Claim Missing Document
Check
Articles

Physical Quality of Broiler Meat Given Synbiotics from Probio_FM and Mannan Oligosaccharides (MOS) in Rations: Synbiotic broiler meet Pratama, Yayan Yogi; Mairizal, Mairizal; Yusrizal, Yusrizal
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Vol. 19 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2024.019.03.1

Abstract

This research aims to determine the effect of providing synbiotics from Probio_FM and Mannan Oligosaccharides (MOS) in the ration on the physical quality of broiler meat at a certain level. The material used was 200 DOC (Day Old Chick) Lohman strain MB 202 Platinum strains produced by PT Japfa Comfeed. Broilers were maintained for 35 days, this study used 5 treatments and 4 replications, namely P0 (commercial feed + 0% Probio_FM and MOS (Control)), P1 (commercial feed + 0.25% Probio_FM and MOS), P2 (commercial feed + 0 .50% Probio_FM and MOS), P3 (commercial feed + 0.75% Probio_FM and MOS), P4 (commercial feed + 1 % Probio_FM and MOS.  The variables observed were meat pH, cooking loss and water holding capacity (WHC). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), if there was a significant effect then it was continued with the Duncan test. The results showed that administration of synbiotics from Probio_FM and MOS had no significant effect (p > 0.05) on the physical quality of broiler meat which included pH value, binding capacity. water, and cooking loss. It was concluded that synbiotics from Probio_FM and MOS could be added to the ration without reducing the physical quality of broiler meat.
KEANEKARAGAMAN JENIS HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN HINAKO KABUPETAN NIAS BARAT PROVINSI SUMATRA UTARA Togatorop, Alfa Immanuel; Lisna, Lisna; Magwa, Rizky Janatul; Mairizal, Mairizal; Heltria, Septy; Wiyanto, Eko
Jurnal Pari Vol 11, No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : BPPSDMKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v11i1.15356

Abstract

Provinsi Sumatra Utara terletak di bagian barat Indonesia, dan memiliki wilayah laut yang sangat luas sehingga potensi kelautan dan perikanannya sangat besar. Perairan Hinako yang merupakan salah satu pulau di Provinsi Sumatra Utara memiliki potensi perikanan yang tinggi, namun belum banyak diketahui komposisi keanekaragaman jenis hasil tangkapan pada alat tangkap yang digunakan nelayan tradisional seperti gillnet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis hasil tangkapan jaring insang di Perairan Hinako, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatra Utara, untuk merencanakan strategi penangkapan yang tepat. Alat tangkap yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tangkap jaring insang. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan analisis indeks komposisi, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 spesies ikan, dengan tangkapan utama tertinggi adalah ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebanyak 31 ekor dan indeks keanekaragaman tergolong sedang (H'=2,45), keseragaman tinggi (E=0,88), dan dominansi rendah (C=0,10). Temuan ini menunjukkan kondisi ekosistem perairan yang stabil dan beragam. North Sumatra Province is located in the western part of Indonesia and has a very large sea area, so its marine and fisheries potential is very large. Hinako waters, which is one of the islands in North Sumatra Province, have high fisheries potential, but not much is known about the composition of the diversity of catch species in fishing gear used by traditional fishermen such as gillnets. The purpose of this study was to determine the diversity of gillnet catch species in Hinako Waters, West Nias Regency, North Sumatra Province. The fishing gear used in this study was gillnet fishing gear. The method used was a survey method with analysis of the composition index, Shannon-Wiener diversity index (H'), uniformity index (E), and dominance index (C). The results showed that there were 16 fish species, with the highest main catch being tuna (Euthynnus affinis) with 31 individuals and a diversity index classified as moderate (H'=2.45), high uniformity (E=0.88), and low dominance (C=0.10). These findings indicate a stable and diverse aquatic ecosystem. 
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN PANTAI BARAT PROVINSI SUMATERA UTARA Silaban, Jecky; Ramdhani, Farhan; Nurhayati, Nurhayati; Mairizal, Mairizal; Ramadan, Fauzan; Pangentasari, Dwinda
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.73-82

