Claim Missing Document
Check
Articles

Sambungan dan Material Konstruksi Bangunan Tradisional Uma Jompa di Desa Maria, Kabupaten Bima Tsalats Falaqie Chandra No Hikari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.068 KB)

Abstract

Uma Jompa yang berada di Kabupaten Bima keberadaannya semakin sedikit. Bangunan yang memiliki peran penting dalam masyarakat Bima ini berfungsi sebagai lumbung padi, keberadaannya diketahui telah ada sebelum Islam datang ke Sumbawa (1620 M). Uma Jompa berada di sekitar gunung api aktif dan patahan kerak bumi yang diketahui berpotensi tinggi adanya gempa. Hal ini menjadi sebuah ketertarikan dalam penelitian yang bertujuan mengkaji bentuk sambungan konstruksi pada Uma Jompa. Selain itu hubungannya juga dengan jenis material yang digunakan dalam pembangunan Uma Jompa yang secara umum menggunakan material kayu. Penggunaan kayu sebagai material bangunan dan teknik sambungan tradisional menggunakan wole (pasak) dan purus-lubang menjadi jawaban dari ketahanan bangunan Uma Jompa. Pemilihan jenis material, cara pemasangan, hingga dimensi konstruksi dengan ukuran bangunan memiliki kecocokan sehingga bangunan dapat berdiri hingga ratusan tahun lamanya. Lokasi penelitian berada di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.Kata kunci: Uma Jompa, Sambungan Tradisional, Material Konstruksi, Konstruksi Tradisional, Konstruksi Kayu, Arsitektur Nusantara
Komposisi Fasad Masjid Al Mubarok di Nganjuk Mohammad Bahrun Nidzom; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.78 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi komposisi fasadbangunan masjid al Mubarok yang meliputi komposisi pada fasad dan komposisielemen pada fasad. Metode analisis yang digunakan adalah metode diskriptifkualitataif, dengan menggambarkan dan menganalisis variabel-variabel tentangkomposisi fasad dan komposisi elemen-elemen fasad dengan sub variabel prinsipkomposisi. Hasil temuan menunjukkan bahwa adanya perbedaan komposisi padafasad bangunan yang terbagi menjadi tiga periode. Pembagian bangunan ini sesuaidengan periode pendirian bangunan masjid yang dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: tahap pertama pada tahun 1830, tahap kedua dibangun beberapa tahun setelahtahap pertama, dan tahap ketiga pada tahun 2014. Hasil yang didapatkan padakomposisi fasad memiliki keseimbangan simetri; iramanya ada yang statis dan jugadinamis; skalanya intim pada periode kesatu, skala normal pada periode kedua; danskala monumental pada periode ketiga; proporsinya tidak didapatkan menggunakanprinsip Golden Sectian; kesatuan yang dihasilkan berbeda-beda; dan urutan padamasjid al Mubarok formal dengan urutan dari monumental menuju normal,kemudian menuju intim.Pada komposisi elemen fasad menggunakan variabel yangada pada elemen fasad, yaitu: atap, dinding, jendela dan pintu dengan subvariabelprinsip komposisi yang terdiri dari: keseimbangan, irama, point of interest dankesatuan.Kata kunci : Komposisi, fasad, masjid al Mubarok
Sumbu Pola Ruang Dalam Rumah Tinggal Di Kawasan Pecinan Kota Batu Maharani Puspitasari; Antariksa Antariksa; Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.932 KB)

