Claim Missing Document
Check
Articles

PRINSIP BANGUNAN HIJAU UNTUK INTERIOR IMPLEMENTASI PADA BANGUNAN GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Pasau, Rayanda; Kindangen, Jefrey; Waani, Judy O.
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i1.008

Abstract

Dunia saat ini dihadapkan pada isu pemanasan global; sebagai tindakan praktis, banyak negara melakukan mitigasi terhadap masalah ini, termasuk melalui desain pasif, penghematan energi, material, dan air, terutama pada bangunan gedung. Salah satu upaya penghematan energi adalah dengan mengadopsi sistem bangunan hijau. Bangunan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap penggunaan energi sebesar 40%, emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 25%, dan konsumsi air sebanyak 20%. Oleh karena itu, perhatian terhadap keberlanjutan bangunan sangatlah penting. Penghematan energi pada bangunan dapat dimulai dengan meningkatkan efisiensi energi pada sistem pencahayaan, penghawaan, proteksi kebisingan, kualitas udara dalam ruangan, sistem manajemen penggunaan air bersih, penghematan energi pada peralatan elektronik, serta pengelolaan limbah. Sebenarnya, dengan adanya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI tentang bangunan hijau, implementasinya sudah seharusnya menjadi kewajiban bagi setiap bangunan. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh GBCI Greenship Rating Interior Space, dilakukan evaluasi terhadap ruang dalam Kantor Dekanat Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Pemilihan objek penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa bangunan ini baru dibangun sejak 2019 dengan bantuan dana dari Islamic Development Bank (IDB) yang menerapkan standar internasional dalam pembangunannya. Langkah-langkah evaluasi mencakup pengumpulan data dan pengukuran suhu, kelembapan udara, kebisingan, pencahayaan, serta elemen teknis lainnya. Dari hasil investigasi, ditemukan bahwa rata-rata bangunan ini belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam penerapan prinsip bangunan hijau untuk pembangunan gedung-gedung di Universitas Sam Ratulangi.
Evaluasi Pencahayaan pada Gedung Gereja Studi Kasus: Gedung Gereja Gmim Samaria Pakowa Irene Runtunuwu, Lisa; Kindangen, Jefrey I.; Malik, Andy A.M.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v4i7.1309

Abstract

Penelitian ini berfokus pada evaluasi pencahayaan pada gedung gereja GMIM Samaria Pakowa. Pencahayaan dalam suatu ruangan merupakan aspek penting dalam perancangan interior, yang dapat mempengaruhi kenyamanan visual dan estetika dalam gedung gereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas pencahayaan di dalam gedung gereja GMIM Samaria Pakowa, baik pencahayaan alami maupun buatan, serta memberikan rekomendasi perbaikan pencahayaan yang sesuai dengan standar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengukuran, dan simulasi menggunakan software DIALux. Data yang dikumpulkan meliputi intensitas cahaya, suhu warna, dan indeks renderasi warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan di beberapa area gedung gereja belum memenuhi standar yang direkomendasikan. Selain itu, suhu warna dan indeks renderasi warna juga perlu disesuaikan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan estetis. Secara keseluruhan, evaluasi pencahayaan pada gedung gereja GMIM Samaria Pakowa menunjukkan bahwa perbaikan sistem pencahayaan perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan dan kenyamanan visual di dalam gedung gereja.
Analisis Kenyamanan Termal Ruang Luar di Kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado Saputera Elias, Yohanes Richie; Kindangen, Jefrey I; EV Wuisa, Cynthia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 4 No. 8 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v4i8.1324

