Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH LAMA WAKTU ENSILASE RUMPUT GAJAH YANG DIBERI MOLASES ATAU LUMPUR KECAP TERHADAP FERMENTABILITAS DAN KECERNAAN IN VITRO Iman Hernaman; Lukman Purwanto; Handi Burhanuddin; Atun Budiman; Budi Ayuningsih; Tidi Dhalika
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 46, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v46i1.3630

Abstract

This study aimed to evaluate in vitro of Elephant grass silage using molasses and soy sauce sludge as additives with different length of ensilage. This research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with eight treatments and three replications. The data collected was carried out by variance and Duncan's test. The elephant grass is carried out by the ensilage process using molasses and soy sauce sludge additives as much as 5% with an incubation time of 3, 6, 9, and 12 weeks. The results showed that the incubation time resulted in the concentration of volatile fatty acids, dry matter, and organic matter digestibility which were significantly different (P <0.05), but not the ammonia (N-NH3) concentration. The use of soy sauce sludge additive resulted in higher volatile fatty acid and dry matter and organic matter digestibility compared to the use of molasses with the average volatile fatty acids (139.21 vs 102.92 mM), dry matter digestibility (73.34 vs 69.18%), and organic matter digestibility (66.47 vs 61.74%). The use of 5% soy sauce sludge with an ensilage duration of 12 weeks resulted in the highest average of volatile fatty acids and dry matter and organic digestibility, respectively, namely 150.67 mM, 76.10%, and 69.26%. In conclusion, the use of soy sauce sludge as much as 5% and 12 weeks of ensilage in making elephant grass silage resulted in the best fermentability and digestibility. 
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI TINGKAT CHASEY NUT SHELL LIQUID (CNSL) TERHADAP MORTALITAS Tribolium castaneum PADA DEDAK PADI Ramadika Ramadika; Ana Rochana Tarmidi; Iman Hernaman
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 44, No 3 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v44i3.2035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai tingkat chasey nut shell liquid (CNSL) terhadap mortalitas Tribolium castaneum pada dedak padi. Penelitian dilakukan secara ekperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima macam perlakuan konsentrasi pemberian CNSL, yaitu R1 = 10%  R2 = 10%, R3 = 20%, R4 = 30%, R5, = 40%. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi pemberian CNSL berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap mortalitas Tribolium castaneum dan susut dedak padi, dengan konsentrasi 40% menghasilkan mortalitas tertinggi.  Hubungan antara jumlah Tribolium castaneum dengan susut dedak padi membentuk persamaan regresi Y = 0,0013X+0,1695 dengan nilai R2 = 0,5701, sedangan antara jumlah Tribolium castaneum dan susut dedak padi memiliki hubungan yang erat dengan nilai r = 0,76. Kesimpulan, penggunaan CNSL menyebabkan mortalitas pada Tribolium castaneumKata kunci :  chasey nut shell liquid, dedak padi, mortalitas, Tribolium castaneum
Performa Ayam Sentul yang Diberi Ransum Mengandung Indigofera zollingeriana Asep Suherman; Yudhi Mahmud; Wiwik Ambasari; Iman Hernaman; Hani Yuhani; Rukmantoro Salim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 1 (2020): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.998 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i1.8590

