Claim Missing Document
Check
Articles

Formulation and evaluation of thin film nanoemultion from rose flower ethanol extract (rosa hybrida hort.) and antidiabetes mellitus type 2 activity test using in vitro enzyme Gustana, Erick Kurniawan; Jafar, Garnadi; Aligita, Widhya; Nurfaiza, Putri; Hanaya, Cicia Rosa; Salsabilla, Syifa
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1969

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease with a rising global prevalence. Natural antidiabetic agents derived from plant bioactive compounds offer a promising therapeutic alternative. Rose flowers (*Rosa hybrida Hort*) contain flavonoids such as kaempferol, known for their antidiabetic activity. However, poor solubility and bioavailability limit their therapeutic potential. This study aimed to develop and characterize a nanoemulsion of rose flower extract to enhance the stability and bioavailability of its active compounds. The extract was obtained by maceration using 96% ethanol and analyzed using Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Nanoemulsion formulations were developed using various types and concentrations of nonionic surfactants. Characterization included particle size, polydispersity index (PDI), zeta potential, and morphology. The optimal nanoemulsion showed a particle size <300 nm, PDI <0.5, and zeta potential around ±20 mV, indicating good stability. Transmission Electron Microscopy (TEM) revealed uniformly distributed spherical globules. LC-MS/MS confirmed the presence of kaempferol as the main active compound. The formulated nanoemulsion was successfully incorporated into an oral thin film, exhibiting favorable characteristics such as appropriate particle size, PDI, zeta potential, morphology, and satisfactory evaluation results including organoleptic properties, moisture content, pH, weight uniformity, film thickness, folding endurance, and disintegration time.
Peran Kokristal pada Bahan Aktif Farmasi dalam Meningkatkan Stabilitas Obat Raisya Salsabila; Olivia Eka Putri; Ghea Nadira Shinta; Elsa Yunita Septiani; Zalfa Dary Pernadi; Muhamad Reza Pahlevi; Garnadi Jafar; Novaliana Devianti Sagita
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i1.58

Abstract

Stabilitas bahan aktif farmasi (API) merupakan aspek krusial dalam pengembangan obat karena memengaruhi efektivitas, keamanan, dan kualitas produk farmasi. Salah satu pendekatan inovatif untuk meningkatkan stabilitas API adalah melalui pembentukan kokristal, yang menggabungkan API dengan koformer menggunakan interaksi non-kovalen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembentukan, karakterisasi, serta stabilitas kokristal berdasarkan tinjauan pustaka dari berbagai jurnal ilmiah. Metode penelitian dilakukan melalui analisis literatur terhadap teknik pembentukan kokristal, seperti grinding mekanis dan hot melt extrusion, serta karakterisasi menggunakan XRD, FTIR, dan DSC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas bahan aktif farmasi (API) dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pembentukan kokristal. Pendekatan ini memungkinkan perbaikan sifat fisikokimia API, seperti stabilitas termal, kelarutan, dan bioavailabilitas, terutama di bawah berbagai kondisi penyimpanan. Pemilihan koformer yang tepat menjadi faktor kunci dalam menciptakan kokristal yang stabil, di mana interaksi molekuler antara API dan koformer berperan penting dalam meningkatkan ketahanan terhadap degradasi. Kesimpulannya, kokristal merupakan solusi strategis dalam formulasi farmasi modern yang mendukung inovasi dan kepatuhan terhadap standar regulasi untuk meningkatkan kualitas obat.
PENGARUH SONIKATOR PROBE TERHADAP FORMULASI NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS KURKUMIN MENGGUNAKAN LIPID PADAT PRECIROL®: EFFECT OF PROBE SONICATOR ON CURCUMIN NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS USING PRECIROL® SOLID LIPIDS Jafar, Garnadi; Pebriawati, Silpi; Latifah, Zahra Alfa; Pratama, Reza
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1451

