Claim Missing Document
Check
Articles

Iri di Situs Jejaring Sosial: Studi tentang Teori Deservingness Rani Armalita; Avin Fadilla Helmi
Jurnal Psikologi Vol 45, No 3 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.349 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.33313

Abstract

This study examines the deservingness theory of envy over success stories post in social media. The hypotheses are that there is a difference in; (1) the level of deservingness on posting stories of success gained through high effort (KUT) with success gained through low effort (KUR), (2) the level of envy over KUT and KUR posts, and (3) there is an influence of deservingness toward envy over KUT and KUR posts. A total of 214 undergraduate students became a subject of this research. The measurement of envy (y1) and deservingness (y2) over success post (x) used the scenario method. We used MANOVA-RM as the analysis technique to explore the envy and deservingness scores on KUT and KUR. MANCOVA-RM analysis was used to determine the effect of deserving­ness to envy. The findings suggest that envy increases when subjects are exposed to KUR post because of low deservingness.  Abstrak. Studi ini menguji teori deservingness mengenai iri terhadap postingan kesuksesan di situs jejaring sosial. Hipotesis penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan penilaian deservingness pada postingan kesuksesan pada usaha tinggi (KUT) dan kesuksesan usaha rendah (KUR), (2) terdapat perbedaan emosi iri pada postingan KUT dan KUR, dan (3) terdapat pengaruh penilaian deservingness terhadap iri pada postingan KUT dan KUR. Penelitian ini menggunakan metode skenario. Sebanyak 214 mahasiswamenjadi subjek penelitian. Pengukuran iri (y1) dan penilaian deservingness (y2) terhadap postingan kesuksesan (x) menggunakan metode skenario. Teknik analisis MANOVA-RM untuk melihat skor iri dan penilaian deservingness terhadap KUT dan KUR. Analisis MANCOVA-RM untuk melihat pengaruh penilaian deservingness terhadap iri. Hasil studi membuktikan hipotesis bahwa iri semakin meningkat ketika subjek melihat postingan KUR karena adanya penilaian deservingness yang rendah.
Pengasuhan sebagai Mediator Nilai Anak dalam memengaruhi Kemandirian Anak dengan Down Syndrom Suparmi Suparmi; Endang Ekowarni; MG Adiyanti; Avin Fadilla Helmi
Jurnal Psikologi Vol 45, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.132 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.34716

Abstract

 This study aimed to investigate that parental care as a mediator for the value of children influenced the independence of children with down syndrome (DS). The subject of research were 57 children DS who have an IQ score at least 25, living with parents, have no motor disorders, both on the hands or feet. The research method used the quantitative method. The data analyzed with path analysis. Results of the study found that parental care was proven to be the mediator for the value of children in influenced the independence of children with DS. Abstrak. Artikel ini merupakan bagian kecil dari disertasi penulis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pengasuhan orang tua menjadi mediator bagi nilai anak di mata orang tua dalam memengaruhi kemandirian anak dengan down syndrome (DS). Subjek penelitian meliputi 57 anak dengan DS yang memiliki IQ minimal 25, tinggal dengan orang tua, tidak memiliki masalah sensori, tidak memiliki gangguan gerak, baik pada tangan maupun kaki. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis jalur sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menemukan bahwa pengasuhan orang tua terbukti menjadi mediator bagi nilai anak di mata orang tua dalam memengaruhi kemandirian anak dengan DS.
The Fourth Dimensions of the Job Demands-Resources (JD-R) Model of Work Engagement in Indonesian Context Avin Fadilla Helmi; Wahyu Widhiarso; Ramadhan Dwi Marvianto; Acintya Ratna Priwati; Muhammad Ahmad Mustari; Yasinta Vania Artikasari
Jurnal Psikologi Vol 47, No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.451 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.56682