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Indigofera zollingeriana dalam ransum terhadap kinerja ayam sentul. Seratus empat puluh empat ekor ayam Sentul dialokasikan ke dalam 6 perlakuan dan 4 ulangan. Unggas tersebut dipelihara dari mulai day old chick (DOC) sampai umur 3 minggu dengan diberi ransum BR 501 CP, selanjutnya selama 7 minggu diberi ransum perlakuan. Ransum perlakuan tersebut adalah 1) R1 = ransum komersial (Sinta SP 22), 2) R2 = ransum yang biasa digunakan peternak, 3) R3 = ransum mengandung Indigofera zollingeriana 20% tanpa jagung, 4) R4 = ransum mengandung Indigofera zollingeriana 10%, 5) R5 = ransum mengandung Indigofera zollingeriana 15%, 6) R6 = ransum mengandung Indigofera zollingeriana 20% dan mengandung jagung. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dan data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi dan konversi ransum tidak menunjukan perbedaan yang nyata, tapi pertambahan bobot badan tertinggi (P<0,05) dicapai pada R1 dengan bobot badan akhir sebesar 833,25 g pada umur 10 minggu. Ransum R4 yang mengandung Indigofera zollingeriana 10% menghasilkan pertambahan bobot badan yang sama dengan R1 dengan bobot akhir penelitian sebesar 722 g. Kesimpulan Indigofera zollingeriana sebanyak 10% dapat diberikan dalam ransum ayam sentul.Kata kunci:  ayam sentul, performa, Indigofera zollingerianaABSTRACTThis study was aimed to utilize Indigofera zollingeriana in diets on the performance of sentul chicken. One hundred and fourty four sentul chickens were allocated into 6 treatments and 4 repetitions. This poultry was kept from DOC until the age of 3 weeks with BR 501 CP diets, next for 7 weeks fed treatment diets. The treatment diet was 1) R1 = commercial diet (Sinta SP 22), 2) R2 = diet commonly used by breeder, 3) R3 = diet containing Indigofera zollingeriana 20% without maize, 4) R4 = diet containing Indigofera zollingeriana 10%,  5) R5 = diet containing Indigofera zollingeriana 15%, 6) R6 = diet containing Indigofera zollingeriana 20% and containing maize. The study used a complete randomized design and the collected data were analyzed by Duncan test. The results showed that the consumption and conversion of diets did not show any significant difference, but the highest body weight gain (P <0.05) was achieved in R1 with final bodyweight of 833.25 g at 10 weeks. The R4 diet containing 10% Indigofera zollingeriana resulted in the same weight gain as R1 with the final weights of 722 g. Conclusion Indigofera zollingeriana as much as 10% can be given in sentul chicken diets.Keywords: performance, Indigofera zollingeriana, sentul chicken
Perubahan Sifat Fisik Jagung Kuning Giling Selama Penyimpanan Iman Hernaman
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 8 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v8i2.21837

Abstract

Jagung mengandung pati yang tinggi, sehingga mudah mengalami perubahan sifat fisik selama penyimpanan. Penelitian bertujuan untuk melihat perubahan sifat fisik jagung kuning selama penyimpanan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap dan diuji dengan analisis varian. Bila terjadi perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan. Jagung disimpan selama 0 (P0), 1 (P1), 2 (P2), 3 (P3) dan 4 (P4) minggu dengan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Peubah yang diukur meliputi berat jenis, kerapatan tumpukan dan kerapatan pemadatan tumpukan. Hasil menunjukan bahwa lama waktu mempengaruhi berat jenis, kerapatan tumpukan dan kerapatan pemadatan tumpukan, dengan nilai tertinggi didapat pada perlakuan P4, yaitu penyimpanan selama 4 minggu dengan nilai beturut-turut 1,28 kg/dm3, 649 kg/m3 dan 775,75 kg/m3. Hubungan antara berat jenis dengan kerapatan tumpukkan dan kerapatan pemadatan tumpukkan masing-masing r(kerapatan tumpukan) = 0,9748 dan r(kerapatan pemadatan tumpukan) = 0,9764, pada persamaan regresi Y(kerapatan tumpukan) = 325,79X + 227,07, R2(kerapatan tumpukan) = 0,9503 dan Y(kerapatan pemadatan tumpukan) = 247,78 + 457,85, R2(kerapatan pemadatan tumpukan) = 0,9534. Kesimpulan, lama penyimpanan mempengaruhi sifat fisik jagung kuning dan anatra berat jenis dengan kerapatan tumpukan dan kerapatan pemadatan tumpukkan memliki hubungan yang sangat erat.
Fermentabilitas dan Kecernaan Ransum yang Mengandung Bungkil Kacang Tanah (In Vitro) Dyllameita Anaztha Amatullah; Ginanjar Ilyas; Elsa Nelasari Awaliya; Nur Atila Aldila; Iman Hernaman; Budi Ayuningsih; Ujang Hidayat Tanuwiria; Rahmat Hidayat
Jurnal Ilmu Ternak Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v22i2.39773

