Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PENGGUNAAN LAHAN MIX USE DI KOTA MANADO MENUJU SMART GROWTH CITY Gosal, Christy Vernanda; Kindangen, Jefrey I.; Rengkung, Michael M.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan lahan yang digunakan untuk kegiatan penduduk meningkat. Selain itu, pertumbuhan penduduk mendorong penggunaan lahan secara ekstensifiasi di suatu kawasan perkotaan dan mengakibatkan perkembangan kawasan secara acak. Dengan kondisi kota Manado yang makin padat dan lahan kosong yang makin menyusut, konsep mix use dianggap sebagai konsep pembangunan yang tepat. Dalam perkembangannya, kota Manado berhasil menerapkan prinsip mix use yang terdapat dalam konsep smart growth city. Hal ini dibuktikan dengan adanya penggabungan kawasan residensial dan komersial di kawasan Star Square-Mega Mas. Dipilihnya lokasi penelitian di kawasan tesebut dikarenakan lokasi yang dipilih dianggap mampu mewakili mix use yang ada di kota Manado dan dikarenakan berdasarkan RTRW, salah satu pusat pelayanan masyarakat berada di kawasan reklamasi yang diteliti. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode mix dimana metode kualitatif dan kuantitatif digabung. Dalam penelitian ini digunakan peta citra satelit, sehingga menghasilkan peta penggunaan lahan, peta RTH dan peta pedestrian. Selanjutnya dilakukan analisis berdasarkan hasil penelitian yang ada. Dalam analisis tersebut dilakukan perhitungan kepadatan mix use berdasarkan KDB dan masyarakat yang datang dan tinggal, selain itu terdapat analisis RTH dan juga analisis pedestrian. Berdasarkan hasil penelitian, didapati bahwa mix use yang ada belum bisa dikatakan mix dan menuju smart growth city.Kata kunci: Mix Use, Kota Manado, Smart Growth City
MANADO BACKPACKER HOSTEL (URBAN OASIS) Gosal, Andry; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan industri yang terus berkembang di dunia. Sejak lama pariwisata bagi Negara maju telah merupakan suatu baguan dari kebutuhan hidup. Dengan berkembangnya waktu, kini kegiatan berwisata bukan merupakan hal yang mahal lagi. Salah satu cara yang dilakukan untuk dapat berwisata adalah dengan backpacking. Backpacking adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mencerminkan sebuah bentuk dari perjalanan berwisata dengan biasa murah. Meskipun wisata ala backpacker sekarang sudah cukup berkembang, akan tetapi pada kenyataannya backpacking masih belum dijadikan prioritas dalam perencanaan pariwisata terutama di Negara-negara Asia Tenggara. Hostel adalah tempat menginap dengan fasilitas yang digunakan secara bersama oleh penghuninya, misalnya kamar mandi, ruang duduk dan dapur. Karena itu, penghuni hostel punya kesempatan lebih besar untuk bersoalisasi dengan tamu yang lain. Kota Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia memberikan penulis sebuah gagasan perancangan dengan judul Manado Backpacker Hostel, penulis melihat seiring dengan meningkatnya bidang pariwisata maka semakin banyak pula wisatawan yang melirik kota ini sebagai sasaran berwisata dan gagasan judul perancangan ini juga memberikan fasilitas bagi wisawatan-wisatawan backpacker yang semakin banyak berdatangan ke kota Manado. Berdasarkan masalah yang telah didapatkan diatas, dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dicari solusinya, yaitu: Bagaimana menghadirkan sebuah rancangan arsitektur berupa Backpacker Hostel yang fungsional dan estetis di kota Manado, dan juga disertai dengan sarana penunjang yang memadai serta mempertimbangkan keadaan lingkungan yang berhubungan dengan fungsi objek. Pendukung kegiatan didalamnnya menggunakan tema “Urban Oasis”. Kata kunci : Manado, Backpacker Hostel, Urban Oasis.