Abstract

Kawasan Pecinan yang hampir terdapat pada semua kota di Indonesia memiliki fungsi sebagai kawasan perdagangan dan permukiman. Salah satu kota yang memiliki Kawasan Pecinan adalah Kota Batu. Sebagian bangunan pada kawasan ini merupakan peninggalan Kolonial Belanda dan sebagian bangunannya merupakan rumah yang dibangun oleh orang Tionghoa pada masa Kolonial Belanda. Bangunan rumah Kolonial dan rumah Tionghoa memiliki prinsip dan elemen pembentuk ruang yang sama yaitu sumbu pola ruang dalam. Tujuan studi ini mendeskripsikan dan menggambarkan sumbu pola ruang dalam rumah tinggal di Kawasan Pecinan Kota Batu. Studi dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan hasil studi yang menunjukkan adanya sumbu pola ruang dalam yang mempengaruhi pola ruang dalam bangunan. Sumbu pola ruang dalam memiliki keterkaitan dengan beberapa aspek pola ruang dalam seperti orientasi bangunan, fungsi ruang, organisasi ruang, zonasi ruang dan sirkulasi.Kata Kunci: sumbu pola ruang dalam, pola ruang, rumah tinggal, Kawasan Pecinan
Pola Tata Ruang Dalam Rumah Tinggal di Desa Dero Kab. Ngawi Dewi Ristya Ayu; antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tradisional yang tertersebar di Indonesia banyak dan beragam. Salah satunya pada daerah Kabupaten Ngawi. Kabupaten Ngawi terletak pada perbatasan antara Jawa tengah dan Jawa Timur sehingga kebiasaan dan kebudayaan pada daerah ini perpaduan antara kedua daerah tersebut. Karena kondisi tanah yang sering bergeser, rumah-rumah di daerah ini menggunakan struktur bongkar pasang. Rumah pada daerah ini memiliki beberapa jenis berdasarkan ukuran. Ukuran dari rumah itu sendiri bergantung dari kebutuhan dan kemampuan dari pemilik rumah itu sendiri. Terdapat empat kelompok besar yang membagi rumah-rumah tersebut. Rumah yang diteliti memiliki kesamaan dan perbedaan. Kesamaan dan perbedaan tersebut menjadi data yang membantu untuk mengambil kesimpulan. Keempat kelompok besar tersebut diringkas berdasarkan variabel dan sub-variabel yang sudah ditentukan sehingga pada akhirnya muncul secara umum pola tata ruang dalam dari rumah tradisional jawa yang terletak pada Desa Dero, Kabupaten Ngawi.Kata kunci: pola ruang dalam, rumah tradisional, jawa
Pelestarian Bangunan Kolonial Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua Jakarta Bayu Nugroho Putra; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.047 KB)

Abstract

Belanda sebagai salah satu bangsa yang memperkaya keberagaman adat istiadat dan budaya di Indonesia dibawa pada abad ke-16 ke Indonesia memberikan banyak aspek salah satunya adalah bidang Arsitektur. Salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda adalah Museum Fatahillah. Namun perkembangan bangunan modern saat ini semakin pesat beriringan dengan bertumbuhnya perkembangan jaman, hal ini menyebabkan terlupakannya bangunan bersejarah yang memiliki nilai historis dan kultural yang sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter spasial, visual, dan struktural bangunan dan menentukan strategi pelestarian yang tepat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, evaluatif, dan development. Hasil studi menunjukkan bahwa bangunan memiliki organisasi ruang grid dan linier. Hal tersebut ditunjukkan pada susunan ruang-ruang yang membentuk bidang-bidang yang berhadapan dan tertata. Massa bangunan terdiri dari tiga jenis yaitu massa primer yang berfungsi sebagai ruang pameran, massa sekunder sebagai area servis dan kantor, dan massa tersier yaitu pada massa menara. Bagian fasade bangunan memiliki pengaruh gaya Neo Klasik dan Barok Klasik yang pesat berkembang pada era awal abad ke-17. Sementara karakter sturktural Museum Fatahillah mempunyai struktur dinding pemikul pada bagian badan bangunan karena pada saat itu belum ditemukan konstruksi kolom-balok beton. Strategi dan arahan pelestarian bangunan Museum Fatahillah terbagi menjadi tindakan preservasi (74 elemen), konservasi (12 elemen), rehabilitasi (4 elemen).Kata kunci: Pelestarian, bangunan kolonial, karakter spasial, karakter visual, karakter struktural
Konstruksi Rumah Pandhapa di Desa Aeng Tong-Tong Kabupaten Sumenep, Madura Eka Putri Nurul Choiroti; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.835 KB)

