Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kokristal pada Bahan Aktif Farmasi dalam Meningkatkan Stabilitas Obat Raisya Salsabila; Olivia Eka Putri; Ghea Nadira Shinta; Elsa Yunita Septiani; Zalfa Dary Pernadi; Muhamad Reza Pahlevi; Garnadi Jafar; Novaliana Devianti Sagita
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i1.58

Abstract

Stabilitas bahan aktif farmasi (API) merupakan aspek krusial dalam pengembangan obat karena memengaruhi efektivitas, keamanan, dan kualitas produk farmasi. Salah satu pendekatan inovatif untuk meningkatkan stabilitas API adalah melalui pembentukan kokristal, yang menggabungkan API dengan koformer menggunakan interaksi non-kovalen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembentukan, karakterisasi, serta stabilitas kokristal berdasarkan tinjauan pustaka dari berbagai jurnal ilmiah. Metode penelitian dilakukan melalui analisis literatur terhadap teknik pembentukan kokristal, seperti grinding mekanis dan hot melt extrusion, serta karakterisasi menggunakan XRD, FTIR, dan DSC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas bahan aktif farmasi (API) dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pembentukan kokristal. Pendekatan ini memungkinkan perbaikan sifat fisikokimia API, seperti stabilitas termal, kelarutan, dan bioavailabilitas, terutama di bawah berbagai kondisi penyimpanan. Pemilihan koformer yang tepat menjadi faktor kunci dalam menciptakan kokristal yang stabil, di mana interaksi molekuler antara API dan koformer berperan penting dalam meningkatkan ketahanan terhadap degradasi. Kesimpulannya, kokristal merupakan solusi strategis dalam formulasi farmasi modern yang mendukung inovasi dan kepatuhan terhadap standar regulasi untuk meningkatkan kualitas obat.
PENGARUH SONIKATOR PROBE TERHADAP FORMULASI NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS KURKUMIN MENGGUNAKAN LIPID PADAT PRECIROL®: EFFECT OF PROBE SONICATOR ON CURCUMIN NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS USING PRECIROL® SOLID LIPIDS Jafar, Garnadi; Pebriawati, Silpi; Latifah, Zahra Alfa; Pratama, Reza
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1451

Abstract

Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan jenis kebotakan yang sering terjadi pada pria dan wanita yang dipengaruhi oleh hormon dihidrotestosteron (DHT). Minoksidil dan finasterid merupakan terapi umum untuk pengobatan AGA. Namun, minoksidil dan finasterid dapat menyebabkan efek samping dermatologis seperti iritasi kulit, ruam, dan dermatitis kontak alergi maka diperlukan pengobatan alternatif untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan. Kurkumin dipilih karena efek antiandrogeniknya yang dapat menghambat steroid 5-alpha reductase sehingga dapat menurunkan hormon DHT yang berlebih dalam tubuh. Namun, kurkumin ini memiliki banyak keterbatasan diantaranya sukar larut dalam air, bioavailabilitas yang rendah, log P 2,56-3,29 dan mudah terdegradasi sehingga efektivitas pengobatan tidak optimal. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang tepat seperti Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sehingga dapat meningkatkan efektivitas biologisnya. NLC merupakan generasi kedua nanocarrier lipid yang memiliki keunggulan dalam meningkatkan solubilitas, stabilitas, dan kapasitas pemuatan obat dibandingkan dengan Solid Lipid Nanoparticle (SLN). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan NLC kurkumin menggunakan Glyceryl palmitostearate, Capric triglyceride dengan 2 jenis surfaktan yang berbeda yaitu PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside. Metode penelitian yang digunakan untuk pembuatan NLC kurkumin ini yaitu high shear homogenization/sonicator probe yang dapat menghasilkan gelombang suara yang tinggi menyebabkan kavitasi sehingga ukuran partikel menjadi lebih kecil dan menciptakan gerakan turbulen yang dapat mempercepat proses pencampuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC kurkumin dengan menggunakan surfaktan PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside memiliki karakteristik yang sesuai dengan ukuran partikel <400 nm, potensial zeta > ±20 mV, efisiensi penjerapan >80%, dan morfologi sferis. Dengan demikian, diharapkan NLC kurkumin dapat meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas kurkumin untuk memaksimalkan efektivitas pengobatan AGA.
DISPERSI PADAT SEBAGAI PENDEKATAN INOVATIF UNTUK STABILITAS API: MENJAWAB TANTANGAN FARMASI MODERN Syarfa, Ahmad; Nurfadillah, Rizal; Wijaya, Teguh Pradinata; Pahlevi, Muhamad Reza; Jafar, Garnadi; Sagita, Novaliana Devianti
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.60905