Abstract

Struktur komunitas ikan demersal menggambarkan komposisi serta hubungan antarspesies ikan dasar laut yang hidup di suatu ekosisitem perairan. Pemahaman tentang struktur komunitas ikan demersal diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentrifikasi struktur komunitas ikan demersal di perairan Pantrai Barat Provinsi Sumatera Utara, meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Nias Selatan. Pengambilan data dilakukan pada 28 Oktober-25 November 2024. Metode yang digunakan adalah metode survei dan observasi yang melibatkan 114 unit bubu kawat selama 14 hari penangkapan dengan total organisme tertangkap sebanyak 1.626 ekor dengan berat 1.306,81 kg. Analisis data mencakup komposisi hasil tangkapan (utama, sampingan dan buangan), indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan frekuensi kemunculan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33 spesies ikan yang tertangkap. Hasil tangkapan utama memperoleh persentase dalam berat (44,1%), dan ekor (30%). Hasil tangkapan sampingan memperoleh persentase dalam berat (52,5%), dan ekor (64,5%). Hasil tangkapan buangan memperoleh persentase dalam berat (3,4%), dan ekor (5,6%). Organisme yang tertangkap memiliki nilai indeks keanekaragaman sedang (2,80), keseragaman tinggi (0,80), dan dominansi rendah (0,10). Berdasarkan nilai indeksnya dan secara ekologis mengindikasikan bahwa situasi maupun kondisi di perairan berada dalam keadaan stabil dan juga lingkungan yang mendukung. Frekuensi kemunculan tertinggi adalah ikan ayam-ayam biasa (Abalistes stellaris) 48,2%, dan terendah ikan pepetek (Leiognathus sp.) 4,4%. Disimpulkan bahwa organisme ikan demersal yang tertangkap pada bubu kawat mencakup 33 spesies ikan demersal, dengan 7 spesies sebagai hasil tangkapan utama, 23 spesies sebagai tangkapan sampingan, dan 3 spesies sebagai tangkapan buangan
Analisis Hasil Tangkapan Dan Produktivitas Alat Tangkap Jaring Insang Hanyut Di Perairan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Zafitri, Fadia; Mairizal, Mairizal; Ramadan, Fauzan
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29533

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan produktivitas alat tangkap jaring insang hanyut 4 Inchi di perairan laut Nipah Panjang I Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 01 November sampai 20 November 2024 di Kelurahan Nipah Panjang I Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei dengan menunggu nelayan pulang melaut. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sensus. Data yang dihimpun berupa pengalaman nelayan, panjang alat tangkap, bahan bakar minyak, lama waktu perendaman, jumlah anak buah kapal dan ukuran kapal. Data dianalisis menggunakan aplikasi microsoft Excel selanjutnya dideskripsikan melalui penyajian grafik atau tabel. Hasil penelitian menunjukkan komposisi hasil tangkapan berupa hasil tangkapan utama sebesar 75,50% dan sampingan sebesar 24,50%. Produktivitas alat tangkap jaring insang hanyut 4 inchi dengan rata-rata sebesar 15 ,34 Kg/Trip. Analisis regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,32 menyatakan ada tiga variabel yang berpengaruh. Kesimpulan penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan jaring insang hanyut 4 inchi di perairan laut Nipah Panjang I Tanjung Jabung Timur terdiri dari 6 species yaitu ikan Senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan Duri (Cephalocassis borneensis), ikan Gulama (Johnius carouna), ikan Lidah (Cynoglossus lingua), ikan Beliak Mata (Opisthopterus tardoore) dan ikan Parang-parang (Chirocentrus dorab). Adapun nilai rata-rata produktivitas jaring insang hanyut 4 inchi yaitu sebesar 15,34 Kg/Trip.Kata Kunci: Jaring Insang Hanyut, Komposisi Hasil Tangkapan, ProduktivitasABSTRACTThe study aims to analyze the composition of the catch and productivity of 4-inch drift gill net fishing gear in the Nipah Panjang I sea waters of Tanjung Jabung Timur Regency. The study was conducted from November 1 to November 20, 2024 in Nipah Panjang I Village, Tanjung Jabung Timur Regency. The method used in this study is using a survey method by waiting for fishermen to return from the sea. Sampling in this study uses the census method. The data collected are in the form of fishermen's experience, fishing gear length, fuel oil, soaking time, number of crew members and ship size. The data was analyzed using the Microsoft Excel application and then described through graphic or table presentation. The results of the study showed the composition of the catch in the form of main catch of 75.50% and by-catch of 24.50%. The productivity of 4-inch drift gill net fishing gear with an average of 15.34 Kg / Trip. Regression analysis shows the coefficient of determination (R2) value of 0.32, indicating that there are three influential variables. The conclusion of this study is that the composition of the 4-inch drift gill net catch in the Nipah Panjang I Tanjung Jabung Timur sea waters consists of 6 species, namely Senangin fish (Eleutheronema tetradactylum), Duri fish (Cephalocassis borneensis), Gulama fish (Johnius carouna), Lidah fish (Cynoglossus lingua), Beliak Mata fish (Opisthopterus tardoore) and Parang-parang fish (Chirocentrus dorab). The average value of the productivity of the 4-inch drift gill net is 15.34 Kg/Trip.Keywords: Drift Gill Net, Catch Composition, Productivity
THE INFLUENCE OF LENGTH OF SOAMING POWDER FISHING TOOLS ON FRESHWATER LOBSTER CATCH RESULTS(Cherax quadricarinatus) IN TELAGO VILLAGE KERINCI LAKE Oktaviani, Dwi Rizki; Lisna, Lisna; Magwa, Rizky Janatul; mairizal, Mairizal; Wulanda, Yoppie; Hariski, Muhammad
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v12i2.10171

