Claim Missing Document
Check
Articles

Perbuatan Penyidik Dalam Menghalangi Proses Peradilan Pidana (Obstruction Of Justice) Khoirunnisa, Nabila; Dewi, Erna; Putri, Ria Wierma; Maroni, Maroni; Siswanto, Heri
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 2 (2025): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jcs.v10i2.4271

Abstract

Investigators as law enforcement officers in carrying out their duties, namely law enforcement officers, guards, protectors, and public servants play an important role in the efforts of the state government to maintain order and public safety in good performance. Obstruction of justice is an action that can be interpreted as an act that tries to obstruct the legal process or 'criminal act of obstructing the legal process'. The purpose of this writing is to find out the legal arrangements regarding obstruction of justice in Indonesia and the elements that can be said that the actions of investigators that can be classified as criminal acts obstruct the legal process or obstruction of justice. The research method used in this article is normative juridical. The results of the study show that obstruction of justice is generally regulated in the Criminal Code, including; Article 221 paragraph (1), Article 231 and Article 233. Regarding the regulations, it is clearly spelled out in the provisions of the legislation clearly regarding obstruction of justice so that this cannot be separated from the philosophical foundation of the principle of legality in criminal law, no criminal act, no there is a crime without a previous criminal law. Regarding the elements that can be said that the investigator who committed an obstruction of justice, namely: 1) The action caused a delay in the legal process (2) The perpetrator knew his actions or was aware of his actions; (3) The perpetrator committed or attempted a deviant act with the aim of interfering with the legal process. So for investigators who meet these elements can be said to meet the elements of the crime of obstruction of justice and can be given sanctions according to the applicable laws and regulations.
PENGARUH NPL, LDR DAN BOPO TERHADAP ROE PADA PT.BANK MANDIRI (Persero) Tbk PERIODE TAHUN 2011-2019 Maroni; Saur Costanius Simamora
Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/c3xq1x04

Abstract

Sektor perbankan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Mengingat fungsinya sebagai lembaga intermediasi dan penyelenggara transaksi pembayaran juga berfungsi dalam menghimpun dana dari masyarakat serta menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit, maka dapat dikatakan bahwa perbankan adalah salah satu sektor yang berperan dalam menggerakkan perekonomian.Untuk mempertahankankepercayaan masyarakat bank harus menjaga likuiditasnya dan beroperasi secara efektif dan efisien untuk mencapai profitabilitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return on Equity (ROE) pada Bank Mandiri,Tbk periode 2011-2019. Penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa NPL, LDR dan BOPO secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap ROE pada Bank Mandiri (Persero)Tbk periode 2011-2019.
Upaya Pencegahan Dan Penindakan Transaksi Narkotika Oleh Narapidana Di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Anisa, Jenny; Dewi, Erna; Putri, Ria Wierma; Maroni, Maroni; Siswanto, Heni
Lex Stricta : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The surveillance system in correctional institutions plays an important role in suppressing drug trafficking, given that around 40% of drug abuse cases in Indonesia occurred in prisons and detention centres in 2023. This study analyses the effectiveness of surveillance and law enforcement and identifies the main challenges in eradicating drug abuse. The methods used were literature review and secondary data analysis from official government reports. The findings show that manual surveillance is still prone to collusion, while the use of technology such as CCTV, electronic monitoring, and sniffer dogs can reduce smuggling by up to 25% in priority prisons. The main obstacles include budget and infrastructure limitations, especially in class II and III prisons. Inter-agency synergy has proven to increase effectiveness, with more than 150 narcotics cases uncovered throughout 2023, while a rehabilitative approach has reduced recidivism by up to 15%. This study recommends strengthening regulations, increasing human resource capacity, and integrating technology and intelligence as sustainable strategies to eradicate narcotics in prisons.
Penegakan Hukum Dan Stigma Sosial Terhadap Anak Sebagai Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Di Indonesia Irma Nur Amanda; Dewi, Erna; Putri, Ria Wierma; Maroni, Maroni; Siswanto, Heni
Lex Stricta : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Restorative justice is an important approach in handling cases of drug abuse by children as an alternative to the repressive judicial system. This study analyses the effectiveness of its application in rehabilitation, education, and social reintegration, as well as identifying obstacles in the field through literature review and secondary data. The results show that diversion mechanisms and community-based rehabilitation programmes can reduce recidivism and social stigma. However, their implementation is still hampered by a lack of rehabilitation facilities, insufficient training for officials, and social stigma. Restorative justice has proven to be relevant for child protection, but requires stronger regulations, increased human resource capacity, and cross-sector collaboration to achieve sustainable results.
Urgensi Penerapan Teori Kausalitas Guna Mewujudkan Asas Proporsionalitas dalam Pemidanaan Pelaku (Medepleger) Pembunuhan Berencana Tanjung, Ahmad Rafi; Maroni, Maroni; Amrullah, Rinaldy
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7735