Abstract

Dispersi padat merupakan pendekatan inovatif yang digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas bahan aktif farmasi (API) yang sukar larut dalam air. Teknologi ini memanfaatkan sifat amorf API, yang memiliki kelarutan lebih tinggi dibandingkan bentuk kristalnya, meskipun rentan terhadap rekristalisasi. Untuk mengatasi tantangan ini, matriks polimer seperti PVP atau HPMC digunakan untuk mencegah rekristalisasi dan menjaga stabilitas API. Berbagai teknik produksi seperti ekstrusi leleh, pengeringan semprot, dan ko-presipitasi telah dikembangkan untuk menghasilkan formulasi ini. Selain itu, penambahan surfaktan dan polimer multifungsi berperan dalam meningkatkan kelarutan, mencegah supersaturasi, dan mempertahankan API dalam bentuk amorf. Meskipun teknologi ini telah digunakan dalam berbagai produk farmasi, terdapat tantangan signifikan seperti ketidakstabilan fisikokimia, pemisahan fase, dan kendala dalam meningkatkan skala produksi. Dispersi padat memberikan banyak manfaat, termasuk peningkatan kelarutan, laju disolusi, dan memungkinkan pelepasan obat yang terkendali. Hal ini memberikan keuntungan klinis seperti peningkatan kepatuhan pasien dan pengurangan frekuensi dosis. Dalam upaya meningkatkan efisiensi, inovasi terus dilakukan, seperti penggunaan kombinasi polimer dan surfaktan generasi baru, integrasi teknologi nanopartikel, dan pengembangan sistem pelepasan obat terkendali untuk pengobatan penyakit kronis. Teknologi ini telah diaplikasikan dalam berbagai produk farmasi komersial dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi formulasi farmasi. Dengan berbagai inovasi dan potensi besar yang ditawarkan, teknologi dispersi padat diharapkan mampu terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan formulasi farmasi modern dan menjadi solusi utama dalam pengembangan obat di masa depan.
PATCH TRANSDERMAL VS. ORAL BISOPROLOL PADA HIPERTENSI: MANA YANG LEBIH EFEKTIF? SEBUAH META-ANALISIS Aminah, Iin Siti; Jafar, Garnadi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44673

Abstract

Bisoprolol, sebuah beta-blocker yang digunakan dalam pengelolaan hipertensi, tersedia dalam bentuk oral dan patch transdermal. Meskipun patch transdermal menawarkan kemudahan penggunaan dan kemungkinan efek samping sistemik yang lebih rendah, efektivitasnya dibandingkan dengan bentuk oral belum terjamin secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas bisoprolol dalam bentuk patch transdermal dengan bentuk oral dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi melalui meta-analisis studi klinis yang relevan. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik seperti pubmed, google scholar, ScienceDirect dan connected papers, dengan memilih artikel yang membandingkan efektivitas bisoprolol patch transdermal dan oral dalam mengontrol tekanan darah. Data yang diperoleh dari artikel tersebut dianalisis secara kuantitatif menggunakan model efek tetap dan efek acak untuk menentukan perbedaan dalam penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik antara kedua formulasi. Analisis meta menunjukkan bahwa baik bisoprolol dalam bentuk patch transdermal maupun bentuk oral efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Namun, perbedaan efektivitas antara kedua formulasi tergantung pada parameter yang diukur. Formulasi oral menunjukkan penurunan tekanan darah yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan patch transdermal, namun patch transdermal memiliki keuntungan dalam hal kepatuhan terapi dan efek samping sistemik yang lebih minimal. Meskipun bisoprolol patch transdermal menawarkan beberapa keuntungan terkait kepatuhan dan tolerabilitas, bisoprolol bentuk patch transdermal menunjukkan efektivitas yang sedikit lebih baik dalam menurunkan tekanan darah, tetapi membutuhkan biaya jauh lebih tinggi. Keputusan terapi harus mempertimbangkan kebutuhan individual pasien serta preferensi dalam pengelolaan efek samping dan kepatuhan pengobatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi manfaat jangka panjang dari masing-masing formulasi dalam konteks klinis yang lebih luas.
Pengembangan Formula dan Karakterisasi Nanostructured Lipid Carriers Tretinoin Menggunakan Compritol dan Tegocare Jafar, Garnadi; Sofian, Ryan; Pratama, Reza; Putriyanti, Al-fira
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i3.53058