Abstract

Kerinci Lake is a type of tectonic lake located in the Kerinci Regency, Jambi Province. The fishing gear such as tangkul/ pesap, nets (trawls), and traps (lukah) are commonly used in Telago Village. This research aims to investigate the effect of soaking duration of trap fishing gear on the catch of freshwater lobster. This research was conducted from February 27 to March 18, 2024. An experimental fishing method was employed, comparing soaking durations of 24 hours and 12 hours. Quantitative data were analyzed using frequency of occurrence, followed by T-test analysis. The results showed that a 24-hour soaking period yielded 237 lobsters with an average weight of 34.75 grams, with the highest frequency of occurrence at 44% and the lowest at 24%, averaging 33.20%. In contrast, a 12-hour soaking period resulted in 119 lobsters with an average weight of 33.88 grams, with the highest frequency of occurrence at 32% and the lowest at 8%, averaging 17.60%. T-test analysis indicated no significant effect of soaking duration on the number of lobsters caught, average weight, or depth-related environmental parameters. However, significant effects were observed for environmental parameters such as temperature and pH. In conclusion, while soaking duration does not significantly affect the catch of freshwater lobster (Cherax quadricarinatus), the 24-hour soaking period resulted in a higher yield.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK VISOR HELM PADA AREA PRODUKSI INJECTION MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT XYZ Suyono, Suyono; Mairizal, Mairizal; Trihandayani, Estiningsih
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2023): TEKNOLOGI : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang otomotif komponen parts dan aksesoris kendaraan bermotor roda empat dan roda dua. Dalam menjalankan usahanya PT XYZ belum mencapai tingkat pengendalian kualitas yang optimal dengan banyaknya reject sebesar 2,31% per tahun pada produk visor helm. Pengendalian kualitas adalah suatu metode yang digunakan mulai dari awal proses produksi sampai menghasilkan produk akhir. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode Six Sigma dan Failur Mode and Effect Anaysis (FMEA) tujuanya untuk mengetahui reject dominan, faktor penyebab reject dan usulan perbaikan. Hasil analisa tersebut diperolah 5 (lima) jenis reject dominan yaitu silver 9595 pcs (70,50%), serabut 1415 pcs (10,40%), kotor 1103 pcs (8,0%), scratch 1069 pcs (7,85%) dan kabut 428 pcs (3,14%). Faktor dominan penyebab reject adalah faktor manusia dan metode. Nilai defect per million opportunities (DPMO) diperoleh rata-rata 1.860, dan nilai Sigma rata-rata 4 Sigma. Berdasarkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) didapatkan perhitungan Risk Priority Number (RPN). Berdasaran nilai RPN tersebut didapatkan prioritas reject terbesar yaitu silver sebesar 679 RPN, serabut 637 RPN, kotor 211 RPN, scratch 114 RPN dan kabut 42 RPN. Usulan perbaikan kualitas produk visor helm dengan memberikan pelatihan problem solving reject kepada operator. Kemudian melakukan pengecekan suhu pada hopper dryer, heater nozzle, mold temperature controller (MTC) dan pengecekan setting parameter mesin secara berkala.
Pengaruh pemberian asam sitrat dan prebiotik mos hasil hidrolisis bungkil inti sawit terhadap rasio efesiensi protein ayam broiler: The effect of citric acid and mos prebiotic results from hydrolisis of palm kernel cake on protein efficiency ratio in broiler chickens Harleni, Harleni Eka Juniarti; Mairizal, Mairizal; Manin, Fahmida
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v14i1.361

