Claim Missing Document
Check
Articles

Indigofera Pellet Storage Time on Dry Matter Content, Organic Matter, Physical Properties and Palatability in Sheep Aprilina, Ratu Anggista; Hernaman, Iman; Tanuwiria, U. Hidayat
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 24, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v24i1.47489

Abstract

One of the protein sources of feed ingredients that contain high protein is I. zollingeriana. The abundant harvest of I. zollingeriana requires attention in the storage process. As forage, I. zollingeriana has bulky properties. This causes less efficiency in storage and transportation. Compaction of feed particles is one of the feed processing technologies to improve storage and transportation efficiency. The compaction process can be done by making pellets. The purpose of this study was to observe the interaction between the level of adhesive (cassava) and the shelf life of I. zollingeriana pellets on the content of dry matter, organic matter, physical properties, and palatability. The research was carried out with a nested design. The resulting data was tested with ANOVA. Indigofera zollingeriana was sun-dried for 3 days, grounded using a hammer mill, and given 10, 20, and 30% of the cassava as an adhesive. The pellets are dried in the sun to dry and put in plastic and sacks, and then the top is sewn using a sack sewing machine and stored in the feed warehouse for 0, 4, and 8 weeks. The I. zollingeriana pellets were stored for 0, 4, and 8 weeks. The results of the analysis showed that there was no interaction (P>0.05) between the adhesive level (cassava) and the shelf life of I. zollingeriana pellets.  I. zollingeriana can be made into pellets with or without adhesive. Storage for up to 8 weeks did not affect the content of dry matter, organic matter, physical properties, and palatability.Keywords : pellets of I. zollingeriana, dry matter, organic matter, physical properties, palatability
DENSITAS DAN UJI LIGNIN FRAKSI POLLARD Rosani, Urip; Hernaman, Iman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i2.49974

Abstract

Pollard adalah bahan pakan yang berasal dari hasil ikutan penggilingan biji gandum menjadi tepung terigu. Dalam proses penggilingan menghasilkan fraksi-fraksi di dalam pollard tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas dan uji lignin pada masing-masing fraksi pollard. Proses fraksinasi pollar menggunakan Siever Shaker dengan mesh 10, 20, 30, 40 dan 50 lalu diukur proporsinya, densitas, dan uji lignin menggunakan larutan phloroglucinol. Pembacaan kandungan lignin berdasarkan warna dengan menggunakan aplikasi Color Grab. Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan prosentase dari fraksi pollard dengan prosentase tertinggi diperoleh pada fraksi mesh 50 yaitu sebanyak 29,14%. Semakin tinggi mesh atau kerapatan saringan menghasilkan densitas yang semakin tinggi pula. Densitas tertinggi pada fraksi mesh 50 sebesar 357,11 g/l. Perubahan warna untuk masing-masing fraksi relatif sama dengan nilai warna merah antara 151-162. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pollard memiliki fraksi dengan prosentase yang berbeda-beda dan setiap fraksi memiliki kandungan lignin yang rendah.
LEVEL DEDAK PADI DALAM KONSENTRAT YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN BERBAGAI SUMBER SERAT TERHADAP RATAAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA: STUDI LITERATUR Rosani, Urip; Hernaman, Iman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.49973

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dedak padi dalam ransum terhadap pertambahan boot badan domba. Database dirancang berdasarkan artikel yang diterbitkan dengan melaporkan penggunaan dedak padi dalam ransum domba. Artikel dipilih secara ketat sesuai dengan protokol PRISMA. Database terdiri dari 13 artikel penelitian dengan 27 respon penggunaan dedak padi terhadap pertambahan bobot badan domba. Parameter yang diamati dari data terebut adalah level penggunaan dedak padi, jenis hijauan yang digunakan, proporsi konsentrat dan hijauan dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan domba. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan dedak padi dalam konsentrat dapat meningkatkan performa domba terutama parameter pertambahan bobot badan. Penggunaan dedak padi dalam konsentrat menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 74,76-147,11 gram/ekor/hari. Penggunaan berbagai jenis hijauan dikombinasikan dengan konsentrat yang mengandung dedak padi menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 52,36-154,1 gram/ekor/hari. Perbandingan penggunaan hijauan dengan konsentrat yang mengandung dedak padi menghasilkan kisaran pertambahan bobot badan 104,57-110,04 gram/ekor/hari.
PENERAPAN PAKAN FUNGSIONAL UNTUK PAKAN KAMBING PERAH DI KELOMPOK PETERNAK TANI JAYA MAKMUR Santoso, Budi; Alifia, Arya; Bentang, Satria; Suci, Annisa; Hernaman, Iman
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i1.52704