RUMAH SAKIT BERSALIN NUSA INA DI AMBON ‘MAKNA METAFORIK PROSES KEHAMILAN’ Narahayaan, Alfin R.; Kindangen, Jefrey; Rengkung, Michael
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Rumah Sakit Bersalin di Ambon ini diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan medis dan fasilitas yang profesional bertaraf  internasional, agar dapat mewadahi aktifitas ibu dan anak dalam proses persalinan serta pemeriksaan kesehatan. Bangunan dengan fungsi pokok yaitu pelayanan kesehatan ini, didesain dengan konsep “makna metaforik proses Kehamilan” yang merupakan konsep yang di ambil dalam bidang kesehatan, dan ini di informasikan kedalam desain dengan mengekspresikan masa bangunan, memperhatikan sirkulasi. Diharapkan selain deasin proyek ini mampu memberikan wadah yang tepat untuk Ibu dan anak, bangunan inipun mempu memberikan fasilitas yang lengkap untuk mengatasi dan mengurangi angka kematian Ibu dan anak yang sangat besar di Indonesia khususnya Kota Ambon. Kata kunci : Rumah Sakit, Bersalin, Nusa Ina
KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH TEPI SUNGAI “Studi Kasus Rumah Tepi Sungai Kahayan Di Kota Palangka Raya” Toding, Juprianto Bua'; Kindangen, Jefrey I.; Sangkertadi, .
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 3 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya bermukim di Palangka Raya awal mulanya, berawal dari pemukiman tradisional dayak dimana komplek pemukiman masyarakat tradisional ini berada di tepi sungai. Pada umumnya rumah di tepian sungai ini mempunyai 2 jenis rumah, yaitu rumah terapung / lanting dan rumah panggung. Di mana Kalimantan Tengah sendiri memiliki tinggkat kelembaban yang tinggi, (T>28°C, RH>80%). Maka diperlukan sebuah penelitian untuk mencari pengkondisiaan termal pada rumah ditepian sungai,untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kenyamanan termal pada rumah tepian sungai ini. Data-data pengukuran yang diperlukan untuk mengetahui pengkondisian termal adalah 2 variabel personal dan 4 variabel iklim berdasarkan teori PMV dari Fanger. Maka analisis yang digunakan menggunakan indeks PMV dan PPD. Dimana untuk mengetahui persepsi termal dan memprediksi berapa banyak orang merasa tidak nyaman terhadap lingkungannya, pada rumah tepi sungai di kota Palangka Raya.Kata Kunci : Kondisi Termal, Indeks PMV dan PPD, Rumah Tepi Sungai, Kota Palangka Raya
KAJIAN PENEMPATAN TITIK-TITIK TERMINAL TIPE A,B,DAN C DIKABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Datunsolang, Rifqi Akbar; Kindangen, Jefrey I; Rogi, Octavianus H A
SPASIAL Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat berkaitan dengan transportasi darat. Ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berada di Kecamatan Tutuyan. Luas daerah keseluruhan adalah 910,176 Km2 atau kira-kira 6,04 persen dari wilayah Sulawesi Utara. Sebagian besar wilayah Kecamatan berada di wilayah pesisir pantai, kecuali Kecamatan Modayag dan Modayag Barat jauh dari pesisir pantai. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian untuk mengetahui apakah titik-titik terminal yang sudah di rencanakan dalam RTRW sudah sesuai dengan Kriteria Standar Lokasi yang sudah ditentukan atau tidak. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi penempatan titik-titik terminal tipe A,B,dan C dikabupaten Boltim bedasarkan standar kriteria lokasi. Metode yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan mensurvey titik-titik terminal yang ada dikabupeten dan melihat jika sudah sesuai dengan RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Berdasarkan hasil penelitian penempatan titik-titik terminal tipe A,B,dan C di Kabupaten Bolaang Mongondow, Ada 4 titik yang sudah ditentukan dalam RTRW Bolaang Mongondow Timur, Ada 2 titik yang sudah sesuai dengan standar kriteria lokasi terminal, yaitu terminal tipe A yang ada di Kecamatan Kotabunan dan yang satu lagi terminal tipe B yang ada di Kecamatan Modayag, dan 2 titik terminal yang tidak sesuai dengan standar kriteria adalah terminal tipe B yang ada di Kecamatan Nuangan dan terminal tipe C yang ada di Kecamatan Modayag BaratKata Kunci: Kriteria Standar Lokasi Terminal