Abstract

Abstract  This research aims to see the effect of giving Mannan Oligosaccharides (MOS) and citric acid at different levels on the protein efficiency ratio of broiler chickens. The research was carried out in a poultry experimental cage at the Faculty of Animal Husbandry, Jambi University using 200 Day Old Chicks (DOC) chickens. In this research, the experimental method was used with a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments with 4 repetitions. The treatments are P0: without MOS and without citric acid (control), P1: giving 0.25% MOS + 1% citric acid through drinking water, P2: giving 0.25% MOS + 2% citric acid through drinking water, P3: administering 0.5% MOS + 1% citric acid through drinking water, and P4: administering 0.5% MOS + 2% citric acid through drinking water. Data were processed using analysis of variance (ANOVA) and Duncan's advanced test. The results showed that the administration of Mannan Oligosaccharides (MOS) with citric acid had a significant difference (P<0.05) on drinking water consumption, ration consumption, protein consumption, body weight gain and protein efficiency ratio. It was concluded that the protein efficiency ratio with administration of 0.5% Mannan Oligosaccharide (MOS) and 1% citric acid in drinking water was the same as administration without treatment (control). The use of 2% citric acid in drinking water has a significant effect on reducing the protein efficiency ratio of broiler chickens. Keywords: Citric acid; Mannan oligosaccharide (MOS); Protein efficiency ratio   Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian Mannan Oligosakarida (MOS) serta asam sitrat pada level yang berbeda terhadap rasio efisiensi protein ayam broiler. Penelitian dilakukan di kandang percobaan ternak unggas Fakultas Peternakan Universitas Jambi dengan menggunakan 200 ekor ayam Day Old Chicks (DOC). Dalam penelitian ini digunakan Metode experiment dengan  rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan 4 pengulangan. Adapun Perlakuan tersebut yaitu P0: tanpa MOS dan tanpa asam sitrat (kontrol), P1: pemberian 0,25%  MOS + 1% asam sitrat melalui air minum, P2 : pemberian 0,25%  MOS + 2% asam sitrat melalui air minum,  P3: pemberian 0,5%  MOS + 1% asam sitrat melalui air minum, dan P4: pemberian 0,5%  MOS + 2% asam sitrat melalui air minum. Data diolah menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Mannan Oligosakarida (MOS) dengan asam sitrat berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi air minum, konsumsi ransum, konsumsi protein, pertambahan bobot badan, dan rasio efisiensi protein. Disimpulkan bahwa rasio efisiensi protein dengan  pemberian 0,5% Mannan Oligosakarida (MOS) dan 1% asam sitrat dalam air minum sama dengan pemberian tanpa perlakuan (kontrol). Penggunaan asam sitrat sebanyak 2% dalam air minum berpengaruh nyata terhadap penurunan rasio efisiensi protein ayam broiler. Kata kunci: Asam sitra; Mannan oligosakarida (MOS); Rasio efesiensi protein
DISTRIBUSI SPASIAL IKAN PEPEREK (Leiognathus equulus) HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN CAROCOK TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATRA BARAT Irwan, Irwan; Mairizal, Mairizal; Rahayu, Dyah Muji; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan; Ramdhani, Farhan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.36395

Abstract

Hasil tangkapan ikan peperek (Leiognathus equulus) di Perairan Carocok cukup fluktuatif dikarenakan lokasi yang berbeda-beda akan mempengaruhi kelimpahan dari hasil tangkapan ikan peperek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak fishing base dan fishing ground serta melihat hasil kelimpahan dari ikan peperek dari lokasi yang berbeda (distribusi spasial) menggunakan alat tangkap bagan perahu. Metode penelitian ini bersifat survei yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2023 yang berlokasi di UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penangkapan dan suhu perairan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapandan kelimpahan ikan peperek (Leiognathus equulus). Pada daerah Pamutusan memiliki 20 titik koordinat dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 601 kg ikan peperek. Sedangkan di dekat daerah Pulau Soetan memiliki 8 titik koordinasi dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 228 kg ikan peperek. Jarak terjauh saat melakukan penangkapan ikan peperek (Leiognathus equulus) berada pada angka 12.47 km dengan hasil tangkap sebesar 30 kg dimana jumlah ikan yang diperoleh sebanyak 2.730 ekor. Sedangkan, jarak terdekat berada di angka 3.75 km dengan hasil tangkapan yang diperoleh sebesar 45 kg dan kelimpahan sebanyak 4.140 ekor.
Komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Miradni, Asni; Arfiana, Bs. Monica; Nelwida, Nelwida; Mairizal, Mairizal; Ramdhani, Farhan; Heltria, Septy
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.37885