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ransum yang mengandung bungkil kacang tanah terhadap fermentabilitas dan kecernaan in vitro. Ransum perlakuan disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 4 jenis yang mengandung 0, 6, 12, dan 18% bungkil kacang tanah. Setiap perlakuan diulang sebnayak 5 kali dan dilakukan analisis dengan menggunakan uji Duncan. Ransum perlakuan dievaluasi secara in vitro dan diukur konsentrasi VFA, N-NH3, persentase kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan populasi bakteri rumen. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan bungkil kacang tanah sampai taraf 18% dapat meningkatkan VFA, N-NH3, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan bakteri rumen (P<0,05) daripada ransum yang tidak mengandung bungkil kacang tanah. Peningkatan terjadi sampai pada taraf 12%, kemudian menurun pada taraf 18%. Kesimpulan menunjukkan bahwa penggunaan bungkil kacang tanah dalam ransum dapat digunakan sebanyak 18%, namun penggunaan 12% memberikan fermentabilitas dan kecernaan yang terbaik.
Performance of Female Thin Tail Sheep Fed Ration Containing Fermented Shrimp Waste by EM-4 Ibnul Abror Musthofa; Budi Ayuningsih; Iman hernaman
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v10i3.p277-288

Abstract

The use of shrimp waste as ruminant feed is constrained by the presence of chitin which is difficult to digest. This study aimed to determine the use of shrimp waste fermented with EM-4 as additional feed for female Thin Tailed sheep. A total of 18 female Thin-Tailed sheep with a body weight of 10.35±0.88 kg were allocated to 3 ration treatments containing fermented shrimp waste with EM-4, namely 5%, 7.5% and 10%. The sheep were kept for 90 days at CV. Bungah Tani Djaya's Livestock to measure its performance. The results showed that the use of fermented shrimp waste up to 10% did not interfere with the performance of femaleThin-Tailed sheep with the average dry matter consumption, crude protein consumption, total digestible nutrient (TDN) consumption, daily body weight gain, and feed conversion were 340,29 g/head/day, 31.68 g/head/day, 195.63 g/head/day, 61.80 g/head/day, and 6.18 respectively. The results of the study concluded that the use of shrimp waste fermented with EM-4 up to 10% can be used as additional feed for female Thin-Tailed sheep.
Edukasi Manajemen Pakan, Pemeliharaan, dan Penanganan Penyakit pada Kelompok Peternak Domba di Desa Nanggerang dalam Usaha Meningkatkan Pendapatan Keluarga Ken Ratu gharizah Alhuur; An An Nurmeidiansyah; Denie Heriyadi; Iman Hernaman; Siti Nurachma
Media Kontak Tani Ternak Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v4i2.44399

Abstract

Edukasi mengenai manajemen pakan, manajemen pemeliharaan, dan manajemen penanganan penyakit yang sering menyerang ternak domba penting untuk dilakukan guna meningkatkan efisiensi peternakan domba yang dimiliki, sehingga pendapatan keluarga yang bersumber dari usaha beternak domba dapat ditingkatkan. Desa Nanggerang merupakan salah satu desa yang penduduknya cukup banyak berkecimpung di usaha peternakan domba. Sebagian besar peserta merupakan peternak lama, namun juga terdapat beberapa peternak baru dengan variasi jumlah ternak yang dipelihara kurang dari 10 ekor, 11-35 ekor, 36-50 ekor, dan >50 ekor. Edukasi mengenai manajemen pakan, pemeliharaan, dan penanganan penyakit ini dilaksanakan di areal peternakan milik salah satu peserta dengan metode penyampaian berupa ceramah dan diskusi terkait masalah ataupun tantangan yang pernah dihadapi oleh para peternak khususnya dalam manajemen pemeliharaan tersebut. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test pemahaman peternak terkait manajemen pakan, pemeliharaan, dan penanganan penyakit meningkat sebanyak 34,35 %, 28,3%, dan 27,6% dari yang sebelumnya 56,6%, 63%, dan 62,6%. Skor yang didapatkan peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah >80% dan termasuk ke dalam kategori baik.
Penggunaan Daun Kecubung (Datura metel Linn.) dalam Menurunkan Stres Transportasi pada Domba Atun Budiman; Iman Hernaman; Diding Latipudin
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.785 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1260

