Claim Missing Document
Check
Articles

Sea Water Intake Building Based on Revetment and Groins Structures Putera Agung Maha Agung; Dandung Novianto
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 1 No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v1i1.18

Abstract

An open sea water intake structure is designed without desalination treatment system at the port area. Fresh water from intake system later on is used for refrigeration system. Function of intake structure is to collect water with special characteristic issue to minimize the volume of sand sediment entered in the intake pipe. Floating and suspended sediment particles passed by the pipe filter causes negative impact and damage to the pump and or heat exchanger systems in Power Plant, so it must be cleaned periodically and requires extra costs. New design of sea water intake at study area uses revetment and groin system to retain the floating and suspended sand sediment, the structure system is able to be expected retaining all sediment particle types and cost maintenance of intake system can be reduced.
PELATIHAN DAN BIMBINGAN MASYARAKAT MELAUI PERENCANAAN JARINGAN KERJA UNTUK MEMPERCEPAT PEKERJAAN PROYEK PADA KELOMPOK MANDOR DAN TUKANG BANGUNAN, DI KELURAHAN CEMOROKANDANG, KOTA MALANG R. Sugeng Basuki; Dandung Novianto; Joko Samboro; M. Maskan; Tatiana Kristianingsih
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v7i2.24

Abstract

Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, untuk: Meningkatkan pengetahuan (knowledge) kelompok sasaran dalam bidang manajemanen proyek, Menumbuh kembangkan sikap dan perilaku mental (mental attiude dan behaviour) ke arah kerja yang jujur dan efektif, Agar kelompok sasaran memiliki keterampilan dalam dalam melaksanakan manajemen proyek. Metode yang di gunakan adalah: 1.Metode curah pendapat, yaitu untuk menghimpun kebutuhan belajar sumber-sumber dan hambatan terkait dengan pendidikan dan pelatihan, 2.Metode penyusunan pecahan bujur sangkar (broken quare), yaitu untuk menumbuhkan kerjasama antara sesame rekan kerja, 3.Metode ceramah bervariasi, yaitu untuk memberikan informasi tentang manajeman proyek dan organisasi. 4. Metode kerja kelompok, yaitu memberikan kesempatan kepada kelompok sasaran untuk melakukan praktek dalam melakukan manajemen proyek dan organisasi, Pembahasan Masalah Kasus: Metode ini digunakan untuk memecahkan masalah/kasus yang mungkin timbul saat mengerjakan proyek-2 yang berbeda dengan proyek yang bisanya dikerjakan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini Pengabdian ini diikuti dengan praktek yang mempunyai tujuan membekali ketrampilan penerapan penerapan setiap kegiatan, meskipun dengan suasana nonformal tapi sangat relevan bagi peserta dalam rangka meningkatkan ketrampilan teknisnya. Agar pengetahuan dan ketrampilan dan aplikasi yang telah diberikan tidak hilang, maka perlu kiranya bagi Pimpinan untuk memotivasi anggotanya agar dapat berlatih dan dapat lebih meningkatkan lagi. Untuk lebih banyak memperdalam dan memperoleh ketrampilan yang lain maka perlu kiranya ditingkatkan kerja sama dengan lembaga perguruan tinggi khususnya sehubungan dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat.
SUMBERDAYA, CADANGAN, PRODUKSI MINERAL DAN BATUAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2018 Gregorius Aryoko Gautama1; Dandung Novianto; Agus Suhardono
Jurnal Qua Teknika Vol 11 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/quateknika.v11i1.1452

