Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA Mulia, Hendra Sahuri; Akhmad, Asmahan; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2410

Abstract

Lahan pasang surut merupakan salah satu lahan marginal yang dijumpai sangat luas di Kalimantan Barat. Luas lahan pasang surut dan lebak sekitar 2.803.744 ha (18,32%) dari luas propinsi Kalimantan Barat. Namun dari segi pemanfaatannya kurang memperhatikan prinsip-prinsip kesesuaian lahan. Sebagian besar petani di Kalimantan Barat dalam bercocok tanam tidak memperhitungkan kesesuaian dari lahan yang akan digunakan, begitu juga dalam penggunaannya, sehingga tanpa disadari tindakan yang dilakukan tersebut justru mengakibatkan kerusakan-kerusakan tanah, antara lain tingkat kesuburan tanah yang semakin menurun. Pengembangan lahan pasang surut merupakan alternatif pilihan yang sangat strategis untuk mengatasi tantangan peningkatan produksi dan alih fungsi lahan-lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Lahan pasang surut mempunyai prospek yang besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian untuk tanaman padi terutama dalam kaitannya dengan pelestarian swasembada pangan, peningkatan dan verifikasi produksi, peningkatan pendapatan dan lapangan kerja serta pengembangan agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat / kelas kesesuaian lahan rawa pasang surut untuk tanaman padi serta kendala dan pemecahannya di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilaksanakan dari pertengahan Januari Sampai Pertengahan Maret 2012 dalam 5 tahapan yaitu persiapan, survei lapangan, pengamatan, analisis tanah di laboraturium dan interpretasi data serta penyusunan laporan hasil penelitian. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi kondisi lingkungan dan tanah yang diamati di lapangan yaitu kondisi iklim, drainase lahan, kedalaman, muka air tanah, tekstur, struktur, konsistensi dan kedalaman sulfidik dari boring dan minipit. Sifat kimia tanah diamati adalah kandungan unsur hara N, P, K, Ca, Mg, pH, KTK, KB, dan Al-dd dari sampel – sampel komposit dan minipit. Dari hasil penelitian menunjukan lokasi penelitian merupakan daerah dengan bentuk wilayah datar (lereng 0-3 %) dan termasuk ke dalam sistem lahan Mendawai (MDW) yaitu rawa-rawa gambut dangkal dengan kemiringan <2 % dan relief <2 meter di atas permukaan laut. Suhu rata-rata berkisar antara 22,9 – 33,1 oC dan curah hujan rata-rata tahunan adalah 3.217,06 mm/tahun. Drainase buruk atau terhambat, tidak memiliki tekstur, dan tidak terdapat lapisan pirit. Memiliki tipe luapan B serta bahaya banjir termasuk ke dalam kategori sedang (F2). Dari hasil analisis data di lapangan dan di laboratorium menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat 2 jenis tanah yaitu pada SPT 1 Typic Sulfisaprists dengan luas 37 Ha atau 74 %, dan pada SPT 2 Typic Sulfihemists dengan luas 13 Ha atau 26 %. Berdasarkan hasil intrepretasi data hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman padi di lapangan serta laboratorium, maka diperoleh hasil penilaian dengan karakteristik lahan berupa sifat fisik, kimia dan kesuburan tanah. Lahan pada lokasi penelitian mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual yang sama untuk pengembangan tanaman padi pada SPT 1 dan SPT 2 adalah S3.n (sesuai bersyarat) dengan faktor pembatas ketebalan gambut dan kekurangan unsur hara P. Usaha perbaikan untuk kedua SPT tersebut adalah dengan penambahan unsur hara melalui pemberian pupuk luar seperti SP-36 dan pengapuran dengan tingkat pengelolaan tinggi sehingga mampu meningkatkan kelas kesesuaian lahan potensialnya menjadi S2 (cukup sesuai) pada lokasi penelitian. Kata Kunci : Evaluasi, Lahan Rawa, Padi.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK PENGEMBANGAN NANAS (Ananas comosus Merr) DI DESA RASAU JAYA II KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Gunadi, Hairi; Arief, Feira Budiarsyah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3668