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penerapan teori kausalitas sebagai instrumen penakar kesalahan demi mewujudkan asas proporsionalitas dalam pemidanaan. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menemukan bahwa penyeragaman hukuman bagi pelaku utama yang menyerang organ vital (causa proxima) dan pelaku serta yang hanya menyerang bagian nonvital (condition) mencederai keadilan substantif. Hakim dinilai gagal memfungsikan ajaran kausalitas sebagai saringan (filter) untuk mengindividualisasi pertanggungjawaban pidana. Kesimpulannya, penerapan teori kausalitas, khususnya teori generalisir dan individualisir, pada seharusnya diperlukan untuk membedakan bobot pemidanaan yang proporsional sesuai dengan derajat kontribusi faktual masing-masing pelaku dalam delik penyertaan, sehingga putusan tidak sekadar memenuhi kepastian hukum formal tetapi juga rasa keadilan.
Upaya Penanggulangan Kejahatan Perdagangan Anak di Bandar Lampung Niken Nurhadz Febriyani; Heni Siswanto; Maya Shafira; Maroni Maroni; Aisyah Muda Cemerlang
Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/humif.v3i1.2836

Abstract

Child trafficking is an organized crime that exploits children in various forms and is still prevalent in Indonesia. This continues despite law enforcement efforts and regulations on child protection in an attempt to combat it. The purpose of this study is to examine the efforts made in handling child trafficking crimes in Bandar Lampung City through a case study approach to Case Number 311/Pid.Sus/2024/PN Tjk. The methods used are a normative legal approach and a legal approach. The findings of the study indicate that the crime prevention strategy is pursued through penal mechanisms with the application of criminal provisions based on Article 83 of Law Number 17 of 2016 of the Republic of Indonesia, which stipulates Government Regulation in Lieu of Law Number 1 of 2016 as the second amendment to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection, as well as a non penal approach in the form of strengthening supervision, optimizing the Task Force on Human Trafficking Crimes, increasing public awareness, active reporting, supporting victim rehabilitation, and education to strengthen child protection and resilience.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Hukum tentang Perlindungan Nasabah Pinjaman Online Ilegal Maya Shafira; Maroni; Dewi, Erna; Farid, Muhammad; Deni Achmad
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 2 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 2 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i2.194