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah salah satuya sumberdaya mineral yang dapat dimanfaatkan oleh negara untuk kepentingan masyarakat. Pulau jawa bagian timur yang diwakili oleh Provinsi Jawa Timur mempunyai potensi komoditas mineral sejumlah tiga puluh satu mineral. Potensi sumberdaya mineral suatu daerah dapat dihitung dengan menggunakan neraca sumberdaya mineral. Pengklasifikasian sumberdaya mineral adalah menjadi empat sumberdaya hipotetik, sumberdaya tereka, sumberdaya terindikasi, dan sumberdaya terukur. Acuan yang digunakan untuk menghitung neraca sumberdaya mineral suatu daerah adalah SNI 6728.4:2015. Cadangan diklasifikasikan menjadi dua yaitu cadangan terbukti dan cadangan terkira. Sumberdaya mineral paling besar di Jawa Timur adalah batu gamping sebesar 4.360.675.461 ton. Cadangan terbesar adalah komoditas Batu Gamping sebesar 2.567.292.867 ton dengan cadangan terkira sebesar 1.794.000.000 ton dan terbukti 773.292.867 ton. Tiga besar komoditas yang paling produktif adalah Sirtu, Andesit dan Batu Gamping. Sisa cadangan tebesar di tahun 2019 sebesar 2.566.060.071 komoditas Batu Gamping. Potensi beberapa komoditas sumberdaya mineral di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 sangat besar sehingga diperlukan pengelolaan yang bijaksana. Sisa cadangan yang besar beberapa komoditas dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Komoditas yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat merupakan komoditas yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Pengelolaan potensi sumberdaya mineral dapat memberikan keuntungan bagi daerah dan masyarakat berupa pajak mineral dan batuan yang wajib dibayarkan oleh perusahaan
Analisa Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang dengan Sistem Hidrolis Pada Proyek Pembangunan Gedung RSUD Campurdarat, Kabupaten Tulungagung Ony Anwary; Agus Mahmudi; Dandung Novianto
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/jacee.v2i2.3729

Abstract

Pembangunan gedung menggunakan pondasi tiang pancang bertujuan untukmengatasi daya dukung tanah yang rendah dan penurunan bangunan yang terjadi. Salahsatu bangunan yang menggunakan tiang pancang kelompok adalah pada proyekpembangunan gedung RSUD Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang dan penurunan masihdalam batas aman. Metode yang digunakan untuk perhitungan daya dukung tiangpancang tunggal adalah metode Aoki dan De Alencar, Mayerhoff (data sondir) dan datamanometer. Perkiraan besarnya penurunan yang terjadi menggunakan metode Poulusdan Davis. Analisis dilakukan pada titik sondir dan sembilan titik tiang pancang. Hasilyang didapat besar daya dukung tiang pancang tunggal terbesar menggunakan metodeAoki dan De Alencar, Mayerhoff (data sondir) dan data manometer, dengan besar dayadukung menggunakan Metode Aoki dan De Alencar 61,8 ton, metode Mayerhoff320,256 ton dan data manometer 110,576 ton. Penurunan tiang pancang tunggalterbsesar pada titik S1 sebesar 39 mm <40 mm berarti aman dan penurunan tiangkelompok sebesar 4,16 mm <40 mm berarti aman. Kesimpulannya, daya dukung ultimittiang pancang yang dapat dipakai acuan sebagai perencanaan yaitu perhitunganmenggunakan manometer dan perhitungan penurunan tiang pancang yang dapat dipakaisebagai acuan yaitu penurunan kelompok
BIMBINGAN TEKNIS PERENCANAAN TANDON AIR BAWAH TANAH DI SMP NEGERI 22 KOTA MADYA MALANG Dandung Novianto; Armin Naibaho; Udi Subagio; Gerard Appono; Burhamtoro Burhamtoro
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v8i1.112

Abstract

With the vision of "Realizing Students Who Are Excellent in Achievement, Skilled, Praised in Character and Cultured in an Environment Based on Faith and Faith" SMP Negeri 22 Malang is located in the eastern area of Malang City, bordering the Malang Regency area, precisely in the hilly area of Villa Gunung Buring, Kelurahan Cemoro, the enclosure of Kedungkandang District, Malang City. This school was founded on October 20, 1999, with a land area of 5,597 m2 with a total area of 2,160 m2 consisting of 36 rooms, the number of study groups is 20 classes, each 6-7 study groups, the total number of students is 610 people and is supported by 35 educators. person. As we know above, with a large enough number of teachers, employees and students, it needs quite a lot of clean water. Whereas the water source at the school is obtained from the distribution of water from the housing whose discharge is very small, so it requires a water reservoir to accommodate water, currently the school only has a water reservoir above with a small volume capacity with a small pressure so that the water is unable to meet even though it has been assisted by a pump due to small water discharge.For this reason, the school has a plan to make an underground water reservoir with the aim of storing water which is then raised to the upper reservoir with the help of a pump, that the water reservoir planning is carried by the ground.
PENDUGAAN MUKA AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE ELEKTROMAGNET Gautama, Gregorius Aryoko; Novianto, Dandung; Suhardono, Agus
Jurnal Qua Teknika Vol 14 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/quateknika.v14i1.3470

