Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN MENGGUNAKAN ALAT HB METER DENGAN ALAT SPEKTROFOTOMETER PADA IBU HAMIL Sri Wahyuni Gayatri; Irna Diyana Kartika; Asrini Safitri
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 6 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v6i2.33243

Abstract

The prevalence of anemia in Indonesia according to the World Health Organization (WHO) in 2021 in pregnant women is 57.1%. Anemia in pregnant women can cause postpartum hemorrhage which is the cause of death in childbirth. International Committee for Standardization in Haematology (ICSH) recommends checking hemoglobin levels using the cyanmet-hemoglobin method. This method is easy to do because it has a standard and can measure all types of hemoglobin. The purpose of this study was to determine the comparison of hemoglobin levels using the Hb Meter and Spectrophotometer for pregnant women. The research design used was prospective with a descriptive analytic method with a Cross Sectional approach. Hemoglobin examination with a spectrophotometer has lower results than using a Hb Meter and is significantly significant. Conclusion: Examination of hemoglobin with a spectrophotometer has lower results than using an Hb meter and is significantly significant.
Karakteristik Pasien Sirosis Hepatis Mutiara Amalia; Prema Hapsari Hidayati; Andi Kartini Eka Yanti; Sri Vitayani; Sri Wahyuni Gayatri
UMI Medical Journal Vol 8 No 1 (2023): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v8i1.244

Abstract

Latar belakang:. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2016 sekitar 51,1% laki laki dan 27,1% perempuan dari 100.000 populasi meninggal akibat sirosis hepatis. Di Indonesia data mengenai sirosis hepatis masih kurang oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai karakteristik sirosis hepatis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien sirosis hepatis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu deksriptif observasional. dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien sirosis hepatis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2018-2021. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan usia terbanyak pada kelompok 51-60 tahun (45,5%) dan sebanyak 36 pasien (65,5%) berjenis kelamin laki laki. Dengan tingkat Pendidikan terakhir setara SMP/Sederajat (36,4%), dan berstatus tidak bekerja (41,8%). Penyebab sirosis terbanyak adalah hepatitis B (54,5%), dengan komplikasi terbanyak adalah asites (38,2%). Sekitar 29 pasien (52,7%) memiliki klasifikasi child pugh B dan sebagian besar sirosis hepatis dekompensata (46%). Kesimpulan:. Pasien sirosis hepatis di RS. Ibnu Sina Makassar paling banyak ditemukan pada kelompok usia 51-60 tahun, laki laki, pendidikan terakhir SMP/Sederajat, dan tidak bekerja. Penyebab tersering hepatitis B dengan komplikasi asites, klasifikasi child pugh B, dan merupakan sirosis hepatis dekompensata.
Hubungan Usia dan Paritas Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin Nurul Aziza Andi M; Sri Wahyuni Gayatri; Sigit Dwi Pramono; Arni Isnaini; Anna Sari Dewi; Abadi Aman; Abd. Rahman
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 4 (2022): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i4.31

Abstract

Preeklampsia adalah hipertensi pada usia kehamilan 20 minggu atau setelah persalinan dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg yang di lakukan pengukuran 2 kali selang 4 jam di sertai dengan proteinuria 300 mg protein dalam urin selama 24 jam, Insiden pre-eklamsia di negara berkembang kira-kira tujuh kali lebih tinggi daripada di negara maju (rata-rata 2,8% dari kelahiran hidup 0,4%). Preeklamsia mempengaruhi 5-8% dari semua kehamilan, dan menyebabkan banyak komplikasi pada ibu dan janin. Usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun disebut juga usia risiko tinggi untuk mengalami komplikasi kehamilan sedangkan pada paritas 2-3, dan jarak lahir >5 tahun. Jarak Lahir merupakan faktor resiko terjadinya preeklamsia dan kehamilan resiko tinggi
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana mill) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Zulfi Indriani; Indah Lestari; Sri Wahyuni Gayatri; Nurhikmawati; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i2.44