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN TOILI DAN TOILI BARAT, KABUPATEN BANGGAI Simatupang, Geovanly; Kindangen, Jefrey I; Rondonuwu, Dwight M
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Toili dan Toili Barat merupakan kecamatan yang masuk dalam arahan pola ruang kabupaten banggai tahun 2012-2032. Sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL), dan juga kecamatan Toili dan Toili Barattermasuk dalam kawasan rawan banjir dengan kategori kerawanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kondisi kemampuan dan kesesuaian lahan yang ada di Kecamatan Toili dan Toili Barat serta mengevaluasi arahan kesesuaian lahan terhadap penggunaan lahan di Kecamatan Toili dan Toili Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Teknik analisis yang digunakan adalah teknik overlay (Tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter dari hasil analisis yang di lakukan didapatkan bahwa kemampuan lahan yang dominan adalah kemampuan lahan rendah dan kesesuaian lahan yang dominan adalah kesesuaian lahan perkebunan. Hasil analisis menunjukan adanya ketidaksesuaian antara lahan permukiman dengan hasil analisis kesesuaian lahan dan kerawanan bencana, karena lahan yang sesuai penggunaan lahan permukiman dengan analisis kesesuaian lahan dan kerawanan bencana hanya 381.38 Ha/9.08 % dan yang tidak sesuai atau terjadinya penyimpangan penggunaan lahan permukiman adalah 3818.32 Ha/90.92 % dari total luas penggunaan lahan permukiman seluas 4199.70 Ha dari total luas kecamatan Toili dan Toili Barat. Kata Kunci : Kemampuan lahan, Kesesuaian lahan, Permukiman, Rawan bencana banjir
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Termal pada Bangunan Tipe Rumah Sederhana Studi Kasus: Perumahan Griya Paniki Indah di Manado Sitanggang, Roulina A.; Kindangen, Jefrey I.; Tondobala, Linda
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah rumah harus menciptakan rasa nyaman bagi penghuninya. Salah satu aspek yang harus dipenuhi untuk menciptakan kenyamanan dalam sebuah rumah ialah aspek termal. Kenyamanan termal adalah suatu kondisi yang dinikmati oleh manusia, yaitu terciptanya keseimbangan antara suhu tubuh manusia dan suhu tubuh sekitarnya. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi. Tujuan penelitian ini ialah menemukan faktor – faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal, menganalisis dampaknya lalu kemudian menemukan solusinya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan positivisme yaitu dengan pengukuran dilapangan dan formulasi rumus / persamaan. Lokasi penelitian berada di kawasan Perumahan Griya Paniki Indah Manado, yang terletak di Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Dalam kawasan perumahan ini terdapat dua blok yang termasuk dalam program sejuta rumah Presiden Jokowi yaitu blok Rambutan dan blok Lengkeng. Penelitian pada sampel dilaksanakan pada waktu terpanas dalam satu hari, yaitu mengukur suhu udara, kelembaban dan kecepatan angin. Setiap sampel menggunakan perhitungan indeks PMV untuk menganalisis data. Hasil penelitian diketahui bahwa indeks kenyamanan termal pada sampel penelitian adalah tidak nyaman. Persepsi termal juga dirasakan oleh responden melalui hasil wawancara yang menyatakan bahwa mereka merasa panas dan gerah.Kata-kunci: Rumah, Kenyamanan termal, PMV (Predicted Mean Vote)
