATEN BANGGAI Rahman, samsu Adi; Agustina, Sri Sukari; Mutalib, Yanti; Gani, Abdul; Sangkia, Frederik Dony; Khartiono, Lady Diana; ., Akram; Trisaputra, Muh. Ikbal; Sululing, Siswadi; Syakir, Mohammad; Ariani, Cut Desy; Gunawan, Iwan; Sutisna, Nana; Agus, Atma
Jurnal Ilmiah Manajemen Emor (Ekonomi Manajemen Orientasi Riset) Vol. 5 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/jim.v5i2.1652

Abstract

Sinorang Pantai memiliki pantai yang indah dan sering dikunjungi penyu untuk mendarat dan bertelur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan hukum masyarakat Sinorang Pantai, serta merumuskan konsep pengelolaan penyu di Sinorang Pantai. Berdasarkan analisis faktor internal dan faktor eksternal diperoleh hasil bahwa faktor internal pada kajian potensi di Sinorang Pantai terdapat 10 faktor, diantaranya 5 faktor yang menjadi kekuatan dan 5 faktor menjadi kelemahan, sedangkan faktor eksternal kajian penyu di Sinorang Pantai ada 10 faktor, diantaranya 5 faktor yang menjadi peluang dan 5 faktor menjadi ancaman. Salah satu bisnis yang bisa memberikan penghasilan positif bagi masyarakat adalah ekowisata penyu dan rencana pengelolaan ini berada pada kuadran II yaitu Growth.
The Role of Sekar Gending "Kawitan" in Wayang Golek Purwa Performance Maulana, Marsel Ridky; Gunawan, Iwan
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v7n1.p77-90

Abstract

Gending "Kawitan" is a musical repertoire in the form of sekar- gending that must be presented in Wayang Golek Purwa performances. In its presentation, sekar-gending "Kawitan" has a very important role in the unity of Wayang Golek's performance as a whole. The purpose of writing this article is to reveal the role of sekar-gending "Kawitan" in Wayang Golek's performance based on its musical communication aspects. The method used is descriptive qualitative by conducting interviews with puppet artists and analyzing documents from several video recordings that have been broadcast online. Based on this method, the sekar-gending "Kawitan" has four parts: Kawitan Gancang, Kawitan Kendor, Bata Rubuh, and Gending Badaya. In terms of its role, gending "Kawitan" at least has a role as an instrumental music presentation, as a song presentation (vocals and instruments), as an illustration, and accompaniment for the puppeteer during Murwa, and as an accentuation in the ibing maktal scene. From the results of a section-by-section study, sekar-gending "Kawitan” has a tight structure and high musical communication complexity, due to the many interactions between musicians.
Enhancing Brand Awareness in TikTok: The Impact of Marketing Communication on Social Media Platforms Segarwati, Yulia; Rakhmaniar, Almadina; Azka, Zahrah; Gunawan, Iwan; Jamaludin, Maun
Research Horizon Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.3.5.2023.168

Abstract

Market orientation is crucial for companies in the face of global competition and evolving customer demands, as companies realize the need for continuous adaptation. This research delves into the influence of "Bittersweet by Najla's" marketing communication on the TikTok social media platform on brand awareness. Using a quantitative approach, data was collected through surveys from a sample of 327 individuals among the 4.2 million followers of "Bittersweet by Najla" on TikTok, specifically in the city of Bandung. The results validate four hypotheses, affirming that Product, Price, Place, and Promotion significantly affect Brand Awareness. Promotion is found to exert the most substantial influence on brand awareness, highlighting its pivotal role in enhancing brand recognition. These findings underscore the importance of effective marketing communication on social media platforms and carry implications for businesses seeking to elevate their brand awareness in a competitive digital landscape.
Proses Penciptaan Lagu "Bawalah Cintamu Itu" Untuk Format Band Regan, Christopher; Kholid, Dody Mohammad; Gunawan, Iwan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 4, No 1 (2024): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v4i1.70786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses menciptakan karya lagu populer khususnya karya RB secara ilmiah. Karena penciptaan musik secara umumnya cukup menggunakan intuisi, jarang terlihat karya yang diciptakan dengan metode ilmiah. Hal tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian ini. Untuk menyelesaikan penelitian dan menjawab semua pertanyaan penelitian, maka digunakan metode penelitian artistik berbasis praktik (practice-based research). Dalam metode ini, peneliti diberikan kebebasan untuk mengungkapkan ide dan gagasan melalui karya seni, sehingga metode ini cocok digunakan dalam penelitian yang peneliti lakukan dikarenakan hasil dan progress yang akan didapat harus melewati serangkaian percobaan dan eksperimen seni. Setelah seluruh percobaan dan proses penciptaan selesai, hasil akhir dari penelitian penciptaan akan dipertunjukkan secara langsung dengan konsep resital.
PROTOTYPE VSTI REBAB SUNDA PADA SAMPLER KONTAKT SEBAGAI SARANA BERKREASI MUSIK DI FPSD UPI Az-Zahir, Habib Usman; Sutanto, Toni Setiawan; Gunawan, Iwan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 2 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i2.50628

