Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK PELATIHAN LARI AKSELERASI DAN PELATIHAN LARI INTERVAL DI PANTAI BERPASIR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAEROBIK, POWER OTOT TUNGKAI DAN KECEPATAN LARI 100 METER PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUELA LOMBOK TIMUR TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Lilik Evitamala; I Nyoman Adiputra; Luh Putu Ratna Sundari; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; I Putu Adiartha Griadhi; Susy Purnawati
Sport and Fitness Journal Volume 7, No.3, September 2019
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.129 KB) | DOI: 10.24843/spj.2019.v07.i03.p06

Abstract

100 meters’ run is a short distance that someone has to run with repulsion as fast as possible up to distance 100 meters’. Become a good runner must have anaerobic capability, power of limb muscles. This research aims to find out the improvement of anaerobic capability, power of limb muscles and 100 meters’ running speed from the effect of training of acceleration running and interval running at sandy beach on tenth grade students at SMA Negeri 1 Suela in East Lombok. An experimental study of Pre-Post Test Control Group Design had been conducted on 30 students aged between 16-17 years old who had physical fitness level of medium or moderate. Samples were divided into two groups by using simple random allocation technique. Group I was given the training of acceleration running at sandy beach and group II was given the training of interval running at sandy beach. The average of anaerobic capability, power of limb muscles and 100 meters’ running speed on each group, has p < 0.05. It means that on each group, there is a meaningful and significant improvement change after training. It can be concluded that the training of acceleration running and interval running at sandy beach equally improving anaerobic capability, the power of limb muscles and 100 meters’ running speed.Key words: Acceleration running, interval running, anaerobic capability, power of limb muscles, 100 meters’ running.
PERBEDAAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI (APE) PADA WANITA USIA PRODUKTIF PENDERITA ASMA YANG MENGIKUTI LATIHAN ZUMBA DAN YOGA Rahma Cempaka Putri; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; Luh Made Indah Sri Handari; I Putu Adiartha Griadhi
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 2 (2020): Volume 8, No. 2, Mei 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.83 KB) | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i02.p11

Abstract

Pendahuluan: Asma merupakan penyakit saluran pernapasan dengan angka prevalensi tinggi di Indonesia dan Provinsi Bali menduduki urutan ke-enam dengan prevalensi asma tertinggi di Indonesia. Penderita asma dianjurkan untuk melakukan latihan fisik untuk meningkatkan kebugaran serta meringankan dan mengurangi frekuensi kekambuhan. Zumba dan Yoga merupakan jenis latihan fisik yang memberikan banyak manfaat terutama pada fungsi paru. Tujuan: Membuktikan adanya perbedaan nilai APE pada wanita usia produktif penderita asma yang mengikuti latihan Zumba dan Yoga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 18 wanita usia produktif penderita asma derajat intermiten atau persisten ringan pada kelompok Zumba dan Yoga. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada tujuh studio senam Zumba dan Yoga di Denpasar selama bulan Juni – Oktober 2019. Data diperoleh dengan lembar pengumpulan data dan pengukuran APE menggunakan Peak Flow Meter. Data dianalisis dengan uji Parametrik T-Tidak Berpasangan untuk membandingkan nilai APE pada wanita penderita asma yang mengikuti latihan Zumba dan Yoga. Hasil: Pada wanita usia produktif penderita asma yang mengikuti latihan Zumba memiliki rata-rata nilai APE sebesar 431,11 L/menit, sedangkan penderita asma yang mengikuti latihan Yoga 398,89 L/menit, dengan p=0,04 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada nilai APE wanita usia produktif penderita asma yang mengikuti latihan Zumba dan Yoga.
PENAMBAHAN LATIHAN KOMBINASI CORE STABILITY PADA LATIHAN FOOTWORK MENINGKATKAN KELINCAHAN PEMAIN BULUTANGKIS PUTRI PB. PUMA MAS MADIUN Triyanto Nugroho; Gde Indraguna Pinatih; Muthiah Munawwarah; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; I Putu Adiartha Griadhi; Muh. Irfan
Sport and Fitness Journal Volume 6, No.1, Januari 2018
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.977 KB) | DOI: 10.24843/spj.2018.v06.i01.p11

