Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Ruang Pura Kahyangan Jawa Timur dan Bali Berdasarkan Susunan Kosmos Tri Angga dan Tri Hita Karana Maulana Reddy Firmansyah; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.429 KB)

Abstract

Pura Kahyangan merupakan pura besar yang bersifat universal dalam artian pura tersebut diperuntukkan untuk seluruh umat Hindu tanpa batasan status. Bangunan pura beserta konsep pola ruangnya pertama kali diperkenalkan oleh salah satu pemuka agama bernama Mpu Kuturan di Bali yang disempurnakan oleh Dang Hyang Nirartha, kemudian konsep pola ruang bangunan pura tersebut disebarkan hingga tanah Jawa. Perkembangan konsep pembangunan pura di Jawa tentu mengalami penyesuaian terhadap kondisi lingkungan setempat baik secara fisik (geografis) maupun nonfisik (sosial-budaya). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan konsep pola ruang pura pada masing-masing wilayah dengan cara penyandingan unsur pembentuk pola ruang tradisional berdasarkan susunan kosmos Tri Angga dan Tri Hita Karana.Kata kunci: Pola ruang, pura kahyangan, Tri Angga, Tri Hita Karana
POLA RUANG DALAM BANGUNAN RUMAH GADANG DI KAWASAN ALAM SURAMBI SUNGAI PAGU – SUMATERA BARAT Maulana Abdullah; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.136 KB)

Abstract

Rumah Gadang merupakan salah satu rumah tradisional yang terdapat di Indonesia, terletak di Sumatera Barat. Rumah Gadang merupakan rumah tinggal bagi kaum Minangkabau. Keberadaan Rumah Gadang saat ini masuk dalam kategori terancam karena adanya bencana alam yaitu gempa, karena kawasan yang terdapat Rumah Gadang merupakan daerah pergerakan lempeng bumi pada bagian barat Indonesia. Selain itu, perawatan dan pemeliharaan Rumah Gadang semakin berkurang di berbagai kawasan di Minangkabau. Kawasan Alam Surambi Sungai Pagu merupakan salah satu kawasan yang masih banyak terdapat Rumah Gadang dan memiliki ruang dalam yang asli dengan berbagai bentuk penambahan sesuai dengan kebutuhan penghuninya. Kawasan ini juga disebut sebagai Nagari Saribu Rumah Gadang yang terletak di Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini fokus pada permasalahan pola ruang dalam bangunan Rumah Gadangdi kawasan Alam Surambi Sungai Pagu yang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode deskriptif dengan survei langsung ke lapangan, objek penelitian berupa Rumah Gadang yang difungsikan sebagai rumah tinggal dan tempat kegiatan adat. Hasil studi menunjukkan susunan-susunan ruang dalam bangunan Rumah Gadang dari berbagai jenis klasifikasi yang telah dibagi berdasarkan pola ruang dalam yang terdapat di kawasan tersebut.Kata kunci: Rumah Gadang, rumah tradisional, pola ruang dalam
Karakter Spasial Bangunan Utama Kompleks Asrama Korem 081/DSJ Madiun (EKS MIDDELBARE BOSCHBOUWSCHOOL TE MADIOEN) Rizki Nimas Exacti; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang masih ada saat ini banyak mengalami kemunduran. Kurangnya kepedulian dan rasa memiliki dari masyarakat adalah penyebab utama tidak terpelihara bahkan kerusakan bangunan bersejarah. Kompleks Asrama Korem 081/DSJ terdiri dari bangunan- bangunan yang sudah mengalami banyak perubahan akibat dari berubahnya fungsi utama dari kompleks bangunan itu sendiri. Tujuan studi ini mengetahui karakter spasial bangunan utama kompleks Asrama Korem 081/DSJ Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan mendeskripsikan dan menganalisis elemen-elemen pembentuk karakter spasial bangunan. Pada awalnya bangunan utama pada kompleks Asrama Korem memiliki denah yang simetris, seimbang antara sisi barat dan timur bangunan. Berorganisasi ruang linier dan bersirkulasi grid. Bangunan berorientasi menghadap ke arah Utara dan Jalan Raya Diponegoro, dan mempunyai teras bangunan keliling dan selasar yang menghubungkan bangunan utama dengan bangunan lainnya.Kata Kunci : Karakter spasial, bangunan kolonial Belanda
Ruang Transisi pada Ruang Tinggal Suku Tengger Desa Ngadas Mochammad Naruseito; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.002 KB)