Abstract

Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan tubuh. Penyakit diare merupakan penyebab kedua kematian anak-anak di dunia. Dengan jumlah 780 juta anak di dunia, dilaporkan anak dengan umur kurang dari 5 tahun memiliki angka kejadian diare terbesar yaitu mencapai 760.000 per tahun. Di Indonesia salah satu alternatif yaitu dengan memanfaatkan tanaman herbal yang salah satunya daun alpukat, daun alpukat potensial secara tradisional digunakan masyarakat sebagai anti diare karena mengandung senyawa antimikroba yang dapat menghambat dan membunuh sejumlah bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun alpukat (Persea americana mill) terhadap pertumbuhan Escherichia coli pada medium agar. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode disc difussion untuk melihat daya hambat dari ekstrak Daun alpukat (Persea americana mill) pada pertumbuhan Escherichia coli. Didapatkan hasil dari konsentrasi 75%, berdiameter 21 mm, konsentrasi 100% berdiameter 24 mm dan konsentrasi 200% berdiameter 25 mm. Zona hambat minimun dari ekstrak daun alpukat yaitu pada konsentrasi 75% dimana interpretasi sangat kuat.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Mahkota Dewa Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pada Tikus Putih Rahmi Utami; Nurelly N Waspodo; Dwi Anggita; Nevi Sulvita Karsa; Sri Wahyuni Gayatri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i2.47

Abstract

Luka adalah diskontinuitas kulit dan jaringan di bawah kulit akibat adanya trauma. Penyembuhan luka merupakan proses kompleks. Penggunaan obat seperti antibiotik dan antiinflamasi sudah sering ditemukan. Selain penggunaan obat tersebut, terdapat pula tanaman herbal yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Salah satu tumbuhan obat berkhasiat yang digunakan adalah Mahkota dewa. Mahkota dewa diketahui mengandung banyak manfaat seperti sebagai anti bakteri, anti virus, melancarkan peredaran darah dan antioksidan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah Mahkota Dewa (Phaleriamacrocarpa) terhadap proses penyembuhan luka pada tikus putih (Rattusnorvegicus L.). Penelitian ini bersifat eksperimental, dengan desain uji klinis untuk megetahui apakah dengan pemberian ekstrak Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dapat mempercepat proses penyembuhan luka pada tikus putih (Rattus norvegicus L.) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) mempunyai pengaruh dalam proses penyembuhan luka pada tikus putih (Rattus norvegicus L.) dengan didapatkan nilai p = 0,003 (p < 0,05). Penyembuhan luka pada kelompok yang diberikan ekstrak mahkota dewa 12,5% lebih cepat dibandingkan dengan kelompok NaCl 0,9%, ekstrak mahkota dewa 25%, ekstrak mahkota dewa 50% dan aquades. Dan untuk penilaian eritema, berdasarkan hasil analisa data didapatkan perbedaan yang signifikan pada hari ketiga dengan nilai p = 0,039 (p < 0,05).
Isolasi dan Identifikasi Bakteri pada Mulut Sebelum dan Sesudah Wudhu Fitriah; Moch. Erwin Rachman; Sri Wahyuni Gayatri; Fendy Dwimartyono; Hasta Handayani Idrus; Sultan Buraena; Salahuddin Andi Palloge
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i1.75

Abstract

Rongga mulut merupakan gerbang masuknya berbagai macam mikroorganisme ke dalam tubuh dengan prevalensi penduduk yang mempunyai masalah gigi dan mulut di Indonesia mengalami peningkatan tiap tahunnya. Flora normal rongga mulut berperan sebagai pertahanan tubuh namun flora normal dapat menimbulkan penyakit, karena adanya faktor predisposisi yaitu kebersihan rongga mulut. Oleh karenanya perlu ditemukan alternatif dalam memelihara kesehatan mulut. Islam adalah agama yang menekankan kebersihan diri, misalnya berwudhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri pada mulut sebelum dan sesudah wudhu. Penelitian ini menggunakan desain non eksperimental dengan metode Narrative Review. Penelusuran pustaka dilakukan melalui jurnal nasional, jurnal internasional, clinical key, textbook, dan proceding book tahun 2016 – 2020. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa jenis bakteri yang terdapat dalam rongga mulut sebelum berwudhu adalah 33,33% Pseudomonas sp, 6,67% Lactobacillus sp, 3,33% Streptococcus sp, dan 0,14% Staphylococcus sp sedangkan jenis bakteri yang terdapat dalam rongga mulut setelah berwudhu adalah 26,8% Pseudomonas sp, 20% Lactobacillus sp, 5% Streptococcus sp, dan 2% Staphylococcus sp. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan jumlah bakteri yaitu peningkatan bakteri gram positif pada rongga mulut setelah berwudhu.
Hubungan antara Dislipidemia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA; Sri Wahyuni Gayatri; Sigit Dwi Pramono; Prema Hapsari Hidayati; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i9.122