Abstract

Pendahuluan:Karakteristik permainan bulutangkis yang serba cepat dan eksplosif membuat seorang pemain bulutangkis harus memiliki kondisi fisik dan performa yang baik. Faktor kelincahan sangat dibutuhkan untuk melakukan penguasaan pertandingan sehingga baik dalam melakukan serangan (smash), pertahanan (block), maupun servis. Penambahan latihan kombinasi Core stability pada latihan footwork diharapkan dapat memberikan landasan atau pondasi yang dapat mengontrol posisi dari trunk sampai pelvicsehingga gerakan ekstrimitas atas dan ekstrimitas bawah dapat bekerja secara optimal dalam melakukan perubahan gerak. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui penambahan latihan kombinasicore stability pada latihan footwork lebih baik dibandingkan latihan footwork dalam meningkatkan kelincahan pemain bulutangkis. Metode:Penelitian ini mengunakan rancangan randomized preandpost test two groups design. Penelitian dilaksanakan di PB. Puma Mas Madiun. Subjek sebanyak 30 pasien yang memenuhi kriteria yang ditetapkan peneliti. Kelincahan diukur dengan Agility t testsebelum dan sesudah pelatihan. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok I diberikan footwork dan Kelompok II diberikankombinasicore stability danfootworkdenganfrekuensi3 kali semingguselama4minggu.Hasil :terjadi peningkatan kelincahanpada Kelompok I dengan nilai rerata sebelum latihan 13,85 detik ± 1,114 menjadi rerata setelah latihan13,20 detik ± 1,163 (p=0,000) dan pada Kelompok II dengan nilai rerata sebelum 13,41detik ± 1,136 menjadi rerata setelah latihan11,64detik ± 1,043(p=0,000). Ini berarti Kelompok I dan Kelompok II sama-sama dapat meningkatkan kelincahan secara bermakna. Dari uji komparasi data dengan Independent t-test menggunakan data selisih pada kedua Kelompok didapatkan nilai (p=0,001). Simpulan : latihan kombinasi core stability dan footwork lebih baik dibandingkan latihan footwork dalam meningkatkan kelincahan pemain bulu tangkis PB. Puma Mas Madiun. Penelitian diharapkan bermanfaat pada pemain bulutangkis di dalam meningkatkan kelincahan pemainbulutangkis.Kata kunci : core stability, footwork, kelincahan, bulutangkis, Agility t test
PEMBERIAN LATIHAN INTERVAL INTENSITAS TINGGI LEBIH EFEKTIF DARIPADA LATIHAN KONTINU INTENSITAS SEDANG DALAM MENURUNKAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA MAHASISWI DENGAN OVERWEIGHT DI PROGRAM STUDI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Nyoman Agus Pradnya Wiguna; I Putu Gede Adiatmika; S. Indra Lesmana; I Putu Adiartha Griadhi; Luh Putu Ratna Sundari; Susy Purnawati
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, No. 1, Januari 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.072 KB) | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i01.p10

Abstract

Pendahuluan: Overweight di kalangan mahasiswi masih banyak dijumpai, yang harus segera diatasi agar tidak menyebabkan berbagai penyakit dikemudian hari. Tujuan Penelitian: untuk membuktikan pemberian latihan interval intensitas tinggi lebih efektif daripada latihan kontinu intensitas sedang dalam menurunkan persentase lemak tubuh. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian sebanyak 20 mahasiswi overweight, dan terbagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok 1 sebagai kelompok pelatihan interval intensitas tinggi, sedangkan Kelompok 2 sebagai kelompok pelatihan kontinu intensitas sedang. Persentase lemak tubuh diukur menggunakan Handheld BIA. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji Independent sample t-test menunjukkan rerata persentase lemak tubuh setelah pelatihan antar kelompok dengan beda rerata penurunan lemak tubuh sebesar 5,65±0,81% pada Kelompok 1 dan 3,33±0,59% pada Kelompok 2 serta diperoleh nilai p=0,002 (p<0,05). Simpulan: Pelatihan interval intensitas tinggi lebih efektif daripada pelatihan kontinu intesitas sedang dalam menurunkan persentase lemak tubuh pada mahasiswi dengan overweight di Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
KOMBINASI SHUTTLE RUN DAN CORE STABILITY SAMA BAIK DENGAN KOMBINASI SHUTTLE RUN DAN GLUTES CONTROL DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN PEMAIN SEPAK BOLA DI SSB BALI UNITED Resti Nurpratiwi; I Putu Gede Adiatmika; S. Indra Lesmana; I Wayan Weta; I Putu Adiartha Griadhi; Ni Nyoman Ayu Dewi
Sport and Fitness Journal Vol 9 No 1 (2021): Volume 9, No. 1, Januari 2021
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2021.v09.i01.p06

