Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran dalam Jaringan (Daring) pada Mahasiswa Siti Anisah Azzahra Rasmin; Sri Wahyuni Gayatri; Achmad Harun Muchsin; Shulhana Mokhtar; Shofiyah Latief
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i11.136

Abstract

Revolusi industri 4.0 memudahkan kita untuk terkoneksi secara online atau daring (dalam jaringan). Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini dimanfaatkan dalam berbagai bidang terutama dibidang pendidikan. Pada awalnya pemanfaatan pembelajaran daring dalam dunia pendidikan hanya dilakukan pada beberapa institusi pendidikan. Pada pandemi covid-19, pembelajaran daring mulai diterapkan secara menyeluruh di seluruh Indonesia sebagai upaya memutus penyebaran covid-19. Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran dalam jaringan (daring) ada mahasiswa. Literatur Review dengan desain Narrative Review. Dari 20 jurnal dan artikel yang teliti didapatkan 13 jurnal yang memuat tentang faktor yang berperan dalam pembelajaran daring, 9 jurnal memuat tentang media/platform pembelajaran daring, dan 7 jurnal memuat tentang efektivitas pembelajaran daring. Faktor-faktor yang didapatkan dikelompokkan menjadi tiga faktor utama yaitu faktor peserta didik, faktor instruktur/pengajar, dan faktor institusi/universitas. Media/platform yang digunakan dalam pembelajaran daring yaitu zoom meeting, google classroom, whatsapp, google meet, LMS, youtube, edmodo, moodle, google form dan lainnya. Ketiga faktor yang diteliti memiliki peran yang penting dalam mencapai pembelajaran daring yang efektif. Faktor peserta didik menjadi yang paling banyak memberikan pengaruh pada efektivitas pembelajaran daring. Media/platform yang paling banyak digunakan yaitu zoom meeting
Pengaruh Mendengarkan Murottal Al-Qur’an Terhadap Peningkatan Kemampuan Konsentrasi pada Santriwati Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso Rafiqah Ramdania Ridwan; Mochammad Erwin Rachman; Achmad Harun Muchsin; Andi Tenri Sanna Arifuddin; Sri Wahyuni Gayatri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i11.142

Abstract

Terapi audio murottal Al-Qur’an adalah kegiatan mendengarkan rekaman bacaan ayat Al-Qur’an yang dilagukan oleh seorang qari. Bacaan Al-Qur’an yang sesuai dengan tajwid yang baik dan benar. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar adalah konsentrasi. mendengarkan murottal merupakan salah satu metode yang paling dianjurkan karena mendengarkan audio murottal Al Qur’an dapat membantu menciptakan konsentrasi yang baik. Mendengarkan lantunan murottal dari seorang qari yang melantunkan bacaan Al-Qur’an dengan merdu, mampu memberikan rasa tenang, dapat menurunkan hormon stres, mengaktifkan hormon endorfin alami dan menciptakan suasana rileks. Maka dari itu, metode mendengarkan murottal untuk meningkatkan konsentrasi adalah pilihan yang sangat tepat untuk para santriwati. Mengetahui pengaruh mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap peningkatan kemampuan konsentrasi pada santriwati Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan dengan menggunakan metode quasi eksperimen. Sampel yang digunakan adalah 40 orang santriwati Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso. Teknik pengumpulan data menggunakan test digit span forward dan backward. Terdapat pengaruh yang bermakna antara mendengarkan murottal Al-Qur’an dengan peningkatan konsentrasi pada santriwati MA Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Dari hasil uji Chi Square dengan SPSS diperoleh nilai p = 0,005, ada pengaruh mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap peningkatan kemampuan konsentrasi. Penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap peningkatan kemampuan konsentrasi pada Madrasah Aliyah (MA) pondok pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Mencit (Mus Musculus) Andi Retno Afifah; Sri Wahyu; Sri Wahyuni Gayatri; Indah Lestari Daeng Kanang; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Andi Farid Abdullah; Nur Fatimah Sirajuddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 3 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i3.158