Abstract

Desa Ngadas merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah KecamatanPoncokusumo, Kabupaten Malang. Desa ini merupakan satu-satunya desa SukuTengger yang berada di Kabupaten Malang. Pada kelompok rumah di Desa Ngadas,terbentuk suatu pola ruang kekerabatan dalam membangun rumah mereka padasatu lahan petak yang menunjukkan hubungan kekerabatan yang kuat. Antar rumahdiberikan jarak yang kemudian menjadi ruang transisi. Tujuan dari studi ini adalahuntuk mengetahui ruang transisi yang terbentuk pada pola ruang rumah tinggalDesa Ngadas dari segi fisik dan non-fisiknya. Metode yang digunakan adalahdeskriptif-kualitatif dengan melakukan observasi lapangan. Kemudian objek amatandianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif dalam bentuk pembahasan mengenairuang transisi. Ditemukannya tata cara bertani yang baru, menyebabkanpertambahan fungsi ruang transisi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Selain itu,aktivitas pada ruang transisi juga memperlihatkan tingginya mobilitas penghunirumah dalam penggunaan antar ruang. Tingginya perpindahan penggunaan ruangdari satu rumah ke rumah yang lain menunjukkan kebutuhan ruang transisi sangatdiperlukan oleh masyarakat Desa Ngadas. Kebutuhan masyarakat Desa Ngadas akanmobilitas yang tinggi serta adat-istiadat yang telah turun-temurun diwariskanmenjadi faktor utama dalam terbentuknya ruang transisi.Kata kunci: ruang, transisi, kekerabatan, mobilitas
Pelestarian Bangunan Gedung Pelayanan Perizinan Terpadu JATIM (EKS SOERABAIASCH HANDELSBLAD) Lina Mardiani; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda di Surabaya adalah Gedung Pelayanan Perizinan Terpadu Jatim (P2T). Pada beberapa bagian bangunan terdapat beberapa perubahan akibat dari pergantian fungsi yang dilakukan pada bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter spasial, visual, dan struktural bangunan dan menentukan strategi pelestarian yang tepat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, evaluatif, dan developmen. Hasil studi menunjukkan bahwa bangunan memiliki pola yang simetris yang terdiri dari ruang-ruang yang tersusun dengan pola grid dan linier. Pada segi visual, fasade bangunan memiiki pengaruh dari aliran arsitektur Art Nouveau dan Art and Craft. Hal tersebut salah satunya ditunjukkan pada banyaknya elemen-elemen yang menggunakan ornamen stained glass seperti pada pintu, jendela, dan gevel. Percampuran dengan budaya lokal juga ditunjukkan pada bentuk pintu dan atap yang menyesuaikan iklim tropis serta adanya tambahan ornamen pada lisplang atap yang dipengaruhi budaya Melayu. Struktur bangunan yang masih dipertahankan adalah struktur dinding penopang dan struktur kolom. Terdapat 22 elemen dengan kategori potensial tinggi, 7 elemen potensial sedang, dan 5 elemen potensial rendah.Kata kunci: Pelestarian, bangunan kolonial, karakter spasial, karakter visual, karakter struktural
Karakter Visual Bangunan Utama Kompleks Asrama Inggrisan Kota Banyuwangi Agustinha Risdyaningsih; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.016 KB)

