Claim Missing Document
Check
Articles

EDUTAINMENT SCIENCE CENTER DI MANADO. “ PENDEKATAN ECO TECHNOLOGY ” Olivia Lohonauman; Jefrey I. Kindangen; Joseph Rengkung
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17112

Abstract

Edutainment Science Center di Manado adalah pusat rekreasi dan ilmu pengetahuan science yang dalam perancangannya didasari pada teknologi yang ramah lingkungan. Edutainment Science Center memberikan pengetahuan science yang disajikan dalam bentuk yang menarik dan menghibur bagi pengunjung.Perancangan edutainment science center bertujuan untuk memberikan ilmu science dan sebagai wadah untuk melepas penat pada masyarakat Sulawesi Utara terlebih masyarakat Kota Manado, serta menjadi icon science di kota Manado untuk menarik turis. Program ruang inti dalam menarik perhatian adalah program ruang yang berhubungan dengan alam yang didasari pada kekayaan alam di Sulawesi Utara seperti taman laut bunaken, gunung berapi yang aktif, hutan yang luas, dan beragam jenis flora dan fauna. Bentuk bangunan inti menyerupai hexagonal.Penerapan tema pada bangunan dimaksimalkan dengan penghawaan dan pencahayaan alami di beberapa titik perancangan dan material-material yang terapkan pada bagunan.Kata Kunci : Edutainment, Science Center, Manado, Eco Technology 
CHILDREN EDUCATION PLAYGROUND DI MANADO. Hi-Tech Architecture: Gaya Rancang Santiago Calatrava Ceria T. Sumanti; Jefrey I. Kindangen; Michael M. Rengkung
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17271

Abstract

Suatu Negara yang berkembang memiliki perhatian khusus bagi pertumbuhan bangsanya. Pemerintah setiap Negara menyadari bahwa kesuksesan suatu bagsa dimulai dari usia dini. Untuk itu beragam metode pengajaran mulai bermunculan. Selain pendidikan dasar yang formal, metode informal yang meungkinkan anak belajar ssambil bermain dihadirkan dalam sebuah theme park bernama Kidzania. Penggabungan metode pendidikan formal dan informal kemudian disajikan dalam “Children Education Playground”. Perkembangan suatu Negara beriringan dengan perkembangan tersebut dunia arsitektural. Hi-Tech Architecture yang menjadi bukti nyata akan beragam perkembangan tersebut diaplikasikan pada perancangan “Children Education Playground” dengan konsentrasi pada struktur yang berpedoman pada gaya rancang Santiago Calatrava. Children Education Playground dirancang sebagai wadah edukatif dan kreatif dengan tujuan mengembangkan potensi suatu bangsa lewat anak-anak. Selain itu kolaborasi dengan tema Hi-Tech Architecture: gaya rancang Santiago Calatrava diharapkan dapat menjadi acuan perkembangan dibidang teknologi dan industry dalam arsitektur di kota Manado.Kata Kunci : Hi-Tech Architecture, Santiago Calatrava, Children, Education, Playground 
KANTOR WALIKOTA MANADO DI MAPANGET, MANADO. Arsitektur Simbolisme Veronica L. Pelealu; Jefrey I. Kindangen; Oktavianus H. A. Rogi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17280

Abstract

Kota Manado merupakan ibu kota Sulawesi Utara, kota Manado yaitu kota yang sedang berkembang.             Kantor walikota Manado menerapkan pendekatan tematik Architekture Simbolisme. Melalui pendekatan tematik tersebut objek diharapkan dapat menghadirkan bangunan yang  mencerminkan kehidupan maupun identitas tersendiri bagi Kota Manado dan juga menghadirkan suatu bentuk arsitektural yang menjadikan sebagai icon atau symbol dari kota Manado itu sendiri, dalam bangunan maksimal tidak hanya kualitas (fungsi) tapi juga kuantitas (estetika). Dalam perancangan ini, objek dituntut agar mampu mengoptimalkan perkembangan kota Manado dalam kawasan perkantoran dalam menjalankan kepemimpinan, serta tugas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.Kata kunci : Kantor Walikota Manado, Arsitektur Simbolisme. 
HOTEL RESORT DI RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA. Sustainable Architecture Yudha J. R. Momuat; Jefrey I. Kindangen; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17626