Abstract

Tretinoin memiliki sifat fisiko kimianya yaitu memiliki bobot molekul sebesar 300.4 dengan titik lelehnya yaitu 181°C serta memiliki LogP yaitu 6,3 dan nilai Pka sebesar 4,76. NLC adalah generasi pembawa baru yang memiliki potensi besar untuk penghantaran topikal. Sediaan NLC memiliki beberapa keunggulan dibandingkan formulasi topikal tradisional seperti pelepasan obat yang berkepanjangan, mengurangi iritasi kulit, dan kontak yang sangat baik dengan lokasi kulit yang terkena karena jangkauan pengiriman obat dalam skala nano. Penelitian ini untuk mengembangkan formula dan mengkarakterisasi NLC tretinoin dengan formula compritol, myritol dan tegocare. Formulasi NLC tretinoin dilakukan dengan metode homogenisasi panas kemudian disonikasi menggunakan probe sonikator. Formula NLC dikarakterisasi dengan mengukur ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, efisiensi penjerapan dan morfologi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa NLC tretinoin memiliki ukuran partikel semua formula memiliki ukuran partikel <350 nm dengan 2 kali pengukuran selama 30 hari, indeks polidispersitas semua formula memiliki nilai <0,5, nilai zeta potensial semua formula memiliki nilai dengan rentang nilai (+->20 mV), %EE semua formula memiliki nilai >80%. NLC tretinoin diuji morfologinya menggunakan TEM dengan hasil berbentuk bulat. Hasilnya menunjukkan bahwa NLC Tretinoin menunjukkan hasil yang baik.
Review Artikel : Evaluasi Hasil Pembentukan Senyawa Kompleks Inklusi Siklodekstrin Untuk Meningkatkan Kelarutan Di Dalam Air Rismawanti, Rusi; Jafar, Garnadi; Herni Kusriani, R.
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i3.321

Abstract

Cyclodextrin is one of the compounds that can increase the solubility of a compound in water by forming inclusion complexes. Almost 70% of new drug candidates discovered recently are compounds that have poor solubility in water, so many researchers are conducting research using cyclodextrin as one of the developments in improving compounds in new drug discovery. However, the results of this complex formation must still be reviewed by researchers, whether the inclusion complex formed has succeeded in changing a compound into water soluble, and stable during its application. This article review summarizes the explanation of the evaluation of the results of the formation of cyclodextrin inclusion complexes with several water-insoluble compounds by searching scientific journals that have been published nationally and internationally in the last 10 (ten) years from 2013-2023 through the google scholar database, Pubchem, and Science Direct. Evaluation of the results of cyclodextrin inclusion complex formation can be done by several methods both computationally and laboratory testing.
Teknik Menghindari Kerusakan Zat Aktif Akibat Paparan Suhu dan Kelembapan Helen Fitri Novianti; Dini Auliya Azmi; Elisabeth Weya; Siti Jamilah; Muhamad Reza Pahlevi; Garnadi Jafar; Novaliana Devianti Sagita
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2025): Maret : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i1.1104

Abstract

Deterioration of active ingredients due to exposure to temperature and humidity is a challenge in the development and storage of products containing active ingredients in the pharmaceutical industry. Exposure to high temperatures can accelerate the thermal degradation of active ingredients through mechanisms such as oxidation, decomposition, or Maillard reactions, resulting in decreased efficacy of active ingredients and the generation of undesirable degradation products. Meanwhile, high humidity also plays a role in accelerating the hydrolysis reaction of water-sensitive active ingredients, such as esters or amides, which reduces the chemical stability of the active ingredients. The combination of high temperature and high humidity often results in more complex degradation reactions compared to isolated temperature or humidity conditions, which can accelerate the decline in efficacy of active ingredients. Therefore, this article aims to explore various methods to view the stability of active ingredients under certain conditions, as well as provide recommendations for the development of more efficient formulations and storage strategies to maintain the stability and efficacy of active ingredients throughout the product's shelf life.
Lipid-based nanoparticle delivery system approach for diabetic wounds: A review Choerrunisa, Choerrunisa; Jafar, Garnadi; Sukmawati, Ika Kurnia
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2148