Abstract

Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan jenis kebotakan yang sering terjadi pada pria dan wanita yang dipengaruhi oleh hormon dihidrotestosteron (DHT). Minoksidil dan finasterid merupakan terapi umum untuk pengobatan AGA. Namun, minoksidil dan finasterid dapat menyebabkan efek samping dermatologis seperti iritasi kulit, ruam, dan dermatitis kontak alergi maka diperlukan pengobatan alternatif untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan. Kurkumin dipilih karena efek antiandrogeniknya yang dapat menghambat steroid 5-alpha reductase sehingga dapat menurunkan hormon DHT yang berlebih dalam tubuh. Namun, kurkumin ini memiliki banyak keterbatasan diantaranya sukar larut dalam air, bioavailabilitas yang rendah, log P 2,56-3,29 dan mudah terdegradasi sehingga efektivitas pengobatan tidak optimal. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang tepat seperti Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sehingga dapat meningkatkan efektivitas biologisnya. NLC merupakan generasi kedua nanocarrier lipid yang memiliki keunggulan dalam meningkatkan solubilitas, stabilitas, dan kapasitas pemuatan obat dibandingkan dengan Solid Lipid Nanoparticle (SLN). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan NLC kurkumin menggunakan Glyceryl palmitostearate, Capric triglyceride dengan 2 jenis surfaktan yang berbeda yaitu PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside. Metode penelitian yang digunakan untuk pembuatan NLC kurkumin ini yaitu high shear homogenization/sonicator probe yang dapat menghasilkan gelombang suara yang tinggi menyebabkan kavitasi sehingga ukuran partikel menjadi lebih kecil dan menciptakan gerakan turbulen yang dapat mempercepat proses pencampuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC kurkumin dengan menggunakan surfaktan PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside memiliki karakteristik yang sesuai dengan ukuran partikel <400 nm, potensial zeta > ±20 mV, efisiensi penjerapan >80%, dan morfologi sferis. Dengan demikian, diharapkan NLC kurkumin dapat meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas kurkumin untuk memaksimalkan efektivitas pengobatan AGA.
DISPERSI PADAT SEBAGAI PENDEKATAN INOVATIF UNTUK STABILITAS API: MENJAWAB TANTANGAN FARMASI MODERN Syarfa, Ahmad; Nurfadillah, Rizal; Wijaya, Teguh Pradinata; Pahlevi, Muhamad Reza; Jafar, Garnadi; Sagita, Novaliana Devianti
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.60905

Abstract

Dispersi padat merupakan pendekatan inovatif yang digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas bahan aktif farmasi (API) yang sukar larut dalam air. Teknologi ini memanfaatkan sifat amorf API, yang memiliki kelarutan lebih tinggi dibandingkan bentuk kristalnya, meskipun rentan terhadap rekristalisasi. Untuk mengatasi tantangan ini, matriks polimer seperti PVP atau HPMC digunakan untuk mencegah rekristalisasi dan menjaga stabilitas API. Berbagai teknik produksi seperti ekstrusi leleh, pengeringan semprot, dan ko-presipitasi telah dikembangkan untuk menghasilkan formulasi ini. Selain itu, penambahan surfaktan dan polimer multifungsi berperan dalam meningkatkan kelarutan, mencegah supersaturasi, dan mempertahankan API dalam bentuk amorf. Meskipun teknologi ini telah digunakan dalam berbagai produk farmasi, terdapat tantangan signifikan seperti ketidakstabilan fisikokimia, pemisahan fase, dan kendala dalam meningkatkan skala produksi. Dispersi padat memberikan banyak manfaat, termasuk peningkatan kelarutan, laju disolusi, dan memungkinkan pelepasan obat yang terkendali. Hal ini memberikan keuntungan klinis seperti peningkatan kepatuhan pasien dan pengurangan frekuensi dosis. Dalam upaya meningkatkan efisiensi, inovasi terus dilakukan, seperti penggunaan kombinasi polimer dan surfaktan generasi baru, integrasi teknologi nanopartikel, dan pengembangan sistem pelepasan obat terkendali untuk pengobatan penyakit kronis. Teknologi ini telah diaplikasikan dalam berbagai produk farmasi komersial dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi formulasi farmasi. Dengan berbagai inovasi dan potensi besar yang ditawarkan, teknologi dispersi padat diharapkan mampu terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan formulasi farmasi modern dan menjadi solusi utama dalam pengembangan obat di masa depan.
PATCH TRANSDERMAL VS. ORAL BISOPROLOL PADA HIPERTENSI: MANA YANG LEBIH EFEKTIF? SEBUAH META-ANALISIS Aminah, Iin Siti; Jafar, Garnadi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44673