Abstract

Landslides and moving land occurred in Brau Village, Gunungsari, Batu, East Java in 2022 caused by soil that was saturated with water. The state of water saturation is caused by high rainfall, causing a lot of water trapped below the surface. The Gunungsari One-Roof School and the hill in Brau Village, Gunungsari, Batu, East Java experienced moving soil, causing one of the buildings in the elementary school to be damaged. This study aims to estimate the depth of the groundwater table in the area that landslides. The method used is the electromagnet method which utilizes electromagnets to detect water, soil, and rocks. Interpretation of field data based on type resistance is generally done by analyzing the physical properties of rocks, namely type resistance, porosity, rock permeability, mineral content, water presence, weathering, fracturing, and others. The trajectories in the study were T1, T2, T3, and T4. Track length T1=42m, track T2=44m, track T3=36m and track T4=30m. The distance between the tracks T1-T2=117m, T2-T3=20m, and T3-T4=55 m. The depth of the groundwater table in the T1 track is 90m with a groundwater thickness of 15m. The T2 track is a groundwater table at a depth of 10m with a thickness of 50m and a depth of 90m with a thickness of 210m. The T3 track depth of the groundwater table at 65m with a thickness of 235m. The depth of the groundwater table in the T4 track is 195m with a thickness of 60m. T2 and T3 trajectories, shallow groundwater depth, and very thick groundwater thickness are the causes of landslides. The relocation of Sekolah Satu Atap Gunungsari is one option if you look at the data obtained and the nature of the soil, the research location is immediately relocated, otherwise, when entering the rainy season, the volume of water stored in the soil is getting thicker and the depth of the aquifer is increasing.
Analisis Perencanaan Sheet Pile pada Tanggul Sungai (Studi Kasus : Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kabupaten Bulungan) Hasrullah; Elia, Sebanya; Novianto, Dandung
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v2i2.225