Abstract

Arsitektur rumah tradisional Madura merupakan salah satu kebudayaan yang terdapat di Indonesia. Arsitektur.rumah tradisional merupakan.wujud paling nyata dari kebudayaan yang terdapat di pulau Madura. Rumah tradisional Madura memiliki keunikan-keunikan, salah satu keunikannya terlihat pada konstruksi rumahnya. Rumah tradisional Madura khususnya yang terdapat di daerah Sumenep disebut dengan rumah pandhapa, yaitu rumah yang awalnya merupakan sebuah pendopo dan berubah fungsi menjadi rumah tinggal. Rumah pandhapa ini merupakan rumah yang memiliki perbedaan bentuk dan konstruksinya dibandingkan dengan rumah tradisional Madura di daerah lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi konstruksi bangunan yang digunakan pada rumah pandhapa yang terdapat di Desa Aeng Tong-Tong Kabupaten Sumenep Madura. Artikel ini menggunakan deskriptif analisis, dengan cara memaparkan berbagai data yang berkaitan dengan konstruksi rumah pandhapa, kemudian menganalisis berdasarkan bagian konstrusinya. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi terbagi atas tiga bagian yaitu konstruksi bawah yang terdiri dari pondasi dan lantai, konstruksi tengah yang terdiri dari kolom, balok,dinding dan konstruksi atas yang terdiri dari konstruksi atap. Karakteristik konstrusi terdiri atas bahan yang digunakan, konstruksi yang digunakan dan macam-macam sambungannya. Simpulan bahwa arsitektur rumah pandhapa di Sumenep Madura mempunyai keunikan dilihat dari konstruksinya mulai dari pondasi, kolom, dan rangka atapnya.Kata Kunci: Arsitektur Rakyat, Madura, Konstruksi Rumah Tradisional
Karakter Spasial Bangunan Kantor Bakorwil IV Jatim Pamekasan Yanita Ayu Mardlatillah; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan-bangunan bersejarah kolonial Belanda memiliki nilai historis tinggi, beberapa bangunan kolonial Belanda berada di Kota Karesidenan Pamekasan. Salah satu bangunan Kantor Bakorwil IV Jatim Pamekasan. Bangunan Kantor Bakorwil berada di pusat kota, bangunan bertahan diantara fungsi bangunan-bangunan baru, selain itu sebagai identitas dan pertimbangan perkembangan kota. Karakter spasial bangunan masih dalam kondisi asli/orisinil. Karakter spasial bangunan dipertahankan, agar nilai historis dan keorisinilan bangunan terjaga. Karakter spasial yang ditunjukkan oleh Kantor Bakorwil adalah langgam Indische Empire. Bangunan kantor terdiri dari dua massa bangunan, yaitu bangunan induk dan penunjang kantor. Bangunan induk memiliki bentuk karakter spasial pola ruang simetris, sedangkan bangunan penunjang bentuk pola ruang asimetris. Serambi mengelilingi bangunan Kantor Bakorwil. Metode dalam studi menggunakan metode analisis deskriptif pendekatan analisis kualitatif, yakni mendeskripsikan karakter organisasi dan pola ruang bangunan, sehingga ditemukan kesimpulan karakter spasial bangunan Kantor Bakorwil. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis karakter spasial bangunan.Kata kunci: Karakter spasial, Bangunan Kantor Bakorwil IV Jatim