Abstract

Bisoprolol, sebuah beta-blocker yang digunakan dalam pengelolaan hipertensi, tersedia dalam bentuk oral dan patch transdermal. Meskipun patch transdermal menawarkan kemudahan penggunaan dan kemungkinan efek samping sistemik yang lebih rendah, efektivitasnya dibandingkan dengan bentuk oral belum terjamin secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas bisoprolol dalam bentuk patch transdermal dengan bentuk oral dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi melalui meta-analisis studi klinis yang relevan. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik seperti pubmed, google scholar, ScienceDirect dan connected papers, dengan memilih artikel yang membandingkan efektivitas bisoprolol patch transdermal dan oral dalam mengontrol tekanan darah. Data yang diperoleh dari artikel tersebut dianalisis secara kuantitatif menggunakan model efek tetap dan efek acak untuk menentukan perbedaan dalam penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik antara kedua formulasi. Analisis meta menunjukkan bahwa baik bisoprolol dalam bentuk patch transdermal maupun bentuk oral efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Namun, perbedaan efektivitas antara kedua formulasi tergantung pada parameter yang diukur. Formulasi oral menunjukkan penurunan tekanan darah yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan patch transdermal, namun patch transdermal memiliki keuntungan dalam hal kepatuhan terapi dan efek samping sistemik yang lebih minimal. Meskipun bisoprolol patch transdermal menawarkan beberapa keuntungan terkait kepatuhan dan tolerabilitas, bisoprolol bentuk patch transdermal menunjukkan efektivitas yang sedikit lebih baik dalam menurunkan tekanan darah, tetapi membutuhkan biaya jauh lebih tinggi. Keputusan terapi harus mempertimbangkan kebutuhan individual pasien serta preferensi dalam pengelolaan efek samping dan kepatuhan pengobatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi manfaat jangka panjang dari masing-masing formulasi dalam konteks klinis yang lebih luas.
Pengembangan Formula dan Karakterisasi Nanostructured Lipid Carriers Tretinoin Menggunakan Compritol dan Tegocare Jafar, Garnadi; Sofian, Ryan; Pratama, Reza; Putriyanti, Al-fira
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i3.53058

Abstract

Tretinoin memiliki sifat fisiko kimianya yaitu memiliki bobot molekul sebesar 300.4 dengan titik lelehnya yaitu 181°C serta memiliki LogP yaitu 6,3 dan nilai Pka sebesar 4,76. NLC adalah generasi pembawa baru yang memiliki potensi besar untuk penghantaran topikal. Sediaan NLC memiliki beberapa keunggulan dibandingkan formulasi topikal tradisional seperti pelepasan obat yang berkepanjangan, mengurangi iritasi kulit, dan kontak yang sangat baik dengan lokasi kulit yang terkena karena jangkauan pengiriman obat dalam skala nano. Penelitian ini untuk mengembangkan formula dan mengkarakterisasi NLC tretinoin dengan formula compritol, myritol dan tegocare. Formulasi NLC tretinoin dilakukan dengan metode homogenisasi panas kemudian disonikasi menggunakan probe sonikator. Formula NLC dikarakterisasi dengan mengukur ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, efisiensi penjerapan dan morfologi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa NLC tretinoin memiliki ukuran partikel semua formula memiliki ukuran partikel <350 nm dengan 2 kali pengukuran selama 30 hari, indeks polidispersitas semua formula memiliki nilai <0,5, nilai zeta potensial semua formula memiliki nilai dengan rentang nilai (+->20 mV), %EE semua formula memiliki nilai >80%. NLC tretinoin diuji morfologinya menggunakan TEM dengan hasil berbentuk bulat. Hasilnya menunjukkan bahwa NLC Tretinoin menunjukkan hasil yang baik.
Review Artikel : Evaluasi Hasil Pembentukan Senyawa Kompleks Inklusi Siklodekstrin Untuk Meningkatkan Kelarutan Di Dalam Air Rismawanti, Rusi; Jafar, Garnadi; Herni Kusriani, R.
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i3.321

Abstract

Cyclodextrin is one of the compounds that can increase the solubility of a compound in water by forming inclusion complexes. Almost 70% of new drug candidates discovered recently are compounds that have poor solubility in water, so many researchers are conducting research using cyclodextrin as one of the developments in improving compounds in new drug discovery. However, the results of this complex formation must still be reviewed by researchers, whether the inclusion complex formed has succeeded in changing a compound into water soluble, and stable during its application. This article review summarizes the explanation of the evaluation of the results of the formation of cyclodextrin inclusion complexes with several water-insoluble compounds by searching scientific journals that have been published nationally and internationally in the last 10 (ten) years from 2013-2023 through the google scholar database, Pubchem, and Science Direct. Evaluation of the results of cyclodextrin inclusion complex formation can be done by several methods both computationally and laboratory testing.
PEMBENTUKAN NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER TRETINOIN MENGGUNAKAN COMPRITOL® ATO DAN CREMOPHOR® RH 40 DENGAN METODE SONIKASI PROBE Garnadi, Jafar; Irviana Prita, Buana; Fenti, Fatmawati
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1646

