Claim Missing Document
Check
Articles

Elemen Arsitektural Rumah Bangsal Di Desa Larangan Luar Pamekasan Madura Intan Kurnia Asmarani; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Larangan Luar memiliki banyak peninggalan arsitektur tradisional Madura yang masih bertahan hingga sekarang, salah satunya adalah rumah bangsal. Rumah bangsal merupakan rumah tradisional Madura yang lahir dari akulturasi budaya Madura, Jawa, Kolonial Belanda, Cina dan mendapat pengaruh dari golongan rakyat dan Kerajaan. Banyaknya faktor yang mempengaruhi rumah bangsal membuat karakter elemen arsitekturalnya berbeda dari rumah tradisional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen arsitektural rumah bangsal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis secara deskriptif dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen arsitektural rumah bangsal terdiri dari lantai, dinding batu bata, dinding kayu, pintu, jendela, kolom batu, kolom kayu dan atap. Karakter penghuni rumah bangsal sebagai orang Madura tercermin pada elemen arsitekturalnya. Faktor budaya Madura, Jawa, Kolonial Belanda dan Cina, kepercayaan dan kondisi iklim mempengaruhi karakter elemen arsitektural rumah bangsal.Kata kunci: Elemen arsitektural, Rumah bangsal, Madura
Karakteristik Spasial dan Visual Balaikota Madiun (Eks Raadhuis Madioen) Vicky Rizaldi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.594 KB)

Abstract

Bangunan pemerintahan Balai Kota Madiun merupakan bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun oleh biro konsultan arsitektur Fermont dan Eduard Cuypers yang proses pembangunannya dimulai pada tahun 1928 dan diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1930. Langgam arsitektur Balai Kota Madiun bercirikan Nieuwe Bouwen yang terinspirasi oleh aliran International Style dan mengadopsi karakter arsitektur lokal. Penelitian ini fokus pada pembahasan mengenai karakteristik spasial dan karakteristik visual. Dari segi spasial, denah bangunan terdiri dari keseimbangan asimetris yang didominasi oleh bentukan geometri sederhana, court sebagai elemen bentukan void ditempatkan di tengah bangunan Keunikan dari karakteristik visual ditunjukkan melalui peletakan tower dekat pintu masuk utama, peletakan portico di depan porch pintu masuk utama, fasade bangunan yang didominasi warna putih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang fokus pada pendekatan historis dan metode analisis kualitatif yang fokus pada observasi bangunan.Kata kunci: Madiun, Balai Kota, karakteristik spasial, karakteristik visual
Pola Ruang Dalam pada Rumah Tinggal Tradisional Jawa di Desa Brayut, Yogyakarta Marinda Noor Fajrina; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.221 KB)

Abstract

Rumah Tinggal tradisional Jawa merupakan salah satu rumah tinggal tradisional di Indonesia khusunya yang terletak di Yogyakarta. Pola ruang dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa, adalah sebuah pembahasan penting dalam keseluruhan bahan yang dapat diteliti pada rumah tinggal tradisional Jawa. Pembagian katagori bangunan pada rumah tinggal tradisional Jawa menjadi rumah tipe Joglo, Limasan dan Kampung dipengaruhi oleh pola ruang bangunanya yang memiliki makna serta simbol tertentu. Salah satu lokasi yang memiliki tiga tipe rumah tinggal tradisional Jawa adalah Desa Brayut. Desa Brayut adalah desa yang dicanangkan menjadi desa wisata yang menjual kearifan lokal berupa rumah tinggal tradisionalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pola ruang dalam yang tercipta pada rumah tinggal tradisional Jawa yang ada di desa tersebut dengan faktor yang memepengaruhi terbentuknya serta perubahan yang terjadi pada pola ruang dalam rumah tinggal tradisional Jawa. Metode yang diggunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan studi kasus rumah tinggal tradisional Jawa ayang ada di Desa Brayut yang dianalisis berdasarkan pada fungsi, zonasi, orientasi mikrokosmos, orientasi mezokosmos, hirarki linier, hirarki oposisi binair, dan elemen pembentuk ruangnya. Ketujuh aspek tersebut saling terkait dalam pembentukan pola rung dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa. Hasil dari studi ini menjukan susunan ruang pada rumah tingal tradisional jawa sesuai dengan klasifikasi pola ruang dalam pada kawasan tersebit.Kata kunci : Pola ruang dalam, rumah tinggal tradisional Jawa, Brayut Yogyakarta
Karakteristik Spasial Bangunan Gereja Immanuel Jakarta Muhammad Gardian Novandri; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.838 KB)