Abstract

Populasi kambing perah di Kabupaten Pangandaran terus menurun setiap tahunnya dikarenakan produktivitas ternak dan produksi susu rendah. Hal ini karena sulitnya akses teknologi terutama untuk pakan ternak. Kondisi ini juga dialami oleh mitra kami, Kelompok Peternak Tani Jaya Makmur yang berlokasi di Dusun Cibeureum RT.02 RW.09, Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Saat ini produksi susu kambing perahnya hanya menghasilkan kurang dari 1 liter per hari, tidak sesuai dengan potensi genetiknya sebesar 2 liter per hari, sehingga berpotensi kerugian sebesar Rp. 25.000,- per ekor. Untuk meningkatkan produksi susu, yaitu menggunakan pakan fungsional berbahan baku lokal berupa dedak padi, nira aren dan kotoran kerbau. Kegiatan PKM PI terbagi 4 tahapan, yaitu 1) pembuatan SOC, 2) dedak aromatik, 3) konsentrat dan 4) penerapan pada ternak. Capaian kegiatan dapat diukur melalui beberapa kriteria, yaitu: 1) mitra dapat membuat secara mandiri pakan fungsional (dedak aromatik), 2) peningkatan produksi susu harian, 3) keberlanjutan program. Hasil yang dicapai adalah peternak dapat membuat pakan fungsional dan konsentrat sesuai SNI : 3148-1:2017 secara mandiri dan meningkatkan produksi susu dari 0,55 liter menjadi 1,67 dan 1,275 liter per ekor per hari dengan kualitas standar SNI 3141.1:2011. Potensi hasil setelah penerapan teknologi pakan fungsional bahan lokal dapat meraih keuntungan dari Rp. 5.750 menjadi Rp. 34.348,25 pada kelompok 1 dan Rp. 24.473,8 pada kelompok 2. Kegiatan PKM-PI dapat disimpulkan bahwa penerapan pakan fungsional di kelompok mitra menghasilkan produk berupa SOC, pakan fungsional (dedak aromatik), dan formulasi konsentrat berbahan baku lokal yang dapat meningkatkan produksi susu tanpa mengurangi kualitasnya sehingga meningkatkan pendapatan mitra. 
THE STUDY ON IN VITRO DIGESTIBILITY OF SOAKED PALM OIL FIBER BY FILTRATED PALM OIL FRUIT BUNCH ASH Darmawan, Ari L.; IRAWAN, ASEP; DHALIKA, TIDI; TARMIDI, ANA R.; -, MANSYUR; BUDIMAN, ATUN; KAMIL, KURNIA A.; HERNAMAN, IMAN
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.711 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i01.p01