PUSAT REHABILITASI PASCA-STROKE (Penerapan Prinsip-prinsip Healing Environment) Waworundeng, Jessica N.; Kindangen, Jefrey I.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan peradababan manusia sudah semakin berkembang pesat disegala bidang kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Kesibukan yang luar biasa membuat manusia lalai terhadap kesehatan tubuhnya, sehingga banyak ditemukan berbagai penyakit yang menyerang manusia. Salah satu penyakit yang banyak menyerang manusia adalah penyakit akibat gangguan saraf yaitu stroke. Di kota Manado jumlah penderita stroke mengalami peningkatan sebesar 0.04% per tahun. Kurangnya fasilitas rehabilitasi pasca stroke membuat angka kesembuhan penderita stroke sangat kecil. Pusat Rehabilitasi Pasca-stroke di Manado di buat sebagai alternatif pemecahan masalah yang ada. Untuk mewujudkan gagasan ini, maka diterapkan model proses desain generasi II yang terdiri dari dua fase. Fase pertama yaitu pengembangan wawasan komprehensif dengan pendekatan konvensional berupa kajian tipologi objek serta kajian tapak dan lingkungan. Fase kedua yaitu berupa Executed Image-Present-Test Cycle. Penerapan prinsip-prinsip Healing Environment adalah tema yang digunakan dalam desain Pusat Rehabilitasi Pasca-stroke. Pengertian healing environment itu sendiri ialah penyembuhan atau terapi yang memanfaatkan suasana ruang yang memulihkan baik pada ruang dalam maupun ruang luar dengan menggunakan unsur-unsur yaitu tekstur, warna, skala ruang dan bentuk ruang. Tujuan dari penerapan prinsip-prinsip healing environment ini adalah terjadinya keseimbangan tubuh, pikiran dan jiwa. Melalui elemen-elemen perancangan arsitektural, dapat diciptakan sebuah lingkungan binaan yang dapat mendukung proses penyembuhan penderita stroke. Hasil yang berupa penyajian gambar – gambar arsitektural , yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kualitas perancangan Pusat Rehabilitasi Pasca-stroke di Manado dengan implementasi tema penerapan prinsip-prinsip Healing Environment. Kata kunci : Pusat Rehabilitasi Pasca-stroke, Stroke, Healing Environment
REDESAIN PASAR TRADISIONAL BERSEHATI DI MANADO (Simplicity in Architecture) Genah, Triska F; Kindangen, Jefrey I
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pasar Tradisional seringkali dianggap sebagai salah satu prasarana yang membawa citra buruk bagi estetika kota. Begitu pula kondisi Pasar Tradisional Bersehati di mata masyarakat kota Manado saat ini.Pengelolaan pasar yang buruk, sarana dan prasarana yang sangat minim serta jumlah pedagang yang semakin menjamur sehingga menyebabkan menambah sesak pergerakan dalam pasar, menjadi permasalahan klasik yang menyebabkan ketidaknyamanan berbelanja. Walaupun demikian, minat masyarakat untuk berbelanja di pasar ini tidak berkurang meskipun saat ini pembangunan pasar modern di kota Manado sedang berkembang begitu pesat. Harga barang yang murah dan bersaing yang ditawarkan dalam lingkup pasar tradisional menjadi pilihan solusi berbelanja dari sebagian masyarakat. Banyak pedagangl dari dalam dan luar kota Manado bergantung dari hasil dagangannya dipasar ini. Oleh karena keberadaan Pasar Tradisional Bersehati yang sangat penting dalam perkembangan perekonomian kota, maka perlu dilakukan Redesain Pasar Tradisional Bersehati di Manado. Dengan tidak menghilangkan bagian-bagian yang menjadi ciri khas dari objek, tema Simplicity in Architecture diharapkan dapat mengatasi hal-hal yang menjadi permasalahan pada objek dan dapat mengangkat kembali citra pasar tradisional menjadi positif, serta memberikan kemajuan perekonomian di Kota Manado. Kata kunci: redesain, pasar tradisional bersehati, simplicity