Abstract

Gereja Immanuel Jakarta didirikan pada tahun 1839 dan merupakan salah satu dari gereja tertua yang masih ada di DKI Jakarta. Gereja tersebut merupakan salah satu dari 134 buah cagar budaya yang ada di DKI Jakarta. Seiring perkembangan zaman, terdapat perubahan fungsi ruang dan penambahan ruang pada bangunan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik spasial pada bangunan Gereja Immanuel Jakarta. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode analisis deksriptif. Orientasi bangunan menghadap ke arah barat. Fungsi ruang dengan hirarki paling tinggi terdapat pada ruang ibadah. Ruang ibadah menghubungkan setiap ruang yang ada pada bangunan Gereja Immanuel Jakarta. Organisasi ruang yang terbentuk pada bangunan tersebut adalah organisasi ruang memusat kearah ruang ibadah. Sirkulasi ruang utama yang terbentuk adalah sirkulasi ruang radial dengan ruang ibadah sebagai pusat nya. Orientasi ruang menurut bukaan besar berorientasi ke arah ruang ibadah dan luar bangunan.Kata kunci: Karakteristik spasial, bangunan kolonial Belanda, bangunan gereja
Pelestarian Bangunan Kolonial Belanda Kantor Gubernur Jawa Timur (Gouverneur Kantoor Van Oost Java) Tri Ajeng Prameswari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.01 KB)

Abstract

Surabaya memiliki banyak bangunan peninggalan Belanda yang bersejarah, salah satunya adalah Kantor Gubernur Jawa Timur. Kantor ini memiliki keunikan pada karakter spasial dan visualnya sehingga perlu ditinjau untuk mengetahui arahan pelestarian agar keaslian pada bangunan tetap terjaga. Keunikan karakter visual pada banguan ini terlihat pada atap bangunannya yang datar, memiliki menara jam yang memiliki hiasan pada puncaknya berupa tiang emas dan cat warna putih yang mendominasi pada bangunan ini. Keunikan pada karakter spasialnya adalah bangunan ini merupakan satu-satunya bangunan dengan orientasi pada bagian utara berbatasan dengan viaduct dan sebelah barat berbatasan dengan alun-alun tugu pahlawan yang dulunya adalah gedung pengadilan Paleis Van Justitie. Pelestarian yang ada pada bangunan ini dibagi menjadi tiga potensi yakni potensi tinggi, sedang dan rendah. Untuk elemen rendah dengan teknik preservasi terdiri dari 26 elemen bangunan. Elemen-elemen dengan potensial sedang diarahkan ke teknik pelestarian rehabilitiasi-konservasi terdiri dari 47 elemen. Elemen- elemen dengan potensial rendah terdiri dari 7 elemen diarahkan ke teknik pelestarian rehabilitasi.Kata kunci : pelestarian, bangunan kolonial, surabaya
Komponen pada Elemen Fasade Masjid Agung Jami' Malang Periode 1910, 1940, dan 2016 Rizka Pramita Kusumawardhani; Noviani Suryasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.926 KB)

