Claim Missing Document
Check
Articles

Spatial Approach to Infiltration and Groundwater Level: Implications For Sustainable Settlement Planning Widodo, Trisno; Antariksa, Antariksa; Putra, Fadillah; Hariyani, Septiana
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Publisher : Postgraduate School of Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpal.2025.016.01.03

Abstract

Rapid land use change due to population growth and urbanization presents significant challenges to urban development. This study aims to map the groundwater level and water infiltration conditions in residential areas and investigate the conditions in the Kanigoro Urban Area. This research identifies a spatial approach to analyze satellite image maps with ARC GIS software for land cover changes that overlap with slope maps, soil types, rainfall, groundwater basins, groundwater flow patterns, and spatial pattern plan maps to obtain water infiltration conditions and building distribution. The analysis showed that water infiltration capacity has been reduced due to converting open land into built-up areas, resulting in decreased groundwater quality and quantity and an increased risk of flooding.  Based on water infiltration capacity and potential environmental impacts, this map recommends the best locations for settlement development. The results show that the water infiltration condition of most settlement areas in the Kanigoro Urban Area is critical or rather critical. Therefore, efforts must be made to increase water infiltration capacity by implementing sustainable drainage systems, developing green open spaces, and utilizing environmentally friendly technologies. This research produced a settlement direction map based on the analysis of water catchment conditions and groundwater levels that can be used by local governments when they make better and more sustainable spatial plans. Keywords: infiltration, spatial approach, sustainable settlement
Study of Spatial Systems in the Form of Bajo Tribe House in Wuring Village of Maumere City Gobang, Ambrosius A.K.S.; Antariksa, Antariksa; Nugroho, Agung Murti
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 9 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v9i1.1864

Abstract

Spasial hunian Suku Bajo di kampung Wuring Kota Maumere dilihat pada karakteristikhunian masyarakat sebagai kampung awal peradaban muslim dan menjadi pusatpenyebaran agama Islam di Kabupaten Sikka. Latar belakang sejarah sebagai tinjauandalam menggali terbentuknya hunian masyarakat serta aspek geografis, sosial, budayadan ekonomi masyarakat setempat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakanmetode fenomenologi dengan analisa deskriptif kualitatif dan bersifat naturalistik yaitumenggambarkan dan menginterpretasi catatan budaya Suku Bajo berupa keterangansejarah, dokumen peta, maupun artefak yang berwujud fisik hunian masyarakat SukuBajo. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji spasial yang terbentuk berupa sistem spasialhunian dan aspek-aspek yang melandasi pembentukan spasial hunian Suku Bajo padakawasan kampung Wuring sebagai upaya untuk memahami kondisi awal hinggaterbentuknya hunian kampung saat ini. Hasil penelitian memberikan gambaran tentangsistem spasial hunian mencakup organisasi ruang, orientasi ruang dan hirarki ruangdalam lingkup mikro hunian berupa konsep ma’bunda-ma’buli yang berdampak terhadapmesso lingkungan karena adanya aspek non fisik yang melandasi pembentukan spasialhunian di kawasan kampung Wuring. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v9i1.1864
Feng-shui: Elemen Budaya Tionghoa Tradisional Kustedja, Sugiri; Sudikno, Antariksa; Salura, Purnama
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 28 No. 1 (2012)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v28i1.289.61-89

Abstract

It has been contextual nowadays to observe the traditional feng-shui theory currently  becoming popular topic of discussion. The discussion covers the stake holders in building industry, developers, home owners, professionals, and among the academics of architecture education in the universities. What is the essence of the feng-shui concept? This paper approaches this topic from the different aspects of culture, socio-history, anthropology, ethnography, semiotics, and hermeneutic. It analyses in brief about its history, the major premises in feng-shui, any changes through the Chinese cultural history timeline,  the application tools to transfer the concept into real construction, the persistence of feng-shui in modern life, and the discussions within current contextual situation.
Dinamika Ruang Wisata Religi Makam Sunan Giri di Kabupaten Gresik Santosa, Budi; Antariksa, Antariksa; Wulandari, Lisa Dwi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 16, No 2 (2014): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v16i2.2775