Abstract

ABSTRAC Characteristics of peatlands in the village of Rasau Jaya Jaya II Sub Rasau Kubu Raya district is suitable for cultivation of pineapple (Ananas comosus Merr). Pineapple is plant industry has the opportunity and potential to be developed as a commodity. The purpose of this study was to assess the suitability of land for development in the study sites pineapple plant (Ananas comosus Merr) along with the constraints and repair recommendations. Land suitability evaluation results to the sub-group displays limiting factors in SPT 1 and SPT 2 which indicates a need for land management in an effort to land use. Application of Geographic Information Systems (GIS) spatial information present in the form of maps kesesuaaian land for pineapple crops and area information of each soil map unit. Land evaluation results indicate there are several limiting factors on the thickness and maturity of the SPT 1 and at SPT 2 peat thickness. Land suitability evaluation efforts need to be supported by the provision of management advice among other recommendations for improvement of drainage, liming and fertilizer recommendations. Keywords: Land Suitabbility evaluation, Peat, Pineapple.
Studi Kesuburan Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Yulianto, Yulianto; Gunawan, Joni; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.261 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4018

Abstract

Studi Kesuburan Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Yulianto (1) Joni Gunawan dan Rini Hazriani (2) (1)Mahasiswa (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada beberapa tipe penggunaan lahan yaitu lahan Karet, Padi, Palawija, Semak belukar dengan metode survey lapangan kemudian dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu yang diperlukan kurang lebih 4 bulan dimulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyajian hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara dan tingkat kesuburan tanah pada beberapa penggunaan lahan di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang dengan variabel pengamatan yaitu pH, C Organik, N Total, P Tersedia, P Total, K dd, K Total, Ca, Mg, KTK, KB. Upaya untuk mengetahui status hara dan tingkat kesuburan tanah dilokasi penelitian maka diambil 8 sampel tanah pada setiap penggunaan lahan kemudian tanah tersebut dikompositkan menjadi 1 sampel tanah selanjutnya dianalisis di Laboratorium. Hasil analisis di Laboratorium menunjukkan beberapa sifat kimia tanah pada lokasi penelitian memiliki kandungan dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Hal ini disebabkan oleh pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam sampai sangat masam. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya rekomendasi pengelolaan berupa pengapuran pada setiap pengguanan lahan dan kapur yang digunakan adalah kapur Dolomit [CaMg(CO3)2] karena daya netralisir dan kandungan Ca dan Mg nya lebih tinggi dibandingkan jenis kapur lainnya. Kapur yang dibutuhkan untuk tanaman karet adalah 1,67 ton Ca(MgCO3)2/ha dan tanaman palawija adalah 1,97 ton Ca(MgCO3)2/ha. Sedangkan kebutuhan pupuk N dalam pupuk Urea untuk tanaman karet 223,18 kg Urea/ha, tanaman padi 237,48 kg Urea/ha, tanaman palawija 283,29 kg Urea/ha. Kebutuhan pupuk P dalam pupuk SP36 untuk tanaman karet 124,17 kg SP36/ha, untuk tanaman padi 57,6 kg SP36/ha, untuk tanaman palawija 127,06 kg SP36/ha. Kebutuhan pupuk K dalam pupuk KCl untuk tanaman karet 196,57 kg KCl/ha, untuk tanaman padi 99,22 kg KCl/ha, untuk tanaman palawija 99,69 kg KCl/ha. Kata Kunci : Kesuburan Tanah, Status Hara, Penggunaan Lahan, Desa Pangkal Baru
Pemanfaatan Lumpur Laut Sebagai Alternatif Pengganti Kapur Terhadap Serapan Unsur Hara P, K dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Pada Tanah Alluvial Hadari, Hadari; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4085