Abstract

Masjid Agung Jami’ Malang merupakan masjid bersejarah dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang. Dalam perkembangannya, masjid ini telah mengalami banyak perubahan. Pada periode 1910, 1940, dan 2016, fasade Masjid Agung Jami’ Malang mengalami penambahan dalam elemen-elemennya. Di setiap elemen-elemen fasade ini terdapat komponen-komponen yang menyusunnya. Sebagai bangunan bersejerah, maka komponen fasade yang menyusun elemen fasade, ada yang tetap dan ada yang mengalami perubahan, baik berkurang maupun bertambah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dan perubahan komponen pada elemen fasade Masjid Agung Jami’ Malang periode 1910, 1940, dan 2016. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada elemen-elemen fasade Masjid Agung Jami’ Malang hanya mengalami penambahan, namun pada komponen-komponennya ada yang mengalami penambahan dan pengurangan. Salah satu faktor perubahan ini ialah pertambahan waktu. Semakin bertambahnya waktu, perubahan yang terjadi pada komponen dan elemen fasade juga semakin bertambah.Kata kunci: arsitektur, elemen fasade, komponen fasade, Masjid Agung Jami’ Malang
Morfologi Ruang Dalam Rumah Tinggal Perumahan Kamaran di Kawasan Pabrik Gula Semboro Khoirul Hidayat; Abraham Mohammad Ridjal; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.776 KB)

Abstract

Arsitektur kolonial merupakan penanda jaman dan menjadi jiwa bagi keberlangsungankehidupan berarsitektur, memiliki keistimewaan tersendiri baik dari wujud maupun nilaisejarahnya. Arsitektur kolonial adalah langgam arsitektur yang berkembang selama masapendudukan bangsa Belanda di tanah air yang lahir melalui karya arsitek-arsitek bangsa Belanda.Beberapa peninggalan arsitektur kolonial di Indonesia antara lain berupa bangunan, kawasan/lingkungan. Salah satunya adalah perumahan kamaran yang berada di kawasan pabrik gulaSemboro. Kurang tingginya apresiasi masyarakat terhadap keberadaan bangunan bersejarah(bangunan kolonial), sehingga kondisi dari Perumahan Kamaran kini sudah mengalamiperubahan, terlebih pada bentuk ruang dalam. Pada penelitian ini pembahasan akan difokuskantentang identifikasi morfologi ruang dalam rumah tinggal kolonial pada Perunmahan Kamaranyang berada di Kawasan Pabrik Gula Semboro sebagai obyek penelitian. Fokus pembahasandalam penelitian ini, adalah mengenai salah satu bagian yang terpenting dalam arsitektur, yaknimorfologi/ bentuk ruang dalam bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisismorfologi secara spasial, visual, dan struktural ruang dalam berdasarkan perubahan yang terjadipada bangunan. Metode yang yang digunakan adalah deskriptif-analisis, sifat penelitian adalahpenelitian kualitatif. Hasilnya adalah analisis pembahasan dan tabulasi perkembangan morfologirumah tinggal Perumahan Kamaran sebagai esensi pedoman bentuk arsitektur rumah tinggalpada masa kolonial yang akan memberikan kontribusi terhadap keilmuan arsitektur nusantara.Kata kunci: Morfologi, ruang dalam, rumah tinggal (Perumahan Kamaran),
Pola Ruang Dalam Banua Tongkonan dan Banua Barung-Barung di Dusun Tonga, Kelurahan Panta'nakan Lolo, Toraja Utara Christabel Annora P. Parung; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Tradisional Toraja merupakan salah satu rumah tradisional yang terdapat di Indonesia, dan letaknya di Toraja, Sulawesi Selatan. Rumah tradisional Toraja ini sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu Banua Tongkonan dan Banua Barung-barung. Banua Tongkonan adalah rumah tradisional asli Toraja, dan Barung-barung merupakan rumah tambahan di samping Tongkonan yang dapat diperhitungkan sebagai rumah tradisional pula karena pola ruang dalamnya yang mengikuti pola ruang rumah Toraja. Dewasa ini sudah banyak rumah-rumah tradisional Toraja baik di kota maupun di desa yang rusak, tidak terawat, bahkan beberapa sudah tidak dihuni dan tidak berupa sebuah kesatuan yang utuh. Dusun Tonga merupakan dusun di mana rumah-rumah tradisional Toraja masih dihuni dan dirawat oleh para penghuninya dan dusun ini terletak di Kecamatan Kesu, sebuah kawasan yang rumah tradisionalnya masih dilestarikan dan dihuni oleh penghuninya. Penelitian yang dilakukan di Dusun Tonga ini terfokus pada pola ruang dalam yang meliputi susunan ruang, hirarki, transisi, simbol, dan aktivitas ruang di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan survei langsung ke lapangan, dengan objek penelitian yaitu banua Tongkonan dan banua Barung-barung yang terletak di kawasan ini. Hasil studi yang didapatkan menunjukkan susunan ruang dalam pada Banua Tongkonan dan Banua Barung-barung dari beberapa jenis klasifikasi yang telah dibagi berdasarkan pola ruang dalamnya.Kata kunci: Rumah Toraja, banua tongkonan, barung-barung, rumah tradisional, pola ruang dalam
Sambungan dan Material Konstruksi Bangunan Tradisional Uma Jompa di Desa Maria, Kabupaten Bima Tsalats Falaqie Chandra No Hikari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.068 KB)