Abstract

Komposisi hasil tangkapan adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi keragaman sumber daya hayati. Komposisi hasil tangkapan adalah istilah yang umumnya digunakan dalam bidang perikanan dan kelautan untuk merujuk kepada proporsi relatif dari berbagai jenis spesies yang tertangkap dalam suatu proses penangkapan ikan atau aktivitas perikanan lainnya. Proses ini mencakup penelitian tentang struktur tangkapan yang melibatkan berbagai jenis ikan, udang, moluska, serta organisme laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Peralatan yang digunakan adalah alat tulis, kamera, laptop dan alat tangkap gillnet menggunakan mesh size 2 inci dengan ukuran kapal 1 GT. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 15 spesies ikan yang tertangkap dari alat tangkap gillnet yaitu ikan duri (Cephalocassis borneensis), ikan lomek (Harpadon nehereus), ikan malung (Muraenesox cinereus), ikan gulamah (Panna microdon), ikan sebelah (Pleuronectiformes), ikan beliak mata (Llisha elongata), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan bawal (Pampus argenteus), ikan pari (Telatrygon zugei), ikan sembilang(Plotosus canius), ikan langgai (Lepturacanthus savala Cuvier), ikan hiu (Chiloscyllium arabicum), ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus), ikan kurau (Eleutheronema tetradactylum), dan ikan pirang (Setipinna tenuifilis). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap adalah ikan gulamah (Panna microdon) sebanyak 102,8 kg atau 28,62 % dan yang paling sedikit adalah ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) sebanyak 1 kg atau 0,28 %.
KEANEKARAGAMAN HASIL TANGKAPAN GILLNET MILLENIUM DI KELURAHAN BUNGUS SELATAN, KECAMATAN Putra Nugraha, Rendi Tri; Mairizal, Mairizal; Arfiana, Bs. Monica
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.38251

Abstract

Perairan Bungus terletak di Kecamatan Teluk Kabung, Kelurahan Bungus Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Perairan Teluk Kabung memiliki kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang strategis dan signifikan bagi masyarakat setempat dengan mayoritas masyarakat bermata pencarian sebagai nelayan. Alat tangkap yang digunakan pada saat penelitian di Perairan Bungus Sumatera Barat menggunakan alat tangkap gillnet millenium dengan mesh size 2 inci dengan ukuran mesin kapal 1 GT. Penelitian ini dilakukan tanggal 25 Juni 2024 sampai dengan 25 Juli 2024 di Perairan Perairan Bungus Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman hasil tangkapan gillnet millennium di Kelurahan Bungus Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan menggunakan alat tangkap gillnet millenium di Perairan Bungus Sumatera Barat terdiri dari 18 spesies terdiri dari jenis ikan dan kepiting. Jumlah hasil tangkapan utama yaitu ikan kembung (Rastrellinger kanagurta) sebanyak 784 ekor (69,07%). Jumlah hasil tangkapan sampingan dari yang tertinggi yaitu ikan sepat (Pemprheris) sebanyak 39 ekor (3,44%) dan yang terendah ikan kapas-kapas (Lactarius lactarius) sebanyak 2 ekor (0,18%). Jumlah hasil tangkapan buangan dari yang tertinggi yaitu ikan ani-ani (Mene maculata) sebanyak 152 ekor (13,39%) dan yang terendah yaitu kepiting (Brachyura) sebanyak 9 ekor (0,79%). Dengan berat hasil tangkapan keseluruhan sebanyak 176,283 kg dan jumlah hasil tangkapan sebanyak 1135 ekor, Nilai indeks keanekaragaman (H’) yang didapat yaitu 1,27 dalam kategori sedang, nilai indeks keseragaman (E) yaitu 0,40 dalam kategori sedang, dan nilai indeks dominansi (C) yaitu 0,50 dalam kategori tinggi.