Abstract

Space is the product of an activity, which involves economic and technical activities owned by a group of people, so it has political and strategic nature. The relationship between space and activity is very close, where the space has a concept of a container and content. This study concerns the dynamics of space in Sunan Giri Tomb  formed because of the conflict and activities in the tomb tourist site. The visitors’s space dimension of Sunan Giri Tomb can not be physically limited as each visitor has his own movement space and purpose of his activities. The aim of this study is to analyze the dynamics of space for visitor’s activity in  the tomb. The  method used is descriptive qualitative, deciphering the visitor’s behavior as the research object. The finding shows that space once had  a specific function, but because of the activity and condition adjustment at one time, then the dynamics in space happen. The dynamics contain changes in the function and meaning or the space character which is associated with the context of time and influenced by human activities. Ruang adalah produk aktivitas, yang melibatkan aktivitas ekonomi dan teknik yang dimiliki sekelompok masyarakat, sehingga sifatnya politis dan strategis. Hubungan aktivitas dan ruang sangat erat, dimana konsep ruang sebagai wadah (of space) dan pengisinya (in space). Penelitian ini mengenai dinamika ruang pada Makam Sunan Giri yang terbentuk karena konflik dan aktivitas di wisata religi Makam Sunan Giri. Dimensi ruang peziarah Makam Sunan Giri tidak bisa dibatasi secara fisik karena masing-masing memiliki ruang gerak dan maksud atas aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dinamika ruang terhadap aktivitas peziarah Makam Sunan Giri. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, dengan menjelaskan perilaku para peziarah sebagai objek penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa ruang pada awalnya memiliki fungsi tertentu, namun karena adanya aktivitas dan penyesuaian kondisi pada satu waktu terjadilah dinamika pemanfaatan ruang. Dinamika tersebut meliputi perubahan fungsi dan makna atau karakter ruang yang terkait dengan konteks waktu dan dipengaruhi aktivitas manusia.
Mapping Religious Activities and Pluralities in Houses: Case Study at Balun Village Lamongan Subaqin, Agus; Sudikno, Antariksa; Wulandari, Lisa Dwi; Santoso, Herry
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 25, No 1 (2023): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v25i1.20310

Abstract

Religious activities are basic things that are indispensable in life and are primary needs that must be met. Religious plurality is a social reality in life; it is a challenge to create religious harmony, but on the other hand, it is prone to conflict. The study aims to map religious activities in the settlement of religious plurality, namely Islam, Christianity, and Hinduism, in Balun village, Lamongan. It applied an environment behavior study approach with a place-centered mapping method to find individuals or groups using and accommodating their behavior in a certain time and space, with aspects studied, namely religious activities, space, and time. Data were obtained from direct observation and interviews with purposive, systematic samples. The results showed that religious activities at home with religious plurality were mapped into two categories: the religious activities of individuals or groups according to their religion; and the religious activities by inviting citizens to their religion and different religions. Mapping of space use showed that the use of semi-public and public space in the home for religious activities result in flexibility in spatial functions and changes in sacred-profane spatial boundaries. The research contributed to the theoretical development of using shared space in the home and creating a space of tolerance in Balun village's religious life. Kegiatan keagamaan merupakan hal mendasar yang sangat diperlukan dalam kehidupan dan menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Pluralitas agama termasuk realitas sosial dalam kehidupan; merupakan tantangan untuk menciptakan kerukunan umat beragama, namun di sisi lain rawan konflik. Kajian ini bertujuan untuk memetakan aktivitas keagamaan dalam penyelesaian pluralitas agama, yaitu Islam, Kristen, dan Hindu, di desa Balun, Lamongan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kajian perilaku lingkungan dengan metode place-centered mapping untuk menemukan individu atau kelompok yang menggunakan dan mewadahi perilakunya dalam ruang dan waktu tertentu, dengan aspek yang dikaji yaitu kegiatan keagamaan, ruang, dan waktu. Data diperoleh dari observasi langsung dan wawancara dengan sampel purposif, sistematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di hunian dengan pluralitas agama dipetakan menjadi dua kategori yaitu kegiatan keagamaan individu atau kelompok menurut agamanya; dan kegiatan keagamaan dengan mengajak warga untuk beragama dan berbeda agama. Pemetaan pemanfaatan ruang menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang semi publik dan publik di rumah untuk kegiatan keagamaan mengakibatkan terjadinya fleksibilitas fungsi ruang dan perubahan batas ruang yang sakral-profan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori pemanfaatan ruang bersama di rumah dan penciptaan ruang toleransi dalam kehidupan beragama di Desa Balun.
Bentuk Dan Makna Pada Arsitektur Vernakular Rumah Adat Osing Desa Kemiren, Banyuwangi: Form, Meaning, Environmental Evaluation and Physical Resilience in Vernacular Architecture of Osing Traditional Houses in Kemiren Village Banyuwangi Cendika, Nauval Risla; Antariksa, Antariksa; Asikin, Damayanti
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.49830