Abstract

Fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal menimbulkan berbagai persoalan hukum dan sosial, terutama bagi masyarakat pedesaan yang memiliki literasi hukum dan digital yang rendah. Praktik pinjol ilegal sering disertai bunga tinggi, penagihan tidak manusiawi, dan penyalahgunaan data pribadi. Meskipun perlindungan hukum telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, implementasinya belum efektif karena minimnya edukasi hukum di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Dusun Tanjung Senang, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan agar mampu mengenali dan menghindari risiko pinjol ilegal. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi hukum, diskusi interaktif, dan kuesioner evaluatif yang melibatkan aparat desa dan kelompok ibu-ibu sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman hukum sebesar 85%, terutama dalam kemampuan peserta mengidentifikasi pinjol ilegal dan memahami mekanisme pengaduan ke OJK serta aparat penegak hukum. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan komitmen untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat sekitar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi hukum dan digital masyarakat desa serta memperkuat kesadaran kolektif dalam menghadapi praktik keuangan ilegal berbasis teknologi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap upaya mitigasi risiko hukum dan sosial akibat pinjol ilegal secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Perampasan Aset Terpidana Tindak Pidana Korupsi dalam Hal Pemenuhan Uang Pengganti terhadap Objek Jaminan Hak Tanggungan Perbankan (Studi Kasus Perkara Putusan Nomor 30/Pid.Sus.Tpk/2023/Pn.Tjk) Putra, M. Yudhi Guntara Eka; Maroni, Maroni; Amrullah, Rinaldy
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 6 No. 1 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmh.v6i1.1736

Abstract

The enforcement of court decisions in corruption cases often faces legal and practical challenges, particularly when the convict’s assets are pledged as collateral under banking security rights. This study aims to examine how asset confiscation in corruption cases is carried out by the Prosecutor’s Office in fulfilling compensation payments when the assets are bound by mortgage rights, as well as to identify the inhibiting factors. Using a normative and empirical juridical approach, data were collected through literature studies and field interviews with prosecutors and criminal law scholars. The findings reveal that asset confiscation is constrained when the identified property has been mortgaged to a bank, as banking security rights provide legal protection to third parties acting in good faith. Consequently, the prosecutor cannot execute the asset to cover the compensation amounting to IDR 284,916,038, and the convict must instead serve an additional one-year imprisonment as ordered by the court. The main obstacles include substantive legal limitations, the absence of regulatory instruments for installment payments of compensation, and the convict’s preference to serve substitute imprisonment rather than paying compensation.
Efektivitas Penyidikan dalam Mengungkap Pembunuhan Berencana Terhadap Anak di Indonesia Najla Qurratuain; Maroni; Tri Andrisman; Maya Shafira
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3097

Abstract

Pembunuhan berencana terhadap anak merupakan bentuk kejahatan berat yang memerlukan penanganan penyidikan secara cepat, cermat, dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses penyidikan dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan berencana terhadap anak di Indonesia, dengan fokus pada mekanisme kerja penyidik, kecukupan alat bukti, koordinasi antarpenegak hukum, serta hambatan yang dihadapi dalam praktik. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan empiris melalui telaah peraturan perundang-undangan, studi kasus, serta wawancara terbatas terhadap aparat penegak hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penyidikan dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, penggunaan teknologi forensik, ketersediaan anggaran, serta sinergi lintas lembaga. Meskipun kerangka hukum telah memadai, masih terdapat kendala berupa minimnya kemampuan teknis penyidik, keterlambatan pengumpulan bukti, dan kurangnya perlindungan terhadap anak sebagai korban. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi penyidik, optimalisasi laboratorium forensik, serta penguatan regulasi perlindungan anak untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas penyidikan.
PEMIDANAAN TERHADAP ANAK PELAKU SEBAGAI PENGEDAR NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 87/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Tjk) Suriani, komang; Maroni; Rini Fathonah; TriAndrisman; Fristian BerdianTamza
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 06 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i06.1909