Abstract

Diabetes melitus (DM) mengacu pada sindrom hiperglikemia akibat berbagai penyebab. Dewasa ini, banyak masyarakat yang mengkonsumi buah pare sebagai obat diabetes. Karena menurut pemikiran mereka, rasa pahitnya dapat menetralisir kadar gula dalam darah. Momordica charantia (Buah Pare) adalah tanaman yang digunakan sebagai sayuran dan obat tradisional dengan aktivitas buah hipoglikemik. Momordica charantia (Buah Pare) mengandung senyawa seperti insulin yang disebut charantin yang memiliki sifat anti diabetes dan membantu mengurangi kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah pare (Momordica charantia) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus). Jenis penelitian ini menggunakan Literature Review dengan desain Narrative Review. Ekstrak buah pare (Momordica charantia) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) diabetes dengan konsentrasi 100 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Ekstrak buah pare (Momordica charantia) dengan konsentrasi 400 mg/KgBB dapat menurunkan glukosa darah yang hampir setara dengan pemberian metformin pada mencit (Mus musculus) yang diabetes. Ekstrak buah pare (Momordica charantia) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) diabetes. Namun lebih efektif pada dosis 400 mg/KgBB
Uji Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap Bakteri Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid Ahmad Nabani; Indah Lestari Daeng Kanang; Sri Wahyuni Gayatri; Yusriani Mangarengi; Zulfitriani Murfat
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 12 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i12.160

Abstract

Salmonella typhi (S.typhi) merupakan kuman patogen penyebab demam tifoid. Menurut data WHO (World Health Organisation) memperkirakan angka insidensi di seluruh dunia sekitar 17 juta jiwa per tahun. Di Indonesia sendiri, penyakit tifoid bersifat endemik, menurut WHO angka penderita demam tifoid di Indonesia mencapai 81% per 100.000. penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui sensitivitas ekstrak cacing tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap bakteri Salmonella typhi sebagai penyebab demam tifoid dengan metode Disc diffusion. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental dengan menggunakan metode Disc Difussion untuk melihat Bagaimana Efektivitas dari ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) pada pertumbuhan Salmonella typhi. Hasil penelitian ini didapatkan daya hambat ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) pada pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan konsentrasi 100%, 150%, 200 % tidak terbentuk zona hambat dari tiga kali percobaan atau tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Pada ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) belum dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, sudah dilakukan prosedur sesuai dengan standard yang optimal tetapi hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil zona hambat dari penelitian ini, faktor ini dapat berasal dari medium, bakteri uji, serta pada saat proses perlakuan
Karakteristik ibu hamil yang melakukan tindakan sectio caesarean di rumah sakit sitti khadijah makassar periode 2019 - 2021 Alfian Fadli; Masita Fujiko; Sri Wahyuni Gayatri; M. Hamsah; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i4.200

Abstract

All women want to give birth well and perfect parturition. There are two methods of parturition, namely vaginal parturition, which is better known as natural parturition, and caesarean section, in which the baby is removed through an incision in the abdominal wall and uterus. The number of caesarean deliveries in Indonesia continues to increase in 2018. Cesarean procedures account for 17.6% of all deliveries in Indonesia, exceeding the WHO standard of 15%. To find out the characteristics of pregnant women who perform caesarean sections at Sitti Khadijah Hospital Makassar for the period 2019 - 2021. An observational study with a descriptive approach, a cross-sectional study was used as the research design. There were 100 pregnant women who had Caesarean Sections at Sitti Khadijah Hospital Makassar for the period 2019-2021. The results showed that the characteristics of pregnant women who had Caesarean Sections based on the highest age was 20-35 years as much as 69% compared to other age groups, based on education the highest was undergraduate as much as 41% compared to other educational groups, based on work the highest were patients who did not work as much as 65% compared to patients who worked as much as 35%, based on medical indications the highest were Post SC patients as much as 38%, based on the highest type of SC is a patient with SSTP of 96% compared to Classic SC of 4%, based on parity, the highest were patients who were multiparous as much as 73% compared to primiparas as much as 27%. Pregnant women who did caesarean section based on the most age were aged 20-35 years, the most education was undergraduate, the most jobs were pregnant women not working, the most medical indications were pregnant women with a history of post SC, the most type of SC was SCTP, and the most parity was multiparous pregnant women
Gambaran Hasil Laboratorium pada Pasien Covid-19 Sebelum dan Setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar Periode 2020-2021 Riski Astriani Putri; Sri Julyani; Rachmat Faisal Syamsu; Irna Diyana Kartika; Sri Wahyuni Gayatri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.218