Abstract

This study was conducted to identify thecauses of landslides on river embankments. This studu aims to determine the value of the slope safety factor and to plan the dimensions of sheet pile reinforcement and stability on the slopes of the Lungun River. This study used the Fellenius method to analyze the stability of the existing slope, the design principle of sheet piles in anchors located on cohesive soil with the free end method, and also with the help of a computer technology program, namely Plaxis application program. From the results of the analysis and calculations, it was concluded that the value of the safety factor on the slopes of the Lungun River using the manual calculations of the Fellinus Method. A value of 1.470 was obtained and a calculation using the Plaxis 2D V.8.2 program obtained a value of 1.1092. For the solutions to landslides on the slopes of the Lungun River, the dimensions of sheet pile reinforcement obtained from the calculation were using a concrete sheet pile type W-400 A 1000 with a depth of 10 m plus anchor recognition at a depth of 1 m from the ground surfaces which was connected by a steel tie rod 7 cm along 14 m to a concrete anchor block with height of 1.5 m and thickness of 5 cm which was embedded 0.5 m from the ground surface, so that the value of safety factor that was calculated using the Plaxis 2D V.8.2 program was 3.5814.
KINERJA BAHAN STABILISASI GYPSUM TERHADAP KUAT TEKAN HANCUR PADA TANAH DASAR UNTUK JALAN Novianto, Dandung; Riyanto, Sugeng; Efendi, Medi
JURNAL INERSIA Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung memiliki daya dukung yang rendah, oleh karena itu diperlukan stabilisasi terhadap tanah tersebut untuk meningkatkan daya dukungnya. Pada penelitian ini digunakan serbuk gypsum sebagai bahan stabilisasi yang biasa digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sifat fisik tanah sebelum dan setelah ditambahkan serbuk gypsum pada tanah, pengaruh penambahan serbuk gypsum pada uji batas cair (LL) dan batas plastis (PL), dan menentukan persentasi optimum dari serbuk gypsum sebagai bahan stabilisasi. Pada penelitian ini tanah yang digunakan adalah tanah lempung yang dicampurkan atau distabilisasi dengan limbah serbuk gypsum. Persentase gypsum yang digunakan adalah 10%, 15%, 20% dari tanah lempung kemudian dilakukan pengujian pada umur campuran yaitu 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji berat volume tanah, uji berat jenis tanah, analisa butiran tanah, uji batas cair dan plastis, dan uji kuat tekan tanah.Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan uji batas cair dan batas plastis dengan bertambahnya persentasi serbuk gypsum maka pada campuran akan menurunkan kadar air tanah yang distabilisasi. Nilai kuat tekan tanah meningkat pada penambahan serbuk gypsum 10%, 15%, dan 20%.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN SAND COLUMN PADA PONDASI TELAPAK DI TANAH LEMPUNG LUNAK Faradila Fahira; Dandung Novianto; Gerard Aponno
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 1 No. 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan di Indonesia seringkali berhadapan dengan permasalahan tanah lempung lunak dimana daya dukung tanah terlalu kecil sehingga tidak mampu menopang struktur bangunan yang akan dibangun. Salah satu cara meningkatkan nilai daya dukungnya adalah dengan penambahan kolom pasir (sand column). Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat permodelan pada pondasi telapak dalam skala laboratorium, dimanadaya dukung tanah pada pondasi telapak tanpa kolomdibandingkan dengan pondasi telapak penambahan kolom pasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa daya dukung batas (ultimate) oleh masing-masing pondasi, penentuan dimensi pondasi telapak tanpa kolom pasir pada beban yang sama dengan kolom pasir tunggal, merencanakan metode pelaksanaan di lapangan, dan mengestimasi biaya pembuatannyadi lapangan.Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Politeknik Negeri Malang dengan melakukan pengujian sifat fisik dan teknik material tanah lempung lunak buatan dan pasir, selanjutnya tanah lempung tersebut dimasukkan kedalam buis beton berdiameter 100 mm, kemudian membuat benda uji pondasi telapak dengan dan tanpa kolom pasir. Pondasi telapak yang diuji memiliki 3 ukuran yang berbeda yaitu 60mm 95 mm, dan 120 mm dan ukuran kolom pasir yaitu D=60 mm dan H=350 mm. Selanjutnya dilakukan pengujian dan analisa data daya dukung tanah.Hasil uji tekan pada pondasi dengan kolom pasir lebih besar dibandingkan pondasi telapak tanpa kolom pasir. Kenaikan daya dukung pada pondasi plat 60 mm; 95 mm; dan 120 mm berturut-turut adalah sebesar 212% atau 3,1 kali lebih besar; 256% atau 3,6 kali lebih besar; dan 305% atau 4,1 kali lebih besar. Beban yang mampu ditumpu kolom pasir tunggal sebesar Qu = 0,250 kN, dimana pada pondasi tanpa kolom pasir memerlukan diameter 151 mm untuk menumpu beban tersebut. Perencanaan metode pelaksanaan di lapangan pada kolom pasir tunggal sebesar Rp.3,008,381.01 sedangkan, pengerjaan pondasi telapak tanpa kolom pasir pada Qu yang sama yaitu sebesar Rp. 2,432,951.88 dengan selisih Rp. 575,429.13 lebih murah pada pembuatan kolom pasir tunggal.
