Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL KEMUNTING

MODEL ALTERNATIF KEBIJAKAN PENYALURAN DANA FEE ALAM DI DESA SUNGAI ARA KABUPATEN PELALAWAN PROVINSI RIAU Rosmita Mita; Herman; Ema Fitri Lubis
KEMUNTING Vol 1 No 2 (2020): JULI
Publisher : PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA. UNIVERSITAS KARIMUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kehidupan merupakan tanaman untuk tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dapat berupa tanaman pokok yang menghasilkan hasil hutan kayu dan/atau tanaman yang menghasilkan hasil hutan bukan kayu, dan/atau tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat yang dikelola melalui pola kemitraan antara masyarakat dengan pemegang IUPHHK-HTI yang bersangkutan. Dengan dana fee alam besar yang digelontorkan oleh perusahaan, sangat disayangkan apabila dana tersebut hanya sebagai dana habis pakai, dalam arti tidak ada nilai ekonomi berkelanjutan oleh masyarakat. Jika dana tersebut dikelola dengan sedemikian rupa maka masyarakat Desa Sungai Ara akan produktif dibidang ekonomi. Misalnya ada pemberdayaan berupa bantuan modal UMKM, membangun/memperbaiki pasar, kegiatan bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan, pariwisata, olahraga, pertanian, peternakan dan kegiatan lainnya. Oleh sebab itu, perlu adanya suatu model laternatif kebijakan untuk mengelola penyaluran dana fee alam di Desa sungai ara tersebut. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yaitu studi kepustakaan. Hasil analisis yang dilakukan terhadap permasalahan tersebut penulis menggunakan Model Alternatif Kebijakan dalam rangka penyaluran dan pengelolaan dana fee alam tersebut yang terdiri dari Technical Feasibility, Economic and Financial Fossibility, Political Viability dan Administrative Operability dimana model alternatif kebijakan diatas sangat baik digunakan dalam rangka penyaluran dana fee alam tersebut
IMPLEMENTASI PENDISTRIBUSIAN ZAKAT MELALUI PROGRAM SIAK SEJAHTERA OLEH BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN SIAK (STUDY PENELITIAN KECAMATAN KOTO GASIB) Dedi Purnomo; Herman
KEMUNTING Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Kemunting
Publisher : PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA. UNIVERSITAS KARIMUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0506/jkg.v3i2.645

Abstract

Badan amil zakat nasional merupakan lembaga yang mengelola zakat yang ada di Indonesia dimulai dari provinsi hingga ke kabupaten yang mana lembaga ini khusus untuk mengelola, mengumpulkan,mendistribusikan hingga memberdayakan zakat. Beberapa masalah yang behasil penulis temukan mulai dari masalah sosialisasi yang kurang berjalan optimal, penerima yang tidak tepat sasaran, keanggotaan yang tidak sesuai dengan regulasi Undang-Undang yang berlaku yakni jumlahnya terlalu banyak dari aturan yang sudah ditetapkan hingga kualifikasi dan standard kemampuan anggota yang belum memenuhi standar, dan proses penyaluran yang belum optimal artinya belum memenuhi target. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian dalam mendistribusikan dana zakat pada program Siak sejahtera oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Siak, dan untuk mengetahui hambatan dalam proses pendistribusian zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Siak.Pada penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian survey deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif.. Penelitian survey deskriptif merupakan adalah suatu metode penelitan yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Dalam penelitian ini data dan informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner. Setelah data diperoleh kemudian hasilnya akan dipaparkan secara deskriptif dan pada akhir penelitan akan dianalisis gambaran tentang fakta-fakta, sifat dan hubungan antar gejala dengan penelitian penjelasan (explanatory research).Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Proses pendistribusian zakat oleh baznas kabupaten siak selama ini dapat dikatakan cukup baik mulai dari penerima yang memang berhak mendapatkan zakat atau tepat sasaran terhadap 8 asnaf penerima zakat dan kemudian adalah ketepatan jadwal proses mendistribusikan dana bantuanya. Kemudian hambatan yang dihadapi oleh Baznas Kabupaten Siak dalam proses pendistribusian hampir bisa dibilang tidak ada namun permasalahan yang penulis temui yaitu Ketidak sesuaian data jumlah dana bantuan yang diberikan kepada mustahik, kurang efektifnya program bantuan ternak kepada mustahik, kurangnya pengawasan, dan bantuan yang diberikan belum bisa meningkatkan kesejahteraan para mustahik