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas daun Datura metel Linn. dalam mengurangi cekaman transportasi pada domba. Penelitian dilakukan 3 tahap. Tahap pertama adalah menentukan dosis yang tepat dengan perlakuan 0, 5, 10, 15, 20, 25%, dan pekat pada hamster melalui kemampuan berputar pada roda berputar selama 1 menit, yang diobservasi pada waktu 10, 20, 30, 60, 120, dan 180 menit pascapemberian ekstrak daun Datura metel Linn. Tahap kedua menguji efek sediaan ekstrak daun Datura metel Linn. yang diberikan pada domba pratransportasi. Tahap 3, mempelajari bentuk penyajian dengan teknik celup. Lima ukuran partikel tepung daun Datura metel Linn. yaitu 60, 60-40, 40-30, 30-20, dan 20 mesh diuji kelarutannya dalam air selama 10 menit. Data diolah dengan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun Datura metel Linn. untuk semua perlakuan memberikan sensasi tenang dan bertahan sampai 180 menit. Domba yang diberi ekstrak daun Datura metel Linn. memiliki derajat stres transportasi yang lebih rendah dibandingkan dengan tanpa pemberian ekstrak Datura metel Linn. Ukuran mesh 20 memberikan kelarutan yang paling tinggi. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun Datura metel Linn. dapat mengurangi stres transportasi pada domba.
PEMBERIAN LIMBAH PERKEBUNAN SINGKONG YANG DISUPLEMENTASI SENG DAN KOBALT TERHADAP PERFORMA REPRODUKSI DOMBA BETINA (Utilization of Cassava Plantation Waste Supplemented with Zinc and Cobalton Reproduction Performance of Ewe) Iman Hernaman; Kundrat Hidajat; Atun Budiman; Siti Nurachma
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 10, No 1 (2016): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.934 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v10i1.3379

Abstract

The study aimed to evaluate the  utilization of cassava plantation waste suplemented with zinc and cobalt on ewe reproduction performance. Six pregnacy ewes were allocated at experimentrations, i.e. K1: control (50% fresh grass + 50%  concentrate) and K2: 50% fresh grass + 50% cassava plantation waste  + 30 ppm zinc + 5 ppm cobalt. The results showed that the concentration of zinc and cobalt in blood of ewe in group K1 and K1 were 7.03 vs 8.22 ppm and 0.48 vs 0.44 ppm, respectively, while in faeces were 147,72 vs 158.59 ppm and 8.3 vs 9.8 ppm. In addition, the concentration of alkaline phosphatase and progresterone in blood were 116 vs 196 u/l and 0.56 vs 0.59 mg/ml, respectively. The average of offsprings weight on 24 day postpartum in K1 and K2 was 3.48 vs 3.16kg. In conclusion, cassava plantation waste could be used as feed for pregnancy and lactating ewe. Supplementation of 30 ppm zinc is efectively increase the concentration of zinc and alkaline phosphatase in blood.Key words: cobalt, reproduction, cassava, zinc, ewe
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.) SEBAGAI PENGGANTI RUMPUT LAPANGAN TERHADAP TOTAL PRODUKSI AMMONIA DAN ASAM LEMAK TERBANG (IN VITRO) Linda Yanwar Sunarti; Ana Rochana Tarmidi; Iman Hernaman
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v3i1.3625