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut sebagai alternatif pengganti kapur terhadap serapan unsur hara P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah Alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (70 g/polibag), L2 (140 g/polibag), L3 (210 g/polibag), L4 (280 g/polibag), L5 (350 g/polibag), L­6 (420 g/polibag) dan L7 (490 g/polibag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah serapan fosfor, serapan kalium dan berat kering bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut berpengaruh nyata terhadap serapan fosfor, serapan kalium dan berat kering bagian atas tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat pipilan kering per tanaman. Perlakuan lumpur laut yang terbaik terhadap semua parameter yang diamati yaitu pada perlakuan L3 yaitu 210 g/polibag.
COASTAL SEDIMENT UTILIZATION TO UPTAKE P, K NUTRIENTS AND THE YIELD OF CORN (Zea mays L.) PLANT ON TAILINGS MEDIA Maspuroh, Siti; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4168

Abstract

Maize (Zea mays L.) is agricultural commodity that many has benefits for human and animals life. Increase of corn in production can be land through expansion (extension) with the former to land use Gold Mining Without Permission (GMWP) KalBar who reached 4922.3 ha and was expected to grow continue each years. Gold mined of land (tailings) has a pH of soil and low on nutrients that it can support the growth and of corn plants. Coastal sediment containing P, K, Ca, Mg and Na nutrients were high as to increase the pH of soil, adding nutrients and base saturation. This research was conducted to determine the effect coastal sediment to uptake P, K nutrients and the yield of corn on tailings media. Design to this research is Completely Randomized Design treatment that consist of 7, 3 replicated and 2 sets of plant. Dose of coastal sediment on treatment is no treatment (L0), 140 g/polybag (L1), 280 g/polybag (L2), 420 g/polybag (L3), 560 g/polybag (L4), 700 g/polybag (L5) and 860 g/polybag (L6). Parameters observed is uptake P, K and on top dry weight of plant and dry weight per plant. The yield indicate general of coastal sediment can increase the yield maize of crop is 6,8 ton/ha compared to control. Keyword : Corn, coastal sediment, tailings
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI (OryzaSativaL.) PADA LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI RADAK I,KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBURAYA Pramono, Agus Sulistiyono; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8656

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada lahan pasang surut yang belum ditanami padi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya produksi padi di Desa Sungai Radak I dibandingkan dengan produksi padi pada umumnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan pasang surut di Desa Sungai Radak I Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya dan menyusun saran pengelolaan unsur hara (pengapuran dan rekomendasi pemupukan). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan mengambil 1 sampel tanah komposit pada masing-masing SPT yang di analisis di laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, C-organik, N-total, K-dd, Ca-dd, Mg-dd, Tekstur, P-tersedia, K, DHL, warna tanah, konsistensi, kedalaman air tanah, drainase, struktur, kandungan pirit. Hasil penelitian menunjukkan topologi lahan pasang surut di Desa Sungai Radak I merupakan topologi datar dengan ketinggian 0-2 mdpl dan kelerengan 0%. Drainase tergolong terhambat (buruk), tipe luapan B. Tanah yang berkembang di lokasi penelitian berordo Entisol sub ordo aquent great grup sulfaquents, dan masuk kedalam sub group typic silfaquent dan hiplic sulfaquent, pH tanah termasuk kedalam kriteria masam dengan kisaran 4,20-4,36, kadar N total berkriteria sangat rendah dengan kisaran 0,17-1,32%. P- tersedia berkriteria sangat renda-sedang dengan kisaran 0,42-15,91 ppm, K-dd kriteria sangat rendah dengan kisaran 0,26-0,25 Cmol(+)kg-1, kadar C-organik berkriteria sangat tinggi dengan kisaran 28,71-40,31%. DHL tanah termasuk kedalam kriteria bebas garam yakni 1,22 mS/cm. KTK tanah berkriteria tinggi dengan kisaran 51,68-72,56 Cmol(+) kg-1, KB tanah kriteria sangat rendah dengan kisaran 3,35-3,91, muka air tanah kriteria dangkal yakni 0-14 cm.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA firzayanti, laras nurfani; akhmad, asmahan; hazriani, rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8769