Abstract

Karakter visual merupakan bagian yang dapat dilihat langsung pada bangunan. Studi ini bertujuaan untuk mengetahui karakter visual pada bangunan utama kompleks Asrama Inggrisan di kota Banyuwangi yang merupakan bangunan bersejarah yang saat digunakan Inggris berfungsi sebagai Lodge atau tempat penginapan dan kemudian digunakan juga sebagai barak prajurit. Dalam studi ini, digunakan metode deskriptif-analitis. Variabel yang digunakan adalah elemen visual bangunan yang meliputi bentuk denah, jendela, ventilasi, pintu, lantai, dinding, atap, kolom, kolong bangunan dan fasade. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa bangunan utama kompleks Asrama Inggrisan memiliki bentuk denah simetris yang dibentuk dari geometri sederhana tanpa ada elemen lengkung. Bangunan didominasi dengan pintu yang pada bangunan utama memiliki ukuran yang besar dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan pada bangunan pendukung. Bangunan yang berbentuk panggung menciptakan ruang pada bagian bawahnya (kolong bangunan) dan bangunan disokong oleh kolom yang berperan seperti umpak. Fasade bangunan didominasi dengan atap bangunan yang besar dan banyak terjadi pengulangan pada kolom dan bukaan lengkung pada kolong bangunan yang memberikan kesan kokoh pada bangunan ini.Kata kunci: karakter, visual, kolonial
Tipologi Wajah Bangunan Rumah Kuno di Desa Sempalwadak Kabupaten Malang Vivi Sintiasari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang merupakan salah satu peninggalan arsitektur yang memiliki nilai sejarah dan budaya di wilayah Kota Malang. Wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak memiliki karakteristik dan merupakan bagian penting bangunan karena dapat merepresentasikan citra bangunan, budaya pemilik rumah dan gaya bangunan pada masa tahun pembangunannya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang dengan metode analisis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan tipologi. Hasil studi menemukan bahwa wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang dapat ditipologikan berdasarkan elemen kepala/atap bangunan, badan/dinding bangunan, dan kaki/ lantai bangunan. Pengaruh gaya kolonial dapat ditemukan pada seluruh elemen wajah bangunan, khususnya pada bangunan yang dibangun pada tahun 1950-an. Karakteristik elemen arsitektural pada wajah bangunan dipengaruhi oleh aspek keamanan bangunan, estetika bangunan, dan penyesuaian bangunan terhadap iklim setempat.Kata kunci: tipologi, wajah bangunan, rumah kuno
Pelestarian Bangunan Stasiun Kereta Api Kediri Yussi Oktarisa; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.949 KB)

Abstract

Stasiun kereta api Kediri memiliki nilai historis yang kuat. Bentuk bangunan yangbergaya Indische empire ini memiliki karater yang dapat merekam jejak sejarah.Sejarah masa lampau yang menjadikan kota kediri sebagai kota karisedanan karenaadanya infrastruktur transportasi yang maju. Peranan bangunan stasiun Kereta apiKediri ini patut dipertahankan dan diarahkan ke upaya pelestarian. Metode yangdipakai adalah analisis kulitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif denganmenganalisis karakter arsitektural. Karakter arsitektural ini kemudian diarahkan kemetode evaluative dengan penilaian makna kultural. Hasil dari metode evaluativetersebut, karakter arsitektural dikembangkan ke arahan dan upaya pelestariandengan potensial tinggi, sedang dan rendah. Potensial tinggi diarahkan kepreservasi dan konservasi. Potensial sedang diarahkan ke konservasi danrehabilitasi. Potensial rendah diarahkan ke rehabilitasi.Kata Kunci: Stasiun Kediri, Pelestarian, Bangunan Kolonial Belanda
Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Jember Prissilia Dwicitta Meykalinda; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.327 KB)

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk melakukan identifikasi dan analisis terhadap karakter visual setiap elemen pembentuk bangunan Stasiun Jember. Studi ini dilakukan karena tampilan visual pada Stasiun Jember mencitrakan karakter arsitektur Kolonial yang menonjol pada koridor Jalan Wijaya Kusuma. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk melakukan deskripsi mengenai elemen pembentuk bangunan serta komposisi visual bangunan, agar dapat diketahui bagaimana karakter visualnya. Bangunan Stasiun Jember secara visual menekankan pada bentuk massa yang memanjang, sehingga didominasi oleh komposisi bidang-bidang horizontal. Dominasi tersebut diseimbangkan dengan adanya komposisi bidang vertikal, lengkung, dan diagonal yang terdapat pada elemen pintu, jendela, dan dinding gevel. Fasade bangunan menampilkan elemen kayu asli Kolonial melalui bidang-bidang bukaan dan kolom dengan bentuk yang sederhana dan minim penggunaan ornamen.Kata kunci: Karakter visual, fasade, ruang dalam, bangunan Kolonial
Pola Ruang Bersama pada Permukiman Madura Medalungan di Dusun Baran Randugading Ayu Indeswari; Antariksa Antariksa; Galih Widjil Pangarsa; Lisa Dwi Wulandari
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.997 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.4