Abstract

Kawasan Pasar 45 di pusat Kota Manado merupakan pusat perdagangan utama yang ramai dikunjungi oleh banyak orang, termasuk pedagang, pengunjung, dan pekerja. Oleh karena itu, kenyamanan termal di ruang luar kawasan ini menjadi aspek penting untuk diperhatikan. Kondisi termal yang tidak nyaman dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan aktivitas masyarakat. Selain itu, pembangunan dan perubahan iklim global juga dapat memengaruhi kondisi termal di kawasan ini. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis iklim mikro di kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado, dan menganalisis tingkat kenyamanan termal ruang luar di kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif, yang dilaksanakan melalui dukungan simulasi komputasi (eksperimental). Metode Pengumpulan Data analisis data akan menggunakan software ENVI-met. Semua proses pengolahan data akan di pusatkan pada ENVI-met Headquarter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklim mikro pada kawasan Pasar 45 pusat Kota Manado yaitu suhu udara berkisar antara 28,5°C sampai dengan 36,8°C, kecepatan angin berkisar antara 0,1m/s sampai dengan 3,1m/s, kelembaban relative berkisar antara 44,0% sampai dengan 78,9%, dan suhu radiasi bola hitam berkisar antara 31,4°C sampai dengan 62,9°C oleh karena itu kenyamanan termal kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado berada pada tingkat hangat (warm), panas (hot), hingga sangat panas (very hot). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kenyamanan termal di kawasan Pasar 45 Pusat Kota Manado berada pada tingkat yang kurang nyaman, yaitu hangat, panas, hingga sangat panas. Hal ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan dan pengembangan kawasan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mempertahankan daya tarik pariwisata, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Manado.
Pendampingan Kelompok Pengrajin Atap “Katu” untuk Meningkatkan Kualitas Produksi sebagai Material Penunjang Pariwisata Berkelanjutan: Assisting “Katu” Roof Craftsman Groups to Improve Production Quality for Sustainable Tourism Materials Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen; Kalalo, Loudy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65220

Abstract

The continued growth of the tourism sector has increased the demand for natural and environmentally friendly building materials. Katu roofing, made from sugar palm leaves, holds strong potential as a supporting material for tourism facilities due to its aesthetic value, thermal performance, and use of local sustainable resources. However, artisans face challenges such as inconsistent production quality, limited market reach, and the absence of formal organizational structures. This Community Partnership Program (PKM) aims to improve production quality, strengthen marketing capacity, and promote the formation of artisan groups in North Minahasa Regency through outreach activities, production training, and marketing assistance. The program results indicate improved understanding of raw material processing, more aesthetically refined product designs, and increased awareness of the importance of collective organization to enhance market competitiveness. The program recommends stronger local government support, particularly in developing production centers and providing exhibition spaces to facilitate more effective product marketing. ABSTRAK Pembangunan sektor pariwisata yang terus berkembang meningkatkan kebutuhan akan bahan bangunan yang alami dan ramah lingkungan. Atap katu, berbahan daun pohon aren, memiliki potensi besar sebagai material penunjang pariwisata karena nilai estetika, kinerja termal, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Namun, pengrajin menghadapi kendala berupa kualitas produksi yang belum konsisten, pemasaran terbatas, dan belum adanya kelembagaan usaha. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperbaiki kualitas produksi, memperkuat kapasitas pemasaran, dan mendorong pembentukan kelembagaan pengrajin atap katu di Kabupaten Minahasa Utara melalui penyuluhan, pelatihan produksi, dan pendampingan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengrajin terhadap pengolahan bahan baku, desain produk yang lebih estetis, serta pentingnya organisasi kelompok untuk meningkatkan daya tawar. Program ini merekomendasikan dukungan pemerintah daerah dalam pembentukan sentra produksi dan penyediaan ruang pamer untuk memfasilitasi pemasaran yang lebih efektif.
EDUTAINMENT SCIENCE CENTER DI MANADO. “ PENDEKATAN ECO TECHNOLOGY ” Lohonauman, Olivia; Kindangen, Jefrey I.; Rengkung, Joseph
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17112