Abstract

Ratatotok merupakan salah satu kecamatan berkembang yang berada di Minahasa Tenggara. Dimana Ratatotok memiliki banyak objek wisata baik itu wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya dan tak kalah wisata bahari yang begitu menakjubkan. Semuanya itu bisa memajukan dan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya wilayah Ratatotok. Salah satunya objek wisata pantai Lakban. Pengembangan serta Peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjadi prioritas utama dalam program pemerintah. Untuk itu hotel resort dihadirkan menjadi fasilitas pendukung yang dapat menunjang serta mampu meningkatkan potensi wisata pantai Lakban. Pemilihan tema Sustainable Architecture digunakan agar mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas arsitektural secara fisik baik dalam penggunaan material, teknologi serta energi yang terbarukan. Rancangan hotel resort di Ratatotok dengan tema sustainable architecture diharap mampu menjaga lingkungan alam sekitar yang dapat membantu kehidupan manusia di masa yang akan datang.Kata kunci : Ratatotok, Hotel Resort, Sustainable Architecture
STADION OLAHRAGA di WOLOAN-TOMOHON. Hi-Tech Architecture Gabriela M. Anes; Jefrey I. Kindangen; Johannes Van Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18029

Abstract

Olahraga adalah salah satu kegiatan manusia untuk menjaga kebugaran tubuh. Pada era sekarang olahraga pun mulai diminati kembali. Dapat dilihat dari perkembangan yang ada dibeberapa daerah, salah satunya di Kota Tomohon, Kota ini memiliki banyak potensi olaharaga untuk dikembangkan namun sayangnya fasilitas yang ada dalam daerah ini masih belum memadai, kurangnya fasilitas daerah menjadikan animo masyarakat mulai menurun terhadap olahraga. Perancangan Stadion Olahraga di Kota Tomohon dapat menjadi satu wadah untuk menjawab kekurangan yang ada dalam daerah ini. Dalam penulisan ini kajian diawali dengan mempelajari tentang Stadion Olaharaga tersebut, standar-standar perancangan dan perencanaan bangunan Stadion Olaharaga, pengertian dan ciri-ciri High Tech Arsitektur, serta studi banding beberapa Stadion yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Tomohon terlebih untuk lokasi yang berada di Woloan. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep High Tech Arsitektur. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan kontekstual. Sebagai kesimpulan, program ruang sangat diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.Kata Kunci : Stadion Olahraga, Tomohon, High Tech Architecture
PUSAT REHABILITASI MEDIK DAN EDUKASI PENDERITA AUTIS DI KOTA MANADO. Biophilic Design Tiffany B. M. Kandou; Jefrey I. Kindangen; Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19219

Abstract

Beberapa contoh kasus ketidaknormalan pada anak berupa cacat fisik, cacat mental, gangguan perkembangan otak yang menjadi hambatan dalam tumbuh kembang anak, salah satunya adalah autis.Angka kelahiran anak setiap tahunnya meningkat dan tidak terlepas dari spektrum autistik. Ketersediaan wadah khusus penanganan penderita autis di kota manado masih minim dan tidak terlepas dari beberapa aspek yang yidak memenuhi kebutuhan maupun responsive terhadap perilaku penderita autis. Dibutuhkannya wadah yang memfasilitasi rehabilitasi medik dan edukasi bagi penderita autis yang juga responsive terhadap perilaku autis sehingga membantu proses terapi. Selain itu juga memiliki lokasi yang tepat dalam menunjang objek perancangan dan kolaborasi tema perancangan Biophilic Design yang mengintegrasikan alam.Dalam melakukan kajian perancangan maka dilakukan metode pendekatan perancangan dengan mempelajari kajian tipologi objek, tapak dan lingkungannya serta kajian tema. Adanya proses analisis menuju sintesa melalui proses kerangka pikir yang melahirkan strategi perancangan proses desain yang berulang-ulang sehingga menghasilkan desain yang maksimal.Pusat rehabilitasi medik dan edukasi penderita autis di Kota Manado menghadirkan tiga fasilitas fungsional yang mendukung bagi penderita autis yaitu fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, dan fungsi hunian. Perancangan objek yang berkaitan dengan konsep terapi penderita autis memiliki beberapa strategi agar individu autis tidak hanya diberikan wadah begitu saja namun lewat wadah ini juga dapat membantu proses terapi penderita autis. Perancangan objek dengan pendekatan Biophilic Design adalah desain yang berlandaskan teori Biophilia dimana perancangannya berfokus pada hubungan manusia dan alam, selain itu alam juga sangat berpengaruh bagi kondisi fisik dan psikologis manusia. Perancangan ini menyediakan wadah yang khusus menfasilitasi dalam  penanganan terapi dan pendidikan penderita autis. Kolaborasi tema perancangan pada bangunan dapat berpengaruh positif bagi penderita autis dimana dapat merangsang sensorik otak penderita autis dalam  proses terapi maupun pendidikan dengan  menggunakan alam sebagi media. Kata Kunci : Autis, Pusat Rehabilitasi Medik, Edukasi, Alam, Biophilic Design
TAMAN SATWA GUNUNG TUMPA. Eco Architecture Rayana S. Sondakh; Jefrey I. Kindangen; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20033