Abstract

Pendahuluan: Kelincahan suatu kemampuan mengubah posisi dan arah tubuh secara cepat pada saat bergerak dengan kondisi tubuh tetap seimbang. Kelincahan sangat penting bagi pemain sepak bola agar dapat menerobos dan menghindari hadangan lawan serta mengurangi resiko cedera. Pelatihan kelincahan sangat sesuai diberikan bagi pemain sepak bola usia 10-12 tahun yakni dengan pelatihan shuttle run yang dikombinasikan dengan pelatihan stabilisasi, baik berupa core stability maupun glutes control.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah kombinasi shuttle run dan core stability sama baik dengan kombinasi shuttle run dan glutes control dalam meningkatkan kelincahan pemain sepak bola di SSB Bali United. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental, menggunakan rancangan pre and post test group design. Sampel penelitian 22 orang dan di bagi menjadi dua kelompok. Kelompok I mendapat kombinasi shuttle run dan core stability, sedangkan Kelompok II mendapat kombinasi shuttle run dan glutes control. Frekuensi latihan dilakukan 3 kali seminggu selama 6 minggu. Pengukuran kelincahan menggunakan Illinois agility run test. Kelincahan dikatakan meningkat apabila nilai setelah lebih pendek dari nilai sebelum pelatihan. Hasil Penelitian: Didapatkan Kelompok I mengalami peningkatan kelincahan dengan nilai signifikan p = 0,01dari nilai kelincahan 19,87±0,94 detik menjadi 15,49±0,78 detik. Demikian juga pada Kelompok II mengalami peningkatan kelincahan dengan nilai signifikan p = 0,01 dari nilai kelincahan 19,50±0,86 detik menjadi 15,70±0,75 detik. Dari hasil independent t-test tidak didapatkan perbedaan dengan nilai sebelum p = 0,358 dan sesudah p = 0,531. Simpulan : Kombinasi shuttle run dan core stability sama baik dengan kombinasi shuttle run dan glutes control dalam meningkatkan kelincahan pemain sepak bola di SSB Bali United. Kata Kunci: Shuttle run, core stability, glutes control, kelincahan, sepak bola
LATIHAN HIGH-INTENSITY INTERVAL TRAINING RASIO WORK-TOREST 2:1 SAMA BAIKNYA DENGAN 1:1 DALAM MENINGKATKAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI PADA PELARI KOMUNITAS Leandra Erdina Usmany; I Made Krisna Dinata; S. Indra Lesmana; J Alex Pangkahila; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; I Putu Adiartha Griadhi
Sport and Fitness Journal Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, No. 1, Januari 2020
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.086 KB) | DOI: 10.24843/spj.2020.v08.i01.p02

Abstract

Pendahuluan: Performa seorang pelari dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya daya tahan kardiorespirasi. High-intensity interval training (HIIT) telah diusulkan sebagai strategi latihan yang menghemat waktu untuk meningkatkan daya tahan kardiorespirasi (VO2max). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pengaruh HIIT rasio work-to-rest 2:1 dengan 1:1 dalam meningkatkan daya tahan kardiorespirasi pada pelari komunitas. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan berupa randomized pre and post test group design, teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 22 orang usia 20-30 tahun. VO2max diukur dengan menggunakan 1,5 mile run test / tes lari 2,4 km. Hasil: . Hasil analisis uji t tidak berpasangan setelah intervensi pada kedua kelompok diperoleh nilai p = 0,579 (p > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang bermakna pada intervensi HIIT rasio work-to-rest 2:1 dibandingkan dengan HIIT rasio work-to-rest 1:1 terhadap peningkatan daya tahan kardiorespirasi pada pelari komunitas. Simpulan : HIIT 1:1 sama baiknya dengan 2:1 dalam meningkatkan daya tahan kardiorespirasi. Latihan HIIT dengan rasio work-to-rest 1:1 dan 2:1 dapat digunakan sebagai strategi latihan untuk meningkatkan daya tahan kardiorespirasi (VO2max).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TERJADINYA ANKLE SPRAIN PADA SISWA SMA PEMAIN BASKET DI DENPASAR Catherina .; I Putu Adiartha Griadhi; I Made Muliarta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i3.P11

Abstract

ABSTRAK Permainan Bola Basket adalah permainan yang sangat populer. Permainan ini menuntut banyak aktivitas fisik dengan tingkat risiko yang tinggi untuk mengalami cedera. Salah satu risiko cedera yang paling sering terjadi adalah ankle sprain (cedera ankle), ini disebabkan permainan bola basket meliputi banyak gerakan-gerakan yang membebani pergelangan kaki. Ankle Sprain dapat berkembang menjadi cedera kronis seperti penurunan kemampuan dalam menggerakan sendi, nyeri pada bagian sendi, dan penurunan stabilitas sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya ankle sprain pada siswa SMA pemain basket di Denpasar. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei deskriptif cross-sectional serta menggunakan 125 sampel. Hasil dari penelitian ini, ditemukan faktor-faktor dengan kecenderungan pengaruh cukup besar terhadap kejadian dari ankle sprain adalah riwayat ankle sprain, jenis kelamin, pemanasan, indeks massa tubuh, serta penggunaan kaki dominan, durasi permainan saat mengalami ankle sprain, tipe atasan sepatu, Jenis permainan saat mengalami ankle sprain, posisi bermain responden, dan posisi tubuh responden saat mengalami ankle sprain. Sedangkan, faktor-faktor yang kurang berpengaruh terhadap kejadian ankle sprain adalah bantalan pada sepatu, ruang udara pada sepatu, dan penggunaan ankle tape dan ankle braces. Dapat disimpulkan bahwa Faktor-faktor dengan perbedaan persentase cukup besar adalah riwayat ankle sprain, jenis kelamin, pemanasan, indeks massa tubuh, serta penggunaan kaki dominan, durasi permainan saat mengalami ankle sprain, tipe atasan sepatu, Jenis permainan saat mengalami ankle sprain, posisi bermain responden, dan posisi tubuh responden saat mengalami ankle sprain. Faktor intrinsik memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan faktor ekstinsik. Kata kunci: ankle sprain, faktor-faktor, fakor intrinsik, faktor ekstrinsik, memengaruhi
Prevalensi Kenyamanan dan Kemandirian di Kamar Mandi pada Lansia di Panti Sosial Tresna Wredha Wana Seraya Denpasar Ida Bagus Gede Danny Ananta; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.145 KB)

Abstract

Being old is the natural process, with being old many degenerative disease springing with so human progressively will loseendurance against infection and many distortions of metabolic and structural. Injury in the bathroom can result in death , a problemthe bathroom is still very require improvement and the adjustment of a means. Ergonomic problems that they encountered isa mismatch between the size of a means of the bathroom with ability of body for the elderly. The overall health in the bodyfor the elderly can be measured by the body neurologis system change, muskuloskeletal system change. This research aboutcomfortable and independence of elderly patient at social workhouses on tresna wredha wana seraya in denpasar. Respondentsto this research were elderly patients older than 50 years and totally 31 person. Analysis technique used a descriptive crosssectional analysis. Sampling technique using questionnaires and interviews. Results of the research found that elderly patientsat social workhouses on tresna wredha wana seraya in denpasar as a whole have the independence and comfortable of thebathroom in the workhouses. Advice to Governments that administer workhouses was provide a bathroom to suit ergonomicscience in order to facilitate the elderly in everyday activities inside the bathroom. This will have an impact on elderly ergonomicpatients on long term.
TINGKAT PENGETAHUAN HERNIA PADA LAKI-LAKI YANG BEROLAHRAGA GYM DI KOTA SINGARAJA I Gusti Putu Adietha Chandra Putra; Adiartha Griadi; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.25 KB)

Abstract

Status kesehatan dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan. Salah satunya adalah dengan berolahraga. Olahraga yang saat ini sedang popular adalah olahraga gym di mana olahraga ini dibantu dengan alat yang dapat mengatur beban yang diperlukan. Olahraga ini baik untuk dilakukan namun tetap memiliki risiko cedera. Risiko cedera dapat timbul akibat kurangnya informasi terkait. Salah satu informasi tersebut adalah Hernia. Hernia secara medis adalah keadaandi mana terjadi penonjolan atau pengeluaran organ pada celah tubuh yang tidak semestinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan tentang hernia sebagai salah satu risiko cedera pada laki-laki yang berolahraga gym di tempat gym wilayah Singaraja pada tahun 2017 baik secara keseluruhan dan berdasarkan karateristik sampel. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif potong lintang yang dilakukan dengan pemilihan sampel yang memasuki kriteria inklusi penelitian dan dilakukan pada bulan Mei 2017 – Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner dan wawancara singkat untuk mendapatkan gambaran kesan risiko cedera serta untuk menilai tingkat pengetahuan hernia. Dalam penelitian ini, didapatkan hasil bahwa terdapat sebanyak 60 responden member gym sebagai responden penelitian. Ditemukan gambaran tingkat pengetahuan hernia, yaitu dengan kategori tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 37 orang (61,7%), kategori tingkat pengetahuan cukup dengan jumlah 19 orang (31,7%), dan tingkat pengetahuan kurang 4 orang (6,7%). Distribusi tingkat pengetahuan berdasarkan karateristik sampel seperti umur, tingkat pendidikan, sumber informasi, dan jenis pekerjaan. Kesimpulannya, gambaran tingkat pengetahuan hernia terbanyak pada member gym laki-laki di wilayah kota Singaraja adalah tingkat pengetahuan baik. Karateristik responden terbanyak pada member gym dengan tingkat pengetahuan baik adalah, usia di atas 23 tahun, berpendidikan SMA/SMK, sumber informasi dengan jenis media sosial dan media cetak dan dengan status pekerjaan sebagai pelajar. Kata Kunci: hernia, resistance training, tingkat pengetahuan
PERBEDAAN PERSENTASE KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) ANTARA SUPIR BUS YANG MENGENDARAI BUS ERGONOMIS DAN TIDAK ERGONOMIS DI TERMINAL UBUNG DAN MENGWI, BALI I Gede Wahyu Adi Raditya; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.14 KB)

Abstract

Tingginya penggunaan fasilitas bus meningkatkan beban kerja supir bus sebagai fasilitator jasa perjalanan.Kecenderungan supir bus untuk duduk dan sedikit bergerak dalam waktu lama di bus merupakan salah satu risiko terjadinya Low Back Pain (LBP).Hingga saat ini belum ada laporan tentang angka kejadian LBP pada supir bus yang diakibatkan perjalanan bus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan persentase kejadian LBP pada supirbus yang mengendaraibus ergonomis dan supirbus yang mengendarai bus non ergonomis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian ini menggunakan sampel 80 orang supir bus di Terminal Ubung dan Mengwi yang diperoleh secara consecutive sampling. Data diolah secara statistik dengan menggunakan Chi-Square dan didapatkan kejadian LBP berhubungan dengan kondisi ergonomis bus yang digunakan (p<0,05).  
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri A. A. Parama Swari Khrisna Adela Nathania Adiputra, LMIS. Handari Agung Istri Dewi Agus Frandes Sariaman Ainul Ghurri Andy Sirada Ari Wibawa Ari Wibawa Arisandy Achmad Aryaning Dwi Antyesti Bagus Komang Satriyasa Bambang Widayanto Bertha Melyana Catherina . Celine Setiawan Cindy Anastasia Okhotan Clarin Hayes Clorinda Chandra D A inten Damha Al Banna Dedi Silakarma Dewa Agung Gina Andrini Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dharshinee Suresh Kumar Dionisius Wora Ditha Subagiantara Djuliana, Salsabila Fernanda Dr. Luh Made Indah Sri Handari Adiputra, S. Psi. M. Erg Eka Oktafianti Eko Wibowo Ellisa Koeswanto Felicia Holil Fendy Nugroho Frida Angelina Gde Ngurah Idraguna Pinatih Gede Desy Darmawan Gusti Agung Gede Rama Wintara I Dewa Ayu Inten D. P I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Putu Sutjana I Gd Mediastama I Gede Wahyu Adi Raditya I Gede Widyatmika Pratama I Gusti Agung Ayu Narita Savitri I Gusti Ayu Mega Purwani I Gusti Ayu Surya Nirmala I Gusti Putu Adietha Chandra Putra I Ketut Suyasa I Ketut Wedarthana Aditya Prana I Komang Bintang Satria Mahaputra I Made Ady Wirawan I Made Ari Sastrawan I Made Dhita Prianthara I Made Dwi Apri Pramana I Made Dwi Ariyuda I Made Jawi I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Made, Muliarta I Nengah Sandi I Nyoman Adi Putra I Nyoman Agus Pradnya Wiguna I Nyoman Ari Suryawan I Nyoman Baktiyasa I Nyoman Sutarsa, I Nyoman I P G. Adiatmika I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Meika Semara Putra I Putu Prisa Jaya . I Putu Sutha Nurmawan I Wayan Sugiritama I Wayan Weta Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Bagus Gede Danny Ananta Ida Bagus Ngurah Ida Bagus Ngurah Ida Sri Iswari IKW. Suryawan Imakulata Magi Loda indah adiputra Indira Juhanna Indira Juhanna Indira Vidiari J Indira Vidiari J Indira Vidiari Juhanna Indira Vidiari Juhanna Indra Lesmana Ireene Hillary Artauli Sinurat J. A. Pangkahila James W H Manik Jawi, Made Joanne Ingrid Robot Jonathan David Rajaratnam Peter K tirtayasa K Tirtayasa Kadek Nindia Dwi Pratiwi Putri Ketut Tirtayasa Kevin Kusuman Khaerul Anam Komang Dhyanayuda P. Komang Satrya Wirawan Komang Trisna Bayu Suta Krismawati, Luh Dwi Erna Kristina Puspadewi Kusuma Sri Whisnu Puteri Kusumaningrum, Cornelia Ayu Leandra Erdina Usmany Lia Arista Wijaya Lidia Valentin Lilik Evitamala Liowina Adlin Hokky LMIS. Handari Adiputra Luh Made Indah S.H. Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Luh Made Indah Sri Handari Luh Made Indah Sri Handari Adiputra LUH MADE INDAH SRI HANDARI ADIPUTRA Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ayu Vitalistyawati Luh Putu Ratna S Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari M. Ali Imron M. Irfan Made Aditya Yogi Guntara Made Hendra Satria Nugraha Made Krisna Dinata Made Kristira Yanti Made Widnyana Manuela Serrano, Christina Zita Maria Imaculata Date Marta Wangsadinata Wong Md Ayu Puspita Citra Novelia Mezzi Wulandari Arenza Moh. Ali Imron, Moh. Muh Irfan Muh Irfan Muh. Ali Imron Muh. Ali Imron Muh. Irfan Muh. Irfan Muh. Irfan Muhammad Ali Imron Muhammad Ali Imron Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Irfan Munawwarah, Muthiah Muthia Munawaroh Muthiah Munawaroh Mutiah Munawarah N. Adiputra N. Adiputra Ni Kadek Utari Warmadewi Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Komang Sri Padmiswari B Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Indri Sagita Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Putu Ayu Sasmita Sari Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nilam Sari Nur Basuki Nurpratiwi, Resti Oktovianus Fufu Oktovianus Fufu Olivia Theodora, Olivia Pande Made Indra Premana Putu Astawa Putu Ayu Sita Saraswati Putu Dyah Wulandari Putri Putu Dyah Wulandari Putri Putu Gupta Arya Gumilang Putu Rina Indahsari Putu Satriya Yudha Permadi Putu Seriari Ambarini Rahita, Dewa Ayu Agung Mas Berliana Rahma Cempaka Putri Reza Fatchurahman Risna Dea Pramita Rita Maria S Indra Lesmana S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana S. Indra Lesmana Santi Bery Hastuti Sienny Muliaty Sumali Suadnyana, Ida Ayu Astiti Sugijanto - Sugijanto - Suryawan, IKW. Susanto, Vennesa Vitari Maureen Susy Purnawati Sutjna, Dewa Putu Tirtayasa, Ari Tjokorda Gde Bagus Mahadewa Triyanto Nugroho Ummaiya, Fadilla Vennesa Vitari Maureen Susanto Virgilya S Wahyu Gunarto Wahyuddin, Wahyuddin Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri Wirawan, IMA. Yogi haditya Yohanes Seran