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the psychometric properties of the modified version of the Work Engagement Scale in the Indonesian context, by adding one aspect and test the effect of types of occupation using the multiple indicator multiple cause (MIMIC) model for testing measurement invariance. The sample of this study included 459 workers in Indonesia using 16 items of the Work Engagement Scale. The results revealed that Indonesian respondents have Asian characteristics, but they come from various ethnicities and cultures. By including university lecturers and industrial workers as respondents and performing confirmatory factor analysis followed by MIMIC model, it is discovered that Indonesian employees have satisfactory psychometric properties in all four dimensions, which comprise the constructs of the work engagement scale. The findings provide an insight into in the Job Demands-Resources (JD-R) Model of work engagement in Indonesian context consisted of vigor, dedication, absorption, and contribution dimensions from theoretical understanding. MIMIC model gives an evidence that the occupation types can affect the factor structure of work engagement, indicating that measurement invariance are not hold.
Marital Flourishing: Kualitas Perkawinan dalam Teori Eudaimonik Siti Rohmah Nurhayati; Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 21, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bpsi.7371

Abstract

Marital quality has been described in various concepts. One of them is marital flourishing suggested by Fowers and Owenz (2010). This article presents the concept of marital flouris hing and eudaimonic theory that emerged from Aristotle's view about happiness. Maritalflourishing in this article is assessed by two dimensions of marital quality.First the goal di mension that divides instrumental goals and constitutive goals.Second the goal pursuit that distinguish marital flourishing between individual goal pursuit and shared goal pursuit. Marital flourishing as the highest quality of marriage is characterized by the height of communal activity between couple and the height of constitutive goals. Other types of marital quality and the forms of activity that characterize marital flourishing is also described further in this article.
BEBERAPA PERSPEKTIF PERILAKU AGRESI Avin Fadilla Helmi; Drs Soedardjo
Buletin Psikologi Vol 6, No 2 (1998)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.804 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7394

Abstract

Perilaku agresi yang termanifestasi dalam bentuk pembunuhan, perampokan, kerusuhan, bahkan peperangan merupakan realitas yang terjadi di belahan bumi ini sejak dahulu kala. Jikadisimak berita-berita di media massa, berita-berita mengenai kriminalitas dan tindak kekerasan selalu mewarnai dan dalam porsi yang semakin meningkat. Peristiwa kekerasan dan kejahatan di tanah air mencapai puncaknya pada kerusuhan 15Mei 1998 di Jakarta yang ditandai oleh pembakaran, penjarahan, perkosaan, dan perampokan. Hal itu sangat mengejutkan masyarakat Indonesia sendiri yang dikenal sebagai bangsa yangramah, sopan, dan beradab. Peristiwa-peristiwa kejahatan yang selalu mewarnai sejarah hidup manusia tersebut,dicoba dikaji secara teori. Apakah manusia itu pada dasarnya bersifat agresif ? Apakah perilaku agresi manusia itu dipelajari? Situasi seperti apakah yang menyebabkan perilaku agresi terse-but muncul? Dalam kesempatan ini penulis akan memaparkan beberapa perspektif perilaku agresi sehingga perilaku agresi dapat dipahami dan dianalisis lebih jauh dan pada akhirnya dapatdilakukan pengontrolan perilaku agresi.
BEBERAPA TEORI PSIKOLOGI LINGKUNGAN Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 7, No 2 (1999)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.233 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7404

Abstract

Ada tiga tradisi besar orientasi teori Psikologi dalam menjelaskan dan memprediksi perilaku manusia. Pertama, perilaku disebabkan faktor dari dalam (deterministik). Kedua, perilaku disebabkan faktor lingkungan atau proses belajar. Ketiga perilaku disebabkan interaksimanusia-lingkungan. Psikologi Lingkungan merupakan ilmu perilaku yang berkaitan dengan lingkungan fisik, merupakan salah satu cabang Psikologi yang tergolong masih muda. Teori-teori PsikologiLingkungan dipengaruhi, baik oleh tradisi teori besar yang berkembang dalam disiplin Psikologi maupun di luar Psikologi. Grand theories yang sering diaplikasikan dalam PsikologiLingkungan seperti misalnya teori kognitif, behavioristik, dan teori medan. Dikatakan oleh Veitch & Arkkelin (1995) bahwa belum ada grand theories psikologi tersendiri dalam Psikologi Lingkungan. Yang ada sekarang ini baru dalam tataran teori mini. Hal ini didasarkanpandangan, bahwa beberapa teori memang dibangun atas dasar data empiris tetapi sebagian yang lain kurang didukung oleh data empiris. Kedua, metode penelitian yang digunakan belumkonsisten. Oleh karenanya dalam kesempatan ini, n disajikan paparan secara garis besar aplikasi 3 tradisi besar orientasi teori dalam Psikologi dan selanjutnya akan dipaparkan lebihmendalam mengenai teori mini dalam Psikologi Lingkungan.
MODEL TEORETIK GAYA KELEKATAN, ATRIBUSI, RESPON EMOSI, DAN PERILAKU MARAH Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.559 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7472