Abstract

Palm oil fiber has its potency as feed fiber source for ruminant, but contains high lignin and causes limited digestibility. This research was carried out to find the effect of soaking palm oil fiber in filtrated palm oil fruit bunch ash (FPOFBA) on in vitro digestibility. This experiment used a completely randomized design that repeated for 4times. Palm oil fruit bunch ash was mixed in water and entered into container for 24 hours within concentrations, consists of: 50, 100, 150 and 200 g/L. Moreover, this filtrate used to soak palm oil fiber for 3 hours. The processed products were analyzed for their level of lignin and crude fiber. Meanwhile, in vitro test was used to measure digestibility. It showed that soaking in filtrated palm oil fruit bunch ash gave significant effect to decrease level of lignin and crude fiber (P<0.05), and without soaking to improve digestibility of dry and organic matter compared to control treatment (P<0.05). Treatment with 150 g/L and 200 g/L using filtrated palm oil fruit bunch ash produced low level of lignin (P<0.05), as of: 17.25 and 18.53%. In contrast, within concentration of 150 g/L produced higher level of crude fiber compared to 200 g/L (46.04 vs. 43.87%). This seemed to have the same results in digestibility of dry and organic matter (P>0.05), such as 23.48 and 24.12% as well as 16.70 and 17.06 % in each. It can be concluded that soaked palm oil fiber with 150 g/L concentration of filtrated palm oil fruit bunch ash was more effective in improving digestibility.
Substitution of Concentrate with a Mixture of Moringa leaf (Moringa oleifera L.) and Cassava Pulp and Their Impact on in Vitro Fermentability and Digestability Rahmawati, Imma; Wahyuni, Dyah; Irmawaty, Dwi Ayu Dian; Aryanti, Risca Dwi; Dhalika, Tidi; Ayuningsih, Budi; Tanuwiria, U. Hidayat; Mansyur, Mansyur; Djajuli, Mochamad; Djuned, Harun; Hernaman, Iman
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 10, No 2 (2023): JITRO, May
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i3.26806

Abstract

The aim of this study was to study the use of a mixture of Moringa leaves with cassava pulp (MLCP) to replace concentrate and its impact on in vitro fermentability and digestibility. The study was conducted experimentally using a completely randomized design consisting of 5 treatments and 4 replications. Basal treatment in 40% rice straw as a source of fiber and 60% concentrate, then concentrate was replaced with MLCP in stages, namely 15%, 30%, 45%, and 60%. MCLP has a ratio of 43%:57% based on dry matter. The resulting data were analyzed by Duncan's test. The results showed that MLCP in replacing concentrate had a significant effect (P
PROFIL SEL EPITEL DAN LEUKOSIT MUKOSA VAGINA SAPI PASUNDAN DARA SELAMA SIKLUS ESTRUS Bayani, Matni Syifa; Hilmia, Nena; Ramdani, Diky; Hidayat, Rahmat; Daud, Andre Rivianda; Hernaman, Iman; Widyastuti, Rini
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.15829

Abstract

The estrous cycle is the period between two consecutive estrus phases regulated by reproductive hormones. A method used for determining the estrous cycle in cattle involves investigating the epithelial cells and leukocytes found in the vaginal mucosa by using vaginal smear techniques. This study aims to identify the epithelial cells and leukocytes that dominate each phase of the estrous cycle in Pasundan heifers, along with the duration of each phase. The study was conducted at the Teaching Farm Ciparanje and the Animal Reproduction Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran. The study included a sample of 17 Pasundan heifers as experimental animals. The research method applied is descriptive quantitative. The assessed parameters included the number of vaginal epithelial cells (parabasal, intermediate, and superficial), the percentage of leukocytes, and the duration of each phase of the estrous cycle. Observations were carried out for three months. The findings revealed that intermediate cells dominated the epithelial cells during the proestrus phase, superficial cells during the estrus phase, and parabasal cells during the metestrus and diestrus phases. While, the lowest leukocyte count was discovered during the estrus phase, and the greatest during the diestrus phase. Furthermore, the proestrus phase in Pasundan heifers lasted for a period of 2-4 days, the estrus phase lasted for 1-2 days, the metestrus phase lasted for 3-5 days, and the diestrus phase lasted for 11-13 days. The estrous cycle of Pasundan heifers typically lasts between 17 and 25 days.
PROFIL HEMATOLOGIS SAPI PASUNDAN BETINA (Kasus di Teaching Farm Sapi Potong Ciparanje) Husna, Afifah; Hilmia, Nena; Ramdani, Diky; Hidayat, Rahmat; Hernaman, Iman; Widyastuti, Rini; Mayasari, Novi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.15717