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH DIATAS PANTAI TROPIS LEMBAB “Studi Kasus Rumah Atas Pantai Desa Kima Bajo, Kabupaten Minahasa Utara” Kaharu, Arlan; Kindangen, Jefrey I.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemukiman diatas pantai memiliki suhu, kelembaban udara serta kecepatan angin yang cukup tinggi pada siang hari. Masalah klimatis tersebut membuat penghuni merasa tidak nyaman walaupun harus tetap melaksanakan aktifitas pada kondisi tersebut. Terdapat indeks perhitungan untuk menyeragamkan tingkat kenyamanan termal manusia yang disebut PMV (Predicted Mean Vote). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi kenyamanan termal penghuni yang bermukim diatas pantai sesuai dengan indeks PMV. Penelitian dilakukan pada pemukiman atas pantai desa Kimabajo selama 12 jam. Hasil penelitian ditemukan tingkat kenyamanan termal berada pada kondisi agak panas dan panas selama siang hari pada ruang tamu dan kamar tidur. Kecepatan angin memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan nilai PMV. Kata Kunci  : Kenyamanan Termal, PMV (Predicted Mean Vote)
Co-Authors , Sangkertadi . Sangkertadi . Surjono Adinda E. Lumentah Aldrin Dirks Alfin R. Narahayaan Alvin J. Tinangon Andry Gosal Andy A.M. Malik, Andy A.M. Archie I. M. Suawa, Archie I. M. Arif A. Sidik Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Belinda A. M. Rorimpandey Ceria T. Sumanti Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Datunsolang, Rifqi Akbar Dingo, Noldy J Djangkung Sardjono Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D. Takumansang EV Wuisa, Cynthia Fela Warouw Fela Warouw Fernando Z. Runtuwene Frits O. P. Siregar Gabriela M. Anes Gosal, Christy Vernanda Heilbert A. Mapaly Herry Kapugu Hompas, Meyliana M. Ingerid L. Moniaga Irene Runtunuwu, Lisa Jerry C. Poli Jerry M. Fransz Jessica N. Waworundeng Johannes V. Rate Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Jolefry Hukom Jonathan B. Angkouw Joseph Rengkung Joseph Rengkung Juard R. Tangkilisan Judy O Waani Judy O. Waani Jumiati Kaharu, Arlan Kalalo, Loudy Karmelia K. Rembet Koemesan, Enrico M.P. Kolondam, Joo Kristi H. Sondokan Kumakaw, Cahya G. P. Leidy M. Rompas Liem, Cindy Linda Tondobala Linda Tondobala Lintong Delila, Lintong Luther Betteng M. Mardan Anasiru M.Y Noorwahyu Budhyowati Marbangun, Laksamana Maria Runtuwene Meita Rumbayan Menajang, Greglory M Michael M. Rengkung Michael Rengkung Michael S. Gorung Mokodompit, Putri Indah Sari Moniaga, Virgino S. Octavianus H. A. Rogi Octavianus H.A Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oktavianus H. A. Rogi Olivia Lohonauman Paiman, Josua Gabriel Pasau, Rayanda Peggy Egam Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre Gosal, Pierre Pingkan P. Egam Poli Hanny, Poli Prayitno, Gunawan Adhi Puput Ch. Tendean Putra Sholihin Thayeb Putri D. Irina Putri S. N. Potabuga Putu A. B. Kusuma Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Ratag, Andreas Rayana S. Sondakh Raymond Ch. Tarore Rexvan L. Podung Ricky M.S Lakat Rifqi Akbar Datunsolang Rischi I. Putri Roosje J. Poluan Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Salettia, Viva S. Saputera Elias, Yohanes Richie Sarah K. F. Rainga Shania Laily Shifa A. Qayyum Simatupang, Geovanly Sitanggang, Roulina A. Sondokan, Kristi H. Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly Tangkuman Sumenge T. Gideon Kaunang Sumilat, Jeremy L. Surijadi Supardjo Takaliuang, Adnan Tasiam, Yngwie I. M. Tiffany B. M. Kandou Timothy T. Tumonggor Tinangon, Alvin Toding, Juprianto Bua' Tonapa, Patria Rante Triska F Genah Tumbelaka, Vanessa Veronica A. Kumurur Veronica L. Pelealu Vicky H. Makarau Yeremia F. W. Wolayan Yogini Adriana Wulur Yudha J. R. Momuat