Abstract

Studi ini mengkaji tentang bentuk dan makna pada arsitektur vernakular pada permukiman Osing Desa Kemiren, Banyuwangi. Permukiman Osing Desa Kemiren dipilih menjadi lokasi penelitian berdasarkan keunikan bentuk arsitekturnya yang menarik untuk dieksplorasi. Tujuan kajian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang bentuk arsitekturnya beserta makna yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan proses pengambilan data secara langsung melalui observasi dan wawancara. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil observasi dan wawancara tersebut kemudian di analisis secara kualitatif untuk mendapatkan makna yang terkandung di dalamnya. Masyarakat Osing masih menjaga erat nilai dan norm serta tradisi atau adat istiadat masyarakatnya. Permukiman dan rumah-rumah menunjukkan secara arsitektural, menjaga lingkungan dan kelestarian alam serta tidak merusak hutan. Hasil dari kajian ini adalah melihat bentuk arsitektur vernakular rumah adat Osing di Permukiman Osing Desa Kemiren dengan bentuk rumahnya mengadaptasi dan menggunakan bahan alam setempat.
Kualitas Visual Fasade Bangunan Modern Pasca Kolonial di Jalan Kayutangan Malang Fauziah, Nur; Antariksa, Antariksa; Ernawati, Jenny
RUAS Vol. 10 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.2

Abstract

Malang is one of the cities designed by Dutch with spesific attention to the aesthetic of urban environments. Kayutangan Street is a historic street corridor which plays a prominent role on the physical development of the city of Malang. In visual architectural context, a row of building facades along the Kayutangan streetscape is the main element of visual beauty and character creation of the characteristic in the Kayutangan corridor. The aims of this research are to investigate the general public and professional in the field of architecture judgment about the role of visual elements to the appearance of modern building facades in Kayutangan corridor, as well as to find out the most influential visual element to the appearance of modern building facades at Kayutangan Street. The method used is quantitative method by the independent sample t-test, factor analysis, and multiple linear regression analysis. The results showed that both groups of respondents rating are not much different, on a range of “less important” to “important” assessment scale. The visual components which are the most influential on modern building facades in Kayutangan Street are Geometric Component (architectural style, facade form, horizontal line, and vertical line). The next influential component is Visual Touching Effect & Color Dimension Component (texture, decorative ornament, material, facade color, saturation, brightness)Keywords: visual elements, modern building facade, Kayutangan streetscape
Konsep Ruang Ume Kbubu Desa Kaenbaun Kabupaten Timor Tengah Utara Dima, Thomas Kurniawan; Antariksa, Antariksa; Nugroho, Agung Murti
RUAS Vol. 11 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.3

Abstract

Kaenbaun village is a village that is inhabited by some of the tribes are divided into two groups, male and female. The traditional house of this village, ume kbubu, plays an important role for the people of Kaenbaun. The objective of this study was to investigatethe concept of space as one of the local wisdom in kaenbaun village, using descriptive analitycal method. This research analysed spaces in four type of single-columned ume kbubu. The result showed the concept space in ume kbubu formed by existing activities. In all four types of ume kbubu, there are some concepts of space remaining constant such as cooking area which is always located on the back of the room, the rest area on the left or right side of the room, area of traditional rituals placed in the middle, transitional area in the front porch, and outdoor spaces area.Keywords: Ume Kbubu, Kaenbaun Village, Concept of space
Pola Ruang Bersama pada Permukiman Madura Medalungan di Dusun Baran Randugading Indeswari, Ayu; Antariksa, Antariksa; Pangarsa, Galih Widjil; Wulandari, Lisa Dwi
RUAS Vol. 11 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.4

Abstract

In human social life, social space created. The kind of social space divided based on its characteristic. Communal space is a part of traditional Nusantara architecture that also means as social spac. It symbolized togetherness. In Madura community, tanean is communal space that has specific meaning. When they migrated to another land, they brought their dwelling tradition to the new land they have occupied. They called Madura Medalungan. One of the land occupied by Madura Medalungan is Baran Randugading, Malang. With the difference environment and culture setting, they adapt their communalspace with the new condition. The new models of communal space of Madura Medalungan society in Baran Randugading need to be studied. The result of the study showed that tanean, terrace or emper, front room or balai, traditional kitchen, langgar, and inter-space between house, were the most frequent used as communal space. In adition, mosque, village street, warung or shop, became communal space in accidental moment.Key words : Shared space, model, Madura Medalungan
Terbentuknya Ruang Komunal dalam Aktivitas Accidental di Dukuh Krajan, Kromengan,Kabupaten Malang Winarni, Sri; Pangarsa, Galih Widjil; Antariksa, Antariksa; Wulandari, Lisa Dwi
RUAS Vol. 11 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.5