Abstract

Status kesehatan ternak dalam suatu lingkungan merupakan hal penting yang mendukung keberlangsungan budidayanya yang dapat dilihat melalui parameter profil hematologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologis sapi pasundan betina dipelihara di Kandang Teaching Farm Ciparanje. Penentuan sampel dilakukan meggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitian adalah sapi pasundan betina terdiri dari rentang umur 1,5 – 2 tahun sebanyak 9 ekor dan umur >2 tahun sebanyak 9 ekor. Parameter yang diukur adalah jumlah leukosit, jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, nilai hematokrit, dan indeks eritrosit. Hasil penelitian menunjukkan sapi pasundan kelompok umur 1,5-2 tahun memiliki jumlah leukosit, jumlah eritrosit relatif lebih tinggi dan kadar hemoglobin, nilai hematokrit, dan indeks eritrosit relatif lebih rendah dibandingkan kelompok umur >2 tahun. Kisaran profil hematologis penelitian ini dapat berguna sebagai nilai referensi untuk pemeliharaan sapi pasundan dalam mengevaluasi kondisi klinis yang berbeda.
Dampak Pemberian Mikroenkapsulasi Minyak Ikan dalam Pakan terhadap Kolesterol Darah dan Performa pada Domba Ganesha Ade Riemas; Iman Hernaman; Diky Ramdani; Bambang Nurhadi
Jurnal Agripet Vol 21, No 1 (2021): Volume 21, No. 1, April 2021
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v21i1.16627

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini untuk mengukur seberapa besar pengaruh minyak ikan yang sudah terenkapsulasi terhadap kolesterol darah dan performa pada Domba. Penelitian telah dilakukan di Sub Unit Pelayanan Pengembangan Pembibitan Ternak Domba dan Kambing (SUPPPTDK) Bunihayu, Subang pada tanggal 20 Januari 2020 sampai 27 Maret 2020. Sebanyak 18 ekor domba Ekor Tipis jantan dengan bobot 15,990,98 kg dialokasikan ke dalam 3 perlakuan secara acak. Domba tersebut diberi ransum perlakuan yang disuplementasi dengan mikroenkapsulasi minyak ikan sebanyak 0% (P0), 2,5% (P1), dan 5% (P2). Data yang terkumpul dilakukan analisis ragam dan bila hasil berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa mikroenkapsulasi minyak ikan dapat menurunkan kolesterol darah (P0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi ransum (P0,05). Penurunan kadar kolesterol terjadi pada kelompok domba dengan perlakuan mikroenkapsulasi sebanyak 2,5% (P1) dan mikroenkapsulasi 5% (P2). Kadar kolesterol darah masing-masing perlakuan berturut-turut adalah 100,70 mg/dl (P0); 96,20 mg/dl (P1); dan 78,76 mg/dl (P2). Rataan yang terbaik pada pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering harian, dan konversi ransum terdapat pada P2 yaitu 63,96 g/hari, 574,13 g/hari, dan 9,08. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mikroenkapsulasi minyak ikan dapat menurunkan kolesterol darah, dengan penurunan tertinggi pada pemberian 5%. (The impact of microencapsulation fish oil in feed on blood cholesterols and performance on sheep) ABSTRAK. This study measured the effect of encapsulated fish oil on blood cholesterol and sheep performance. The study was conducted at the Bunihayu Sheep and Goat Breeding Services Bunihayu, Subang on January 20, 2020 to March 27, 2020. A total of 18 male thin-tailed sheep 15.990.98 kg were allocated randomly into 3 treatments. The sheep were given feed supplemented with fish oil microencapsulation of 0% (P0), 2.5% (P1), and 5% (P2). The data were collected and analyzed by analysis of variance and, if the result is significantly different, continued by Duncan's test. The results showed that fish oil microencapsulation decreased blood cholesterol levels (P0.05). However, it did not affect body weight gain, consumption, and feed conversion (P0.05). Decreased levels of cholesterol occurred in the group of sheep with 2.5% microencapsulation (P1) and 5% microencapsulation (P2). Blood cholesterol levels of each treatment were 100.70 mg/dl (P0); 96.20 mg/dl (P1); and 78.76 mg/dl (P2), respectively. Averagely, the highest body weight gain, dry matter intake and feed conversion were found in P2 as much as 63.96 g/day, 574.13 g/day, and 9.08, respectively. The results can be concluded that microencapsulation of fish oil can reduce blood cholesterol, with the highest decrease at the level of 5%.
Fermentabilitas dan Kecernaan Ransum Domba yang Mengandung Limbah Roti secara In Vitro Asep Saripudin; Shena Nurpauza; Budi Ayuningsih; Iman Hernaman; Ana Rochana Tarmidi
Jurnal Agripet Vol 19, No 2 (2019): Volume 19, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v19i2.14120

