Penelitian ini bertujuan mengkaji pemaknaan mahasiswa terhadap e-poster film Home Sweet Loan dalam konteks generasi sandwich. Menggunakan pendekatan kualitatif konstruktivis, penelitian ini fokus pada cara mahasiswa menafsirkan pesan visual melalui pengalaman sosial, ekonomi, dan emosional mereka. Subjek penelitian terdiri dari delapan mahasiswa IPB University dan satu Art Director dari Visinema Pictures. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi visual, dan studi dokumentasi. Analisis menggunakan teori resepsi Stuart Hall, teori Gestalt, serta konsep customer engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima mahasiswa berada pada posisi dominan, tiga pada posisi negosiasi, tanpa posisi oposisi. Mahasiswa memaknai e-poster berdasarkan kesesuaian antara isi film dan elemen visual. Dimensi customer engagement yang paling menonjol adalah absorption dan dedication, menunjukkan keterlibatan emosional, kognitif, dan perhatian terhadap pesan. Prinsip-prinsip Gestalt, seperti penggunaan warna, ekspresi, dan komposisi ruang, terbukti efektif membentuk persepsi makna. Secara keseluruhan, visualisasi e-poster terbukti menjadi media yang komunikatif dan persuasif dalam menyampaikan pesan sosial tentang tekanan serta tanggung jawab generasi sandwich di era modern.