Abstract

In human social life, social space created. The kind of social space divided based on its characteristic. Communal space is a part of traditional Nusantara architecture that also means as social spac. It symbolized togetherness. In Madura community, tanean is communal space that has specific meaning. When they migrated to another land, they brought their dwelling tradition to the new land they have occupied. They called Madura Medalungan. One of the land occupied by Madura Medalungan is Baran Randugading, Malang. With the difference environment and culture setting, they adapt their communalspace with the new condition. The new models of communal space of Madura Medalungan society in Baran Randugading need to be studied. The result of the study showed that tanean, terrace or emper, front room or balai, traditional kitchen, langgar, and inter-space between house, were the most frequent used as communal space. In adition, mosque, village street, warung or shop, became communal space in accidental moment.Key words : Shared space, model, Madura Medalungan
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham Mohammad Ridjal Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adhiya Harisanti Fitriya Adibah Khairunnisa Marwa Agung Dewangga Achmad Agung Murti Nugroho Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Agustina Putri Ceria Agustinha Risdyaningsih Akbar, Hidayatul Alfin Achlamiyatus Samiyah Alifah Laily Kurniati Allafa Aryati Allafa Aryati, Allafa Amin Setyo Leksnono, Amin Setyo Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andi Kurniawan Andri Satrio Pratomo Anisa Riyanto Ari Suprihatin Arief Rachmansyah Aryanti Dewi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Bayu Nugroho Putra Budi Santosa Budi Santosa Bukhori, Hilmi Aziz Cendika, Nauval Risla Chairil Budiarto Amiuza Chairinnisa Zakira Noer Ananda Christabel Annora P. Parung Christia Meidiana Cyndhy Aisya Tanjungansari Damayanti Asikin Dendi Sigit Wahyudi Dewa Gde Agung Wibawa Dewi Ristya Ayu Dewi, Oktavia Altika Dhinda Ayu Dhinda Ayu Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Novia Putri Wijayanti Dianing Primanita Ayuninggar Dianing Primanita Ayuninggar Dion Farhan Harun Efrina Amalia Ridwan Eka Putri Nurul Choiroti Ema Yunita Titisari Endratno Budi S Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erna Winansih Fadillah Putra Failasuf Herman Hendra Faisal Bahar Farah Ahlamia Wardi Faridatus Saadah Farisa Sabila Farisa Sabila Frisa Rizienta Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Gevi Vembrista Nirwana P Gobang, Ambrosius A.K.S. Gunawan Prayitno Hana Ayu Pettricia Hana Ayu Pettricia Hendra, F H Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Indah Yanti Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Ismu Rini Dwi Ari Ismu Rini Dwi Ari Isnawan Farid Jenny Ernawati Jenny Ernawati Johanes Parlindungan Joko Triwinarto Santoso Kartika Eka Sari Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lalu Iman Novian Wahyudi Leksono, A S Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Luchman Hakim M. Ruslin Anwar Maharani Puspitasari Marinda Noor Fajrina Noviana Putri Marjono Marjono Maulana Abdullah Maulana Reddy Firmansyah Maulanissa Rachmani Megantara, Elriesta Mike Yuanita Mike Yuanita Miryanti Putri Budiandari Mochammad Naruseito Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muammar Ardli Hafiid, Muammar Ardli Muhammad Agung Bahroni Muhammad Faisol Muhammad Gardian Novandri Mustivia Mustivia Nada Cholid Zubaidi Ni Ketut Irma Pradnyasari Nindya Sari Novalinda Puspitasari Novesty Noor Azizu Novia Estin Noviani Suryasari Nugroho, A M Nur Fauziah Nur Fauziah Nurin Aldina nurjanah ratnaningrum Nurul Hidayah Nurul Sri Hardiyanti Parlindungan, Johannes Prissilia Dwicitta Meykalinda Purnama Salura Putra Adytia Rachmatillah, Fadlina Rahima Dheta Yaistrina Rahmi Ariani Salam Ramadhani Puspa Pratami Putri Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Ridjal, Abraham Mohammad Rina Sabrina Rinawati P. Handajani Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizka Pramita Kusumawardhani Rizki Nimas Exacti Rizky Amelia Rizky Tirta Putri Supriyadi Rohadatul Aisy Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . San Soesanto Santoso, Dian Kartika Satti Wagistina Septiana Hariyani Setyoleksono, Amin Shabrina Maharani Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Sriyanti Andayani Sugiri Kustedja Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Surjono Surjono Syaiful Anam Thomas Kurniawan Dima Thomas Kurniawan Dima Timang, Vica Vanessa Sesaryo Tri Ajeng Prameswari Tri Kurnia Hadi Muktining Nur Trisno Widodo Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Vica Vanessa Sesaryo Timang Vicky Rizaldi Vivi Sintiasari Wahyuni Eka Sari Wahyuni Eka Sari Widisono, Adrian Winansiha, Erna Wulan Astrini Yanita Ayu Mardlatillah Yazid Dwi Putra Noerhadi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Yussi Oktarisa Zulkifli H. Achmad, Zulkifli H.