Abstract

Alam merupakan rumah bagi semua makhluk hidup. Alam yang asri dan terjaga dapat mendukung kualitas hidup. Sulawesi Utara memiliki kekayaan alam yang melimpah. Potensi yang ada dapat di arahkan untuk  menjadi hal yang positif, seperti pemeliharaan lingkungan dan perlindungan satwa endemik, dalam hal ini satwa endemik Sulawesi. Sekaligus masyarakat akan mendapatkan informasi tentang satwa-satwa yang ada. Dibutuhkan tempat sekaligus wadah untuk pemeliharaan dan perlindungan yang dapat mengenalkan satwa endemik Sulawesi kepada masyarakat yang juga dapat memiliki fasilitas yang memadai sehingga dapat menjadi tempat wisata.Penerapan tema pada perancangan adalah konsep berwawasan Eco-Architecture. Dalam penerapannya diharapkan arsitek tidak akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, melainkan dapat menyatu dengan lingkungan dan memberikan respon positif terhadap lingkungan sekitar. Dengan tema ini, arsitek di harapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikannya. Kata Kunci : Taman, Satwa, Eco-Architecture
RENTAL OFFICE DAN HOTEL BUSINESS DI MANADO. Arsitektur Bioklimatik Michael S. Gorung; Jefrey I. Kindangen; Roosje J. Poluan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20823

Abstract

Mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang kian meningkat di Sulawesi Utara, akibat pemberlakuan sistem MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), jumlah wisatawan pebisnis lokal maupun mancanegara yang semakin bertambah dan masih kurannya fasilitas yang mewadahi untuk kegiatan di bidang ekonomi atau bisnis. Serta masalah dari segi arsitektural menyangkut tentang Arsitektur Bioklimatik, dimana kota Manado yang beriklim tropis lembab sangat sensitif terhadap kenyamanan penghuni maupun bangunannya, dimana pada bulan-bulan tertentu juga memiliki temperatur suhu maksimum 31oC dan minimum 25oC dengan kelembapan yang relative tinggi 60%-100% dan rata-rata – rata kecepatan angin yang paling dominan pertahun yaitu atas 12 km/jam - 19 km/jam, merupakan angin  lemah – angin sedang  dari berbagai arah. Dengan demikian kota Manado harus memerlukan adanya fasilitas berupa Rental Office dan Business Hotel dengan tema Arsitektur Bioklimatik. diharapkan dari tema arsitektural ini bisa menjadi jawaban tentang bangunan yang memperhatikan hubungan antara bentuk bangunan dengan lingkungannya, dimana objek Rental Office dan Business Hotel yang dirancang lebih memperhatikan orientasi bangunan terhadap matahari, angin serta penekanan terhadap penerapan sistem fasade, orientasi dan lansekap pada objek rancangan. Dengan adanya Rental Office dan Business Hotel di kota Manado dengan penerapan konsep - konsep Arsitektur Bioklimatik diharapkan mampu menampung wisatawan pebisnis dalam hal akomodasi, mampu menarik minat para infestor -infestor maupun pengusaha -pengusaha yang belum memiliki kantor, serta memberi nilai tambah dalam hal kenyaman dan peminimalisiran pemakaian energi bangunan.Kata Kunci : Arsitektur Bioklimatik, Rental Office dan Hotel Business, Facade, Ekonomi dan Bisnis
HOTEL RESORT. Intelligent Building Juard R. Tangkilisan; Jefrey I. Kindangen; . Surjono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20844

Abstract

Daerah wisata saat ini menjadi sasaran bagi masyarakat yang menginginkan jeda pada padatnya rutinitas sehari-hari. Kegiatan pariwisata memiliki peranan penting terhadap peningkatan perekonomian daerah, selain itu dapat memperluas lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha bagi masyarakat setempat, mendorong pembangunan daerah serta memperkenalkan nilai budaya atau ciri khas daerah tersebut. Kebutuhan ini berimbas kepada maraknya usaha-usaha sarana hunian wisata yang menawarkan fasilitas rekreasi dan relaksasi sebagai daya jual. Objek wisata dapat berupa wisata alam seperti gunung, danau, sungai, pantai, laut atau berupa objek penginapan dengan berbagai fasilitas untuk mendukung objek wisata. Resort adalah jasa pariwisata yang memenuhi 5 jenis pelayanan yang bisa disebut dengan kriteria resort. Kriteria resort tersebut adalah akomodasi, fasilitas rekreasi,outlet penjualan, hiburan, pelayanan makanan dan minuman (O Shannessy, 2011). Lokasi dibangunnya hotel resort di pantai Tangonggor desa Kamenti Kec. Lembean Timur. Penerapan tema Intellegent Building sebagai suatu respon terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yakni dengan menghadirkan suatu desain bangunan dengan pemikiran masa mendatang yang dapat menjaga stabilitas keberlangsungan pengguna, bangunan, maupun alam sekitar dengan memberikan kenyamanan, keselamtan, keamanan dan penghematan energi.Kata kunci      : Resort, Intelligent Building
SEKOLAH SENI MUSIK DI AMBON. Arsitektur Metafora Jolefry Hukom; Jefrey I. Kindangen; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23668