Abstract

Diabetic wounds are a chronic complication that is difficult to heal due to impaired blood circulation, oxidative stress, and microbial infection. Conventional therapies are often ineffective due to poor drug penetration into damaged skin tissue and limited bioavailability of active compounds. Lipid nanoparticle-based drug delivery technology was developed to overcome these obstacles by increasing stability, skin penetration ability, and controlled drug release. Objective: This article aims to comprehensively review the role of lipid-based nanoparticle delivery systems in improving the effectiveness of diabetic wound healing therapy, including the mechanisms of absorption enhancement, active substance stability, and pharmacological activity. Methods: This study is a systematic literature review of national and international publications over the past ten years (2015–2025). Data sources were obtained from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases using keywords “lipid nanoparticles,” “diabetic wound healing,” and “transdermal drug delivery.” Inclusion criteria included experimental studies and review articles discussing lipid nanoparticle formulations and their therapeutic effects on diabetic wounds. Results: Various studies have shown that lipid-based nanoparticle systems, including nanostructured lipid carriers (NLCs) and solid lipid nanoparticles (SLNs), can improve the stability and permeation of active ingredients such as curcumin, asiatic acid, and other herbal extracts through the skin. This improvement contributes to better anti-inflammatory, antioxidant, and antibacterial activities, thereby accelerating the healing process of diabetic wounds. Conclusion: Lipid-based nanoparticle technology offers an innovative approach to diabetic wound therapy by improving the stability, bioavailability, and effectiveness of active ingredients. Further development is needed for formulation optimization and clinical validation to ensure the safety and effectiveness of its use in diabetic patients.
Development of a natural nanostructured lipid carrier (NLC)-based delivery system as an antidiabetic and diabetic wound agent: A review Novianti, Tamia Rizqi; Kusriani, R. Herni; Jafar, Garnadi
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2152

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion. Diabetes often causes serious complications such as diabetic wounds, which are characterized by the appearance of ulcers, infections, or tissue damage in the feet. Conventional therapeutic approaches often show less than optimal effectiveness due to limited drug penetration into damaged skin tissue. The use of natural ingredients with antidiabetic and wound healing activities has been widely studied, but their effectiveness is often hampered by low solubility, stability, and bioavailability. One innovative strategy to overcome these problems is the development of nanotechnology-based drug delivery systems, one of which is Nanostructured Lipid Carrier (NLC). NLC is a lipid delivery system that combines solid and liquid lipids to increase stability, drug loading capacity, and control the release of active compounds. Purpose: This article aims to review the development of formulations from natural ingredients that have potential as antidiabetic and diabetic wound healing activities. Methods: This study is a literature review of articles published in the last ten years (2015 – 2025) from the ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar databases. Results: Based on several studies, it shows that various active compounds such as curcumin (Curcuma longa), bay leaves (Syzygium polyanthum), and other flavonoid compounds have been formulated in the NLC system with significant improvements in stability, bioavailability, and pharmacological effectiveness. Conclusion: The NLC-based drug delivery system from natural ingredients has proven potential in increasing the effectiveness of antidiabetic therapy and diabetic wound healing. Further research is needed to optimize formulation stability, long-term toxicity testing, and clinical validation to support its therapeutic application.
Lipid-based nanoparticle delivery system approach for diabetic wounds: A review Choerrunisa, Choerrunisa; Jafar, Garnadi; Sukmawati, Ika Kurnia
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2148