Abstract

Uma Jompa yang berada di Kabupaten Bima keberadaannya semakin sedikit. Bangunan yang memiliki peran penting dalam masyarakat Bima ini berfungsi sebagai lumbung padi, keberadaannya diketahui telah ada sebelum Islam datang ke Sumbawa (1620 M). Uma Jompa berada di sekitar gunung api aktif dan patahan kerak bumi yang diketahui berpotensi tinggi adanya gempa. Hal ini menjadi sebuah ketertarikan dalam penelitian yang bertujuan mengkaji bentuk sambungan konstruksi pada Uma Jompa. Selain itu hubungannya juga dengan jenis material yang digunakan dalam pembangunan Uma Jompa yang secara umum menggunakan material kayu. Penggunaan kayu sebagai material bangunan dan teknik sambungan tradisional menggunakan wole (pasak) dan purus-lubang menjadi jawaban dari ketahanan bangunan Uma Jompa. Pemilihan jenis material, cara pemasangan, hingga dimensi konstruksi dengan ukuran bangunan memiliki kecocokan sehingga bangunan dapat berdiri hingga ratusan tahun lamanya. Lokasi penelitian berada di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.Kata kunci: Uma Jompa, Sambungan Tradisional, Material Konstruksi, Konstruksi Tradisional, Konstruksi Kayu, Arsitektur Nusantara
Komposisi Fasad Masjid Al Mubarok di Nganjuk Mohammad Bahrun Nidzom; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.78 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi komposisi fasadbangunan masjid al Mubarok yang meliputi komposisi pada fasad dan komposisielemen pada fasad. Metode analisis yang digunakan adalah metode diskriptifkualitataif, dengan menggambarkan dan menganalisis variabel-variabel tentangkomposisi fasad dan komposisi elemen-elemen fasad dengan sub variabel prinsipkomposisi. Hasil temuan menunjukkan bahwa adanya perbedaan komposisi padafasad bangunan yang terbagi menjadi tiga periode. Pembagian bangunan ini sesuaidengan periode pendirian bangunan masjid yang dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: tahap pertama pada tahun 1830, tahap kedua dibangun beberapa tahun setelahtahap pertama, dan tahap ketiga pada tahun 2014. Hasil yang didapatkan padakomposisi fasad memiliki keseimbangan simetri; iramanya ada yang statis dan jugadinamis; skalanya intim pada periode kesatu, skala normal pada periode kedua; danskala monumental pada periode ketiga; proporsinya tidak didapatkan menggunakanprinsip Golden Sectian; kesatuan yang dihasilkan berbeda-beda; dan urutan padamasjid al Mubarok formal dengan urutan dari monumental menuju normal,kemudian menuju intim.Pada komposisi elemen fasad menggunakan variabel yangada pada elemen fasad, yaitu: atap, dinding, jendela dan pintu dengan subvariabelprinsip komposisi yang terdiri dari: keseimbangan, irama, point of interest dankesatuan.Kata kunci : Komposisi, fasad, masjid al Mubarok
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Abraham Mohammad Ridjal Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adhiya Harisanti Fitriya Adibah Khairunnisa Marwa Agung Dewangga Achmad Agung Murti Nugroho Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Agustina Putri Ceria Agustinha Risdyaningsih Akbar, Hidayatul Alfin Achlamiyatus Samiyah Alifah Laily Kurniati Allafa Aryati Allafa Aryati, Allafa Amin Setyo Leksnono, Amin Setyo Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andi Kurniawan Andri Satrio Pratomo Anisa Riyanto Ari Suprihatin Arief Rachmansyah