PERENCANAAN CONCRETE SHEET PILE UNDERPASS KARANGLO SEKSI 4 SINGOSARI-JAWA TIMUR Abdul Khamid; Dandung Novianto; Moch. Sholeh
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 1 No. 3 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur. Pertumbuhan penduduk dan kegiatan pendidikan tahunan mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang menyebabkan kemacetan tinggi, sehingga perlu dikembangkan upaya untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan pembangunan jalan raya yaitu pembangunan underpass yang terletak di Jalan Singosari STA 0 + 400 interchange. Pembangunan ini untuk menghubungkan jalur jalan nasional Surabaya-Kota Malang dan menghubungkan jalur akses keluar masuk tol Pandaan-Malang. Underpass tersebut akan dibangun sepanjang 326,8 meter, lebar jalan yang akan digali adalah 18,5 meter, diperuntukan untuk 2 lajur dan 2 arah. Masing-masing jalur memiliki lebar 7 meter, lebar trotoar 0,75 meter, dan lebar median 0,8 meter.Pembangunan dinding penahan direncanakan dengan metode turap beton dengan menggunakan teknologi pracetak. Metode sheet pile beton adalah suatu metode pelaksanaan pekerjaan dinding penahan tanah berupa dinding vertikal yang relatif tipis yang berfungsi menahan tanah dan juga menahan air agar tidak masuk ke lubang galian. Metode ini merupakan tumpukan sheet pile beton pracetak dalam satu baris membentuk satu kesatuan dinding penahan. Dimensi profil sheet pile beton untuk perhitungan perencanaan yaitu profil sheet pile beton profil W-600 kelas B dan profil W-450 kelas B. Biaya pengerjaan dinding penahan dengan metode profil tiang pancang beton W-600 kelas B menghabiskan biaya Rp. 33.169.257.072, -. Sedangkan sheet pile beton profil kelas B W-450 harganya Rp. 31.247.416.694, -. Durasi pelaksanaan profil tiang pancang beton W-600 kelas B dan profil W-450 kelas B membutuhkan waktu yang sama 42 hari. Dari uraian diatas maka dipilih pelaksanaan pekerjaan dinding penahan beton dengan metode profil tiang pancang W-450 kelas B, karena dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya yang lebih ekonomis dan memiliki kualitas struktur yang kuat.
Co-Authors 2087-2090, Fuji Asema Abdul Khamid Abidin, Syahrul Achendri M. Kurniawan Aditya Luqmana Hutama Afidia, Nadsya Qanita Agus Mahmudi Agus Suhardono Ajipramana, Aditia Akhmad Suryadi Anggraini, Yulinda Sukma Armin Naibaho Armin Naibaho Arrafi, Rochy Aulia Rahman Bafany, Faradila Tasya Bahtiar, Fakhrudin Bobby Asukmajaya Burhamtoro Burhamtoro Burhamtoro Burhamtoro Chairandy, Safina Putri Chandra Adinegoro Cupasindi, Dyah Ayu Rahmawati Diah Lydianingtias Dica Hermawan Setiaji Drs. Joko Samboro Efendi, Medi Elia, Sebanya Elwino Dirgahayu, Algas Devris Erina Dwi Susanti Fadjar Purnomo Faradila Fahira G. A. Gautama Gautama, Gregorius Aryoko Gerard Aponno Gerard Aponno, Gerard Gerard Appono Gerard Appono Gindang Rain Pratama Hapsari, Niken Ayu Hapsari, Ratih Indri Harijanto, Raihan Hasrullah Helik Susilo Hilmy Wirawan, M. Naufal Jayaputra, Harsalim A. Jayaputra, Harsalim Aimunandar Khairul Ummam Adisanjaya Khusnaini, Asma'ul M. Maskan Marjono Marjono Moch. Sholeh Moch. Sholeh, Moch. Mochammad Wahyudi Mohamad Zenurianto Mohamad Zenurianto Muhamad Fajar Subkhan Muhammad Iqbal Muhammad Musa Al Kadzim Muhammad Tri Aditya Muhammad, Sufi'an Akbar Nada Shelawati Nadia Fairuza Nadya Erica Brilyanti Nawir Rasidi Noritza Chusnulita Eryzaviani Novita Anggraini Nugroho, Kemal Adi Nur Hasanah Nurul Fitriyah Ony Anwary Pamungkas, Bima Putra Pungarto, Irwanda Yuni PuriAgung, Lambang Prakoso Purnomo, Fadjar Putera Agung Maha Agung Putra, Arfilian Permana Putri Amalia, Ananda Putri, Astri Andini Putri, Maulidiya Meisya R. Sugeng Basuki Rahardianto, Trias Rahardjo, Bobby Asukmajaya Raharjo, Nain Dhaniarti Rahmadhany, Gerald Hakam Rahmawan, Fauzi Kabar Rahmawati, Anggi Dean Rizky, Brian Muhammad Robi’atul Istighfaroh Romy Fansuri Yahya Saputra, Firmansyah Bagus Saputra Saputri, Bherliana Herpri Sari, Ayu Fatimah Septian, Wendy Bagus Shidqi, Veiron Rabbani Athallah Silfiani, Riska Dwi Simanjuntak, Grachia Octa Viana SUBKHAN, MUHAMAD FAJAR Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sumardi Sumardi Sumardi Supiyono . Suryadi, Akhmad Suselo Utoyo Tatiana Kristianingsih Taufiq Rochman Taufiq Rochman Udi Subagio Udi Subagio Utomo, Safa Sabitah Rasikah Widodo, Jauhara Muslum Firdausi Winda Harsanti Wulansari, Cikita Surya Zakarya, Wildan Akbar Zenurianto, Mohammad