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi baik ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pancreas. Dislipidemia adalah terganggunya metabolisme lipid akibat interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan berupa peningkatan kadar kolesterol total, Trigliserida (TG), low-density lipoprotein (LDL), & penurunan Kadar high-density lipoprotein (HDL). Menurut data Riskesdas, hingga saat ini angka prevalensi dari penderita Dislipidemia masih terus meningkat. Secara patofisiologi hubungan kedua penyakit metabolik ini bersifat timbal balik, dimana jika seseorang yang memiliki Dislipidemia, dapat memberikan efek resistensi insulin yang juga dikemudian hari akan mengalami gangguan metabolisme glukosa sehingga terdiagnosis Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana hubungan antara Dislipidemia dengan angka kejadian Diabetes Melitus tipe 2. Rancangan penelitian Analitik Korelasional, Desain Penelitian retrospektif kohort study, dan Teknik Penelitian total sampling. Secara demografi hasil penelitian; Jenis kelamin secara dominan yaitu Perempuan sebanyak 22 sampel (73,3%), Kelompok Usia Dominan yaitu Kelompok Umur 61-80 Tahun sebanyak 14 sampel (46,6%), Profil Lipid secara dominan masing-masing yaitu terdapat 22 sampel (73,3%) memiliki kadar kolesterol tinggi/abnormal, terdapat 17 sampel (56,7%) memiliki kadar HDL rendah/abnormal, terdapat 11 sampel (36,7%) memiliki kadar LDL tinggi/abnormal, dan terdapat 15 sampel (50%) memiliki kadar Trigliserida tinggi/abnormal. Hasil Penelitian ini terdapat 24 sampel (80%) menderita Dislipidemia. Uji chi-square kedua variabel tersebut menunjukkan nilai p 0,018 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara Dislipidemia dengan Diabetes Melitus tipe 2, nilai p 0,018 (p<0,05).
Perbandingan Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L) dan Metformin terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit (Mus Musculus) yang Diinduksi Aloksan Vellya Dwi Damayanti; Sri Wahyu; Sri Wahyuni Gayatri; Rahmawati; A Kartini Eka Yanti
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i10.123

Abstract

Diabetes adalah kondisi jangka panjang yang serius dengan dampak besar pada kehidupan dan kesejahteraan individu, keluarga, dan masyarakat di seluruh dunia Data WHO menunjukkan bahwa Indonesia merupakan Negara dengan penderita DM terbanyak keempat di dunia. Di kota Makassar, menurut data Dinas Kesehatan Kota Makassar pada tahun 2007 penyakit DM menempati peringkat lima dari sepuluh penyebab utama kematian dan terus meningkat. Carica papaya L. adalah buah yang terkenal di seluruh dunia, dan produksi tertingginya terjadi di daerah tropis dan subtropis. Daunnya memiliki kandungan serat pangan dan senyawa polifenol yang tinggi, flavonoid, saponin, pro-antosianin, tokoferol, dan benzil isotiosianat yang memiliki efek menguntungkan pada pengobatan diabetes mellitus dan pengurangan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujun untuk Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun papaya (Carica papaya L) terhadap kadar glukosa darah pada mencit (mus musculus). Penelitian ini menggunakan Literature Review dengan desain Narrative Review dengan mencari artikel yang berhubungan dengan perbandingan pemberian ekstrak daun papaya (Carica papaya L) dan metformin terhdap penurunan kadar glukosa darah pada mencit yang diabetes pada rentang tahun 2017 – 2020. Jurnal yang ditelaah berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sesuai dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil telaah 5 jurnal penelitian, menunjukkan bahwa Ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemik dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit dimulai pada dosis 150 mg/kg BB hingga 600 mg/kgBB meskipun besar aktivitas antihiperglikemik-nya tidak sebesar Metformin
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya Linn) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Desy Rizka Wulandari; Asrini Syafitri; Inna Mutmainnah Musa; Yani Sodiqah; Sri Wahyuni Gayatri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i10.134