Abstract

Tretinoin merupakan retinoid generasi pertama yang banyak digunakan dalam pengobatan jerawat yang memiliki karakteristik yaitu bersifat lipofilik (LogP 6,3) dan berpotensi sulit diformulasikan dan pengaplikasian dapat mengiritasi kulit. Salah satu alternatif sistem penghantaran tretinoin adalah Nanostructured Lipid Carrier (NLC) yang merupakan sistem penghantaran terdiri dari campuran lipid cair, lipid padat, dan surfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan karakterisasi NLC tretinoin menggunakan lipid padat Compritol® ATO dan surfaktan Cremophor® RH 40. Metode yang digunakan dalam pembuatan NLC tretinoin dari lima formula dengan variasi konsentrasi lipid padat dan surfaktan, metode yang digunakan homogenisasi panas dan dilanjutkan dengan sonikator probe selanjutnya dilakukan karakterisasi meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan potensial zeta serta penetapan efisiensi penjerapan. Hasil karakterisasi NLC tretinoin selama 30 hari memiliki karakterisasi yang baik yaitu ukuran partikel <600 nm, indeks polidispersitas <0,5, zeta pontensial + -19 mV dan efisiensi penjerapan >80% serta memiliki bentuk morfologi yang sferis.
PENDEKATAN SISTEM PENGHANTARAN NANOPARTIKEL BERBASIS LIPID SEBAGAI OBAT ANTIJERAWAT : REVIEW: Al-fira, Putriyanti; Garnadi, Jafar; Yani, Mulyani
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1761

Abstract

Jerawat adalah gangguan kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bakteri gram positif propionibacterium acnes adalah akar dari jerawat. Propionibacterium acne tumbuh karena akumulasi sebum, yang menyebabkan jerawat. Untuk mengatasi jerawat, berbagai bahan aktif dan metode pengobatan telah dikembangkan. Penghantaran melalui nanoteknologi adalah metode terbaru yang digunakan. Ini dipilih karena kemampuan nanoteknologi untuk meningkatkan stabilitas bahan aktif, meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan memungkinkan zat aktif dibawa ke area yang ditargetkan. Metode yang digunakan yaitu Artikel ilmiah dikumpulkan dari sumber nasional dan internasional 10 tahun terakhir (2014-2024). Hasil yang ditunjukkan bahwa metode nanopartikel menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif anti jerawat karena ukurannya yang kecil memungkinkan penetrasi kulit lebih baik, pelepasan bahan aktif secara terkendali, dan perlindungan dari degradasi lingkungan. Keberhasilannya terbukti dalam berbagai studi dan uji klinis, dengan penurunan signifikan jerawat dan peningkatan kondisi kulit. Pengembangan terbaru, seperti nanopartikel lipid, nanopartikel polimer, dan nanopartikel metal. Diskusi dalam review artikel ini melakukan pendalaman terhadap pengembangan obat dan sitem penghantaran obat baru, meliputi proses sintesis, karakterisasi, mekanisme kerja, dan hasil uji klinis yang relevan. Penggunaan nanopartikel lipid telah menunjukkan potensi besar sebagai penghantar obat yang efektif,  nanopartikel polimer menawarkan kontrol pelepasan obat yang lebih baik dan nanopartikel logam menawarkan sifat antimikroba intrinsik. dan Kesimpulannya review artikel ini akan mengulas secara menyeluruh berbagai penelitian mengenai penghantaran zat aktif terbarukan melalui nanoteknologi untuk terapi jerawat.
Teknik Menghindari Kerusakan Zat Aktif Akibat Paparan Suhu dan Kelembapan Helen Fitri Novianti; Dini Auliya Azmi; Elisabeth Weya; Siti Jamilah; Muhamad Reza Pahlevi; Garnadi Jafar; Novaliana Devianti Sagita
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2025): Maret : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i1.1104