Abstract

Teori kelekatan pertama kali digunakan untuk menjelaskan hubungan antara bayi dan pengasuh utama (Bretherthon dalam Buren & Cooley, 2002). Dalam perkembangannya, teori kelekatan dari John Bolbwy yang dibangun pada 1973 digunakansebagai landasan berfikir untuk menjelaskan hubungan gaya kelekatan pada masa dewasa dan berbagai bentuk hubungan interpersonal (Helmi, 1999). Dekade 1980an, penelitian kelekatan diaplikasikan untuk menjelaskan hubungan romantis orangdewasa. Pada tahun 1987 hasil penelitian Hazan dan Shaver dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, yaitu mengenai hubungan romantis yang dikonsepsikan sebagai proses kelekatan dengan menggunakan dasar teorikelekatan dari Bowlby. Publikasi tersebut merupakan tonggak dari perjalanan teori gaya kelekatan, yang selanjutnya peneliti-peneliti lain mengikuti langkahnya dengan memperluas topik penelitian yaitu mengkaitkan gaya kelekatan dengan berbagai macam kehidupan sosial dan interaksi sosial. Beberapa contoh penelitian tersebutadalah gaya kelekatan berkaitan dengan representasi mental dari self (Mikulincer, 1995), trust (Mikulincer, 1998), daya tarik dan interaksi sosial (Tidwell dkk., 1996), gaya penjelasan dan emosi (Collins, 1996), regulasi emosi dan penyesuaian padaremaja (Cooper dkk., 1998), social support (Collins dan Feeney, 2004), dan depresi (Simpson dkk., 2003; Simonelli, 2004). Pada umumnya hasil berbagai penelitian tersebut mendukung konsep tersebut.
Efikasi Diri, Sistem Imbalan, dan Berbagi Pengetahuan: Meta-analisis Avin Fadilla Helmi; Yessi Elita
Buletin Psikologi Vol 21, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.557 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.9846

Abstract

Sharing of knowledge constitutes the basic concept of knowledge management and important aspect of knowledge management system because knowledge is viewed as the most valuable resource. Therefore, it is necessary to analyze any factor that influences sharing of knowledge. According to the research map made by Helmi (2008), sharing of knowledge is influenced by individual’s characteristics, which is self-efficacy, and reward system at the level of organization. The results of any existing researches on both seem to be less consistent. The purpose of this research is to study the results of researches having been done by researchers in the field of organization, finding out whether self-efficacy and reward system are consistently related to each other. They will be tested using meta-analysis method. Meta-analysis study results in self-efficacy and reward system contributes to sharing of knowledge.
Korelasi Inovasi dan Kinerja pada Industri Kecil dan Menengah: Kajian Meta-Analisis Trifandi Lasalewo; Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 22, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.711 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11453

Abstract

The effect of innovation on performance of Small and Medium Industries (SMIs) draws a great ofattention from researchers and practitioners to study further. Based on empirical findings, it is foundout that the correlation between innovation and performance is dependent on context, that is theinnovation does not affect the performance of a company or indicated negative implication betweeninnovation and performance. Meanwhile, other researches reported positive effects of innovation andperformance. The review of researches on the correlation between innovation and SMIs performanceshows contradictory results.The meta-analytical study is aimed at investigating further thecorrelation between innovation and performance on SMI based on researches published between 2004and 2013 in 5 continents (Australia, Asia, Europe, Africa and America). The independent variablewas innovation and the dependent variable was performance, while the moderators variable consistedof the year of the research and the location of survei. The result of the meta-analytical study on thecorrelation between innovation and performance indicated a positive correlation with mean 0.459and the standard deviation 0.168 on 95% confidence interval.
BAGAIMANA MENCIPTAKAN INOVASI PRODUK? Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 17, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.742 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11476

Abstract

novasi merupakan istilah yang perta‐ma kali diperkenalkan oleh Schumpeter pada tahun 1934. Inovasi dipandang seba‐gai kreasi dan implementasi ‘kombinasi baru’. Istilah kombinasi baru ini dapat merujuk pada produk, jasa, proses kerja, pasar, kebijakan dan sistem baru. Istilah ‘baru’ dijelaskan Adair (1996) bukan berarti orisinal tetapi lebih ke ‘kebaruan’. Arti kebaruan ini diperjelas dengan pendapat Schumpeter yang mengatakan bahwa ino‐vasi adalah mengkreasikan dan mengim‐plementasikan sesuatu menjadi kombinasi baru. Melalui inovasi seseorang dapat menambahkan nilai dari produk, pelayan‐an, proses kerja, pemasaran, sistem pengi‐riman, dan kebijakan, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga pemegang saham dan m
Co-Authors - Sartana Acintya Ratna Priwati Ahmad Ifham Al Fariz, Arif Budiman Alissa Rosi Sativa Alva Edy Tontowi Alva Edy Tontowi Andrea Prita Purnama Ratri Anggoro, Indahinsani Purnasari Arlianto Arlianto Artikasari, Yasinta Vania Asmadi Alsa Ayuningtyas, Annisa Ardi Badrun Kartowagiran Bagus Riyono Bramanwidyantari, Maria Budiman, Mutmainnah Cicilia Larasati Rembulan Dewi, Claudia Rosari Dian Komasari Drs Soedardjo Drs Soedardjo, Drs Dyah Ratri I. Hayuningtyas Edilburga Wulan Saptandari Endah Puspita Sari Endang Ekowarni Endang Ekowarni Era Kurnia Aristantya Fadillah, Rafika Fadjri Kirana Anggarani Farah Fauziyah, Farah Faturochman Faturochman Febriani, Arum Firman Alamsyah Ario Buntaran Flaviana Rinta Ferdian Fuadi, Muhammad Nurrifqi Hanif Akhtar Happy Cahyani Sunusi Hari Agung Yuniarto Ika Adita Silviandari Iman Arisudana Ira Paramastri Irma Dasi Islah, Fadhil Maliky Istiqomah, Alifah Nur Itsna Mawadatta Rahma L Dion Praditya Linawati, Bernadea Mardhani Riasetiawan Marlyana, Novi Marvianto, Ramadhan Dwi Marvianto, Ramadhan Dwi Maya Fitria Medina, Karima Nada MG Adiyanti MG Adiyanti Muhammad Ahmad Mustari Muhammad Fath Mashuri Muryantinah Mulyo Handayani Mustari, Muhammad Ahmad Novi Elisadevi Novi Marlyana Novi Qonitatin Pangayuninggalih, Sesty Arum Penny Cahyani Pradana, Rizal Galih Ramadhan, Syukron Rani Armalita Sartana Sartana, Sartana Shaleha, Rinanda Rizky Amalia Siti Rohmah Nurhayati Sofia Ratnawati Sofia Ratnawati, Sofia Sofia Retnowati Suparmi Suparmi Suparmi Suparmi Supra Wimbarti Thomas Dicky Hastjarjo, Thomas Dicky Tience Debora Valentina Tri Astuti Tri Astuti Tri Rejeki Andayani Trifandi Lasalewo Victorius Didik Suryo Hartoko Vidya Nindhita Wahyu Jati Anggoro Wahyu Widhiarso Yasinta Vania Artikasari Yessi Elita