Abstract

Lahan yaitu lingkungan fisik yang tediri dari iklim, relief, air, vegetasi serta benda-benda yang termasuk didalamnya, merupakan hasil kegiatan manusia pada masa lalu dan masa sekarang. Evaluasi lahan merupakan proses penilaian potensi lahan untuk bermacam-macam alternatif penggunaan. Evaluasi kesesuaian lahan sangat fleksibel, tergantung pada keperluan kondisi wilayah yang akan dievaluasi. Lahan yang akan di evaluasi adalah lahan yang terletak di Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya seluas 90 Ha. Lingkup penelitian ini dibatasi pada aspek kesesuaian lahan untuk tanaman padi, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan hasil analisis sifat kimia tanah di laboratorium diketahui bahwa di lokasi penelitian memiliki 2 jenis tanah. SPT 1 dikelompokan kedalam ordo Entisol, sub ordo Aquent, great group Sulfaquents, sub group Haplic Sulfaquents dengan luas 73,61 ha dan SPT 2 dikelompokan kedalam ordo Entisol, sub ordo Aquent, great group Sulfaquents, sub group Histic Sulfaquents dengan luas 16,39 ha. Pada SPT 1 dan SPT 2 memiliki kelas kesesuaian lahan aktual tidak sesuai selamanya N2-r,x,c adalah kelas kesesuaian lahan tidak sesuai selamanya (N2) dengan faktor penghambat terberat yaitu kedalaman efektif (r) toksisitas (x) dan kegaraman (c). Sedangkan kelas kesesuaian lahan potensialnya sesuai marginal (S3).
Evaluasi Kesesuaian Lahan Gambut untuk Pengembangan Tanaman Jagung di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Hermawan, Toni; Gunawan, Joni; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10331

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan gambut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman jagung di Desa Sungai Pelang Kecamantan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang serta meberikan rekomendasi untuk perbaikannya. Penelitian dimulai dari Desember 2014 sampai dengan Maret 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman jagung menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan actual tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor penghambat retensi hara dan media perakaran (N2-fr). Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi pembuatan dan perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Kata kunci :evaluasi kesesuaian lahan gambut, jagung, desa sungai pelang.
PEMANFAATAN LUMPUR LAUT TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K UNTUK BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subhi, Subhi; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.11128

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap ketersediaan unsur hara N, P dan K untuk budidaya tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L ­6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, ketersediaan K tanah, berat kering bagian atas tanaman jagung. Acuan kriteria kesuburan tanah yaitu Staf Pusat Penelitian Tanah tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH tanah) N-total tanah dan ketersediaan K tanah berpengaruh nyata, tetapi P-tersedia tanah berpengaruh tidak nyata sedangkan berat kering bagian atas tanaman jagung berpengaruh nyata.Kata Kunci: Jagung, Lumpu Laut, Podsolik Merah Kuning
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2005-2015 PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI SEPAUK BAGIAN TENGAH KABUPATEN SINTANG KOKO, YOHANES; HAZRIANI, RINI; KRISNOHADI, ARI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15781