Abstract

ABSTRAK. Penelitian bertujuan untuk mengetahui fermentabilitas dan kecernaan ransum domba yang mengandung limbah roti. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima macam ransum perlakuan yang terdiri atas 40% rumput lapangan dan 60% konsentrat yang masing-masing mengandung limbah roti sebanyak 0 (kontrol), 10, 20, 30, dan 40%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan data yang terkumpul dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Ransum perlakuan dievaluasi secara in vitro. Peubah yang diukur adalah asam lemak terbang (ALT), N-NH3, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah roti dalam ransum domba sampai 40% mampu meningkatkan konsentrasi ALT (102,63-143,88 mM), kecernaan bahan kering (64,66-78,61%) dan kecernaan bahan organik (53,41-65,82%). Sementara itu, terjadi kenaikan konsentrasi N-NH3 (3,87-4,90 mM) sampai penggunaan limbah roti 30%, namun penggunaan 40% limbah roti sama dengan ransum kontrol. Konsentrasi ALT memiliki hubungan erat dengan kecernaan bahan kering dan bahan organik dengan nilai r = 0,67 dan 0,65, pada persamaan regresi Y = 0,1591X + 50,79 dan Y = 0,1528X + 39,619. Kesimpulan, Penggunaan limbah roti di dalam ransum sebanyak 40% tidak mengganggu fermentabilitas dan kecernaan ransum secara in vitro.(In vitro fermentability and digestibility of sheep rations containing bread waste)ABSTRACT. The study aimed to determine the fermentability and digestibility of sheep rations containing bread waste. The study used a completely randomized design with five types of treatment rations consisting of 40% native grass and 60% concentrate and each treatment containing bread waste as much as 0 (control), 10, 20, 30, and 40%. Each treatment was repeated 4 times and the data collected was analyzed by analysis of variance and continued by Duncan test. The treatment ration was evaluated by in vitro. The variables measured were volatile fatty acids (VFA), N-NH3, dry matter digestibility, and organic matter digestibility. The results showed that the use of bread waste in sheep rations up to 40% was able to increase the concentration of VFA (102.63 to 143.88 mM), dry matter (64.66to78.61%) and organic matter digestibility (53.41to65.82%). Meanwhile, there was an increase in the concentration of N-NH3 (3.87 to 4.90 mM) until 30%, but the use of 40% bread waste was the same as the control ration. The VFA concentration has a close relationship with the dry matter and organic matter digestibility with values of r = 0.67 and 0.65, in the regression equation Y = 0.1591X + 50.79 and Y = 0.1528X + 39.619. The conclusion is using of bread waste as much as 40% did not disturb the fermentability and digestibility of the ration in vitro.