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh strain baru dari coronavirus, yaitu SARS-CoV-2. Penularan virus ini sangat cepat, hingga penyebaran virus ini telah mewabah ke berbagai negara. Terdapat berbagai macam modalitas terapi yang dapat diberikan kepada penderita COVID-19 dan salah satu terapi tambahan yang dapat diberikan adalah Terapi Plasma Konvalesen. Prinsip dari terapi ini adalah dengan mentransfusikan antibodi dari plasma pasien sembuh yang sebelumnya pernah terkonfirmasi penyakit yang sama. Mengetahui hasil laboratorium pasien COVID-19 sebelum dan setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar. Diperoleh hasil karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak pada laki-laki yaitu 10 pasien (76.9%), usia terbanyak pada rentang 46 – 55 dan 66-75 tahun masing-masing 4 pasien (30.8%), keluhan utama terbanyak yaitu sesak napas sebanyak 8 pasien (61.54%), dan pasien dengan komorbid sebanyak 7 orang (53.8%). Parameter laboratorium sebelum dan setelah TPK berdasarkan leukosit dan D-Dimer tidak terjadi perubahan jumlah pasien baik sebelum ataupun setelah pemberian terapi plasma konvalesen, berdasarkan hemoglobin terjadi perubahan Hb normal sebelumnya 10 pasien berkurang menjadi 9 pasien, peningkatan jumlah pasien dengan limfosit normal yang sebelumnya 5 pasien menjadi 6 pasien. Perubahan jumlah pasien dengan CRP normal yang sebelumnya 0 pasien menjadi 3 pasien. PCT terjadi perubahan jumlah pasien PCT normal yang sebelumnya 1 pasien menjadi 6 pasien. Didapatkan perubahan hasil laboratorium (hematologi dan serologi) pada pasien setelah terapi plasma konvalesen walaupun perubahan yang didapatkan tidak signifikan. Terkecuali pada paramater PCT pada 5 pasien setelah TPK terjadi perbaikan hasil laboratorium
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang Tumbuh Kembang Anak Usia < 6 Tahun dengan Kunjungan Ibu ke Posyandu di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Hijriah Syafitri; Djauhariah Arifuddin; Mona Nulanda; Andi Husni Esa Darussalam; Sri Wahyuni Gayatri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.366

Abstract

Pendidikandan pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang kembang anak. Pendidikan yang baik maka ibu dapat menerima informasi dari luar tentang cara pengasuhan anak yang baik. Kunjungan ke posyandu juga sangat berperan dalam pemantauan tumbuh kembang anak yang merupakan langkah awal untuk mencapai derajat kesehatan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak usia< 6 tahun dengan kunjungan ke posyandu di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mengggunakan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak usia< 6 tahun dengan kunjungan ke posyandu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didapatkan adanya hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kunjungan ke posyandu dengan nilai p = 0,001 < 0,05. Adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kunjungan ke posyandu dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Adanya hubungan tingkat pendidikan ibu terhadap tumbuh kembang anak dengan nilai p = 0,028 < 0,05. Tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap tumbuh kembang anak dengan nilai p = 0,106 > 0,05.
Narrative Review: Efek Antioksidan dan Antibakterial pada S. Persica terhadap Penyembuhan Luka di Kulit Tikus Fahmi Satrio Hidayat; Andi Tenri Sanna; Sri Wahyuni Gayatri Basri; Rachmat Faisal Syamsu; Alamanda Irwan
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.462

Abstract

Luka merupakan terputusnya kontiunitas jaringan akibat adanya jaringan yang rusak atau hilang. Banyak faktor yang dapat menghambat proses penyembuhan luka, dua diantaranya adalah infeksi dan stress oksidatif. Siwak (S. persica) merupakan tanaman herbal dari timur tengah yang memiliki kandungan antioksidan dan antibakterial yang relativ tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui uji efektivitas ranting siwak (S. persica) terhadap proses penyembuhan luka dengan menggunakan penelitian database pencarian yang digunakan di Pubmed, Science Direct, dan Google scholar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dengan metode narrative review. Dari 3 jurnal yang di teliti, didapatkan konsentrasi ekstrak siwak (S. persica) 5% dan 10% dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Siwak (S. persica) memliki aktifivitas antioksidan dan antibakterial yang relatif tinggi sehingga berpotensi dalam mengurangi radikal bebas dan infeksi.
Effectiveness gynura procumbens on blood cholesterol levels in a rat model of diet-induced hypercholesterolemia Sri Wahyuni Gayatri; Priyo Sasmito; Aryanti Bamachry
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i5.1226