Abstract

Deterioration of active ingredients due to exposure to temperature and humidity is a challenge in the development and storage of products containing active ingredients in the pharmaceutical industry. Exposure to high temperatures can accelerate the thermal degradation of active ingredients through mechanisms such as oxidation, decomposition, or Maillard reactions, resulting in decreased efficacy of active ingredients and the generation of undesirable degradation products. Meanwhile, high humidity also plays a role in accelerating the hydrolysis reaction of water-sensitive active ingredients, such as esters or amides, which reduces the chemical stability of the active ingredients. The combination of high temperature and high humidity often results in more complex degradation reactions compared to isolated temperature or humidity conditions, which can accelerate the decline in efficacy of active ingredients. Therefore, this article aims to explore various methods to view the stability of active ingredients under certain conditions, as well as provide recommendations for the development of more efficient formulations and storage strategies to maintain the stability and efficacy of active ingredients throughout the product's shelf life.
Co-Authors Abdul Mulki Irpani Agung Laksono S, Moch Agus Sulaeman Agus Sulaeman Ahmad Bagus Mindiarto Al-fira Putriyanti Al-fira Putriyanti Al-fira, Putriyanti Aligita, Widhya Aliyya Kurniasih Agustiani Amalia Putri, Amalia Anggraeni, Vina Juliana Ani Anggriani, Ani Arif Rubianto Arip Saifurrohman Ariqa Hidayatun Nisa Bachrudin, Panji Buana Irviana Prita Choerrunisa Choerrunisa Choerrunisa, Choerrunisa Dadih Supriadi Damayanti, Hilda Deden I Dinata Deden Indra Dinata, Deden Indra Deny Puryani Dila Anggraeni Dinayanti, Westi Nur Dini Auliya Azmi Dudy Agustian Hidayat Dwi C, Alya Dzakiyya Nur Dhiya Eka Priana Elis Susilawati Elisabeth Weya Elsa Yunita Septiani Elvano, Deki Rifa Embas Saraswati, Dewa Ayu Emma Emawati, Emma Entis Sutrisno ERISKA AGUSTIN Faisha Farras Kartanagara Fathurahman Ari Senjaya Fatmawati Fenti Fatmawati Karim Fatmawati, Fenti Fenti Fatmawati Fenti Fatmawati Fenti Fatmawati Fenti, Fatmawati Ghea Nadira Shinta Gustana, Erick Kurniawan Halizah, Arin Nur Hanaya, Cicia Rosa Hasballah Zakaria Helen Fitri Novianti Herni Kusriani, R. Iceu Mulyati Iin Siti Aminah, Iin Siti Ika Kurnia Sukmawati Imelda Matruty Intan Meilani Ira Adiyati Irviana Prita, Buana Jajang Japar Sodik Karim, Fatmawati Khiong, Tjia Khie Latifah, Zahra Alfa Mahran A, Ghani Maisyah, Aini Marita Kaniawati Marliani, Lia Mindiarto, Ahmad Bagus Muhamad Reza Pahlevi Muthmainah, Siti Saidah Nadhira Zakiyah Ningrum, Windi Pratama Novianti, Tamia Rizqi Nurfadillah, Rizal Nurfaiza, Putri Nurul Rahmalia Olivia Eka Putri Pahlevi, Muhamad Reza Panji Bachrudin Pasha, ED Yunisa Mega Patonah Hasimun Patonah Patonah Patonah, Patonah Pebriawati, Silpi Pramudiahwardani, Ananda Rota Pratama, Reza Putriyanti Al-fira Putriyanti, Al-fira R Herni Kusriani R. Awaludin Nazal N Rachmat Mauludin Rachmat Mauludin Rahmat Santoso Raisya Salsabila Ramadhoni, M Ayodia Ranti Fitriani Ratu Fania Aprilyanti Reformia Avianningsih Reza Pahlevi, Muhamad Ria Riantini Riantini, Ria Rieztya Aliza Rieztya Aliza Rismawanti, Rusi Roganda Situmorang Rosyana, Nasywa Rusi Rismawanti Sagita, Novaliana Devianti Saleh Wikarsa, Saleh Salsabilla, Syifa Sasanti Tarini Darijono Septianti, Regina Dwi Shelvy E Suherman Siti Jamilah Siti Raeyuni Maulidia Belina Siti Saidah Muthmainah Situmorang, Roganda Sofian, Ryan Soni Muhsinin Sukmawati, ika kurnia Sulthan Abdul Basith Ratmoko Susilawati, Elis Sutiyah, Siti Sutrisno, Entris Syarfa, Ahmad Syerliana Syerliana Tambunan, Irisanna Tamia Rizqi Novianti Wahyu Wijayanti Wijaya, Teguh Pradinata Winasih Rachmawati Winasih Rachmawati Yani Mulyani Yani Mulyani Yani, Mulyani Yolanda Putri Aloenida Yuyun Yuyun Zakiyah, Nadhira Zalfa Dary Pernadi Ziska, Rahma