Komposisi Fasad Bangunan Kompleks Pusat Penelitian Perkebunan Pabrik Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan Dian Novia Putri Wijayanti; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Penelitian Perkebunan Pabrik Gula Indonesia (P3GI) yang berada di Kota Pasuruan merupakan salah satu badan penelitian gula yang merupakan peninggalan pemerintahan Belanda. Lokasi P3GI berada di salah satu kawasan bersejarah Kota Pasuruan. Permasalahan yang terjadi dikarenakan kepemilikan yang berpindah alih dari milih pemerintah, membuat susahnya pengaplikasian Raperda Intensif Tentang Pelestarian Cagar Budaya. Ditunjukkan dengan beberapa rumah dinas P3GI yang sudah diratakan dengan tanah, sehingga perlu adanya peninjauan pada komposisi fasad bangunan agar karakter bangunan tidak hilang. Penelitian ini fokus pada fasad bangunan P3GI yang berumur lebih dari 50 tahun dan kondisi fasad yang masih baik. Rumah dinas yang terpilih berada di sepanjang Jalan Pahlawan, Kota Pasuruan, dan beberapa bangunan yang ada pada Kantor P3GI. Variabel untuk elemen-elemen pembentuk fasad, dibatasi hanya elemen-elemen yang ditemukan pada keseluruhan fasad P3GI. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan survei langsung. Hasil studi menunjukkan karakter dari fasad bangunan masih terlihat, dengan adanya kesinambungan visual fasad antara kantor P3GI dan rumah dinas P3GI. Hasil dari analisis komposisi pada fasad lembaga P3GI yaitu semua elemen penyusun fasad tersusun menjadi kesatuan yang utuh tetapi untuk komposisi fasad pada kantor P3GI dengan rumah dinas P3GI berbeda.Kata kunci: fasad, komposisi
Karakter Spasial Bangunan Gereja Blenduk (GPIB IMMANUEL) Semarang Cyndhy Aisya Tanjungansari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja GPIB Immanuel atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Blenduk dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Letak bangunan Gereja Blenduk berada pada poros kawasan Kota Lama Semarang dan merupakan tetenger kawasan. Terdapat empat pintu untuk masuk kedalam bangunan yang berada pada sisi Utara, Timur, Selatan dan Barat. Karakter spasial pada bangunan gereja simetris karena memiliki bentuk mirip salib. Organisasi ruang pada bangunan merupakan organisasi ruang yang terpusat pada ruang ibadah. Metode yang digunakan dalam studi adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kemudian menganalisis spasial pada bangunan, sehingga ditemukan karakteristik spasial pada bangunan Gereja Blenduk. Studi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter spasial bangunan Gereja Blenduk.Kata kunci: karakter spasial, GPIB Immanuel Semarang
Pelestarian Bangunan Kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok Novia Estin; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.832 KB)

Abstract

Kota Depok merupakan salah satu daerah yang memiliki kaitan erat dengan sejarah masa kolonial Belanda. Bangunan kolonial Belanda di jalan Pemuda Depok memiliki karakter yang khas. Namun lambat laun terjadi penurunan fungsi dan fisik bangunan yang ditandai dengan beberapa bangunan kolonial Belanda yang berubah fungsi bahkan ada beberapa bangunan kolonial Belanda yang dihancurkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual dan karakte spasial bangunan kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok, serta menganalisis dan menentukan strategi pelestarian yang sesuai untuk mempertahankan karakteristik bangunan kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif menggunakan pendekatan dengan tiga metode, yaitu metode deskriptif, metode evaluatif dan metode development. Hasil studi menunjukan elemen-elemen visual dan spasial yang masih asli banyak ditemukan pada kelompok kategori bangunan A dan B, sedangkan kelompok kategori bangunan C dan D telah mengalami beberapa perubahan. Pada kategori C perubahan terjadi pada elemen eksterior dan elemen interior, sedangkan pada ketegori D perubahan didominasi pada elemen interior. Arahan pelestarian pada bangunan kolonial di Jalan Pemuda Depok, diklasifikasikan ke dalam tiga kelas elemen-elemen bangunan potensial, yaitu potensial tinggi, potensial sedang dan potensial rendah, kemudian dari tiga tingkatan potensial tersebut ditentukan strategi pelestarian yang sesuai dengan kondisi masing-masing elemen bangunan tersebut.Kata Kunci: pelestarian bangunan, bangunan kolonial, karakter visual, karakter spasial
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham Mohammad Ridjal Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adhiya Harisanti Fitriya Adibah Khairunnisa Marwa Agung Dewangga Achmad Agung Murti Nugroho Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Agustina Putri Ceria Agustinha Risdyaningsih Alfin Achlamiyatus Samiyah Alifah Laily Kurniati Allafa Aryati Allafa Aryati, Allafa Amin Setyo Leksnono, Amin Setyo Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andri Satrio Pratomo Anisa Riyanto Ari Suprihatin Arief Rachmansyah Aryanti Dewi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Bayu Nugroho Putra Budi Santosa Budi Santosa Cendika, Nauval Risla Chairil Budiarto Amiuza Chairinnisa Zakira Noer Ananda Christabel Annora P. Parung Christia Meidiana Cyndhy Aisya Tanjungansari Damayanti Asikin Dendi Sigit Wahyudi Dendi Sigit Wahyudi Dewa Gde Agung Wibawa Dewi Ristya Ayu Dewi, Oktavia Altika Dhinda Ayu Dhinda Ayu Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Novia Putri Wijayanti Dianing Primanita Ayuninggar Dianing Primanita Ayuninggar Dion Farhan Harun Efrina Amalia Ridwan Eka Putri Nurul Choiroti Ema Yunita Titisari Endratno Budi S Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erna Winansih Fadillah Putra Failasuf Herman Hendra Faisal Bahar Farah Ahlamia Wardi Faridatus Saadah Farisa Sabila Farisa Sabila Frisa Rizienta Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Gevi Vembrista Nirwana P Gobang, Ambrosius A.K.S. Gunawan Prayitno Hana Ayu Pettricia Hana Ayu Pettricia Hendra, F H Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Ismu Rini Dwi Ari Ismu Rini Dwi Ari Isnawan Farid Jenny Ernawati Jenny Ernawati Johanes Parlindungan Joko Triwinarto Santoso Kartika Eka Sari Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lalu Iman Novian Wahyudi Leksono, A S Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Luchman Hakim M. Ruslin Anwar Maharani Puspitasari Marinda Noor Fajrina Maulana Abdullah Maulana Reddy Firmansyah Maulanissa Rachmani Megantara, Elriesta Mike Yuanita Mike Yuanita Miryanti Putri Budiandari Mochammad Naruseito Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muammar Ardli Hafiid, Muammar Ardli Muhammad Faisol Muhammad Gardian Novandri Mustivia Mustivia Nada Cholid Zubaidi Ni Ketut Irma Pradnyasari Nindya Sari Novalinda Puspitasari Novesty Noor Azizu Novia Estin Noviani Suryasari Nugroho, A M Nur Fauziah Nur Fauziah Nurin Aldina nurjanah ratnaningrum Nurul Hidayah Nurul Sri Hardiyanti Parlindungan, Johannes Prissilia Dwicitta Meykalinda Purnama Salura Putra Adytia Rachmatillah, Fadlina Rahima Dheta Yaistrina Rahmi Ariani Salam Ramadhani Puspa Pratami Putri Ratnaningrum, Nurjanah Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Ridjal, Abraham Mohammad Rina Sabrina Rinawati P. Handajani Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizka Pramita Kusumawardhani Rizki Nimas Exacti Rizky Amelia Rizky Tirta Putri Supriyadi Rohadatul Aisy Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . San Soesanto Santoso, Dian Kartika Satti Wagistina Septiana Hariyani Setyoleksono, Amin Shabrina Maharani Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Sriyanti Andayani Sugiri Kustedja Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Surjono Surjono Thomas Kurniawan Dima Thomas Kurniawan Dima Timang, Vica Vanessa Sesaryo Tri Ajeng Prameswari Tri Kurnia Hadi Muktining Nur Trisno Widodo Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Vica Vanessa Sesaryo Timang Vicky Rizaldi Vivi Sintiasari Wahyuni Eka Sari Wahyuni Eka Sari Widisono, Adrian Winansiha, Erna Wulan Astrini Yanita Ayu Mardlatillah Yazid Dwi Putra Noerhadi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Yussi Oktarisa Zulkifli H. Achmad, Zulkifli H.