Abstract

Background:  Gynura procumbens (Lour.) is a medicinal plant known for its potential in managing various metabolic disorders, including hypercholesterolemia. However, scientific data supporting its cholesterol-lowering effects remains limited. Purpose: To evaluate the effect of ethanol extract of Gynura procumbens leaves on total cholesterol levels in male Wistar rats induced with a high-fat diet. Method: A quasy experiment approach, specially focusing on post-test only group. The study took place from March-August 2023, in Research Laboratory of the Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia. The independent variable was gynura procumbens extract dependent variables is total cholesterol levels. Using purposive sampling and federer formula, 21 participants were selected which were divided into 3 groups. Group I (negative control) received a placebo, group II (treatment group) received gynura procumbens extract, and group III (positive control) received simvastatin, who met specific inclusion and exclusion criteria. Analysis proceeded with a univariate test to determine the frequency distribution of respondent’s characteristics, followed by bivariate analysis using man whitney and anova test. Results:  After induction, all groups showed a marked increase in cholesterol levels. Following the treatment period, the group receiving Gynura procumbens extract demonstrated a significant reduction in cholesterol levels (123.43 ± 24.80 mg/dl, p = 0.018), which was statistically comparable to the simvastatin group (112.83 ± 8.52 mg/dl, p = 0.033). In contrast, the negative control group showed no significant change (231.33 ± 90.56 mg/dl, p = 0.075). Conclusion: These findings indicate that Gynura procumbens leaf ethanol extract has a significant cholesterol-lowering effect in hypercholesterolemic rats, with efficacy comparable to simvastatin as standard pharmacological therapy.
Co-Authors A Kartini Eka Yanti Abadi Aman Abd. Rahman Achmad Harun Muchsin Achmad Harun Muchsin Agung Dirgantara Ahmad Nabani Alamanda Irwan Alfian Fadli Andi Farid Abdullah Andi Husni Esa Darussalam Andi Kartini Eka Yanti Andi Retno Afifah Andi Siti Fahirah Arsal Andi Sitti Fahirah Andi Tenri Sanna Andi Tenri Sanna Arifuddin Andi Tenri Sanna Arifuddin Anna Sari Dewi Anna Sari Dewi Arina F Arifin Arina Fathiyyah Armanto Makmun Arni Isnaini Arni Isnaini Arfah Arum Dwi Haerunnisa Aryanti Bamachry Aryanti Bamahry Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Savitri Asrini Syafitri Ayu Ulfiah Desy Rizka Wulandari Dian Amelia Abdi Djauhariah Arifuddin Dwi Anggita Eny Arlini Wello Fahmi Satrio Hidayat Febie Irsandy Fendy Dwimartyono Fendy Dwimartyono Fitriah Hermiaty Nasruddin Hijriah Syafitri Indah Lestari Indah Lestari Indah Lestari Daeng Kanang Inna Mutmainna Musa Inna Mutmainnah Musa Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Lisa Yuniaty M. Hamsah M. Hamsah M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA M.Farizan Atjo Masita Fujiko Masita Fujiko M.Said Moch. Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman Mona Nulanda Muhammad Mursyid Mutiara Amalia Nasrudin Andi Mappaware Nevi Sulvita Karsa Nur Fatimah Sirajuddin Nur Isra Nurelly N Waspodo Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Nurul Aziza Andi M Prema Hapsari Hidayati Priyo Sasmito Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Radiana Syamsu Rafiqah Ramdania Ridwan Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmi Utami Rasfayanah Rasfayanah Rasfayanah, Rasfayanah Rezky Pratiwi Rezky Putri Indarwati Abdullah Rezky Putri Indarwati Abdullah Riski Astriani Putri Roza Linda Salahuddin Andi Palloge Santriani Hadi Shofiyah Latief Shulhana Mokhtar Sigit Dwi Pramono Siti Anisah Azzahra Rasmin Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyu Sri Wahyu Sultan Buraena Syamsu Rijal Vellya Dwi Damayanti Wiriansya, Edward Pandu Yani Sodiqah Yusriani Mangarengi Yusriani Mangarengi Zulfahmidah Zulfahmidah Zulfahmidah Zulfi Indriani Zulfitriani Murfat Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam