p-Index From 2021 - 2026
5.305
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Journal of Marine Research AGRIEKONOMIKA Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan DoubleClick : Journal of Computer and Information Technology JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Segara EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Techno-Fish Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Kontribusia : Research Dissemination for Community Development PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan International Journal of Engineering, Science and Information Technology DedikasiMU: Journal of Community Service Journal of Marine-Earth Science and Technology Jurnal Pengabdian Multidisiplin Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisanggeni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Miyang : Ronggolawe Fisheries and Marine Science Journal Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Curtina Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Manfish Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Journal of Fisheries & Marine Journal of Educational Science and E-Learning Journal of Education and Pedagogy
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PERUBAHAN IKLIM DAN KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI KAWASAN PESISIR (STUDI KASUS : KABUPATEN TUBAN) Marita Ika Joesidawati
EKOLOGIA Vol 13, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.284 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v13i2.135

Abstract

Perubahan iklim menjadi kajian yang penting dan sangat menarik pada beberapa tahun terakhir, karena mengakibatkan kenaikan suhu udara dan kenaikan muka air laut. Tujuan makalah ini adalah untuk mengkaji model dan skenario iklim yang sesuai diterapkan sehingga dapat menggambarkan adanya perubahan iklim khususnya wilayah lokal dan mengembangkan analisis dampak kenaikan muka air laut di kawasan pesisir. Dalam Makalah ini pemodelan iklim menggunakan perangkat lunak MAGICC/SCENGEN 5.3(Model sirkulasi global CSIRO, dengan skenario A2-AIM dan B2-AIM) sedangkan kenaikan muka laut dengan memanfaatkan data Data Sea Level Anomaly dari satelit Altimeter Jason 1A. Hasil pemodelan proyeksi perubahan suhu rata-rata dan perubahan presipitasi bulanan menunjukkan pola yang teratur meningkat secara linier dan Berdasarkan trend kenaikan nilai SSHA dari satelit altimetri Jason-1 yang diekstraksi dari hasil interpolasi lintasan satelit diperoleh rata-rata kenaikan muka laut relatif selama 7 tahun (2002-2009) sebesar 11,1 mm/tahun. Skenario yang sesuai dengan kondisi daerah pesisir Kabupaten Tuban adalah skenario B2AIM. Hasil pemodelan MAGICC sesuai dengan skenario B2AIM menunjukkan laju rata-rata kenaikan muka air laut dari tahun 1990-2050 adalah sebesar 0.61 meter. Hasil pemodelan SCENGEN sesuai dengan skenario B2AIM, menunjukkan perubahan curah hujan yang cukup besar pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober, dan perubahan kenaikan temperatur hasil pemodelan SCENGEN yaitu sebesar 0.19?C 1.56?C pada tahun 2050. Kata kunci : Perubahan Iklim, Kenaikan Muka Laut, Magicc/Scengen, Data Altimetri Jason-1A
Pelatihan Pemilahan Sampah Plastik Sebagai Bahan Biji Plastik Di Desa Palang Suwarsih Suwarsih; Marita Ika Joesidawati; Sriwulan Sriwulan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.511 KB) | DOI: 10.30999/jpkm.v9i2.693

Abstract

Desa Palang adalah salah satu daerah pesisir di Kabupaten Tuban yang kesadaran masyarakatnya terhadap kebersihan lingkungan masih kurang. Ini bisa dilihat dari banyaknya warga yang secara sadar masih membuang sampah di sembarang tempat yang bermuara di lautan. Salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan di pesisir Palang adalah sampah plastik. Sampah plastik sulit terdekomposisi secara alami. Di sisi lain, sampah ini masih dapat diolah menjadi biji plastik. Sebelum diolah menjadi biji plastik, sampah plastik harus disortir terlebih dahulu berdasarkan jenis bahannya. Namun, masyarakat Desa Palang belum memiliki  keterampilan dalam memilah sampah plastic. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan pemilahan sampah plastik sebagai dasar pembuatan biji plastik. Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah plastik di wilayah Palang dan dalam jangka panjang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Metode dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan praktik secara langsung. Penyortiran didasarkan pada jenis bahan plastik. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini peserta dapat memilah sampah plastik berdasarkan jenis bahan plastik dan 70,3% dari total jumlah peserta mengatakan akan mulai memilah sampah plastik.
Komunitas Moluska Di Area Reboisasi Mangrove Tudung Musuh Tasikmadu Palang, Tuban Marita Ika Joesidawati; Agung Adi Prasetia
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 21, No 1 (2022): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v21i1.1641

Abstract

Moluska adalah salah satu organisme yang hidup pada ekosistem hutan mangrove di perairan pesisir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kepadatan komunitas moluska berdasarkan substrat dasar yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2021 di area mangrove reboisasi pantai Tudung Musuh Desa Tasikmadu, Kabupaten Tuban dengan pengambilan data sampel secara klasterisasi. Hasil penelitian menemukan tiga tipe substrat dasar yaitu lempung berpasir, pasir berlempung, dan pasir. Moluska yang ditemukan terdiri dari dua kelas (Gastropoda dan Pelecypoda/Bivalvia dan delapan spesies.  Kelas Gastropoda dari famili Potamididae ditemukan empat spesies, famili Littoridae (dua spesies), famili Neritacea (satu spesies) dan Kelas Bivalvia dari famili Corbiculidae ditemukan satu spesies. Kepadatan dan frekuensi kehadiran relatif didominasi Cerithidea cingulate. Spesies yang tergolong dalam habitat substrat pasir (cluster 3) adalah (Terebralia palustris, Littorina scabra, Littorina littorea, Neritodryas cornea), substrat lempung berpasir (cluster 2) adalah Cerithidea cingulate, dan  susbtrat pasir berlempung  (cluster 1) adalah Polymesoda bengalens dan Terebralia sulcate. Kesimpulan yang dapat dihasilkan dari penelitian ini adalah area mangrove reboisasi di pantai Tudung Musuh desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, berdasarkan analisa klasterisasi terbagi menjadi tiga tipe subtrat dasar yaitu lempung berpasir, pasir berlempung, dan pasir. Kemudian, moluska yang ditemukan terdiri dari 2 kelas yaitu Gastropoda dan Pelecypoda/Bivalvia yang masing-masing memiliki 4 spesies.Kata kunci: cluster, komunitas moluska, substrat dasar
Salt Therapy for Health as an Alternative Additional Activities on The Tunnel Model in The Buffer Group Pliwetan Village Palang District Tuban Regency Suwarsih Suwarsih; Marita Ika Joesidawati; Perdana Ixbal Spanton; Raka Nur Sukma
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol 5 No 2 (2022): Kontribusia Agustus 2022
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.175 KB) | DOI: 10.30587/kontribusia.v5i2.4174

Abstract

Pliwetan Village, Palang District, Tuban Regency is an area with the potential to produce salt and the highest production compared to the surrounding environment. This is because, in this area, there are salt ponds that use the tunnel method owned by partners or groups of buffer salt farmers—the use of tunnel salt land as a tool for health therapy. This Community Service activity was carried out in the buffer salt farmer group of Pliwetan Village, Palang District, Tuban Regency with a duration of time being carried out in March 2022. The parties involved in this activity are: Fisheries and Marine Science lecturers, PGRI Ronggolawe University and partner groups of the Buffer Salt Farmers Group who play an active role as participants in every activity carried out in community service activities. The realization of the results of this activity is to provide counseling and assistance on how to use the salt tunnel land for health therapy, review of the results of achievements in the form of assistance in the practice of salt therapies for health so that it is hoped that the public understands the benefits of salt therapy for people health
PENDAMPINGAN MANAJEMEN PENERIMA HIBAH PENCAPAIAN TARGET KONSUMSI PANGAN PERKAPITA TAHUN 2021 SESUAI ANGKA KECUKUPAN GIZI KABUPATEN TUBAN Suwarsih Suwarsih; Marita Ika Joesidawati; Sriwulan Sriwulan; Riska Andriani; Susanti Dhini Anggraini; Ahmad Zaenal Arifin
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i4.4851

Abstract

Kegiatan P2KP Tahun 2021 merupakan salah satu upaya untuk membudayakan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita khususnya TP PKK Desa melalui Sub Kegiatan Pengembangan Pekarangan Kelompok/TP PKK dan Optimalisasi Pemanfaatan pekarangan dalam upaya pengembangan pangan lokal. Untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut diperlukan Pendampingan Manajemen Administrasi, dalam hal ini dilakukan oleh tim dari LPM Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Sasaran program ini adalah TP PKK di 26 Desa seluruh Kecamatan di Kabupaten Tuban yang telah melewati tahap seleksi lokasi dan seleksi penerima manfaat. Pendampingan manajemen yang dilakukan oleh TIM LPM UNIROW Tuban ini meliputi kegiatan pendampingan administrasi untuk kegiatan ini meliputi (cara pengisian buku-buku laporan dan perkembangan Hibah), kegiatan pendampingan keorganisasian dan kepemimpinan serta motivasi dalam menggali potensi desa yang dimulai dengan rapat persiapan, sosialisasi tingkat kabupaten dan kecamatan, pengawalan dropping hibah, pendampingan manajemen di tingkat desa, dilanjutkan monitoring, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini dikatakan berhasil karena pengetahuan, keterampilan, dan sikap anggota TP PKK Desa penerima hibah dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, dan penanganan keamanan pangan segar meningkat. Selain itu, kemampuan administrasi anggota TP PKK penerima hibah juga lebih baik. Keberhasilan program ini didukung oleh adanya simpul koordinasi yang berjalan dengan lancar karena adanya peran aktif dari Ketua TP PKK sebagai fasilitator dan penghubung antara warga penerima hibah dengan aparat pemerintah.
Kondisi Terumbu Karang di Pantai Wisata Kampung Kerapu Situbondo dan Strategi Pengelolaannya Dian Sari Maisaroh; Ardelia Humaimah Denatri; Yahya Abdillah Al Hanif; Dewi Fortuna Nurama; Saiful Bahri; Marita Ika Joesidawati
Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i4.35456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan ikan karang di Perairan Wisata Kampung Kerapu Situbondo serta strategi pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana hasil observasi dideskripsikan untuk melihat kondisi suatu obyek penelitian. Metode penentuan stasiun dengan purposive sampling. Pengambilan data karang menggunakan metode Point Intersept Transect (PIT) dan pengambilan data ikan karang menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC). Analisis strategi pengelolaannya menggunaan kuesioner dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil menunjukkan bahwa stasiun 1, 3, 4 dan 5 mempunyai tutupan karang dengan kategori baik sedangkan stasiun 2 dan 6 menunjukkan hasil tutupan kategori rusak sedang. Tutupan karang paling tinggi berada di stasiun 5 dengan persentase tutupan sebesar 74%. Kondisi ekosistem terumbu karang di Perairan Kampung Kerapu memiliki indeks keanekaragaman dalam kategori sedang – tinggi. Kondisi ikan karang di Perairan kampung Kerapu memiliki indeks keanekaragaman dalam kategori sedang. Apabila indeks keanekaragaman masuk dalam kategori sedang, maka tidak ada persaingan antar komunitas baik karang maupun ikan karang. Strategi pengelolaan terumbu karang di Pantai Wisata Kampung Kerapu yang tepat adalah dengan cara memaksimalkan kekuatan internal supaya mendapatkan peluang eksternal dalam mencapai pengelolaan yang berkelanjutan This study aims to determine the condition of coral reefs and reef fish in the Tourism Waters of Kampung Grouper Situbondo and their management strategies. This study uses a descriptive method where the results of observations are described to see the condition of an object of research. The method of determining the station is by purposive sampling. Coral data retrieval using the Point Intercept Transect (PIT) method and reef fish data collection using the Underwater Visual Census (UVC) method. Analysis of the management strategy uses a questionnaire with the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) methods. The results showed that stations 1, 3, 4 and 5 had good coral cover, while stations 2 and 6 showed moderate damage. The highest coral cover was at station 5 with a cover percentage of 74%. The condition of the coral reef ecosystem in the waters of Kampung Grouper has a diversity index in the medium - high category. The condition of reef fish in the waters of the grouper village has a diversity index in the medium category. If the diversity index is in the medium category, then there is no competition between communities, both coral and reef fish. The right strategy for managing coral reefs at Pantai Wisata Kampung Kerapu is to maximize internal strengths in order to get external opportunities to achieve sustainable management.
Land Cover Classification Assessment Using Decision Trees and Maximum Likelihood Classification Algorithms on Landsat 8 Data Luhur Moekti Prayogo; Bimo Aji Widyantoro; Amir Yarkhasy Yuliardi; Muhammad Hanif; Perdana Ixbal Spanton; Marita Ika Joesidawati
DoubleClick: Journal of Computer and Information Technology Vol 6, No 2 (2023): Perkembangan Teknologi Informasi
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/doubleclick.v6i2.10606

Abstract

Classification technique on remote sensing images is an effort taken to identify the class of each pixel based on the spectral characteristics of various channels. Traditional classifications such as Maximum Likelihood are based on statistical parameters such as standard deviation and mean, which have a probability model of each pixel in each class. While the object-based classification method, one of which is the Decision Trees, is based on rules for each class with mathematical functions. This study compares the Decision Trees and Maximum Likelihood algorithms for land cover classification in the Surabaya and Bangkalan areas using Landsat 8 data. This research begins with creating Regions of Interest (ROIs) and Rules on images with greater than and less than functions for Decision Trees. The ROIs test was carried out using the Separability Index and matching each class using the Confusion Matrix. The experimental results show that the accuracy value resulting from the Confusion Matrix calculation is 90.48%, with a Kappa Coefficient Value of 0.87. The Decision Trees method produces land cover nigher to the actual condition than the Maximum Likelihood method. The difference in the class distribution of the two ways is not significant. This study is limited because the validation uses manual interpretation results. Future research is expected to use the large-scale classification results from the relevant agencies to verify the classification results and use field data, larger samples of ROIs, and the use of high-resolution imagery in order to improve the classification results.
Keanekaragaman dan Keterkaitan Moluska pada Ekosistem Mangrove di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Agung Adi Prasetia; Raka Nur Sukma; Suwarsih Suwarsih; Marita Ika Joesidawati; Perdana Ixbal Spanton M
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 3 No 1 (2022): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.047 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v2i2.381

Abstract

Kecamatan palang terletak di ujung timur perbatasan antara Tuban-Lamongan. Pantai kawasan Kecamatan Palang hanya ada beberapa titik wilayah tertentu yang tumbuh ekosistem mangrove. Ekosistem Mangrove bermanfaat bagi abrasi pantai, selain itu ekosistem mangrove juga bermanfaat bagi kehidupan fauna yang berada di sekitarnya salah satunya adalah Moluska dari kelas Gastropoda. Penelitian ini terdiri dari 3 stasiun, terletak di desa Tasikmadu, Gesikharjo, dan Pliwetan, Kecamatan Palang. Metode penelitian ini menggunakan metode Transek garis (Line Transek) ukuran 5x5 dengan 3 kali pengulangan setiap stasiun. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan ada 9 jenis spesies Gastropoda dari 4 Family. Gastropoda yang ditemukan adalah Cerithidea Cingulata, Pila Scutata, Telescopim Telescopium, Neritodryas Cornea, Littorina Melanostoma, Littorina Scabra, Nedillitorina Pyramidalis, Neritina Turitta, Cerithidea Obtusa. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah spesies Cerithdea Cornea, spesies ini memilih substrat hidupnya mengelompok menempel pada batang dan akar pohon mangrove air tawar. Spesies Cerithidea Cingulata banyak ditemukan di ekosistem mangrove ditepi laut, habitat spesies ini berada di pasir berlumpur sebagai substrat hidupnya. Secara keseluruhan dari 3 stasiun memiliki indeks nilai keanekaragaman kecil. Berdasakan dari perbandingan antara kerapatan mangrove dengan kepadatan Moluska untuk mengetahui hubungan ke-eratan antara kedua variabel tersebut R2 (Koefisien Determinasi) menunjukan nilai 0,723, sedangkan nilai R (Koefisien Korelasi) memiliki nilai 0,850. Nilai dari kedua variabel tersebut dapat menerangkan bahwa kedua variabel memiliki saling berhubungan.
KAJIAN PERUBAHAN IKLIM DAN KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI KAWASAN PESISIR (STUDI KASUS : KABUPATEN TUBAN) Marita Ika Joesidawati
Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Vol 13, No 2 (2013): Ekologia : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/ekol.v13i2.135

Abstract

Perubahan iklim menjadi kajian yang penting  dan sangat menarik pada beberapa  tahun terakhir, karena mengakibatkan kenaikan suhu udara dan kenaikan muka air laut. Tujuan  makalah ini adalah untuk mengkaji model dan skenario iklim yang sesuai diterapkan  sehingga dapat menggambarkan adanya perubahan iklim khususnya wilayah lokal dan  mengembangkan analisis dampak kenaikan muka air laut di kawasan  pesisir. Dalam Makalah ini pemodelan iklim menggunakan perangkat lunak  MAGICC/SCENGEN 5.3(Model sirkulasi global CSIRO, dengan skenario A2-AIM dan B2-AIM) sedangkan kenaikan muka  laut dengan memanfaatkan data Data Sea Level Anomaly dari satelit Altimeter Jason 1A. Hasil pemodelan proyeksi perubahan suhu rata-rata dan perubahan  presipitasi bulanan menunjukkan pola yang teratur meningkat secara linier dan Berdasarkan trend kenaikan nilai SSHA dari satelit altimetri Jason-1 yang diekstraksi dari hasil interpolasi lintasan satelit diperoleh rata-rata kenaikan muka laut relatif selama 7 tahun (2002-2009) sebesar 11,1 mm/tahun. Skenario yang sesuai dengan kondisi daerah pesisir Kabupaten Tuban adalah skenario B2AIM. Hasil  pemodelan MAGICC sesuai dengan skenario B2AIM menunjukkan laju rata-rata kenaikan muka air laut dari tahun 1990-2050 adalah sebesar 0.61 meter.  Hasil pemodelan SCENGEN sesuai dengan skenario B2AIM, menunjukkan perubahan curah hujan yang cukup besar pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober, dan perubahan kenaikan temperatur hasil pemodelan SCENGEN yaitu sebesar 0.19⁰C  1.56⁰C  pada tahun 2050.  Kata kunci : Perubahan Iklim, Kenaikan Muka Laut, Magicc/Scengen, Data  Altimetri Jason-1A
VARIASI IKAN HIU DAN PARI APPENDIX II CITES HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG LAMONGAN Marandi Eko Wibowo; Marita Ika Joesidawati
Techno-Fish Vol 7 No 1 (2023): TECHNO-FISH
Publisher : TECHNO-FISH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v7i1.6197

Abstract

The activity of catching sharks and rays around the world have exceeded catch limits, causing some species to be in danger or extinct. Indonesia is one of the countries that still allows fishing for sharks and rays. Lots of fishermen at Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong have been fishing sharks and rays for several generation.so that it can be causing several species of sharks and rays in Indonesia are threatened. Knowing attachment of APPENDIX II CITES, sharks and rays have become a major concern in fisheries management and marine conservation around the world. Many of these groups are endangered due to massive exploitation over the past few decades. Some species of sharks and rays have been enrolled on attachment of APPENDIX II CITES, which controls international trade in endangered species.
Co-Authors A, Aunurohim Aat Ruchiat Nugraha Abdul Wahid Abdul Wahid Nuruddin Abdullah, Amiruddin Agung Adi Prasetia Agung Adi Prasetia Ahmad Zain Sarnoto Ambariyanto , Amir Yarkhasy Yuliardi Anci, Anci Andik Adi Suryanto Anggraini, Susanti Dhini Anisah , Afro’ Ardelia Humaimah Denatri Ardiansyah, Wisnu Ardiyanto Maksimilianus Gai Ari Wijayanti Arif Tribina Arifin, Ahmad Zaenal Bimo Aji Widyantoro Dewi Fortuna Nurama Dewi Hidayati Djunarlin Tojang Dwijayani, Henny Edwin Setiawan Eka Maya Kurniasih, Eka Maya Erna Wulandari F, Fauziah Fadiana, Mu’jizatin Fatchiatuzahro Firdaus, Muhammad Andi Fitrah Adelina Gentio Harsono Handayani, Fitrianti Hiola, Siti Fatimah Ilham Antariksa Tasabaramo Kholilah, Nenik Kurniawati Kurniawati La Mpia Luhur Moekti Prayogo Mahardika, Agus Maisaroh, Dian Sari Marandi Eko Wibowo Maretik, Maretik Mega Nurhana Muhammad Hanif Mulyadi, Yeyes Murdiniyati, Any Dian Ni Kadek Dita Cahyani, Ni Kadek Dita Nova Maulidina Ashuri Nursalim, Nining Nuruddin, Abdul Wahid Nurul Islamiyah P., Lutfi Anjar Yogi P. Pattiruhu, Fransisca Jallie Puji Sri Handayani Raka Nur Sukma Rian Aldi Riska Andriani Risti Kamila Wening Estu Ruswanto S, Suwarsih Safari, Apay Saiful Bahri Saleh, Ramlah Santosa, Tomi Apra Saparuddin Saparuddin Sari, Windy Dian Septy Heltria Spanton, Perdana Ixbal Sriwulan, Sriwulan Sukini, Sukini Suryono, Wiwid Susanti Dhini Anggraini Suwarsih Suwarsih Suwarsih Suwarsih Suwarsih Suwarsih Suwarsih Suwarsih Suwarsih Suwartiningsih Syahroni, Nur Syehrina Aldiana Wahyudi, Muhammad Henry Wibowo, Marandi Eko Yahya Abdillah Al Hanif Zaimah, Nely Rahmawati Zaimah, Nely Rahmawati Zaimah