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan peralihan dari penggunaan lahan tertentu menjadi penggunaan lainnya. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada Sub-daerah aliran sungai (DAS) Sepauk bagian tengah pada umumnya berupa hutan menjadi lahan perkebunan, pertanian serta areal terbuka yang disebabkan oleh penambangan. Berdasarkan hal ini, untuk mendeteksi perubahan penggunaan lahan dengan cepat dan akurat maka digunakan penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografis (GIS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Sepauk bagian tengah dari tahun 2005 sampai dengan 2015 dan mengetahui kecenderungan perkembangan arah perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 tahun 2015 menggunakan kombinasi band 653 terdapat konversi perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Sepauk bagian tengah. Hasil verifikasi lapangan yang dibandingkan dengan hasil interpretasi citra satelit. Citra satelit Landsat 8 memiliki ketelitian 88%. Penggunaan lahan Sub DAS Sepauk bagian tengah dari tahun 2005 sampai 2015 mengalami alih fungsi lahan dengan luas 4.201,19 ha (20,86%) dari total luas Sub DAS Sepauk bagian tengah yaitu 20.142,06 ha. Jenis penggunaan lahan yang mengalami perubahan terbesar adalah hutan lahan kering sekunder dengan luas 1.971,85 ha. Pada tahun 2015 terdapat konversi penggunaan lahan menjadi perkebunan yang memiliki luas 2.863,85 ha, dan ini merupakan alih fungsi lahan hutan, lahan kering sekunder dan pertanian lahan kering bercampur semak, serta permukiman yang memiliki luas 40,59 ha. Berdasarkan prediksi, produksi padi dari ladang Sub DAS Sepauk bagian tengah dengan memanfaatkan luas lahan kering bercampur semak seluas 13.815,35 ha, maka diperoleh produksi padi ladang yaitu 26.525,47 ton. Kata kunci : Identifikasi dan Pemetaan, Perubahan Penggunaan Lahan, Sub DAS Sepauk
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W agus ruliyansyah Agus Sulistiyono Pramono, Agus Sulistiyono Agustine, Leony alfarizi, zulkifli ALHADAD, ABDUL MUJIB Anto Anto, Anto ari krisnohadi Arif, Kristoforus Asmahan Akhmad Batubara, Yuli Shinta Natalia Bayu Saputra CANDRA, ANJI Darmawan, Muhammad Ivan Denah Suswati Donny Ardy, Donny Dwi Raharjo Dwi Zulfita Eny, Eny Fadhly, Zafhaizar Farizi, Kahfi Al FASIUS, BONI Feira Budiarsyah Arief Firadila, Rulia Alda firzayanti, laras nurfani Gonzaga, Natalis Rahmat Hadari Hadari Hairi Gunadi Hendra Sahuri Mulia Hiromitsu, Kuno Joni Gunawan Junaidi Junaidi Kartika, Anna Silviyana KOKO, YOHANES Kusuma, Eka Widiawati Wijaya M, Leony Agustine Maharani, Shinta Rafika Manurung, Rinto Martalina, Evi Maswadi Maswadi - Maulana, Muhammad Kharis Maulidi Maulidi Maulidi Muhammad Pramulya, Muhammad Muhammad Zakaria Novi Safriadi Nugroho, Ridho Satia NURANI, CATUR Nurliza Nurliza Nusantara, Rossie Ponda, Ponda Pradana, Fahmi Galih Purba, Andryan Putra, Herlangga Eka Rahmansyah, Fathur Ramadhan, M Osa Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Ririn Ririn Rita Hayati Romiyanto, Romiyanto Rossie Wiedya Nusantara Sahat Irawan Manik Sanjaya, Oscar Fradiksa Shenny Oktoriana Siti Maspuroh Subhi Subhi Sulakhudin Sulakhudin Suriadi Suriadi Suryanti, Tassa Ananda Sutomo Sutomo Toni Hermawan, Toni tri wahyuni U Edi Suryadi Ulfia Fadilla Uljanah, Nisa urai salam Urai Suci Y.V. Indrawati Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Uray Suci Yulies VI Wanti Fitrianti Wati, Khairun Rahmah Wibianto, Rizki Lambang Wirantara, Fathan Madilla Yulianto Yulianto Yupita, Anyon Zaen, Fani Afifa Zamaludin, Zamaludin Zulshifa, Adilla