Abstract

Dalam karawitan Sunda, waditra rebab memiliki ciri serta fungsi yang sangat khas dalam konsep permainanya. Menurut Permana (2016:81), waditra rebab memiliki peran sebagai pemberi aba-aba mangkatan, merean, nungguan, nganteur, marengan, dan mapaesan. Pada wujud bunyinya secara musikal, terdapat kontur melodi yang sangat bervariasi oleh karena adanya konsep permainan yang bersifat spontan dengan keragaman ornamentasi yang masih perlu diidentifikasi secara jelas. Dalam rangka memahamai ini, perlu dilakukan proses eksplorasi, identifikasi serta analisis dari setiap frase melodi rebab melalui pemanfaatan teknologi digital sampling dalam bentuk sound design sebagai upaya bentuk baru tentang pelestarian musik tradisional di era revolusi industri 4.0. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan prototype VSTi rebab Sunda yang dapat berfungsi sebagai sarana berkreasi musik di lingkungan FPSD UPI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian artistik dengan paradigma kualitatif, yaitu practice-led research (Hendriyana, 2019:10) yang merupakan metode yang mengarah pada pemahaman baru tentang praktik musik dan itu dipraktikkan. Berbagai frase melodi rebab dieksplorasi, lalu diproses melalui tahapan sampling, diidentifikasi serta dianalisis untuk dikenali kontur serta fungsinya. Selanjutnya diproses pada sampler Kontakt hingga menjadi produk intrumen virtual yang memiliki playability yang baik. Produk ini menjadi prototype VSTi rebab Sunda yang kemudian dapat digunakan sebagai sarana berkreasi musik bagi mahasiswa di lingkungan FPSD UPI untuk dievaluasi manfaat serta kegunaannya.Kata kunci : Instrumen Virtual, Rebab Sunda, Kontakt
KACAPI SITERTONE KARYA HENDI DALAM MENGIRINGI REPERTOAR POP SUNDA Irawan, Raihan Rizky; Sutanto, Toni Setiawan; Gunawan, Iwan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 1 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i1.55041

Abstract

Penelitian dengan judul “Kacapi Sitertone Karya Hendi Dalam Mengiringi Repertoar Pop Sunda” ini bertujuan untuk mengungkap pengembangan teknis permainan alat musik kacapi sitertone dalam repertoar pop sunda. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Perangkat yang digunakan pada kacapi sitertone, fitur setiap perangkat, dan teknis pengoprasianya. Metode yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif (Perspektif Emic). Data diperoleh melalui obervasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan triangulasi. Kemudian data dianalisis menggunakan Interactive Analysis Models. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa berdasarkan fungsinya, terdapat dua kelompok besar perangkat yaitu perangkat inti dan perangkat pendukung (opsional). fitur dalam perangkat inti sebagai pembentukan suara kacapi electone. Aspek utama pembentukan suara kacapi menggunakan teknik permainan dijambret disintreul toel sedangkan pembentukan suara electone menggunakan software one man band yang dioprasikan melalui controler. Dalam memainkan repertoar pop sunda, pengguna kacapi sitertone harus menggabungkan 2 teknis pengoperasian tersebut. proses adaptasi melalui latihan rutin dapat menjadi metode cepat untuk memaksimalkan permainan kacapi sitertone.Kata kunci : Kacapi, Siter, Pop, Sunda
Teater Musikal Anak "Pemetik Senyuman" oleh Nuart School of Musical Theatre (Analisis Proses Penggarapan Musik) Vania, Nirvana; Sukanta, Sukanta; Gunawan, Iwan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 3, No 3 (2023): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v3i3.36286

