Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Hasil Tangkapan Alat Tangkap Payang di Kelurahan Bungus Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang Sembiring, Jesimiel Pranisa; Mairizal, Mairizal; Arfiana, Bs Monica; Nelwida, Nelwida; Ramadan , Fauzan; Wulanda, Yoppie
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i01.41044

Abstract

Desa Bungus Selatan yang terletak di pesisir Sumatera Barat mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dengan menggunakan berbagai jenis alat tangkap seperti millennium gillnet, bubu, rawai, jaring pantai (beach seine), bagan perahu, dan payang. Penelitian ini berfokus pada keragaman hasil tangkapan alat tangkap payang di Desa Bungus Selatan, Kecamatan Teluk Kabung, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dari tujuh kapal yang menggunakan alat tangkap payang. Observasi mencakup identifikasi spesies, jumlah ikan, dan total berat hasil tangkapan. Total ikan yang tercatat sebanyak 68.621 ekor dengan berat keseluruhan 5.666,57 kg. Hasil tangkapan terbanyak adalah ikan tuna (3.841 kg atau 67,78%), sedangkan yang paling sedikit adalah cumi-cumi (21,4 kg atau 0,38%). Analisis keanekaragaman menunjukkan nilai indeks Shannon-Wiener (H') sebesar 0,56 yang tergolong rendah. Indeks keseragaman juga rendah (0,35), dan indeks dominansi tinggi (0,70), yang mengindikasikan dominasi oleh beberapa spesies tertentu. Spesies yang teridentifikasi meliputi Euthynnus affinis, Katsuwonus pelamis, Caranx ignobilis, Stolephorus sp., dan Loligo chinensis. Temuan ini mencerminkan rendahnya keanekaragaman spesies dan tingginya dominansi dalam hasil tangkapan payang yang menunjukkan perlunya pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
The effect of addition of methionine and lysine in rations containing fermented palm kernel cake on broiler protein efficiency ratio M. Alfarizi; Mairizal, Mairizal; Akmal, Akmal
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v15i4.563

Abstract

This study aims to determine the effect of methionine and lysine supplementation in rations containing fermented palm kernel cake inoculated with Bacillus cereus V9 on the Protein Efficiency Ratio. This study used a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications. The treatments in this study were different levels of methionine and lysine administration in rations containing fermented palm kernel cake. Treatment P0 = is a control ration (RK), namely a ration containing fermented palm kernel cake without the addition of methionine and lysine. P1 = RK + 0.25% lysine and 0.25% Methionine, P2 = RK + 0.5% lysine and 0.25% Methionine, P3 = RK + 0.25% lysine and 0.5% Methionine and P4 = RK + 0.5% lysine and 0.5% Methionine. Observed variables are Feed Consumption, Body Weight Gain, Protein Consumption, and Protein Efficiency Ratio. Data were processed using analysis of variance with Duncan's advanced test. The results of the study showed that the addition of methionine and lysine to rations containing fermented palm kernel meal did not significantly affect (P > 0.05) feed consumption, but significantly affected (P < 0.05) protein consumption, body weight gain, and protein efficiency ratio. The addition of 0.5% methionine and lysine can increase body weight gain, protein intake, and protein efficiency ratio. This study concludes that the addition of 0.5% methionine and 0.5% lysine to rations containing fermented palm kernel meal by Bacillus cereus V9 can increase the protein efficiency ratio.
Perbandingan Hasil Tanangkapan Udang Rebon (Acetes Sp) Alat Tangkap Togok Pada Waktu Pasang Dan Surut Di Perairan Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Alhumaid, Faiqul Hafidz; Mairizal, Mairizal; fauzan, Fauzan Ramadan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 3 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v3i01.50537

Abstract

The potential of Kuala Tungkal waters includes various fish and shrimp such as grouper, anchovies, rebon shrimp, crabs, and cuttlefish. Togok, a passive fishing gear, is commonly used to trap organisms with the help of currents. This study aimed to compare catches at high and low tide and identify main and by-catch using experimental fishing with 5 togok units over 15 days. Results showed rebon shrimp dominated the catch (57% at high tide; 50.23% at low tide) as the main catch, while others were bycatch. Differences were influenced by shrimp behavior, net position, and gear selectivity. In conclusion, togok is more effective at low tide, with rebon shrimp as the primary catch.
Inventory of Catch Results in Seine Net Fishing Gear in Carocok Tarusan Coastal Waters, Pesisir Selatan Regency Syaifudin, Muhammad; Yurleni, Yurleni; Lauura, Lauura Hermala Yunita; Mairizal, Mairizal; Besse, BC Monica Afriana; Putinur, Putinur
Mantis Journal of Fisheries Vol. 3 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v3i01.50586

Abstract

The The waters of Carocok Tarusan Beach in Pesisir Selatan Regency have strong fisheries potential, with many coastal residents working as fishermen. This study aimed to inventory catches from seine net fishing gear and was conducted from July 20 to August 20, 2023, using a survey method with one 5 GT vessel and 10 landings. Data were collected through field observations and interviews. The results showed three species were caught, with tuna (Euthynnus affinis) as the main catch totaling 10,510 fish (1,251 kg; 77%), while anchovies (Stolephorus spp.) (128,100 fish; 173 kg; 11%) and peperek (Leiognathidae) (100,600 fish; 204 kg; 13%) were bycatch. The most frequent tuna sizes ranged from 282–305 mm and 338 359 mm, indicating tuna as the dominant catch in these waters.
Pertambahan Bobot Badan Broiler yang diberi Bungkil Inti Sawit Hasil Fermentasi untuk Menggantikan Sebagian Ransum Komersil Thalia Marcelina; Mairizal; Yusrizal
Jurnal Galung Tropika Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v15i1.1399