Co-Authors Abun Abun Addawiyyah, Nadya Robiatul Ai Neni Nurhayati Alamsyari . Alifia, Arya Ambarsari, Wiwik Aminuyati An An Nurmeidiansyah ANA R. TARMIDI Ana R. Tarmidi ANA R. TARMIDI Ana R. Tarmidi Ana Rochana Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana Tarmidi Ana Rochana, Ana Ana Rohana Tarmidi Ana Rohana Tarmidi Andika Hendy Permana Angga Purnawisda Anuraga Jayanegara Aprilina, Ratu Anggista Ardana Reswari Pratama Ari L. Darmawan Armi Desiputra Permana Aryanti, Risca Dwi Asep Irawan Asep Saripudin Asep Suherman Atun Budiman Audhya, Shella Audina, Leyly Nuura Norma Awaliyah, Alif Tiffany Azizah Azhar, Khaerul Bambang Kholik Mutaqin Bambang Kholik Mutaqin Bambang Nurhadi Bayani, Matni Syifa Bentang, Satria Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih BUDI AYUNINGSIH Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Budi Ayuningsih Budi Ayunungsih Darmawan Hidayat, Darmawan Daud, Andre Rivianda Dedi Pratomo Dedi Rahmat Dedi Rahmat Dedi Rahmat Denie Heriyadi Denny Rusmana Deny Saefulhadjar Destu Putra Rosmawan Dicky Pamungkas Diding Latipudin Diding Latipudin Diding Latipudin Diky Ramdani Djajuli, Mochamad Dwi Budi Santoso Dyah Wahyuni Dyllameita Anaztha Amatullah Eka Maya Rahmawati Eka Yosi Haryantika Elfrida Ratnawati Elita Retno Milyanti Elsa Nelasari Awaliya Esatya Mahardika Farisy, Daffa Al Fitri, Deswita Adelia Fransiskus Teguh Santoso Fransiskus Teguh Santoso Furi Siti Fauziyah Hasanah Ganesha Ade Riemas Ghea Kemala Ginanjar Ilyas Handi Burhanuddin Hani Yuhani Hani Yuhani Harun Djuned Hidayat Tanuwiria Hikmana, Entus Husna, Afifah Ibnul Abror Musthofa Iin Susilawati Irmawaty, Dwi Ayu Dian Johar Arifin Juandita, Karina Natasya Ken Ratu Gharizah Alhuur Kundrat Hidajat Kundrat Hidajat, Kundrat Kundrat Hidayat Kundrat Hidrajat Kundrat Hidrajat, Kundrat KURNIA A. KAMIL Kurnia A. Kamil Linda Yanwar Sunarti Lukman Purwanto M Fatah Wiyatna M. Fatah Wiyatna Magdalena Yohana Rotua Sitanggang Mahardika, Rayi Prima Mansyur , Mansyur - Mansyur . Mansyur Mansyur Maya Dwisari Mesa Maisarah Mohamad Busaeri Rapsanjani Mohamad Haris Septian Muhamad Rifki B. Ali Muhamad Rovie Nawawi Muhammad Syahril Mauludan Nadia Ainunisa Nadia Ainunisa Nena Hilmia Neng Hilma Hamidah Nina Suryanti Ningsih Ningsih Nisa Nuryawati Putri Novi Mayasari Novi Mayasari Nur Atila Aldila Nyimas Popi Indriani Nyimas Popi Indriani Poniah Andayaningsih Poniah Andayaningsih Pri Riznaya Putri, Verlia Dwi Putut I. Pudjiono R. Bobby Adi Eryanto Rachmat Wiradimadja Raden Febrianto Christi Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Rahmat Taufiq Mustahiq Akbar Rahmat Wiradimadja Rahmatillah, Ririn Siti Rahmawati, Imma Raihan Nauval Ramadika Ramadika Rani Darliani Rachmat Ratna Utami Dewi Rendhy Ardiansyah Reyhan Hasyaftala Rida Septiana Ridwan Nurjaman Ansori Rini Widyastuti Ritonga, Ayu Aksari Romi Zamhir Islami Romy Zamhir Al Islami Rukmantoro Salim Rukmantoro Salim Sadam, Muhammad Raihan Salman Parisi Sari Suryanah Shena Nurpauza Shiyami Asri Yamashita Simson Tarigan Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siti Nurachma Siti Nurachma Siti Nurachma Siti Nurachma Siti Nurachman Siti Nurachman, Siti Solehudin, Solehudin Somanjaya, Rachmat Suci, Annisa SUKMA ACHLAN SAHID Sulastri, Erni Syifa Nurjannah, Syifa Tanuwiria, U. Hidayat Tati Rohayati Tidi Dhalika Titin Nurhayatin Toto Toharmat Tutiyana Tutiyana Tutiyana, Tutiyana Tutyana . U. Hidayat Tanuwiria U. Hidayat Tanuwiria Ujang Hidayat Tanuwiria Ummul Hajar Urip Rosani Wasmen Manalu Wiwik Ambasari Y.F. Caritas Pela Levi Yani Suryani Yani Suryani Yanti Jayanti M Yanza, Yulianri Rizki Yogi Kriskenda Yudhi Mahmud Yudhi Mahmud Zaenudin nur Sa&#039;ban