Aryanti Dewi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Bayu Nugroho Putra Budi Santosa Budi Santosa Bukhori, Hilmi Aziz Cendika, Nauval Risla Chairil Budiarto Amiuza Chairinnisa Zakira Noer Ananda Christabel Annora P. Parung Christia Meidiana Cyndhy Aisya Tanjungansari Damayanti Asikin Dendi Sigit Wahyudi Dewa Gde Agung Wibawa Dewi Ristya Ayu Dewi, Oktavia Altika Dhinda Ayu Dhinda Ayu Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Kusuma Wardhani Dian Novia Putri Wijayanti Dianing Primanita Ayuninggar Dianing Primanita Ayuninggar Dion Farhan Harun Efrina Amalia Ridwan Eka Putri Nurul Choiroti Ema Yunita Titisari Endratno Budi S Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erna Winansih Fadillah Putra Failasuf Herman Hendra Faisal Bahar Farah Ahlamia Wardi Faridatus Saadah Farisa Sabila Farisa Sabila Frisa Rizienta Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Gevi Vembrista Nirwana P Gobang, Ambrosius A.K.S. Gunawan Prayitno Hana Ayu Pettricia Hana Ayu Pettricia Hendra, F H Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Indah Yanti Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Ismu Rini Dwi Ari Ismu Rini Dwi Ari Isnawan Farid Jenny Ernawati Jenny Ernawati Johanes Parlindungan Joko Triwinarto Santoso Kartika Eka Sari Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lalu Iman Novian Wahyudi Leksono, A S Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Luchman Hakim M. Ruslin Anwar Maharani Puspitasari Marinda Noor Fajrina Noviana Putri Marjono Marjono Maulana Abdullah Maulana Reddy Firmansyah Maulanissa Rachmani Megantara, Elriesta Mike Yuanita Mike Yuanita Miryanti Putri Budiandari Mochammad Naruseito Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muammar Ardli Hafiid, Muammar Ardli Muhammad Agung Bahroni Muhammad Faisol Muhammad Gardian Novandri Mustivia Mustivia Nada Cholid Zubaidi Ni Ketut Irma Pradnyasari Nindya Sari Novalinda Puspitasari Novesty Noor Azizu Novia Estin Noviani Suryasari Nugroho, A M Nur Fauziah Nur Fauziah Nurin Aldina nurjanah ratnaningrum Nurul Hidayah Nurul Sri Hardiyanti Parlindungan, Johannes Prissilia Dwicitta Meykalinda Purnama Salura Putra Adytia Rachmatillah, Fadlina Rahima Dheta Yaistrina Rahmi Ariani Salam Ramadhani Puspa Pratami Putri Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Ridjal, Abraham Mohammad Rina Sabrina Rinawati P. Handajani Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizka Pramita Kusumawardhani Rizki Nimas Exacti Rizky Amelia Rizky Tirta Putri Supriyadi Rohadatul Aisy Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . San Soesanto Santoso, Dian Kartika Satti Wagistina Septiana Hariyani Setyoleksono, Amin Shabrina Maharani Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Sriyanti Andayani Sugiri Kustedja Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Sumardiyanto Surjono Surjono Syaiful Anam Thomas Kurniawan Dima Thomas Kurniawan Dima Timang, Vica Vanessa Sesaryo Tri Ajeng Prameswari Tri Kurnia Hadi Muktining Nur Trisno Widodo Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Vica Vanessa Sesaryo Timang Vicky Rizaldi Vivi Sintiasari Wahyuni Eka Sari Wahyuni Eka Sari Widisono, Adrian Winansiha, Erna Wulan Astrini Yanita Ayu Mardlatillah Yazid Dwi Putra Noerhadi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Yussi Oktarisa Zulkifli H. Achmad, Zulkifli H.