Abstract

Palm kernel meal is a byproduct of the palm oil industry that possesses good nutritional potential but is limited by its high crude fiber content. Fermentation using the bacterium Bacillus cereus V9 can serve as a solution to reduce crude fiber and enhance the nutritional value of palm kernel meal, thereby potentially replacing a portion of commercial feed. This study aims to determine the optimal level of commercial feed replacement with fermented palm kernel meal (BISF) on broiler body weight gain. This study employed a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates. The treatments tested were levels of commercial feed replacement with FPK, namely: P0 (100% Commercial Feed), P1 (95% Commercial Feed + 5% FPK), P2 (90% Commercial Feed + 10% BISF), P3 (85% Commercial Feed + 15% BISF), and P4 (80% Commercial Feed + 20% BISF). The parameters observed included feed intake, body weight gain, and feed conversion ratio. Data were analyzed using analysis of variance. The results showed that the use of BISF to partially replace commercial rations did not affect (P>0.05) feed consumption, body weight gain, and feed conversion in broilers. It was concluded that BISF administration up to 20% can partially replace commercial rations without affecting broiler body weight gain.
Kualitas Lingkungan Kepiting Bakau Di Perairan Pantai Desa Sungai Sayang Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Gustina Gustina; Septy Heltria; Mairizal Mairizal; Nelwida Nelwida; Fauzan Ramadan; Ester Restiana Endang Gelis
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.12542

Abstract

Kualitas lingkungan hidup kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan aspek penting yang perlu dikaji melalui pendekatan data parameter oseanografi guna mendukung keberlanjutan populasi dan pemanfaatannya secara lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas habitat kepiting bakau di Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang dilaksanakan pada 15–30 Juli 2024. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan 3 stasiun dan 3 transek pada setiap stasiun. Penilaian kualitas habitat menggunakan pendekatan Indeks Kualitas Habitat (IKH) berbasis pembobotan dengan parameter suhu, salinitas, pH, genangan air pasang surut, jenis vegetasi, dan kerapatan vegetasi. Hasil analisis menunjukkan ekosistem mangrove di lokasi penelitian tergolong kategori baik, dengan nilai IKH 57 pada Stasiun 1 dan nilai 51 pada Stasiun 2 dan 3. Analisis korelasi antara kualitas habitat dengan lebar karapas menunjukkan korelasi positif lemah (r = 0,38), sedangkan korelasi antara kualitas habitat dengan bobot tubuh menunjukkan korelasi positif sedang (r = 0,52). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi habitat di perairan Desa Sungai Sayang berada dalam kondisi baik dan mampu mendukung kelangsungan hidup kepiting bakau.
Co-Authors Abdurrahman Madani Adriani Adriani ADRIANI ADRIANI Afriadi, Ahmad Agape Saragih Akmal Akmal Akmal Akmal Akmal, Akmal Alhumaid, Faiqul Hafidz Arfiana, BS Monica Arfiana, Bs. Monica Bayu Gilang Perkasa Besse, BC Monica Afriana Budiyati Ichwan Citra Noeraini Darlim Darmawi Dyah Muji Rahayu Edi Erwan Eka Viana Fitrianingsih Eko Wiyanto, Eko Eliyanti Eliyanti Elyanti Elyanti Elyanti, Elyanti Ester Restiana Endang Gelis F Farizal Fahmida Manin Fahmida, Fahmida Fahmida, Fahmida Farhan Ramdhani Farizal Farizal Fauzan Ramadan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Ramadhan fauzan, Fauzan Ramadan Filawati Filawati Gustina Gustina Hariski, M Harleni, Harleni Eka Juniarti Hermanto, Tri Hutwan Syarifuddin Indra Sulaksana Irwan Irwan Lasno Lasno Lauura, Lauura Hermala Yunita Lisna Lisna, Lisna Lisna, Lisna M Yuda Ramdani M. Alfarizi M. Yusuf Miradni, Asni Muhammad Afdal Muhammad Syaifudin Nasution, Annio Indah Lestari Nelwida Nelwida Nita Nita Nita Nita Noferdiman Noferdiman Noverdiman Noverdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Oktaviani, Dwi Rizki Pangentasari, Dwinda Pratama, Yayan Yogi Putra Nugraha, Rendi Tri Ramadan , Fauzan Ramadhan, Fauzan Ramadlan, Ahmad Reza Pahrul Rosadi Reza Pahrul Rosadi Rizky Janatul Magwa Rosadi, Reza Saragih, Agape Sembiring, Jesimiel Pranisa Septy Heltria Sihite, Herlin Rusadi Silaban, Jecky Silva Yulianda Suhandra Suhandra Suyono Suyono Thalia Marcelina Togatorop, Alfa Immanuel Trihandayani, Estiningsih vivi Susanti Winandha, Cut Sheilla Saomyra Yoppie Wulanda Yun Alwi Yurleni Yurleni Yusrizal Yusrizal Yusrizal Zafitri, Fadia Zaswita, Hermi Zulkarnain Zulkarnain