Abstract

Daun nangka merupakan hijauan pakan ternak yang berpotensi menggantikan rumput. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengunaan daun nangka menggantikan rumput lapangan dan dampaknya terhadap produksi ammonia dan asam lemak terbang. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap yang dilakukan secara eksperimental. Perlakuan adalah penggunaan daun nangka menggantikan rumput lapangan sebanyak 0, 25%, 50%, 75%, dan 100% yang diulang sebanyak 4 kali. Data dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa daun nangka nyata (P<0,05) meningkatkan produksi ammonia dan asam lemak terbang dengan penggunaan 100% daun nangka menghasilkan produksi yang tertinggi, yaitu 8,86 mM dan 148,13 mM. Kesimpulan, daun nangka sebanyak 100% dapat menghasilkan total produksi ammonia dan asam lemak terbang yang maksimal.
Co-Authors Abun Abun Addawiyyah, Nadya Robiatul Ai Neni Nurhayati Alamsyari . Alifia, Arya Ambarsari, Wiwik Aminuyati An An Nurmeidiansyah ANA R. TARMIDI Ana R. Tarmidi ANA R. TARMIDI Ana R. Tarmidi Ana Rochana Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana, Ana Ana Rohana Tarmidi Ana Rohana Tarmidi Andika Hendy Permana Angga Purnawisda Anuraga Jayanegara Aprilina, Ratu Anggista Ardana Reswari Pratama Ari L. Darmawan Armi Desiputra Permana Aryanti, Risca Dwi Asep Irawan Asep Saripudin Asep Suherman Atun Budiman Audhya, Shella Audina, Leyly Nuura Norma Awaliyah, Alif Tiffany Azizah Azhar, Khaerul Bambang Kholik Mutaqin Bambang Kholik Mutaqin Bambang Nurhadi Bayani, Matni Syifa Begna, Regasa Bentang, Satria Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih BUDI AYUNINGSIH Budi Ayuningsih Budi Ayunungsih Darmawan Hidayat Daud, Andre Rivianda Dedi Pratomo Dedi Rahmat Dedi Rahmat Dedi Rahmat Denie Heriyadi Denny Rusmana Deny Saefulhadjar Destu Putra Rosmawan Dicky Pamungkas Diding Latipudin Diding Latipudin Diding Latipudin Diky Ramdani Djajuli, Mochamad Dwi Budi Santoso Dyah Wahyuni Dyllameita Anaztha Amatullah Eka Maya Rahmawati Eka Yosi Haryantika Elfrida Ratnawati Elita Retno Milyanti Elsa Nelasari Awaliya Esatya Mahardika Farisy, Daffa Al Fitri, Deswita Adelia Fransiskus Teguh Santoso Fransiskus Teguh Santoso Furi Siti Fauziyah Hasanah Ganesha Ade Riemas Ghea Kemala Ginanjar Ilyas Handi Burhanuddin Hani Yuhani Hani Yuhani Harun Djuned Hidayat Tanuwiria Hikmana, Entus Husna, Afifah Ibnul Abror Musthofa Iin Susilawati Irmawaty, Dwi Ayu Dian Johar Arifin Juandita, Karina Natasya Ken Ratu Gharizah Alhuur Kundrat Hidajat Kundrat Hidajat, Kundrat Kundrat Hidayat Kundrat Hidrajat Kundrat Hidrajat, Kundrat KURNIA A. KAMIL Kurnia A. Kamil Linda Yanwar Sunarti Lukman Purwanto M Fatah Wiyatna M. Fatah Wiyatna Magdalena Yohana Rotua Sitanggang Mahardika, Rayi Prima Mansyur , Mansyur - Mansyur . Mansyur Mansyur Maya Dwisari Mesa Maisarah Mohamad Busaeri Rapsanjani Mohamad Haris Septian Muhamad Rifki B. Ali Muhamad Rovie Nawawi Muhammad Syahril Mauludan Nadia Ainunisa Nadia Ainunisa Nena Hilmia Neng Hilma Hamidah Nina Suryanti Ningsih Ningsih Nisa Nuryawati Putri Novi Mayasari Novi Mayasari Nur Atila Aldila Nyimas Popi Indriani Nyimas Popi Indriani Poniah Andayaningsih Poniah Andayaningsih Pri Riznaya Putri, Verlia Dwi Putut I. Pudjiono R. Bobby Adi Eryanto Rachmat Wiradimadja Raden Febrianto Christi Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Rahmat Taufiq Mustahiq Akbar Rahmat Wiradimadja Rahmatillah, Ririn Siti Rahmawati, Imma Raihan Nauval Ramadika Ramadika Rani Darliani Rachmat Ratna Utami Dewi Rendhy Ardiansyah Reyhan Hasyaftala Rida Septiana Ridwan Nurjaman Ansori Rini Widyastuti Ritonga, Ayu Aksari Romi Zamhir Islami Romy Zamhir Al Islami Roni Pazla Rukmantoro Salim Rukmantoro Salim Sadam, Muhammad Raihan Salman Parisi Sari Suryanah Shena Nurpauza Shiyami Asri Yamashita Simson Tarigan Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siti Nurachma Siti Nurachma Siti Nurachma Siti Nurachma Siti Nurachman Siti Nurachman, Siti Solehudin, Solehudin Somanjaya, Rachmat Suci, Annisa SUKMA ACHLAN SAHID Sulastri, Erni Syifa Nurjannah, Syifa Tanuwiria, U. Hidayat Tati Rohayati Tidi Dhalika Titin Nurhayatin Toto Toharmat Tutiyana Tutiyana Tutiyana, Tutiyana Tutyana . U. Hidayat Tanuwiria U. Hidayat Tanuwiria Ujang Hidayat Tanuwiria Ummul Hajar Urip Rosani Wasmen Manalu Wiwik Ambasari Y.F. Caritas Pela Levi Yani Suryani Yani Suryani Yanti Jayanti M Yogi Kriskenda Yudhi Mahmud Yudhi Mahmud Yulianri Rizki Yanza Zaenudin nur Sa&#039;ban