Abstract

Dukuh Krajan at Kromengan village is settlement in Malang. It located on the slopes of Kawi mountain, at the south side. The majority of societies are farmer. In Dukuh Krajan, traditional, social and cultural values were still exist and maintained. The recent phenomenon showed that physical development in there had depleted togetherness and mutual cooperation (gotong-royong) in social life of the society. It influenced spatial changing especially communal space. Case of this research were taken in accidental activities of marriage and death ceremonies. Method used was qualitative research method with rasionalistic approach. The data collected by observations and interviews with local leaders. Semipublic, semiprivate, and private space at wedding and death ceremony (tahlil) would change its function to serve as communal spaces. These changes were influenced by several factors: kinship, family, time, activities and actors. Community of Dukuh Krajan kept togetherness and mutual cooperation by mutual respect of one another and sense of belonging and appreciation to its environment.Keywords: communal spaces, accidental activity, rural settlement
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham Mohammad Ridjal Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adhiya Harisanti Fitriya Adibah Khairunnisa Marwa Agung Dewangga Achmad Agung Murti Nugroho Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Agustina Putri Ceria Agustinha Risdyaningsih Akbar, Hidayatul Alfin Achlamiyatus Samiyah Alifah Laily Kurniati Allafa Aryati Allafa Aryati, Allafa Amin Setyo Leksnono, Amin Setyo Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andi Kurniawan Andri Satrio Pratomo Anisa Riyanto Ari Suprihatin Arief Rachmansyah Aryanti Dewi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Bayu Nugroho Putra Budi Santosa Budi Santosa Bukhori, Hilmi Aziz Cendika, Nauval Risla Chairil Budiarto Amiuza Chairinnisa Zakira Noer Ananda Christabel Annora P. Parung Christia Meidiana Cyndhy Aisya Tanjungansari Damayanti Asikin Dendi Sigit Wahyudi Dewa Gde Agung Wibawa Dewi Ristya Ayu Dewi, Oktavia Altika Dhinda Ayu Dhinda Ayu Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Novia Putri Wijayanti Dianing Primanita Ayuninggar Dianing Primanita Ayuninggar Dion Farhan Harun Efrina Amalia Ridwan Eka Putri Nurul Choiroti Ema Yunita Titisari Endratno Budi S Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erna Winansih Fadillah Putra Failasuf Herman Hendra Faisal Bahar Farah Ahlamia Wardi Faridatus Saadah Farisa Sabila Farisa Sabila Frisa Rizienta Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Gevi Vembrista Nirwana P Gobang, Ambrosius A.K.S. Gunawan Prayitno Hana Ayu Pettricia Hana Ayu Pettricia Hendra, F H Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Indah Yanti Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Ismu Rini Dwi Ari Ismu Rini Dwi Ari Isnawan Farid Jenny Ernawati Jenny Ernawati Johanes Parlindungan Joko Triwinarto Santoso Kartika Eka Sari Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lalu Iman Novian Wahyudi Leksono, A S Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Luchman Hakim M. Ruslin Anwar Maharani Puspitasari Marinda Noor Fajrina Noviana Putri Marjono Marjono Maulana Abdullah Maulana Reddy Firmansyah Maulanissa Rachmani Megantara, Elriesta Mike Yuanita Mike Yuanita Miryanti Putri Budiandari Mochammad Naruseito Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muammar Ardli Hafiid, Muammar Ardli Muhammad Agung Bahroni Muhammad Faisol Muhammad Gardian Novandri Mustivia Mustivia Nada Cholid Zubaidi Ni Ketut Irma Pradnyasari Nindya Sari Novalinda Puspitasari Novesty Noor Azizu Novia Estin Noviani Suryasari Nugroho, A M Nur Fauziah Nur Fauziah Nurin Aldina nurjanah ratnaningrum Nurul Hidayah Nurul Sri Hardiyanti Parlindungan, Johannes Prissilia Dwicitta Meykalinda Purnama Salura Putra Adytia Rachmatillah, Fadlina Rahima Dheta Yaistrina Rahmi Ariani Salam Ramadhani Puspa Pratami Putri Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Ridjal, Abraham Mohammad Rina Sabrina Rinawati P. Handajani Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizka Pramita Kusumawardhani Rizki Nimas Exacti Rizky Amelia Rizky Tirta Putri Supriyadi Rohadatul Aisy Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . San Soesanto Santoso, Dian Kartika Satti Wagistina Septiana Hariyani Setyoleksono, Amin Shabrina Maharani Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Sriyanti Andayani Sugiri Kustedja Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Surjono Surjono Syaiful Anam Thomas Kurniawan Dima Thomas Kurniawan Dima Timang, Vica Vanessa Sesaryo Tri Ajeng Prameswari Tri Kurnia Hadi Muktining Nur Trisno Widodo Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Vica Vanessa Sesaryo Timang Vicky Rizaldi Vivi Sintiasari Wahyuni Eka Sari Wahyuni Eka Sari Widisono, Adrian Winansiha, Erna Wulan Astrini Yanita Ayu Mardlatillah Yazid Dwi Putra Noerhadi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Yussi Oktarisa Zulkifli H. Achmad, Zulkifli H.