Abstract

Edutainment Science Center di Manado adalah pusat rekreasi dan ilmu pengetahuan science yang dalam perancangannya didasari pada teknologi yang ramah lingkungan. Edutainment Science Center memberikan pengetahuan science yang disajikan dalam bentuk yang menarik dan menghibur bagi pengunjung.Perancangan edutainment science center bertujuan untuk memberikan ilmu science dan sebagai wadah untuk melepas penat pada masyarakat Sulawesi Utara terlebih masyarakat Kota Manado, serta menjadi icon science di kota Manado untuk menarik turis. Program ruang inti dalam menarik perhatian adalah program ruang yang berhubungan dengan alam yang didasari pada kekayaan alam di Sulawesi Utara seperti taman laut bunaken, gunung berapi yang aktif, hutan yang luas, dan beragam jenis flora dan fauna. Bentuk bangunan inti menyerupai hexagonal.Penerapan tema pada bangunan dimaksimalkan dengan penghawaan dan pencahayaan alami di beberapa titik perancangan dan material-material yang terapkan pada bagunan.Kata Kunci : Edutainment, Science Center, Manado, Eco Technology 
CHILDREN EDUCATION PLAYGROUND DI MANADO. Hi-Tech Architecture: Gaya Rancang Santiago Calatrava Sumanti, Ceria T.; Kindangen, Jefrey I.; Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17271

Abstract

Suatu Negara yang berkembang memiliki perhatian khusus bagi pertumbuhan bangsanya. Pemerintah setiap Negara menyadari bahwa kesuksesan suatu bagsa dimulai dari usia dini. Untuk itu beragam metode pengajaran mulai bermunculan. Selain pendidikan dasar yang formal, metode informal yang meungkinkan anak belajar ssambil bermain dihadirkan dalam sebuah theme park bernama Kidzania. Penggabungan metode pendidikan formal dan informal kemudian disajikan dalam “Children Education Playground”. Perkembangan suatu Negara beriringan dengan perkembangan tersebut dunia arsitektural. Hi-Tech Architecture yang menjadi bukti nyata akan beragam perkembangan tersebut diaplikasikan pada perancangan “Children Education Playground” dengan konsentrasi pada struktur yang berpedoman pada gaya rancang Santiago Calatrava. Children Education Playground dirancang sebagai wadah edukatif dan kreatif dengan tujuan mengembangkan potensi suatu bangsa lewat anak-anak. Selain itu kolaborasi dengan tema Hi-Tech Architecture: gaya rancang Santiago Calatrava diharapkan dapat menjadi acuan perkembangan dibidang teknologi dan industry dalam arsitektur di kota Manado.Kata Kunci : Hi-Tech Architecture, Santiago Calatrava, Children, Education, Playground 
KANTOR WALIKOTA MANADO DI MAPANGET, MANADO. Arsitektur Simbolisme Pelealu, Veronica L.; Kindangen, Jefrey I.; Rogi, Oktavianus H. A.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17280

Abstract

Kota Manado merupakan ibu kota Sulawesi Utara, kota Manado yaitu kota yang sedang berkembang.             Kantor walikota Manado menerapkan pendekatan tematik Architekture Simbolisme. Melalui pendekatan tematik tersebut objek diharapkan dapat menghadirkan bangunan yang  mencerminkan kehidupan maupun identitas tersendiri bagi Kota Manado dan juga menghadirkan suatu bentuk arsitektural yang menjadikan sebagai icon atau symbol dari kota Manado itu sendiri, dalam bangunan maksimal tidak hanya kualitas (fungsi) tapi juga kuantitas (estetika). Dalam perancangan ini, objek dituntut agar mampu mengoptimalkan perkembangan kota Manado dalam kawasan perkantoran dalam menjalankan kepemimpinan, serta tugas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.Kata kunci : Kantor Walikota Manado, Arsitektur Simbolisme. 
HOTEL RESORT DI RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA. Sustainable Architecture Momuat, Yudha J. R.; Kindangen, Jefrey I.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17626