Abstract

Kota Ambon merupakan Ibukota dari Provinsi Maluku dengan penduduk Kota Ambon memiliki jumlah penduduk sekitar 331.254 jiwa yang tidak bisa jauh dari musik lagu-lagu daerah mereka yang dinyanyikan di Indonesia sebutlah manise-manise. notabene anak-anak mudanya memiliki bakat dalam bidang musik. Baik dalam bidang musik vocal atau suara, bermain gitar, keyboard/piano, drum, Trumpet/Suling, serta seni musik daerah seperti totobuang, tifa, dan rebana.  Banyaknya musisi asal ambon yang membawa nama harum Indonesia, baik dalam negri maupun luar negeri, Mendorong Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan kementrian pariwisata mencanangkan ambon menjadi kota musik dunia tahun 2019. Peracangan Sekolah Seni Musik di Ambon ini dibuat agar dapat mendukung Ambon sebagai kota musik dunia dengan  Perancangan meliputi konsep fisik desain bangunan Sekolah Seni musik digabungkan dengan pameran seni bertemakan Arsitektur Metafora yang dapat menjadi daya tarik dan juga sebagai tempat/wadah pembelajaran yang memberikan zona diantaranya keadaan outdor, indoor dengan penggunaan material yang ramah lingkungan.  Kata Kunci : Sekolah Seni Musik, Arsitektur Metafora
Co-Authors , Sangkertadi . Sangkertadi . Surjono Adinda E. Lumentah Aldrin Dirks Alfin R. Narahayaan Alvin J. Tinangon Andry Gosal Andy A.M. Malik, Andy A.M. Archie I. M. Suawa, Archie I. M. Arif A. Sidik Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Belinda A. M. Rorimpandey Ceria T. Sumanti Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Datunsolang, Rifqi Akbar Dingo, Noldy J Djangkung Sardjono Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D. Takumansang EV Wuisa, Cynthia Fela Warouw Fela Warouw Fernando Z. Runtuwene Frits O. P. Siregar Gabriela M. Anes Gosal, Christy Vernanda Heilbert A. Mapaly Herry Kapugu Hompas, Meyliana M. Ingerid L. Moniaga Irene Runtunuwu, Lisa Jerry C. Poli Jerry M. Fransz Jessica N. Waworundeng Johannes V. Rate Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Jolefry Hukom Jonathan B. Angkouw Joseph Rengkung Joseph Rengkung Juard R. Tangkilisan Judy O Waani Judy O. Waani Jumiati Kaharu, Arlan Kalalo, Loudy Karmelia K. Rembet Koemesan, Enrico M.P. Kolondam, Joo Kristi H. Sondokan Kumakaw, Cahya G. P. Leidy M. Rompas Liem, Cindy Linda Tondobala Linda Tondobala Lintong Delila, Lintong Luther Betteng M. Mardan Anasiru M.Y Noorwahyu Budhyowati Marbangun, Laksamana Maria Runtuwene Meita Rumbayan Menajang, Greglory M Michael M. Rengkung Michael Rengkung Michael S. Gorung Mokodompit, Putri Indah Sari Moniaga, Virgino S. Octavianus H. A. Rogi Octavianus H.A Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oktavianus H. A. Rogi Olivia Lohonauman Paiman, Josua Gabriel Pasau, Rayanda Peggy Egam Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre Gosal, Pierre Pingkan P. Egam Poli Hanny, Poli Prayitno, Gunawan Adhi Puput Ch. Tendean Putra Sholihin Thayeb Putri D. Irina Putri S. N. Potabuga Putu A. B. Kusuma Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Ratag, Andreas Rayana S. Sondakh Raymond Ch. Tarore Rexvan L. Podung Ricky M.S Lakat Rifqi Akbar Datunsolang Rischi I. Putri Roosje J. Poluan Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Salettia, Viva S. Saputera Elias, Yohanes Richie Sarah K. F. Rainga Shania Laily Shifa A. Qayyum Simatupang, Geovanly Sitanggang, Roulina A. Sondokan, Kristi H. Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly Tangkuman Sumenge T. Gideon Kaunang Sumilat, Jeremy L. Surijadi Supardjo Takaliuang, Adnan Tasiam, Yngwie I. M. Tiffany B. M. Kandou Timothy T. Tumonggor Tinangon, Alvin Toding, Juprianto Bua' Tonapa, Patria Rante Triska F Genah Tumbelaka, Vanessa Veronica A. Kumurur Veronica L. Pelealu Vicky H. Makarau Yeremia F. W. Wolayan Yogini Adriana Wulur Yudha J. R. Momuat