Abstract

Staphylococcus aureus dapat menjadi patogen pada manusia yang menyebabkan infeksi nosokomial dan infeksi yang didapat masyarakat. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi ini biasanya diatasi dengan menggunakan antibiotik. Pemakaian obat sintetis seperti antibiotik ini memiliki banyak efek samping seperti alergi dan gangguan pencernaan, sehingga penggunaan obat-obatan berbahan baku herbal lebih disarankan. Daun papaya banyak digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Daun pepaya mengandung senyawa antibakteri seperti tanin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan alkaloid karpain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak daun Pepaya (Carica papaya Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik (laboratoris experiment). Menggunakan ektrak daun Pepaya (Carica papaya L) dengan konsentrasi 50%, 75%, 100%, 200%. Didapatkan hasil zona hambat pada ektrak daun Pepaya (Carica papaya L) secara berturut-turut 17mm (intermediet), 19mm (sensitif), 21mm (sensitif), dan 27mm (sensitif).
Hubungan Pemberian Jenis Antibiotik dengan Lama Perawatan dan Frekuensi Kekambuhan Anak pada Penderita CAP (Community Acquired Pneumonia) di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar M.Farizan Atjo; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Sri Wahyuni Gayatri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i10.135

Abstract

Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan pertukaran gas setempat. Community acquired pneumonia (CAP) merupakan pneumonia yang didapat di luar rumah sakit. Dari hasil pembahasan 23 jurnal 11 (55%) merekomendasikan antibiotik golongan sefalosporin sebagai pilihan pertama dan 4 (20%) jurnal lainnya tetap merekomendasikan sefalosporin sebagai pilihan kedua setelah pemberian amoxicillin atau penisilin, Serta 3 dari 23 jurnal menyebutkan bahwa gangguan pernapasan dan kelainan imunologi sebagai penyebab utama kekambuhan CAP pada anak. Sedangkan untuk waktu perawatan yaitu 8-10 hari dengan rerata 10 hari perawatan
Co-Authors A Kartini Eka Yanti Abadi Aman Abd. Rahman Achmad Harun Muchsin Achmad Harun Muchsin Agung Dirgantara Ahmad Nabani Alamanda Irwan Alfian Fadli Andi Farid Abdullah Andi Husni Esa Darussalam Andi Kartini Eka Yanti Andi Retno Afifah Andi Siti Fahirah Arsal Andi Sitti Fahirah Andi Tenri Sanna Andi Tenri Sanna Arifuddin Andi Tenri Sanna Arifuddin Anna Sari Dewi Anna Sari Dewi Arina F Arifin Arina Fathiyyah Armanto Makmun Arni Isnaini Arni Isnaini Arfah Arum Dwi Haerunnisa Aryanti Bamachry Aryanti Bamahry Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Savitri Asrini Syafitri Ayu Ulfiah Desy Rizka Wulandari Dian Amelia Abdi Djauhariah Arifuddin Dwi Anggita Eny Arlini Wello Fahmi Satrio Hidayat Febie Irsandy Fendy Dwimartyono Fendy Dwimartyono Fitriah Hermiaty Nasruddin Hijriah Syafitri Indah Lestari Indah Lestari Indah Lestari Daeng Kanang Inna Mutmainna Musa Inna Mutmainnah Musa Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Lisa Yuniaty M. Hamsah M. Hamsah M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA M.Farizan Atjo Masita Fujiko Masita Fujiko M.Said Moch. Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman Mona Nulanda Muhammad Mursyid Mutiara Amalia Nasrudin Andi Mappaware Nevi Sulvita Karsa Nur Fatimah Sirajuddin Nur Isra Nurelly N Waspodo Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Nurul Aziza Andi M Prema Hapsari Hidayati Priyo Sasmito Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Radiana Syamsu Rafiqah Ramdania Ridwan Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmi Utami Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah, Rasfayanah Rezky Pratiwi Rezky Putri Indarwati Abdullah Rezky Putri Indarwati Abdullah Riski Astriani Putri Roza Linda Salahuddin Andi Palloge Santriani Hadi Shofiyah Latief Shulhana Mokhtar Sigit Dwi Pramono Siti Anisah Azzahra Rasmin Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyu Sri Wahyu Sultan Buraena Syamsu Rijal Vellya Dwi Damayanti Wiriansya, Edward Pandu Yani Sodiqah Yusriani Mangarengi Yusriani Mangarengi Zulfahmidah Zulfahmidah Zulfahmidah Zulfi Indriani Zulfitriani Murfat Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam