Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Awal Perancangan Pusat Konvensi dan Pameran di Tondano Dengan Pendekatan Nirmana Kinetik : Kajian Awal Perancangan Pusat Konvensi dan Pameran di Tondano Dengan Pendekatan Nirmana Kinetik Kolondam, Joo; Kindangen, Jefrey; Tinangon, Alvin
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 2 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2, November 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i2.59163

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk eksplorasi metode seperti proses perancangan dan pendekatan perancangan yang ada pada desain tematik nirmana kinetik dalam arsitektur dengan objek tipologis pusat konvensi dan pameran yang berlokasi di Tondano. Penelitian ini menggunakan proses pemecahan masalah secara argumentatif dengan mekanisme imaging-presenting-testing diikuti dengan proses rekayasa arsitektural secara kanonik dan pendekatan perancangan secara tematik, tipologis, dan lokasional untuk menghasilkan luaran yang diinginkan. Hasil dari penelitian ini adalah suatu kajian pada desain tematik nirmana kinetik dalam arsitektur dengan objek tipologis pusat konvensi dan pameran yang berlokasi di Tondano. Penelitian ini kedepannya diharapkan dapat menjadi suatu bahan referensi dalam penyusunan konsep serta hasil perancangan desain tematik nirmana kinetik dalam arsitektur dengan objek tipologis pusat konvensi dan pameran yang berlokasi di Tondano. Kata-kunci: Nirmana Kinetik, Pusat Konvensi dan Pameran, Tondano
The Community Partnership Program to Enhance High School Students' Understanding of Climate Change and Global Warming Concerns in Manado City: (Community Partnership Program to Enhance High School Students' Understanding of Climate Change and Global Warming Concerns in Manado City) Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen; Kalalo, Loudy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58084

Abstract

Climate change and global warming affect all nations on Earth. We must vigorously raise community understanding and concern about this issue because human actions cause all climate change and global warming. Young people, especially high school students, lack complete information about climate change and global warming, which inhibits their prevention efforts. We can teach high school pupils about climate change and global warming and how to mitigate and prevent it. A clear understanding and positive everyday behaviour are the first steps to changing attitudes. We must properly convey the issues these partners, especially high school students, confront through counselling and assistance. Students of SMU Fr. Don Bosco Manado and SMUN 9 Manado are working to address climate change and global warming. Campaign delivery includes lectures, leaflet distribution, and conversations. Despite repeated exposure to this issue, they find the offered material and examples engaging and unique. They found the information beneficial, surprised by its impact, starting to increase awareness to do practical things, and wanting to become environmental ambassadors. ABSTYRAK Efek perubahan iklim dan pemanasan global menjadi isu mendunia dan merupakan persoalan terkini seluruh bangsa yang mendiami bumi. Kesadaran dan kepedulian terhadap masalah ini perlu dikampanyekan secara masif kepada masyarakat luas, karena seluruh penyebab perubahan iklim dan pemanasan global adalah akibat kegiatan manusia. Masalah yang dihadapi kaum muda sekarang initerutama siswa SMU adalah belum terpadunya pengetahuan akan efek perubahan iklim dan pemanasan global secara komprehensif sehingga mereka bisa menjadi agen terhadap kesadaran akan pencegahannya. Siswa SMU dapat diberikan penjelasan dan dilatih untuk mengetahui dengan benar kegiatan apa saja yang dapat menyebabkan masalah yang dimaksud dan bagaimana untuk mereduksi bahkan mencegah masalah perubahan iklim dan pemanasan global terjadi. Hal yang paling dasar adalah perubahan sikap dengan mengetahui dengan jelas dan merubah perilaku yang baik untuk tindakan sehari-hari. Masalah yang dihadapi oleh mitra ini khususnya siswa SMU perlu diberikan penjelasan secara jelas dan runtut dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan yang baik. Siswa SMU Fr. Don Bosco Manado dan SMUN 9 Manado telah dilibatkan dalam upaya kepedulian dan turut serta dalam menanggulangi efek perubahan iklim dan pemanasan global yang menjadi isu aktual terkini. Materi kampanye dilakukan dalam bentuk ceramah, penyebaran leaflet dan diskusi. Walaupun mereka sering mendengar tentang hal ini akan tetapi beberapa hal yang didapati bahwa materi beserta contoh yang disampaikan sangat menarik bagi mereka dan merupakan hal yang baru. Kesan mereka terhadap materi yang disampaikan adalah: sangat berguna, mengejutkan dampak yang bisa terjadi, mulai timbul kesadaran untuk melakukan hal-hal yang praktis yang dapat mereka kerjakan, dan diharapkan mereka menjadi duta lingkungan.
Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat bagi Pengembang Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah dalam Membangun Perumahan yang Murah, Nyaman dan Hemat Energi: (The Empowerment of Community Partnerships for Low-Income Community Housing Developers in Building Low Cost, Comfortable and Energy-Efficient Housing) Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen; Tangkuman, Stenly; Marbangun, Laksamana; Liem, Cindy; Takaliuang, Adnan
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.58397

Abstract

The role of developers is crucial in addressing the housing requirements of low-income communities; they have made an effort to construct basic houses at a reasonable cost. The majority of low-cost houses in North Sulawesi are equipped with zinc or metal roofs, which frequently result in the residents experiencing excessive heating and discomfort. The Community Partnership Empowerment team has installed roof ventilation and incorporated radiative insulation technology in this activity, utilising recycled cardboard. These two technologies have the potential to substantially reduce the temperature of the attic and the room, as indicated by the research findings. The initial phase entails the identification of the needs of novice home builders, the dissemination of information regarding roof ventilation and radiative insulation technology, the provision of training to builders, the construction of houses that incorporate these technologies, the provision of marketing support to developers, and the conduct of evaluations only after production. The outcomes of each of these stages have been documented, including the misconception that the construction of a comfortable and energy-efficient low-cost house will necessitate a substantial outlay. Consequently, the team disseminated the information through technology applications that did not necessitate substantial expenditures during the dissemination phase. The contractors were instructed by the team on the installation of roof radiative insulation, the production of radiative insulation panels, and the installation of roof vents. The subsequent phase involves the construction of a high-quality, energy-efficient, and cost-effective residence. The primary consumers of low-cost houses are the majority of daily employees from government offices, the TNI, and the National Police, as well as a limited number of civil servants. Consequently, we are committed to improving our marketing initiatives by concentrating on the following: preserving the company's brand, guaranteeing the quality of the homes we sell, collaborating with the appropriate agencies of the Ministry of PUPR, and facilitating infrastructure in residential areas through government subsidies, banks, and other related elements. Once the marketed products have been constructed, we evaluate this program. The program's objective is to make a substantial contribution to the mitigation of climate change by reducing carbon emissions. It ensures the comfort and energy efficiency of residents in a cost-effective residence by prioritising their material and non-material well-being. ABSTRAK Dalam memenuhi kebutuhan perumahan terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah, peranpengembang sangat penting; telah berupaya untuk membangun rumah sederhana dengan harga yangterjangkau. Kebanyakan rumah sederhana di Sulawesi Utara dibangun dengan atap seng atau metal, inisering menjadi penyebab pemanasan yang berlebihan yang menimbulkan ketidaknyamanan penghunirumah. Dalam kegiatan ini tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat telah memperkenalkan teknologiinsulasi radiatif yang terbuat dari kardus bekas dan pemasangan ventilasi atap. Berdasarkan hasilpenelitian, kedua teknologi ini dapat menurunkan suhu loteng dan suhu ruangan secara signifikan. Tahappertama dilakukan identifikasi kebutuhan para pengembang rumah sederhana, diseminasi pengetahuantentang teknologi insulasi radiatif dan ventilasi atap, pelatihan kepada para tukang, produksi rumahdengan aplikasi teknologi tersebut, pendampingan terhadap pemasaran kepada pengembang dan evaluasiyang baru akan dilakukan setelah produksi. Hasil dari setiap tahapan tersebut telah dicatat yakni:kesalahpahaman bahwa untuk membangun rumah sederhana yang nyaman dan hemat energi akanmembutuhkan biaya yang besar, untuk itu tim melakukan diseminasi berupa aplikasi teknologi dengantidak memerlukan biaya yang besar yang dilakukan pada tahap diseminasi. Para tukang diberi pelatihandalam memasang insulasi radiatif atap serta bagaimana memproduksi panel insulasi radiatif tersebut sertapemasangan ventilasi atap. Tahapan selanjutnya adalah produksi rumah dengan kualitas yang baik yangmurah, nyaman dan hemat energi. Jenis konsumen rumah sederhana paling banyak pegawai harian lepasdari kantor pemerintah, TNI dan Polri dan sebagian kecil PNS/ASN; sehingga dalam upayamengembangkan pemasaran dilakukan secara kontinyu terutama mempertahankan branding perusahaan,kualitas rumah yang dijual, kerjasama dengan pemerintah dengan instansi terkait KemenPUPR termasukpola subsidi pemerintah, infrastruktur kawasan permukiman yang difasilitasi pemerintah, pihak bank, danunsur lain terkait. Evaluasi terhadap program ini dilakukan setelah produk yang dipasarkan terbangun. Iniakan menjadi program yang memberikan kontribusi yang berarti terhadap pengurangan emisi karbonsebagai upaya mitigasi perubahan iklim; untuk kesejahteraan penghuni baik secara matrial maupun nonmaterial yang kenyamanan yang penghematan energi yang digunakan dalam rumah sederhana tersebut.
PRINSIP BANGUNAN HIJAU UNTUK INTERIOR IMPLEMENTASI PADA BANGUNAN GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Pasau, Rayanda; Kindangen, Jefrey; Waani, Judy O.
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i1.008

Abstract

Dunia saat ini dihadapkan pada isu pemanasan global; sebagai tindakan praktis, banyak negara melakukan mitigasi terhadap masalah ini, termasuk melalui desain pasif, penghematan energi, material, dan air, terutama pada bangunan gedung. Salah satu upaya penghematan energi adalah dengan mengadopsi sistem bangunan hijau. Bangunan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap penggunaan energi sebesar 40%, emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 25%, dan konsumsi air sebanyak 20%. Oleh karena itu, perhatian terhadap keberlanjutan bangunan sangatlah penting. Penghematan energi pada bangunan dapat dimulai dengan meningkatkan efisiensi energi pada sistem pencahayaan, penghawaan, proteksi kebisingan, kualitas udara dalam ruangan, sistem manajemen penggunaan air bersih, penghematan energi pada peralatan elektronik, serta pengelolaan limbah. Sebenarnya, dengan adanya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI tentang bangunan hijau, implementasinya sudah seharusnya menjadi kewajiban bagi setiap bangunan. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh GBCI Greenship Rating Interior Space, dilakukan evaluasi terhadap ruang dalam Kantor Dekanat Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Pemilihan objek penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa bangunan ini baru dibangun sejak 2019 dengan bantuan dana dari Islamic Development Bank (IDB) yang menerapkan standar internasional dalam pembangunannya. Langkah-langkah evaluasi mencakup pengumpulan data dan pengukuran suhu, kelembapan udara, kebisingan, pencahayaan, serta elemen teknis lainnya. Dari hasil investigasi, ditemukan bahwa rata-rata bangunan ini belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam penerapan prinsip bangunan hijau untuk pembangunan gedung-gedung di Universitas Sam Ratulangi.
STUDI ALIRAN UDARA DENGAN METODE GAS DALAM JARINGAN (LATTICE GAS METHOD) Kindangen, Jefrey Ignatius
Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 30 No. 2 (2002): DECEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.196 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.30.2.176-280

Abstract

Kode simulasi numerik dengan menggunakan bahasa pemrograman Pascal dan menerapkan metode Gas Dalam Jaringan (littice gas method) telah dibuat. Beberapa obyek berupa bangunan 2-D (daerah dan potongan) telah diaplikasikan dalam simulasi ini. Hasil simulasi menunjukkan metode ini dapat digunakan untuk mempelajari pola aliran udara pada bangunan dengan bukaan lebar, secara kualitatif.
APLIKASI JARINGAN SARAF TIRUAN UNTUK EVALUASI VENTILASI BANGUNAN TROPIS LEMBAB Kindangen, Jefrey Ignatius; Kaunang, Sumenge T. Gideon; Sardjono, Djangkung
Dimensi: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 29 No. 1 (2001): JULY 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/dimensi.29.1.%p

Abstract

In humid tropical climates where the average annual temperature and the relative humidity are high, the air flows in buildings may be enough to provide ventilation at a satisfactory level of comfort without the use of active air-conditioning systems. Air movements have an effect on thermal comfort, decreasing the risk of local overheating, and giving sufficient interior air velocity to improve the evaporation of sweat. Air movements inside a building depend not only on the external wind velocity, but also on a number of architectural parameters. Changes in these parameters can modify interior airflow patterns. However, if a meaningful number of such parameters are to be taken into account, the determination of interior air velocity is very difficult. It was therefore decided to look at how artificial intelligen techniques might facilitate the solution of the problems involved. This article describes an initial attempt to apply artificial neural networks to be used in the evaluation of building ventilation. We used the interior velocity coefficient as an indicator of the performance of building ventilation. The interior velocity coefficient is a measure of the relative strength of the interior air movement in horizontal planes representing an occupied space. It is shown how these ideas are applied in the present research, and the results are presented. The utilization of neural networks as a universal predictor is an interesting subject for investigation and evaluation, given their ability to provide reliable results in situations where a large number of parameters have to be taken into account simultaneously. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam iklim tropis lembab dimana temperatur udara rata-rata dan kelembaban relatif udara yang tinggi, aliran udara dalam bangunan dapat memberikan tingkat kenyamanan tanpa menggunakan sistem pendinginan udara aktif. Aliran udara mempengaruhi tingkat kenyamanan termik dengan menurunkan resiko pemanasan lokal dan memperbaiki tingkat evaporasi keringat. Aliran udara dalam bangunan tidak hanya dipengaruhi oleh kecepatan angin, tetapi juga oleh sejumlah parameter arsitektural. Merubah parameter-parameter ini dapat memodifikasi pola aliran udara dalam ruang. Akan tetapi, apabila sejumlah paramater ini harus diperhitungkan, determinasi kecepatan udara dalam suatu ruangan menjadi sangat sulit. Untuk persoalan tersebut dicoba untuk menerapkan teknik intelijen buatan untuk menyelesaikan masalah ini. Artikel ini menjelaskan tentang penggunaan Jaringan Saraf Tiruan untuk mengevaluasi ventilasi bangunan. Kami menggunakan koefisien kecepatan udara sebagai indikator kinerja ventilasi bangunan. Koefisien ini merupakan suatu ukuran laju aliran udara relatif dalam suatu ruangan pada bidang horisontal dalam ruang hunian. Artikel ini menunjukkan bagaimana ide tersebut diaplikasikan dan hasilnya dipresentasikan. Penggunaan Jaringan Saraf Tiruan sebagai prediktor universal merupakan suatu hal yang menarik dalam investigasi dan evaluasi ventilasi bangunan. Ditunjukkan kemampuannya untuk memberikan hasil yang reliabel dalam keadaan dimana sejumlah besar parameter harus diperhitungkan secara simultan. Kata kunci: aliran udara, jaringan saraf tiruan, koefisien kecepatan udara.
Evaluasi Pencahayaan pada Gedung Gereja Studi Kasus: Gedung Gereja Gmim Samaria Pakowa Irene Runtunuwu, Lisa; Kindangen, Jefrey I.; Malik, Andy A.M.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v4i7.1309

Abstract

Penelitian ini berfokus pada evaluasi pencahayaan pada gedung gereja GMIM Samaria Pakowa. Pencahayaan dalam suatu ruangan merupakan aspek penting dalam perancangan interior, yang dapat mempengaruhi kenyamanan visual dan estetika dalam gedung gereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas pencahayaan di dalam gedung gereja GMIM Samaria Pakowa, baik pencahayaan alami maupun buatan, serta memberikan rekomendasi perbaikan pencahayaan yang sesuai dengan standar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengukuran, dan simulasi menggunakan software DIALux. Data yang dikumpulkan meliputi intensitas cahaya, suhu warna, dan indeks renderasi warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan di beberapa area gedung gereja belum memenuhi standar yang direkomendasikan. Selain itu, suhu warna dan indeks renderasi warna juga perlu disesuaikan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan estetis. Secara keseluruhan, evaluasi pencahayaan pada gedung gereja GMIM Samaria Pakowa menunjukkan bahwa perbaikan sistem pencahayaan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan dan kenyamanan visual di dalam gedung gereja.
Analisis Kenyamanan Termal Ruang Luar di Kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado Saputera Elias, Yohanes Richie; Kindangen, Jefrey I; EV Wuisa, Cynthia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 4 No. 8 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v4i8.1324

Abstract

Kawasan Pasar 45 di pusat Kota Manado merupakan pusat perdagangan utama yang ramai dikunjungi oleh banyak orang, termasuk pedagang, pengunjung, dan pekerja. Oleh karena itu, kenyamanan termal di ruang luar kawasan ini menjadi aspek penting untuk diperhatikan. Kondisi termal yang tidak nyaman dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan aktivitas masyarakat. Selain itu, pembangunan dan perubahan iklim global juga dapat memengaruhi kondisi termal di kawasan ini. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis iklim mikro di kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado, dan menganalisis tingkat kenyamanan termal ruang luar di kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif, yang dilaksanakan melalui dukungan simulasi komputasi (eksperimental). Metode Pengumpulan Data analisis data akan menggunakan software ENVI-met. Semua proses pengolahan data akan di pusatkan pada ENVI-met Headquarter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklim mikro pada kawasan Pasar 45 pusat Kota Manado yaitu suhu udara berkisar antara 28,5°C sampai dengan 36,8°C, kecepatan angin berkisar antara 0,1m/s sampai dengan 3,1m/s, kelembaban relative berkisar antara 44,0% sampai dengan 78,9%, dan suhu radiasi bola hitam berkisar antara 31,4°C sampai dengan 62,9°C oleh karena itu kenyamanan termal kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado berada pada tingkat hangat (warm), panas (hot), hingga sangat panas (very hot). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kenyamanan termal di kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado berada pada tingkat yang kurang nyaman, yaitu hangat, panas, hingga sangat panas. Hal ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan dan pengembangan kawasan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mempertahankan daya tarik pariwisata, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Manado.
Co-Authors , Sangkertadi . Sangkertadi . Surjono Adinda E. Lumentah Aldrin Dirks Alfin R. Narahayaan Alvin J. Tinangon Andry Gosal Andy A.M. Malik, Andy A.M. Archie I. M. Suawa, Archie I. M. Arif A. Sidik Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Belinda A. M. Rorimpandey Ceria T. Sumanti Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Datunsolang, Rifqi Akbar Dingo, Noldy J Djangkung Sardjono Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D. Takumansang EV Wuisa, Cynthia Fela Warouw Fela Warouw Fernando Z. Runtuwene Frits O. P. Siregar Gabriela M. Anes Gosal, Christy Vernanda Heilbert A. Mapaly Herry Kapugu Hompas, Meyliana M. Ingerid L. Moniaga Irene Runtunuwu, Lisa Jerry C. Poli Jerry M. Fransz Jessica N. Waworundeng Johannes V. Rate Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Jolefry Hukom Jonathan B. Angkouw Joseph Rengkung Joseph Rengkung Juard R. Tangkilisan Judy O Waani Judy O. Waani Jumiati Kaharu, Arlan Kalalo, Loudy Karmelia K. Rembet Koemesan, Enrico M.P. Kolondam, Joo Kristi H. Sondokan Kumakaw, Cahya G. P. Leidy M. Rompas Liem, Cindy Linda Tondobala Linda Tondobala Lintong Delila, Lintong Luther Betteng M. Mardan Anasiru M.Y Noorwahyu Budhyowati Marbangun, Laksamana Maria Runtuwene Meita Rumbayan Menajang, Greglory M Michael M. Rengkung Michael Rengkung Michael S. Gorung Mokodompit, Putri Indah Sari Moniaga, Virgino S. Octavianus H. A. Rogi Octavianus H.A Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Oktavianus H. A. Rogi Olivia Lohonauman Paiman, Josua Gabriel Pasau, Rayanda Peggy Egam Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre Gosal, Pierre Pingkan P. Egam Poli Hanny, Poli Prayitno, Gunawan Adhi Puput Ch. Tendean Putra Sholihin Thayeb Putri D. Irina Putri S. N. Potabuga Putu A. B. Kusuma Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Ratag, Andreas Rayana S. Sondakh Raymond Ch. Tarore Rexvan L. Podung Ricky M.S Lakat Rifqi Akbar Datunsolang Rischi I. Putri Roosje J. Poluan Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Salettia, Viva S. Saputera Elias, Yohanes Richie Sarah K. F. Rainga Shania Laily Shifa A. Qayyum Simatupang, Geovanly Sitanggang, Roulina A. Sondokan, Kristi H. Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly Tangkuman Sumenge T. Gideon Kaunang Sumilat, Jeremy L. Surijadi Supardjo Takaliuang, Adnan Tasiam, Yngwie I. M. Tiffany B. M. Kandou Timothy T. Tumonggor Tinangon, Alvin Toding, Juprianto Bua' Tonapa, Patria Rante Triska F Genah Tumbelaka, Vanessa Veronica A. Kumurur Veronica L. Pelealu Vicky H. Makarau Yeremia F. W. Wolayan Yogini Adriana Wulur Yudha J. R. Momuat