Claim Missing Document
Check
Articles

TAMAN SATWA GUNUNG TUMPA. Eco Architecture Sondakh, Rayana S.; Kindangen, Jefrey I.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20033

Abstract

Alam merupakan rumah bagi semua makhluk hidup. Alam yang asri dan terjaga dapat mendukung kualitas hidup. Sulawesi Utara memiliki kekayaan alam yang melimpah. Potensi yang ada dapat di arahkan untuk  menjadi hal yang positif, seperti pemeliharaan lingkungan dan perlindungan satwa endemik, dalam hal ini satwa endemik Sulawesi. Sekaligus masyarakat akan mendapatkan informasi tentang satwa-satwa yang ada. Dibutuhkan tempat sekaligus wadah untuk pemeliharaan dan perlindungan yang dapat mengenalkan satwa endemik Sulawesi kepada masyarakat yang juga dapat memiliki fasilitas yang memadai sehingga dapat menjadi tempat wisata.Penerapan tema pada perancangan adalah konsep berwawasan Eco-Architecture. Dalam penerapannya diharapkan arsitek tidak akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, melainkan dapat menyatu dengan lingkungan dan memberikan respon positif terhadap lingkungan sekitar. Dengan tema ini, arsitek di harapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikannya. Kata Kunci : Taman, Satwa, Eco-Architecture
RENTAL OFFICE DAN HOTEL BUSINESS DI MANADO. Arsitektur Bioklimatik Gorung, Michael S.; Kindangen, Jefrey I.; Poluan, Roosje J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20823

Abstract

Mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang kian meningkat di Sulawesi Utara, akibat pemberlakuan sistem MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), jumlah wisatawan pebisnis lokal maupun mancanegara yang semakin bertambah dan masih kurannya fasilitas yang mewadahi untuk kegiatan di bidang ekonomi atau bisnis. Serta masalah dari segi arsitektural menyangkut tentang Arsitektur Bioklimatik, dimana kota Manado yang beriklim tropis lembab sangat sensitif terhadap kenyamanan penghuni maupun bangunannya, dimana pada bulan-bulan tertentu juga memiliki temperatur suhu maksimum 31oC dan minimum 25oC dengan kelembapan yang relative tinggi 60%-100% dan rata-rata – rata kecepatan angin yang paling dominan pertahun yaitu atas 12 km/jam - 19 km/jam, merupakan angin  lemah – angin sedang  dari berbagai arah. Dengan demikian kota Manado harus memerlukan adanya fasilitas berupa Rental Office dan Business Hotel dengan tema Arsitektur Bioklimatik. diharapkan dari tema arsitektural ini bisa menjadi jawaban tentang bangunan yang memperhatikan hubungan antara bentuk bangunan dengan lingkungannya, dimana objek Rental Office dan Business Hotel yang dirancang lebih memperhatikan orientasi bangunan terhadap matahari, angin serta penekanan terhadap penerapan sistem fasade, orientasi dan lansekap pada objek rancangan. Dengan adanya Rental Office dan Business Hotel di kota Manado dengan penerapan konsep - konsep Arsitektur Bioklimatik diharapkan mampu menampung wisatawan pebisnis dalam hal akomodasi, mampu menarik minat para infestor -infestor maupun pengusaha -pengusaha yang belum memiliki kantor, serta memberi nilai tambah dalam hal kenyaman dan peminimalisiran pemakaian energi bangunan.Kata Kunci : Arsitektur Bioklimatik, Rental Office dan Hotel Business, Facade, Ekonomi dan Bisnis
HOTEL RESORT. Intelligent Building Tangkilisan, Juard R.; Kindangen, Jefrey I.; Surjono, .
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20844

Abstract

Daerah wisata saat ini menjadi sasaran bagi masyarakat yang menginginkan jeda pada padatnya rutinitas sehari-hari. Kegiatan pariwisata memiliki peranan penting terhadap peningkatan perekonomian daerah, selain itu dapat memperluas lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha bagi masyarakat setempat, mendorong pembangunan daerah serta memperkenalkan nilai budaya atau ciri khas daerah tersebut. Kebutuhan ini berimbas kepada maraknya usaha-usaha sarana hunian wisata yang menawarkan fasilitas rekreasi dan relaksasi sebagai daya jual. Objek wisata dapat berupa wisata alam seperti gunung, danau, sungai, pantai, laut atau berupa objek penginapan dengan berbagai fasilitas untuk mendukung objek wisata. Resort adalah jasa pariwisata yang memenuhi 5 jenis pelayanan yang bisa disebut dengan kriteria resort. Kriteria resort tersebut adalah akomodasi, fasilitas rekreasi,outlet penjualan, hiburan, pelayanan makanan dan minuman (O Shannessy, 2011). Lokasi dibangunnya hotel resort di pantai Tangonggor desa Kamenti Kec. Lembean Timur. Penerapan tema Intellegent Building sebagai suatu respon terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yakni dengan menghadirkan suatu desain bangunan dengan pemikiran masa mendatang yang dapat menjaga stabilitas keberlangsungan pengguna, bangunan, maupun alam sekitar dengan memberikan kenyamanan, keselamtan, keamanan dan penghematan energi.Kata kunci      : Resort, Intelligent Building
SEKOLAH SENI MUSIK DI AMBON. Arsitektur Metafora Hukom, Jolefry; Kindangen, Jefrey I.; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23668

Abstract

Kota Ambon merupakan Ibukota dari Provinsi Maluku dengan penduduk Kota Ambon memiliki jumlah penduduk sekitar 331.254 jiwa yang tidak bisa jauh dari musik lagu-lagu daerah mereka yang dinyanyikan di Indonesia sebutlah manise-manise. notabene anak-anak mudanya memiliki bakat dalam bidang musik. Baik dalam bidang musik vocal atau suara, bermain gitar, keyboard/piano, drum, Trumpet/Suling, serta seni musik daerah seperti totobuang, tifa, dan rebana.  Banyaknya musisi asal ambon yang membawa nama harum Indonesia, baik dalam negri maupun luar negeri, Mendorong Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan kementrian pariwisata mencanangkan ambon menjadi kota musik dunia tahun 2019. Peracangan Sekolah Seni Musik di Ambon ini dibuat agar dapat mendukung Ambon sebagai kota musik dunia dengan  Perancangan meliputi konsep fisik desain bangunan Sekolah Seni musik digabungkan dengan pameran seni bertemakan Arsitektur Metafora yang dapat menjadi daya tarik dan juga sebagai tempat/wadah pembelajaran yang memberikan zona diantaranya keadaan outdor, indoor dengan penggunaan material yang ramah lingkungan.  Kata Kunci : Sekolah Seni Musik, Arsitektur Metafora
REDESAIN TERMINAL BANDAR UDARA SAM RATULANGI DI MANADO. Metamorfosis dalam Arsitektur Irina, Putri D.; Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23691

Abstract

Arus penumpang pesawat di Bandar Udara Sam Ratulangi yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun , dimana arus penumpang domestik dengan total keberangkatan dan kedatangan pada tahun 2017 mencapai 2.085.862 penumpang, serta arus penumpang internasional dengan total keberangkatan dan kedatangan pada tahun yang sama mencapai 157.086 penumpang akan berdampak pada kebutuhan kapasitas dan fasilitas dalam terminal , dimana untuk terminal domestik dengan luas saat ini 14.126 m2 yang hanya dapat menampung 1,3 juta penumpang/tahun dan terminal internasional seluas 4.044 m2 yang hanya dapat menampung 138.000 penumpang/tahun. Selain itu , proses check-in penerbangan domestik maupun internasional masih berada di tempat yang sama . Letak terminal internasional yang berada dalam satu bangunan dengan area terminal domestik yang dapat menimbulkan terjadinya alur sirkulasi yang tidak teratur. Berangkat dari permasalahan ini , Redesain Terminal Bandar Udara Sam Ratulangi diusulkan sebagai solusi untuk memfasilitasi lonjakan penumpang yang terjadi dengan cara melakukan pengembangan terminal internasional . Redesain Terminal Bandar Udara Sam Ratulangi di Manado menggunakan tema “Metamorfosis Dalam Arsitektur” yaitu sebuah strategi desain perubahan bentuk. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan tampilan , struktur dan fungsi maupun fasilitas dan kapasitas pada bangunan terminal. Diharapkan dengan penggunaan strategi ini objek, objek rancangan dapat memiliki keunikan tersendiri yang ditampilkan melalui bentukan massa , struktur dan fungsinya.Kata kunci : Terminal internasional,  Metamorfosis Dalam Arsitektur.
PLANETARIUM DI MANADO. Arsitektur Metafora Putri, Rischi I.; Kindangen, Jefrey I.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23696

Abstract

Planetarium merupakan sebuah sarana dalam memperagakan suatu pertunjukan tentang luar angkasa untuk tujuan pendidikan melalui alat proyeksi bintang dan benda-benda luar angkasa. Selain berfungsi sebagai sarana pendidikan, planetarium juga berfungsi sebagai sarana rekreasi bagi para masyarakat khususnya para pelajar. Di Manado sendiri peminat astronomi khususnya para pelajar cukup banyak tetapi tidak diimbangi dengan sarana yang ada bahkan belum ada sama sekali, sedangkan planetarium memegang peran penting dalam memajukan ilmu astronomi. Untuk menghadirkan objek planetarium yang lebih edutainment (edukasi yang rekreatif) maka diterapkanlah tema Arsitektur Metafora dengan mengambil bentukan dari Supernova. Untuk penerapan temanya diaplikasikan kedalam bentuk bangunan, sirkulasi ruang dalam, selubung bangunan, ruang luar, tekstur dan warna sesuai dengan bentukan serta karakter dari supernova. Dengan bentukannya yang lebih fleksibel dan tidak monoton ini dapat menarik minat para pengunjung tidak hanya itu tetapi juga dapat mewadahi peningkatan pendidikan di bidang astronomi serta merangsang apresiasi masyarakat terhadap ilmu astronomi. Kata kunci : Planetarium, Edutaiment, Metafora, Supernova
Studi Kenyamanan Panas dan Hubungannya dengan Tingkat Produktivitas di Ruang Kantor Mandey, Johansen C.; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.3.188

Abstract

Kenyamanan panas merupakan salah satu faktor penentu untuk meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur kondisi fisik seperti suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan aliran udara dalam ruang administrasi akademik Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dan dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan dalam tiga interval waktu: pagi-siang-sore, sesuai dengan jam kerja. Untuk menghitung indeks PMV dan PPD, digunakan nilai tingkat metabolisme 1 met dan nilai insulasi pakaian sebesar 0,57 clo yang kemudian dibandingkan dengan hasil kuesioner. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kondisi fisik dan respon karyawan yang ditunjukkan oleh sensasi panas dan preferensi panas dengan perhitungan PMV dan PPD. Dalam tiga interval waktu, ditemukan bahwa sensasi termal rata-rata dari para karyawan berada dalam kategori nyaman, dengan persentase yang bervariasi yang menurun di siang dan sore hari. Preferensi termal karyawan menunjukkan keselarasan dengan sensasi termalnya. Kendati demikian, beberapa karyawan pernah mengalami ketidaknyamanan dengan ruang kerja yang menyebabkan mereka mengalihkan konsentrasi ke pekerjaan lain atau keluar dari ruangan; yang pada gilirannya menurunkan tingkat produktivitas kerja.
STUDI ALIRAN UDARA DENGAN METODE GAS DALAM JARINGAN (LATTICE GAS METHOD) Jefrey Ignatius Kindangen
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol. 30 No. 2 (2002): DECEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.196 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.30.2.176-280

Abstract

Kode simulasi numerik dengan menggunakan bahasa pemrograman Pascal dan menerapkan metode Gas Dalam Jaringan (littice gas method) telah dibuat. Beberapa obyek berupa bangunan 2-D (daerah dan potongan) telah diaplikasikan dalam simulasi ini. Hasil simulasi menunjukkan metode ini dapat digunakan untuk mempelajari pola aliran udara pada bangunan dengan bukaan lebar, secara kualitatif.
PUSAT TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA BITUNG: Arsitektur Neo Vernakular Kawulur, Clarissa B.; Mandey, Johansen C.; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66711

Abstract

Jumlah anak berkebutuhan khusus di Kota Bitung mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun fasilitas terapi yang tersedia masih sangat terbatas. Kondisi ini memaksa sebagian keluarga untuk mencari layanan terapi ke luar kota, yang membutuhkan biaya dan waktu lebih besar. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan perancangan Pusat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Bitung dengan tema Arsitektur Neo-Vernakular, yang menggabungkan elemen tradisional dengan desain modern untuk menciptakan ruang yang ramah anak dan kontekstual terhadap budaya lokal. Perancangan ini bertujuan menyediakan fasilitas terapi yang lengkap dan terintegrasi, mencakup terapi wicara, okupasi, fisik, sensori, hingga terapi psikologis. Bangunan dirancang untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan emosional anak berkebutuhan khusus dengan memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas. Proses perancangan menggunakan metode Glass Box, yaitu metode argumentatif dan terstruktur, yang dimulai dari tahap definisi masalah hingga evaluasi desain secara logis. Pendekatan perancangan meliputi analisis tapak, tipologi bangunan, serta penerapan tema arsitektur neo-vernakular yang diadaptasi dari bentuk Rumah Adat Walewangko, motif Batik Bentenan, dan elemen lokal lainnya. Bangunan dirancang dengan konfigurasi massa sederhana yang mudah dipahami anak, penggunaan material lokal, serta tata ruang yang mendukung terapi holistik dan interaksi sosial. Fasilitas yang disediakan meliputi area terapi individu dan kelompok, taman sensoris, ruang bermain, serta ruang edukasi bagi orang tua dan masyarakat. Perancangan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan terapi, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pemberdayaan keluarga dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Diharapkan, bangunan ini dapat menjadi model pusat terapi yang humanis dan inklusif di Sulawesi Utara, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui pendekatan arsitektur yang kontekstual dan adaptif. Kata Kunci : Anak Berkebutuhan Khusus, Terapi Anak, Neo-Vernakular, Kota Bitung.
Co-Authors , Sangkertadi . Sangkertadi Adinda E. Lumentah Aldrin Dirks Alfin R. Narahayaan Alvin J. Tinangon Andry Gosal Andy A.M. Malik, Andy A.M. Anes, Gabriela M. Archie I. M. Suawa, Archie I. M. Arif A. Sidik Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Belinda A. M. Rorimpandey Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Datunsolang, Rifqi Akbar Dingo, Noldy J Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D. Takumansang EV Wuisa, Cynthia Fela Warouw Fela Warouw Fernando Z. Runtuwene Frits O. P. Siregar Gorung, Michael S. Gosal, Christy Vernanda Heilbert A. Mapaly Herry Kapugu Herry Kapugu Hompas, Meyliana M. Hukom, Jolefry Ingerid L. Moniaga Irene Runtunuwu, Lisa Irina, Putri D. Jerry C. Poli Jerry M. Fransz Jessica N. Waworundeng Johannes V. Rate Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Jonathan B. Angkouw Joseph Rengkung Judy O Waani Judy O. Waani Jumiati Kaharu, Arlan Kalalo, Loudy Kandou, Tiffany B. M. Karmelia K. Rembet Kawulur, Clarissa B. Koemesan, Enrico M.P. Kolondam, Joo Kristi H. Sondokan Kumakaw, Cahya G. P. Leidy M. Rompas Liem, Cindy Linda Tondobala Linda Tondobala Lintong Delila, Lintong Lohonauman, Olivia Luther Betteng M. Mardan Anasiru M.Y Noorwahyu Budhyowati Marbangun, Laksamana Maria Runtuwene Meita Rumbayan Menajang, Greglory M Michael M. Rengkung Michael Rengkung Mokodompit, Putri Indah Sari Momuat, Yudha J. R. Moniaga, Virgino S. Octavianus H. A. Rogi Octavianus H.A Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Paiman, Josua Gabriel Pasau, Rayanda Peggy Egam Pelealu, Veronica L. Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre Gosal, Pierre Pingkan P. Egam Poli Hanny, Poli Prayitno, Gunawan Adhi Puput Ch. Tendean Putra Sholihin Thayeb Putri S. N. Potabuga Putri, Rischi I. Putu A. B. Kusuma Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Ratag, Andreas Raymond Ch. Tarore Rexvan L. Podung Ricky M.S Lakat Rifqi Akbar Datunsolang Roosje J. Poluan Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Salettia, Viva S. Saputera Elias, Yohanes Richie Sarah K. F. Rainga Shania Laily Shifa A. Qayyum Simatupang, Geovanly Sitanggang, Roulina A. Sondakh, Rayana S. Sondokan, Kristi H. Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly Tangkuman Sumanti, Ceria T. Sumilat, Jeremy L. Surijadi Supardjo Surjono, . Takaliuang, Adnan Tangkilisan, Juard R. Tasiam, Yngwie I. M. Timothy T. Tumonggor Tinangon, Alvin Toding, Juprianto Bua' Tonapa, Patria Rante Triska F Genah Tumbelaka, Vanessa Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Yeremia F. W. Wolayan Yogini Adriana Wulur