Abstract

Seorang Anak pada masa pertumbuhan selalu mencari jati dirinya oleh karena itu tidak jarang dijumpai terdapat penyimpangan dari sikap atau perilaku yang tidak stabil bahkan ada juga anak-anak yang sampai melanggar hukum. Keterlibatan anak dalam tindak pidana narkotika sebagai pengedar pastinya dikarenakan faktor ekonomi, lingkungan pergaulan dan kurangnya pengawasan orang tua, kurangnya pengetahuan terhadap narkotika serta tergoda dengan iming-iming keuntungan yang dijanjikan menjadi pemicu keterlibatan anak dalam aktivitas ilegal yang dalam hal ini menjadikan anak di bawah umur sebagai pengedar dan menjadi sasaran untuk mengedarkan barangnya secara luas. Permasalahan yang diteliti penulis adalah mengenai bagaimakah pemidanaan terhadap Anak Pelaku sebagai pengedar narkotika pada studi Putusan Nomor 87/Pid.Sus-Anak/2023/PN. Tjk. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa penerapan pemidanaan terhadap Anak Pelaku sebagai pengedar narkotika mendapatkan hukuman pidana penjara selama 4 Tahun di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandar Lampung dengan Pelatihan Kerja selama 2 bulan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Insan Berguna di Pesawaran Lampung. Menurut pandangan Penulis hukuman tersebut sudah cukup karena tindakan yang dilakukan Anak Pelaku telah memenuhi segala unsur kesalahan dan pertanggungjawaban. Selama masa persidangan Anak Pelaku mengakui perbuatannya, menyesali dan bersikap sopan yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim. Kemudian dalam Putusan Nomor 87/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Tjk., Hakim mempertimbangkan bahwa tindakan Anak Pelaku secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana, sesuai dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hakim mempertimbangkan pidana yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa secara sosiologis, dan secara filosofis, hakim mempertimbangkan pidana penjara terhadap Anak Pelaku sebagai edukasi kepada masyarakat tentang perbuatan yang baik dan tidak abai serta efek jera.
Co-Authors Agus Triono Aisyah Muda Cemerlang Al Akayleh, Shaker Suleiman Ali Anisa, Jenny Anwar, Mashuril Artha Kariasmarico Ayu Ardhia Pramesti, Ratih Azrieliani Vira Annisa Balkis, Fahira Budi Rizki Husin Deni Achmad Dewi, Erna Dheka Ermelia Putri Diah Gustiniati Diah Gustiniati Maulani Dona Raisa Monica Dr. Fristia Berdian Tamza, S.H., M.H. Dwi Nurahman, Dwi Emilia Susanti Emilia Susanti Erna Dewi . Fakih, M Fardiansyah, A Irzal Fardiansyah, A. Irzal Fardiansyah, Ahmad Irzal Fathoni Fathoni Firmansyah, Ade Arif Fransisca Emilia Fristian BerdianTamza FX Sumarja, FX Gunawan Jatmiko Gustiniati, Diah Gutimigo, Zelta Pratiwi Heni Siswanto Heri Siswanto Hieronymus Soerjatisnanta Hutagalung, Naomi Maynarti Hutagaol, Richard Gunawan Indah Satria Irma Nur Amanda Jaya, Arizon Mega Jaya, Belardo Prasetya Mega Khoirunnisa, Nabila Kiki Diah Hafidzah Layaali, Khairul M. Gibransyah Marpaung, Indra Joseph Mashuril Anwar Mashuril Anwar Maya Shafira Muhammad Akib Muhammad Farid Muhammad Farid Muhammad Ihsan MUHAMMAD ILHAM Muhtadi Muhtadi Mutia suntami Najla Qurratuain Nenni Dwi Ariyani Nenny Dwi Ariani Niken Nurhadz Febriyani Putra, M. Yudhi Guntara Eka Putri, Sarah Adinda Recca Ayu Hapsari Ria Wierma Putri, Ria Wierma Rinaldy Amrullah Rini Fathonah Rini Fathonah Rini Fathonah Rini Fathonah, Rini Rizki, Budi RR. Ella Evrita Hestiandari Ruben Achmad Rumelawanto, Fajar Putra Prastina Satria Prayoga Saur Costanius Simamora Suriani, komang Susi Susanti Tanjung, Ahmad Rafi Tri Andrisman TriAndrisman Wanda Monica Putri Salsabila Warganegara, Damanhuri