Abstract

Teater musikal adalah salah satu bentuk pertunjukan teater yang menggabungkan lagu, dialog lisan, akting, dan tarian. Cerita dan konten emosional dari musik - humor, kesedihan, cinta, kemarahan - dikomunikasikan melalui kata-kata, musik, gerakan, dan aspek teknis dari hiburan sebagai satu kesatuan yang utuh. Berangkat dari sebuah puisi yang ditransformasikan menjadi sebuah pertunjukan dibutuhkan kemampuan kreatifitas tinggi dari seorang komposer dalam penggarapan dari segi cakupan seni pertunjukan dan musik pun memiliki peran krusial sebagai pemicu atau penggugah suasana. Penelitian ini berjudul “Teater Musikal Anak “Pemetik Senyuman” oleh Nuart School of Musical Theater: Analisis Proses Penggarapan Musik”. Permasalahan dan tujuan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses interpretasi musik, proses garapan musik, dan penyajian pertunjukan dalam teater musikal anak “Pemetik Senyuman”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui logbook yang diberikan oleh mentor, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kordinasi sutradara berserta jajaranya berubah menjadi kerja secara ansambel berdasarkan pengetahuan dan keterampilan, hasil interpretasinya bisa merealisasikan program Nuart School of Musical Theatre sesuai dengan ekspetasi untuk tahap awal proses pengenalan tentang teater musikal pada anak-anak.
Penggunaan Aplikasi Musescore 3 Dalam Melatih Kemampuan Sight Singing Pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 12 Bandung Sinaga, Thessa Elisabeth; Gunara, Sandie; Gunawan, Iwan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 3 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v2i3.51323

Abstract

Dalam pembelajaran seni musik di SMP Negeri 12 Bandung khususnya dikelas VIII, memuat kompetensi dasar menyanyikan lagu daerah. Melalui ini, siswa akan dihadapkan dengan berbagai lagu daerah. Di kelas VIII A yang berjumlah 34 siswa ditemukan bahwa siswa dikelas tersebut tidak memiliki kemampuan untuk bisa mempelajari lagu daerah secara mandiri, rendahnya kepekaan siswa terhadap nada, dan juga dilatar belakangi dengan guru seni budaya yang tidak berasal dari pendidikan seni musik. Oleh karena itu peneliti menerapkan sight singing dikelas VIII A. Cara melatih atau mempelajari sight singing salah satunya bisa menggunakan aplikasi Musescore 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan aplikasi Musescore 3 dalam melatih kemampuan sight singing siswa kelas VIII A. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode one group pretest-posttest, yang merupakan kegiatan penelitian yang memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan baru diberikan tes akhir (posttest). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Adapun hasil dari pretest-posttest adalah pada pretest siswa memperoleh rata-rata 32,99 dan posttest 77,55 yang mana ditemukan pengaruh dari penggunaan aplikasi Musescore 3 dalam melatih sight singing siswa, adapun pengaruh yang terjadi adalah peningkatan kemampuan siswa.Kata Kunci: sight singing, aplikasi Musescore 3. 
Loyalitas Konsumen: (Relationship Marketing Herbalife Semarang) Kuncoro, Amin; Suwarso, Iwan; P, Ratih Hesty; Gunawan, Iwan
Jurnal Bingkai Ekonomi (JBE) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Bingkai Ekonomi (JBE)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jbe.v6i1.103

Abstract

The purpose of this research is to analyze the relationship between marketing and consumer satisfaction Herbalife in Semarang. The research design used quantitative descriptive using primary data. The research sample is consumers who use products from Herbalife in Semarang who may be 157 respondents. Analysis using multiple partial regression. The results explain that consumers who use Herbalife products in Semarang are loyal because of the emotional closeness factor with fellow users or members. In addition, consumer loyalty increases because of the role of relationships that are strengthened by the benefits of Herbalife products which are indeed beneficial for health.
PEMETAAN JENIS DONGENG NUSANTARA DALAM INFOGRAFIS Rakhman, Rizki Taufik; Piliang, Yasraf Amir; Ahmad, Hafiz Aziz; Gunawan, Iwan
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 7 No. 01 (2021): February 2021
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v7i01.3938