Abstract

Diabetic wounds are a chronic complication that is difficult to heal due to impaired blood circulation, oxidative stress, and microbial infection. Conventional therapies are often ineffective due to poor drug penetration into damaged skin tissue and limited bioavailability of active compounds. Lipid nanoparticle-based drug delivery technology was developed to overcome these obstacles by increasing stability, skin penetration ability, and controlled drug release. Objective: This article aims to comprehensively review the role of lipid-based nanoparticle delivery systems in improving the effectiveness of diabetic wound healing therapy, including the mechanisms of absorption enhancement, active substance stability, and pharmacological activity. Methods: This study is a systematic literature review of national and international publications over the past ten years (2015–2025). Data sources were obtained from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases using keywords “lipid nanoparticles,” “diabetic wound healing,” and “transdermal drug delivery.” Inclusion criteria included experimental studies and review articles discussing lipid nanoparticle formulations and their therapeutic effects on diabetic wounds. Results: Various studies have shown that lipid-based nanoparticle systems, including nanostructured lipid carriers (NLCs) and solid lipid nanoparticles (SLNs), can improve the stability and permeation of active ingredients such as curcumin, asiatic acid, and other herbal extracts through the skin. This improvement contributes to better anti-inflammatory, antioxidant, and antibacterial activities, thereby accelerating the healing process of diabetic wounds. Conclusion: Lipid-based nanoparticle technology offers an innovative approach to diabetic wound therapy by improving the stability, bioavailability, and effectiveness of active ingredients. Further development is needed for formulation optimization and clinical validation to ensure the safety and effectiveness of its use in diabetic patients.
Co-Authors Abdul Mulki Irpani Agung Laksono S, Moch Agus Sulaeman Agus Sulaeman Aligita, Widhya Aliyya Kurniasih Agustiani Aliza, Rieztya Amalia Putri, Amalia Anggraeni, Vina Juliana Ani Anggriani Arif Rubianto Ariqa Hidayatun Nisa Avianningsih, Reformia Bachrudin, Panji Buana Irviana Prita Choerrunisa, Choerrunisa Dadih Supriadi Damayanti, Hilda Deden I Dinata Deden Indra Dinata Deden Indra Dinata, Deden Indra Deny Puryani Devianti Sagita, Novaliana Dila Anggraeni Dinayanti, Westi Nur Dini Auliya Azmi Dwi C, Alya Elis Susilawati Elisabeth Weya Elsa Yunita Septiani Elvano, Deki Rifa Embas Saraswati, Dewa Ayu Emma Emawati, Emma ERISKA AGUSTIN Faisha Farras Kartanagara Fatmawati Fenti Fatmawati Karim Fatmawati, Fenti Fenti Fatmawati Fenti Fatmawati Fitriani, Ranti Ghea Nadira Shinta Gustana, Erick Kurniawan Halizah, Arin Nur Hanaya, Cicia Rosa Hasimun, Patonah Helen Fitri Novianti Herni Kusriani, R. Hidayat, Dudy Agustian Iceu Mulyati Iin Siti Aminah, Iin Siti Ira Adiyati Jajang Japar Sodik Karim, Fatmawati Khiong, Tjia Khie Kusriani, R Herni Latifah, Zahra Alfa Lia Marliani Mahran A, Ghani Maisyah, Aini Marita Kaniawati Meilani, Intan Mindiarto, Ahmad Bagus Muhamad Reza Pahlevi Muthmainah, Siti Saidah Ningrum, Windi Pratama Novaliana Devianti Sagita Novianti, Tamia Rizqi Nurfadillah, Rizal Nurfaiza, Putri Nurul Rahmalia Olivia Eka Putri Pahlevi, Muhamad Reza Pasha, ED Yunisa Mega Patonah, Patonah Pebriawati, Silpi Pramudiahwardani, Ananda Rota Pratama, Reza Priana, Eka Putriyanti Al-fira Putriyanti, Al-fira R. Awaludin Nazal N Rachmat Mauludin Rachmawati, Winasih Rahmat Santoso Raisya Salsabila Ramadhoni, M Ayodia Ratmoko, Sulthan Abdul Basith Ratu Fania Aprilyanti Reza Pahlevi, Muhamad Ria Riantini Riantini, Ria Rismawanti, Rusi Roganda Situmorang Rosyana, Nasywa Rusi Rismawanti Sagita, Novaliana Devianti Saifurrohman, Arip Saleh Wikarsa, Saleh Salsabilla, Syifa Sasanti Tarini Darijanto, Sasanti Tarini Senjaya, Fathurahman Ari Septianti, Regina Dwi Shelvy E Suherman Siti Jamilah Siti Raeyuni Maulidia Belina Siti Saidah Muthmainah Situmorang, Roganda Sofian, Ryan Soni Muhsinin Sukmawati, ika kurnia Susilawati, Elis Sutiyah, Siti Sutrisno, Entis Sutrisno, Entris Syarfa, Ahmad Syerliana Syerliana Tambunan, Irisanna Wahyu Wijayanti Wijaya, Teguh Pradinata Winasih Rachmawati Yani Mulyani Yani Mulyani Yolanda Putri Aloenida Yuyun Yuyun Zakaria, Hasballah Zakiyah, Nadhira Zalfa Dary Pernadi Ziska, Rahma