Abstract

Ratatotok merupakan salah satu kecamatan berkembang yang berada di Minahasa Tenggara. Dimana Ratatotok memiliki banyak objek wisata baik itu wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya dan tak kalah wisata bahari yang begitu menakjubkan. Semuanya itu bisa memajukan dan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya wilayah Ratatotok. Salah satunya objek wisata pantai Lakban. Pengembangan serta Peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjadi prioritas utama dalam program pemerintah. Untuk itu hotel resort dihadirkan menjadi fasilitas pendukung yang dapat menunjang serta mampu meningkatkan potensi wisata pantai Lakban. Pemilihan tema Sustainable Architecture digunakan agar mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas arsitektural secara fisik baik dalam penggunaan material, teknologi serta energi yang terbarukan. Rancangan hotel resort di Ratatotok dengan tema sustainable architecture diharap mampu menjaga lingkungan alam sekitar yang dapat membantu kehidupan manusia di masa yang akan datang.Kata kunci : Ratatotok, Hotel Resort, Sustainable Architecture
STADION OLAHRAGA di WOLOAN-TOMOHON. Hi-Tech Architecture Anes, Gabriela M.; Kindangen, Jefrey I.; Rate, Johannes Van
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18029

Abstract

Olahraga adalah salah satu kegiatan manusia untuk menjaga kebugaran tubuh. Pada era sekarang olahraga pun mulai diminati kembali. Dapat dilihat dari perkembangan yang ada dibeberapa daerah, salah satunya di Kota Tomohon, Kota ini memiliki banyak potensi olaharaga untuk dikembangkan namun sayangnya fasilitas yang ada dalam daerah ini masih belum memadai, kurangnya fasilitas daerah menjadikan animo masyarakat mulai menurun terhadap olahraga. Perancangan Stadion Olahraga di Kota Tomohon dapat menjadi satu wadah untuk menjawab kekurangan yang ada dalam daerah ini. Dalam penulisan ini kajian diawali dengan mempelajari tentang Stadion Olaharaga tersebut, standar-standar perancangan dan perencanaan bangunan Stadion Olaharaga, pengertian dan ciri-ciri High Tech Arsitektur, serta studi banding beberapa Stadion yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Tomohon terlebih untuk lokasi yang berada di Woloan. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep High Tech Arsitektur. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan kontekstual. Sebagai kesimpulan, program ruang sangat diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.Kata Kunci : Stadion Olahraga, Tomohon, High Tech Architecture
PUSAT REHABILITASI MEDIK DAN EDUKASI PENDERITA AUTIS DI KOTA MANADO. Biophilic Design Kandou, Tiffany B. M.; Kindangen, Jefrey I.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19219