Abstract

AbstrakDongeng merupakan warisan budaya lisan yang bersifat mendidik sekaligus menghibur. Sebagai warisan budaya lisan, keberadaan dongeng wajib dilestarikan agar tidak punah. Pada kenyataannya, generasi Z (Gen Z) Indonesia memiliki jarak dengan dongeng. Hal ini diketahui melalui kuesioner yang dibagikan kepada 70 siswa sekolah dasar kelas 3, 4, dan 5. Menurut responden dongeng hanya diketahui melalui pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, responden tidak mengetahui secara pasti jenis-jenis dongeng nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk memantik perhatian (awareness) Gen Z Indonesia terhadap jenis-jenis dongeng nusantara. Pendekatan dilakukan melalui bentuk infografis yang diasumsikan dapat mempermudah Gen Z Indonesia dalam memperoleh informasi, memahami hingga menyadari adanya dongeng. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode campuran. Hasil pendekatan kuantitatif melalui kuesioner kemudian dianalisa dan dikonfirmasi ulang melalui wawancara dengan para responden melalui pendekatan kualitatif. Hasil wawancara menjadi rujukan dalam mengolah data menjadi pemetaan jenis-jenis dongeng nusantara ke dalam bentuk infografis. Selanjutnya infografis peta jenis dongeng nusantara diujicobakan melalui diskusi dengan kelompok responden yang terdiri dari generasi Z yang dipilih secara acak. Meskipun hasil yang didapat belum optimal, namun simpulan awal dari penelitian ini adalah generasi Z Indonesia mulai memperhatikan (aware) berbagai jenis dongeng nusantara sebagai warisan budaya lisan bangsa Indonesia yang harus dilestarikan. Kata Kunci: generasi Z, infografis, dongeng nusantara, pemetaan AbstractFairy tales are a verbal cultural heritage that is educating and entertaining. As a verbal cultural heritage, fairy tales' existence must preserve so as not extinct. In reality, Indonesian generation Z (Gen Z) has a distance from fairy tales. It's known through a questionnaire distributed to 70 elementary school students in grades 3, 4, and 5. According to them, fairy tales are known only through Bahasa Indonesia subjects. Besides, they do not know for sure the types of Indonesian archipelago fairy tales. This research aims to arise Indonesian Gen Z awareness towards the types of Indonesian archipelago fairy tales. The approach taken through the form of infographics is assumed to facilitate the Indonesian Gen Z in obtaining information, understanding, and being aware of Indonesian fairy tales. The method used in this study is a mixed-method. The quantitative approach research through a questionnaire was then analyzed and reconfirmed through interviews with respondents with a qualitative approach. The interview results referred to processing the data into mapping the types of tales of the Indonesian archipelago into infographics. Furthermore, the Indonesian archipelagos fairy tale type of infographic map was tested through a group discussion consist of randomly selected Gen Z respondences. Although the result not optimal, the early conclusion indicates that Indonesian Gen Z starting to become aware of the Indonesian archipelago fairy tales as the verbal cultural heritage of Indonesia that must be preserved. Keywords:  Z generation, infographic, nusantara folktales, mapping
Co-Authors ., Akram AA Sudharmawan, AA Abdul Gani Abizar Algifari Saiful Adi Soetopo, Antonius Afdhal Zikri Zz Afifah, Nadhirah Nur Agus, Atma Agustina, Sri Sukari Aji Wibowo, FX. Catur Satria Akmal Budi Yulianto Akram, Akram Alkatiri, Zeffry Almadina Rakmaniar Amali, Utdin F Amin Kuncoro, Amin Anita Permatasari Ariani, Cut Desy Az-Zahir, Habib Usman Azka, Zahrah Bambang Tjiroso, Bambang Bonse Aris Mandala Putra Simangunsong Budilestari, Puji Dana Budiman Dewi S Budiwati, Dewi S Dody Mohammad Kholid, Dody Mohammad Endrayanto, Yana Euis Eka Pramiarsih Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Firmansyah, Rifal G, Sailendra Bedantara Gunawan, Sailendra Bedantara Gurdani Yogisutanti Hafiz Aziz Ahmad Handoko, Sungging Hapidzin, Rivaldi Indra harbelubun, Moh. Muzni hardi, witono Hartono, Rudi Herman Budi Harja, Herman Hi. Abbas, Muhammad Fadly Hikmawatty , Sitti Hotmaida, Linda Intan Deanida Pratiwi Irawan, Raihan Rizky Jamaludin, Maun Juju Masunah Kamila S, Azmalia Kankan Kasmana Khartiono, Lady Diana Leonady, Wilky Lestari, Puji Budi Lisa Natalia Christy Pangalila, Lisa Natalia Christy Lismayawati, Dewi Maris, Salix Fini Maulana, Marsel Ridky Mohammad Syakir, Mohammad Mutalib, Yanti Nana Supriatna Nandang Rusmana Nandang, Asep Nopriyanti, Rani Nur Halimah Nurhayati, Lina P, Ratih Hesty Pandoe Pudjiastuti, Sri Rahayu Rahman, Samsu Adi Rahmat Hadi, Faisal Rahmawati, Deasy Raida Kartina Regan, Christopher Reviandari Widyatiningtyas, Reviandari Rita Milyartini Rizki Amalia Rizki Taufik Rakhman Rufi'i sandie gunara, sandie Sangkia, Frederik Dony Sembadha, Rinomulat Sendy, Nydia Nur Setiawan Sabana Sinaga, Thessa Elisabeth Sri Sukari Agustina Sukanta Sukanta Sululing, Siswadi Sunaryo, Ayo Sutisna, Nana Suwarso, Iwan Syaban, Mumun Toni Setiawan Sutanto Tri Suyono Trisaputra, Muh. Ikbal Umron, Amat Undang Ruslan Wahyudin Vania, Nirvana Wina Lerina, Wina Yasraf Amir Piliang Yudi Sukmayadi Yuhanifah, Yuyun Yulia Segarwati Zainal Arifin Zulhalim, Zulhalim