Abstract

Beberapa contoh kasus ketidaknormalan pada anak berupa cacat fisik, cacat mental, gangguan perkembangan otak yang menjadi hambatan dalam tumbuh kembang anak, salah satunya adalah autis.Angka kelahiran anak setiap tahunnya meningkat dan tidak terlepas dari spektrum autistik. Ketersediaan wadah khusus penanganan penderita autis di kota manado masih minim dan tidak terlepas dari beberapa aspek yang yidak memenuhi kebutuhan maupun responsive terhadap perilaku penderita autis. Dibutuhkannya wadah yang memfasilitasi rehabilitasi medik dan edukasi bagi penderita autis yang juga responsive terhadap perilaku autis sehingga membantu proses terapi. Selain itu juga memiliki lokasi yang tepat dalam menunjang objek perancangan dan kolaborasi tema perancangan Biophilic Design yang mengintegrasikan alam.Dalam melakukan kajian perancangan maka dilakukan metode pendekatan perancangan dengan mempelajari kajian tipologi objek, tapak dan lingkungannya serta kajian tema. Adanya proses analisis menuju sintesa melalui proses kerangka pikir yang melahirkan strategi perancangan proses desain yang berulang-ulang sehingga menghasilkan desain yang maksimal.Pusat rehabilitasi medik dan edukasi penderita autis di Kota Manado menghadirkan tiga fasilitas fungsional yang mendukung bagi penderita autis yaitu fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, dan fungsi hunian. Perancangan objek yang berkaitan dengan konsep terapi penderita autis memiliki beberapa strategi agar individu autis tidak hanya diberikan wadah begitu saja namun lewat wadah ini juga dapat membantu proses terapi penderita autis. Perancangan objek dengan pendekatan Biophilic Design adalah desain yang berlandaskan teori Biophilia dimana perancangannya berfokus pada hubungan manusia dan alam, selain itu alam juga sangat berpengaruh bagi kondisi fisik dan psikologis manusia. Perancangan ini menyediakan wadah yang khusus menfasilitasi dalam  penanganan terapi dan pendidikan penderita autis. Kolaborasi tema perancangan pada bangunan dapat berpengaruh positif bagi penderita autis dimana dapat merangsang sensorik otak penderita autis dalam  proses terapi maupun pendidikan dengan  menggunakan alam sebagi media. Kata Kunci : Autis, Pusat Rehabilitasi Medik, Edukasi, Alam, Biophilic Design
Co-Authors , Sangkertadi . Sangkertadi Adinda E. Lumentah Aldrin Dirks Alfin R. Narahayaan Alvin J. Tinangon Andry Gosal Andy A.M. Malik, Andy A.M. Anes, Gabriela M. Archie I. M. Suawa, Archie I. M. Arif A. Sidik Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Belinda A. M. Rorimpandey Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Datunsolang, Rifqi Akbar Dingo, Noldy J Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D. Takumansang EV Wuisa, Cynthia Fela Warouw Fela Warouw Fernando Z. Runtuwene Frits O. P. Siregar Gorung, Michael S. Gosal, Christy Vernanda Heilbert A. Mapaly Herry Kapugu Herry Kapugu Hompas, Meyliana M. Hukom, Jolefry Ingerid L. Moniaga Irene Runtunuwu, Lisa Irina, Putri D. Jerry C. Poli Jerry M. Fransz Jessica N. Waworundeng Johannes V. Rate Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Jonathan B. Angkouw Joseph Rengkung Judy O Waani Judy O. Waani Jumiati Kaharu, Arlan Kalalo, Loudy Kandou, Tiffany B. M. Karmelia K. Rembet Kawulur, Clarissa B. Koemesan, Enrico M.P. Kolondam, Joo Kristi H. Sondokan Kumakaw, Cahya G. P. Leidy M. Rompas Liem, Cindy Linda Tondobala Linda Tondobala Lintong Delila, Lintong Lohonauman, Olivia Luther Betteng M. Mardan Anasiru M.Y Noorwahyu Budhyowati Marbangun, Laksamana Maria Runtuwene Meita Rumbayan Menajang, Greglory M Michael M. Rengkung Michael Rengkung Mokodompit, Putri Indah Sari Momuat, Yudha J. R. Moniaga, Virgino S. Octavianus H. A. Rogi Octavianus H.A Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Paiman, Josua Gabriel Pasau, Rayanda Peggy Egam Pelealu, Veronica L. Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre Gosal, Pierre Pingkan P. Egam Poli Hanny, Poli Prayitno, Gunawan Adhi Puput Ch. Tendean Putra Sholihin Thayeb Putri S. N. Potabuga Putri, Rischi I. Putu A. B. Kusuma Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Ratag, Andreas Raymond Ch. Tarore Rexvan L. Podung Ricky M.S Lakat Rifqi Akbar Datunsolang Roosje J. Poluan Rumengan, Michael Rinaldi Clipper Salettia, Viva S. Saputera Elias, Yohanes Richie Sarah K. F. Rainga Shania Laily Shifa A. Qayyum Simatupang, Geovanly Sitanggang, Roulina A. Sondakh, Rayana S. Sondokan, Kristi H. Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly Tangkuman Sumanti, Ceria T. Sumilat, Jeremy L. Surijadi Supardjo Surjono, . Takaliuang, Adnan Tangkilisan, Juard R. Tasiam, Yngwie I. M. Timothy T. Tumonggor Tinangon, Alvin Toding, Juprianto Bua' Tonapa, Patria Rante Triska F Genah Tumbelaka, Vanessa Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Yeremia F. W. Wolayan Yogini Adriana Wulur